Faktor Risiko Penyakit ISPA pada Anak
Faktor Risiko Penyakit ISPA pada Anak
Kes
Weblog dr. Suparyanto, [Link] berisi tentang materi kesehatan, taushiyah agama Islam dan
akreditasi Puskesmas. Banyak kekurangan dalam penulisan, untuk itu saran dan kritik untuk
perbaikan penulisan sangat diharapkan. Terima kasih
Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web
(URL). Terima Kasih
penyakit ISPA pada anak. Hal ini berhubungan dengan host, agent penyakit dan
1. Ventilasi Rumah
Ventilasi adalah proses penyediaan udara segar dan pengeluaran udara kotor
secara alamiah atau mekanis (Keman, 2004). Ventilasi disamping berfungsi sebagai
lubang pertukaran udara juga dapat berfungsi sebagai lubang masuknya cahaya alami
atau matahari ke dalam ruangan. Kurangnya udara segar yang masuk ke dalam
ruangan dan kelembaban yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan resiko kejadian
ISPA. Adanya pemasangan ventilasi rumah merupakan salah satu upaya untuk
merupakan determinan dari kejadian ISPA pada anak balita. Adapun besarnya risiko
untuk terjadinya ISPA pada anak balita yang menempati rumah dengan ventilasi yang
tidak memenuhi syarat sebesar 2,789 kali lebih besar dari pada anak balita yang
2. Kepadatan Hunian
Luas lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di dalamnya.
Artinya, luas lantai bangunan rumah tersebut harus disesuaikan dengan jumlah
penghuninya agar tidak menyebabkan overload . Hal ini tidak sehat karena disamping
menyebabkan kurangnya oksigen juga bila salah satu anggota keluarga terkena
penyakit infeksi, akan mudah menular kepada anggota keluarga yang lain. Persyaratan
kepadatan hunian untuk seluruh rumah biasanya dinyatakan dalam m 2/orang. Luas
minimum per orang sangat relatif bergantung dari kualitas bangunan dan fasilitas yang
tersedia. Untuk rumah sederhana luasnya minimum 10 m 2/orang. Untuk kamar tidur
pernapasan jarak antara tepi tempat tidur yang satu dengan yang lainnya minimum 90
cm. Kamar tidur sebaiknya tidak dihuni lebih dari dua orang, kecuali untuk suami istri
3. Pencahayaan
Untuk memperoleh cahaya yang cukup pada siang hari, diperlukan luas jendela
minimum 20% luas lantai. Cahaya ini sangat penting karena dapat membunuh bakteri
patogen di dalam rumah misanya, basil TB. Oleh karena itu, rumah yang sehat harus
mempunyai jalan masuk cahaya yang cukup. Intensitas pencahayaan minimum yang
diperlukan 10 kali lilin atau kurang lebih 60 lux. Semua jenis cahaya dapat mematikan
kuman hanya berbeda dari segi lamanya proses mematikan kuman untuk setiap
jenisnya. Cahaya yang sama apabila dipancarkan melalui kaca tidak berwarna dapat
membunuh kuman dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan kaca berwarna
(Suryo, 2010).
4. Kebiasaan merokok
penyakit kanker paru-paru, jantung koroner dan bronkitis kronis. Dalam satu batang
rokok yang dihisap akan dikeluarkan sekitar 4.000 bahan kimia berbahaya, di
antaranya yang paling berbahaya adalah Nikotin, Tar, dan Carbon Monoksida (CO).
Asap rokok merupakan zat iritan yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran
pernapasan. Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia beracun dan bahan-bahan
yang dapat menimbulkan kanker (karsinogen). Bahkan bahan berbahaya dan racun
dalam rokok tidak hanya mengakibatkan gangguan kesehatan pada orang yang
merokok, namun juga kepada orang-orang di sekitarnya yang tidak merokok yang
sebagian besar adalah bayi, anak-anak dan ibu-ibu yang terpaksa menjadi perokok
pasif oleh karena ayah atau suami mereka merokok di rumah. Kebiasaan merokok di
dalam rumah dapat meningkatkan resiko terjadinya ISPA sebanyak 2,2 kali (Suryo,
2010).
Berat badan lahir memiliki peran penting terhadap kematian akibat ISPA. Di negara
bahwa BBLR mempunyai RR kematian 6,4 pada bayi yang berusia di bawah 6 bulan,
6. Imunisasi
BCampak, pertusis dan beberapa penyakit lain dapat meningkatkan resiko terkena
ISPA dan memperberat ISPA itu sendiri, tetapi sebetulnya hal ini dapat di cegah. Di
india, anak yang baru sembuh dari campak, selama 6 bulan berikutnya dapat
mengalami ISPA enam kali lebih sering dari pada anak yang tidak terkena campak.
Campak, pertusis, dan difteri bersama-sama dapat menyebabkan 15-25% dari seluruh
kematian yang berkaitan dengan ISPA. Vaksin campak cukup efektif dan dapat
mencegah kematian hingga 25% usaha global dalam meningkatkan cakupan imunisasi
campak dan pertusis telah mengurangi angka kematian ISPA akibat kedua penyakit ini.
Vaksin pneomokokus dan H. Influenzae type B saat ini sudah di berikan pada
7. Status gizi
Status gizi anak merupakan faktor resiko penting timbulnya pneumonia. Gizi buruk
merupakan faktor predisposisi terjadinya ISPA pada anak. Hal ini di karenakan adanya
gangguan respon imun. Vitamin A sangat berhubungan dengan beratnya infeksi. Grant
melaporkan bahwa anak dengan defisiensi vitamin A yang ringan mengalami ISPA dua
kali lebih banyak daripada anak yang tidak mengalami defisiensi vitamin A. Oleh karena
itu, selain perbaikan gizi dan perbaikan ASI, harus di lakukan pula perbaikan terhadap
DAFTAR PUSTAKA
8. Corwin, Elizabeth (2008). Buku Saku Patofisiologi, ed. 3. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
10. Depkes RI. (2000). Informasi tentang ISPA pada Balita. Jakarta: Pusat Kesehatan
Masyarakat Depkes RI.
11. Depkes RI. (2004). Pedoman Program Pemberantasan Peneumonia Pada Balita.
Jakarta : Direktorat Jendral Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan
Lingkungan, Pemukiman.
12. Depkes RI. (2012). Buletin Jendela Epidemiologi Pneumonia Balita. Jakarta : Depkes
RI.
13. Dinkes Kab. Jombang. (2010). Kondisi Geografis Kecamatan Mancar Tahun 2010.
Jombang : Bidang Yankesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.
14. Djaja S, dan Afifah T. (2001). Determinan Prilaku Pencarian Pengobatan Infeksi
Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita. Buletin Penelitian Kesehatan. 29:1-10.
15. Erlien (2008). Penyakit Saluran Pernapasan. Jakarta : Sunda Kelapa Pustaka.
16. Kartasasmita CB. (2010). Morbiditas dan Faktor Risiko ISPA pada Balita di Indonesia.
Majalah Kedokteran Jakarta. 25:135-142.
18. Narbuko, Cholid (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Bumi Aksara
19. Nastiti Rahajoe, dkk. (2008). Buku Ajar Respirologi. Jakarta : Ikatan Dokter Anak
Indonesia.
20. Nindya TS dan Sulistyorini L. (2005). Hubungan Sanitasi Rumah dengan Kejadian
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Anak Balita. Jurnal Kesehatan
Lingkungan. 2:43-52.
23. Nursalam (2003). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.
Jakarta : Salemba Medika.
24. Nursalam (2009). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan
Pedoman Skripsi, Tesis dan Instrument Penelitian Kesehatan. Jakarta : Salemba
Medika.
25. Nursalam dan Siti pariani (2008). Pendekatan Riset Keperawatan. Jakarta : Salemba
Medika.
26. Ranuh IGN. (1997). Masalah ISPA dan Kelangsungan Hidup Anak. Surabaya:
Continuing Education Ilmu Kesehatan Anak.
28. Savolainen C. (2003). Human rhinoviruses. Pediatric Respiratory. Rev 2003; 4: 91-8.
29. Setiadi (2007). Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta : Graha Ilmu.
31. Sugiyono (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung :
Alfabeta.
32. Suryo, Joko (2010). Herbal Penyembuh Gangguan Sistem Pernafasan. Yogyakarta :
PT Bentang Pustaka.
33. Sylvia, Price A. (2005). Patofisiologi : Konsep Klinis proses – proses Penyakit ; Jakarta :
Penerbit Buku Kedokteran EGC.
34. Tambayong Jan (1999). Patofisiologi Untuk Keperawatan. Jakarta : Penerbit buku
Kedokteran EGC.
35. Wasis (2008). Pedoman Riset Praktis untuk Profesi Perawat. Jakarta. Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
36. Yusuf NA dan Sulistyorini L. (2008). Hubungan sanitasi rumah secara fisik dengan
kejadian ISPA pada anak Balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan.1:110-119.
Posting Komentar
VISITOR
Free counters
Translator's Blog
Africa
Albania
Arabic
Dutch
English
Farsia
France
German
Greece
India
Italian
Japanese
Korean
Mandarin
Melayu
Philippines
Russia
Spanish
Thailand
Turkey
Vietnam
free statistics
► 2017 (1)
► 2016 (2)
▼ 2014 (70)
o ► Desember (2)
o ► November (1)
o ► Juli (5)
o ► Juni (8)
o ► Mei (2)
o ► April (9)
o ▼ Maret (39)
TEKNIK RELAKSASI PERSALINAN
ASIDOSIS
PATOFISIOLOGI SISTEM PERSEPSI SENSORI 2
PATOFISIOLOGI SISTEM PERSEPSI SENSORI
LATIHAN SOAL PATOFISIOLOGI PERSEPSI NEURI
PERILAKU SEHAT
PENYAKIT HIPERTENSI (TEKANAN DARAH TINGGI)
EPIDEMIOLOGI TENIA VERSICOLOR (PANU)
EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MALARIA
EPIDEMIOLOGI PENYAKIT DEMAM BERDARAH
MASALAH PENYAKIT TB (TUBERKULOSIS)
MASALAH SAMPAH
MASALAH POSYANDU
MASALAH POSKESDES
MASALAH ROKOK
MASALAH HIV/AIDS
EPIDEMIOLOGI HIV/AIDS
MASALAH AIR BERSIH
MASALAH DEMAM BERDARAH
MASALAH GIZI BURUK
REVITALISASI KELUARGA BERENCANA
PENYAKIT CAMPAK DAN MASALAHNYA
PENYAKIT HERPES ZOSTER
BALITA GIZI KURANG DAN CARA PENGUKURANNYA
PERILAKU KESEHATAN DAN CARA PENGUKURANNYA
KECEMASAN DAN CARA PENGUKURAN
DEFINISI IBU HAMIL
INPARTU DAN TEKNIK MENGEJAN
KONSEP DASAR PENDAPATAN KELUARGA
KONSEP KEHAMILAN
PENGERTIAN BALITA
PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA)
PENYAKIT YANG TIMBUL AKIBAT ISPA
FAKTOR RESIKO PENYAKIT ISPA
KONSEP KELUARGA
PENYAKIT TYPHUS (THYPHOID ABDOMINALIS)
TEORI KEPERAWATAN PERILAKU DOROTHY E. JOHNSON
KONSEP PERILAKU DAN CARA PENGUKURAN
HUBUNGAN PERILAKU PENCEGAHAN KELUARGA DENGAN
KEJA...
o ► Januari (4)
► 2013 (146)
► 2012 (138)
► 2011 (231)
► 2010 (204)
► 2009 (67)
Referensi Website
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
Dr. Suparyanto, [Link] KONSEP INVOLUSI UTERI Pengertian involusi uteri Involusi
uteri adalah pengecilan yang normal dari suatu organ sete...
Dr. Suparyanto, [Link] SIKILAS TENTANG ANTE NATAL CARE (ANC) TERPADU
IBU HAMIL BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang An...
KONSEP DESINFEKTAN
counter
Diary InDi...
Welcome To My Life
Harga Emas
Gold Price
$1243.70 ▼-3.10 -0.25%
2018.12.10 end-of-day
Subscribe
Penyakit A-Z
o Penyakit A-Z
Asam Urat
Kanker Serviks
Virus Zika
Vertigo
Kanker Payudara
Psoriasis
Lihat Semua
o Health Center
Asma
Diabetes
Hipertensi (Darah Tinggi)
Kanker Payudara
Kanker Serviks
Tuberculosis (TBC)
Lihat Semua
oKesehatan A-Z
Tes Kesehatan A-Z
Operasi A-Z
Obat A-Z
o Obat A-Z
Asam Mefenamat
Dexamethasone
Omeprazole
Ciprofloxacin
Cefadroxil
Ibuprofen
Paracetamol
Cetirizine
Ambroxol
Amoxicillin
Tramadol
Simvastatin
Cefixime
Lihat Semua
o Herbal A-Z
Minyak Jarak
Sambiloto
Daun Salam
Lidah Buaya
Bee Pollen
Lihat Semua
Hidup Sehat
o Tips Sehat
o Fakta Unik
o Nutrisi
o Kebugaran
o Kecantikan
o Seks & Asmara
o Gigi & Mulut
o Psikologi
o Pertolongan Pertama
o Berhenti Merokok
o Perawatan Luka
o Perawatan Kewanitaan
o Perawatan Pria
o Asuransi
o Lihat Semua
Kehamilan
o Kontrasepsi
o Kesuburan
o Perkembangan Janin
o Kehamilan & Kandungan
o Melahirkan
o Lihat Semua
Parenting
o Perkembangan Bayi
o Perkembangan Balita
o Kesehatan Anak
o Kulit Bayi
o Nutrisi Anak
o Menyusui
o Tips Parenting
o Lihat Semua
Cek Kesehatan
o Kalkulator BMI
o kalkulator Kebutuhan Kalori
o Kalkulator Masa Subur
o Cek Gejala
o Lihat Semua
Hello Sehat > Penyakit > Kesehatan A-Z > Penyakit A-Z > Infeksi Saluran Pernapasan Atas
(ISPA)
Penyakit ISPA adalah salah satu penyebab paling umum saat kunjungan ke dokter. Secara
khusus, jenis infeksi ini adalah penyakit yang paling umum yang menyebabkan banyak
penderitanya tidak dapat ke sekolah atau bekerja.
Meskipun infeksi saluran pernapasan atas dapat terjadi kapan saja, tapi penyakit paling sering
terjadi pada musim hujan, dari bulan September sampai Maret. Anda dapat mencegah penyakit
ini dengan mengurangi faktor risiko yang ada. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk
informasi lebih lanjut.
Ada beberapa gejala yang kebanyakan tidak Anda sadari bahwa Anda telah terjangkit infeksi
saluran pernapasan. Gejala umum dari penyakit ISPA adalah:
Hidung tersumbat dan pilek. Bila Anda mulai merasakan gejala tersebut, segera minum
obat dan istirahat di rumah. Bila semakin para, silakan cek dan periksa ke dokter.
Batuk kering tanpa dahak yang dihasilkan dari paru-paru
Demam ringan merupakan salah satu ciri-ciri tubuh yang sedang melawan virus dan
bakteri yang masuk ke dalam tubuh.
Sakit tenggorokan
Sakit kepala ringan
Bernapas cepat atau kesulitan bernapas
Warna kebiruan pada kulit akibat kurangnya oksigen
Gejala sinusitis seperti wajah terasa nyeri, hidung beringus, dan kadang-kadang rasa sakit
dan demam
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki
kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.
Anda harus menghubungi dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari hal berikut:
Menggigil, demam, dan sesak napas yang tidak biasa, bisa menjadi tanda bahwa ada
masalah pada infeksi saluran pernapasan atas. Pasalnya, mungkin terdapat adanya infeksi
yang berpotensi lebih serius seperti influenza, pneumonia, atau bronkitis akut.
Mereka yang berusia di bawah 2 tahun, hamil, atau penderita asma harus berkonsultasi
dengan dokter jika mengalami sesak napas.
Mual, muntah, dan diare terjadi pada waktu yang bersamaan dengan infeksi saluran
pernapasan atas yang tidak kunjung sembuh.
Bayi berusia kurang dari tiga bulan yang mengalami demam harus diperiksa langsung
oleh dokter karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang dan
bisa terjadi infeksi lainnya.
Pasien yang kekebalan tubuhnya berkurang karena obat atau penyakit harus
menghubungi dokter jika mereka mengalami demam, meskipun hal itu nampaknya
disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan atas.
Karena pilek umumnya sembuh dalam waktu seminggu, jika tidak sembuh dalam jangka
waktu tersebut, mungkin menjadi indikasi agar Anda berkonsultasi dengan dokter.
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya,
konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu
konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.
Penyakit ISPA pada anak terbilang cukup sering ditemukan. Pasalnya, penyebab ISPA pada anak
ini sering menyerang pada sistem kekebalan tubuh mereka yang lemah. Hasilnya, anak jadi lebih
mudah tertular berbagai macam penyakit, salah satunya, ya, infeksi saluran pernapasan atas.
ISPA adalah kondisi yang tidak begitu berbahaya, namun jika tidak diobati dapat menyebabkan
komplikasi. Oleh karena itu, ISPA pada anak harus dicegah dan diobati.
ISPA pada anak biasanya sering ditularkan pada orang terdekatnya yang memang sudah
terlebih dahulu terinfeksi ISPA. Biasanya penyebaran ISPA pada anak terjadi ketika
orang tersebut bersin atau batuk tanpa menutup mulut dan hidungnya.
Anak bisa terkena, ketika ia berada di ruangan yang penuh sesak. Lalu di dalam ruangan
terdapat orang yang memiliki infeksi pernapasan saluran atas,
Saat orang yang terinfeksi virus menyentuh hidung dan mata anak, virus pun dapat
menular ke anak.
Udara di sekitar anak sangat lembab, sehingga virus yang menyebabkan ISPA pada anak
akan mudah berkembang biak di lingkungan lembab.
Saat kekebalan tubuh anak sedang lemah, anak lebih mudah tertular penyakit ini
ISPA pada anak akan membuat kondisinya lemah dan tidak nyaman. Sebagai orangtua, Anda
bisa melakukan hal-hal di bawah ini untuk meringankan kondisi anak:
Penyebab
Apa yang menjadi penyebab ISPA?
Penyakit ISPA adalah kondisi yang umumnya disebabkan oleh serangan langsung ke saluran
pernapasan bagian atas melalui mata, mulut dan hidung. Penyebab ISPA adalah virus atau
bakteri.
Virus utama penyebab ISPA adalah rhinovirus dan coronavirus. Virus lain yang juga menjadi
penyebab ISPA adalah virus parainfluenza, respiratory syncytial virus, dan adenovirus. Jika
Anda terkena infeksi virus tersebut, Anda berisiko mengalami pilek serta pneumonia. Risiko
pneumonia lebih tinggi terjadi pada bayi dan anak-anak. Virus penyebab ISPA dapat hidup
selama berjam-jam pada objek seperti mainan atau tas tangan.
Penularan virus penyebab ISPA dapat terjadi melalui kontak dengan orang yang terinfeksi atau
melalui barang-barang kepunyaan mereka dapat menjadi penyebab utama penyebaran virus.
Jika Anda menyentuh mulut, hidung, atau mata setelah menyentuh benda yang terkontaminasi,
Anda cenderung akan terkena virus penyebab ISPA . Selain itu, virus penyebab ISPA sering
menyebar dari orang ke orang melalui bersin atau batuk.
Faktor-faktor risiko
Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena penyakit ISPA (infeksi
saluran pernapasan atas)?
ISPA adalah kondisi yang banyak memiliki faktor risiko. Beberapa hal yang bisa meningkatkan
risiko terkena infeksi saluran pernapasan atas adalah:
didiagnosis?
Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan lamanya infeksi, dokter mungkin mendiagnosis infeksi
saluran pernapasan atas. Selama pemeriksaan, dokter dapat memeriksa untuk mengi atau suara
abnormal lain oleh stetoskop. Selain itu, dokter dapat melakukan:
Monitoring kulit tanpa rasa sakit (pulse oximetry) untuk memeriksa apakah tingkat
oksigen yang tersedia dalam aliran darah lebih rendah dari biasanya
Tes darah untuk memeriksa jumlah sel putih atau untuk mencari keberadaan virus,
bakteri atau organisme lain
Sinar-X dada untuk memeriksa pneumonia
Tes laboratorium sekresi pernapasan dari hidung Anda untuk memeriksa virus
Pada kasus ringan, obat ISPA dapat dijual bebas untuk meringankan gejala. Contohnya, obat
acetaminophen efektif dalam mengurangi demam. Dokter Anda mungkin juga meresepkan obat
ISPA antibiotik jika ada komplikasi bakteri, seperti pneumonia bakteri.
Vitamin C juga bisa menjadi obat ISPA, karena membantu meningkatkan sistem kekebalan
tubuh Anda. Selain itu, membuat diri Anda merasa nyaman, banyak istirahat, minum banyak
cairan dan perhatikan untuk tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering, jarang atau tidak buang
air kecil, mata cekung, dan ketidaknyamanan ekstrem atau kantuk.
Di sisi lain, Anda dapat diberikan cairan intravena dan oksigen pada kasus berat. Bayi dan anak-
anak yang dirawat di rumah sakit juga dapat dihubungkan ke mesin pernapasan untuk
meringankan pernapasan.
Dokter mungkin memberikan inhalasi uap dan berkumur dengan air garam untuk membantu
meringankan gejala infeksi saluran pernapasan atas. Obat ISPA analgesik seperti acetaminophen
dan NSAID juga dapat membantu mengurangi demam, sakit dan nyeri.
Pengobatan di rumah
Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat
dilakukan untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan atas?
Beberapa perubahan gaya hidup dan obat ISPA di rumah yang membantu Anda mengatasi
infeksi saluran pernapasan atas adalah:
Buat udara di sekitar lembap. Pelembap udara untuk menjaga kelembapan udara akan
membantu dalam menjaga hidung dan membran sinus tetap lembap. Namun, gunakan
dengan hati-hati untuk menghindari luka bakar karena air panas ketika melembapkan
udara. Pelembap kabut dingin mungkin menjadi pilihan yang lebih baik.
Banyak istirahat. Hindari melakukan aktivitas berat untuk sementara waktu.
Perbanyaklah istirahat dan cukupi waktu tidur Anda agar dapat pulih dengan cepat.
Posisi tegak. Duduk tegak membuat bernapas lebih mudah.
Minum banyak cairan. Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi, dan juga
untuk melembabkan hidung dan membrane sinus.
Coba tetes hidung saline. Obat tetes yang dijual bebas adalah cara yang aman dan
efektif untuk mengurangi mampat, bahkan untuk anak-anak.
Gunakan penghilang rasa sakit yang dijual bebas. Obat ISPA, seperti obat penghilang
rasa sakit yang djiual bebas seperti acetaminophen atau ibuprofen dapat digunakan untuk
meredakan demam ringan atau nyeri wajah. Tanyakan kepada dokter Anda sebelum
menggunakan obat ini jika Anda menggunakan obat lain atau menderita penyakit lainnya.
Hindari paparan asap rokok, karena bisa memperburuk gejala.
Pencegahan
Bagaimana cara mencegah agar tidak tertular infeksi saluran pernapasan atas?
Ada beberapa hal yang sederhana yang dapat Anda lakukan untuk menghindari penularan infeksi
saluran pernafasan atau menyebarkan infeksi kepada orang lain jika Anda memilikinya.
Hal-hal ini mungkin terdengar sederhana, tetapi penelitian menunjukkan mereka sangat efektif
untuk mengurangi penyebaran infeksi, bahkan infeksi yang serius
Di musim hujan, jika Anda terkena pilek atau flu (influenza) atau infeksi saluran pernapasan
lainnya, segera temui dokter. Jika perlu, tetap di rumah sampai Anda sembuh dan merasa lebih
baik.
Istirahat di rumah dapat membantu Anda mengatasi infeksi saluran pernapasan lebih lebih cepat,
Ini juga sebagai cara untuk tidak menularkan dan menyebarkan infeksi virus ke orang lain.
2. Vaksin flu
Melakukan vaksin flu terbilang penting bagi Anda yang rentan terkena flu atau memiliki sistem
kekebalan tubuh yang lemah. Pasalnya, dengan rutin melakukan vaksin flu tiap beberapa tahun
sekali dapat mencegah Anda dari serangan flu. Setiap tahun vaksin flu akan berbeda, dan akan
mengandung strain virus flu paling umum yang menyebabkan infeksi.
Divaksinasi tidak hanya melindungi Anda dari infeksi (yaitu membuat Anda kebal terhadap
penyakit), tetapi juga melindungi semua orang secara keseluruhan, dengan mengurangi jumlah
orang yang dapat menangkap infeksi dan menularkannya kepada orang lain.
Hal tersebut disebut sebagai ‘imunitas kelompok’. Ini sangat penting bagi siapa saja yang
berisiko mengalami komplikasi infeksi flu, infeksi saluran pernapasan lain jika Anda
berhubungan dengan orang yang mungkin menjadi sakit parah jika mereka terkena flu (misalnya
anak-anak yang sangat muda atau orang yang lebih tua).
3. Jaga kebersihan
Obat ISPA atau pencegahan utama penyebab ISPA adalah menjaga kebersihan diri sendir. Ikuti
beberapa langkah di bawah ini untuk mencegah Anda terkena atau tertular virus yang dapat
menganggu sistem pernapasan Anda:
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.
Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.
Sumber
Artikel sejenis
Kondisi Apa Saja yang Membuat Bayi Perlu Segera Menerima CPR (Resusitasi Jantung Paru)?
Mengulas Bradipnea, Kondisi Pernapasan Melambat yang Sering Terjadi di Waktu Tidur
Punya Mata Silinder? Begini Cara Mengobatinya Dengan Tepat
Tips Sehat Terbaru Setiap Hari
This site complies with the HONcode standard for trustworthy health information: verify here.
INFORMASI
Kebijakan
Kebijakan Editorial
Informasi Penting
Informasi Kesehatan
Sitemap
HELLO SEHAT
Tentang Kami
Lowongan
Kontak Kami
INTERNATIONAL
MARI BERTEMAN!
Hello Bacsi
Kesehatan A-Z
Health Centers
Obat & Herbal
Hidup Sehat
Kehamilan
Parenting
HELLO SEHAT
o Tentang Kami
o Lowongan
o Kontak Kami