0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan22 halaman

Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa

Modul ajar ini dirancang untuk pembelajaran seni rupa di kelas 3 SD dengan pendekatan Project-Based Learning dan Deep Learning. Tujuan pembelajaran mencakup pemahaman unsur rupa dan prinsip desain, serta mendorong kreativitas dan kolaborasi siswa melalui berbagai kegiatan praktis. Pembelajaran melibatkan eksplorasi, penciptaan karya seni dari bahan daur ulang, dan presentasi hasil karya dalam format galeri seni mini.

Diunggah oleh

Haryanti Haryanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan22 halaman

Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa

Modul ajar ini dirancang untuk pembelajaran seni rupa di kelas 3 SD dengan pendekatan Project-Based Learning dan Deep Learning. Tujuan pembelajaran mencakup pemahaman unsur rupa dan prinsip desain, serta mendorong kreativitas dan kolaborasi siswa melalui berbagai kegiatan praktis. Pembelajaran melibatkan eksplorasi, penciptaan karya seni dari bahan daur ulang, dan presentasi hasil karya dalam format galeri seni mini.

Diunggah oleh

Haryanti Haryanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

SENI RUPA
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun : HARYANTI, [Link]
• Satuan Pendidikan : SDN 1 BANJAR
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : Seni Rupa
• Fase :B
• Kelas/Semester : 3/1
• Alokasi Waktu : …JP x 35 menit

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilih dimensi profil kelulusan yang sesuai untuk pembelajaran ini:
 Keimanan dan Ketakwaan
 Kewargaan
 Penalaran Kritis
 Kreatifitas
 Kolaborasi
 Kemandirian
 Kesehatan
 Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia
hebat:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai pelajaran, mari kita sejenak merefleksikan kegiatan
kita sehari-hari. Coba kalian ingat-ingat:
1. Bangun Tidur: Siapa yang tadi pagi bangun tidur dengan semangat dan merapikan
tempat tidurnya sendiri? Angkat tangan! Apa yang kalian rasakan saat bangun
dengan segar?
2. Beribadah: Bagaimana dengan ibadah kalian? Siapa yang sudah melaksanakan
ibadah pagi ini? Ceritakan sedikit, ibadah apa yang kalian lakukan! Mengapa
beribadah itu penting bagi kita?
3. Berolahraga: Ada yang tadi pagi sempat bergerak atau berolahraga ringan?
Mungkin lari-lari kecil di halaman atau sekadar peregangan? Kenapa olahraga itu
penting untuk tubuh kita?
4. Gemar Belajar: Apa yang sudah kalian pelajari sebelum datang ke sekolah hari ini?
Mungkin membaca buku cerita, atau membantu orang tua memecahkan masalah?
Mengapa belajar itu menyenangkan?
5. Makan Sehat dan Bergizi: Tadi pagi sarapan apa? Apakah sarapan kalian sudah
termasuk makanan sehat dan bergizi seperti sayur atau buah?
Mengapa kita perlu makan makanan sehat agar tubuh kita kuat?
6. Bermasyarakat: Apakah kalian tadi pagi membantu teman, orang tua, atau
tetangga? Misalnya, membantu mengangkat barang atau menyiram tanaman? Apa
rasanya ketika kita bisa membantu orang lain?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidur cukup dan tidak terlalu malam? Mengapa
tidur cukup itu penting sekali untuk kesehatan tubuh dan otak kita, terutama untuk
belajar?"
D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran Capaian
Pembelajaran:

ELEMEN : Mengalami (Experiencing)

Peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya. Peserta
didik mampu menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman dua atau lebih unsur rupa
dan satu prinsip desain.

Tujuan Pembelajaran:

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

1. Mengidentifikasi minimal dua unsur rupa (misalnya, garis dan bentuk) yang
ditemukan dalam karya seni atau objek di lingkungan sekitar dengan tepat.
2. Mengidentifikasi satu prinsip desain (misalnya, keseimbangan atau irama) yang
diterapkan dalam karya seni atau objek di lingkungan sekitar dengan tepat.
3. Menyimpulkan hubungan antara unsur rupa dan prinsip desain yang diamati dalam
sebuah karya seni atau objek dengan memberikan contoh konkret.
4. Menganalisis penggunaan unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni
sederhana yang dibuat oleh teman atau karya seniman, menjelaskan alasannya.
5. Mengekspresikan pemahaman unsur rupa dan prinsip desain melalui karya seni
sederhana yang dibuat secara mandiri, menunjukkan kreativitas.
6. Mengomunikasikan hasil pengamatan dan karyanya dengan menggunakan kosa
kata seni rupa yang tepat.

E. Sarana dan Prasarana


1. Proyektor dan layar
2. Papan tulis/Whiteboard dan spidol/kapur
3. Berbagai contoh gambar/foto karya seni atau benda sehari-hari yang mengandung
unsur rupa dan prinsip desain (buku, majalah, kartu bergambar)
4. Alat tulis dan buku gambar (kertas HVS, pensil, penghapus, pensil warna/krayon)
5. Aneka bahan bekas/daur ulang (kardus bekas, botol plastik, kain perca, koran bekas,
daun kering, ranting kecil, lem, gunting aman)

F. Target Peserta Didik


• Peserta didik reguler/tipikal: Peserta didik umum, tidak ada kesulitan dalam
mencerna dan memahami materi ajar.

G. Model Pembelajaran
• Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep
Learning.
• Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, demonstrasi, observasi, eksplorasi,
presentasi, dan praktik langsung.
Pendekatan deep learning diintegrasikan melalui penekanan pada pemahaman konsep
yang mendalam (mengapa unsur rupa dan prinsip desain itu penting, bagaimana mereka
saling berinteraksi, dan bagaimana mengaplikasikannya dalam konteks nyata).
Pembelajaran ini mendorong peserta didik untuk membangun koneksi antar ide,
menganalisis informasi, dan menerapkan pengetahuannya dalam berbagai situasi. Peserta
didik akan diajak untuk berpikir kritis, kreatif, dan berkolaborasi dalam menciptakan dan
menganalisis karya seni. Mereka didorong untuk bertanya, bereksperimen, dan
memecahkan masalah.

H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
• "Coba kalian amati sekeliling kelas kita saat ini dengan saksama. Adakah garis,
bentuk, atau warna yang menarik perhatian kalian? Mengapa benda tersebut
menarik perhatianmu? Apa yang kalian rasakan saat melihatnya?"
• "Pernahkah kalian merasa tenang, bersemangat, atau kagum saat melihat sebuah
gambar atau patung? Apa yang membuat kalian merasa seperti itu? Bisakah kalian
merasakan energinya?"
Meaningful Learning:
• "Mengapa seniman atau desainer menggunakan garis, bentuk, dan warna dalam
karyanya? Apakah semua garis, bentuk, dan warna memiliki arti atau memberikan
kesan yang sama? Bisakah kita membuat sesuatu yang indah tanpa semua itu?"
• "Pernahkah kalian melihat bangunan yang kokoh dan indah, atau sebuah mainan
yang seimbang dan tidak mudah jatuh? Menurutmu, apa rahasia di balik kekokohan,
keseimbangan, dan keindahannya? Apakah ada aturanaturan tertentu?"
Joyful Learning:
• "Bagaimana perasaan kalian saat menggambar atau membuat sesuatu yang baru,
bahkan jika itu tidak sempurna? Apakah ada tantangan yang membuat kalian
bersemangat untuk mencoba lagi?"
• "Jika kalian bisa menciptakan benda apapun dari barang bekas yang ada di rumah,
benda apa yang ingin kalian buat? Mengapa benda itu? Bagaimana kalian akan
membuatnya terlihat unik dan menarik?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pendekatan deep learning dalam pembelajaran ini berfokus pada pemahaman konsep
secara mendalam, bukan hanya menghafal. Peserta didik akan diajak untuk menjelajahi,
menciptakan, dan merefleksikan secara aktif. Pembelajaran dirancang agar aktif, kreatif,
kolaboratif, bermakna, dan menyenangkan.
Pendahuluan (20 menit)
1. Pembukaan dan Pengkondisian (5 menit): Guru membuka pelajaran dengan
salam dan menanyakan kabar. Guru mengajak peserta didik untuk melakukan
peregangan ringan atau teknik pernapasan singkat untuk melatih mindfulness dan
fokus sebelum memulai pelajaran. Ini membantu mereka hadir sepenuhnya di kelas.
2. Refleksi 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru mengajak peserta didik
berdiskusi singkat tentang 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat seperti yang dijelaskan
di bagian C. Diskusi ini membangun kesadaran diri, mendorong refleksi, dan
menghubungkan nilai-nilai positif dengan kehidupan sehari-hari mereka.
3. Apersepsi (5 menit): Guru menampilkan beberapa gambar benda sehari-hari
(misalnya, kursi, meja, jendela, bunga) dan beberapa contoh karya seni sederhana
(lukisan anak, patung tanah liat, anyaman). Guru bertanya, "Apa yang kalian lihat
dari gambar-gambar ini? Adakah persamaan atau perbedaan yang kalian temukan?
Bagaimana mereka bisa terlihat berbeda?"
4. Pertanyaan Pemantik (3 menit): Guru melontarkan pertanyaan pemantik dari
bagian H untuk memicu rasa ingin tahu dan mengarahkan fokus ke materi. Contoh:
"Menurut kalian, apa yang membuat sebuah gambar atau benda terlihat indah dan
menarik? Apakah hanya karena warnanya yang cerah? Apakah ada hal lain yang
membuatnya terlihat 'pas'?"
5. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (2 menit): Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai agar peserta didik mengetahui arah pembelajaran
dan merasa memiliki tujuan. "Hari ini, kita akan belajar tentang rahasia di balik
keindahan benda-benda dan karya seni di sekitar kita, yaitu unsur rupa dan prinsip
desain!"
Kegiatan Inti (210 menit - dibagi dalam beberapa sesi)
Pembelajaran inti akan dibagi menjadi beberapa sesi sesuai dengan alokasi waktu 12 JP,
dengan fokus pada Project-Based Learning yang melibatkan eksplorasi mendalam,
penciptaan, dan refleksi. Sesi 1: Eksplorasi Unsur Rupa (3 JP)
1. Pengenalan dan Pengalaman Langsung Unsur Rupa (45 menit): Guru
menjelaskan dan menunjukkan contoh berbagai unsur rupa (garis, bentuk, warna,
tekstur, ruang, nilai gelap terang) melalui benda-benda konkret di sekitar kelas atau
gambar/video. Peserta didik diajak untuk menyentuh (misal: tekstur kain, permukaan
kayu), merasakan, dan mengamati dengan cermat. Guru akan memberikan lembar
panduan observasi sederhana.
2. Perburuan Unsur Rupa "Mata Detektif Seni" (45 menit): Peserta didik secara
berkelompok (3-4 orang) diajak untuk melakukan "perburuan" unsur rupa di
lingkungan sekolah atau di luar kelas (jika memungkinkan dan aman). Mereka
diminta memotret dengan smartphone guru/sekretaris atau mencatat/menggambar
minimal 5 objek yang menunjukkan unsur rupa yang berbeda secara menonjol.
Mereka harus menjelaskan unsur apa yang mereka temukan dan mengapa.
3. Diskusi Kelompok dan Presentasi (45 menit): Setiap kelompok mempresentasikan
hasil temuannya dan menjelaskan unsur rupa apa yang mereka temukan pada objek
tersebut. Guru memfasilitasi diskusi, mengajukan pertanyaan pancingan, dan
mengoreksi pemahaman yang keliru. Guru menekankan bagaimana unsur-unsur ini
bisa menciptakan kesan tertentu.
4. Latihan Menggambar Bebas Berfokus Unsur (30 menit): Peserta didik diminta
menggambar objek favorit mereka dengan fokus pada menonjolkan
minimal dua unsur rupa yang telah mereka pelajari (misal: hanya menggunakan
berbagai jenis garis untuk membentuk objek, atau menggunakan berbagai bentuk
geometris).
Sesi 2: Menguak Prinsip Desain (3 JP)
1. Pengenalan Prinsip Desain (45 menit): Guru memperkenalkan prinsip desain
(keseimbangan, irama, kesatuan, penekanan, proporsi, harmoni) dengan
menggunakan contoh-contoh visual yang mudah dipahami, misalnya gambar pola
batik, susunan batu, poster, atau ilustrasi sederhana. Guru menekankan bagaimana
prinsip-prinsip ini "mengatur" unsur rupa.
2. Analisis Prinsip Desain dalam Karya (45 menit): Guru menampilkan beberapa
contoh karya seni (lukisan, patung kecil, kerajinan tangan) atau benda sehari-hari
(misalnya, tumpukan buku yang rapi, taman yang tertata, atau mainan Lego yang
seimbang). Peserta didik diajak menganalisis secara berkelompok, "Di mana letak
keseimbangannya? Mengapa terlihat harmonis? Apa yang membuat mata kita
melihat ke titik tertentu?"
3. Eksperimen Prinsip Desain "Bangun Keseimbangan" (60 menit): Peserta didik
diberikan berbagai bentuk potongan kertas (geometris dan organik) atau balok-balok.
Mereka diminta untuk menyusunnya di atas kertas atau meja dengan tujuan
menciptakan keseimbangan (simetris atau asimetris) atau irama (pengulangan
pola). Mereka harus menjelaskan mengapa susunan mereka dianggap seimbang
atau berirama. Ini melatih penalaran kritis dan kreativitas.
4. Diskusi dan Refleksi (15 menit): Setiap kelompok mempresentasikan susunan
mereka dan menjelaskan prinsip desain yang mereka terapkan.
Guru menguatkan pemahaman konsep.
Sesi 3: Proyek Karya Seni "Daur Ulang Penuh Makna" (4 JP)
1. Perencanaan Proyek (45 menit): Guru menjelaskan bahwa peserta didik akan
membuat karya seni 3D dari bahan bekas/daur ulang dengan menerapkan minimal
dua unsur rupa dan satu prinsip desain yang telah dipelajari. Mereka diminta
membuat sketsa awal atau ide desain secara individu atau berpasangan,
menentukan bahan yang akan digunakan, dan menjelaskan unsur serta prinsip yang
ingin ditonjolkan. Guru membimbing proses perencanaan. Ini melatih kemandirian
dan penalaran kritis.
2. Pembuatan Karya (90 menit): Peserta didik mulai membuat karya seni mereka.
Guru berkeliling, memberikan bimbingan, dan memfasilitasi kebutuhan bahan.
Selama proses ini, guru mendorong mereka untuk bereksperimen dengan bahan,
memecahkan masalah (misal: bagaimana menempelkan dua benda berbeda
tekstur), dan berdiskusi dengan teman. Ini melatih kreativitas, kolaborasi, dan
kemandirian.
3. Penyempurnaan dan Persiapan Presentasi (45 menit): Peserta didik
menyelesaikan karya mereka dan menyiapkan presentasi singkat. Mereka
harus bisa menjelaskan: "Karya ini saya buat dari [bahan]. Saya menggunakan unsur
[unsur rupa 1] dan [unsur rupa 2] pada bagian [jelaskan]. Prinsip desain [prinsip
desain] terlihat pada [jelaskan]." Ini melatih komunikasi.
Sesi 4: Presentasi dan Galeri Seni Mini (2 JP)
1. Presentasi Karya (60 menit): Setiap peserta didik/pasangan mempresentasikan
karyanya di depan kelas. Peserta didik lain diajak untuk memberikan pertanyaan dan
umpan balik yang konstruktif (misal: "Saya suka bentuk yang kamu gunakan, itu
terlihat dinamis!"). Guru memfasilitasi diskusi dan memberikan penguatan. Ini melatih
komunikasi dan kolaborasi.
2. Galeri Seni Mini dan Apresiasi (45 menit): Semua karya dipajang di area kelas
membentuk "galeri seni mini". Peserta didik berkeliling mengamati karya teman-
teman mereka. Guru bisa meminta mereka memilih satu karya favorit (selain karya
sendiri) dan menjelaskan mengapa mereka menyukainya, dengan menyebutkan
unsur rupa atau prinsip desain yang mereka amati. Ini meningkatkan apresiasi seni
dan penalaran kritis.
3. Refleksi Akhir Proyek (15 menit): Guru memimpin diskusi refleksi tentang
keseluruhan proyek: "Apa yang paling sulit saat membuat karya ini? Apa yang paling
menyenangkan? Apa yang kalian pelajari tentang unsur rupa dan prinsip desain?"
Penutup (10 menit)
1. Penyimpulan Materi (5 menit): Guru bersama peserta didik menyimpulkan kembali
poin-poin penting tentang unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur, ruang) dan
prinsip desain (keseimbangan, irama, kesatuan). Guru menekankan bahwa seni ada
di mana-mana di sekitar kita.
2. Penghargaan dan Apresiasi (3 menit): Guru memberikan apresiasi tinggi atas kerja
keras, kreativitas, dan partisipasi aktif seluruh peserta didik. Guru menekankan
bahwa setiap karya adalah unik dan berharga.
3. Doa dan Salam Penutup (2 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa dan
salam, mengingatkan untuk terus mengamati keindahan di sekitar mereka.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Formatif
1. Observasi Guru selama Kegiatan Belajar:
oIdentifikasi Unsur Rupa: Guru mengamati kemampuan peserta didik dalam
mengidentifikasi unsur rupa saat "perburuan unsur rupa" dan diskusi
kelompok. o Partisipasi Diskusi: Keterlibatan aktif dalam diskusi kelompok
dan kemampuan menyampaikan ide. o Proses Pembuatan Karya:
Observasi selama proses pembuatan proyek, termasuk kemampuan
perencanaan, pemecahan masalah, dan kolaborasi dalam kelompok.
2. Produk/Karya Sederhana:
o Sketsa Awal/Rencana Desain: Penilaian kelengkapan dan kejelasan ide
awal.
o Karya Seni 3D dari Bahan Bekas: Penilaian terhadap penerapan minimal
dua unsur rupa dan satu prinsip desain.
Asesmen Sumatif
1. Presentasi Karya (Menggunakan Rubrik Penilaian Analitik di LKPD):
o Penilaian kemampuan peserta didik dalam menjelaskan unsur rupa dan
prinsip desain yang diterapkan pada karyanya.
o Penilaian kemampuan berkomunikasi dan menjawab pertanyaan.
2. Uji Pemahaman Konsep (Tertulis/Lisan Singkat):
o Pertanyaan singkat mengenai definisi dan contoh unsur rupa serta prinsip
desain (misal: "Sebutkan 3 jenis garis yang kamu tahu dan berikan contoh
benda yang memilikinya!" atau "Apa itu keseimbangan dalam seni rupa?
Berikan contohnya!").

K. Pemahaman Bermakna
Unsur rupa dan prinsip desain adalah 'bahasa' tersembunyi yang digunakan oleh seniman
dan desainer untuk menciptakan karya yang indah dan memiliki pesan. Dengan memahami
bahasa ini, kita tidak hanya bisa membuat karya seni yang lebih baik, tetapi juga lebih
menghargai keindahan di sekitar kita – dari motif batik pada kain, pola daun di taman,
hingga bangunan yang kita lihat setiap hari. Pemahaman ini membantu kita berpikir lebih
kritis tentang apa yang kita lihat dan lebih kreatif dalam menciptakan hal baru, bahkan dari
barang bekas!

L. Materi Bahan Ajar


Seni rupa adalah bentuk ekspresi keindahan yang bisa kita temukan di mana saja, mulai
dari lukisan di dinding hingga bentuk awan di langit. Untuk memahami seni rupa, kita perlu
mengenal dua hal penting: unsur rupa dan prinsip desain. Unsur rupa adalah bagian-
bagian kecil yang membentuk sebuah karya seni, seperti bahan bangunan yang membentuk
sebuah rumah. Ada garis (bisa lurus, lengkung, zigzag), bentuk (bisa lingkaran, persegi,
atau bentuk bebas), warna (merah, biru, kuning, dan campuran warnanya), tekstur
(permukaan halus, kasar, licin), ruang (ruang kosong atau ruang yang diisi), dan nilai gelap
terang (perbedaan terang dan gelap). Semua unsur ini bekerja sama untuk menciptakan
sebuah gambaran atau benda.
Selain unsur rupa, ada juga prinsip desain yang mengatur bagaimana unsur-unsur tersebut
disusun agar terlihat indah dan harmonis. Prinsip desain ini seperti aturan main dalam
sebuah permainan. Contohnya adalah keseimbangan, di mana bagian kiri dan kanan
sebuah gambar atau benda terlihat seimbang, baik simetris (mirip) atau asimetris (berbeda
tapi tetap seimbang). Ada juga irama yang berarti adanya pengulangan pola atau bentuk
yang membuat karya terlihat bergerak atau mengalir, seperti pola gelombang di laut. Prinsip
lainnya adalah kesatuan, di mana semua bagian dalam karya seni terasa cocok dan
membentuk satu kesatuan yang utuh, tidak terpisah-pisah.
Memahami unsur rupa dan prinsip desain akan membuat kita bisa melihat dunia dengan
cara yang berbeda. Kita akan bisa menemukan keindahan dalam hal-hal kecil, menganalisis
mengapa sebuah benda terlihat bagus, dan bahkan menciptakan karya seni sendiri yang
tidak hanya indah tetapi juga memiliki makna. Dengan bahan-bahan sederhana di sekitar
kita, seperti kardus bekas atau daun kering, kita bisa berkreasi dan menghasilkan benda-
benda menarik yang menunjukkan pemahaman kita tentang seni rupa. Jadi, mari kita mulai
petualangan kita dalam memahami bahasa seni!

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang garis, bentuk, atau
warna hari ini? Bagaimana saya bisa melihatnya di sekitarku sekarang?
2. Bagian mana dari membuat karya seni dari bahan bekas yang paling saya nikmati?
Apa tantangan terbesar yang saya hadapi dan bagaimana saya mengatasinya?
3. Bagaimana saya bisa menggunakan pengetahuan tentang unsur rupa dan prinsip
desain ini dalam kehidupan sehari-hari atau di pelajaran lain? Refleksi Pendidik
1. Apakah semua peserta didik menunjukkan pemahaman dasar tentang unsur rupa
dan prinsip desain? Jika ada yang belum, strategi apa yang bisa saya gunakan untuk
membantu mereka lebih memahami?
2. Bagaimana saya bisa lebih memfasilitasi kolaborasi dan komunikasi yang efektif
antar peserta didik dalam kegiatan proyek selanjutnya?
3. Apakah kegiatan pembelajaran ini cukup menyenangkan dan bermakna bagi peserta
didik? Bagian mana yang perlu ditingkatkan untuk pertemuan berikutnya?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD 1: Eksplorasi Unsur Rupa "Detektif Seni Cilik"
Nama Kelompok: ____________________

Anggota:

1.
2.
3.
4.

Petunjuk:
1. Bersama kelompokmu, carilah 5 benda di sekitar sekolah (di dalam atau luar kelas)
yang menunjukkan unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur, ruang, gelap terang)
secara menonjol.
2. Gambarlah/tempelkan foto benda tersebut pada kolom yang disediakan.
3. Tuliskan unsur rupa apa yang paling menonjol pada benda tersebut dan jelaskan
mengapa menurutmu begitu.

LKPD 2: Proyek Karya Seni "Kreasi Makna dari Barang Bekas"


Nama: ____________________

Kelas: ____________________

Petunjuk:
1. Buatlah sebuah karya seni 3D (tiga dimensi) dari bahan-bahan bekas/daur ulang
yang telah kalian bawa.
2. Karya seni kalian harus menunjukkan minimal dua unsur rupa dan satu prinsip
desain yang sudah kita pelajari.
3. Buatlah sketsa atau rancangan awal karyamu di kotak di bawah ini.
4. Tuliskan penjelasan tentang karyamu pada bagian yang disediakan.
Sketsa/Rancangan Karyaku: [Kotak
kosong untuk sketsa]

Penjelasan Karyaku:
1. Nama karyaku: ____________________
2. Bahan-bahan yang saya gunakan:
_________________________________________
3. Unsur rupa yang saya tonjolkan pada karya ini adalah:
o ____________________ (Jelaskan di mana dan mengapa) o
____________________ (Jelaskan di mana dan mengapa)
4. Prinsip desain yang saya terapkan pada karya ini adalah:
o ____________________ (Jelaskan di mana dan mengapa prinsip ini
terlihat)
5. Apa pesan atau makna dari karyaku ini? (Opsional)
_________________________________________
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa (Skala
Likert)

Sangat
Kriteria Kurang Cukup Sangat Baik
Kurang Baik (4)
Penilaian (2) (3) (5)
(1)

Menunjukkan Menunjukkan
Menunjukkan Menunjukkan Menunjukkan
sedikit pemahaman
pemahaman pemahaman pemahaman
mendalam;
A. pemaha man terbatas; cukup; baik;
menjelaskan
Pemahaman tentang unsur penjelasan penjelasan menjelaskan
konsep
Konsep rupa/prinsip kurang jelas agak jelas konsep
dengan
(Diskusi) desain; atau ada dengan dengan jelas
sangat
penjelasan beberapa sedikit dan sebagian
jelas dan
tidak relevan. kesalahan. kesalahan. besar akurat.
akurat.

Sedikit Berpartisipasi
Berparti sipasi
Berpartisipasi sangat aktif
Tidak berpartisipasi, secara
B. Kolaborasi aktif dan dan memimpin
berpartisipasi seringkali moderat ,
dalam konstruktif; kolaborasi;
atau perlu kadang perlu
Kelompok memberikan mendorong
mengganggu dorongan; dorongan;
(Diskusi) kontribusi yang dan
anggota lain. kontribusi kontribusi
berarti. membantu
minimal. sedang.
anggota lain.
Menunjukkan Karya sangat
Karya orisinal dan
Karya tidak Sedikit ide yang
menunjukkan inovatif;
menunjukkan kreativitas, cukup
C. Kreativitas ide orsinal
unsur sebagian orisinal; penggunaan
dan Inovasi dan kreatif;
kreativitas; besar meniru; sedikit bahan
(Proyek) memanfaatkan
meniru ide kurang variasi dalam sangat
bahan dengan
sepenu hnya. orisinal. penggu naan kreatif dan
cara baru.
bahan. tak terduga.
Penerapan Mampu Mampu menera
Mampu menerap
Tidak ada unsur rupa/menerapkan pkan dua unsur
D. Penerapan kan dua unsur
beberapa rupa dan satu
penerapan prinsip desain rupa dan satu
Unsur Rupa & unsur rupa prinsip desain
unsur rupa/ sangat prinsip desain
Prinsip Desain dan satu dengan sangat
prinsip desain terbatas atau dengan cukup
(Proyek) prinsip baik, terlihat
yang terlihat. salah baik dan terlihat
desain, namun jelas, dan
jelas.
kurang jelas. harmonis.
Menjelaskan
karya Menjelaskan
Menjelaskan
dengan jelas karya
Menjelaskan karya
dan dengan
karya dengan dengan
Tidak percaya sangat jelas,
E. kurang cukup
mampu lancar, dan
Komunikasi/ jelas, sering jelas, diri;
menjelaskan meyakin kan;
Presentasi terbatabata; kadang perlu mampu
karya atau mampu
(Proyek) sulit bimbingan; menjawab
konsep. menjawab
menjawab menjawab sebagian
semua
pertanyaan. pertanyaan besar
pertanyaan
sederhana. pertanyaan
dengan baik.
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
• Bagi peserta didik yang telah menunjukkan pemahaman mendalam dan
kemampuan yang sangat baik, berikan tantangan tambahan: o Menciptakan
karya seni 3D dengan tema yang lebih kompleks, meminta mereka
menerapkan lebih banyak prinsip desain (misal: penekanan, proporsi).
o Mencari dan menganalisis karya seni dari seniman terkenal (misal: lukisan,
patung) dan mengidentifikasi unsur rupa serta prinsip desain yang digunakan.
Mereka dapat membuat presentasi singkat tentang analisis mereka. o
Membuat komik atau cerita bergambar sederhana yang menunjukkan
penerapan unsur rupa dan prinsip desain dalam setiap panelnya.
Remedial
• Bagi peserta didik yang masih kesulitan dalam memahami konsep atau
menerapkan unsur rupa dan prinsip desain: o Memberikan bimbingan
personal atau kelompok kecil dengan mengulang penjelasan menggunakan
media visual yang lebih sederhana dan konkret.
o Memberikan LKPD tambahan dengan soal-soal identifikasi yang lebih fokus
dan terstruktur (misal: "Lingkari garis pada gambar ini", "Warnai bagian yang
menunjukkan bentuk lingkaran").
o Meminta mereka untuk membuat karya seni yang sangat sederhana, hanya
berfokus pada satu unsur rupa (misal: membuat mozaik hanya dari bentuk-
bentuk geometris) atau satu prinsip desain (misal: menyusun benda agar
seimbang).
o Melibatkan teman sebaya yang sudah menguasai materi untuk membantu
menjelaskan kepada teman yang kesulitan (peer tutoring).

Mengetahui Banjar, Juli 2025


Kepala SDN 1 Banjar Guru Kelas III

Hj. IKAH KARTIKAH, [Link] HARYANTI, [Link]


NIP. 196602031986102006 NIP. 198611142019032004
MODUL AJAR DEEP LEARNING
SENI RUPA
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun : HARYANTI, [Link]
• Satuan Pendidikan : SDN 1 BANJAR
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : Seni Rupa
• Fase :B
• Kelas/Semester : 3/1
• Alokasi Waktu : …JP x 35 menit

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilih dimensi profil kelulusan yang sesuai untuk pembelajaran ini:
 Keimanan dan Ketakwaan
 Kewargaan
 Penalaran Kritis
 Kreatifitas
 Kolaborasi
 Kemandirian
 Kesehatan
 Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia
hebat:

"Selamat pagi, anak-anak hebat! Sebelum kita mulai petualangan seni hari ini, mari kita
sejenak merenungkan kehebatan diri kita. Coba kalian ingat-ingat:
1. Bangun Tidur: Siapa yang tadi pagi bangun tidur dengan semangat dan sudah
merapikan tempat tidurnya sendiri? Angkat tangan! Apa yang kalian rasakan saat
memulai hari dengan rapi?
2. Beribadah: Bagaimana dengan ibadah kalian? Siapa yang sudah melaksanakan
ibadah pagi ini? Ceritakan sedikit, ibadah apa yang kalian lakukan! Mengapa
beribadah itu penting untuk menenangkan hati kita?
3. Berolahraga: Ada yang tadi pagi sempat bergerak atau berolahraga ringan?
Mungkin lari-lari kecil di halaman atau sekadar peregangan? Kenapa olahraga itu
penting agar tubuh kita kuat dan bugar saat belajar?
4. Gemar Belajar: Apa yang sudah kalian pelajari atau temukan hal baru sebelum
datang ke sekolah hari ini? Mungkin membaca buku cerita, atau melihat informasi
menarik di televisi? Mengapa belajar itu menyenangkan dan membuat kita pintar?
5. Makan Sehat dan Bergizi: Tadi pagi sarapan apa? Apakah sarapan kalian sudah
termasuk makanan sehat dan bergizi seperti sayur atau buah?
Mengapa kita perlu makan makanan sehat agar punya energi untuk berkarya?
6. Bermasyarakat: Apakah kalian tadi pagi membantu teman, orang tua, atau
tetangga? Misalnya, membantu mengangkat barang atau menyiram tanaman? Apa
rasanya ketika kita bisa berbagi kebaikan dengan orang lain?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidur cukup dan tidak terlalu malam? Mengapa
tidur cukup itu penting sekali agar kita bisa fokus dan bersemangat di sekolah?"
D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran Capaian
Pembelajaran:

ELEMEN : Merefleksikan (Reflecting)

Peserta didik menilai karya dan penciptaan karya seni rupa dengan menggunakan kosa kata
seni rupa yang telah dipelajari.

Tujuan Pembelajaran:

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

1. Mengidentifikasi dan menyebutkan minimal dua unsur rupa (misalnya, garis, bentuk,
warna) dan satu prinsip desain (misalnya, keseimbangan, irama) yang terdapat
pada karya seni rupa yang diamati.
2. Menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat (misalnya, "garis lurus", "bentuk
geometris", "warna cerah", "keseimbangan simetris") untuk mendeskripsikan karya
seni rupa, baik karya sendiri maupun karya orang lain.
3. Memberikan penilaian sederhana terhadap karya seni rupa (kekuatan dan
kelemahan) berdasarkan pengamatan unsur rupa dan prinsip desain, dengan
bahasa yang santun dan konstruktif.
4. Menyampaikan refleksi pribadi tentang proses penciptaan karyanya sendiri,
termasuk tantangan yang dihadapi dan hal yang paling disukai.
5. Berdiskusi dan bertukar pandang secara kolaboratif mengenai karya seni rupa,
menghargai perbedaan interpretasi dan pendapat.

E. Sarana dan Prasarana


1. Proyektor dan layar
2. Papan tulis/Whiteboard dan spidol/kapur
3. Berbagai contoh karya seni rupa sederhana (lukisan anak, kerajinan tangan, patung
kecil) dari berbagai sumber (cetak, digital, atau hasil karya siswa sebelumnya)
4. Kertas gambar/karton, pensil, penghapus, pensil warna/krayon/spidol
5. Kartu/lembar kerja berisi daftar kosa kata seni rupa (glosarium mini)

F. Target Peserta Didik


• Peserta didik reguler/tipikal: Peserta didik umum, tidak ada kesulitan dalam
mencerna dan memahami materi ajar.

G. Model Pembelajaran
• Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri)
dengan pendekatan Deep Learning.
• Metode Pembelajaran: Observasi, diskusi kritis, analisis karya, presentasi, dan
refleksi.
Pendekatan deep learning diintegrasikan melalui penekanan pada kemampuan peserta
didik untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menyintesis informasi. Mereka tidak hanya
belajar mengidentifikasi unsur, tetapi juga menilai bagaimana unsur-unsur tersebut
berinteraksi dan menciptakan dampak pada sebuah karya. Proses ini mendorong penalaran
kritis, komunikasi efektif, dan kemampuan merefleksikan pemahaman mereka secara
mendalam, bukan sekadar menghafal definisi. Peserta didik didorong untuk aktif bertanya,
mengamati secara detail, dan mengembangkan sudut pandang mereka sendiri.

H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
• "Coba kalian amati sebuah benda di dekatmu saat ini, misalnya pensil atau tas.
Bagaimana bentuknya? Warnanya? Apakah permukaannya halus atau kasar? Apa
yang membuat benda itu bisa berdiri kokoh atau terlihat menarik?"
• "Pernahkah kalian merasa kagum atau bertanya-tanya 'bagaimana ya cara
membuatnya?' saat melihat sebuah lukisan atau patung yang indah? Apa yang
membuatmu penasaran?"
Meaningful Learning:
• "Mengapa kita perlu memahami 'bahasa rahasia' dalam seni rupa seperti garis,
bentuk, atau warna? Apakah hanya seniman saja yang perlu tahu?"
• "Jika kamu melihat dua gambar yang sama, tapi yang satu terlihat 'lebih enak dilihat'
daripada yang lain, menurutmu mengapa begitu? Apa bedanya?"
Joyful Learning:
• "Kalau kalian menjadi seorang 'penyelidik seni', apa yang akan kalian cari tahu dari
sebuah karya seni? Apa yang paling membuatmu bersemangat saat menganalisis
sebuah gambar?"
• "Bayangkan kamu punya kekuatan super untuk membuat benda apapun terlihat
indah. Kekuatan apa yang akan kamu gunakan? Bagaimana rasanya menciptakan
sesuatu yang membuat orang lain kagum?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pendekatan deep learning dalam pembelajaran ini berfokus pada kemampuan peserta didik
untuk menganalisis, mengevaluasi, dan merefleksikan karya seni rupa secara
mendalam. Kegiatan dirancang untuk melatih siswa menjadi aktif, kreatif, kolaboratif, serta
membuat pembelajaran bermakna dan menyenangkan.
Pendahuluan (20 menit)
1. Pembukaan dan Pengkondisian (5 menit): Guru membuka pelajaran dengan
salam dan menanyakan kabar. Guru mengajak peserta didik untuk melakukan
peregangan ringan atau teknik pernapasan singkat untuk melatih mindfulness dan
fokus.
2. Refleksi 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru mengajak peserta didik
berdiskusi singkat tentang 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat seperti yang dijelaskan
di bagian C. Ini membangun kesadaran diri dan keterhubungan dengan nilai-nilai
positif.
3. Apersepsi (5 menit): Guru menampilkan beberapa karya seni rupa sederhana
(misalnya, gambar bunga, kolase sederhana, atau kerajinan tangan). Guru bertanya,
"Apa yang kalian lihat dari karya-karya ini? Mana yang paling kalian suka?
Mengapa?" Ini memancing minat mereka untuk mengamati dan memberikan alasan.
4. Pertanyaan Pemantik (3 menit): Guru melontarkan pertanyaan pemantik dari
bagian H untuk memicu rasa ingin tahu dan mengarahkan fokus ke materi. Contoh:
"Bisakah kita 'membaca' sebuah karya seni seperti membaca buku? Apa yang perlu
kita perhatikan untuk bisa memahaminya?"
5. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (2 menit): Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai agar peserta didik mengetahui arah pembelajaran.
"Hari ini, kita akan menjadi 'kritikus seni cilik'! Kita akan belajar bagaimana 'menilai'
sebuah karya seni, bukan berarti mencari kesalahan, tapi memahami keindahannya
menggunakan kata-kata yang tepat."
Kegiatan Inti (210 menit - dibagi dalam beberapa sesi)
Pembelajaran inti akan dibagi menjadi beberapa sesi sesuai dengan alokasi waktu 12 JP,
dengan fokus pada Inquiry-Based Learning yang melibatkan pengamatan mendalam,
analisis, penilaian, dan refleksi.
Sesi 1: Mengamati dan Mengidentifikasi Karya (3 JP)
1. Mengingat Kosa Kata Seni Rupa (45 menit): Guru memulai dengan kilas balik
singkat tentang unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur, ruang) dan prinsip desain
(keseimbangan, irama, kesatuan) yang mungkin sudah dipelajari. Guru menunjukkan
kartu berisi kosa kata seni rupa dan contoh visualnya. Peserta didik diajak
mengulang dan memberikan contoh dari benda di sekitar mereka.
Gambar Business illustrations of charts, graphics and other different infographics
elements. Pictures in hand drawn style
2. Observasi Terarah "Galeri Rahasia" (60 menit): Guru menyiapkan beberapa
contoh karya seni rupa sederhana (cetak, lukisan anak, kerajinan tangan) yang
ditempel atau diletakkan di berbagai sudut kelas sebagai "galeri rahasia". Peserta
didik secara berpasangan atau kelompok kecil, berkeliling mengamati karya-karya
tersebut. Mereka dibekali LKPD 1 untuk mengidentifikasi minimal dua unsur rupa dan
satu prinsip desain yang paling menonjol pada setiap karya, serta menuliskan kesan
awal mereka. Ini melatih penalaran kritis dan kolaborasi.
3. Diskusi Temuan dan Penggunaan Kosa Kata (45 menit): Setiap kelompok
mempresentasikan hasil pengamatan mereka di depan kelas. Guru memfasilitasi
diskusi, mendorong peserta didik untuk menggunakan kosa kata seni rupa yang
tepat saat mendeskripsikan karya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan,
mengoreksi jika ada kosa kata yang kurang tepat. Ini melatih komunikasi.
4. Permainan "Tebak Unsur" (15 menit): Guru menunjukkan beberapa gambar detail
dari sebuah karya seni atau objek. Peserta didik berlomba menebak unsur rupa atau
prinsip desain apa yang paling menonjol pada detail tersebut.
Ini membuat pembelajaran menyenangkan.
Sesi 2: Menilai dan Merefleksikan Karya Sendiri (4 JP)
1. Menciptakan Karya Seni Rupa (75 menit): Guru memberikan tugas kepada peserta
didik untuk menciptakan sebuah karya seni rupa sederhana (misalnya, menggambar
pemandangan, membuat kolase, atau membentuk objek dari plastisin) dengan tema
bebas, namun harus berusaha menerapkan setidaknya dua unsur rupa yang
berbeda. Ini adalah kesempatan mereka untuk merasakan proses penciptaan.
2. Memahami Proses Penilaian (45 menit): Guru menjelaskan bahwa "menilai" bukan
berarti mencari kesalahan, tetapi memahami kekuatan dan kelemahan sebuah karya
dengan alasan yang jelas. Guru memberikan contoh cara memberikan pujian dan
saran yang konstruktif menggunakan kosa kata seni rupa. "Misalnya, 'Warna yang
kamu gunakan cerah dan membuat gambar ini bersemangat!', atau 'Mungkin kamu
bisa menambahkan beberapa garis lengkung agar terlihat lebih dinamis'."
3. Refleksi Diri dan Penilaian Karya Sendiri (60 menit): Peserta didik dibekali LKPD
2. Mereka diminta untuk merefleksikan proses pembuatan karya mereka sendiri: Apa
yang paling sulit? Apa yang paling disukai? Unsur rupa dan prinsip desain apa yang
sudah mereka terapkan? Lalu, mereka diminta untuk "menilai" karyanya sendiri,
menyebutkan apa yang menurut mereka sudah baik dan apa yang bisa diperbaiki,
menggunakan kosa kata seni rupa. Ini melatih kemandirian dan penalaran kritis.
4. Berbagi Refleksi (15 menit): Beberapa peserta didik secara sukarela berbagi
refleksi dan penilaian atas karyanya di depan kelas. Guru memberikan dukungan
dan umpan balik positif.
Sesi 3: Penilaian Karya Teman dan Diskusi Kritis (5 JP)
1. Galeri Mini dan "Kritikus Cilik" (75 menit): Guru mengubah kelas menjadi galeri
mini dengan memajang semua karya peserta didik. Setiap peserta didik diberi
beberapa stiker berwarna (misalnya, 3 stiker). Mereka berkeliling dan memilih 3
karya teman yang paling menarik perhatiannya (selain karya sendiri). Pada secarik
kertas kecil, mereka menuliskan 1 pujian dan 1 saran (yang konstruktif) untuk setiap
karya yang mereka pilih, menggunakan kosa kata seni rupa. Ini sangat melatih
penalaran kritis, komunikasi, dan kolaborasi.
2. Diskusi Kelompok "Mengapa Kita Suka?" (60 menit): Peserta didik berkumpul
dalam kelompok kecil. Masing-masing anggota kelompok memilih satu karya dari
galeri (bukan karyanya sendiri) yang paling berkesan bagi mereka dan menjelaskan
kepada kelompoknya mengapa karya tersebut menarik, dengan mengidentifikasi
unsur rupa dan prinsip desain yang digunakan. Guru memfasilitasi agar diskusi
berjalan aktif dan saling menghargai.
3. Presentasi dan Tanya Jawab (60 menit): Perwakilan dari setiap kelompok
mempresentasikan satu karya yang paling menarik perhatian kelompoknya
dan menjelaskan hasil diskusi mereka. Guru membuka sesi tanya jawab, mendorong
peserta didik lain untuk mengajukan pertanyaan atau memberikan pendapat
tambahan, selalu dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat dan bahasa
yang santun. Ini puncak dari komunikasi dan apresiasi.
Penutup (10 menit)
1. Penyimpulan Materi (5 menit): Guru bersama peserta didik menyimpulkan kembali
pentingnya memahami unsur rupa dan prinsip desain untuk dapat "membaca" dan
menilai karya seni rupa, serta bagaimana kosa kata seni rupa membantu kita
berkomunikasi tentang seni.
2. Penghargaan dan Apresiasi (3 menit): Guru memberikan apresiasi tinggi atas
partisipasi aktif, kreativitas, dan kemampuan peserta didik dalam mengobservasi,
menganalisis, dan merefleksikan karya seni. Guru menekankan bahwa setiap orang
memiliki cara pandang unik terhadap seni.
3. Doa dan Salam Penutup (2 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa dan
salam, mengingatkan untuk terus mengamati keindahan di sekitar mereka dengan
mata seni.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
1. Observasi Guru selama Kegiatan Belajar:
o Identifikasi dan Penggunaan Kosa Kata: Guru mengamati kemampuan
peserta didik dalam mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain serta
menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat saat observasi "Galeri
Rahasia" dan diskusi kelompok. o Partisipasi Diskusi dan Kolaborasi:
Keterlibatan aktif dalam diskusi kelompok, kemampuan memberikan umpan
balik yang konstruktif, dan kerjasama antar teman. o Proses Refleksi Diri:
Observasi saat peserta didik mengisi LKPD 2, sejauh mana mereka dapat
merefleksikan proses dan hasil karyanya.
2. Produk/Karya Sederhana:
o Karya Seni Rupa yang Dibuat: Penilaian terhadap upaya penerapan unsur
rupa pada karya.
Catatan Pujian & Saran di Galeri Mini: Penilaian kualitas umpan balik yang
o
diberikan kepada teman (konstruktif dan menggunakan kosa kata seni rupa).
Asesmen Sumatif
1. Presentasi dan Analisis Karya Teman (Menggunakan Rubrik Penilaian Analitik
di LKPD): o Penilaian kemampuan peserta didik dalam menganalisis karya teman
(mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain). o Penilaian kemampuan
memberikan penilaian sederhana (kekuatan/kelemahan) dengan alasan yang jelas.
o Penilaian kemampuan berkomunikasi dan menggunakan kosa kata seni rupa
secara tepat.
2. Portofolio Refleksi Karya:
o Kumpulan LKPD 1 dan 2 yang menunjukkan proses pengamatan, analisis,
dan refleksi peserta didik.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami unsur rupa dan prinsip desain adalah seperti belajar "bahasa rahasia" di balik
semua karya seni dan keindahan di sekitar kita. Dengan menguasai bahasa ini, kita tidak
hanya bisa membuat karya seni sendiri yang lebih baik, tetapi juga bisa melihat,
merasakan, dan mengapresiasi keindahan dari sudut pandang yang lebih dalam. Kita jadi
tahu mengapa sebuah lukisan terlihat begitu hidup, mengapa sebuah bangunan terasa
kokoh, atau mengapa sebuah patung terasa seimbang. Kemampuan untuk menilai dan
merefleksikan karya seni dengan kosa kata yang tepat juga melatih kita untuk berpikir kritis
dan mengungkapkan pendapat dengan santun, sebuah keterampilan penting dalam
kehidupan sehari-hari.

L. Materi Bahan Ajar


Seni rupa adalah sebuah bahasa visual yang menggunakan beragam elemen untuk
menyampaikan ide, perasaan, dan keindahan. Untuk bisa "membaca" bahasa ini, kita perlu
mengenal dua hal pokok: unsur rupa dan prinsip desain. Unsur rupa adalah bahan-bahan
dasar atau komponen terkecil yang membentuk suatu karya, seperti titik, garis (garis lurus,
lengkung, zig-zag), bentuk (geometris atau organik), warna (primer, sekunder, hangat,
dingin), tekstur (permukaan kasar, halus, licin), ruang (area kosong atau terisi), dan nilai
gelap terang (gradasi cahaya dan bayangan). Setiap unsur ini memiliki karakteristiknya
sendiri yang dapat memberikan kesan berbeda pada sebuah karya. Misalnya, garis lurus
sering memberikan kesan kaku atau kuat, sementara garis lengkung bisa terasa lembut atau
mengalir. Setelah mengenal unsur-unsur rupa, kita akan belajar tentang prinsip desain,
yaitu aturan atau panduan bagaimana unsur-unsur rupa tersebut disusun agar terlihat
harmonis, menarik, dan memiliki makna. Prinsip-prinsip ini membantu seniman menciptakan
keseimbangan visual, mengarahkan mata penikmat seni, dan memberikan ritme pada
karyanya. Contoh prinsip desain adalah keseimbangan, yang membuat sebuah karya
terasa stabil, baik simetris (sisi kiri dan kanan mirip) maupun asimetris (berbeda tapi tetap
seimbang). Kemudian ada irama, yaitu pengulangan unsur rupa yang teratur atau tidak
teratur sehingga menciptakan pola dan pergerakan, seperti gelombang atau pola pada batik.
Prinsip lainnya adalah kesatuan, di mana semua bagian dalam sebuah karya seni saling
terkait dan membentuk satu kesatuan yang utuh, tidak terkesan terpisah-pisah.
Mampu menilai karya seni rupa berarti kita bisa mengamati, menganalisis, dan memberikan
pendapat tentang sebuah karya dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat. Ini
bukan tentang mencari kesalahan, melainkan tentang memahami bagaimana seniman
menggunakan unsur rupa dan prinsip desain untuk menciptakan efek tertentu. Dengan
demikian, kita dapat mengapresiasi keindahan dan pesan yang terkandung dalam karya
seni, serta mampu menjelaskan mengapa kita menyukai atau kurang menyukai suatu aspek
dari sebuah karya. Keterampilan ini juga membantu kita untuk lebih kritis dan reflektif
terhadap karya kita sendiri, sehingga kita bisa terus belajar dan berkembang dalam
berkreasi.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa yang paling menarik bagi saya saat mengamati dan "menilai" karya seni teman?
Hal baru apa yang saya pelajari dari karya mereka?
2. Bagian mana dari proses membuat dan merefleksikan karya saya sendiri yang paling
sulit atau paling menyenangkan? Apa yang akan saya lakukan berbeda jika
membuat karya lagi?
3. Bagaimana saya bisa menggunakan kosa kata seni rupa ini untuk menjelaskan
keindahan benda-benda lain di sekitar saya di luar pelajaran seni?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik mampu menggunakan kosa kata seni rupa yang relevan untuk
menganalisis dan menilai karya? Jika belum, strategi apa yang bisa diterapkan untuk
meningkatkan penguasaan kosa kata mereka?
2. Apakah kegiatan diskusi dan pemberian umpan balik berjalan efektif? Bagaimana
saya bisa lebih mendorong peserta didik untuk memberikan kritik yang konstruktif
dan menerima umpan balik dengan baik?
3. Bagaimana saya bisa memastikan setiap peserta didik merasa nyaman untuk
merefleksikan dan berbagi pandangannya tentang seni, terlepas dari tingkat
kemampuannya?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD 1: Eksplorasi "Galeri Rahasia"
Nama Kelompok: ____________________

Anggota:

1.
2.
3.
4.
Petunjuk:
1. Kunjungi "Galeri Rahasia" di kelas. Pilih 3 karya seni yang menarik perhatian
kelompokmu.
2. Amati setiap karya dengan saksama.
3. Tuliskan pada tabel di bawah ini unsur rupa dan prinsip desain apa yang paling
menonjol pada karya tersebut. Gunakan kosa kata seni rupa yang sudah kita
pelajari!
4. Berikan satu pujian (hal baik) dan satu saran (hal yang bisa ditingkatkan) untuk
setiap karya.

Prinsip
Unsur Pujian Saran
Judul/Deskripsi Desain
Rupa yang
Karya (misal: yang (Gunakan (Gunakan
No. Menonjol
"Lukisan Menonjol kosa kata kosa kata
(minimal
Pemandangan") (minimal seni rupa) seni rupa)
2)
1)

LKPD 2: Refleksi dan Penilaian Karya Seniku


Nama: ____________________

Kelas: ____________________

Petunjuk:
1. Amati kembali karya seni yang sudah kamu buat.
2. Jawablah pertanyaan refleksi di bawah ini.
3. Berikan penilaian sederhana terhadap karyamu sendiri.
Bagian 1: Refleksi Proses Pembuatan Karya 1. Apa
judul karya seni yang kamu buat?

2. Unsur rupa apa saja yang kamu coba tonjolkan pada karyamu? (Contoh: garis,
bentuk, warna)

3. Prinsip desain apa yang kamu terapkan pada karyamu? (Contoh: keseimbangan,
irama)

4. Apa bagian yang paling kamu sukai dari proses membuat karya ini? Mengapa?

5. Apa tantangan terbesar saat membuat karya ini? Bagaimana kamu mengatasinya?

Bagian 2: Penilaian Karya Sendiri

(Isilah dengan jujur dan santun, seperti kamu menilai karya orang lain.)
1. Hal baik apa yang kamu lihat dari karyamu ini? (Gunakan kosa kata seni rupa,
contoh: "Garisnya sangat tegas", "Warnanya cerah sekali")

2. Bagian mana dari karyamu yang menurutmu bisa ditingkatkan atau diperbaiki?
(Gunakan kosa kata seni rupa, contoh: "Bentuknya mungkin bisa dibuat lebih
bervariasi", "Keseimbangannya bisa lebih diperhatikan")

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa (Skala
Likert)
Sangat
Kriteria Kurang Cukup Sangat Baik
Kurang Baik (4)
Penilaian (2) (3) (5)
(1)
Menunjukka
Menunjukka n
Menunjukkan n pemahaman Menunjukkan
sedikit atau pemahaman Menunjukkan pemahaman
A. pemahaman baik;
tidak ada terbatas; mendalam;
Pemaham cukup; mengiden
pemaha man penjelasan mengidentifika
an identifikasi tifikasi
tentang unsur kurang jelas si
Konsep atau ada cukup konsep
rupa/prinsip konsep dengan
(LKPD 1 & beberapa akurat dengan dengan jelas
desain; sedikit sangat jelas,
Diskusi) kesalahan dan
penjelasan kesalahan. akurat, dan
dalam sebagian
tidak relevan. detail.
identifikasi. besar
akurat.
Menggunaka
Tidak Penggunaa Menggunaka n Menggunakan
B.
menggunaka n beberapa kosa kata seni
Penggunaa n kosa kata kosa kata
n kosa kata kosa kata rupa dengan
n Kosa seni rupa seni rupa
seni rupa seni sangat tepat,
Kata Seni sangat rupa, dengan cukup
yang tepat kaya, dan
Rupa terbatas tepat dan
atau namun fasih dalam
(Presentasi dan sering
menggu kadang masih relevan dalam mendeskrisika
& Diskusi) tidak tepat. sebagian
nakan salah n
besar

C. Tidak mampu Memberikan Mampu Mampu Mampu


Kemampuan memberikan penilaian yang memberikan memberikan memberikan
Menilai/ penilaian atau sangat umum penilaian penilaian penilaian yang
Memberi umpan balik; atau tidak sederhana dengan alasan mendalam
Umpan hanya relevan; umpan dengan sedikit yang cukup dengan alasan
Balik menyatakan balik kurang alasan; umpan jelas dan kuat dan
suka/tidak suka konstruktif. balik agak konstruktif konstruktif,
(LKPD 1 &
tanpa alasan. konstruktif. , serta sangat
Presentasi)
menggun efektif
akan kosa kata mengguna kan
seni.
kosa kata seni.

Berpartisipasi
Tidak Sedikit Berpartisipasi Berpartisipasi sangat
D. berpartisipasi berpartisipasi; secara moderat; aktif dan jelas; aktif dan
Komunikasi & atau presentasi presentasi presentasi
memimpin;
Partisipasi mengganggu; kurang jelas cukup jelas terstruktur dan
presentasi
(Diskusi & presentasi dan namun mudah
sangat jelas,
Presentasi) tidak jelas atau perlu banyak perlu dorongan dimengerti
inspiratif,
tidak selesai. bantuan.
dan persuasif.

Refleksi sangat
mendalam
Refleksi sangat Refleksi cukup Refleksi baik;
Tidak mampu dan jujur; mampu
dangkal; hanya mendalam, mengidentifikasi
E. Refleksi merefleksikan mengidentifikasi
menyebutkan menyebutkan tantangan dan
Diri (LKPD proses atau pembelajaran
satu atau dua beberapa poin pembelajaran
2) hasil karya dan
poin tanpa dengan sedikit dengan cukup
sendiri. area
detail. penjelasan. detail.
pengembangan
diri dengan baik.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan
• Bagi peserta didik yang telah menunjukkan kemampuan sangat baik dalam menilai
dan merefleksikan karya:
o Berikan tugas untuk membuat "Jurnal Kritik Seni Mini" di mana mereka
memilih beberapa gambar karya seni dari buku atau internet, lalu
menuliskan analisis dan penilaian mereka (unsur rupa, prinsip desain,
kesan, pujian, saran) dalam bentuk esai singkat.
o Ajak mereka untuk menciptakan karya seni yang
berpasangan/berkelompok dengan fokus pada pesan atau emosi tertentu,
kemudian mereka akan saling menganalisis dan merefleksikan karya
tersebut. o Fasilitasi diskusi tentang seniman lokal atau karya seni yang
ada di lingkungan sekitar mereka (misal: mural di desa, patung di taman
kota), dan minta mereka menganalisisnya.
Remedial

• Bagi peserta didik yang masih kesulitan dalam memahami konsep atau
menggunakan kosa kata seni rupa:
o Berikan bimbingan individu atau kelompok kecil dengan fokus pada
identifikasi unsur rupa dan prinsip desain melalui contoh-contoh yang lebih
konkret dan sederhana. o Gunakan kartu-kartu bergambar dengan unsur rupa
dan prinsip desain untuk latihan mencocokkan dan menyebutkan. o Ajak mereka
untuk mengamati benda-benda sederhana di kelas (misal: penggaris, buku,
pensil) dan meminta mereka menjelaskan unsur rupa yang paling menonjol
secara lisan, dengan bimbingan guru. o Sediakan lembar kerja dengan
panduan kalimat yang lebih terstruktur untuk membantu mereka dalam
memberikan pujian dan saran yang konstruktif (misal: "Saya suka _______
karena ada _______ yang _______.").

P. Glosarium
1. Kosa Kata Seni Rupa: Istilah-istilah khusus yang digunakan untuk mendeskripsikan
dan menganalisis karya seni rupa, seperti garis, bentuk, warna, keseimbangan, atau
irama.
2. Refleksi: Proses berpikir mendalam tentang pengalaman atau pembelajaran, untuk
memahami apa yang telah dilakukan, apa yang berhasil, apa yang perlu
ditingkatkan, dan mengapa.
3. Kritik Konstruktif: Umpan balik atau penilaian yang bertujuan untuk membangun
dan memberikan saran perbaikan, disampaikan dengan cara yang santun dan
mendukung, bukan menjatuhkan.

Daftar Pustaka
1. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Kurikulum
Merdeka: Capaian Pembelajaran Fase B Mata Pelajaran Seni Rupa. Jakarta:
Kemendikbudristek.
3. Sumanto, Y. (2005). Seni Rupa untuk Anak SD. Yogyakarta: Kanisius.

Mengetahui Banjar, Juli 2025


Kepala SDN 1 Banjar Guru Kelas III

Hj. IKAH KARTIKAH, [Link] HARYANTI, [Link]


NIP. 196602031986102006 NIP. 198611142019032004

Anda mungkin juga menyukai