Include, Startup Solusi Downtime Mesin Besutan Mahasiswa ITS
Cerita Kita , Kabar Dikti , Kampus Kita
Terbit 17 November 2023
Tim Include ITS seusai melakukan presentasi startup bersama klien
Kampus ITS, ITS News — Kerusakan pada mesin menjadi permasalahan
besar yang dapat mengacaukan seluruh proses dalam sebuah industri.
Menyikapi isu ini, tim mahasiswa asal Institut Teknologi Sepuluh
Nopember (ITS) gagas startup bertajuk Include Technology Indonesia yang
diproyeksikan menjadi solusi jitu dalam mengatasi waktu kerusakan pada
mesin.
Tim Include beranggotakan delapan orang yakni Singgih Ardiansyah, Raul
Ilma Rajasa, Arum Puspa Arianto, Ahmad Akmal Rijal, Moh Iqbal
Fatchurozi, Novi Indah Prihatiningsih, Danial Farros Maulana, serta Ahmad
Hazim Izzal Khaqi. Ketua tim, Singgih Ardiansyah menuturkan bahwa
startup ini ditujukan untuk mewujudkan industri cerdas yang efektif dan
efisien.
Lebih lanjut, mahasiswa Departemen Teknik Komputer ITS ini
menjelaskan, Include Technology Indonesia sendiri merupakan
perusahaan rintisan dengan sistem end-to-end atau penyediaan jasa dan
produk secara menyeluruh. Startup ini berfokus untuk menyelesaikan
serta memberikan tindak preventif dalam perawatan mesin di berbagai
industri guna mengurangi waktu rusak mesin. “Dalam pengerjaannya kita
menggunakan basis Internet of Thing atau IoT,” ungkap Singgih.
Baca Juga : Dr Irfan Syauqi Beik Raih Penghargaan Tokoh
Pendukung Kebangkitan ZISWAF dari Lembaga Amil Zakat
Nasional Yatim Mandiri
Contoh tampilan aplikasi dari startup Include besutam tim mahasiswa ITS
yang terintegrasi Internet of Things (IoT) untuk selesaikan permasalahan
konsumen
Secara keseluruhan, menurut Singgih, startup ini menawarkan tiga jasa
utama yakni IoT integration, fitur pelayanan yang mengintegrasikan
mesin dengan berbagai sensor yang terhubung ke platform aplikasi IoT.
Selanjutnya fitur failure detection yang menggunakan berbagai data
sensor untuk mendeteksi kerusakan mesin. Serta fitur predictive
maintenance yang bertujuan untuk memprediksi kerusakan mesin dan
prediksi waktu perawatan paling efisien bagi perusahaan.
Terkait performa dari produk yang ditawarkan startup ini, Singgih
memaparkan, dapat dilihat dari kecenderungan berbagai perusahaan
yang memesan jasa serta produk dari startup ini secara berulang.
Menurut Singgih, hal ini menunjukan bahwa startup yang dirintisnya sejak
tahun pertama kuliah ini tidak perlu diragukan kualitas serta performanya.
“Secara kuantitatif, kita pernah mereduksi biaya perawatan hingga 40
persen dari biaya sebelumnya,” tambahnya.