KEPALA DESA BETOK JAYA
KABUPATEN KLAYONG UTARA
PERATURAN DESA BETOK JAYA
NOMOR 8 TAHUN 2024
TENTANG
RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA TAHUN ANGGARAN 2025
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA DESA BETOK JAYA,
Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 10 ayat (3)
Peraturan Bupati kayong Utara Nomor 76 Tahun
2022 tentang Petunjuk Teknis Perencanaan
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa,
bahwa RPJM Desa dan RKP Desa ditetapkan dengan
Peraturan Desa;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan
Peraturan Desa Betok Jaya tentang Rencana Kerja
Pemerintah Desa Tahun Anggaran 2025;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 104);
2. Undang–Undang Nomor 6 Tahun 2007 tentang
Pembentukan Kabupaten Kayong Utara di Provinsi
Kalimantan Barat (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 8, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4682);
3. Undang–Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5495), sebagaimana telah diubah
beberapa kali dan yang terakhir dengan Undang–
Undang Nomor 6 Tahun 2024 tentang Penetapan
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi
Undang-Undang (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2022 Nomor 238, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6841);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014
tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang
Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 123,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5539) sebagaimana telah diubah beberapa
kali dan yang terakhir dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua
Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014
tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang
Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 41,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 6321);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014
tentang Dana Desa yang bersumber dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 168,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5558) sebagaimana telah diubah beberapa
kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8
Tahun 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2016 Nomor 57);
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 111
Tahun 2014 Tentang Pedoman Teknis Peraturan Di
Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 2091);
7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun
2016 Tentang Kewenangan Desa (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1037);
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 110 Tahun
2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 89);
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun
2018 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 611);
10. Peraturan Menteri Desa Nomor 16 Tahun 2019
Tentang Musyawarah Desa (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2019 Nomor 1203);
11. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 21 tahun 2020
Tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan
Pemberdayaan Masyarakat Desa (Lembran Negara
Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1633);
12. Peraturan Bupati Nomor 9 Tahun 2015 Tentang
Tata Cara Penyusunan Peraturan Di Desa (Berita
Daerah Kabupaten Kayong Utara Tahun 2015
Nomor 11);
13. Peraturan Bupati Kayong Utara Nomor 47 Tahun
2018 Tentang Daftar Kewenangan Desa
Berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal
Beskala Desa (Berita Daerah Kabupaten Kayong
Utara Tahun 2018 Nomor 50);
14. Peraturan Bupati Kayong Utara Nomor 1 Tahun
2019 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa (Berita
Daerah Kabupaten Kayong Utara Tahun 2019
Nomor 1) sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Bupati Kayong Utara Nomor 14 Tahun
2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati
Kayong Utara Nomor 1 Tahun 2019 Tentang
Pengelolaan Keungan Desa (Berita Daerah
Kabupaten Kayong Utara Tahun 2019 Nomor 14);
15. Peraturan Bupati Kayong Utara Nomor 76 Tahun
2022 Tentang Petunjuk Teknis Perencanaan
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa
(Berita Daerah Kabupaten Kayong Utara Tahun
2022 Nomor 76);
16. Peraturan Desa Betok Jaya Nomor 2 Tahun
2024 Tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Desa (Lembaran Desa Betok Jaya Tahun
2024 Nomor 2 );
17. Peraturan Desa Betok Jaya Nomor 1 Tahun Betok Jaya
Tentang Kewenagan Desa Berdasrkan Hak Asal Usul
dan Kewenangan Lokal Berskala Desa (Lembaran
Desa Betok Jaya Tahun 2024 Nomor 1 ).
Dengan Kesepatan Bersama
BADAN PERMUSYARATAN DESA BETOK JAYA
dan
KEPALA DESA BETOK JAYA
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN DESA TENTANG RENCANA KERJA
PEMERINTHAN DESA TAHUN ANGGARAN 2025
BAB I KETENTUAN
UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Desa ini yang dimaksud :
1. Desa adalah Desa Betok Jaya
2. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan dan
kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan Negara
Kesatuan Republik Indonesia
3. Pemerintah Desa adalah pemerintah Desa Betok Jaya
4. Badan Permusyawaratan Desa adalah yang selanjutnya disebut BPD
adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang
anggotanya merupakan wakil dari penduduk Desa berdasarkan
keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis.
5. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat.
6. Daerah adalah Kabupaten Kayong Utara.
7. Pemerintahan Daerah adalah Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan menurut
asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-
luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.
8. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Kayong Utara.
9. Bupati adalah Bupati Kayong Utara.
10. Kecamatan adalah Wilayah Kerja Camat sebagai Perangkat Daerah.
11. Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang ditetapkan
oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan
Permusyawaratan Desa.
12. Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban Desa yang dapat
dinilai dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang
berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban Desa.
13. Aset Desa adalah barang milik Desa yang berasal dari kekayaan asli
Desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan
Belanja Desa atau perolehan hak lainnya yang sah.
14. Pembangunan Desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup dan
kehidupan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.
15. Kawasan Perdesaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama
pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan
fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa
pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
16. Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah upaya mengembangkan
kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan
pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran,
serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan kebijakan,
program, kegiatan, dan pendampingan yang sesuai dengan esensi
masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat Desa.`
17. Musyawarah Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah
musyawarah antara Badan Permusyawaratan Desa, Pemerintah Desa,
dan unsur masyarakat yang diselenggarakan oleh Badan
Permusyawaratan Desa untuk menyepakati hal yang bersifat strategis.
18. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa dan selanjutnya
disingkat Musrenbang Desa adalah forum musyawarah tahunan yang
dilaksanakan secara partisipatif oleh para pemangku kepentingan desa
dan kelurahan (pihak berkepentingan untuk mengatasi permasalahan
dan pihak yang akan terkena dampak hasil musyawarah).
19. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah
Daerah Kabupaten di Kecamatan yang selanjutnya disingkat
Musrenbang RKPD Kabupaten di Kecamatan adalah forum musyawarah
stakeholders Tingkat Kecamatan untuk mendapatkan masukan prioritas
kegiatan dari Desa serta menyepakati kegiatan lintas Desa di wilayah
Kecamatan tersebut, sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Satuan
Kerja Perangkat Daerah Kabupaten.
20. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa yang selanjutnya
disingkat (RPJM Desa) adalah Rencana Kegiatan Pembangunan Desa
untuk jangka waktu 6 (enam) tahun yang memuat visi dan misi Kepala
Desa, rencana penyelenggaraan pemerintahan Desa, pelaksanaan
pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan
masyarakat dan arah kebijakan pembangunan Desa.
21. Rencana Kerja Pemerintah Desa yang selanjutnya disebut RKP Desa
merupakan penjabaran dari RPJM Desa untuk jangka waktu 1 (satu)
tahun yang memuat rencana penyelenggaraan Pemerintahan Desa,
pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan
pemberdayaan masyarakat Desa.
22. Kondisi Obyektif Desa adalah kondisi yang menggambarkan situasi yang
ada di Desa, baik mengenai sumber daya manusia, sumber daya alam,
maupun sumber daya lainnya, serta dengan mempertimbangkan, antara
lain, keadilan gender, pelindungan terhadap anak, pemberdayaan
keluarga, keadilan bagi masyarakat miskin, warga disabilitas dan
marginal, pelestarian lingkungan hidup, pendayagunaan teknologi tepat
guna dan sumber daya lokal, pengarusutamaan perdamaian, serta
kearifan lokal.
23. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang selanjutnya disingkat
APBDesa adalah rencana keuangan tahunan Pemerintahan Desa, yang
dibahas dan disepakati bersama oleh Pemerintah Desa dan Badan
Permusyawaratan Desa, yang ditetapkan dengan Peraturan Desa.
24. Dana Desa adalah dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan
belanja negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui
anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota dan
digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan,
pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan
pemberdayaan masyarakat.
25. Alokasi Dana Desa, selanjutnya disingkat ADD, adalah dana
perimbangan yang diterima kabupaten/kota dalam Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah kabupaten/kota setelah dikurangi Dana Alokasi
Khusus.
26. Visi adalah Gambaran tentang Kondisi Ideal Desa yang diinginkan.
27. Misi adalah pernyataan tentang sesuatu yang harus dilaksanakan
sehingga Visi dapat terwujud secara efektif dan efisien.
BAB II
SISTEMATIKA PENYUSUNAN RKP DESA
Pasal 2
(1) RKP Desa Tahun 2024 disusun dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.
1.2. Dasar Hukum.
1.3. Tujuan dan Manfaat.
1.4. Proses Penyusunan RKP Desa.
1.5. Sistematika.
BAB II : GAMBARAN UMUM
2.1. Visi – Misi Kepala Desa.
2.2. Gambaran Umum Sosial Budaya.
2.3. Gambaran Umum Kemiskinan.
2.4. Gambaran Umum Ekonomi.
2.5. Gambaran Umum Insfrastruktur.
BAB III : GAMBARAN PRIORITAS MASLAH
3.1. Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan pada RKP
DesaTahun sebelumnya
3.2. Identifikasi masalah berdasarkan RPJM Desa.
3.3. Identifikasi Masalah Berdasarkan Analisa Keadaan
Darurat antara lain: bencana alam, krisis politik,
krisis ekonomi dan atau kerusahan sosial yang
berkepanjangan.
3.4. Identifikasi Masalah berdasarkan Prioritas Kebijakan
Pembangunan Daerah.
BAB IV : RUMUSAN PRIORITAS PROGRAM DAN KEGIATAN YANG
MASUK KE DESA
4.1. Prioritas Program dan Kegiatan Pembangunan Skala
Desa Tahun Anggaran 2025
4.2. Berdasarkan Kewenangan Hak asal usul.
4.3. Berdasarkan Kewenangan Lokal Skala Desa.
4.4. Prioritas Program dan Kegiatan Pembangunan Daerah
Tahun Anggaran 2025.
4.5. Kebijakan Keuangan Desa.
BAB V : PENUTUP
(LAMPIRAN)
a. Berita Acara Pembentukan Tim Penyusun RKP Desa
Tahun Anggaran 2025, (Notulen dan daftar hadir)
b. SK Kepala Desa Tentang Susunan Tim Penyusun
Rancangan RKP Desa Tahun Anggaran 2025.
c. Data dan Informasi Rencana Pembiayaan
Pembangunan Desa.
d. Dokumen Laporan Kepala Desa atas Realisasi RKP
Desa Tahun 2024.
e. Indikatif Desa
f. Dokumen Rencana Kegiatan Pembangunan Desa.
g. Sketsa Lokasi Kegiatan.
h. Gambar Rencana Prasarana.
i. Dokumen Rencana Anggaran dan Biaya (RAB)
j. Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa).
k. Dokumen Daftar Usulan RKP Desa (DU RKP Desa).
l. Berita Acara Hasil Penyusunan RKP Desa (Notulen dan
daftar hadir).
m. Berita Acara Musrenbang Pembahasan RKP Desa
Notulen dan daftar hadir).
n. Berita Acara Musyawarah Desa Penetapan RKP Desa
(Notulen dan daftar hadir).
o. SK BPD Tentang Persetujuan Terhadap Peraturan
Desa Tentang RKP Desa.
p. Dokumentasi foto Kegiatan.
(2) Penjabaran sistematika RKP Desa Tahun Anggaran 2025 sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam lampiran yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Desa ini.
Pasal 3
RKP Desa Tahun Anggaran 2025 merupakan landasan dan pedoman bagi
Pemerintahan Desa, Lembaga Kemasyarakatan Desa dan masyarakat dalam
pelaksanaan pembangunan Desa Tahun Anggaran 2025.
Pasal 4
Pelaksanaan pembangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3,
dilaksanakan secara transparan, partisipatif dan akuntabel oleh pelaksana
kegiatan pembangunan dengan menyusun Rencana Kerja dan Anggaran
(RKA), Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA), serta dipertanggungjawabkan
oleh Pelaksana Kegiatan dalam Forum Musyawarah Desa.
Pasal 5
RKP Desa dapat diubah dalam hal :
1. terjadi peristiwa khusus, seperti bencana alam, krisis politik, krisis
2. terdapat perubahan mendasar atas kebijakan Pemerintah, Pemerintah
Daerah Provinsi, dan/atau Pemerintah Daerah Kabupaten.
Pasal 6
Perubahan RKP Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dibahas dan
disepakati bersama dengan BPD dalam Musrenbang Desa dan selanjutnya
ditetapkan dengan Peraturan Desa.
BAB III KETENTUAN
PENUTUP
Pasal 7
(1) Berdasarkan Peraturan Desa ini selanjutnya disusun Anggaran
pendapatan dan Belanja Desa Desa Tahun Anggaran 2025.
(2) Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Desa ini, sepanjang
mengenai teknis pelaksanaannya diatur lebih lanjut oleh Kepala Desa.
Pasal 8
Peraturan Desa ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan
Desa ini dengan penempatannya dalam Lembaran Desa Betok Jaya
Ditetapkan di Betok Jaya
pada tanggal 18 September 2024
KEPALA DESA BETOK JAYA
HARDIANTO
Diundangkan di Betok Jaya
pada tanggal : 18 September 2024
SEKRETARIS DESA BETOK JAYA
SRI DEWI
LEMBARAN DESA BETOK JAYA
TAHUN 2024 NOMOR 8