Aktivitas Positif Ramadhan Siswa
Aktivitas Positif Ramadhan Siswa
KATA PENGANTAR
PENDAHULUAN
َّل ِم ۡن َقۡب ِل ُک ۡم َل َع َّل ُكَتۡمَّتُقۡوَۙنۡو َۙن َلُم الِّصَياُم َک َما ُكِتَب َع َلى ۡياَّل
اِذۡي
ِذَن ۡيَلۡي
َعُک ُنُكِتَب َع َّل ۡوٰاَمُن
ٰاۡوا
َم ٰٓيـَاُّيَها ۡياَّل
اِذۡي
ِذَن
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu
bertakwa,” (QS. Al Baqarah :183)
TARGET PEKANAN
AMALIYAH RAMADHAN TIAP LEVEL
LEVEL TKIT
1 Makan Sahur 4 kali
TARGET PEKANAN
NO AMALIYAH RAMADHAN TIAP LEVEL
LEVEL 1
1 Makan Sahur 7 kali
6
1 Membaca/Mendengarkan 3 kali
7 Kultum
1 Dzikir setelah shalat 5 kali
8
TARGET PEKANAN
NO AMALIYAH RAMADHAN TIAP LEVEL
LEVEL 2
1 Makan Sahur 7 kali
TARGET PEKANAN
NO AMALIYAH RAMADHAN TIAP LEVEL
LEVEL 3
1 Makan Sahur 7 kali
1
1 Tadarus Al Qur'an Tilawah 2 halaman/hari
2
1 Muroja'ah Hafalan Qur'an 5 kali
3
1 Shalat berjama'ah 5 kali (maghrib, isya)
4
1 Membaca Al Matsurat 3 kali (pagi)
5
1 Infaq dan Shodaqoh 5 kali
6
1 Membaca/Mendengarkan 3 kali
7 Kultum
1 Dzikir setelah shalat 5 kali
8
Shalat Tarawih
10 7 kali
berjama'ah
11 Shalat Tahajud 2 kali
Berdzikir menjelang
6 7 kali
berbuka puasa
17 Membaca/Mendengarkan 4 kali
Kultum
18 Dzikir setelah shalat (per 5 kali
hari)
TARGET PEKANAN
NO AMALIYAH RAMADHAN TIAP LEVEL
LEVEL 6
1 Makan Sahur 7 kali
TARGET PEKANAN
NO AMALIYAH RAMADHAN TIAP LEVEL
LEVEL 7
1 Makan Sahur 7 kali
puasa
7 Shalat Maghrib 7 kali tepat waktu dan berjama'ah
TARGET PEKANAN
NO AMALIYAH RAMADHAN TIAP LEVEL
LEVEL 8
1 Makan Sahur 7 kali
TARGET PEKANAN
NO AMALIYAH RAMADHAN TIAP LEVEL
LEVEL 9
TARGET PEKANAN
NO AMALIYAH RAMADHAN TIAP LEVEL
1
1 Makan Sahur 7 kali
Depok,..........2023
Orang tua Siswa
Wali Kelas
(..............................
..............)
RAMADHAN HARI
NO KEGIATAN KE- 1-15
1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1
0 1 2 3 4 5
Bangun sahur
1 tepat waktu
Shalat tepat
2 waktu
Menggunakan
pakaian yang bersih
4
dan suci saat shalat
Merapihkan al
5 qurán selesai
dibaca
Mendenga
7 rkan
dengan
baik saat
kultum
Membantu
8 pekerjaan orang
tua
Bersalaman dan
memberikan senyum
9 kepada orang tua
saat keluar dan
kembali ke rumah
11 Berbagi tajil
(makanan untuk
berbuka)
....................................... .............................................
..... .......
Wali Kelas
.......................................
.....
Catatan :
untuk TKIT hanya foto, untuk SDIT kelas 1-3 tuliskan judul/tema khutbah saja dan foto, untuk kelas 4-9
tuliskan materi khutmahnya dan foto pelaksnaaanya
0 BERSERI MENYAMBUT
RAMADHAN
1
Kegiatan disesuaikan dengan level masing masing berupa :
1. Membuat target ramadhan
2. Menghias rumah
3. Bersih-bersih rumah
4. dll
0 KEUTAMAAN BULAN
RAMADHAN
2
Ramadhan adalah Bulan Diturunkannya Al Qur’an
Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih sebagai bulan untuk
berpuasa dan pada bulan ini pula Al Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah Ta’ala
berfirman,
َآ ُأ
َش ْه ُر َرَمَض اَن اَّل ِذي ْنِزَل ِفيِه اْلُق ْر ُن ُه ًدى ِللَّناِس َوَبِّيَناٍت ِم َن اْل ُهَدى َواْلُف ْر َق اِن َف َمْن َش ِهَد ِمْنُكُم
الَّش ْه َر َف ْلَيُصْمُه
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di
dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan
yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat
tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al
Baqarah: 185)
Ibnu Katsir rahimahullah tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan,
”(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memuji bulan puasa –yaitu bulan Ramadhan- dari
bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih
sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana
pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada
para Nabi ’alaihimus salam.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 2/179)
َأ َأ
ِإَذا َج اَء َرَمَض اُن ُف ِّتَحْت ْبَواُب اْلَجَّنِة َوُغ ِّلَق ْت ْبَواُب الَّناِر َوُصِّف َدِت الَّش َياِطيُن
”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun
dibelenggu.” (HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079, dari Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu)
malam. Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang
akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Inilah
sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu
neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah
menjauhi maksiat ketika itu.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/188)
3( ) َل ْيَلُة اْلَق ْدِر َخ ْيٌر ِم ْن َأ ْل ِف َش ْه ٍر2( ) َوَما َأ ْدَر اَك َما َل ْيَلُة اْلَق ْدِر1( ِإَّنا َأ ْنَز ْل َناُه ِفي َل ْيَلِة اْلَق ْدِر
”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam
kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan
itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).
َأ
ِإَّنا ْنَز ْل َناُه ِفي َل ْيَلٍة ُمَباَر َكٍة ِإَّنا ُكَّنا ُمْنِذِريَن
َوِإَّن ِلُكِّل ُمْس ِلٍم َدْعَوًة َيْدُعْو ِبَه ا َف َيْس َتِجْيُب, ِإَّن ِلّلِه ِفى ُكِّل َيْوٍم ِعْتَق اَء ِم َن الَّناِر ِفى َش ْه ِر َرَمَض اَن
َل ُه
”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap
hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka
pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’
Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat
Jaami’ul Ahadits, 9/224)
َثَالَثٌة َال ُتَر ُّد َدْعَوُتُهُم الَّصاِئُم َحَّتى ُيْف ِطَر َواِإلَماُم اْلَعاِدُل َوَدْعَوُة اْلَمْظُلوِم
“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka,
pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”. (HR. At Tirmidzi no. 3598.
Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Artikel [Link]
Sumber: [Link]
Copyright © 2024 [Link]
Manfaatkan bulan penuh berkah ini dengan memperbanyak amalan-amalan sunnah, seperti bersedekah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: غير أنه ال ينقص من أجر، من فطر صائما كان له مثل أجره
“ الصائم شيئاOrang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan
mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.” (HR. At Tirmidzi no 807)
Perbanyak bersolawat kepada Nabi, beristighfar, dll. Berdasarkan hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu: “Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari
dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum sore hari, maka ia termasuk
penghuni surga. Dan barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh
keyakinan, lalu ia mati sebelum subuh, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari (7/150, no.
6306).
3. Mengkhatamkan Al-Quran
Dalam mengkhatamkan Quran, sahabat dapat membaca Al-Quran minimal 2 lembar selepas solat fardu
secara konsisten, dengan begitu sahabat Insya Allah dapat mengkahatamkan 1 juz Al- Quran dalam
sehari atau 30 juz dalam sebulan.
4. Melaksanakan Tarawih
Jika amalan yang paling utama pada siang Ramadhan adalah berpuasa, maka yang paling utama untuk
dilakukan pada malam hari adalah Qiyamul Layl atau shalat tarawih. Seperti dalam hadist Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam: “ َمْن َقاَم َرَمَضاَن ِإيَماًنا َواْحِتَس اًبا ُغِفَر َلُه َما َتَقَّدَم ِمْن َذْنِبِهBarang siapa melakukan
qiam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”
(HR. Bukhari dan Muslim).
5. I'tikaf
I’tikaf merupakan amalan kegiatan yang dilaksanakan di masjid dengan cara berdiam diri, berdoa dan
mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta'ala. I’ktikaf di bulan Ramadhan terutama di 10 hari
terakhir bulan Ramadhan merupakan amalan yang memiliki keutamaan yang tinggi. Hadis Rasulullah
SAW menyebutkan bahwa itikaf di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan bagai beritikaf dengan beliau
(Rasulullah SAW). “ َمِن اْعَتَكَف َمِعي َفْلَيْعَتِكَف اْلَعْش َر اَأْلَواِخ َرSiapa yang ingin beri’tikaf bersamaku, maka
beri’tikaflah pada sepuluh malam terakhir.” (HR Ibnu Hibban).
4. ADAB BERPUASA DI
BULAN RAMADHAN
Ramadhanku Ceria, ramadhanku bermakna 30
MY RAMADHAN ACTIVITY
Puasa Ramadhan punya nilai yang istimewa di sisi Allah. Bahkan, Allah menyatakan dalam hadis qudsi-
Nya bahwa puasa adalah milik-Nya, dan Dia sendiri yang akan mengganjar orang yang berpuasa (HR.
Bukhari no. 7538).
Sebagai ibadah istimewa yang tidak dilaksanakan setiap hari, sudah sepantasnya seorang muslim
menjalankan puasa dengan adab yang baik. Adab berpuasa telah diajarkan Rasulullah ﷺyang
diriwayatkan oleh para sahabat dan dicatat para ulama.
Syekh Al-’Izz bin Abdissalam menerangkan enam adab berpuasa dalam kitabnya, Maqashid Ash-Shaum,
sebagai berikut:
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga segala nafsu buruk dan emosi. Inilah hakikat
puasa, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
Siapa yang tidak meninggalkan perkataan tercela dan melakukannya, maka Allah tidak membutuhkan
atas usahanya menahan lapar dan haus (HR. Bukhari no. 6057).
Salah satu adab puasa adalah saat ada ajakan untuk makan, bagi orang yang berpuasa hendaknya
menolak dengan halus, dan berkata kepada yang mengundang makan:
Tidak dapat dipungkiri, waktu berbuka adalah kebahagiaan bagi orang yang berpuasa. Maka dari itu,
sangat baik jika orang yang berpuasa mensyukuri nikmat tersebut dengan berdoa.
Ada beberapa doa yang Rasulullah ﷺajarkan untuk dibaca saat berbuka puasa. Salah satunya yang
diriwayatkan Sahabat Ibnu Umar ra :
Telah hilang rasa haus, dan telah basah urat-urat, serta pahala akan tetap, insyaAllah (HR. Abu Dawud
no. 2357).
Meskipun telah menahan lapar dan haus seharian, orang yang berpuasa hendaknya menahan diri dari
berbuka secara berlebihan. Adab Rasulullah ﷺketika puasa adalah berbuka dengan makanan ringan,
seperti kurma. Sahabat Anas bin Malik ra. meriwayatkan:
Rasulullah ﷺberbuka puasa dengan ruthab (kurma basah) sebelum shalat (Maghrib), jika tidak ada
ruthab maka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada maka beliau minum beberapa teguk air
(HR. Abu Dawud no. 2356).
5. Menyegerakan berbuka
Rasulullah ﷺmenganjurkan umatnya yang berpuasa untuk segera berbuka jika sudah yakin matahari
telah terbenam dan masuk waktu Maghrib. Beliau ﷺbersabda:
Manusia akan tetap dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa (HR. Bukhari no.
1957).
6. Mengakhirkan sahur
Termasuk adab puasa adalah mengakhirkan sahur, atau menyantap sahur di penghujung waktu malam
ketika mendekati fajar. Karena mengakhirkan sahur dapat memberi kita kekuatan yang lebih banyak
untuk menjalani puasa.
Rasulullah ﷺsendiri sahur menjelang waktu Subuh, dengan jarak yang tidak terlalu lama. Sahabat Zaid
bin Tsabit ra. meriwayatkan jarak antara santap sahur Rasulullah ﷺdengan shalat Subuh yaitu:
Sumber : [Link]
Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Quran, maka dari itu hendaknya seorang muslim
memberikan porsi perhatian yang lebih terhadap Al Quran pada bulan ini. Menganai keutamaan
membaca Al Quran, Allah Swt. berfirman,
“Sesungguhnya, orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al Quran) dan melaksanakan shalat
dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-
terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi, agar Allah menyempurnakan
pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha
Mensyukuri.” (QS Fatir : 29-30)
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menjelaskan bahwa membaca kitab Allah ada dua macam :
Pertama, membaca hukmiyyah, yakni membenarkan berita-berita yang ada dan melaksanakan
hukumnya dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.
Kedua, membaca lafzhiyyah, yakni membaca lafaznya. Telah datang nash-nash yang cukup banyak
menerangkan tentang keutamaannya, baik membaca secara umum isi Al Quran, surat tertentu maupun
ayat tertentu (lih. Majaalis Syahri Ramadhan, tentang Fadhlu tilaawatil Quran)
Keutamaan Membaca Al Quran :
1. Sebaik-baik manusia adalah orang yang belajar Al Quran dan mengajarkannya
Rasulullah Saw. bersabda, “Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al Quran dan
mengajarkannya.” (HR Bukhari)
Hal itu dikarenakan Al Quran adalah firman Allah Swt. Al Quran merupakan ilmu yang paling utama, oleh
karena itu orang yang mempelajari dan mengajarkannya adalah orang yang terbaik di sisi Allah Swt.
2. Al Quran adalah sebaik-baik ucapan
Allah Swt. berfirman, “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa
(ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang,…” (QS Az Zumar : 23)
Rasulullah Saw. bersabda, “Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitab Allah, sebaik-
baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan adalah perbuatan yang diada-adakan
(dalam agama) dan semua bid’ah adalah sesat.” (HR Muslim)
Imam Syafi’i dan ulama lainnya berpendapat bahwa membaca Al Quran merupakan dzikir yang paling
utama.
3. Orang yang mahir membaca Al Quran akan bersama para malaikat
Rasullaah Saw. bersabda, “Orang yang lancar membaca Al Quran akan bersama malaikat utusan yang
mulai lagi berbakti, sedangkan orang yang membaca Al Quran dengan tersendat-sendat lagi berat,
maka ia akan mendapat dua pahala.” (HR Muslim)
Orang yang tersendat-sendat dalam membaca Al Quran mendapatkan dua pahala adalah hasil dari
membaca Al Quran dan karena telah bersusah payah untuknya.
4. Orang yang membaca Al Quran diibaratkan seperti buah utrujjah yang luarnya wangi
dan dalamnya manis
Rasulullah Saw. bersabda,
“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Quran adalah seperti buah utrujjah; aromanya wangi
dan rasanya enak. Orang mukmin yang tidak membaca Al Quran adalah seperti sebuah kurma; tidak
ada wanginya, tetapi rasanya manis. Orang munafik yang membaca Al Quran adalah seperti tumbuhan
raihaanah (kemangi); aromanya wangi tetapi rasanya pahit, sedangkan orang munafik yang tidak
membaca Al Quran adalah seperti tumbuhan hanzhalah; tidak ada wanginya dan rasanya pahit.” (HR
Bukhari dan Muslim)
5. Al Quran akan memberi syafaat kepada pembacanya
Rasulullah Saw. bersabda, “Bacalah Al Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan
syafaat kepada pembacanya.” (HR Muslim)
6. Membaca satu huruf Al Quran akan memperoleh sepuluh kebaikan
Rasulullah Saw. bersabda, “Berangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia akan
mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh.
Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi Aif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim
satu huruf.” (HR Tirmidzi)
7. Pembaca Al Quran akan ditinggikan derajatnya
Rasulullah Saw. bersabda, “Akan dikatakan kepada pembaca Al Quran, ‘Bacalah dan naiklah (ke derajat
yang tinggi), serta tartilkanlah sebagaimana kamu mentartilkannya ketika di dunia, karena kedudukanmu
pada akhir ayat yang kamu baca.” (HR Tirmidzi)
8. Dengan Al Quran, Allah meninggikan suatu kaum dan dengannya pula Allah
merendahkan suatu kaum
Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah meninggikan suatu kaum karena Al Quran ini dan
merendahkan juga karenanya.” (HR Muslim)
Yakni bagi orang yang mempelajari Al Quran dan mengamalkan isinya, maka Allah akan
meningikannya. Sebaliknya, bagi orang yang mengetahuinya, namun malah mengingkarinya, maka
Allah akan merendahkannya.
9. Orang yang membaca Al Quran secara terang-terangan seperti bersedekah secara
terang-terangan
Rasulullah Saw. bersabda, “Orang yang membaca Al Quran terang-terangan seperti orang yang
bersedekah terang-terangan, dan orang yang membaca Al Quran secara tersembunyi seperti orang
yang bersedekah secara sembunyi.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi dan Masa’i, lihat Shahihul Jaami’ : 3105)
Oleh karena itu, bagi orang yang khawatir riya’ lebih utama membacanya secara sembunyi. Namun jika
tidak khawatir, maka lebih utama secara terang-terangan.
10. Tanda cinta kepada Allah adalah mencintai Al Quran
Ibnu Mas’ud berkata, “Barangsiapa yang ingin dicintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah: “Jika ia
mencintai Al Quran, berarti ia mencintai Allah dan Rasul-Nya.” (HR Thabrani)
Utsman bin ‘Affan berkata, “Kalau sekiranya hati kita bersih, tentu tidak akan kenyang (membaca)
kitabullah.”
[Link]
ramadhan/
6. Berpuasnya Rosulullah
Salah satu kebiasaan Nabi Muhammad Saw menjelang Bulan Ramadan adalah beliau tidak akan
memulai puasanya jika belum benar-benar melihat hilal atau belum mendapatkan berita dari orang yang
ia percayai terkait kemunculan hilal. Lantas saat bulan suci sudah tiba, apa saja amalan yang dilakukan
Nabi Muhammad Saw selama Bulan Ramadan berlangsung?
Hadis lain yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw selalu menyegerakan berbuka adalah hadis
dari Aisyah RA.
“Aisyah radhiyallahu ‘anhu bertanya: “Siapa yang menyegerakan berbuka dan menyegerakan salat?”
Kami menjawab: “Abdullah bin Mas’ud.” Ia berkata: “Demikian juga yang dilakukan Rasulullah Saw.” (HR
Muslim)
Sementara itu, maksud dari mengakhirkan sahur Menurut Abu Bakar Al-Kalabadzi, yakni makan sahur di
sepertiga malam terakhir.
“Nabi Saw pernah ditanya, ‘Malam apa yang paling didengar (doa)?’, ‘Sepertiga terakhir malam,’ tegas
Nabi Saw. Dalam hadis lain, Nabi Saw berkata, ‘Mengakhirkan sahur ialah bagian dari fitrah.’
Kemungkinan yang dimaksud mengakhirkan sahur di sini ialah mengerjakannya di sepertiga terakhir
malam. Karena pada waktu itu doa, ampunan, dan hajat dikabulkan Allah Swt.” (Kitab Bahrul Fawaid)
“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari Muslim)
“Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk
air karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad)
“Dari Amru bin al-‘Ash, Rasulullah Saw bersabda, “Beda antara puasa kita dengan puasa ahli kitab
adalah makan sahur.” (HR Muslim)
“Mereka (orang-orang yang bertakwa) sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam
mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (QS Az-Zariyat: 17-18)
4. Menjaga Lisan
Selain ibadah-ibadah konkret, Nabi Muhammad Saw juga melakukan amalan yang tidak tampak oleh
pandangan, yakni menjaga lisannya agar tidak mengeluarkan kata-kata tak pantas. Namun memang
pada dasarnya, Rasulullah Saw adalah makhluk yang mulia, sehingga apa pun yang dilakukan dan
keluar dari lisannya, semua baik. Hal ini tentu saja perlu dicontoh oleh umat Muslim, salah satu caranya
dilatih dengan berpuasa.
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Allah Swt berfirman
(Hadis Qudsi): Setiap amal anak cucu Adam adalah untuknya, kecuali puasa, itu untuk-Ku, dan Aku
yang akan membalasnya. Puasa itu perisai (benteng). Apabila kalian berpuasa maka janganlah berkata
kotor dan bersuara keras (berteriak-teriak). Kalau ada yang mengajak bertengkar atau berdebat maka
katakanlah: Aku sedang puasa.” (HR Bukhari 1904)
“Dari Aisyah radhiyallahu ‘anhu, Hamzah bin Amru al-Aslami bertanya pada Nabi Muhammad Saw:
“Apakah sebaiknya aku berpuasa dalam safar?” Hamzah adalah seorang yang hobi berpuasa. Nabi Saw
menjawab: “Kalau mau silakan berpuasa, kalau mau silakan tidak berpuasa”.”
6. Memperbanyak Sedekah
Di luar Bulan Ramadan, sedekah menjadi salah satu amalan yang dianjurkan, karena sedekah
membersihkan harta kita serta melembutkan hati. Namun, di Bulan Ramadan amalan sedekah menjadi
lebih istimewa, karena akan dilipatgandakan. Seperti halnya Rasulullah Saw yang tidak pernah
melewatkan sedekah di Bulan Ramadan, seperti yang dikatakan hadis berikut:
“Yazid berkata: “Abu al-Khair, tak pernah satu hari pun berlalu melainkan dia pasti bersedekah,
walaupun hanya sepotong kue atau sebutir bawang dan semisalnya.” (HR Ahmad)
7. Memperbanyak Doa
Memperbanyak doa di Bulan Ramadan menjadi salah satu amalan yang dianjurkan, sebab doa-doa
orang yang berpuasa tidak akan didengar dan dikabulkan oleh Allah Swt.
“Tiga doa yang tidak akan ditolak, yaitu doa orang tua, doa orang berpuasa, dan doa musafir.” (HR
Baihaqi)
“Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Rasulullah Saw biasa berbuka dengan rutab
(kurma muda/basah) sebelum salat Magrib. Kalau tidak ada rutab maka beliau berbuka dengan tamar
(kurma kering). Kalau tidak ada maka beliau berbuka dengan minum beberapa teguk air.”
“Dari Zaid bin Khalid al-Juhani dia berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Siapa yang membukakan
(memberikan perbukaan) orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala puasanya tanpa
mengurangi pahala orang itu sedikitpun.” (HR Tirimidzi 807)
[Link]
ramadan/
[Link] Pekanan
Birrul Walidain
[Link] Tarawih
Shalat tarawih merupakan shalat sunnah muakkadah yang dikerjakan selama bulan ramadhan dan umumnya
dilakukan sebanyak 11 atau 23 rakaat, untuk yang 11 rakaat dilakukan dengan 8 + 3 witir (riwayat Malik dan Said
bin Manshur), dan untuk 23 rakaat dilakukan dengan 20 + 3 witir (riwayat Malik, Ibn Nashr dan Al Baihaqi,
madzhab Abu Hanifah, Syafi’i, Ats Tsauri). Shalat sunnah tarawih sendiri memiliki berbagai keutamaan
berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah, seperti dalam beberapa hadist berikut:
1. َمْن َقاَم َرَمَضاَن إيَماًنا َواْح ِتَس اًبا ُغِفَر َلُه َما َتَقَّدَم ِمْن َذْنِبِه
Artinya, “Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya
dosa yang telah lampau” (HR al-Bukhari, Muslim).
2. إَّن الَّر جَل ِإَذا َصَّلى َمَع اإلماِم حَّتى َيْنَصِرَف ُحِسَب َله ِقَياُم ليلٍة
Artinya, “Sesungguhnya seorang laki-laki yang melaksanakan shalat bersama Imam (berjamaah) sampai selesai,
maka baginya dihitung pahala beribadah satu malam penuh.” (HR Abu Dawud)
3.
ُأ ِِإَّن َرَمَضاَن َش ْهٌر َفَرَض الَّلُه ِصَياَمُه َوِإِّني َس َنْنُت ِلْلُمسِلِمْيَن ِقَياَمُه َفَمْن َصاَمُه َوَقاَمُه ِإعيَماًنا َواْح ِتَس اًبا َخ َر َج ِمَْن
“ الُّذُنوْب َكَيْوم َوَلَدْتُه ُّمهSesungguhnya Ramadhan adalah bulan dimana Allah mewajibkan puasanya, dan
sesungguhnya aku menyunnahkan qiyamnya untuk orang-orang Islam. Maka barang siapa berpuasa Ramadhan dan
qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka ia (pasti) keluar dari dosa-dosanya sebagaimana pada hari
ia dilahirkan oleh ibunya. (HR : Ahmad, Ibnu Majah. Al Bazzar, Abu Ya’la dan Abdur Razzaqmeriwayatkannya
dari Abu Hurairah.)
Referensi: [Link]
[Link]
[Link]
tarawih
Oleh sebab itu, tak heran jika Nabi Saw menjadi lebih dermawan di bulan Ramadhan. Pasalnya,
ganjaran yang akan didapat dari menjalankan ibadah bulan Ramadhan sekaligus bersedekah akan
berkali-kali lipat lebih dari yang dibayangkan. Berikut 7 keutamaan sedekah berdasarkan hadis Nabi
Saw dan firman Allah Swt:
Dosa-Dosa Dihapuskan
Rasulullah Saw bersabda: “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR
Tirmidzi)
dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha
melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari no. 1443)
Sederet keutamaan sedekah yang disebutkan di atas memang tidak hanya diberikan pada bulan
Ramadhan saja, tetapi diberikan oleh Allah Swt kepada seluruh hamba-Nya yang bersedekah di bulan
apa pun. Namun, bayangkanlah bagaimana jika keutamaan bulan Ramadhan dan keutamaan sedekah
digabungkan dalam satu waktu? Betapa luar biasanya ia seperti yang dikatakan dalam hadis Nabi Saw:
“Sesungguhnya di surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan
bagian dalamnya dapat dilihat dari luar. Allah menganugerahkannya kepada orang yang berkata baik,
bersedekah makanan, berpuasa, dan salat di kala kebanyakan manusia tidur.” (HR At-Tirmidzi no.1984)
[Link]