0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan28 halaman

Faktor Risiko Penyakit ISPA pada Anak

ispaa

Diunggah oleh

anikesmas21
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan28 halaman

Faktor Risiko Penyakit ISPA pada Anak

ispaa

Diunggah oleh

anikesmas21
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

dr. Suparyanto, M.

Kes
Weblog dr. Suparyanto, [Link] berisi tentang materi kesehatan, taushiyah agama Islam dan
akreditasi Puskesmas. Banyak kekurangan dalam penulisan, untuk itu saran dan kritik untuk
perbaikan penulisan sangat diharapkan. Terima kasih

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web
(URL). Terima Kasih

Kamis, 06 Maret 2014


FAKTOR RESIKO PENYAKIT ISPA

Dr. Suparyanto, [Link]

FAKTOR RESIKO PENYAKIT ISPA

1. Faktor Resiko ISPA

Menurut Nastiti, (2008). Terdapat banyak faktor yang mendasari perjalanan

penyakit ISPA pada anak. Hal ini berhubungan dengan host, agent penyakit dan

environment. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kejadian ISPA antara lain :

1. Ventilasi Rumah

Ventilasi adalah proses penyediaan udara segar dan pengeluaran udara kotor

secara alamiah atau mekanis (Keman, 2004). Ventilasi disamping berfungsi sebagai

lubang pertukaran udara juga dapat berfungsi sebagai lubang masuknya cahaya alami

atau matahari ke dalam ruangan. Kurangnya udara segar yang masuk ke dalam

ruangan dan kelembaban yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan resiko kejadian

ISPA. Adanya pemasangan ventilasi rumah merupakan salah satu upaya untuk

mencegah terjadinya penyakit ISPA (Nindya dan Sulistyorini, 2005). Ventilasi

merupakan determinan dari kejadian ISPA pada anak balita. Adapun besarnya risiko

untuk terjadinya ISPA pada anak balita yang menempati rumah dengan ventilasi yang
tidak memenuhi syarat sebesar 2,789 kali lebih besar dari pada anak balita yang

menempati rumah dengan ventilasi yang memenuhi syarat (Chandra, 2007).

2. Kepadatan Hunian

Luas lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di dalamnya.

Artinya, luas lantai bangunan rumah tersebut harus disesuaikan dengan jumlah

penghuninya agar tidak menyebabkan overload . Hal ini tidak sehat karena disamping

menyebabkan kurangnya oksigen juga bila salah satu anggota keluarga terkena

penyakit infeksi, akan mudah menular kepada anggota keluarga yang lain. Persyaratan

kepadatan hunian untuk seluruh rumah biasanya dinyatakan dalam m 2/orang. Luas

minimum per orang sangat relatif bergantung dari kualitas bangunan dan fasilitas yang

tersedia. Untuk rumah sederhana luasnya minimum 10 m 2/orang. Untuk kamar tidur

diperlukan luas lantai minimum 3 m2/orang. Untuk mencegah penularan penyakit

pernapasan jarak antara tepi tempat tidur yang satu dengan yang lainnya minimum 90

cm. Kamar tidur sebaiknya tidak dihuni lebih dari dua orang, kecuali untuk suami istri

dan anak di bawah 2 tahun (Yusuf, 2008).

3. Pencahayaan

Untuk memperoleh cahaya yang cukup pada siang hari, diperlukan luas jendela

minimum 20% luas lantai. Cahaya ini sangat penting karena dapat membunuh bakteri

patogen di dalam rumah misanya, basil TB. Oleh karena itu, rumah yang sehat harus

mempunyai jalan masuk cahaya yang cukup. Intensitas pencahayaan minimum yang

diperlukan 10 kali lilin atau kurang lebih 60 lux. Semua jenis cahaya dapat mematikan

kuman hanya berbeda dari segi lamanya proses mematikan kuman untuk setiap

jenisnya. Cahaya yang sama apabila dipancarkan melalui kaca tidak berwarna dapat
membunuh kuman dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan kaca berwarna

(Suryo, 2010).

4. Kebiasaan merokok

Merokok diketahui mempunyai hubungan dalam meningkatkan resiko untuk terkena

penyakit kanker paru-paru, jantung koroner dan bronkitis kronis. Dalam satu batang

rokok yang dihisap akan dikeluarkan sekitar 4.000 bahan kimia berbahaya, di

antaranya yang paling berbahaya adalah Nikotin, Tar, dan Carbon Monoksida (CO).

Asap rokok merupakan zat iritan yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran

pernapasan. Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia beracun dan bahan-bahan

yang dapat menimbulkan kanker (karsinogen). Bahkan bahan berbahaya dan racun

dalam rokok tidak hanya mengakibatkan gangguan kesehatan pada orang yang

merokok, namun juga kepada orang-orang di sekitarnya yang tidak merokok yang

sebagian besar adalah bayi, anak-anak dan ibu-ibu yang terpaksa menjadi perokok

pasif oleh karena ayah atau suami mereka merokok di rumah. Kebiasaan merokok di

dalam rumah dapat meningkatkan resiko terjadinya ISPA sebanyak 2,2 kali (Suryo,

2010).

5. Berat badan lahir rendah (BBLR)

Berat badan lahir memiliki peran penting terhadap kematian akibat ISPA. Di negara

berkembang, kematian akibat pneumonia berhubungan dengan BBLR. Sebanyak 22%

kematian pada pneumonia di perkirakan terjadi pada BBLR. Meta-analisis menunjukkan

bahwa BBLR mempunyai RR kematian 6,4 pada bayi yang berusia di bawah 6 bulan,

dan 2,9 pada bayi berusia 6-11 bulan.

6. Imunisasi
BCampak, pertusis dan beberapa penyakit lain dapat meningkatkan resiko terkena

ISPA dan memperberat ISPA itu sendiri, tetapi sebetulnya hal ini dapat di cegah. Di

india, anak yang baru sembuh dari campak, selama 6 bulan berikutnya dapat

mengalami ISPA enam kali lebih sering dari pada anak yang tidak terkena campak.

Campak, pertusis, dan difteri bersama-sama dapat menyebabkan 15-25% dari seluruh

kematian yang berkaitan dengan ISPA. Vaksin campak cukup efektif dan dapat

mencegah kematian hingga 25% usaha global dalam meningkatkan cakupan imunisasi

campak dan pertusis telah mengurangi angka kematian ISPA akibat kedua penyakit ini.

Vaksin pneomokokus dan H. Influenzae type B saat ini sudah di berikan pada

anak anak dengan efektivitas yang cukup baik.

7. Status gizi

Status gizi anak merupakan faktor resiko penting timbulnya pneumonia. Gizi buruk

merupakan faktor predisposisi terjadinya ISPA pada anak. Hal ini di karenakan adanya

gangguan respon imun. Vitamin A sangat berhubungan dengan beratnya infeksi. Grant

melaporkan bahwa anak dengan defisiensi vitamin A yang ringan mengalami ISPA dua

kali lebih banyak daripada anak yang tidak mengalami defisiensi vitamin A. Oleh karena

itu, selain perbaikan gizi dan perbaikan ASI, harus di lakukan pula perbaikan terhadap

defisiensi vitamin A untuk mencegah ISPA.

DAFTAR PUSTAKA

1. Almasri (2011). Mycoplasma Pneumoniae Respiratory Tract Infections Among Greek


Children. Hippokratia : 147–152.
2. Arikunto, Suharsimin (2002). Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.

3. Aziz, Hidayat (2010). Metode Penelitian Kesehatan Paradigma Kuantitatif. Surabaya :


Health Books Publishing.
4. Calvo C. (2007). Role of rhinovirus in hospitalized infants with respiratory tract
infections in Spain. Pediatric Infection Dis J; 26: 904-8.

5. Cartamil S. (2008). Estudio de dos nuevos virus respiratorios en poblacion pediatrica


con infeccion respiratoria aguda: el metapneumovirus (hMPV)y el bocavirus (hBoV).
Revista Argentina Microbiologia; 40 Supl: 78.

6. Chandra Budiman, (2007). Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta : Penerbit Buku


Kedokteran EGC.

7. Chandra Budiman, (2009). Ilmu Kedokteran Pencegahan dan Komunitas. Jakarta :


Penerbit Buku Kedokteran EGC.

8. Corwin, Elizabeth (2008). Buku Saku Patofisiologi, ed. 3. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran EGC.

9. Debora N. (2012). Rhinovirus detection by real-time RT-PCR in children with acute


respiratory infection in Buenos Aires, Argentina. Revista Argentina de Microbiologia; 44:
259-265

10. Depkes RI. (2000). Informasi tentang ISPA pada Balita. Jakarta: Pusat Kesehatan
Masyarakat Depkes RI.

11. Depkes RI. (2004). Pedoman Program Pemberantasan Peneumonia Pada Balita.
Jakarta : Direktorat Jendral Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan
Lingkungan, Pemukiman.

12. Depkes RI. (2012). Buletin Jendela Epidemiologi Pneumonia Balita. Jakarta : Depkes
RI.

13. Dinkes Kab. Jombang. (2010). Kondisi Geografis Kecamatan Mancar Tahun 2010.
Jombang : Bidang Yankesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.

14. Djaja S, dan Afifah T. (2001). Determinan Prilaku Pencarian Pengobatan Infeksi
Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita. Buletin Penelitian Kesehatan. 29:1-10.

15. Erlien (2008). Penyakit Saluran Pernapasan. Jakarta : Sunda Kelapa Pustaka.

16. Kartasasmita CB. (2010). Morbiditas dan Faktor Risiko ISPA pada Balita di Indonesia.
Majalah Kedokteran Jakarta. 25:135-142.

17. Keman S. (2004). Pengaruh Lingkungan Terhadap Kesehatan. Jurnal Kesehatan


Lingkungan. 1: 30-43.

18. Narbuko, Cholid (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Bumi Aksara
19. Nastiti Rahajoe, dkk. (2008). Buku Ajar Respirologi. Jakarta : Ikatan Dokter Anak
Indonesia.

20. Nindya TS dan Sulistyorini L. (2005). Hubungan Sanitasi Rumah dengan Kejadian
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Anak Balita. Jurnal Kesehatan
Lingkungan. 2:43-52.

21. Notoadmodjo, Soekidjo (2002). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka


Cipta.

22. Notoadmodjo, Soekidjo (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka


Cipta.

23. Nursalam (2003). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.
Jakarta : Salemba Medika.

24. Nursalam (2009). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan
Pedoman Skripsi, Tesis dan Instrument Penelitian Kesehatan. Jakarta : Salemba
Medika.

25. Nursalam dan Siti pariani (2008). Pendekatan Riset Keperawatan. Jakarta : Salemba
Medika.

26. Ranuh IGN. (1997). Masalah ISPA dan Kelangsungan Hidup Anak. Surabaya:
Continuing Education Ilmu Kesehatan Anak.

27. Saryono (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta : Mitra Cendikia.

28. Savolainen C. (2003). Human rhinoviruses. Pediatric Respiratory. Rev 2003; 4: 91-8.

29. Setiadi (2007). Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta : Graha Ilmu.

30. Sugiono (2000). Statistika Untuk Penelitian. Bandung : Alfabet.

31. Sugiyono (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung :
Alfabeta.

32. Suryo, Joko (2010). Herbal Penyembuh Gangguan Sistem Pernafasan. Yogyakarta :
PT Bentang Pustaka.

33. Sylvia, Price A. (2005). Patofisiologi : Konsep Klinis proses – proses Penyakit ; Jakarta :
Penerbit Buku Kedokteran EGC.

34. Tambayong Jan (1999). Patofisiologi Untuk Keperawatan. Jakarta : Penerbit buku
Kedokteran EGC.
35. Wasis (2008). Pedoman Riset Praktis untuk Profesi Perawat. Jakarta. Penerbit Buku
Kedokteran EGC.

36. Yusuf NA dan Sulistyorini L. (2008). Hubungan sanitasi rumah secara fisik dengan
kejadian ISPA pada anak Balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan.1:110-119.

Diposting oleh dr. Suparyanto, [Link] di 07.49


Reaksi:

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest


Label: TINJAUAN PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Link ke posting ini

Buat sebuah Link

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda


Langganan: Posting Komentar (Atom)

VISITOR

Free counters

Cari Judul Mata kuliah di Blog Ini

Translator's Blog
 Africa
 Albania
 Arabic
 Dutch
 English
 Farsia
 France
 German
 Greece
 India
 Italian
 Japanese
 Korean
 Mandarin
 Melayu
 Philippines
 Russia
 Spanish
 Thailand
 Turkey
 Vietnam

Pengunjung Blog On Line

free statistics

Jumlah Pengunjung Blog

Little Giant Ladder System

Topik Populer (klik peta)


Jam Digital WIB
Label Mata Kuliah
 AKREDITASI PUSKESMAS (26)
 Analis (2)
 ANATOMI (9)
 BIOKIMIA (19)
 BIOSTATISTIK (7)
 EPIDEMIOLOGI (25)
 FARMAKOLOGI (9)
 FISIOLOGI (12)
 GENETIKA (3)
 GIZI (4)
 HASIL PENELITIAN (13)
 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT (3)
 IMUNOLOGI (3)
 Journal Kebidanan (8)
 Journal Keperawatan (7)
 KEBIDANAN DAN KANDUNGAN (52)
 Keluarga Berencana (27)
 KERANGKA KONSEP PENELITIAN (4)
 KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) (4)
 Kisi Kisi Soal (61)
 Komunitas (22)
 KUESIONER (17)
 Kuliah KMB Gangguan Sistem Pencernakan (26)
 Kuliah Manajemen dan Organisasi (9)
 LABORATORIUM (4)
 LATIHAN SOAL GANGGUAN SISTEM CERNA (4)
 Metode Penelitian (36)
 Mutu Pelayanan Kesehatan (3)
 PATOFISIOLOGI (21)
 PENYAKIT (62)
 PENYAKIT MUSKULOSKELETAL (10)
 Penyakit THT (17)
 Promosi Kesehatan (19)
 PUSKESMAS (6)
 TAUSYIYAH (72)
 TINJAUAN PUSTAKA (342)
 Tugas individu Promkes (1)
 Tugas kelompok Promkes (1)

Judul/Topik Materi Kuliah


 ► 2018 (115)

 ► 2017 (1)

 ► 2016 (2)

 ▼ 2014 (70)
o ► Desember (2)
o ► November (1)
o ► Juli (5)
o ► Juni (8)
o ► Mei (2)
o ► April (9)
o ▼ Maret (39)
 TEKNIK RELAKSASI PERSALINAN
 ASIDOSIS
 PATOFISIOLOGI SISTEM PERSEPSI SENSORI 2
 PATOFISIOLOGI SISTEM PERSEPSI SENSORI
 LATIHAN SOAL PATOFISIOLOGI PERSEPSI NEURI
 PERILAKU SEHAT
 PENYAKIT HIPERTENSI (TEKANAN DARAH TINGGI)
 EPIDEMIOLOGI TENIA VERSICOLOR (PANU)
 EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MALARIA
 EPIDEMIOLOGI PENYAKIT DEMAM BERDARAH
 MASALAH PENYAKIT TB (TUBERKULOSIS)
 MASALAH SAMPAH
 MASALAH POSYANDU
 MASALAH POSKESDES
 MASALAH ROKOK
 MASALAH HIV/AIDS
 EPIDEMIOLOGI HIV/AIDS
 MASALAH AIR BERSIH
 MASALAH DEMAM BERDARAH
 MASALAH GIZI BURUK
 REVITALISASI KELUARGA BERENCANA
 PENYAKIT CAMPAK DAN MASALAHNYA
 PENYAKIT HERPES ZOSTER
 BALITA GIZI KURANG DAN CARA PENGUKURANNYA
 PERILAKU KESEHATAN DAN CARA PENGUKURANNYA
 KECEMASAN DAN CARA PENGUKURAN
 DEFINISI IBU HAMIL
 INPARTU DAN TEKNIK MENGEJAN
 KONSEP DASAR PENDAPATAN KELUARGA
 KONSEP KEHAMILAN
 PENGERTIAN BALITA
 PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA)
 PENYAKIT YANG TIMBUL AKIBAT ISPA
 FAKTOR RESIKO PENYAKIT ISPA
 KONSEP KELUARGA
 PENYAKIT TYPHUS (THYPHOID ABDOMINALIS)
 TEORI KEPERAWATAN PERILAKU DOROTHY E. JOHNSON
 KONSEP PERILAKU DAN CARA PENGUKURAN
 HUBUNGAN PERILAKU PENCEGAHAN KELUARGA DENGAN
KEJA...
o ► Januari (4)

 ► 2013 (146)
 ► 2012 (138)

 ► 2011 (231)

 ► 2010 (204)

 ► 2009 (67)

Referensi Website
[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

TOPIK POPULER MINGGU INI

UKURAN-UKURAN DALAM EPIDEMIOLOGI

Dr. Suparyanto, [Link] UKURAN-UKURAN DALAM EPIDEMIOLOGI Proporsi:


Proporsi adalah perbandingan yang pembilangnya merupakan bagian dari p...

KURANG ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL


Dr. Suparyanto, [Link] KURANG ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL
PENGERTIAN Menurut Depkes RI (1994) pengukuran LILA pada kelompok wanita u...

UJI VALIDITAS KUESIONER PENELITIAN

Dr. Suparyanto, [Link] UJI VALIDITAS KUESIONER PENELITIAN PENGERTIAN


Uji Validitas Kuesioner Penelitian: adalah prosedur untuk memastikan a...

KONSEP INVOLUSI UTERI

Dr. Suparyanto, [Link] KONSEP INVOLUSI UTERI Pengertian involusi uteri Involusi
uteri adalah pengecilan yang normal dari suatu organ sete...

SIKILAS TENTANG ANTE NATAL CARE (ANC) TERPADU IBU HAMIL

Dr. Suparyanto, [Link] SIKILAS TENTANG ANTE NATAL CARE (ANC) TERPADU
IBU HAMIL BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang An...

HUBUNGAN SEKSUAL SELAMA KEHAMILAN

Dr. Suparyanto, [Link] HUBUNGAN SEKSUAL SELAMA KEHAMILAN 1 SEKS


SELAMA HAMIL Saat hamil sebagian besar calon ibu merasa tidak percaya diri ...

KONSEP DESINFEKTAN

Dr. Suparyanto, [Link] KONSEP DASAR DESINFEKTAN PENGERTIAN


DESINFEKTAN Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika ...

MUTU PELAYANAN KESEHATAN

Dr. Suparyanto, [Link] MUTU PELAYANAN KESEHATAN PENGERTIAN MUTU


Mutu adalah lingkar kesempurnaan dari penampilan sesuatu yang sedang diamat...

 SEKILAS TENTANG MEKANISME KOPING

Dr. Suparyanto, [Link] SEKILAS TENTANG MEKANISME KOPING 1. Definisi


Mekanismie Koping Mekanisme koping merupakan tiap upaya yang ...

KONSEP ADL (ACTIVITY DAILY LIVING)

Dr. Suparyanto, [Link] KONSEP ADL (ACTIVITY DAILY LIVING) 1.


Pengertian ADL ADL adalah kegiatan melakukan peker...

Negara Pengunjung Blog

counter

dr. Suparyanto, [Link] Foto


Cambodia 2009

Pengikut Blog dr. Suparyanto, [Link]


Blog Rekomended

Yan Karta Sakamira

DOA DAN HARAPAN

4 tahun yang lalu

Diary InDi...

Balas Dendam Mueller pada Maradona

8 tahun yang lalu


Welcome To My Life

Gagal eksekusi penalty Podolski minta maaf

8 tahun yang lalu

catatan iseng calon dokter

It`s All About My Lovely Daddy

9 tahun yang lalu

dr. Suparyanto, [Link]

dr. Suparyanto, [Link]


Lihat profil lengkapku

Harga Emas
Gold Price
$1243.70 ▼-3.10 -0.25%
2018.12.10 end-of-day

Ranking Blog dr. Suparyanto, [Link]


Tema PT Keren Sekali. Diberdayakan oleh Blogger.
Skip to content

Subscribe

Penyakit A-Z
o Penyakit A-Z
 Asam Urat
 Kanker Serviks
 Virus Zika
 Vertigo
 Kanker Payudara
 Psoriasis

 Lihat Semua
o Health Center
 Asma
 Diabetes
 Hipertensi (Darah Tinggi)
 Kanker Payudara
 Kanker Serviks
 Tuberculosis (TBC)

 Lihat Semua
oKesehatan A-Z
 Tes Kesehatan A-Z
 Operasi A-Z
 Obat A-Z
o Obat A-Z
 Asam Mefenamat
 Dexamethasone
 Omeprazole
 Ciprofloxacin
 Cefadroxil
 Ibuprofen
 Paracetamol
 Cetirizine
 Ambroxol
 Amoxicillin
 Tramadol
 Simvastatin
 Cefixime

 Lihat Semua
o Herbal A-Z
 Minyak Jarak
 Sambiloto
 Daun Salam
 Lidah Buaya
 Bee Pollen

 Lihat Semua
 Hidup Sehat
o Tips Sehat
o Fakta Unik
o Nutrisi
o Kebugaran
o Kecantikan
o Seks & Asmara
o Gigi & Mulut
o Psikologi
o Pertolongan Pertama
o Berhenti Merokok
o Perawatan Luka
o Perawatan Kewanitaan
o Perawatan Pria
o Asuransi

o Lihat Semua
 Kehamilan
o Kontrasepsi
o Kesuburan
o Perkembangan Janin
o Kehamilan & Kandungan
o Melahirkan

o Lihat Semua
 Parenting
o Perkembangan Bayi
o Perkembangan Balita
o Kesehatan Anak
o Kulit Bayi
o Nutrisi Anak
o Menyusui
o Tips Parenting

o Lihat Semua
 Cek Kesehatan
o Kalkulator BMI
o kalkulator Kebutuhan Kalori
o Kalkulator Masa Subur
o Cek Gejala

o Lihat Semua

Hello Sehat > Penyakit > Kesehatan A-Z > Penyakit A-Z > Infeksi Saluran Pernapasan Atas
(ISPA)

Apa Itu Infeksi Saluran Pernapasan Atas


(ISPA)?
Oleh Risky Candra Swari Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania
Savitri - Dokter Umum.

 11Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)11


 Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi pada Tumblr(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi via Google+(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi di Line new(Membuka di jendela yang baru)

Definisi
Apa itu infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)?
Infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA adalah infeksi akut yang menyerang satu komponen
saluran pernapasan bagian atas. Bagian saluran pernapasan atas yang terkena bisa meliputi
hidung, sinus, faring, dan laring. Bagian sistem pernapasan tersebut akan mengarahkan udara
yang kita hirup dari luar ke trakea dan akhirnya ke paru-paru di mana respirasi berlangsung.

Seberapa umumkah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)?

Penyakit ISPA adalah salah satu penyebab paling umum saat kunjungan ke dokter. Secara
khusus, jenis infeksi ini adalah penyakit yang paling umum yang menyebabkan banyak
penderitanya tidak dapat ke sekolah atau bekerja.

Meskipun infeksi saluran pernapasan atas dapat terjadi kapan saja, tapi penyakit paling sering
terjadi pada musim hujan, dari bulan September sampai Maret. Anda dapat mencegah penyakit
ini dengan mengurangi faktor risiko yang ada. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk
informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala


Apa saja gejala infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)?

Ada beberapa gejala yang kebanyakan tidak Anda sadari bahwa Anda telah terjangkit infeksi
saluran pernapasan. Gejala umum dari penyakit ISPA adalah:

 Hidung tersumbat dan pilek. Bila Anda mulai merasakan gejala tersebut, segera minum
obat dan istirahat di rumah. Bila semakin para, silakan cek dan periksa ke dokter.
 Batuk kering tanpa dahak yang dihasilkan dari paru-paru
 Demam ringan merupakan salah satu ciri-ciri tubuh yang sedang melawan virus dan
bakteri yang masuk ke dalam tubuh.
 Sakit tenggorokan
 Sakit kepala ringan
 Bernapas cepat atau kesulitan bernapas
 Warna kebiruan pada kulit akibat kurangnya oksigen
 Gejala sinusitis seperti wajah terasa nyeri, hidung beringus, dan kadang-kadang rasa sakit
dan demam

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki
kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari hal berikut:

 Menggigil, demam, dan sesak napas yang tidak biasa, bisa menjadi tanda bahwa ada
masalah pada infeksi saluran pernapasan atas. Pasalnya, mungkin terdapat adanya infeksi
yang berpotensi lebih serius seperti influenza, pneumonia, atau bronkitis akut.
 Mereka yang berusia di bawah 2 tahun, hamil, atau penderita asma harus berkonsultasi
dengan dokter jika mengalami sesak napas.
 Mual, muntah, dan diare terjadi pada waktu yang bersamaan dengan infeksi saluran
pernapasan atas yang tidak kunjung sembuh.
 Bayi berusia kurang dari tiga bulan yang mengalami demam harus diperiksa langsung
oleh dokter karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang dan
bisa terjadi infeksi lainnya.
 Pasien yang kekebalan tubuhnya berkurang karena obat atau penyakit harus
menghubungi dokter jika mereka mengalami demam, meskipun hal itu nampaknya
disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan atas.
 Karena pilek umumnya sembuh dalam waktu seminggu, jika tidak sembuh dalam jangka
waktu tersebut, mungkin menjadi indikasi agar Anda berkonsultasi dengan dokter.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya,
konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu
konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyakit ISPA pada anak

Penyakit ISPA pada anak terbilang cukup sering ditemukan. Pasalnya, penyebab ISPA pada anak
ini sering menyerang pada sistem kekebalan tubuh mereka yang lemah. Hasilnya, anak jadi lebih
mudah tertular berbagai macam penyakit, salah satunya, ya, infeksi saluran pernapasan atas.
ISPA adalah kondisi yang tidak begitu berbahaya, namun jika tidak diobati dapat menyebabkan
komplikasi. Oleh karena itu, ISPA pada anak harus dicegah dan diobati.

Penyebab ISPA pada anak ini dapat menginfeksi dengan cara:

 ISPA pada anak biasanya sering ditularkan pada orang terdekatnya yang memang sudah
terlebih dahulu terinfeksi ISPA. Biasanya penyebaran ISPA pada anak terjadi ketika
orang tersebut bersin atau batuk tanpa menutup mulut dan hidungnya.
 Anak bisa terkena, ketika ia berada di ruangan yang penuh sesak. Lalu di dalam ruangan
terdapat orang yang memiliki infeksi pernapasan saluran atas,
 Saat orang yang terinfeksi virus menyentuh hidung dan mata anak, virus pun dapat
menular ke anak.
 Udara di sekitar anak sangat lembab, sehingga virus yang menyebabkan ISPA pada anak
akan mudah berkembang biak di lingkungan lembab.
 Saat kekebalan tubuh anak sedang lemah, anak lebih mudah tertular penyakit ini

Lakukan ini saat anak terserang penyakit pernapasan

ISPA pada anak akan membuat kondisinya lemah dan tidak nyaman. Sebagai orangtua, Anda
bisa melakukan hal-hal di bawah ini untuk meringankan kondisi anak:

1. Biarkan anak beristirahat mendapatkan tidur yang cukup


2. Anjurkan anak untuk banyak minum cairan, terutama air mineral
3. Bantu anak untuk membuang ingus dan dahaknya
4. Untuk sakit tenggorokan, anjurkan anak untuk berkumur air garam hangat
5. Jaga kelembaban ruangan dalam rumah agar anak bernapas lebih mudah
6. Jauhi anak dari asap rokok dan asap lainnya

Penyebab
Apa yang menjadi penyebab ISPA?

Penyakit ISPA adalah kondisi yang umumnya disebabkan oleh serangan langsung ke saluran
pernapasan bagian atas melalui mata, mulut dan hidung. Penyebab ISPA adalah virus atau
bakteri.

Virus utama penyebab ISPA adalah rhinovirus dan coronavirus. Virus lain yang juga menjadi
penyebab ISPA adalah virus parainfluenza, respiratory syncytial virus, dan adenovirus. Jika
Anda terkena infeksi virus tersebut, Anda berisiko mengalami pilek serta pneumonia. Risiko
pneumonia lebih tinggi terjadi pada bayi dan anak-anak. Virus penyebab ISPA dapat hidup
selama berjam-jam pada objek seperti mainan atau tas tangan.

Penularan virus penyebab ISPA dapat terjadi melalui kontak dengan orang yang terinfeksi atau
melalui barang-barang kepunyaan mereka dapat menjadi penyebab utama penyebaran virus.

Jika Anda menyentuh mulut, hidung, atau mata setelah menyentuh benda yang terkontaminasi,
Anda cenderung akan terkena virus penyebab ISPA . Selain itu, virus penyebab ISPA sering
menyebar dari orang ke orang melalui bersin atau batuk.

Faktor-faktor risiko
Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena penyakit ISPA (infeksi
saluran pernapasan atas)?

ISPA adalah kondisi yang banyak memiliki faktor risiko. Beberapa hal yang bisa meningkatkan
risiko terkena infeksi saluran pernapasan atas adalah:

 Bayi dari usia 6 bulan atau anak di bawah 1 tahun


 Anak-anak yang lahir prematur atau yang memiliki riwayat, seperti jantung bawaan atau
penyakit paru-paru
 Anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
 Bayi yang berada dalam tempat ramai
 Orang-orang di usia pertengahan
 Orang dewasa dengan asma, gagal jantung kongestif, atau penyakit paru obstruktif kronik
(PPOK).
 Orang dengan sistem imun yang lemah, termasuk orang-orang dengan transplantasi organ
tertentu, leukemia, atau HIV/AIDS.
 Anda dikelilingi dengan orang-orang sakit yang bersin atau batuk tanpa menutup hidung
dan mulutnya.
Obat & Pengobatan
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada
dokter Anda.

Bagaimana penyakit ISPA (infeksi saluran pernapasan atas)

didiagnosis?

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan lamanya infeksi, dokter mungkin mendiagnosis infeksi
saluran pernapasan atas. Selama pemeriksaan, dokter dapat memeriksa untuk mengi atau suara
abnormal lain oleh stetoskop. Selain itu, dokter dapat melakukan:

 Monitoring kulit tanpa rasa sakit (pulse oximetry) untuk memeriksa apakah tingkat
oksigen yang tersedia dalam aliran darah lebih rendah dari biasanya
 Tes darah untuk memeriksa jumlah sel putih atau untuk mencari keberadaan virus,
bakteri atau organisme lain
 Sinar-X dada untuk memeriksa pneumonia
 Tes laboratorium sekresi pernapasan dari hidung Anda untuk memeriksa virus

Bagaimana penyakit ISPA (infeksi saluran pernapasan atas) diobati?

Penyakit ISPA adalah kondisi yang pengobatannya melibatkan langkah-langkah perawatan di


rumah untuk kasus-kasus ringan, yang salah satu tujuan utamanya untuk mengurangi
ketidaknyamanan. Pada kasus yang parah, perawatan rumah sakit dapat menjadi pilihan utama.

Pada kasus ringan, obat ISPA dapat dijual bebas untuk meringankan gejala. Contohnya, obat
acetaminophen efektif dalam mengurangi demam. Dokter Anda mungkin juga meresepkan obat
ISPA antibiotik jika ada komplikasi bakteri, seperti pneumonia bakteri.

Vitamin C juga bisa menjadi obat ISPA, karena membantu meningkatkan sistem kekebalan
tubuh Anda. Selain itu, membuat diri Anda merasa nyaman, banyak istirahat, minum banyak
cairan dan perhatikan untuk tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering, jarang atau tidak buang
air kecil, mata cekung, dan ketidaknyamanan ekstrem atau kantuk.

Di sisi lain, Anda dapat diberikan cairan intravena dan oksigen pada kasus berat. Bayi dan anak-
anak yang dirawat di rumah sakit juga dapat dihubungkan ke mesin pernapasan untuk
meringankan pernapasan.

Dokter mungkin memberikan inhalasi uap dan berkumur dengan air garam untuk membantu
meringankan gejala infeksi saluran pernapasan atas. Obat ISPA analgesik seperti acetaminophen
dan NSAID juga dapat membantu mengurangi demam, sakit dan nyeri.

Pengobatan di rumah
Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat
dilakukan untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan atas?

Beberapa perubahan gaya hidup dan obat ISPA di rumah yang membantu Anda mengatasi
infeksi saluran pernapasan atas adalah:

 Buat udara di sekitar lembap. Pelembap udara untuk menjaga kelembapan udara akan
membantu dalam menjaga hidung dan membran sinus tetap lembap. Namun, gunakan
dengan hati-hati untuk menghindari luka bakar karena air panas ketika melembapkan
udara. Pelembap kabut dingin mungkin menjadi pilihan yang lebih baik.
 Banyak istirahat. Hindari melakukan aktivitas berat untuk sementara waktu.
Perbanyaklah istirahat dan cukupi waktu tidur Anda agar dapat pulih dengan cepat.
 Posisi tegak. Duduk tegak membuat bernapas lebih mudah.
 Minum banyak cairan. Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi, dan juga
untuk melembabkan hidung dan membrane sinus.
 Coba tetes hidung saline. Obat tetes yang dijual bebas adalah cara yang aman dan
efektif untuk mengurangi mampat, bahkan untuk anak-anak.
 Gunakan penghilang rasa sakit yang dijual bebas. Obat ISPA, seperti obat penghilang
rasa sakit yang djiual bebas seperti acetaminophen atau ibuprofen dapat digunakan untuk
meredakan demam ringan atau nyeri wajah. Tanyakan kepada dokter Anda sebelum
menggunakan obat ini jika Anda menggunakan obat lain atau menderita penyakit lainnya.
 Hindari paparan asap rokok, karena bisa memperburuk gejala.

Pencegahan
Bagaimana cara mencegah agar tidak tertular infeksi saluran pernapasan atas?

Ada beberapa hal yang sederhana yang dapat Anda lakukan untuk menghindari penularan infeksi
saluran pernafasan atau menyebarkan infeksi kepada orang lain jika Anda memilikinya.

Hal-hal ini mungkin terdengar sederhana, tetapi penelitian menunjukkan mereka sangat efektif
untuk mengurangi penyebaran infeksi, bahkan infeksi yang serius

1. Tetap di rumah jika Anda tidak sehat

Di musim hujan, jika Anda terkena pilek atau flu (influenza) atau infeksi saluran pernapasan
lainnya, segera temui dokter. Jika perlu, tetap di rumah sampai Anda sembuh dan merasa lebih
baik.

Istirahat di rumah dapat membantu Anda mengatasi infeksi saluran pernapasan lebih lebih cepat,
Ini juga sebagai cara untuk tidak menularkan dan menyebarkan infeksi virus ke orang lain.

2. Vaksin flu
Melakukan vaksin flu terbilang penting bagi Anda yang rentan terkena flu atau memiliki sistem
kekebalan tubuh yang lemah. Pasalnya, dengan rutin melakukan vaksin flu tiap beberapa tahun
sekali dapat mencegah Anda dari serangan flu. Setiap tahun vaksin flu akan berbeda, dan akan
mengandung strain virus flu paling umum yang menyebabkan infeksi.

Divaksinasi tidak hanya melindungi Anda dari infeksi (yaitu membuat Anda kebal terhadap
penyakit), tetapi juga melindungi semua orang secara keseluruhan, dengan mengurangi jumlah
orang yang dapat menangkap infeksi dan menularkannya kepada orang lain.

Hal tersebut disebut sebagai ‘imunitas kelompok’. Ini sangat penting bagi siapa saja yang
berisiko mengalami komplikasi infeksi flu, infeksi saluran pernapasan lain jika Anda
berhubungan dengan orang yang mungkin menjadi sakit parah jika mereka terkena flu (misalnya
anak-anak yang sangat muda atau orang yang lebih tua).

3. Jaga kebersihan

Obat ISPA atau pencegahan utama penyebab ISPA adalah menjaga kebersihan diri sendir. Ikuti
beberapa langkah di bawah ini untuk mencegah Anda terkena atau tertular virus yang dapat
menganggu sistem pernapasan Anda:

 Seringlah mencuci tangan, terutama setelah Anda berada di tempat umum.


 Bila hendak bersin atau batuk, jangan gunakan kedua telapak tangan. Ada baiknya
gunakan engan pakaian Anda atau ke tisu. Meskipun ini tidak akan meringankan gejala
Anda sendiri, ini akan mencegah Anda menularkan penyakit infeksi.
 Hindari menyentuh wajah, terutama mata dan mulut Anda, untuk mencegah masuknya
kuman ke dalam sistem Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 1, 2018 | Terakhir Diedit: September 1, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?


Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan

Artikel sejenis
Kondisi Apa Saja yang Membuat Bayi Perlu Segera Menerima CPR (Resusitasi Jantung Paru)?

Takut Suntik? Pompa Insulin Jadi Solusi untuk Penderita Diabetes

Mengulas Bradipnea, Kondisi Pernapasan Melambat yang Sering Terjadi di Waktu Tidur
Punya Mata Silinder? Begini Cara Mengobatinya Dengan Tepat
Tips Sehat Terbaru Setiap Hari

Hidup sehat Hidup bahagia

This site complies with the HONcode standard for trustworthy health information: verify here.

INFORMASI

 Kebijakan
 Kebijakan Editorial
 Informasi Penting
 Informasi Kesehatan
 Sitemap

HELLO SEHAT

 Tentang Kami
 Lowongan
 Kontak Kami

INTERNATIONAL
MARI BERTEMAN!

Hello Bacsi

© 2018 Hello Health Group Pte. Ltd. Hak cipta dilindungi.


Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Kesehatan A-Z
 Health Centers
 Obat & Herbal
 Hidup Sehat
 Kehamilan
 Parenting

HELLO SEHAT

o Tentang Kami
o Lowongan
o Kontak Kami

Anda mungkin juga menyukai