0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
666 tayangan16 halaman

Pedoman RKP Desa 2026 dan Usulan 2027

Dokumen ini adalah pedoman pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintahan Desa (RKP Desa) tahun 2026 dan Daftar Usulan tahun 2027 yang mengacu pada berbagai regulasi terkait pembangunan desa. Tujuan dari pedoman ini adalah untuk memberikan kerangka acuan bagi pemerintah desa dalam menyusun program dan kegiatan, serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. Pelaksanaan RKP Desa melibatkan berbagai tahapan, termasuk musyawarah desa, pembentukan tim penyusun, dan lokakarya untuk memastikan partisipasi masyarakat dan keselarasan dengan pembangunan daerah.

Diunggah oleh

Eddy Wijaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
666 tayangan16 halaman

Pedoman RKP Desa 2026 dan Usulan 2027

Dokumen ini adalah pedoman pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintahan Desa (RKP Desa) tahun 2026 dan Daftar Usulan tahun 2027 yang mengacu pada berbagai regulasi terkait pembangunan desa. Tujuan dari pedoman ini adalah untuk memberikan kerangka acuan bagi pemerintah desa dalam menyusun program dan kegiatan, serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. Pelaksanaan RKP Desa melibatkan berbagai tahapan, termasuk musyawarah desa, pembentukan tim penyusun, dan lokakarya untuk memastikan partisipasi masyarakat dan keselarasan dengan pembangunan daerah.

Diunggah oleh

Eddy Wijaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEDOMAN PELAKSANAAN RENCANA KERJA PEMERINTAHAN DESA

TAHUN 2026 DAN DAFTAR USULAN TAHUN 2027

I.​ PENDAHULUAN
A.​ DASAR PEDOMAN
1.​ Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
2.​ Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang
Pedoman Pembangunan Desa
3.​ Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang
Pengelolaan Keuangan Desa
4.​ Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi Nomor 16 Tahun 2019 tentang Musyawarah Desa
5.​ Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan
Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum
Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa
6.​ Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
7.​ Peraturan Bupati Lumajang Nomor 40 Tahun 2018 Tentang Petunjuk
Teknis Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa
dan Rencana Kerja Pemerintah Desa
8.​ Peraturan Bupati Lumajang Nomor 59 Tahun 2018 Tentang
Pengelolahan Keuangan Desa yang telah dirubah dengan Peraturan
Bupati Nomor 31 Tahun 2024 tentang perubahan atas Peraturan
Bupati Lumajang Nomor 59 Tahun 2018 Tentang Pengelolahan
Keuangan Desa

B.​ LATAR BELAKANG


Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 3 tahun 2024
tentang perubahan kedua Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang
Desa pasal 79 bahwa pemerintah desa menyusun perencanaan
pembangunan desa sesuai dengan kewenangannya dengan mengacu
pada perencanaan pembangunan kabupaten, maka setiap desa di
kabupaten wajib merencanakan pembangunan desa yang meliputi
Rencana Kerja Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) dan Rencana Kerja
Pemerintah Desa (RKP Desa).
Regulasi yang mengatur terkait perencanaan pembangunan desa
telah disusun oleh dua kementerian yaitu Kementerian Dalam Negeri
dalam Peraturan Menteri Dalam negeri Nomor 114 Tentang Pedoman
Pembangunan Desa, dan Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman
Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. Kedua
regulasi tersebut memiliki banyak persamaan dan sedikit perbedaan
dalam penyusunan dokumen perencanaan desa. Sementara dalam
penyusunan perencanaan pembangunan desa dirasa perlu mensinergikan
dengan pembangunan daerah yang dalam hal ini dituangkan pada
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lumajang. Dalam
peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum
Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa mengatur tata
kelolah pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa difokuskan
dalam upaya mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.
SDGs Desa merupakan upaya terpadu pembangunan Desa untuk
percepatan pencapaian pembangunan berkelanjutan.
Pada tahun 2026 Pembangunan Daerah Kabupaten Lumajang
diarahkan pada 8 (delapan) asta cita presiden dan wakil presiden serta 20
janji Bupati Lumajang. Selain itu dalam menyusun perencanaan
pembangunan desa, setiap desa perlu memperhatikan adanya
program-program untuk kelompok marginal maupun kelompok retan.
Kelompok marginal dan rentan merupakan kelompok yang memiliki
kondisi yang tidak proposional yang diakibatkan oleh keterbatasan akses
pada layanan dasar, kesempatan ekonomi yang disebabkan oleh
kemiskinan, keterpencilan, atau keterbatasan mobilitas, keterputusan
layanan dan akses akibat kondisi darurat untuk menjangkau semua orang,
serta tersisih karena usia, kemampuan fisik (disabilitas), dan identitas
sosialnya.
Demi terwujudnya kualitas perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan desa, maka pemerintah desa perlu mendapatkan
pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Lumajang yang secara teknis
dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten
Lumajang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Camat, serta unsur
organisasi perangkat daerah terkait dan/atau pihak ketiga. Petunjuk teknis
penyusunan RKP Desa Tahun 2026 ini digunakan sebagai pedoman
dalam penyelenggaraan pembangunan desa, penyelenggaraan
pemberdayaan masyarakat desa, fasilitasi pembangunan desa,
pengembangan kerja sama desa, pengembangan kerja sama dengan
pihak ketiga dan fasilitasi penanganan bencana alam dan/atau bencana
nonalam yang dimungkinkan terjadi di desa.

C.​ TUJUAN
Tujuan diterbitkannya pedoman pelaksanaan RKP Desa tahun 2026 dan
Daftar Usulan tahun 2027 antara lain sebagai berikut:
1.​ Sebagai kerangka acuan bagi pemerintah desa dalam menyusun
program dan kegiatan Tahun 2026 dan Daftar Usulan tahun 2027
dalam mewujudkan visi misi yang telah ditetapkan dalam RPJM Desa;
2.​ Sebagai instrumen penilaian kinerja perangkat desa, dalam mengukur
efektivitas pelaksanaan tugasnya;
3.​ Sebagai pedoman BPD dalam merumuskan pokok pikiran dan
kebijakan strategis di Desa;
4.​ Sebagai panduan bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang, camat,
pendamping professional, dan/atau pihak ketiga dalam rangka
memfasilitasi perencanaan pembangunan Desa.
5.​ Sebagai instrumen akuntabilitas dan transparansi pemerintah desa
oleh masyarakat dalam rangka pengawasan partisipatif atas kinerja
pemerintah desa.
II.​ PELAKSANAAN
A.​ WAKTU PELAKSANAAN
Pelaksanaan RKP Desa disusun secara berjangka untuk jangka 1
(satu) tahun disusun pada bulan Juli tahun 2025 dan ditetapkan melalui
Peraturan Desa paling akhir bulan September tahun 2025. Adapun jadwal
pelaksanaan setiap tahapan sebagai berikut:
1.​ Sesuai Tahapan Peraturan Bupati Nomor 40 Tahun 2018 Tentang
Petunjuk Teknis Penyusunan rencana Pembangunan Jangka Menegah
Desa dan Rencana Kerja Pemerintah Desa
No Kegiatan Waktu Pelaksanaan
1 Musyawarah Desa perencanaan Minggu I s.d Minggu
pembangunan desa III bulan Juni 2025.
2 pembentukan tim penyusun RKPDesa Minggu IV bulan Juni
2025.
3 Lokakarya (Pencermatan PADesa) Minggu I bulan Juli
4 Lokakarya (Pencermatan pagu indikatif 2025
Desa dan Penyelarasan Program/Kegiatan
masuk ke Desa)
5 Lokakarya (jaringan aspirasi masyarakat
dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah)
6 Lokakarya (pencermatan ulang dokumen Minggu II bulan Juli
RPJM Desa) 2025
7 Lokakarya (evaluasi pelaksanaan RKP
Desa tahun sebelumnya)
8 Lokakarya (analisa keadaan darurat) Minggu III bulan Juli
9 Lokakarya (pencermatan kesepakatan 2025
kerjasama antar Desa dan/atau dengan
pihak ketiga)
10 Lokakarya (daftar usulan pelaksana Minggu IV bulan Juli
kegiatan pembangunan Desa) 2025
11 Penyusunan rancangan RKPDesa 2026 Minggu I s.d Minggu
IV bulan Agustus
2025
12 Penyepakatan rancangan RKPDesa 2026 Minggu I s.d Minggu II
melalui musyawarah perencanaan bulan September
Pembangunan desa 2025
13 Penetapan RKP Desa 2026 Minggu III s.d Minggu
IV bulan September
2025

2.​ Sesuai Tahapan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah


Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman
Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa

NO Tahapan RKP Desa Waktu

1 Musyawarah Desa Perencanaan Minggu I s.d Minggu III


Pembangunan Desa Juni 2025

2 Pembentukan Tim Penyusun RKP Desa Minggu IV Juni 2024

3 Pencermatan dan Penyelarasan Rencana Minggu I s.d Minggu II


Kegiatan
Juli 2025

4 Pencermatan Ulang RPJM Desa Minggu III s.d Minggu


IV Juli 2025

5 Penyusunan Rancangan RKP Desa Tahun Minggu I s.d Minggu IV


2026 dan Daftar Usulan RKP Desa tahun Agustus 2025
2027
6 Musyawarah Perencanaan Pembangunan Minggu I s.d Minggu II
Desa September 2025

7 Musyawarah Desa penetapan RKP Desa Minggu III s.d Minggu


2026 IV September 2025

B.​ TAHAPAN PENYUSUNAN RKP


Tahapan penyusun RKP Desa dapat berpedoman pada Peraturan
Bupati Nomor 40 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Teknis Penyusunan
rencana Pembangunan Jangka Menegah Desa dan Rencana Kerja
Pemerintah Desa atau sesuai dengan Peraturan Menteri Desa,
Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020
tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan
Masyarakat Desa.
Adapun tahapan penyusunan RKP Desa sesuai Peraturan Bupati
Nomor 40 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Teknis Penyusunan rencana
Pembangunan Jangka Menegah Desa dan Rencana Kerja Pemerintah
Desa meliputi:
1.​ Penyusunan Rencana pembangunan Desa melalui Musyawarah desa
(Musdes)
Musyawarah Desa dalam rangka penyusunan perencanaan
pembangunan desa diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan
Desa (BPD) paling lambat bulan Juni tahun berjalan. Hasil
musyawarah desa akan digunakan untuk pedoman bagi pemerintah
desa dalam penyusunan rancangan RKP Desa. Musyawarah desa
membahas tentang:
a.​ Mencermati Usulan/aspirasi masyarakat
b.​ Mencermati Laporan RKP desa tahun sebelumnya
c.​ Mencermati dan menyepakati ulang dokumen RPJM Desa
d.​ Membentuk tim verifikasi

Hasil Musdes dituangkan dalam Berita acara sesuai format pada


Peraturan Bupati Nomor 40 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Teknis
Penyusunan rencana Pembangunan Jangka Menegah Desa dan
Rencana Kerja Pemerintah Desa

2.​ Pembentukan Tim Penyusun RKP Desa


Kepala desa membentuk tim penyusun dalam bentuk surat keputusan
kepala desa. Tim penyusun yang dimaksud terdiri dari:
a.​ Kepala desa selaku Pembina
b.​ Sekretaris desa selaku ketua
c.​ Ketua lembaga ketahanan masyarakat desa selaku sekretaris
d.​ Anggota yang terdiri dari unsur perangkat desa, lembaga
ketahanan masyarakat, kader pemberdayaan masyarakat desa
dan unsur masyarakat
Jumlah tim penyusun terdiri dari minimal 7 (Tujuh) orang dan
maksimal 11 (sebelas) orang dengan mengikutsertakan kaum
perempuan 30% dari jumlah tim. Tim Penyusun bertugas
melaksanakan Lokakarya Desa.

3.​ Lokakarya Desa


Tim penyusun melaksanakan lokakarya desa dengan pembahasan
sebagai berikut:
a.​ Pencermatan Pendapatan Asli Desa
b.​ Pencermatan pagu Indikatif Desa dan penyelarasan
program/kegiatan masuk ke desa
c.​ Jaringan aspirasi masyarakat dari Dewan Perwakilan Rakyat
(DPR)
d.​ Pencermatan ulang RPJM Desa
e.​ Evaluasi pelaksanaan RKP Desa tahun sebelumnya
f.​ Analisa keadaan darurat
g.​ Pencermatan kesepakatan kerjaama antar desa dan atau dengan
pihak ketiga
h.​ Daftar usulan pelaksana kegiatan pembangunan desa

Hasil lokakarya desa dapat dituangkan pada format-format sesuai


kebutuhan pembahasan lokakarya desa dengan mengacu format
pada Peraturan Bupati Nomor 40 Tahun 2018 Tentang Petunjuk
Teknis Penyusunan rencana Pembangunan Jangka Menegah Desa
dan Rencana Kerja Pemerintah Desa

4.​ Penyusunan rancangan RKP Desa


Rancangan RKP Desa memuat antara lain:
a.​ Analisa prioritas RPJM Desa
b.​ Evaluasi pelaksanaan RKP Desa tahun sebelumnya
c.​ Prioritas program, kegiatan, anggran Desa yang dikelolah oleh
desa
d.​ Rencana program , kegiatan, dan anggaran yang dikelolah oleh
pihak ketiga
e.​ Prioritas program, kegiatan, anggran Desa yang dikelolah oleh
desa sebaai kewenangan penugasan dari pemerintah, pemerintah
propinsi jawa timur, dan pemerintah daerah
f.​ Pelaksanan kegiatan desa

Rancangan RKP Desa dituangkan dalam format sesuai pada


Peraturan Bupati Nomor 40 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Teknis
Penyusunan rencana Pembangunan Jangka Menegah Desa dan
Rencana Kerja Pemerintah Desa
5.​ Penyepakatan rancangan RKP Desa melalui Musyawarah
perencanaan pembangunan desa
Kepala desa menyelenggarakan musyawarah perencanaan desa
untuk membahas dan menyepakati rancangan RKP desa yang telah
disusun oleh Tim Penyusun, yang di hadiri oleh:
a.​ Pemerintah Desa
b.​ BPD
c.​ Unsur masyarakat (took adat, took agama, took masyarakat,
tokoh pendidikan, perwakilan kelompok tani, kelompok nelayan,
kelompok perajin, kelompok perempuan, kelompok disabilitas,
pemerhati anak dan masyarakat miskin)
6.​ Penetapan RKP Desa
Penetapan RKP Desa dilakukan melalui Musyawarah desa oleh BPD
yang dituangkan dalam berita acara dan Peraturan Desa tentang RKP
Desa
7.​ Pengajuan daftar usulan RKP Desa

Adapun tahapan penyusunan RKP Desa sesuai peraturan Menteri


Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun
2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan
Masyarakat Desa meliputi:

1.​ Musyawarah Desa Perencanaan Pembangunan Desa


Musyawarah Desa dalam rangka penyusunan perencanaan
pembangunan desa diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan
Desa (BPD) paling lambat bulan Juni tahun berjalan, hasil
Musyarawah Desa nantinya akan menjadi pedoman bagi Pemerintah
Desa menyusun Rancangan RKP Desa dan daftar Usulan RKP Desa
yang dituangkan dalam Berita Acara Musyawarah Desa sesuai format
lampiran pada peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah
tertinggal dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman
Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Berita acara dimaksud menjadi pedoman Kepala Desa dalam
menyusun RKP Desa. Topik dan materi dalam pelaksanaan
musyawarah Desa meliputi kegiatan sebagai berikut :
a)​ Penyampaian Pokok-Pokok Pikiran Badan Permusyawaratan
Desa;
b)​ Laporan realisasi RKP Desa tahun 2024;
c)​ Mencermati dan menyepakati ulang dokumen RPJM Desa;
d)​ Menyampaikan capaian Desa berdasarkan data SDGs Desa dan
ID;
e)​ Membentuk tim penyusun RKP Desa; dan
f)​ Membentuk tim verifikasi

2.​ Pembentukan Tim Penyusun RKP Desa


Kepala Desa mempersiapakan penyusunan rancangan RKP Desa
dengan membentuk Tim Penyusun RKP Desa. Pembentukan Tim
Penyusun RKP Desa harus sudah dibentuk maksimal akhir Juni 2025.
Tim Penyusun RKP Desa terdiri dari minimal 7 (Tujuh) orang dan 30 %
adalah Perempuan. Susunan Tim Penyusun RKP Desa meliputi:
a)​ Pembina yang dijabat oleh Kepala Desa
b)​ Ketua yang dipilih secara musyawarah mufakat dengan
mempertimbangkan kemampuan dan keahlian
c)​ Sekretaris ditunjuk oleh ketua tim dan
d)​ Anggota yang berasal dari perangkat desa, Kader Pemberdayaan
Desa, dan unsur masyarakat Desa
e)​ Unsur masyarakat Desa sebagaimana dimaksud huruf (d) meliputi :
1)​ tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh
pendidikan, tokoh seni dan budaya, dan keterwakilan
kewilayahan;
2)​ organisasi atau kelompok tani dan/atau buruh tani;
3)​ organisasi atau kelompok nelayan dan/atau buruh nelayan;
4)​ organisasi atau kelompok perajin;
5)​ organisasi atau kelompok perempuan, forum anak, pemerhati
dan perlindungan anak;
6)​ perwakilan kelompok masyarakat miskin;
7)​ kelompok berkebutuhan khusus atau difabel;
8)​ kader kesehatan;
9)​ penggiat dan pemerhati lingkungan;
10)​kelompok pemuda atau pelajar; dan/atau
11)​ organisasi sosial dan/atau lembaga kemasyarakatan lainnya
sesuai kebutuhan Desa

Tugas Tim Penyusun RKP Desa adalah menyusun Rancangan RKP


Desa dan Daftar Usulan (DU) RKP Desa dilaksanakan melalui tahapan
sebagai berikut :
1)​ pencermatan dan penyelarasan rencana kegiatan dan
pembiayaan Pembangunan Desa (Pendapatan Asli Desa,
Pagu Indikatif Desa);
2)​ pencermatan ulang RPJM Desa;
3)​ pencermatan ulang RKP Desa tahun sebelumnya yang belum
terakomodir pada APB Desa;
4)​ pencermatan kesepakatan kerjasama antar Desa dan/atau
dengan pihak ketiga;
5)​ melaksanakan pengkajian keadaan Desa;
6)​ penyusunan rancangan RKP Desa dan daftar usulan RKP
Desa;
7)​ penyusunan rencana kegiatan, serta desain teknis dan rencana
anggaran biaya kegiatan yang merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari Rancangan RKP Desa;
8)​ melaporkan hasil penyusunan Rancangan RKP Desa kepada
Kepala Desa;
9)​ melakukan perbaikan dokumen rancangan RKP Desa dalam
hal kepala Desa tidak menyetujui Rancangan RKP Desa.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui proses lokakarya dan/atau


dalam bentuk kegiatan lainnya sesuai kebiasaan masyarakat Desa
setempat, selanjutnya hasil pembahasan dituangkan dalam Berita
Acara sesuai format lampiran pada peraturan Menteri Desa,
Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun
2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan
Pemberdayaan Masyarakat Desa.

3.​ Pencermatan dan Penyelarasan Rencana Kegiatan


Pencermatan dan penyelarasan Rencana Kegiatan merupakan
tahapan RKP desa dalam melakukan pengkajian analisa terhadap
daftar rencana program kegiatan, daftar usulan yang masuk ke Desa,
yang antara lain:
a)​ Aspirasi Masyarakat Desa melalui DPRD,
b)​ Pengkajian RKPD kabupaten Lumajang tahun 2026
c)​ Pengkajian rencana program dan kegiatan Pemerintah,
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah
Kabupaten Lumajang termasuk di dalamnya pelaksanaan
sektoral yang masuk ke Desa yang diselaraskan dengan
Kewenangan Desa tahun 2026

Kegiatan pencermatan dan penyelarasan kegiatan ini dituangkan


dalam format daftar kegiatan yang masuk ke Desa sesuai format
lampiran pada peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah
tertinggal dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman
Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Dalam rangka melaksanakan proses pencermatan data dan informasi


tentang rencana pembiayaan pembangunan Desa, tim Penyusun RKP
Desa memedomani beberapa sumber pembiayaan antara lain:
a)​ Perkiraan pendapatan asli Desa pada tahun anggaran berjalan;
b)​ Pagu indikatif Dana Desa (DD) yang bersumber dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara;
c)​ Pagu indikatif Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten
Lumajang;
d)​ Perkiraan bagi hasil pajak daerah dan retribusi daerah
Kabupaten Lumajang (BHPR);
e)​ Rencana bantuan keuangan dari APBD Provinsi Jawa Timur;
f)​ Rencana bantuan keuangan dari APBD Kabupaten Lumajang;
g)​ Sumber keuangan Desa lainnya yang sah dan tidak mengikat.

Kegiatan pencermatan pembiayaan ini dituangkan dalam format daftar


data dan informasi tentang rencana pembiayaan pembangunan Desa
sesuai format lampiran pada peraturan Menteri Desa, Pembangunan
Daerah tertinggal dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020 tentang
Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa.

4.​ Pencermatan Ulang RPJM Desa


Tim Penyusun RKP Desa melakukan pencermatan dokumen RPJM
Desa pada tahun 2026 dan melihat kesesuaian dengan kondisi terkini
serta kebijakan/regulasi terkait. Tim Penyusun RKP Desa memastikan
prioritas program/ kegiatan RPJM Desa pada tahun 2026 sesuai
dengan kondisi faktual Desa dan kebutuhan masyarakat Desa. selain
itu, hasil evaluasi laju pencapaian SDGs Desa dan hasil pendataan
Indeks Desa (ID) menjadi alat ukur untuk menentukan arah kebijakan
pembangunan yang ada di Desa pada tahun 2026.

Sebagaimana ketentuan yang diatur pada Pasal 41 Peraturan Menteri


Desa, PDTT Nomor 21 Tahun 2020, tim menyusun RKP Desa
melakukan pencermatan ulang RPJM Desa dengan cara :
a)​ mencermati arah kebijakan perencanaan pembangunan Desa;
b)​ mencermati skala prioritas rencana kegiatan pembangunan
Desa untuk 1 (satu) tahun berikutnya yang tertuang dalam
dokumen RPJM Desa;
c)​ mencernati hasil evaluasi laju pencapaian SDGs Desa;
d)​ mencermati daftar Usulan masyarakat Desa perihal program
dan/atau kegiatan pembangunan Desa untuk pencapaian SDGs
Desa;
e)​ mencermati rencana kerja sama antar Desa dan/atau kerja
sama Desa dengan pihak ketiga yang di fokuskan pada upaya
pencapaian SDGs Desa.

Dalam hal Pemerintah Desa belum/ belum selesai melakukan


pendataan SDGs Desa, maka tim Penyusun RKP Desa dapat
menjadikan hasil pendataan IDM/ID sebagai pembanding yang
disandarkan secara manual atas laju pencapaian SDGs Desa. Hasil
pencermatan ulang RPJM Desa menjadi dasar bagi tim penyusun RKP
Desa dalam menyusun Rancangan RKP Desa tahun 2026.

Hasil dari pelaksanaan kegiatan pada tahapan ini dituangkan dalam


format sebagai berikut :

a)​ Daftar prioritas usulan rencana program dan/atau kegiatan


Pembangunan Desa untuk 1 (satu) tahun berikutnya;
b)​ Daftar usulan masyarakat Desa yang dipilah berdasarkan tujuan
SDGs Desa;
c)​ Daftar rencana kerja sama antar Desa;
d)​ Daftar rencana kerja sama dengan pihak ketiga
sesuai format lampiran pada peraturan Menteri Desa,
Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi Nomor 21
Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan
Pemberdayaan Masyarakat Desa

5.​ Penyusunan Rancangan RKP Desa dan Daftar Usulan RKP Desa
Tim penyusun RKP Desa melaksanakan penyusunan rancanan RKP
Desa dan daftar usulan RKP Desa dengan memuat rencana
penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan,
pembinaan kemasyarakat, pemberdayaan masyarakat desa, dan
penanggulangan bencana, keadaan darurat, dan mendesak desa

Rancangan RKP Desa berisi prioritas program dan kegiatan yang


didanai pagu indikatif desa, pendapatan asli desa, swadaya
masyarakat desa, bantuan keuangan dari pihak ketiga, dan Bantuan
keuangan dari Pemeirntah Daerah Provinsi Jawa Timur dan/atau
Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang. Prioritas, program dan
kegiatan dirumuskan berdasarkan penilaian terhadap kebutuhan
masyarakat Desa.

Selanjutnya, Tim penyusun RKP Desa menyusun daftar usulan


pelaksana kegiatan desa sesuai jenis rencana kegiatan. Pelaksana
kegiatan sebagaimana dimaksud merupakan unsur perangkat Desa
yang terdiri dari kepala urusan dan kepala seksi dengan
memperhatikan kegiatan-kegiatan kelompok marginal dan rentan.
Rancangan RKP yang telah disusun dituangkan pada format
Rancangan RKP 2026.

Pemerintah Desa dapat mengusulkan prioritas dan kegiatan


pembangunan Desa dan pembangunan kawasan perdesaan kepada
Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah
Daerah Kabupaten Lumajang. Tim penyusun RKP Desa menyusun
usulan prioritas program dan kegiatan sebagaimana dimaksud dan
dituangkan dalam rancanan daftar usulan RKP Desa tahun 2027.
rancangan daftar usulan RKP Desa menjadi lampiran berita acara
laporan tim penyusun.

Tim penyusun RKP Desa membuat berita acara tentang hasil


penyusunan rancangan RKP Desa tahun 2026 dan daftar usulan RKP
Desa tahun 2027. Berita acara dimaksud disampaikan oleh tim
penyusun RKP Desa kepada kepala desa.

Kemudian, atas laporan tim penyusun RKP Desa kepala desa


memeriksa dokumen rancangan RKP Desa dan mengarahkan tim
penyusun untuk melakukan perbaikan dokumen rancangan RKP Desa
apabila terdapat program/ kegiatan yang belum disetujui oleh kepala
desa. dalam hal kepala desa telah menyetujui rancangan RKP Desa,
selanjutnya kepala desa menyelenggaran musyawarah perencanaan
pembangunan desa.

Hasil rancangan RKP Desa sesuai pada format lampiran pada


peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan
Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum
Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa

6.​ Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa


Setelah penyusunan rancangan RKP Desa disetujui, kepala desa
membahas Rancangan RKP Desa melalui Musyawarah Perencanaan
Pembangunan Desa (Musrengbang Desa). Peserta pada kegiatan
Musrenbang Desa ini diikuti oleh Pemerintah Desa, BPD, Lembaga
Kemasyarakatan Desa, dan unsur masyarakat lainnya yang terdiri dari:
a)​ Tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan,
tokoh seni dan budaya, dan keterwakilan kewilayahan;
b)​ Organisasi atau kelompok tani dan/atau buruh tani;
c)​ Organisasi atau kelompok nelayan dan/atau buruh nelayan;
organisasi atau kelompok perajin;
d)​ Organisasi atau kelompok perempuan, forum anak, pemerhati
dan perlindungan anak;
e)​ Perwakilan kelompok masyarakat miskin;
f)​ Kelompok berkebutuhan khusus atau difabel;
g)​ Kader kesehatan;
h)​ Penggiat dan pemerhati lingkungan;
i)​ Kelompok pemuda atau pelajar;
j)​ Pendamping Desa dan/atau Pendamping Lokal Desa; dan
k)​ Organisasi sosial dan/atau lembaga kemasyarakatan lainnya
sesuai kebutuhan Desa.

Jumlah peserta Musrenbang Desa mengacu pada keterwakilan dari


masing-masing Dusun dan/atau RT. Peserta Musrenbang Desa wajib
memperhatikan keterwakilan perempuan minimal 30% (tiga puluh
perseratus) dari total peserta yang di undang.

Musrenbang Desa selambat-lambatnya dilaksanakan pada bulan


September tahun berjalan. Adapun topik dan materi pembahasan pada
pelaksanaan Musrenbang Desa yaitu membahas dan menyepakati :
a)​ Hasil pencermatan laju pencapaian SDGs Desa/ Indeks Desa
Membangun yang dapat merujuk pada sistem informasi Desa;
b)​ Rancangan RKP Desa terkait dengan pembidangan program dan
kegiatan beserta sumber pendanaanya;
c)​ Prioritas program dan/atau kegiatan yang difokuskan pada upaya
mewujudkan pencapaian SDGs Desa dan Indeks Desa
Membangun serta program untuk kelompok marginal dan rentan.

Mekanisme Pelaksanaan Musrenbang Desa sebagai berikut:


a)​ Tahapan Persiapan
(1)​Pemerintah desa mempersiapkan pelaksanaan Musrenbang
tentang pembahasan rancangan RKP Desa dengan
membentuk panitia musrenbang desa.
(2)​Tugas panitia musrenbang Desa antara lain sebagai berikut :
(a)​Mempersiapkan susunan acara, tata tertib, dan bahan
pembahasan (penggandaan materi, penyusunan media
tayang dan/atau materi pembahasan melalui media
lainnya);
(b)​Mempersiapkan daftar peserta, undangan, dan
menyampaikan undangan tersebut kepada peserta
Musrenbang Desa paling lambat 3 hari sebelum
pelaksanaan Musrenbang Desa;
(c)​ Memastikan tingkat kehadiran peserta sesuai undangan;
b)​ Tahapan Pelaksanaan
(3)​Pembahasan tata tertib musrenbang desa pembahasan
rancangan RKP Desa melalui tahapan sebagai berikut :
(a)​ Pimpinan rapat adalah sekretaris desa, apabila posisi
sekretaris desa kosong dapat di pimpin oleh Kepala
Urusan Perencanaan. Apabila berhalangan hadir karena
sesuatu hal, yang bersangkutan wajib memberitahukan
alasan ketidakhadirannya kepada kepala desa. selanjutnya
kepala desa dapat menunjuk perangkat desa lainnya
sebagai pimpinan rapat musrenbang desa;
(b)​ Panitia musrenbang desa yang didampingi oleh unsur
kecamatan memandu pelaksanaan musrenbang desa;
(c)​ Sekretaris musrenbang desa dapat diisi oleh unsur
Perangkat Desa, Lembaga Kemasyarakatan Desa,
dan/atau tokoh masyarakat setempat;
(d)​ Panitia melakukan proses registrasi peserta dengan
memastikan setiap peserta yang hadir telah mengisi daftar
hadir yang telah disediakan oleh Panitia musrenbang
Desa;
(e)​ Musrenbang Desa dapat dimulai apabila kehadiran peserta
telah memenuhi 2/3 (dua per tiga) dari jumlah peserta yang
di undangan;
(f)​ Apabila jumlah peserta tidak memenuhi 2/3 (dua per tiga)
dari jumlah peserta yang di undangan, pelaksanaan
Musrenbang Desa di tunda selama 1 x 30 Menit. Dan
apabila setelah ditunda 1 x 30 Menit jumlah peserta masih
belum terpenuhi, selanjutnya pelaksanaan Musrenbang
Desa dapat di mulai;
(g)​ Pimpinan musrenbang Desa membacakan tata tertib
musrenbang Desa dan peserta yang hadir berhak
mengajukan keberatan dan usulan perbaikan
(4)​Proses pembahasan materi Musrenbang Desa;
(a)​ Penyampaian rancangan RKP Desa Tahun 2025 dan
Daftar Usulan RKP Desa Tahun 2026 oleh Kepala Desa
dan dapat dibantu oleh perangkat Desa atau tim penyusun
RKP Desa;
(b)​ Penyampaian pandangan umum Pemerintah Daerah;
(c)​ Diskusi kelompok sesuai bidang dan tambahan kelompok
khusus :
i.​ Penyelenggaraan Pemerintahan Desa;
ii.​ Pelaksanaan Pembangunan Desa;
iii.​ Pembinaan Kemasyarakatan Desa;
iv.​ Pemberdayaan Masyarakat Desa; dan
v.​ Penggulangan Bencana, Keadaan Mendesak, dan
Darurat Desa.

vi.​ Kelompok Khusus untuk kelompok marginal dan/atau


rentan (JIka ada)

(d)​ Diskusi kelompok membahas kegiatan sesuai skala


prioritas;
(e)​ Kegiatan pokok yang tergolong sebagai urusan wajib tidak
perlu di bahas misal Siltap serta tunjangan Kades dan
perangkat desa, tunjangan dan operasional BPD,
operasional RT/RW, serta kegiatan wajib lainnya;
(f)​ Pimpinan rapat musrenbang mengarahkan pada saat
diskusi kelompok untuk membentuk ketua dan sekretaris
kelompok yang bertugas memimpin rapat kelompok sesuai
bidangnya;

(g)​ Hasil diskusi kelompok pada kelompok (vi) dituangkan


sesuai bidang pada poin (i), (ii), (iii), (iv) dan (v).
(h)​ Hasil usulan pada Kelompok (vi) minimal 50% usulan
kegiatan/program atau minimal 1 (satu)
kegiatan/program dimasukan pada Rancangan RKP
Desa
(i)​ Ketua dan/atau sekretaris kelompok menyampaikan hasil
pembahasan diskusi kelompok kepada seluruh peserta
musrenbang Desa;
(j)​ Tanggapan dan jawaban atas hasil diskusi kelompok yang
telah tersampaikan oleh pemerintah Desa dan pemerintah
Daerah Kabupaten Lumajang/ Kecamatan.
(5)​Pengambilan Keputusan Musrenbang Desa
(a)​ Berdasarkan hasil pembahasan, pimpinan rapat
merumuskan rancangan Keputusan Musrenbang Desa;
(b)​ Rancangan Keputusan disampaikan dengan cara
dibacakan dan ditawarkan kepada peserta untuk
disepakati;
(c)​ Keputusan musrenbang desa dituangkan dalam Berita
Acara yang ditandatangani oleh Pimpinan Musrenbang
Desa, Kepala Desa dan unsur wakil peserta;
(d)​ Berita acara musrenbang Desa pembahasan dan
penetapan rancangan RKP Desa dilampiri risalah yang
memuat catatancatatan seluruh proses musrenbang desa,
serta dilengkapi dengan catatan tentang :
i.​ hari dan tanggal musrenbang desa;
ii.​ tempat pelaksanaan musrenbang desa;
iii.​ waktu pembukaan dan penutupan musrenbang Desa;
iv.​ susunan acara musrenbang Desa;
v.​ hal-hal strategis yang menjadi pembahasan mengenai
rencana prioritas kegiatan pembangunan Desa;
vi.​ pimpinan dan sekretaris musrenbang Desa;
vii.​ jumlah dan unsur peserta musrenbang Desa yang
menandatangani daftar hadir;
viii.​ catatan dan hasil sesuai mekanisme musrenbang
Desa;

(6)​Penutupan acara musrenbang Desa


Apabila telah tercapai keputusan akhir atas pelaksanaan
Musrenbang Desa, pimpinan menutup secara resmi acara
musrenbang Desa, selanjutnya kepala Desa menyerahkan
berita acara hasil Musrenbang Desa kepada BPD. Adapun
keluaran dari kegiatan ini antara lain Berita acara musrenbang
Desa yang di tanda tangani oleh kepala Desa, Ketua BPD, dan
Perwakilan Unsur Masyarakat dan Dokumen Rancangan RKP
Desa Tahun 2026 dan DU RKP Desa Tahun 2027 sesuai
format lampiran pada peraturan Menteri Desa, Pembangunan
Daerah tertinggal dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020
tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan
Pemberdayaan Masyarakat Desa.

7.​ Musyawarah Desa penetapan RKP Desa


Badan Permusyawaratan Desa (BPD) difasilitasi pemerintah Desa
menyelenggarakan Musyawarah Desa guna membahas, menetapkan
dan mengesahkan RKP Desa. Tujuan musyawarah Desa ini dalam
rangka menetapkan rancangan RKP Desa tahun 2026 dan DU RKP
Desa tahun 2027 melalui berita acara musyawarah Desa serta
mengesahkan dokumen RKP Desa yang dilakukan dengan proses
penandatanganan Peraturan Desa tentang RKP Desa oleh Kepala
Desa dan BPD.

Adapun peserta pada pelaksanaan musyawarah Desa pembahasan


dan penetapan RKP Desa ini diikuti oleh peserta yang sama dengan
peserta musyawarah Desa perencanaan pembangunan Desa.

Adapun keluaran kegiatan ini adalah Berita Acara Musdes dan Perdes
tentang RKP Desa tahun 2025 sesuai sesuai format lampiran pada
peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan
Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum
Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa

III.​ PENYUSUNAN RANCANGAN DOKUMEN RKP DESA


Sistematika Penyusunan Rancangan Dokumen Desa sesuai pada
Peraturan Bupati Nomor 40 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Teknis Penyusunan
rencana Pembangunan Jangka Menegah Desa dan Rencana Kerja
Pemerintah Desa sebagai berikut:
1.​ Pendahuluan
2.​ Gambaran Umum Desa
3.​ Rumusan program dan Kegiatan
4.​ Arah kebijakan keuangan desa
5.​ Prioritas program dan kegiatan
6.​ Penutup
7.​ Lampiran

IV.​PERUBAHAN DOKUMEN RKP


A.​ DASAR PERUBAHAN RKP
Sebagaimana Peraturan Bupati Nomor 40 tahun 2018 Tentang
Petunjuk Teknis Penyusunan rencana Pembangunan Jangka Menegah Desa
dan Rencana Kerja Pemerintah Desa pasal 57, RKP Desa dapat diubah
dalam hal:
1.​ Terjadi peristiwa khusus, seperti bencana alam, krisis politik, krisis
ekonomi, dan/atau kerusakan social yang berkepanjangan atau
2.​ Terdapat perubahan mendasar atas kebijakan Pemerintah, Pemerintah
Provinsi, dan/atau Pemerintah Daerah.
B.​ MEKANISME PERUBAHAN RKP
1.​ Dalam hal terjadi perubahan RKP Desa karena terjadi peistiwa khusus,
Kepala Desa melaksanakan hal-hal sebagai berikut :
a)​ Berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang
yang mempunyai kewenangan terkait dengan kejadian khusus;
b)​ Mengkaji ulang kegiatan pembangunan dalam RPJM Desa yang
terkena dampak terjadinya peristiwa khusus; dan
c)​ Menyusun rencana aksi yang disertai rencana kegiatan dan RAB
Desain;
d)​ Menyusun rancangan RKP Desa perubahan.

2.​ Dalam hal terjadi perubahan RKP Desa yang disebabkan karena
adanya perubahan mendasar atas kebijakan pemerintah pusat,
pemerintah daerah provinsi, dan/atau pemerintah daerah kabupaten,
kepala Desa melaksanakan hal-hal sebagai berikut :
a)​ Mengumpulkan dokumen perubahan mendasar atas kebijakan
pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, dan/atau
pemerintah daerah kabupaten;
b)​ Mengkaji ulang kegiatan pembangunan dalam RKP Desa yang
terkena dampak terjadinya perubahan mendasar atas kebijakan
pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, dan/atau
pemerintah daerah kabupaten;
c)​ Menyusun rancangan kegiatan yang disertai rencana kegiatan dan
RAB/ Desain; dan
d)​ Menyusun rancangan RKP Desa perubahan.

Perubahan RKP Desa dibahas, disepakati, dan ditetapkan dalam


Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa khusus, artinya kegiatan
Musrenbang Desa khusus tersebut pelaksanaannya disesuaikan dengan
situasi dan kondisi yang terjadi. Hasil kesepakatan dalam Musrenbang
Desa khusus menjadi dasar kepala Desa dan BPD menetapkan Peraturan
Desa tentang RKP Desa Perubahan.

V.​ PENUTUP
Pedoman Pelaksanan RKP Desa Tahun 2026 merupakan petunjuk
penyusunan perencanaan pembangunan tahun 2026 bagi desa. Dengan ini
diharapkan arah kebijakan pembangunan desa memiliki kesinergian dengan
arah Pembangunan Daerah Kabupaten Lumajang.

Anda mungkin juga menyukai