BAB I
KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN
A. Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan
A.1 Profil Satuan Pendidikan
SD No. 3 Cemagi merupakan salah satu satuan pendidikan dasar yang terletak di
Jalan …, Br. …, Desa …, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali dengan
No. NPSN/NSS … / …, dengan status sekolah negeri, email sekolah yakni …. SD No. ...
didirikan pada tanggal …. Sekolah ini dibangun di atas tanah seluas …m 2 yang berlokasi
di …. SD No. ... didukung oleh penduduk Banjar … serta penduduk lain yang tinggal di
sekitar lokasi sekolah.
SD No. ... adalah SD imbas dari Gugus … Mengwi. Sebagai sekolah imbas agar
mampu bersaing menjalankan tugas dan fungsinya, walaupun sesungguhnya masih ada
kekurangan. Dilihat dari sarana dan prsarana sampai saat ini SD ... memiliki: 2 (dua)
gedung belajar, 1 (satu) bangunan perpustakaan. Gedung belajar unit 1 (satu) berlantai 2
(dua) dengan kapasitas 5 (lima) ruang kelas dan 1 (satu) ruang guru serta 2 (dua) kamar
kecil. Bangunan belajar unit 2 (dua) dengan kapasitas 2 (dua) ruangan namun keadaannya
sekarang rusak berat dan tidak bisa digunakan sebagai ruangan belajar. Dalam rangka
meningkatkan penghayatan keyakinan terhadap Tuhan, sesuai dengan mayoritas warga
sekolahnya umat Hindu, SD No. ... memiliki sebuah Padmasana sebagai tempat
persembahyangan dan sebuah Tugu Karang.
Dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran, sampai dengan saat ini SD No. ...
berupaya meningkatkan sarana pendidikan. Dimana SD No. ... memiliki beberapa
perangkat ICT (LCD Fokus dan sejumlah CD Pembelajaran). Sebuah perpustakaan dengan
koleksi buku yang meliputi buku referensi untuk guru, manajemen, karya guru, buku-buku
fiksi, referensi untuk siswa, penunjang, ensiklopedia, atlas, kamus, dan buku-buku
CONTOH KOSP TP 2025/2026 1
pegangan pokok. Selain itu perpustakaan SD No. ... juga memiliki bahan pustaka berupa
globe, bola langit, KIT IPA, KIT Matematika, peta, dan alat belajar lain dalam jumlah yang
cukup. Dengan adanya perpustakaan yang dikelola sedemikian rupa sehingga dapat
dimanfaatkan sebagai sumber belajar siswa dan dapat meningkatkan minat baca atau
literasi seluruh warga sekolah.
OPSI
NAMA SATUAN :
NPSN :
NISN :
ALAMAT :
NO KONTAK :
EMAIL :
WEBSITE :
DLL :
A.2 Konteks Sosial dan Ekonomi
Kondisi masyarakat lingkungan sekolah sebagai masyarakat yang relatif memiliki
wawasan yang memadai. Mayoritas penduduk berprofesi sebagai wiraswasta, pedagang,
sebagai PNS, dan karyawan swasta maupun peternak ikan hias. Ada juga disekitar sekolah
industri kecil seperti konveksi dan kuliner.
Dengan demikian kondisi sosial Orang Tua peserta didik rata-rata menengah
kebawah, namun tingkat kepedulian cukup terhadap pendidikan. Kondisi Ekonomi yang
demikian itu menimbulkan dampak bagi perkembangan pendidikan di SD No. ….
Penduduk sekitar lingkungan sekolah mayoritas beragama islam, ada juga beberapa
agama Kristen dan Katolik sebagai agama minoritas. Meskipun demikian, masyarakat
hidup berdampingan rukun, damai, sejahtera. SD No. … dekat dengan lingkungan
perkotaan, sehingga masalah sampah adalah salah satu masalah bersama.
Sekolah meyakini bahwa lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif dapat
mendukung berkembangnya pengetahuan, mengasah keterampilan, serta membentuk sikap
CONTOH KOSP TP 2025/2026 2
belajar yang baik dari siswa. Lingkungan Sekolah dirancang sesuai dengan tujuan
pendidikan yang dapat dimanfaatkan siswa sebagai sumber belajar. Pendampingan aktif
dari guru-guru dilakukan saat siswa berinteraksi untuk memastikan proses sosialisasi siswa
berjalan sesuai yang diharapkan.
SD No. … meyakini bahwa literasi merupakan kebutuhan dasar dalam belajar dan
berkomunikasi. Keterampilan ini akan berkembang maksimal apabila siswa berada dalam
lingkungan belajar yang literat (literate environment). Untuk mewujudkan hal ini, sekolah
memperkaya lingkungannya dengan berbagai perangkat literasi yang dapat ditemukan
siswa di dalam maupun di luar kelas. Lingkungan sekolah memiliki beragam sumber dan
media pembelajaran , sarpras dan tanaman mulai dari tanaman buah, hias, dan apotek
hidup yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar peserta didik.
A.3 Konteks Budaya
Lingkungan sekolah terdapat objek bersejarah yaitu Taman Ayun yang dikunjungi
oleh masyarakat Bali sebagai tempat tujuan Tirta Yatra atau wisata relegi. SD No. …
memiliki peluang berkembang cukup besar karena letak geografisnya yang strategis selain
sebagai daerah pariwisata. Lokasi sekolah berada di kawasan yang mudah dijangkau ada
dijalan utama desa, keadaan lingkungan yang tenang dan nyaman. Dibalik itu semua
ancaman yang bersumber dari pergeseran nilai budaya yakni adanya kecenderungan sikap
hidup metropolis yang mulai melanda kehidupan peserta didik, menirukan perilaku
masyarakat yang tidak jelas latar belakangnya sebagai dampak dari perkembangan
pariwisata .
Oleh karena itu, kegiatan pembentukan budi pekerti dan melestarikan seni budaya
tradisional sangat dioptimalkan melalui kegiatan pengembangan diri. Menyikapi kondisi
ini, SD No. … melakukan upaya nyata berupa peningkatan mutu pendidik dan tenaga
kependidikan, melengkapi sarana dan prasarana, menjalin kerja sama yang harmonis
dengan orang tua peserta didik/wali peserta didik dan mengadakan kegiatan pengembangan
diri dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dan masyarakat.
A.4 Pendidik dan Tenaga Kependidikan
CONTOH KOSP TP 2025/2026 3
Keadaan SDM di SD No. ... saat ini didukung oleh 1 (satu) orang kepala sekolah
dengan kualifikasi S1 kependidikan, 6 (enam) orang guru kelas dengan kualifikasi S1, 1
(satu) orang guru PJOK dengan kualifikasi S1, 1 (satu) orang guru berlatar belakang
pendidikan Agama Hindu dengan kualifikasi S1, 1 (satu) orang guru Bahasa Inggris
dengan kualifikasi S1, 1 (satu) orang guru Bahasa Bali dengan kualifikasi S1, 2 (dua)
orang pegawai administrasi dengan kualifikasi S1, 1 (satu) orang staf perpustakaan dengan
kualifikasi D2, dan 1 (satu) orang tenaga kebersihan. Dengan kondisi tersebut keberadaan
PTK pada SD No. ... sudah memadai dari segi kompetensinya.
Saat ini SD No. ... memiliki alam lingkungan sebagai sumber belajar selain
sejumlah buku atau media pendidikan yang telah terurai di atas. Beranjak dari keadaan
lingkungan dan aktivitas keseharian masyarakat pendukungnya, beberapa hal yang layak
dijadikan pertimbangan sebagai bahan pembelajaran antara lain materi majejahitan atau
hasta karya, tari Bali, koding serta pembelajaran bahasa Inggris sebagai keunggulan global.
Dalam pelaksanaannya, semua pembelajaran tersebut diselenggarakan sesuai dengan
kemampuan dan dukungan yang diperoleh dari berbagai pihak. Terutama keberadaan
masyarakat pendukung sekitar sekolah sangat antusias terhadap perkembangan sekolah,
keterlibatan Komite sekolah merupakan daya dukung dalam pengembangan kebiajakan
sekolah.
Opsi
Tabel 1… Daftar kondisi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
NO NAMA NIP PANGKAT/ JABATAN IJASAH TUGAS
TENDIK GOL TERAKHIR
RUANG
Tabel 1… Pengembangan Profesi Guru Tahun Ajaran 2025/2026
NO NAMA TENDIK KEGIATAN PELAKSAN TINGKAT
PKB A
CONTOH KOSP TP 2025/2026 4
A.5 Peserta Didik
SD No. ... memiliki siswa yang tercatat pada tahun pelajaran 2025/2026 adalah …
orang terdiri dari 6 (enam) rombel. Siswa SD No. ... berasal dari berbagai latar belakang
yang berbeda; agama, budaya, sosial ekonomi keluarga, dan pendidikan orang tua. Setiap
anak adalah unik. Mereka memiliki kemampuan dan pengalaman belajar yang tidak sama.
Sebagian siswa memiliki potensi di area akademik, namun tidak sedikit juga siswa yang
masih perlu dikembangkan kemampuan sosial dan emosional mereka.
Siswa memiliki potensi dan minat yang berbeda. Sebagian siswa memiliki minat
di bidang seni, olahraga, matematika dan sains. Sekolah memfasilitasi kebutuhan mereka
dengan menyiapkan program pengembangan potensi dan minat mereka. Dengan adanya
keberagaman potensi peserta didik yang dikembangkan dengan memanfaatkan kondisi
lingkungan sebagai inspirasi dalam pembelajaran.
Keberagaman siswa memperkaya sosialisasi di SD No. .… Kondisi ini diharapkan
akan meningkatkan keterampilan bersosialisasi, toleransi, rasa syukur, keterampilan emosi,
komunikasi, dan memecahkan masalah yang mereka temui dalam perjalanan belajar
mereka sehari-hari. Sekolah memiliki kewajiban untuk mengembangkan siswa secara
seimbang. Dengan demikian, program yang dirancang memerhatikan empat ranah (sosial,
emosional, intelektual, fisik) dengan ranah spiritual sebagai payung besar.
OPSI
Tabel 1… Data Siswa 3 Tahun Terakhir
NO KELAS BANYAK ROMBEL BANYAK SISWA
2022/2023 2023/2024 2024/2025
CONTOH KOSP TP 2025/2026 5
Tabel 1 … Daftar Prestasi Siswa Tahun Ajaran 2024/ 2025
1. PRESTASI AKADEMIK
JENIS TINGKAT
NO PESERTA PRESTASI
LOMBA LOMBA
2. PRESTASI NON KADEMIK
JENIS TINGKAT
NO PESERTA PRESTASI
LOMBA LOMBA
A.6 Kemitraan / Kerjasama
Berbagai pihak yang berhubungan dengan pelaksanaan program kegiatan SD …
dicoba untuk dilibatkan secara aktif dan partisipatif untuk mendukung tercapainya tujuan
yang ditetapkan. Sekolah menjalin kemitraan baik dengan pemerintah daerah, swasta,
maupun dengan wali murid. Kemitraan terkait dapat dilihat pada tabel berikut:
NO LEMBAGA BENTUK KERJASAMA KET
KERJASAMA
1 LPD BEA SISWA Bagi juara kelas
2 Desa Adat
3 DLL
B. Analisis Kebutuhan Sekolah
Berdasarkan karakteristik lingkungan sekolah, dikembangkan menjadi analisis
kebutuhan sekolah untuk mengetahui arah kebijakan dan kurikulum operasional satuan
Pendidikan SD No …. Berikut adalah hasil analisis kebutuhan sekolah :
CONTOH KOSP TP 2025/2026 6
No Aspek Hasil Analisis
1 Peserta Didik 1. Peserta didik mampu memenuhi profil pelajar Pancasila
yang mampu menjalankan ajaran agama yang dianutnya,
mampu menerapkan sikap toleransi beragama.
2. Peserta didik yang mampu beradaptasi dengan segala
potensi yang dimiliki oleh lingkungan SD No. …
3. Peserta didik yang mampu menjadi bagian solusi
pemasalahan lingkungan dan sosial (sampah dan sosial)
4. Peserta didik mampu mengambil peran dalam upaya
pelestarian dan perlindungan lingkungan dan budaya.
2 Guru dan Tendik 1. Profil guru yang dibutuhkan untuk mewujudkan profil
peserta didik tersebut adalah :
2. Guru yang memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian,
sosial, dan profesional
3. Guru yang mampu menjadi teladan dalam sikap
toleransi, pelestarian budaya dan lingkungan, memiliki
ketrampilan dalam memanfaatkan potensi lokal.
4. Guru dan tenaga kependidikan perlu mendapatkan
peningkatan profesionalitas melalui beberapa kegiatan
pelatihan, FGD, seminar, workshop dan sejenisnya.
5. Pendampingan ekstrakurikuler memerlukan pendam-
pingan ahli dalam kegiatan ekstrakurikuler.
3 Sarpras 1. Sarana dan prasarana yang tersedia di SD No ….
2. Sekolah perlu menjaga kemitraan untuk dapat berjalan
aktif.
C. Landasan Pengembangan Kurikulum
Berdasar hal diatas maka proses pengembangan dan penyusunan Kurikulum SD No …
Tahun Pelajaran 2025/2026 dilakukan dengan melaksanakan proses analisa kondisi
CONTOH KOSP TP 2025/2026 7
lingkungan lokal dan global. Dari proses ini dapat dijabarkan bahwa Kurikulum SD
No … Tahun Pelajaran 2025/2026 dikembangkan dan disusun dengan memperhatikan
landasan berikut :
C.1 Landasan Filosofis di Kerangka Dasar
Kurikulum Merdeka berlandaskan pada cita-cita kemerdekaan dan falsafah
Pancasila yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa serta mewujudkan kehidupan
manusia dan masyarakat Indonesia yang berdasar pada: Ketuhanan Yang Maha Esa,
Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan
suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Secara lebih operasional pandangan
filosofi pendidikan dalam rangka pengembangan Kurikulum Merdeka didasarkan pada
kerangka pemikiran Ki Hajar Dewantara, terutama terkait membangun manusia merdeka,
yaitu manusia yang secara lahir atau batin tidak bergantung kepada orang lain, akan tetapi
bersandar atas kekuatan sendiri. Pembelajaran diarahkan untuk memerdekakan,
membangun kemandirian, dan kedaulatan Peserta Didik, namun dengan tetap mengakui
otoritas Pendidik. Pendidikan dimaksudkan agar Peserta Didik kelak sebagai manusia dan
anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
Berdasarkan pertimbangan di atas, berikut poin landasan filosofis Kurikulum Merdeka :
1. pendidikan nasional Indonesia mendorong tercapainya kemajuan dengan berpegang dan
mempertimbangkan konteks Indonesia, terutama akar budaya Indonesia.
2. pendidikan nasional Indonesia diarahkan untuk membentuk manusia Indonesia yang
holistik, yang dapat mengoptimalkan potensi diri dengan baik, untuk tujuan yang lebih
luas dan besar.
3. pendidikan nasional Indonesia responsif terhadap perubahan sosial, ekonomi, politik,
dan budaya.
4. keseimbangan antara penguasaan kompetensi dan karakter Peserta Didik.
5. keleluasaan Satuan Pendidikan dalam menyusun Kurikulum dan
mengimplementasikannya.
CONTOH KOSP TP 2025/2026 8
6. pembelajaran perlu melayani keberagaman dan menyesuaikan dengan tingkat
perkembangan Peserta Didik.
7. pelaksanaan pembelajaran diselenggarakan dalam suasana belajar yang interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi Peserta Didik untuk berpartisipasi
aktif, dan memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai
dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis Peserta Didik.
8. Pendidik memiliki otoritas dalam mendidik Peserta Didik dan mengimplementasikan
Kurikulum dalam pembelajaran.
C.2 Landasan Sosiologis
Kurikulum Merdeka diharapkan memberikan dasar pengetahuan, kecakapan, dan
etika untuk merespons realitas revolusi industri 4.0 dan masyarakat 5.0. Adapun kecakapan
yang dimaksudkan adalah kecakapan yang relevan di abad 21. Era revolusi industri 4.0 dan
masyarakat 5.0 juga membutuhkan lingkungan belajar yang saling terhubung yang
menginspirasi imajinasi, memicu kreativitas, dan memotivasi Peserta Didik.
Konteks nasional Indonesia dicirikan dengan keragaman sosial, budaya, agama,
etnis, ras, dan daerah, yang merupakan kekayaan yang potensial namun juga dapat
mengalami berbagai isu. Kurikulum sebagai upaya merespons dan berkontribusi
memecahkan masalah sosial melalui pendidikan. Muatan Kurikulum terkait karakter, nilai-
nilai, etos kerja, berpikir ilmiah, dan akal sehat, perlu ditekankan. Kurikulum juga
menekankan pentingnya desain fleksibilitas dalam penerapan pembelajaran, agar Peserta
Didik mempelajari hal yang relevan terjadi di lingkungan sekitarnya, dengan tetap
mempromosikan perdamaian untuk isu suku, agama, ras, dan antargolongan, kesetaraan
gender, dan isu kontekstual lainnya.
Kurikulum Merdeka merancang penyiapan Peserta Didik sebagai warga dunia.
Kurikulum tidak terlepas dari dinamika dan isu-isu global. Peserta Didik diasah sensitivitas
sosialnya atas masalah yang terjadi di berbagai belahan dunia lain, termotivasi untuk
belajar beragam budaya yang berbeda-beda, dan terdorong untuk berkontribusi bagi
kehidupan dunia yang lebih baik. Kurikulum juga menekankan pembelajaran yang
CONTOH KOSP TP 2025/2026 9
ekologis, interkultural, dan interdisiplin untuk transformasi sosial yang lebih adil dan masa
depan yang berkelanjutan
C.3. Landasan Psikopedagogis
Landasan psikopedagogis merupakan landasan yang memberikan dasar Kurikulum terkait
proses manusia belajar dan berkembang. Penggabungan teori psikologi perkembangan dan
pedagogi dimaksudkan untuk memastikan bahwa pengalaman belajar disesuaikan dengan
kebutuhan dan kapasitas Peserta Didik. Peserta Didik ditempatkan sebagai pelaku aktif
pembelajaran, dengan memperhatikan tingkat perkembangan dan hal-hal yang dapat
mendukung kemajuan belajar Peserta Didik. Teori yang melandasi psikopedagogi
Kurikulum Merdeka yaitu: (1) teori perkembangan, (2) teori pembelajaran, (3) teori
kompetensi emosional/ kejiwaan, dan (4) teori motivasi
C.4 Landasan Yuridis
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010
Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010
tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5157);
4. Surat Edaran Dikdasmen Depdiknas Nomor 380/G.06/MN/2003 tentang Pendidikan
Inklusi.
5. Peraturan Menteri Nomor 70 Tahun 2009 Tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta
Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat
Istimewa
CONTOH KOSP TP 2025/2026 10
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Perubahan
Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru
7. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 18
Tahun 2016 Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru.
8. Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun
2018 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun
2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah
11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun
2021 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah
Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah
Kejuruan.
12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022 Perubahan Atas
Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan.
13. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik
Indonesia Nomor 5 Tahun 2022 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pada
Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan
Menengah
14. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik
Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Standar Isi Pada Pendidikan Anak Usia
Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
15. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik
Indonesia Nomor 16 Tahun 2022 Tentang Standar Proses Pada Pendidikan Anak
Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah
16. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik
Indonesia Nomor 21 Tahun 2022 Tentang Standar Penilaian Pendidikan Pada
Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan
Menengah.
17. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik
Indonesia Nomor 262/M/2022 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri
CONTOH KOSP TP 2025/2026 11
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 56/M/2022 Tentang
Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran
18. Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi No.009/H/KR/2022 tentang
Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka.
19. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik
Indonesia Nomor 18 Tahun 2023 tentang Standar Pembiayaan pada Pendidikan
Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
20. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia
Nomor 22 Tahun 2023 tentang Standar Sarana dan Prasarana pada Pendidikan Anak
Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah
21. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia
Nomor 47 Tahun 2023 tentang Standar Pengelolaan pada Pendidikan Anak Usia
Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah
22. Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi No. 032 /H/KR/2024 tentang
Perubahan Atas Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen
Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor
033/H/KR/2022 Tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini,
Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum
Merdeka
23. Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 048/H/KU/2023 tentang
Petunjuk Teknis Standar Sarana dan Prasarana pada PAUD, Jenjang Pendidikan
Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
24. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik
Indonesia Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia
Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
25. Surat Edaran Direktorat Jendral Pendidikan anak usia Dini, Pendidikan dasar dan
pendidikan Menengah Nomor 1725/C.c4/DM.00.02/2024 Tentang Gerakan Sekolah
Sehat
CONTOH KOSP TP 2025/2026 12
26. Surat Edaran Dirjen Pauddasmen Nomor 0759/C/HK.04.01/2023 Tentang Penguatan
Transisi Paud ke SD Kelas Awal
27. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan olah Raga Provinsi Bali
Nomor : B.10.400.3/4563/[Link]/DISDIKPORA Tentang Kalender
Pendidikan Provinsi Bali Tahun Pelajaran 2025/2026 Kepala Dinas Pendidikan
Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi Bali
28. Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun
2025, Menteri Dalam Negeri Nomor 800.2.1/225/SJ, dan Menteri Agama Nomor 1
Tahun 2025 tentang Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan di Satuan
Pendidikan.
29. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 3
Tahun 2025 Tentang Sistem Penerimaan Murid Baru
30. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Ijazah Jenjang Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah.
31. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 9
Tahun 2025 Tentang Tes Kemampuan Akademik.
32. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 10
Tahun 2025 Tentang Standar Kompetensi Lulusan pada Kependidikan Anak Usia
Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
33. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah Republik Indonesia Nomor 11
Tahun 2025 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru
34. Keputusan Bupati Badung Nomor 1571/047/HK/2025 Tentang Petunjuk Teknis
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru di Kabupaten Badung.
35. Lampiran II Keputusan Bupati Badung Nomor 1571/047/HK/2025 Tentang Petunjuk
Teknis Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru Jenjang Sekolah Dasar di
Kabupaten Badung.
36. RAPAT SEKOLAH
CONTOH KOSP TP 2025/2026 13