0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan13 halaman

Batas-Batas Variabel dalam Penelitian

Makalah ini membahas tentang batas-batas variabel dalam penelitian, termasuk definisi, jenis-jenis, dan hubungan antar variabel. Variabel penelitian dibagi menjadi kuantitatif dan kualitatif, serta memiliki hubungan simetris dan asimetris. Penulis berharap makalah ini dapat membantu pembaca memahami konsep batas-batas variabel dengan lebih baik.

Diunggah oleh

Sl Gufran
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan13 halaman

Batas-Batas Variabel dalam Penelitian

Makalah ini membahas tentang batas-batas variabel dalam penelitian, termasuk definisi, jenis-jenis, dan hubungan antar variabel. Variabel penelitian dibagi menjadi kuantitatif dan kualitatif, serta memiliki hubungan simetris dan asimetris. Penulis berharap makalah ini dapat membantu pembaca memahami konsep batas-batas variabel dengan lebih baik.

Diunggah oleh

Sl Gufran
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BATAS-BATAS VARIABEL

MAKALAH

Makalah Ini Di Ajukan Sebagai Salah Satu Tugas Pada Mata Kuliah Metode
Penelitian Bahasa Arab. Fakultas Tarbiah Dan Ilmu Keguruan Universitas Islam
Negeri Datokarama Palu

Dosen pengampu:

Dr. Nursyam, S. Ag., M. Pd

Di Susun Oleh :

Abd. Gufran Lento

NIM: 211020026

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI DATOKARAMA PALU

2023
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta
hidayah Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan Makalah ini dengan judul “Batas-
Batas Variabel”, tepat pada waktu yang telah ditentukan. Makalah ini diajukan untuk
memenuhi tugas pada mata kuliah Metode Penelitian Bahasa Arab.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan
kemudahan dan kelancaran dalam penulisan Makalah ini, Dosen mata kuliah Metode
Penelitian Bahasa Arab Serta, semua pihak yang turut membantu dalam penyelesaian
tugas ini.
Penulis sangat menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna,oleh
karena itu Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak
untuk perbaikan Makalah ini di kemudian hari.

ii
DAFTAR ISI

SAMPUL ...................................................................................................................... 1
KATA PENGANTAR ................................................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 1
A. Latar Belakang ...................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................................. 1
C. Tujuan Penulisan .................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................. 2
A. DefinisiVariabel ................................................................................................... 2
B. Jenis-Jenis Variable .............................................................................................. 3
C. Hubungan Antar Variable ..................................................................................... 5
BAB III PENUTUP ..................................................................................................... 8
A. Kesimpulan ........................................................................................................... 8
B. Saran ..................................................................................................................... 8

iii
iv
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Variabel adalah elemen penting dalam penelitian ilmiah dan analisis statistik.
Mereka digunakan untuk menggambarkan dan mengukur karakteristik tertentu dari
objek, peristiwa, atau fenomena yang diamati. Dalam banyak kasus, pemahaman yang
mendalam tentang batas-batas atau batasan-batasan yang relevan bagi variabel tersebut
menjadi penting.

Pentingnya memahami batas-batas variabel terletak pada kemampuan kita


untuk menginterpretasikan hasil penelitian dengan benar, membuat generalisasi yang
valid, dan mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis data. Ketika kita tidak
memahami variabel batas-batas, dapat terjadi kesalahan dalam interpretasi dan
penggunaan data, yang berpotensi menghasilkan kesimpulan yang salah atau penalaran
yang cacat.

Variabel sangat penting dalam berbagai bidang ilmu, termasuk matematika,


fisika, ekonomi, dan ilmu sosial lainnya. Mereka memungkinkan kita untuk mengukur,
memodelkan, dan memahami fenomena yang kompleks. Namun, penting untuk diingat
bahwa variabel memiliki batasan-batasan tertentu yang perlu dipahami. Batasan-
batasan ini dapat bersifat teoritis, praktis, atau terkait dengan konteks penggunaannya.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan variabel penelitian?
2. Apa saja jenis-jenis variabel penelitian?
3. Bagaimana keterkaitan antar variabel penelitian?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui dan memahami pengertian variabel penelitian.
2. Untuk mengetahui jenis-jenis variabel penelitian.
3. Untuk mengetahui dan memahami keterkaitan antar variabel penelitian

1
BAB II

PEMBAHASAN
A. DefinisiVariabel

Variabel Penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal
tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2007). Secara Teoritis, para ahli
telah mendefinisikan Variable sebagai berikut:1

1. Hatch & Farhady (1981)


Variable didefinisikan sebagai Atribut seseorang atau obyek yang mempunyai variasi
antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain.

2. Kerlinger (1973)
Variable adalah konstruk (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. Misalnya: tingkat
aspirasi, penghasilan, pendidikan, status social, jenis kelamin, golongan gaji,
produktifitas kerja, dll. Variable dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil

Dari suatu nilai yang berbeda (different values). Dengan demikian, Variabel itu
merupakan suatu yang bervariasi.

3. Kidder (1981)
Variable adalah suatu kualitas (qualities) dimana peneliti mempelajari dan menarik
kesimpulan darinya.

4. Bhisma Murti (1996)


Variable didefinisikan sebagai fenomena yang mempunyai variasi nilai. Variasi

nilai itu bisa diukur secara kualitatif atau kuantitatif.

5. Dr. Ahmad Watik Pratiknya (2007)

Variable adalah Konsep yang mempunyai variabilitas. Sedangkan Konsep adalah


penggambaran atau abstraksi dari suatu fenomena tertentu. Konsep yang berupa

1
Dodiet Aditya Setiawan, Hipotesis dan Variabel Penelitian, cv Tahta Media Group: 2021, 39

2
apapun, asal mempunyai ciri yang bervariasi, maka dapat disebut sebagai variable.
Dengan demikian, variable dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang bervariasi.

6. Sudigdo Sastroasmoro

Variable merupakan karakteristik subyek penelitian yang berubah dari satu subyek

ke subyek lainnya.

7. Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2002)

Variable mengandung pengertian ukuran atau cirri yang dimiliki oleh anggota
– anggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok yang
lain. Variable adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran yang
dimiliki atau didapatkan oleh suatu penelitian tentang sesuatu konsep pengertian
tertentu. Misalnya : umur, jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan, pekerjaan,
pengetahuan, pendapatan, penyakit, dan sebagainya.

B. Jenis-Jenis Variable

Variabel penelitian terbagi menjadi variabel kuantitatif, misalnya umur, laki-


laki, dan lebar jalan. Sedangkan variabel kualitatif, misalnya kepintaran dan
kedisiplinan.
Variabel kuantitatif diklasifikasikan menjadi variabel diskrit dan variabel
kontinum.

1. Variabel diskrit juga disebut variabel nominal atau variabel kategorik,


karena hanya dapat dikategorikan menjadi dua kutub yang berlawanan,
misalnya “ya” dengan “tidak”. Contoh: siang-malam, bisa-tidak bisa dan
sebagainya.
2. Variabel kontinum dikelompokkan ke dalam tiga variabel yaitu:
a. Variabel ordinal, yaitu variabel yang menun-jukkan tingkatan,
misalnya: tinggi-kurang tinggi. Contohnya: pohon mangga
tinggi dan pohon pisang kurang tinggi.
b. Variabel interval, yaitu variabel yang mempunyai jarak, jika
dibandingkan dengan variabel lain, misalnya: jarak
Yogyakarta-Klaten 30 km.

3
c. Variabel ratio, yaitu variabelperbandingan, misalnya: berat pak
Hadi dua kali berat anaknya.
Selain itu, variabel juga dapat di kelompokkan menjadi 5 yaitu :

1. Variabel independen.
Variabel ini sering disebut Variabel stimulus, prediktor, antecedent. Sering Pula
disebut sebagai variabel bebas. Variabel Bebas merupakan variabel yang menjadi
sebab Perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).

2. Variabel dependen.
Variabel ini sering disebut variabel Output, kriteria dan konstan. Dalam bahasa
Indonesia Sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel Terikat merupakan
variabel yang dipengaruhi atau Yang menjadi akibat, karena adanya variabel
bebas.

Menurut jenisnya, Wiliam Wiersma mengklasifikasi Variabel ke dalam kategori


1. Organic variabel, adalah variabel yang karakteris-tiknya berhubungan erat
dengan manusia, seperti: jenis kelamin, sikap dan sebagainya.
2. Intervening variabel, adalah variabel yang kebera-daannya hanya dapat
disimpulkan berdasarkan suatu teori tertentu, tetapi tidak dapat dimanipulasi
atau diukur.
3. Control variabel, merupakan variabel yang dampaknya terhadap dependen
variabel dapat diketahui peneliti. Variabel ini dapat digunakan apabila peneliti
inginmembandingkan dua atau lebih objek penelitian.
4. Moderator variabel, adalah variabel yang mempe-ngaruhi (memperkuat atau
memperlemah) hubun-gan antar variabel independen dengan variabel
dependen. Sering juga disebut variabel independen kedua. Misalnya, penelitian
tentang produktivitas kerja pegawai negeri di Kota Yogyakarta. Maka variabel
moderatornya adalah jenis kelamin pegawai, gaya hidup dan pendidikan.2
Berdasarkan sifatnya variabel mempunyai sifat yang dinamis dan statis, sebagai
berikut:

a) Dinamis
Variabel mempunyai sifat yang dinamis yaitu

2
Rifa’i Abu Bakar, Pengantar Metode Penelitian, SUKA-Pres UIN Sunan Kalijaga: Yogyakarta,
2021, 53-55

4
Sifat yang bisa diganti secara karakter, sehingga dapat dimanipulasi atau diganti
sesuai dengan arah tujuan penelitian. Misalnya seperti prestasi kerja, lingkungan
kerja, produktivitas, dan lain sebagainya

b) Statis
Variabel mempunyai sifat yang statis yaitu sifat yang tidak dapat diubah. Misalnya
seperti jenis kelamin, usia, pendidikan dan lain sebagainya.

Selain berdasarkan sifatnya variabel juga dilihat dari bentuknya yaitu sebagai
berikut:

a) Variabel Konseptual
Variabel konseptual adalah bentuk variabel yang hanya bisa dilihat dari indikator
tampak. Misalkan variabel kinerja karyawan, kompensasi, kompetensi dan lain
lain.

b) Variabel Faktual
Variabel faktual adalah bentuk variabel yang ada berdasarkan fakta. Misalkan jenis
kelamin, usia, tempat tinggal dan lain sebagainya.3

C. Hubungan Antar Variable

Suatu peneltian pada dasarnya adalah untuk membuktikan ada tidaknya hubungan
natara variabel-variabel yang diteliti. Hubungan antar variabel (assosiasi) pada
dasarnya merupakan sifat hubungan antar dua variabel atau lebih. Macam-macam
hubungan natar variabel dpat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:

1. Hubungan Simetris
Hubungan Simetris merupakan suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang
terjadi secara bersamaan dan sama-sama disebabkan oleh pengaruh variabel lain.
Hubungan seperti ini dapat digambarkan dengan skema sebagai berikut:

3
Syafrida Hafni Syahir, Metodologi Penelitian, KBM Indonesia: Bantul-Jogjakarta, 18

5
2. Hubungan Asimetris
Hubungan Asimetris disebut juga sebagai Hubungan Kausal atau Hubungan
Detreministic, yaitu hubungan antara dua variabel atau lebih yang bersifat sebab-
akibat. Jadi disini ada variabel bebas yang mempengaruhi dan variabel terikat yang
dipengaruhi. Sedangkan hubungan antara kedua variabel bersifat kausal apabila
perubahan yang terjadi pada satu variabel akan mempengaruhi perubahan pada
varaienl yang lain. Hubungan kausal ini dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:

a. Hubungan Bivariat
Hubungan Bivariat merupakan hubungan antara 2 variabel, yaitu antara satu
variabel bebas (Independen) dengan satu varaiabel terikat (Dependen). Hubungan
Bivariat ini dapat digambarkan dengan skema seperti berikut:

b. Hubungan Multivariat
Hubungan Multivariat adalah hubungan antara lebih dari 2 varaiabel, yaitu
hubungan antara beberapa variabel bebas (Independen) dengan satu variabel terikat
(Dependen). Gambaran tentang hubungan Multivariat tersebut dapat dijelaskan
dengan skema sebagai berikut:

c. Hubungan Timbal Balik atau Resiprocal

6
Hubungan antar varaiebl yang bersifat timbal balik atau reciprocal ini sering juga
disebut sebagai hubungan Interaktif. Merupakan hubungan antara dua variabel atau
lebih yang saling memengaruhi (timabl-balik). Variabel yang satu dapat menjadi
variabel bebas dari varaiabel yang lain, tetapi juga dapat menjadi variabel terikat dari
varaibel lain. Sehingga pada pola hubungan seperti ini, satu varaiabel dapat disebut
sebagai variabel bebas dan dapat juga disebut sebagai variabel terikat. Hubungan
Resprocal ini dapat digambarkan dengan skema berikut ini:

7
BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan

Variabel Penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa
saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang
hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.

Variabel kuantitatif terbagi dua yaitu :

1. Diskrit

2. Kontinum

Variabel dapat di kelompokkan menjadi lima bagian :

1. Variabel independen
2. Variabel dependen

Hubungan antar variabel terbagi dua :

1. Simetris
2. Asimetris
B. Saran
Demikian makalah ini kami buat dengan harapan pembaca dapat memahami
seperti apa batas-batas variabel. Penulis juga menyadari bahwa makalah ini masih
terdapat banyak kesalahan, olehnya kritik dan saran yang membangun di harapkan
dari berbagai pihak demi kesempurnaan makalah ini.

8
DAFTAR PUSTAKA

Abu Bakar Rifa’i, Pengantar Metode Penelitian, SUKA-Pres UIN Sunan Kalijaga:
Yogyakarta, 2021

Setiawan Dodit Aditya, Hipotesis dan Variabel Penelitian, CV Tahta Media Group:
2021

Syahir Syafrida Hafni , Metodologi Penelitian, KBM Indonesia: Bantul-Jogjakarta

Anda mungkin juga menyukai