0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan7 halaman

Perjuangan Kemerdekaan Indonesia 1945

Diunggah oleh

2225190063
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan7 halaman

Perjuangan Kemerdekaan Indonesia 1945

Diunggah oleh

2225190063
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN

INDONESIA

1. ​ Tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia merdeka, semestinya sejak saat itu Indonesia
bebas mengatur pemerintahannya sendiri. Kenyataannya masih ada beberapa
negara yang tidak setuju terhadap kemerdekaan Indonesia, yaitu Jepang, Belanda,
dan Inggris.

2. ​ Jepang sebelum Indonesia merdeka telah menyerah tanpa syarat pada Sekutu,
Jepang terikat aturan oleh Sekutu. Jepang tidak boleh membuat kebijakan
apapun di negara yang sedang dijajahnya, Jepang harus berusaha melindungi
masyarakat Belanda yang ada di Indonesia.

3. Tujuan Tentara Sekutu datang ke Indonesia setelah Indonesia merdeka:

●​ Melucuti senjata Tentara Jepang


●​ Membebaskan tawanan perang, yaitu orang-orang Eropa yang ditawan oleh
Jepang

3. ​ Rakyat Indonesia tidak suka terhadap Jepang, rakyat tidak menganggap Jepang
sebagai penguasa, di sisi lain rakyat Indonesia membutuhkan persenjataan, oleh
karena itu mereka berusaha merebut senjata dari Jepang. Beberapa usaha dalam
merebut senjata dari Jepang :

- Perebutan senjata di Gorontalo 13 September 1945.

- Perebutan senjata di Yogyakarta 26 September 1945.

- Perebutan senjata di Sumatera Selatan 8 Oktober 1945.

- Pertempuran di Surabaya 14-19 Oktober 1945.

A. Perjuangan mempertahankan kemerdekaan di beberapa kota :

1. Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya

- Tanggal 25 Oktober 1945 tentara Sekutu AFNEI dibawah pimpinan tentara


Inggris, dipimpin oleh Brigadir Jenderal (Brigjen) A.W.S . Mallaby dengan
tujuan melucuti senjata Tentara jepang, dan membebaskan tawanan perang
yang ditawan Jepang.
- Tanggal 27 Oktober 1945 Inggris menduduki tempat-tempat penting di Surabaya
yang membangkitkan perlawanan masyarakat Surabaya, di tanggal 29 Oktober
Surabaya dapat dikuasai kembali.

- Tanggal 30 Oktober 1945 disepakati penghentian tembak-menembak, namun


sore harinya terjadi lagi pertempuran yang mengakibatkan tewasnya Brigjen
A.W.S Mallaby.

- Tanggal 9 November 1945 Inggris mengeluarkan ultimatum (peringatan) agar


masyarakat Surabaya menyerahkan senjata dan menyerahkan diri
selambat-lambatnya tanggal 10 November jam 06.00 pagi, ultimatum ini
tidak dipedulikan oleh masyarakat Surabaya, yang menyebabkan Surabaya
diserbu dari darat, laut, maupun udara, Kolonel Sungkono memimpin
pertempuran untuk mempertahankan kemerdekaan, Soetomo (Bung Tomo)
mengobarkan semangat dengan berpidato di radio.

- Pertempuran Surabaya ini amat dahsyat Inggris menyebutnya sebagai neraka,


pejuang kita banyak yang gugur.

- Pertempuran 10 November 1945 yang kemudian setiap tanggal 10 November


diperingati sebagai Hari Pahlawan.

2. Pertempuran Ambarawa

- Tanggal 20 Oktober 1945 pasukan Sekutu yaitu Tentara Inggris mendarat di


Semarang dengan tujuan melucuti senjata Tentara Jepang dan
membebaskan tawanan.

- Tanggal 26 oktober 1945 terjadi pertempuran antara TKR (Tentara Keamanan


Rakyat), dengan Sekutu di Magelang.

- Pertempuran Ambarawa berlangsung dari tanggal 20 November – 15 Desember


1945, 22 November 1945 Sekutu melakukan pengeboman terhadap kota
Ambarawa.

- Tanggal 26 November 1945 pimpinan pasukan TKR Letnan Kolonel Isdiman


gugur, kemudian digantikan Kolonel Soedirman, dalam melakukan perlawanan
Soedirman terkenal dengan strategi yang disebut Capit Udang atau Supit
Udang.

- Tanggal 15 Desember 1945 pasukan TKR berhasil memukul mundur pasukan


Sekutu, yang kemudian tanggal 15 Desember ditetapkan sebagai Hari Infantri,
dan di Ambarawa didirikan Monumen Palagan Ambarawa.
3. Pertempuran Medan Area

- Pasukan Sekutu yaitu tentara Inggris dipimpin Brigadir Jenderal T.E.D. Kelly
mendarat di Medan pada 9 Oktober 1945, orang-orang NICA (Nederlands
Indies Civil Administration atau pemerintahan sipil Belanda atas Indonesia)
yang dipersiapkan untuk mengambil alih pemerintahan ikut membonceng tentara
Inggris.

- Pasukan Inggris bertugas membebaskan tentara Belanda yang ditawan Jepang,


ternyata dari kelompok tawanan itu dibentuk menjadi Medan Batalyon KNIL (
Koninklijk Nederlands Indisch Leger, adalah tentara sewaan Kerajaan
Belanda).

- Para pemuda dibawah pimpinan Achmad Tahir membentuk Barisan pemuda


Indonesia. Mereka mengambil alih gedung-gedung pemerintahan dan merebut
senjata dari tentara jepang, 10 Oktober 1945 dibentuklah TKR (Tentara
Keamanan Rakyat) Sumatera Timur anggotanya para pemuda bekas Giyugun
dan Heiho dipimpin Achmad Tahir.

- Tanggal 13 Oktober 1945 terjadi insiden di sebuah hotel di Medan, seorang


anggota NICA menginjak-injak Bendera Merah Putih, yang memicu
kemarahan pejuang Indonesia.

- Tanggal 1 Desember 1945 Inggris memasang papan yang bertuliskan Fixed


Boundaries Medan Area (Batas Resmi Daerah Medan), Inggris menetapkan
secara sepihak batas-batas wilayahnya yang memicu pertempuran yang dikenal
dengan Pertempuran Medan Area).

4. Bandung Lautan Api

- Pasukan Inggris memasuki Bandung pada bulan Oktober 1945, mereka


menguasai kota Bandung bagian utara.

- Tanggal 21 November 1945 Sekutu mengeluarkan Ultimatum I (pertama) agar


kota Bandung Utara dikosongkan oleh Indonesia selambat-lambatnya 29
November 1945, para pejuang harus menyerahkan senjata yang dirampas
dari Jepang, kalau tidak diindahkan Sekutu akan menyerang habis-habisan,
para pejuang tidak dapat mempertahankan sehingga Bandung Utara jatuh ke
tangan Sekutu.

- Tanggal 23 Maret 1946 Sekutu mengeluarkan ultimatum ke II (Dua),


menuntut agar semua rakyat dan pejuang TRI (Tentara republik Indonesia)
mengosongkan Bandung Selatan, karena pertimbangn keamanan maka
kemudian dikosongkan, sebelum dikosongkan rakyat beserta TRI
membumihanguskan (bumi hangus adalah pemusnahan dengan cara
dibakar semua barang, bangunan agar tidak dipakai musuh) terlebih dahulu
sebelum ditinggalkan, yang terkenal dengan Bandung Lautan Api.

- Pimpinan TRI Kolonel Abdul Haris Nasution. TKR (Tentara Keamanan Rakyat) berubah
menjadi TRI (Tentara Republik Indonesia) 24 Januari 1945.

- Pahlawan yang gugur dalam perlawanan tersebut Mohamad Toha.

5. Pertempuran Lima Hari di Semarang

-​ Terjadi pada tanggal 15-19 Oktober 1945 (masa transisi kekuasaan dari Jepang ke Belanda)
-​ Sebagai peringatan akan peristiwa tersebut didirikan monumen yang diberi nama Tugu Muda.
-​ Penyebabnya adalah :
●​ Larinya Tentara jepang
●​ Gugurnya dr. Karyadi

B. Agresi Militer Belanda

1. Perjanjian Linggarjati

1. ​ Inggris melihat bahwa permasalah Indonesia-Belanda tidak dapat diselesaikan


tanpa perundingan, maka Inggris berusaha mempertemukan kedua belah pihak
dalam perundingan, yaitu Perundingan Linggarjati.

- Perundingan Linggarjati dilakukan 10 November 1946, di Linggarjati, Cirebon,


hasil perundingan ditandatangani tanggal 25 Maret 1947.

- Hasil (isi) perjanjian Linggarjati :

· Belanda hanya mengakui wilayah RI (Republik Indonesia) atas Jawa,


Madura, dan Sumatera.

· RI dan Belanda akan membentuk Negara Indonesia Serikat (NIS) yang


terdiri atas : Negara Republik Indonesia, Negara Indonesia Timur,
Negara Kalimantan.

· Negara Indonesia Serikat dan Belanda merupakan suatu Uni yang


dinamakan Uni Indonesia-Belanda dan diketuai oleh Ratu Juliana (ratu
Belanda).

Kerugian Indonesia dalam Perjanjian Linggarjati :

-​ Wilayah RI menjadi sempit


-​ Indonesia dibentuk menjadi negara serikat
-​ Indonesia masih ada di bawah kekuasaan Belanda dengan
dibentuknya UNI Indonesia Belanda

2. Agresi Militer Belanda I (21 Juli – 4 Agustus 1947)


- Tanggal 20 Juli 1947 Belanda menyatakan tidak terikat lagi dengan Perjanjian
Linggarjati, 21 Juli 1947 Belanda melancarkan serangan militer yang disebut
Agresi Militer Belanda I, Belanda berhasil merebut sebagian Jawa Barat,
Jawa Tengah, dan Jawa Timur akibatnya wilayah Republik Indonesia
semakin sempit.

- Tanggal 4 Agustus 1947 karena desakan Dewan Keamanan PBB Belanda


mengumumkan gencatan senjata (penghentian tembak menembak).

- PBB membantu menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda dengan membentuk


KTN (Komisi Tiga Negara) yang beranggotakan Australia, Belgia, dan
Amerika Serikat.

3. Perjanjian Renville

- KTN memprakarsai Perundingan Renville, yang dilaksanakan di atas kapal


Renville, kapal perang milik Amerika Serikat.

- Isi Perjanjian Renville

· Belanda hanya mengakui wilayah RI atas Jawa Tengah, Yogyakarta,


sebagian kecil Jawa Barat, Sebagian wilayah Sumatera.

· Tentara Republik Indonesia (TRI) ditarik mundur dari daerah yang diduduki
Belanda.

- Hasil perundingan Renville sangat merugikan RI, wilayah maka timbul ketidak
percayaan pada Kabinet Amir Syarifuddin yang kemudian digantikan oleh
Kabinet Hatta.

Catatan : Mulai tanggal 4 Januari 1946 ibukota RI dipindahkan dari Jakarta ke Yogyakarta.

4. Agresi Militer Belanda II

- Tanggal 18 Desember 1948 Belanda mengumumkan tidak terikat lagi dengan


Perjanjian Renville, di tanggal 19 Desember 1948 Belanda melancarkan
serangan militer, ( dikenal dengan Agresi Militer Belanda II ). Belanda
melakukan pengeboman Bandara Maguwo di (sekarang Adisucipto) di
Yogyakarta, Yogyakarta dapat dikuasai oleh Belanda, pemimpin RI (Soekarno,
Hatta, Sutan Syahrir, dan Suryadarma) ditangkap dan diasingkan di Pulau
Bangka.

- Sebelum ditangkap Soekarno sempat memberikan mandat (perintah) kepada


kepada Menteri Kemakmuran Syafruddin Prawiranegara membentuk PDRI
(Pemerintah Darurat Republik Indonesia) di Bukittinggi Sumatera Barat
tanggal 22 Desember 1948.

- Jenderal Soedirman memimpin perlawanan dengan Perang Gerilya,


meskipun pada waktu itu dalam kondisi sakit parah.

- Tanggal 1 Maret 1949 Tentara RI melakukan penyerangan atas ibukota negara


Yogyakarta, dan berhasil menduduki selama 6 jam dikenal dengan Serangan
Oemoem 1 Maret 1949.

- Dewan Keamanan PBB kemudian mengubah KTN menjadi UNCI (United


Nations Commision for Indonesia), berhasil membawa Indonesia dalam
Perjanjian Roem Royen dan KMB (Konferensi Meja Bundar).

5. Perjanjian Rum-Royen

- Disetujui di Jakarta 7 Mei 1949, delegasi Indonesia diketuai Moh. Rum,


Belanda Dr Van Royen.

- Isi Perjanjian :

· Pemerintah RI dikembalikan ke Yogyakarta

· Menghentikan gerakan-gerakan militer dan membebaskan semua tahanan


politik.

· Belanda menyetujui RI menjadi bagian dari NIS (Negara Indonesia Serikat).

· Akan diadakan KMB (Konferensi Meja Bundar).

6. ​ Konferensi Meja Bundar (KMB) 23 Agustus-2 November 1949, di Den Haag,


Belanda

- Delegasi Indonesia dipimpin Moh. Hatta, BFO (Bijeenkomst Voor Federal


Overleg atau Badan Musyawarah Negara-Negara Federal) dipimpin Sultan
Hamid II, dan Belanda Van Maarseveen, UNCI dipimpin Chitchley.

- Hasil perundingan KMB :

· Indonesia menjadi RIS (Republik Indonesia Serikat), Belanda akan


menyerahkan kedaulatan Indonesia pada RIS pada akhir Desember 1949.

· RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia-Belanda.

· Irian Barat (Papua sekarang) akan diserahkan setahun setelah


pengakuan kedaulatan.
RIS terdiri dari negara-negara bagian : Republik Indonesia, Negara Indonesia
Timur, Negara Pasundan, Negara Jawa Timur, Negara Madura, Negara
Sumatera Timur, Negara Sumatera Selatan, dan daerah otonom yang terdiri :
Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Dayak Besar, Daerah Banjar, Kalimantan
Tenggara, Kalimantan Timur, Bangka, Belitung, Riau.

7. Pengakuan Kedaulatan Indonesia

- Tanggal 17 Desember 1949 Soekarno dilantik sebagai Presiden RIS, 20


November 1949 Moh. Hatta sebagai wakil presiden, dan Mr. Assaat dilantik
sebagai Pemangku jabatan Presiden RI.

- Tanggal 20 Desember 1949 ibukota negara dipindahkan dari Yogyakarta ke


Jakarta.

- Tanggal 27 Desember 1949 diadakan penandatanganan kedaulatan Indonesia


di Jakarta (Indonesia diwakili Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Belanda oleh
Lovink), sedangkan di Belanda (Belanda diwakili Ratu Juliana, dan Indonesia
oleh Moh. Hatta). Dengan ditandatangani pengakuan kedaulatan inilah maka
berakhirlah kekuasaan Belanda dan berdirilah RIS (Republik Indonesia
Serikat).

Anda mungkin juga menyukai