0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan17 halaman

Arsitektur Berkelanjutan Abad 21

Dokumen ini membahas pentingnya arsitektur berkelanjutan dalam desain dan konstruksi abad ke-21, yang dipengaruhi oleh Revolusi Industri dan dampak negatif pembangunan terhadap lingkungan. Konsep ini, yang dipopulerkan melalui Laporan Brundtland, menekankan kebutuhan untuk menciptakan lingkungan binaan yang memenuhi kebutuhan saat ini dan masa depan dengan prinsip efisiensi energi, penggunaan material berkelanjutan, dan adaptasi iklim lokal. Selain itu, dokumen ini mencakup referensi penting dan tugas kelompok untuk mengeksplorasi bangunan yang menerapkan pilar arsitektur berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.

Diunggah oleh

kotenfascko
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan17 halaman

Arsitektur Berkelanjutan Abad 21

Dokumen ini membahas pentingnya arsitektur berkelanjutan dalam desain dan konstruksi abad ke-21, yang dipengaruhi oleh Revolusi Industri dan dampak negatif pembangunan terhadap lingkungan. Konsep ini, yang dipopulerkan melalui Laporan Brundtland, menekankan kebutuhan untuk menciptakan lingkungan binaan yang memenuhi kebutuhan saat ini dan masa depan dengan prinsip efisiensi energi, penggunaan material berkelanjutan, dan adaptasi iklim lokal. Selain itu, dokumen ini mencakup referensi penting dan tugas kelompok untuk mengeksplorasi bangunan yang menerapkan pilar arsitektur berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.

Diunggah oleh

kotenfascko
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

paradigma penting dalam dunia

desain dan konstruksi pada abad


ke-21.
Namun, Revolusi Industri pada abad ke-
18 dan 19 mengubah secara fundamental
cara manusia membangun dan
berinteraksi dengan lingkungan.

Dampak negatif aktivitas pembangunan


terhadap lingkungan dan keberlanjutan
planet bumi.
Arsitektur berkelanjutan tidak
dapat dipisahkan dari sejarah
panjang interaksi antara manusia
dan lingkungan.

Arsitektur vernakular tradisional


menunjukkan kearifan lokal dalam
memanfaatkan material dan
teknik bangunan yang selaras
dengan kondisi lingkungan
setempat.

Kigumi (perakitan struktur kayu)

Infinity Castle
Konsep pembangunan berkelanjutan pertama kali dipopulerkan melalui Laporan
Brundtland (World Commission on Environment and Development/WCED) pada
tahun 1987 dengan judul "Our Common Future" ini memberikan definisi yang
hingga kini menjadi acuan global
Dalam konteks arsitektur dan
konstruksi, pembangunan
berkelanjutan berarti
menciptakan lingkungan
binaan yang dapat memenuhi
kebutuhan fungsional, estetika,
dan kenyamanan penghuni saat
ini dan masa yang akan datang.

lingkungan Sosial Ekonomi


Meminimalkan dampak negatif terhadap Meningkatkan kesehatan, kenyamanan, Menciptakan nilai jangka panjang melalui
ekosistem alam melalui efisiensi energi, dan kesejahteraan penghuni melalui penghematan biaya operasional dan
konservasi air, dan material ramah kualitas lingkungan dalam ruangan yang peningkatan nilai properti.
lingkungan. optimal.
Green School: Bali
Referensi: "The Green School / IBUKU" 13 Oct 2010. ArchDaily. Accessed 1 Sep 2025.
Worldwatch Paper 124 yang berjudul "Revolusi Bangunan: Bagaimana Kekhawatiran Ekologi dan
Kesehatan Mengubah Konstruksi" (A Building Revolution: How Ecology and Health Concerns
Are Transforming Construction) yang diterbitkan di Washington, DC pada Maret 1996, industri
bangunan memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap lingkungan global.
Apa Itu Arsitektur Berkelanjutan?
Union of Architects
International (UIA)
5 Titik Awal Arsitektur Berkelanjutan

Saya berharap
bahwa pada
abad ke-21,
pencapaian seni
terbesar adalah
memulihkan
bumi.

- lan Mcharg, Design with


Nature (1969)
Prinsip Utama Arsitektur Berkelanjutan

Efisiensi Energi Material Berkelanjutan Efisiensi Air


Desain pasif, isolasi termal, dan sistem Penggunaan material yang dapat Penggunaan material yang dapat
energi terbarukan untuk mengurangi diperbarui, didaur ulang, dan bersumber diperbarui, didaur ulang, dan bersumber
konsumsi energi. lokal. lokal.

Kualitas Udara Adaptasi Iklim Lokal


Ventilasi optimal, material Desain yang responsif terhadap kondisi
non-toksik, dan koneksi iklim lokal dan resiliensi terhadap
denganalamuntukkesehat perubahan iklim.
anpenghuni.
Osaka Municipal
Central
Gymnasium

Prinsip arsitektur berkelanjutan dari desain dan konteks bangunan ini,


terutama jika melihatnya dari perspektif arsitektur kontemporer Jepang yang
cenderung mengintegrasikan elemen alam, efisiensi energi, dan penggunaan
material lokal.
Referensi Acuan
Brundtland, G. H. (1987). Our Common Future: Report of the World Commission on Environment and Development.
Oxford: Oxford University Press.
Edwards, B. (2010). Rough Guide to Sustainability: A Design Primer. London: RIBA Publishing.
Gissen, D. (2003). Big & Green: Toward Sustainable Architecture in the 21st Century. New York: Princeton
Architectural Press.
Guy, S., & Farmer, G. (2001). Reinterpreting sustainable architecture: The place of technology. Journal of
Architectural Education, 54(3), 140-148.
Hawkes, D., McDonald, J., & Steemers, K. (2002). The Selective Environment: An Approach to Environmentally
Responsive Architecture. London: Spon Press.
Kibert, C. J. (2016). Sustainable Construction: Green Building Design and Delivery (4th ed.). New Jersey: John Wiley &
Sons.
Lazarus, N. (2003). BedZED: Beddington Zero Energy Development, Sutton. Hertford: BioRegional Development
Group.
McDonough, W., & Braungart, M. (2002). Cradle to Cradle: Remaking the Way We Make Things. New York: North Point
Press.
Reardon, C. (2013). Your Home: Australia's Guide to Environmentally Sustainable Homes (5th ed.). Canberra:
Australian Government Department of Industry.
Sassi, P. (2006). Strategies for Sustainable Architecture. New York: Taylor & Francis.
Steemers, K., & Steane, M. A. (2004). Environmental Diversity in Architecture. London: Spon Press.
Thomas, R., & Fordham, M. (2001). Photovoltaics and Architecture. London: Spon Press.
Union Internationale des Architectes. (2011). UIA Sustainable by Design Strategy. Proceedings of UIA Tokyo Congress
2011. Tokyo: UIA.
United Nations Environment Programme. (2019). Global Status Report for Buildings and Construction 2019. Nairobi:
UNEP.
Wines, J. (2000). Green Architecture. Köln: Taschen.
World Commission on Environment and Development. (1987). Our Common Future. Oxford: Oxford University Press.
Worldwatch Institute. (1996). A Building Revolution: How Ecology and Health Concerns Are Transforming
Construction. Worldwatch Paper 124. Washington, DC: Worldwatch Institute.
Yeang, K. (1995). Designing with Nature: The Ecological Basis for Architectural Design. New York: McGraw-Hill.
Zhai, Z., & Previtali, J. M. (2010). Ancient vernacular architecture: characteristics categorization and energy
performance evaluation. Energy and Buildings, 42(3), 357-365.
TUGAS Kelompok 3-5 0rang
Carilah bagunan-bagunan yang memiliki 3 pilar utama dari konsep Arsitektur Berkelanjutan
di daerah Nusa Tenggara Timur.
Pilih salah satu dari ke tiga bagin tersebut misal (lingkungan, ekonomi atau sosial)
Bahas secara eksplisit bagian yang ingin di presentasikan, misal: efisiensi energi,sirkulasi
udara, lingkungan, ekonomi, material Lokal maupun modern, baik dengan penggunaan
teknologi atau lainnya yang berkaitan erat dengan 3 pilar utama)
presentasikan 5 - 10 hal di minggu depan

Terima Kasih Atas Perhatiannya

Anda mungkin juga menyukai