0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan33 halaman

Pengembangan Algoritma Pemrograman Dasar

Diunggah oleh

Satria Adi Permana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan33 halaman

Pengembangan Algoritma Pemrograman Dasar

Diunggah oleh

Satria Adi Permana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

2

Pengembangan
Algoritma

Wahyudi
Setelah masalah dianalisis
(ditetapkan input dan outputnya),
prosedur harus dirancang untuk
menghasilkan output yang dicari
berdasarkan input yang ada
Prosedur yang berisi langkah-
langkah sederhana secara
berurutan disebut Algoritma
Mengingat sejak awal kita
mengembangkan program untuk
menyelesaikan permasalahan dengan
bantuan komputer, sedangkan komputer
tidak bisa berjalan tanpa pengguna maka
algoritma yang akan dibuat harus
melibatkan pihak programmer, komputer
dan user.
Pengembangan algoritma perlu memperhatikan:
1. Programmer berperan mengatur jalannya
instruksi/perintah yang diberikan ke komputer
dan user.
2. Instruksi/kata perintah harus operasional:
masukkan (huruf k ada 2), baca, hitung,
tampilkan, tentukan, bandingkan.
3. Kejelasan urutan langkah 🡪 menggunakan nomer
urut atau simbol panah
4. Nama variabel menggunakan input dan output
yang telah diidentifikasi 🡪 bebas tetapi
konsisten. Kalau di awal menggunakan variabel
waktu paruh, maka di tengah atau di bagian akhir
jangan menulis usia paruh. Termasuk
penggunaan huruf besar dan kecilnya variabel,
contoh luas dan Luas dianggap 2 variabel
berbeda.
5. Algoritma perlu diuji dengan cara manual running
yaitu dicoba dijalankan secara manual langkah tiap
langkah dengan menginputkan data sembarang.
Pengujian perlu dilakukan beberapa kali.
Tujuannya:
● menguji ketepatan langkah
● menguji kebenaran hasil
Sequential
3 Metode
Kontrol Algoritma
Selection

Repetition
1. Sequential
Langkah-langkah tersusun
berurutan, tiap langkah dieksekusi
hanya satu kali
Contoh kasus tipe sequential adalah kasus
radioaktif

Seorang fisikawan nuklir di Universitas Maju Makmur


bernama Supri sedang melakukan penelitian tentang
elemen radioaktif Polonium. Polonium memiliki
karakteristik waktu peluruhan atau disebut usia paruh
selama 140 hari, yaitu sisa polonium setelah 140 hari
massanya tinggal separuh. Supri ingin mengetahui berapa
sisa massa polonium setelah 180 hari jika massa awal 10 mg.
Berdasarkan analisis masalah kasus
radioaktif diperoleh:
Input: Output:
• Massa awal • Massa sisa
• Waktu paruh
• Periode waktu

Bagaimana algoritmanya?
Algoritma untuk Radioactive Decay
1. Masukkan massa awal, waktu paruh dan
periode
2. Baca massa awal, waktu paruh dan periode
3. Hitung massa akhir
massa akhir= massa awal x 0.5 (periode/waktu paruh)
1. Tampilkan massa akhir

Catatan:
Langkah 1 dikerjakan oleh user
Langkah 2,3,4 dikerjakan oleh komputer
Langkah 1 dan 2 bisa disederhanakan. Namun harus dipahami bahwa
keduanya melibatkan user dan komputer.
Penyederhanaan Algoritma untuk Radioactive
Decay
1. Baca massa awal, waktu paruh dan periode
2. Hitung massa akhir
massa akhir= massa awal x 0.5 (periode/waktu paruh)
1. Tampilkan massa akhir
Catatan:
Langkah 1 menggunakan intruksi baca, artinya akan diproses oleh
komputer.
Namun demikian, algoritma yang dimulai dengan instruksi baca dapat
dianggap bahwa sebelum proses pembacaan oleh komputer, user
sudah melakukan input nilai variabel yang dibaca.
Dengan kata lain tahapan masukkan dan baca disederhanakan
menjadi instruksi baca saja namun tetap ada instruksi masukkan
walaupun tidak dituliskan.
Sudah benarkah algoritma yang dibuat tersebut?
Uji dengan manual running

Algoritma Manual running


1. Baca massa awal, waktu paruh 10, 140, 140
dan periode
2. Hitung massa akhir massa akhir =
massa akhir= = 10 x
massa awal x 0.5 (periode/waktu 0,5(140/140)
paruh) =5

3. Tampilkan massa akhir 5


catatan: angka sembarang dimasukkan, dalam contoh di atas periode
diisi 140 hari. Tujuannya mempermudah untuk dibandingkan dengan
hitung manual, supaya kebenaran hasil dapat cepat divalidasi.
Latihan 1 Algoritma Tipe Sequence

1. Buat algoritma untuk menghitung volume dan


luas permukaan silinder jika diketahui
diameter alas dan tingginya!

Catatan: Ingat untuk terlebih dahulu mengidentifikasi input


dan output masalahnya
Analisis masalah:
Input: Output:
diameter luas alas
tinggi luas selimut
luas
permukaan
Algoritma:
1. Baca diameter, tinggi
2. Tentukan phi=3,14
3. Hitung luas alas, luas selimut, luas permukaan
luas alas = phi/4 x diameter x diameter
luas selimut = phi x diameter x tinggi
luas permukaan = 2 x luas alas + luas selimut
volume = luas alas x tinggi
1. Tampilkan volume, luas permukaan
Latihan 2 Algoritma Tipe Sequence

2. Tiga lampu disusun secara paralel seperti


gambar. Buat algoritma untuk mengetahui
arus total jika resistansi masing-masing
resistor dan tegangan sumber diketahui!
Kontrol Algoritma tipe Selection
Ada pilihan langkah, yang terpilih
akan dieksekusi
Contoh kasus tipe selection adalah kasus polusi
berikut

Tingkat polusi udara di kota Semarang diukur berdasarkan indeks


polusi. Pengukuran dilakukan tiap hari jam 12 siang pada tiga lokasi:
Kawasan industri Terboyo , Kawasan industri Krapyak dan pusat kota
semarang. Rata-rata hasil pengukuran disebut indeks polusi. Jika
nilai indeks polusi sebesar 50 atau lebih besar maka kondisi kota
Semarang dinyatakan Berbahaya. Jika tidak maka kota Semarang
dinyatakan Aman terhadap polusi.
Berdasarkan hasil analisis masalah kasus Polusi
diperoleh:
Input: Output:
• Hasil pengukuran • Indeks polusi
polusi di 3 tempat • Kondisi: Aman atau
• Nilai batas Berbahaya

Bagaimana algoritmanya?
Algoritma untuk Pollution Indices
1. Masukkan Pol1, Pol2,Pol3, batas
2. Hitung indeks polusi
indeks polusi= (Pol1+Pol2+Pol3)/3
1. Jika indeks polusi ≥ batas , tampilkan “BAHAYA”
2. Jika tidak, tampilkan “AMAN”
Latihan 1 Algoritma Tipe Selection
1. Suatu kota mengelompokkan indeks polusi
kurang dari 35 artinya nyaman, 35 sampai 60
artinya kurang nyaman, di atas 60 bahaya.
Buat algoritma untuk keperluan tersebut!

Catatan: Ingat untuk terlebih dahulu mengidentifikasi input


dan output masalahnya
Latihan 2 Algoritma Tipe Selection

2. Seorang guru memberikan quiz dan


menentukan skor dengan rentang 50 s/d 100.
Skor 90 ke atas nilainya A, skor 75 ke atas
namun kurang dari 90 nilainya B dan skor di
bawah 75 nilainya C. Buatlah algoritmanya!

Catatan: Ingat untuk terlebih dahulu mengidentifikasi input


dan output masalahnya
Latihan 3 Algoritma Tipe Selection
3. Persamaaan kuadrat
aX2+bX+c=0
memiliki akar-akar persamaan yang ditentukan
berdasarkan nilai diskriminan yang diperoleh dari b2- 4ac.
Jika nilai diskriminannya > 0 maka akar persamaannya
adalah (–b ± (√b2-4ac))/2a
Jika nilai diskriminannya = 0 maka akar persamaannya
adalah - b/2a
Jika nilai diskriminannya < 0 maka akar persamaannya
imajiner.
Buatlah algoritma untuk mencari akar persamaan
kuadrat.
Catatan: identifikasi dulu input dan output masalahnya
3. Repetition
Satu langkah atau lebih dijalankan
berulang-ulang.
Contoh kasus tipe repetition adalah kasus
penjumlahan berikut

Seorang mahasiswa di Jurusan Teknik Mesin kurang serius dalam


kuliahnya, sering terlambat, pasif, kurang inisiatif, tidak ada
semangat belajar. Dosennya kemudian memberikan tugas
kepadanya untuk menjumlahkan bilangan bulat 1 sampai dengan
100. Dengan demikian mahasiswa tersebut dapat memperoleh
hasil penjumlahan dan menyerahkan kepada dosennya.
Berdasarkan analisis masalah kasus
penjumlahan diperoleh:
Input: Output:
• Angka terakhir (batas • Hasil penjumlahan
akhir perhitungan) 1+2+3+…..+ angka
terakhir

Bagaimana algoritmanya?
Analisis masalah
Input: Output:
nilai akhir hasil
penjumlahan

Algoritma untuk Summation


1. Masukkan nilai akhir
2. Tentukan sum=0
3. Tentukan count=1
4. Selama count ≤ nilai akhir, hitung:
sum = count + sum
count = count + 1
1. Tampilkan sum
Apakah saudara yakin algoritmanya benar?? Untuk
membuktikan kebenarannya perlu diuji dengan manual
running (dijalankan secara manual)

Algoritma untuk Summation Manual running


1. Masukkan nilai akhir 2
2. Tentukan sum=0 sum=0
3. Tentukan count=1 count=1
4. Selama count ≤ nilai akhir, 1 ≤ 2, ya 2 ≤ 2, ya
3 ≤ 2, tidak
hitung:
sum = count + sum sum=1+0=1
sum=2+1=3
count = count + 1 count=1+1=2
count=2+1=3
Manual running dilaksanakan dengan cara memasukkan angka bebas pada
1. nilai
Tampilkan sum 2) di langkah 1 algoritma.
akhir (misal 3
Selanjutnya jalankan langkah 2, 3, dst. Ternyata hasil penjumlahannya
adalah 3. Cek 🡪 1+2=3, berarti algoritma benar. Untuk memastikan bisa
dicoba mengisi nilai akhir selain 2 misal 5. Apakah hasil manual running 15?
Latihan 1 algoritma Tipe Repetition
1. Suatu desa yang dilanda kekeringan menerima bantuan air
dari PDAM yang dikirimkan menggunakan truk tangki.
Truk tangki tidak bisa masuk langsung ke wilayah
pemukiman. Pengambilan harus menggunakan jerigen.
Untungnya, desa tersebut juga mendapat bantuan jerigen
dari mahasiswa KKN UNNES. Buat algoritma untuk
menentukan jumlah jerigen yang diperlukan warga untuk
menghabiskan air dari truk tangki!
Input Output
Volume air dalam tangki Jumlah jerigen
Volume jerigen

Solusi penyelesaiannya adalah dengan membayangkan situasinya:


• Diketahui vol air tangki kondisi awal dan volume jerigen kosong.
Jerigen belum dibagikan. Jangan-jangan tangkinya kosong.
• Selama masih ada air, maka dibagikan 1 jerigen.
• Jerigen diisi penuh, volume air tangki akan berkurang sebesar volume
jerigen.
• Jika volume air dalam tanki masih ada, dibagikan jerigen berikutnya.
Jerigen diisi penuh, volume air tangki akan berkurang sebesar volume
jerigen.
• Begitu seterusnya.
• Jerigen berhenti dibagikan ketika air dalam tangki habis.
• Jumlah jerigen adalah total akumulasi jerigen yang dibagikan ketika
diketahui air dalam tangki masih ada.
Algoritma:
1. Masukkan vol air tangki, vol jerigen
2. Tentukan jml jerigen=0
3. Selama vol air tangki>0
vol air tangki = vol air tangki – vol jerigen
jml jerigen = jml jerigen+1
4 Tampilkan jml jerigen
CATATAN PENTING ALGORITMA

1. Langkah-langkah operasional: masukkan (huruf


k ada 2), hitung, tampilkan, tentukan,
bandingkan
2. Tampilan output yang diapit “ “ akan
ditampilkan apa adanya bukan nilainya
3. Algoritma diberi nomor urut
4. Nama variabel harus konsisten dan
mencerminkan sifat yang dinamai
5. Pastikan manual running dibuat untuk menguji
algoritma.
Tugas
Kelompok
1. Diskusikan bersama dengan anggota kelompok
masing-masing tentang materi dan tugasnya.
2. Buat 2 kasus dan algoritmanya untuk masing-
masing tipe kontrol algoritma: sequence, selection
dan repetisi. Sebelum membuat algoritma
pastikan sudah diidentifikasi input dan outputnya.
Buktikan kebenaran setiap algoritma dengan
manual running.

Anda mungkin juga menyukai