100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
340 tayangan25 halaman

RKJM SD Negeri Paratag 2025-2029

SD Negeri Paratag, didirikan pada tahun 1985 di Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, menghadapi tantangan dalam meningkatkan mutu pendidikan di tengah kondisi sosial dan ekonomi yang heterogen. Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) disusun untuk memberikan arah strategis dalam pengembangan sekolah selama empat tahun ke depan, dengan fokus pada peningkatan literasi, kompetensi guru, dan penguatan karakter peserta didik. Dokumen ini juga berlandaskan pada berbagai regulasi pendidikan yang memastikan keselarasan dengan kebijakan nasional dan daerah.

Diunggah oleh

Rahmat Purnama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
340 tayangan25 halaman

RKJM SD Negeri Paratag 2025-2029

SD Negeri Paratag, didirikan pada tahun 1985 di Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, menghadapi tantangan dalam meningkatkan mutu pendidikan di tengah kondisi sosial dan ekonomi yang heterogen. Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) disusun untuk memberikan arah strategis dalam pengembangan sekolah selama empat tahun ke depan, dengan fokus pada peningkatan literasi, kompetensi guru, dan penguatan karakter peserta didik. Dokumen ini juga berlandaskan pada berbagai regulasi pendidikan yang memastikan keselarasan dengan kebijakan nasional dan daerah.

Diunggah oleh

Rahmat Purnama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

SD Negeri Paratag berdiri pada tahun 1985 dan berlokasi di Kecamatan Gununghalu, Kabupaten
Bandung Barat. Sekolah ini berada di lingkungan yang cukup padat penduduk dan heterogen, baik
dari sisi sosial, budaya, maupun ekonomi. Kondisi tersebut memberikan tantangan sekaligus peluang
bagi sekolah dalam mengembangkan mutu pendidikan.

Dalam konteks perkembangan pendidikan saat ini, SD Negeri Paratag dituntut untuk mampu
menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan zaman, dan selaras
dengan arah kebijakan pendidikan nasional maupun daerah. Hal ini sejalan dengan implementasi
Kurikulum Merdeka, Profil Pelajar Pancasila, serta kebijakan Gapura Panca Waluya di Kabupaten
Bandung Barat.

Adapun beberapa tantangan utama yang dihadapi sekolah adalah:


1. Sarana dan prasarana pendidikan yang masih terbatas, terutama laboratorium, perpustakaan
digital, serta akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
2. Kesenjangan capaian literasi dan numerasi peserta didik yang masih perlu ditingkatkan agar
sesuai dengan standar nasional dan profil capaian kurikulum.
3. Kompetensi guru yang perlu terus diperkuat, khususnya dalam implementasi Kurikulum
Merdeka, pembelajaran berdiferensiasi, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses
pembelajaran.
4. Penguatan karakter peserta didik di era digital, agar mereka mampu menjadi generasi yang
beriman, berkarakter, cerdas, peduli, tangguh, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.

Berdasarkan kondisi tersebut, SD Negeri Paratag menyusun Rencana Kerja Jangka Menengah
(RKJM) untuk periode empat tahun ke depan. RKJM ini menjadi pedoman dalam merencanakan,
melaksanakan, dan mengevaluasi berbagai program sekolah, sehingga arah pengembangan sekolah
lebih terukur, sistematis, dan selaras dengan visi, misi, serta tujuan sekolah.

1.2 Landasan Hukum

Penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) SD Negeri Paratag mengacu pada berbagai
landasan hukum, regulasi, serta dokumen kebijakan pendidikan yang berlaku secara nasional maupun
daerah. Landasan hukum ini menjadi pijakan normatif sekaligus arah strategis dalam menentukan
kebijakan dan program sekolah untuk periode empat tahun ke depan.

Adapun regulasi dan dokumen yang menjadi landasan hukum penyusunan RKJM ini antara lain:
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Undang-undang ini menjadi dasar hukum utama dalam penyelenggaraan pendidikan nasional,
yang mengatur tujuan pendidikan, hak dan kewajiban warga negara dalam memperoleh
pendidikan, serta peran satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan. SD Negeri
Paratag berpedoman pada ketentuan ini untuk menyelenggarakan layanan pendidikan dasar yang
bermutu, berkeadilan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Peraturan ini mengatur delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP), yaitu standar isi, proses,
penilaian, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana,
pengelolaan, serta pembiayaan. SNP menjadi acuan dalam perencanaan program sekolah,
termasuk dalam menetapkan indikator capaian dalam RKJM agar sesuai dengan kualitas
minimal yang ditetapkan pemerintah.
3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 19 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis
Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Regulasi ini menjadi dasar pengelolaan keuangan sekolah, terutama terkait penggunaan dana
BOS secara transparan, akuntabel, dan efektif. Dalam RKJM, pengelolaan anggaran sekolah
harus disesuaikan dengan aturan ini agar mampu mendukung prioritas program sekolah
sekaligus memenuhi kebutuhan pembelajaran peserta didik.
4. Permendikbudristek Nomor 5 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada PAUD,
Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Peraturan ini menegaskan capaian pembelajaran yang harus diraih peserta didik di setiap jenjang
pendidikan. RKJM SD Negeri Paratag memanfaatkan regulasi ini sebagai acuan untuk
menyusun program peningkatan mutu pembelajaran, penguatan literasi, numerasi, serta
pengembangan Profil Pelajar Pancasila sesuai dengan Kurikulum Merdeka.
5. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat tentang Penyelenggaraan Pendidikan.
Peraturan daerah menjadi dasar hukum pelaksanaan pendidikan di tingkat lokal. Hal ini penting
karena setiap daerah memiliki prioritas, strategi, dan program unggulan masing-masing. SD
Negeri Paratag menyesuaikan RKJM dengan arah kebijakan pendidikan daerah, termasuk
penguatan visi “Bandung Barat AMANAH” serta program Gapura Panca Waluya yang
menekankan pada pembangunan pendidikan yang berkarakter, inklusif, dan berdaya saing.
6. Rapor Pendidikan SD Negeri Paratag tahun terakhir.
Dokumen ini merupakan hasil evaluasi capaian mutu sekolah yang dikeluarkan oleh
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Rapor Pendidikan menjadi
landasan faktual dan diagnostik dalam menyusun RKJM, karena memuat analisis kondisi nyata
sekolah, termasuk capaian literasi, numerasi, kualitas pembelajaran, serta tata kelola sekolah.
Melalui dokumen ini, perencanaan program dapat disusun secara lebih tepat sasaran sesuai
kebutuhan sekolah.

Dengan berlandaskan pada regulasi dan dokumen di atas, RKJM SD Negeri Paratag diharapkan
dapat disusun secara terarah, sistematis, serta memiliki legitimasi hukum yang kuat. Landasan
hukum ini juga memastikan bahwa setiap program dan kegiatan sekolah yang tertuang dalam RKJM
tidak hanya menjawab kebutuhan internal sekolah, tetapi juga sejalan dengan kebijakan pendidikan
nasional, provinsi, maupun daerah.
1.3 Tujuan Penyusunan RKJM

Penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) SD Negeri Paratag memiliki tujuan utama
untuk memberikan arah yang jelas, terukur, dan sistematis dalam pengembangan sekolah selama
periode empat tahun ke depan. RKJM berfungsi sebagai pedoman strategis yang tidak hanya
mencakup perencanaan program, tetapi juga memastikan keterpaduan antara visi, misi, tujuan
sekolah, dan kebijakan pendidikan nasional maupun daerah.

Secara lebih rinci, tujuan penyusunan RKJM SD Negeri Paratag adalah sebagai berikut:

Sebagai acuan strategis bagi pengembangan sekolah.


RKJM menjadi panduan dalam merumuskan kebijakan, program, dan kegiatan sekolah secara jangka
menengah. Dengan adanya dokumen ini, arah pengembangan sekolah menjadi lebih fokus, terarah,
serta selaras dengan visi, misi, dan tujuan SD Negeri Paratag.

Meningkatkan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.


Melalui RKJM, sekolah dapat merencanakan program yang mendukung peningkatan literasi,
numerasi, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, serta penguatan Profil Pelajar Pancasila. Dengan
demikian, peserta didik tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, mandiri, dan
siap menghadapi tantangan zaman.

Mengoptimalkan pengelolaan sumber daya sekolah.


RKJM menjadi pedoman dalam pemanfaatan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan anggaran
sekolah secara efektif, efisien, dan akuntabel. Hal ini mencakup perencanaan pengembangan
kompetensi guru, peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi, serta pengadaan fasilitas
pendidikan yang menunjang tercapainya standar nasional pendidikan.

Menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran
Sekolah (RKAS).
RKJM memberikan kerangka jangka menengah yang kemudian dijabarkan setiap tahun dalam
bentuk RKT dan RKAS. Dengan demikian, seluruh kegiatan sekolah memiliki kesinambungan,
saling terkait, dan dapat dievaluasi secara terukur setiap tahunnya.

Menjamin keterpaduan dengan kebijakan pendidikan nasional dan daerah.


RKJM disusun agar selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, khususnya
dalam mewujudkan visi “Bandung Barat AMANAH” dan penguatan program Gapura Panca Waluya.

Mewujudkan tata kelola sekolah yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.


Dengan adanya RKJM, seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) sekolah — mulai dari kepala
sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, komite sekolah, hingga masyarakat
sekitar — dapat berperan aktif dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.

Sebagai instrumen evaluasi dan pengendalian mutu.


RKJM memungkinkan sekolah untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian program
secara berkala. Dengan adanya tolok ukur yang jelas, sekolah dapat mengetahui keberhasilan
maupun hambatan yang dihadapi, sehingga langkah perbaikan dapat dilakukan secara tepat dan
berkelanjutan.

Dengan tujuan-tujuan tersebut, RKJM SD Negeri Paratag diharapkan mampu menjadi dokumen
perencanaan yang komprehensif, adaptif, serta responsif terhadap perkembangan zaman. RKJM
bukan hanya sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan
sekolah yang unggul, berkarakter, serta mampu mencetak generasi penerus bangsa yang sehat,
cerdas, peduli, dan tangguh menghadapi tantangan global.

1.4 Sistematika Penulisan RKJM

Agar penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) SD Negeri Paratag lebih terstruktur dan
mudah dipahami, maka dokumen ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:

Pendahuluan
Berisi uraian mengenai latar belakang penyusunan RKJM, landasan hukum, tujuan penyusunan, serta
sistematika penulisan dokumen. Bagian ini memberikan gambaran awal mengenai dasar pemikiran,
arah kebijakan, dan maksud dari penyusunan RKJM.

Profil Sekolah
Menguraikan identitas dan kondisi umum sekolah, termasuk sejarah singkat, visi, misi, tujuan,
kondisi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, lingkungan sekitar
sekolah, serta potensi dan tantangan yang dihadapi. Bagian ini berfungsi sebagai gambaran faktual
sekolah yang menjadi dasar perencanaan program.

Analisis Kondisi Sekolah


Memuat analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan (analisis SWOT) yang dimiliki SD
Negeri Paratag. Analisis ini menjadi pijakan dalam merumuskan strategi pengembangan sekolah agar
lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Rencana Strategis Sekolah


Menjabarkan arah pengembangan sekolah untuk jangka menengah (empat tahun) yang mencakup
kebijakan, sasaran, indikator, serta strategi pencapaian visi, misi, dan tujuan sekolah. Bagian ini
menekankan pada prioritas pengembangan mutu pembelajaran, peningkatan kompetensi pendidik,
penguatan karakter, dan optimalisasi pemanfaatan sarana prasarana.

Program dan Kegiatan Prioritas


Menguraikan program-program utama sekolah beserta kegiatan pendukungnya yang akan
dilaksanakan selama empat tahun. Setiap program dilengkapi dengan indikator capaian, sasaran,
penanggung jawab, serta kebutuhan sumber daya yang dibutuhkan.

Rencana Pembiayaan
Berisi estimasi anggaran biaya untuk mendukung pelaksanaan program dan kegiatan sekolah selama
periode RKJM. Rencana pembiayaan ini mengacu pada sumber dana yang tersedia, baik dari BOS,
bantuan pemerintah daerah, maupun partisipasi masyarakat.

Mekanisme Monitoring dan Evaluasi


Menjelaskan prosedur pemantauan, evaluasi, serta tindak lanjut terhadap pelaksanaan program
RKJM. Bagian ini penting untuk menjamin akuntabilitas, transparansi, serta keberlanjutan
pengembangan sekolah.

Penutup
Berisi ringkasan dan harapan terhadap pelaksanaan RKJM, serta komitmen seluruh warga sekolah
dan pemangku kepentingan dalam mendukung tercapainya visi, misi, dan tujuan SD Negeri Paratag.

Dengan sistematika tersebut, RKJM SD Negeri Paratag diharapkan menjadi dokumen yang
komprehensif, mudah dipahami, serta dapat dijadikan pedoman strategis bagi seluruh pihak dalam
upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

BAB II
PROFIL SEKOLAH
2.1 Identitas Sekolah

Nama Sekolah : SD Negeri Paratag

NPSN : [isi sesuai data sekolah]

Alamat : [alamat lengkap] Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

Tahun Berdiri : 1985

Status Sekolah : Negeri

Akreditasi : [A/B/C sesuai hasil terakhir BAN-SM]


Jumlah Guru : [jumlah terbaru] orang

Jumlah Tenaga Kependidikan : [jumlah terbaru] orang

Jumlah Peserta Didik : [jumlah terbaru] siswa

Komite Sekolah : Ada dan aktif dalam mendukung program sekolah.

2.2 Sejarah Singkat Sekolah

SD Negeri Paratag berdiri sejak tahun 1985 sebagai salah satu lembaga pendidikan dasar di
Kecamatan Gununghalu. Sejak berdirinya, sekolah ini telah menjadi pusat pendidikan bagi
masyarakat sekitar, terutama bagi anak-anak dari lingkungan padat penduduk dengan latar belakang
sosial dan budaya yang heterogen.

Dalam perjalanannya, SD Negeri Paratag terus mengalami perkembangan baik dari sisi jumlah
peserta didik, sarana prasarana, maupun mutu pendidikan. Dukungan pemerintah, masyarakat, serta
komite sekolah menjadikan SD Negeri Paratag sebagai salah satu sekolah yang berkomitmen
menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan
zaman.

2.3 Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah

Visi:
“Menjadi sekolah PARATAG (Peduli, Agamis, Responsif, Adaptif, Tangguh, Aktif, Gemilang) yang
mencetak siswa sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.”

Misi:

Menyelenggarakan pembelajaran yang bermutu, inovatif, dan berpihak pada peserta didik sesuai
prinsip Kurikulum Merdeka.

Membiasakan nilai-nilai religius, moral, dan budaya luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari di
sekolah.

Meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan agar profesional, adaptif terhadap
teknologi, serta mampu menjadi teladan.

Mengembangkan potensi peserta didik melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan


ekstrakurikuler.
Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan ramah anak.

Menjalin kerja sama dengan orang tua, komite sekolah, dan masyarakat untuk mendukung kemajuan
pendidikan.

Menanamkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila sebagai dasar pembentukan karakter siswa.

Tujuan Sekolah:

Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi literasi, numerasi, dan keterampilan abad 21.

Mewujudkan peserta didik yang beriman, bertakwa, berkarakter mulia, dan berwawasan kebangsaan.

Menyiapkan peserta didik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi.

Meningkatkan mutu dan pemerataan layanan pendidikan di lingkungan sekitar sekolah.

Menjadi sekolah yang unggul, berdaya saing, dan dipercaya masyarakat.

2.4 Kondisi Peserta Didik

Peserta didik SD Negeri Paratag berasal dari lingkungan masyarakat sekitar dengan latar belakang
sosial, ekonomi, dan budaya yang beragam. Hal ini memberikan peluang bagi sekolah untuk
menanamkan nilai-nilai toleransi, kebersamaan, serta kepedulian sosial. Namun demikian, masih
terdapat kesenjangan capaian literasi dan numerasi yang perlu diatasi melalui strategi pembelajaran
yang lebih inovatif, inklusif, dan diferensiatif.

2.5 Pendidik dan Tenaga Kependidikan

SD Negeri Paratag memiliki guru dan tenaga kependidikan dengan kualifikasi akademik yang
beragam. Sebagian besar guru telah memenuhi standar minimal pendidikan sarjana (S1), namun
peningkatan kompetensi dalam hal penguasaan Kurikulum Merdeka, pemanfaatan teknologi, serta
pembelajaran berbasis proyek masih perlu ditingkatkan.

2.6 Sarana dan Prasarana

Sarana prasarana yang dimiliki SD Negeri Paratag antara lain ruang kelas, kantor guru, perpustakaan
sederhana, ruang UKS, serta lapangan olahraga. Namun, sekolah masih menghadapi keterbatasan
dalam hal laboratorium, perpustakaan digital, serta akses internet yang stabil. Hal ini menjadi salah
satu prioritas pengembangan dalam RKJM agar pembelajaran lebih optimal dan selaras dengan
tuntutan era digital.

2.7 Lingkungan Sekolah dan Dukungan Masyarakat

Sekolah berada di wilayah yang padat penduduk dengan tingkat partisipasi masyarakat yang cukup
tinggi terhadap pendidikan. Komite sekolah serta orang tua siswa berperan aktif dalam mendukung
kegiatan sekolah, baik dari sisi moral maupun material. Dukungan masyarakat menjadi modal sosial
yang penting bagi SD Negeri Paratag dalam mewujudkan berbagai program pengembangan sekolah.

BAB III
ANALISIS KONDISI SEKOLAH (ANALISIS SWOT)

Analisis kondisi sekolah dilakukan untuk mengetahui posisi SD Negeri Paratag dalam konteks
internal maupun eksternal. Analisis ini menggunakan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses,
Opportunities, Threats) sehingga dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengembangan
sekolah.

3.1 Kekuatan (Strengths)

Sekolah memiliki visi, misi, dan tujuan yang jelas serta sesuai dengan arah kebijakan pendidikan
nasional dan daerah.

Dukungan masyarakat dan komite sekolah yang cukup tinggi dalam mendukung kegiatan sekolah.

Guru-guru memiliki semangat pengabdian yang tinggi dalam memberikan layanan pendidikan
kepada peserta didik.

Sekolah memiliki lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran dan relatif aman.

Tersedia beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan minat, bakat, dan
karakter siswa.

Lokasi sekolah berada di wilayah padat penduduk sehingga potensi jumlah peserta didik relatif stabil.

3.2 Kelemahan (Weaknesses)

Sarana dan prasarana masih terbatas, terutama laboratorium, perpustakaan digital, dan akses internet
yang memadai.
Penguasaan guru terhadap pemanfaatan teknologi dan implementasi Kurikulum Merdeka masih perlu
ditingkatkan.

Capaian literasi dan numerasi peserta didik belum merata, masih terdapat kesenjangan antara siswa.

Dokumentasi administrasi sekolah, khususnya yang berbasis digital, masih belum optimal.

Belum semua kegiatan pengembangan karakter peserta didik terintegrasi dengan Profil Pelajar
Pancasila.

Kegiatan pengembangan kompetensi guru masih terbatas karena keterbatasan dana dan akses
pelatihan.

3.3 Peluang (Opportunities)

Dukungan kebijakan nasional melalui Kurikulum Merdeka dan program Profil Pelajar Pancasila.

Kebijakan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui program Gapura Panca Waluya yang
menekankan penguatan karakter, literasi, numerasi, dan teknologi.

Perkembangan teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas


pembelajaran.

Program bantuan pemerintah, seperti BOS Reguler dan BOS Kinerja, yang mendukung pembiayaan
pendidikan.

Kolaborasi dengan orang tua, komite sekolah, dan masyarakat yang semakin terbuka terhadap
inovasi pendidikan.

Peluang kerja sama dengan pihak swasta atau lembaga lain untuk mendukung peningkatan mutu
sekolah.

3.4 Ancaman (Threats)

Perkembangan teknologi digital yang pesat dapat memengaruhi karakter siswa jika tidak diimbangi
dengan penguatan pendidikan karakter.

Persaingan antar sekolah dalam menarik minat peserta didik baru, terutama dengan sekolah yang
memiliki fasilitas lebih lengkap.
Kondisi ekonomi sebagian orang tua siswa yang terbatas, sehingga dapat berdampak pada
keterlibatan mereka dalam mendukung pembiayaan kegiatan sekolah.

Masih adanya kesenjangan kualitas pendidikan antar daerah yang berpotensi memengaruhi daya
saing lulusan sekolah.

Perubahan kebijakan pendidikan yang cepat, menuntut sekolah untuk selalu adaptif agar tidak
tertinggal.

Dampak lingkungan sosial, budaya, dan pergaulan bebas yang dapat memengaruhi perilaku peserta
didik.

3.5 Implikasi Analisis SWOT

Berdasarkan hasil analisis SWOT di atas, strategi pengembangan SD Negeri Paratag dalam RKJM
diarahkan pada upaya:

Mengoptimalkan kekuatan internal (komitmen guru, dukungan masyarakat, visi sekolah yang jelas)
untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Memanfaatkan peluang eksternal (dukungan kebijakan, bantuan pemerintah, perkembangan


teknologi) guna memperkuat mutu pembelajaran dan pengelolaan sekolah.

Mengurangi kelemahan internal melalui peningkatan kompetensi guru, perbaikan sarana prasarana,
serta pemanfaatan teknologi digital.

Mengantisipasi ancaman eksternal dengan memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan kualitas


lulusan, dan memperluas kerja sama dengan berbagai pihak.

Dengan demikian, hasil analisis SWOT ini menjadi dasar dalam merumuskan rencana strategis dan
program prioritas sekolah untuk periode empat tahun ke depan.

BAB IV
RENCANA STRATEGIS SEKOLAH

Rencana Strategis (Renstra) SD Negeri Paratag disusun untuk jangka waktu empat tahun sebagai
penjabaran dari visi, misi, tujuan sekolah, serta hasil analisis kondisi sekolah (SWOT). Renstra ini
menjadi arah kebijakan sekolah dalam mengembangkan mutu pendidikan, meningkatkan layanan,
serta memastikan pencapaian sasaran sesuai standar nasional maupun kebijakan daerah.

4.1 Arah Kebijakan Strategis


Berdasarkan visi, misi, tujuan sekolah, dan hasil analisis SWOT, arah kebijakan strategis SD Negeri
Paratag ditetapkan sebagai berikut:

Peningkatan mutu pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik dan selaras dengan prinsip
Kurikulum Merdeka.

Penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi
digital dan pembelajaran berdiferensiasi.

Optimalisasi sarana prasarana sekolah, termasuk pengembangan perpustakaan digital, laboratorium


sederhana, dan akses internet.

Penguatan karakter peserta didik melalui pembiasaan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, program
religius, serta pembelajaran berbasis projek.

Peningkatan kualitas tata kelola sekolah yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.

Peningkatan kolaborasi dengan orang tua, komite sekolah, masyarakat, dan berbagai pihak eksternal.

Pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien untuk mendukung program prioritas sekolah.

4.2 Sasaran Strategis

Dalam periode empat tahun ke depan, sasaran strategis SD Negeri Paratag adalah sebagai berikut:

Mutu Akademik:

Meningkatnya capaian literasi dan numerasi peserta didik sesuai standar nasional.

Meningkatnya hasil belajar pada semua mata pelajaran inti.

Mutu Non-Akademik:

Terlaksananya program ekstrakurikuler yang beragam dan diminati peserta didik.

Meningkatnya prestasi peserta didik dalam bidang olahraga, seni, dan kegiatan lainnya.

Pendidik dan Tenaga Kependidikan:

Seluruh guru menguasai strategi pembelajaran sesuai Kurikulum Merdeka.


Guru mampu memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

Sarana dan Prasarana:

Terbangunnya akses internet yang stabil di sekolah.

Terwujudnya perpustakaan digital dan ruang belajar yang ramah anak.

Karakter Peserta Didik:

Seluruh peserta didik terbiasa menerapkan nilai Profil Pelajar Pancasila.

Penguatan pembiasaan religius, gotong royong, dan kepedulian sosial.

Tata Kelola Sekolah:

RKJM, RKT, dan RKAS tersusun dan dilaksanakan dengan baik.

Terwujudnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran sekolah.

Kemitraan dan Kolaborasi:

Terjalinnya kerja sama yang kuat dengan orang tua, komite sekolah, masyarakat, serta pihak
eksternal.

4.3 Strategi Pencapaian

Untuk mencapai arah kebijakan dan sasaran strategis tersebut, ditetapkan strategi sebagai berikut:

Bidang Pembelajaran:

Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara bertahap dan konsisten.

Mengembangkan model pembelajaran aktif, kreatif, kolaboratif, dan berbasis projek.

Melakukan asesmen diagnostik untuk memetakan kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Memberikan program remedial dan pengayaan secara terstruktur.

Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan:


Menyelenggarakan pelatihan internal (in house training) untuk guru.

Mendorong guru mengikuti program pelatihan dari dinas pendidikan maupun pihak eksternal.

Meningkatkan kompetensi guru dalam penggunaan teknologi digital, aplikasi pembelajaran, dan
pembuatan media interaktif.

Bidang Sarana dan Prasarana:

Mengajukan proposal bantuan sarana prasarana kepada pemerintah daerah maupun pusat.

Mengembangkan perpustakaan digital dengan koleksi e-book dan sumber belajar daring.

Melakukan pemeliharaan rutin terhadap fasilitas sekolah.

Bidang Karakter dan Kesiswaan:

Melaksanakan program pembiasaan religius, seperti salat berjamaah, tadarus, dan doa bersama.

Mendorong siswa aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, seperti pramuka, olahraga, seni, dan kegiatan
literasi.

Menyelenggarakan projek Profil Pelajar Pancasila (P5) yang tematik dan kontekstual.

Bidang Tata Kelola:

Menyusun perencanaan sekolah (RKJM, RKT, RKAS) berbasis data Rapor Pendidikan.

Mengoptimalkan peran komite sekolah dalam pengawasan dan dukungan program.

Menerapkan sistem administrasi berbasis digital secara bertahap.

Bidang Kemitraan:

Menjalin kerja sama dengan dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi untuk mendukung
program sekolah.

Mengembangkan kolaborasi dengan masyarakat sekitar dalam kegiatan sosial, lingkungan, dan
budaya.
Melibatkan orang tua dalam kegiatan sekolah, baik sebagai narasumber, fasilitator, maupun
pendukung kegiatan siswa.

BAB IV
RENCANA STRATEGIS SEKOLAH

Rencana Strategis (Renstra) SD Negeri Paratag disusun untuk jangka waktu empat tahun sebagai
penjabaran dari visi, misi, tujuan sekolah, serta hasil analisis kondisi sekolah (SWOT). Renstra ini
menjadi arah kebijakan sekolah dalam mengembangkan mutu pendidikan, meningkatkan layanan,
serta memastikan pencapaian sasaran sesuai standar nasional maupun kebijakan daerah.

4.1 Arah Kebijakan Strategis

Berdasarkan visi, misi, tujuan sekolah, dan hasil analisis SWOT, arah kebijakan strategis SD Negeri
Paratag ditetapkan sebagai berikut:

Peningkatan mutu pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik dan selaras dengan prinsip
Kurikulum Merdeka.

Penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi
digital dan pembelajaran berdiferensiasi.

Optimalisasi sarana prasarana sekolah, termasuk pengembangan perpustakaan digital, laboratorium


sederhana, dan akses internet.

Penguatan karakter peserta didik melalui pembiasaan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, program
religius, serta pembelajaran berbasis projek.

Peningkatan kualitas tata kelola sekolah yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.

Peningkatan kolaborasi dengan orang tua, komite sekolah, masyarakat, dan berbagai pihak eksternal.

Pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien untuk mendukung program prioritas sekolah.

4.2 Sasaran Strategis

Dalam periode empat tahun ke depan, sasaran strategis SD Negeri Paratag adalah sebagai berikut:

Mutu Akademik:

Meningkatnya capaian literasi dan numerasi peserta didik sesuai standar nasional.
Meningkatnya hasil belajar pada semua mata pelajaran inti.

Mutu Non-Akademik:

Terlaksananya program ekstrakurikuler yang beragam dan diminati peserta didik.

Meningkatnya prestasi peserta didik dalam bidang olahraga, seni, dan kegiatan lainnya.

Pendidik dan Tenaga Kependidikan:

Seluruh guru menguasai strategi pembelajaran sesuai Kurikulum Merdeka.

Guru mampu memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

Sarana dan Prasarana:

Terbangunnya akses internet yang stabil di sekolah.

Terwujudnya perpustakaan digital dan ruang belajar yang ramah anak.

Karakter Peserta Didik:

Seluruh peserta didik terbiasa menerapkan nilai Profil Pelajar Pancasila.

Penguatan pembiasaan religius, gotong royong, dan kepedulian sosial.

Tata Kelola Sekolah:

RKJM, RKT, dan RKAS tersusun dan dilaksanakan dengan baik.

Terwujudnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran sekolah.

Kemitraan dan Kolaborasi:

Terjalinnya kerja sama yang kuat dengan orang tua, komite sekolah, masyarakat, serta pihak
eksternal.

4.3 Strategi Pencapaian

Untuk mencapai arah kebijakan dan sasaran strategis tersebut, ditetapkan strategi sebagai berikut:
Bidang Pembelajaran:

Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara bertahap dan konsisten.

Mengembangkan model pembelajaran aktif, kreatif, kolaboratif, dan berbasis projek.

Melakukan asesmen diagnostik untuk memetakan kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Memberikan program remedial dan pengayaan secara terstruktur.

Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan:

Menyelenggarakan pelatihan internal (in house training) untuk guru.

Mendorong guru mengikuti program pelatihan dari dinas pendidikan maupun pihak eksternal.

Meningkatkan kompetensi guru dalam penggunaan teknologi digital, aplikasi pembelajaran, dan
pembuatan media interaktif.

Bidang Sarana dan Prasarana:

Mengajukan proposal bantuan sarana prasarana kepada pemerintah daerah maupun pusat.

Mengembangkan perpustakaan digital dengan koleksi e-book dan sumber belajar daring.

Melakukan pemeliharaan rutin terhadap fasilitas sekolah.

Bidang Karakter dan Kesiswaan:

Melaksanakan program pembiasaan religius, seperti salat berjamaah, tadarus, dan doa bersama.

Mendorong siswa aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, seperti pramuka, olahraga, seni, dan kegiatan
literasi.

Menyelenggarakan projek Profil Pelajar Pancasila (P5) yang tematik dan kontekstual.

Bidang Tata Kelola:

Menyusun perencanaan sekolah (RKJM, RKT, RKAS) berbasis data Rapor Pendidikan.
Mengoptimalkan peran komite sekolah dalam pengawasan dan dukungan program.

Menerapkan sistem administrasi berbasis digital secara bertahap.

Bidang Kemitraan:

Menjalin kerja sama dengan dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi untuk mendukung
program sekolah.

Mengembangkan kolaborasi dengan masyarakat sekitar dalam kegiatan sosial, lingkungan, dan
budaya.

Melibatkan orang tua dalam kegiatan sekolah, baik sebagai narasumber, fasilitator, maupun
pendukung kegiatan siswa.

Apakah Anda mau saya lanjutkan sekalian ke Bab V Program dan Kegiatan Prioritas, supaya
dokumennya semakin lengkap?

Anda bilang:

Apakah Anda mau saya lanjutkan sekalian ke **Bab V Program dan Kegiatan Prioritas**, supaya
dokumennya semakin lengkap?

YA BUATKAN JUGA
ChatGPT bilang:

Baik, saya buatkan Bab V Program dan Kegiatan Prioritas untuk RKJM SD Negeri Paratag. Bagian
ini saya susun panjang, detail, dan sistematis agar bisa langsung dijadikan pedoman dalam
perencanaan sekolah.

BAB V
PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS

Program dan kegiatan prioritas SD Negeri Paratag disusun untuk jangka waktu empat tahun ke
depan. Program-program ini merupakan penjabaran dari visi, misi, tujuan sekolah, hasil analisis
SWOT, serta arah kebijakan strategis.

5.1 Bidang Pembelajaran dan Kurikulum

Tujuan: Meningkatkan mutu pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik dan selaras dengan
prinsip Kurikulum Merdeka.
Program dan Kegiatan:

Implementasi Kurikulum Merdeka secara konsisten di semua kelas.

Pengembangan pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran berbasis projek (P5).

Peningkatan literasi dan numerasi melalui:

Program literasi pagi (membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai).

Program “Matematika Menyenangkan” berbasis permainan edukatif.

Asesmen diagnostik awal tahun untuk memetakan kemampuan siswa.

Pelaksanaan remedial dan pengayaan terstruktur.

Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran (Google Classroom, Canva, Kahoot, Quizizz,
dll.).

5.2 Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Tujuan: Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru serta tenaga kependidikan.

Program dan Kegiatan:

Pelatihan internal (In House Training) tentang Kurikulum Merdeka.

Workshop pembuatan media pembelajaran digital.

Kegiatan KKG (Kelompok Kerja Guru) dan MGMP tingkat kecamatan.

Bimbingan teknis penggunaan platform Merdeka Mengajar.

Program penguatan literasi digital bagi guru dan tenaga kependidikan.

Peningkatan disiplin, budaya kerja, dan pelayanan publik di sekolah.

5.3 Bidang Sarana dan Prasarana

Tujuan: Meningkatkan kualitas sarana prasarana sebagai penunjang pembelajaran.


Program dan Kegiatan:

Pengadaan dan pengembangan perpustakaan digital serta koleksi buku cetak.

Penyediaan jaringan internet yang stabil dan perangkat TIK untuk pembelajaran.

Perbaikan ruang kelas agar lebih nyaman dan ramah anak.

Pemeliharaan rutin sarana prasarana sekolah.

Pengadaan alat peraga pembelajaran untuk mata pelajaran inti.

Pengembangan ruang UKS, laboratorium sederhana IPA, dan taman sekolah sebagai sarana belajar
kontekstual.

5.4 Bidang Peserta Didik dan Kesiswaan

Tujuan: Mengembangkan potensi, karakter, dan prestasi siswa.

Program dan Kegiatan:

Pembiasaan religius (salat berjamaah, tadarus, doa bersama, peringatan hari besar Islam).

Kegiatan ekstrakurikuler: Pramuka, olahraga, seni, literasi, dan TIK.

Program “Siswa Hebat” untuk meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik.

Projek Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema:

Gaya Hidup Berkelanjutan

Kearifan Lokal

Bhinneka Tunggal Ika

Bangunlah Jiwa dan Raganya

Suara Demokrasi

Kewirausahaan
Lomba-lomba internal dan eksternal (OSN, FLS2N, O2SN, lomba literasi).

Program “Sahabat Karakter” untuk penguatan budi pekerti dan kepedulian sosial.

5.5 Bidang Tata Kelola dan Manajemen Sekolah

Tujuan: Meningkatkan tata kelola sekolah yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.

Program dan Kegiatan:

Penyusunan RKJM, RKT, dan RKAS berbasis data Rapor Pendidikan.

Peningkatan layanan administrasi berbasis digital.

Transparansi penggunaan dana BOS melalui laporan rutin kepada komite sekolah.

Optimalisasi peran komite sekolah dalam pengambilan keputusan.

Supervisi akademik dan manajerial kepala sekolah secara berkala.

Monitoring dan evaluasi program sekolah setiap semester.

5.6 Bidang Kemitraan dan Hubungan dengan Masyarakat

Tujuan: Memperkuat kolaborasi dengan orang tua, komite sekolah, masyarakat, dan pihak eksternal.

Program dan Kegiatan:

Pertemuan rutin dengan orang tua siswa melalui rapat komite dan parenting class.

Kerja sama dengan masyarakat sekitar dalam kegiatan sosial, budaya, dan lingkungan.

Kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi untuk mendukung pembelajaran.

Program “Sekolah Sahabat Lingkungan” melalui kerja sama dengan instansi terkait.

Mengembangkan jejaring kerja sama dengan sekolah lain untuk berbagi praktik baik.

BAB VI
RENCANA PEMBIAYAAN
Rencana pembiayaan dalam Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) SD Negeri Paratag disusun
untuk mendukung seluruh program dan kegiatan prioritas yang telah ditetapkan. Rencana ini bersifat
estimatif dan dapat disesuaikan setiap tahun melalui penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran
Sekolah (RKAS) sesuai kondisi riil pendanaan.

6.1 Sumber Pembiayaan

Pendanaan sekolah diperoleh dari beberapa sumber utama:

Dana BOS Reguler – sesuai dengan juknis BOS yang berlaku setiap tahun.

Bantuan Pemerintah Daerah – berupa hibah, bantuan sarana prasarana, dan program prioritas
pendidikan.

Partisipasi Komite Sekolah dan Orang Tua – dalam bentuk kontribusi sukarela sesuai kesepakatan
dan kebutuhan sekolah.

Kemitraan dengan Pihak Ketiga – dunia usaha, lembaga sosial, dan CSR (Corporate Social
Responsibility).

Dana Swadaya Sekolah – hasil dari kegiatan sekolah yang sah dan tidak mengikat.

6.2 Prinsip Penyusunan Anggaran

Disusun berdasarkan kebutuhan riil sekolah.

Mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Mengutamakan program prioritas yang mendukung visi, misi, dan tujuan sekolah.

6.3 Estimasi Pembiayaan per Bidang (Empat Tahun ke Depan)


Bidang Program Jenis Kegiatan Perkiraan Anggaran (Rp) Sumber Dana
Pembelajaran dan Kurikulum Implementasi Kurikulum Merdeka, P5, literasi dan numerasi, media
ajar 120.000.000 BOS, Pemda, Kemitraan
Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pelatihan, workshop, KKG, IHT, peningkatan kompetensi
digital 80.000.000 BOS, Pemda
Sarana dan Prasarana Pengadaan buku, perbaikan ruang kelas, perpustakaan digital, TIK
200.000.000 BOS, Pemda, CSR
Peserta Didik dan Kesiswaan Ekstrakurikuler, lomba, pembinaan karakter, kegiatan religius & sosial
100.000.000 BOS, Komite, Swadaya
Tata Kelola dan Manajemen Sekolah Penyusunan RKJM/RKAS, administrasi digital, supervisi,
monitoring 60.000.000 BOS
Kemitraan dan Hubungan Masyarakat Parenting class, kerja sama masyarakat, sekolah ramah
lingkungan 40.000.000 BOS, Kemitraan
TOTAL ESTIMASI 4 TAHUN 600.000.000

Catatan: Anggaran di atas bersifat estimasi dan dapat berubah sesuai kondisi, regulasi, serta
kebutuhan riil sekolah setiap tahun.

6.4 Strategi Efisiensi dan Optimalisasi Anggaran

Untuk memastikan pemanfaatan dana berjalan optimal, strategi berikut akan diterapkan:

Prioritas Kegiatan – mendahulukan program yang berpengaruh langsung terhadap peningkatan mutu
belajar siswa.

Pengendalian Biaya – melakukan evaluasi rutin terhadap setiap pengeluaran.

Pemanfaatan Teknologi – menggunakan sistem digital untuk administrasi dan pembelajaran agar
lebih hemat biaya.

Kolaborasi dan Kemitraan – menjalin kerja sama dengan pihak eksternal untuk memperoleh
dukungan non-dana (fasilitas, pelatihan, beasiswa).

Transparansi dan Akuntabilitas – melibatkan komite sekolah dan orang tua dalam pengawasan
penggunaan anggaran.

BAB VII
MEKANISME MONITORING DAN EVALUASI

Monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dalam pelaksanaan RKJM. Kegiatan ini
bertujuan untuk memastikan bahwa program dan kegiatan yang direncanakan berjalan sesuai dengan
tujuan, serta dapat memberikan masukan untuk perbaikan berkelanjutan.

7.1 Tujuan Monitoring dan Evaluasi

Memastikan keterlaksanaan program sesuai dengan rencana yang tertuang dalam RKJM dan RKAS.
Menilai efektivitas, efisiensi, dan relevansi program terhadap peningkatan mutu sekolah.

Menyediakan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan manajemen sekolah.

Mengidentifikasi hambatan, tantangan, dan peluang dalam pelaksanaan program.

Memberikan rekomendasi untuk tindak lanjut perbaikan berkelanjutan.

7.2 Prinsip Monitoring dan Evaluasi

Transparan dan akuntabel – hasil monitoring terbuka bagi seluruh warga sekolah dan komite.

Partisipatif – melibatkan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite, dan orang tua.

Berkelanjutan – dilakukan secara periodik, baik bulanan, semesteran, maupun tahunan.

Berbasis data – menggunakan instrumen yang valid, laporan keuangan, serta capaian indikator
kinerja.

Tindak lanjut nyata – hasil evaluasi menjadi dasar perbaikan dan inovasi program.

7.3 Mekanisme Monitoring

Monitoring dilakukan untuk mengamati keterlaksanaan program dan kegiatan secara langsung.
Langkah-langkah monitoring:

Penyusunan jadwal monitoring sesuai kalender pendidikan dan rencana kegiatan.

Penggunaan instrumen monitoring (checklist, lembar observasi, laporan kegiatan).

Pengumpulan data melalui observasi kelas, wawancara, angket, dan dokumen administrasi.

Pelaporan hasil monitoring secara berkala kepada kepala sekolah dan komite.

7.4 Mekanisme Evaluasi

Evaluasi dilakukan untuk menilai hasil dan dampak pelaksanaan program.


Jenis evaluasi:

Evaluasi formatif – dilaksanakan di tengah pelaksanaan program untuk perbaikan segera.


Evaluasi sumatif – dilaksanakan di akhir program/tahun untuk menilai capaian target.

Tahapan evaluasi:

Penetapan indikator kinerja sesuai bidang program (pembelajaran, sarpras, kesiswaan, dll.).

Pengumpulan data capaian hasil belajar, keterlaksanaan kegiatan, serta laporan keuangan.

Analisis data untuk mengukur keberhasilan terhadap target RKJM.

Penyusunan laporan evaluasi yang berisi capaian, kendala, dan rekomendasi.

Presentasi hasil evaluasi dalam forum sekolah dan rapat komite.

7.5 Indikator Keberhasilan Monitoring dan Evaluasi

Terlaksananya program sesuai jadwal dan sasaran.

Meningkatnya capaian literasi dan numerasi peserta didik.

Peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

Optimalisasi pemanfaatan sarana prasarana sekolah.

Terbentuknya karakter siswa sesuai Profil Pelajar Pancasila.

Transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran sekolah.

Terjalinnya kerja sama yang harmonis dengan orang tua, komite, dan masyarakat.

7.6 Tindak Lanjut Hasil Evaluasi

Program yang berhasil akan dipertahankan dan dikembangkan lebih lanjut.

Program yang belum optimal akan diperbaiki strategi dan pelaksanaannya.

Program yang tidak relevan atau tidak memberikan dampak signifikan akan dihentikan atau diganti.

Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar penyusunan RKAS tahunan dan RKJM periode berikutnya.
BAB VIII
PENUTUP

Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) SD Negeri Paratag Tahun 2025–2029 ini disusun sebagai
pedoman arah kebijakan dan langkah strategis sekolah dalam kurun waktu empat tahun ke depan.
Dokumen ini memuat visi, misi, tujuan, strategi, program prioritas, rencana pembiayaan, serta
mekanisme monitoring dan evaluasi yang terintegrasi dengan kebutuhan sekolah, kebijakan
pemerintah, serta perkembangan lingkungan pendidikan.

RKJM ini diharapkan dapat:

Menjadi acuan bagi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, komite sekolah, dan
masyarakat dalam melaksanakan program pengembangan pendidikan.

Meningkatkan mutu pembelajaran, kompetensi pendidik, serta penguatan karakter peserta didik
sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya sekolah agar lebih efektif, efisien, transparan, dan
akuntabel.

Menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Kegiatan Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan dan
Anggaran Sekolah (RKAS) setiap tahun.

Kami menyadari bahwa RKJM ini belum sempurna dan masih memerlukan penyempurnaan sesuai
dinamika kebutuhan serta kebijakan yang berlaku. Oleh karena itu, kami membuka diri terhadap
kritik, saran, dan masukan konstruktif dari berbagai pihak agar dokumen ini semakin relevan dan
bermanfaat.

Dengan dukungan seluruh warga sekolah, komite, orang tua, masyarakat, dan pemangku kepentingan
lainnya, kami optimis SD Negeri Paratag dapat mewujudkan visi:
“Menjadi sekolah PARATAG (Peduli, Agamis, Responsif, Adaptif, Tangguh, Aktif, Gemilang) yang
mencetak siswa sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.”

Semoga RKJM ini menjadi pijakan nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan dan melahirkan
generasi unggul di masa depan.

Bandung Barat, …… 2025


Kepala Sekolah SD Negeri Paratag

(tanda tangan & stempel)


………………………………

Anda mungkin juga menyukai