MAKALAH
SISTEM BASIS DATA
|
DOSEN MATA KULIAH:
ALFA KENEDI MAINASSY, [Link].,M.M.S.I
DISUSUN OLEH KELOMPOK 3:
RYAN FAHRUDIN (5920124016)
EZRA DJIKO (5920124004)
BRAIF R. GOLOA (5920124006)
JESSICA KESUMA (5920124009)
MAHESA IBNU KHUSAINI (5920124012)
PROGRAM STUDI SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI
FAKULTAS ILMU ALAM DAN TEKNOLOGI REKAYASA
UNIVERSITAS HALMAHERA
2025
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
atas berkat dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang bertemakan
"Basis Data/Database". Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah
Sistem Basis Data.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui apa itu Basis Data,
Model Data, dan Pengertian DBMS, kami sajikan makalah ini dari berbagai
sumber.
kami menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih jauh dari kata
sempurna, untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun guna sempurnanya makalah ini. Kami berharap semoga makalah ini
bisa bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi pembaca.
Tobelo, 2 September 2025
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………i
DAFTAR ISI………………………………………………………………….ii
BAB I………………………………………………………………………….1
1.1 Latar Belakang…………………………………………………….1
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………1
1.3 Tujuan Penulisan…………………………………………………..1
BAB II…………………………………………………………………………2
2.1 Pengertian Basis Data……………………………………………...2
2.2 Model Data…………………………………………………………3
2.3 Pengertian DBMS………………………………………………….8
BAB III………………………………………………………………………..10
3.1 Kesimpulan………………………………………………………...10
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Basis data adalah Kumpulan informasi yang di simpan didalam komputer
secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program
komputer untuk memperoleh informasi dari database tersebut. Perangkat
lunak yang digunakan untuk mengolah dan mengambil kueri (query) basis
data disebut sistem manajemen basis data.
Pemrosesan basis data sebagai perangkat andalan sangat diperlukan oleh
berbagai institusi dan Perusahaan. Dalam pengembangan siste informasi
diperlukan basis data sebagai media penyimpan data. Kehadiran basis data
dapat meningkatkan daya saing Perusahaan tersebut. Basis data dapat
mempercepat upaya pelayanan kepada pelanggan, menghasilkan informasi
dengan cepat dan tepat sehingga membantu pengambilan Keputusan untuk
segera memutuskan suatu masalah berdasarkan informasi yang ada.
1.2 Rumusan Masalah
Apa pengertian Basis Data?
Apa saja model Basis Data?
Apa pengertian DBMS?
1.3 Tujuan Penulisan
Mahasiswa dapat mengetahui tentang basis data
Mahasiswa dapat mengetahui model basis data
Mahasiswa dapat mengetahui ap aitu DBMS
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 pengertian basis data
Sistem basis data adalah semua sistem yang berdasar pada analisis dan
interpretasi data. Dengan kata lain, Perusahaan dapat memanfaatkan
intelijen bisnis sepenuhnya dalam meningkatkan pengetahuan pelanggan
sekaligus target pasar. Dengan demikian, analisis tersebut akan membawa
nilai lebih serta meningkatkan keunggulan kompetitif Perusahaan. Contoh
konkretnya adalah komunikasi yang lebih tepat sasaran, produk yang lebih
spesifik, serta penawaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan target.
Tetapi, perlu di ingat bahwa tidak cukup hanya dengan mengumpulkan
data saja, namun juga untuk menafsirkan informasi yang tersedia dan
mengambil Keputusan sesuai dengan situasi.
2.1.1 komponen basis data
komponen sistem berbasis data sedikit berbeda dari komponen
konvensional sistem basis data kendati masih saling berkaitan. Sistem
berbasis data lebih fokus pada bagaimana data digunakan dalam
mendukung pengambilan Keputusan serta operasi secara real-time atau
mendekati.
Komponen sistem basis data adalah sebagai berikut :
1. sumber data
terdiri dari data inernal yang dihasilkan dari dalam organisasi,
seperti data transaksional, data log, dan rekaman lain dari aktivitas
bisnis; data eksternal yang diperoleh dari luar organisasi, termasuk
data public, data dari partner bisnis, dan data dari perangkat IoT
(Internet of Things); data streaming yang dihasilkan secara real-time
atau mendekati untuk aplikasi yang memerlukan respon cepat.
2. Teknologi pengolahan data
Terdiri dari Sistem Manajemen Basis Data (DBSM) yaitu platform
seperti SQL database dan NoSQL database untuk mengelola
penyimpanan data; data lakes dan data warehouse untuk menyimpan
data yang tidak terstruktur atau semi-terstruktur dalam skala besar,
yang mendukung analisis big data; dan data platform pengolahan big
data seperti Apache Hadoop atau Apache Spark, untuk mengelola dan
memproses volume data yang sangat besar.
3. Infrastruktur
Terdiri dari middleware dan API sebagai komponen perangkat
lunak yang mengkoneksikan berbagai sistem untuk mempermudah
pertukaran data; jaringan dan keamanan sebagai infrastruktur jaringan
yang mendukung pengiriman data aman antara komponen, serta
melindungi data dari akses tidak sah atau serangan siber.
4. Manajemen Data
Terdiri dari kebijakan privasi dan keamanan data untuk
menentukan bagaimana data dapat digunakan dan harus dilindungi;
manajemen kualitas data sebagai proses memastikan data yang
digunakan akurat, lengkap, dan dapat diandalkan.
Semua komponen tersebut membentuk ekosistem dari sistem
berbasis data untuk menghasilkan insight dan mengarahkan Keputusan
operasional dan strategis dalam sebuah Perusahaan.
2.2 Model Data
Model data adalah representasi structural dari elem data, hubungannya,
dan Batasan dalam sistem manajemen basis data (DBMS). Ini berfungsi
sebagai cetak biru untuk merancang dan mengimplementasikan sistem
basis data, memungkinkan pengembang perangkat lunak dan administrator
basis data untuk mengatur, menyimpan, dan mengelola data secara efisien.
Model data menyederhanakan pengambilan Keputusan dan
komunikasi antar anggota tim, berfungsi sebagai alat visual dan konseptual
selama pengembangan. Pada intinya, model data berupaya mendefinisikan
struktur data, termasuk organisasi dan hubungannya. Selain itu, ini
menyediakan sarana untuk mengkategorikan dan mewakili kebutuhan data
yang di simpan dan menjaga integritas data, memberikan cara untuk
manipulasi dan pengambilan data yang lebih efektif dan konsisten.
2.2.1 jenis-jenis model data
ada banyak jenis model data. Beberapa yang paling umum
meliputi :
model hierarki
model jaringan
model basis data beorientasi objek
model objek rasional
model hubungan entitas
1. Modal Hierarki
Model hierarki mengorganisasikan data ke dalam struktur seperti
pohon, dimana setiap rekaman memiliki satu induk atau akar.
Rekaman saudara diurutkan dalam urutan tertentu. Ururutan tersebut
digunakan sebagai urutan fisik untuk menyimpan basis data. Model ini
baik untuk menggambarkan banyak hubungan di dunia nyata
Model ini terutama digunakan oleh Sistem Manajemen Informasi IBM
pada tahun 60-an dan 70-an, tetapi jarang terlihat saat ini karena
inefisiensi operasional tertentu.
2. Model Jaringan
Model jaringan dibangun di atas model hierarki dengan
memugkinkan hubungan banyak ke banyak antar rekaman yang
terhubung, yang menyiratkan adanya beberapa rekaman induk.
Berdasarkan teori himpunan matematika, model ini dibangun dengan
himpunan rekaman yang terkait. Setiap himpunan terdiri dari satu
rekaman pemilik atau induk dan satu atau lebih rekaman anggota atau
anak. Sebuah rekaman dapat menjadi anggota atau anak dalam
beberapa himpunan, sehingga model ini dapat menyampaikan
hubungan yang kompleks
Bahasa ini paling populer pada tahun 70-an setelah secara resmi
didefinisikan oleh Conference on Data Systems Languages
(CODASYL).
3. Model Basis Data Berorientasi Objek
Model ini mendefinisikan basis data sebagai kumpulan objek, atau
elemen perangkat lunak yang dapat digunakan kembali, beserta fitur
dan metode terkait. Ada beberapa jenis basis data berorientasi objek :
Basis data multimedia
menggabungkan media, seperti gambar, yang tidak dapat disimpan
dalam basis data rasional.
Basis data hiperteks
Memungkinkan objek apa pun terhubung ke objek lain. Basis data
ini berguna untuk mengelola banyak data yang berbeda, tetapi kurang
ideal untuk analisis numerik.
Model basis data berorientasi objek adalah model basis data pasca-
relasional yang paling dikenal, karena menggabungkan tabel, tetapi
tidak terbatas pada tabel. Model semacam ini juga dikenal sebagai
model basis data hibrida.
4. Modal objek relasional
Model basis data hibrida ini menggabungkan model relasional
dengan beberapa fungsionalitas canggih dari model basis data
berorientasi objek. Intinya, model ini memungkinkan desainer untuk
mengintegrasikan objek ke dalam struktur tabel yang sudah dikenal.
Bahasa dan antarmmuka panggilan meliputi SQL3, bahasa vendor,
ODBC, JDBC, dan antarmuka panggilan hak milik yang merupakan
perluasan dari bahasa dan antarmuka yang digunakan oleh model
relasional.
5. Model hubungan entitas
Model ini menangkap hubungan antar entitas dunia nyata seperti
model jaringan, tetapi tidak secara langsung terkait dengan struktur
fisik basis data. Sebaliknya, model ini sering digunakan untuk
merancang basis data secara konseptual.
Di sini, orang, tempat, dan benda yang menjadi lokasi
penyimpanan titik data disebut sebagai entitas, yang masing-masing
memiliki atribut tertentu yang bersama-sama membentuk domainnya.
Kardinalitas, atau hubungan antar entitas, juga dipetakan.
Bentuk umum diagram ER adalah skema bintang, dimana tabel fakta
pusat terhubung ke beberapa tabel dimensi.
2.3 Pengertian DBMS
Database Management System (DBMS) adalah perangkat lunak
yang digunakan untuk mengatur dan mengelola database secara
terstuktur. DBMS memungkinkan pengguna untuk menyimpan data
dalam bentuk tabel, yang memungkinkan data tersebut diakses, diubah,
atau dihapus dengan mudah.
Secara sederhana, DBMS berfungsi untuk :
Mengelola Data : memungkinkan pengguna untuk menyimpan,
mengambil, dan mengubah data.
Memastikan integritas Data : DBMS membantu menjaga
konsistensi dan integritas data agar data yang disimpan tetap
valid dan tidak korup.
Meningkatkan keamanan : dengan adanya kontrol akses,
DBMS memastikan bahwa hanya pengguna yang berwenang
yang dapat mengakses data tertentu, sehingga meningkatkan
keamanan data.
Database management system adalah solusi yang penting bagi
perusahaan yang membutuhkan sistem yang mampu mengatur dan
mengelola data dengan lebih terstruktur. DBMS memungkinkan
pengelolaan data dalam skala besar dan kompleks dengan akses
yang lebih terkontrol.
2.3.1 Contoh DBMS Paling Populer
Berikut ini adalah beberapa contoh DBMS yang paling
sering digunakan dalam berbagai aplikasi, baik di
perusahaan maupun skala individu :
1. MySQL adalah salah satu relational database yang
paling populer di dunia. MySQL sering digunakan
untuk web hosting dan aplikasi berbasis web. Dengan
menggunakan SQL sebagai bahasa mengakses data,
MySQL menyediakan kinerja yang cepat dan keamanan
yang tinggi untuk mengelola data
2. PostgreSQL adalah RDBMS yang dikenal dengan
fitur-fitur lanjutan dan kemampuannya dalam
mengelola data yang lebih kompleks. PostgreSQL
mendukung operasi transaksi yang lebih rumit dan
sering digunakan untuk aplikasi bisnis yang
membutuhkan keandalan data.
3. Oracle Database adalah DBMS yang sering digunakan
oleh perusahaan besar karena keandalannya dalam
menangani data dalam skala besar. Oracle menawarkan
berbagai fitur seperti backup otomatis, replikasi data,
dan integrasi dengan aplikasi bisnis lainnya.
4. MongoDB adalah contoh dari NoSQL database yang
menyimpan data dalam format JSON. MongoDB sering
digunakan untuk aplikasi big data karena memiliki
kemampuan skalabilitas horizontal yang baik, sehingga
cocok untuk proyek-proyek besar yang membutuhkan
manajeman data yang dinamis.
5. Microsoft SQL Server adalah RDBMS buatan
Microsoft yang menawarkan kemudahan integrasi
dengan produk-produk microsoft lainnya, seperti Excel
dan Power BI. SQL Server sering digunakan dalam
lingkungan perusahaan atau aplikasi bisnis dan
manajemen data.
6. Cassandra adalah database NoSQL yang dirancang
untuk menangani volume data yang besar di banyak
server tanpa adanya titik kegagalan tunggal. Cassandra
sering digunakan oleh perusahaan besar seperti Netflix
dan Facebook untuk manajemen data real-time.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling terintegrasi satu
dengan yang lainnya, dan tersimpan dalam perangkat keras komputer serta
menggunakan perangkat lunak untuk bantuan dalam mengoperasikannya.
DBMS (Database Management System) adalah kumpulan program yang
mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data.
Tujuan merancang Basis Data adalah untuk memenuhi informasi yang
berisikan kebutuhan-kebutuhan user secara khusus dan aplikasi-
aplikasinya. Memudahkan pengertian struktur informasiserta mendukung
kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek penampilan
(response time, processing time, dan storage space).
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
komponen-fungsi-dan-bahasa-yang-digunakan/
[Link]
models#:~:text=Model%20basis%20data%20menunjukkan
%20struktur,diagram%20basis%20data%20yang%20menyertainya.
[Link]
contoh-dbms/