Modul Ajar PLSV (Persamaan Linear Satu
Variabel) Bagian I. Identitas dan Informasi
Mengenai Modul
Nama Widyastuti/SMPN 245/2023
Penyusun/Institusi/Tahun
Jenjang Sekolah SMP
Fase/Kelas D/7
Domain/Topik Aljabar/Persamaan Linear Satu Variabel
Kata Kunci Persamaan, Linear, Variabel
Pengetahuan/Keterampilan Operasi hitung aljabar
Prasyarat
Alokasi waktu (menit) 2 JP x 35 menit
Jumlah Pertemuan (JP) 1 pertemuan
Moda Pembelajaran Tatap muka
Metode Pembelajaran Project Based Learning
Sarana Prasarana Komputer/
laptop LCD
Proyektor
Papan tulis
Target Peserta Didik Reguler
Karakteristik Peserta Didik Peserta didik reguler yang aktif berdiskusi dalam
kegiatan pembelajaran dan bernalar kritis dalam
mencari jawaban serta
tidak pantang menyerah dalam belajar.
Daftar Pustaka Imron, Zainul [Link] Semester 1 Kelas VII
Edisi Revisi. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Gakko Tosho Tim.2021. Matematika Untuk Sekolah
Menengah
Pertama. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
Referensi Lain Bella [Link] Bantu Pembelajaran Persamaan
Linear Satu Variabel (PLSV) Dalam Menentukan Bentuk
Setara dan Akar Penyelesaian PLSV. Jurnal Manajemen
Informatika
(JAMIKA)
Gambaran Umum Modul (rasionalisasi, urutan materi pembelajaran, rencana asesmen)
Rasionalisasi
1. Membuat model matematika persaman linear satu variabel.
2. Menyelesaikan masalah sehari – hari yang berkaitan dengan persamaan linear
satu variabel.
Urutan Materi Pembelajaran
1. Mengidentifikasi bentuk persamaan linear satu variabel.
2. Menyelesaikan operasi hitung persamaan linear satu variabel.
3. Membuat model matematika persamaan linear satu variabel.
4. Menyelesaikan permasalahan sehari – hari terkait persamaan linear satu
variabel.
Rencana Asesmen
Asesmen Individu dan Kelompok
Bagian II. Langkah – Langkah Pembelajaran
Topik 1. Mengidentifikasi bentuk persamaan linear satu variabel.
2. Menyelesaikan operasi hitung persamaan linear satu
variabel.
3. Membuat model matematika persamaan linear satu
variabel.
4. Menyelesaikan permasalahan sehari – hari terkait
persamaan linear satu variabel.
Tujuan Pembelajaran Pertemuan kedua
1. Melalui diskusi kelompok berbantuan LKS, peserta didik
mampu membuat model matematika permasalahan
sehari – hari yang berkaitan dengan persamaan linear
satu variabel.
2. Melalui diskusi kelompok berbantuan LKS, peserta didik
mampu menyelesaikan masalah sehari – hari yang
berkaitan dengan
persamaan linear satu variabel dengan benar.
Pemahaman Bermakna Persamaan linear satu variabel digunakan untuk
menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari -
hari
Pertanyaan Pemantik Ibu membeli buah mangga sebanyak 5 kg dan mendapat
potongan harga Rp 5.000,[Link] ibu membayar Rp
35.000,00, maka berapa harga mangga tiap kilogramnya?.
Profil Pelajar Pancasila 1. Beriman dan bertakwa terhadap Tuhan YME
2. Bernalar kritis
3. Kreatif
4. Bergotong royong
5. Mandiri
Urutan Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Kedua
A. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
1. Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka.
2. Guru menanyakan kesiapan peserta didik.
3. Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
4. Guru dan peserta didik menyanyikan lagu nasional Garuda Pancasila.
5. Guru mengecek kehadiran peserta didik.
6. Guru memberikan ice breaker dengan tepuk “Semangat”.
7. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang menyelesaikan
operasi hitung persamaan linear satu variabel.
8. Guru menampilkan pertanyaan pemantik dan video permasalahan PLSV pada
peserta didik melalui PPT.
9. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
10. Guru menyampaikan manfaat mempelajari PLSV.
B. Kegiatan Inti (50 menit)
Fase 1 Penentuan penugasan proyek
1. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai kegiatan yang akan
dilakukan.
2. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru terkait dengan langkah kerja
dalam mengerjakan proyek.
3. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru tentang tujuan tugas proyek
yaitu menyelesaikan permasalahan sehari – hari yang berkaitan dengan
persamaan linear satu variabel dan dituangkan pada papan bercerita.
Fase 2 Perencanaan proyek
1. Peserta didik secara berkelompok menerima LKS yang diberikan oleh guru.
2. Peserta didik secara berkelompok berdiskusi untuk memahami permasalahan dan
langkah –
langkah penyelesaian proyek pada LKS.
3. Peserta didik secara berkelompok membuat rencana penyelesaian tugas di LKS
termasuk pembagian tugas tiap siswa dalam kelompoknya.
Fase 3 Penyusunan jadwal
1. Peserta didik secara berkelompok berdiskusi menentukan jadwal kegiatan
proyek sesuai dengan target waktu yang disampaikan oleh guru.
2. Peserta didik secara berkelompok menyusun jadwal kegiatan penyelesaian tugas
proyek tahap demi tahap.
Fase 4 Monitoring
1. Peserta didik dipantau keaktifannya secara berkelompok dalam mengerjakan
proyek berdasarkan LKS.
2. Peserta didik dibimbing guru apabila menemui kesulitan dalam menjawab
pertanyaan pada LKS.
3. Peserta didik menuliskan hasil diskusinya pada LKS yang telah diberikan oleh guru.
Fase 5 Menguji hasil
Peserta didik diberi kesempatan oleh guru untuk mempresentasikan hasil kerja
kelompoknya secara bergantian.
Fase 6 Evaluasi pengalaman belajar
1. Guru memberikan konfirmasi terhadap hasil jawaban kelompok yang
presentasi dan tanggapan dari kelompok lain.
2. Peserta didik diberi apresiasi oleh guru atas hasil kerja kelompoknya.
3. Peserta didik diberi guru soal untuk cek pemahaman.
C. Kegiatan Penutup (10 menit)
1. Peserta didik di bawah bimbingan guru membuat kesimpulan tentang materi
yang sudah dipelajari.
2. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi.
3. Guru memberitahukan materi yang akan dipelajari pada pertemuan
berikutnya yaitu perbandingan senilai dan berbalik nilai.
4. Guru memberikan pesan moral pada peserta didik untuk mematuhi protokol
kesehatan dan tetap semangat untuk belajar.
5. Guru dan peserta didik berdoa pada akhir kegiatan pembelajaran.
6. Guru menutup pembelajaran dengan salam penutup.
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian:
a) Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan
b) Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis
c) Penilaian Keterampilan : Observasi
2. Bentuk Penilaian:
a) Observasi : lembar pengamatan/jurnal aktivitas siswa
b) Tes tertulis : soal evaluasi pembelajaran
c) Unjuk kerja : lembar penilaian kerja kelompok
3. Tes tertulis dilakukan saat pembelajaran.
3. Instrumen Penilaian (terlampir)
Rencana Tindak Lanjut Hasil Penilaian (Pengayaan)
1. Pembelajaran Pengayaan
Pelaksanaan pembelajaran pengayaan bagi peserta didik yang sudah lulus KKM
dilakukan dengan cara guru memberi beberapa soal yang bersifat HOTS kemudian
membimbing langsung peserta didik di dalam ataupun di luar kelas,
2. Rencana Tindak Lanjut Hasil Penilaian (pengayaan) terlampir pada Tugas Instrumen
Penilaian.
Jakarta, 4 November 2023
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Matematika
Lampiran Penilaian
1. Penilaian Sikap
No Nama Peserta didik Sikap yang diobservasi
Disiplin Gotong Tanggung
royong jawab
SB B C K SB B C K SB B C K
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
1. …………
2. …………
Keterangan :
SB = sangat baik B = baik C = cukup K = kurang
RUBRIK PENILAIAN SIKAP
No Aspek Sangat Baik Baik Cukup Kurang
yang dinilai
1 Disiplin Peserta didik Peserta didik Peserta Peserta
tepat tepat
waktu didik terlambat didik
ketika mengikuti terlambat
waktu ketika
pembelajaran,nam mengikuti
memulai memulai un tepat waktu pelajaran
pembelajaran pembelajaran dalam dan
dan namun tidak mengumpul kan mengumpulk
mengumpulka tepat tugas. an tugas.
n tugas.
mengumpulka
n
tugas.
2 Gotong Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
cukup
Royong terlibat sangat terlibat aktif terlibat aktif kurang
dalam
terlibat
aktif dalam dalam diskusi diskusi aktif dalam
kelompok
diskusi kelompok
dan dan Diskusi
menyelesaikan
kelompok dan menyelesaikan tugas kelompok dan
menyelesaikan tugas menyelesaika
n
tugas Tugas
3 Tanggung Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
Jawab bertanggung bertanggung kurang Tidak
jawab dalam jawab dalam bertanggung Bertanggung
jawab
menyelesaikan menyelesaikan dalam jawab dalam
mengerjakan
semua tugas tugas tugas. Mengerjakan
namun
dan hasilnya tidak Tugas
hasilnya
rapi. rapi.
2. Penilaian keterampilan
Keaktifan dan peran peserta didik dalam diskusi
No Nama Peserta kelompok, menyusun laporan, dan
Didik presentasi
K C B SB
1
2
3
Keterangan:
K: Kurang C: Cukup B: Baik SB: Sangat baik
Rubrik Penilaian Keterampilan
No Aspek yang dinilai Sangat Baik Bai Cuku Kuran
k p g
1 Keaktifan peserta didik Peserta didik sangat Peserta didik aktif Peserta didik Peserta didik
cukup sangat
dalam diskusi aktif dalam diskusi dalam diskusi aktif dalam aktif dalam diskusi
kelompok, diskusi
menyusun laporan, dan kelompok, kelompok, kelompok, kelompok,
menyusun menyusun
menyusun
Presentasi laporan dan laporan dan menyusun laporan dan
laporan
mempresentasikan mempresentasikan Dan mempresentasikan
hasil diskusi hasil diskusi mempresentasika hasil diskusi
n
kelompoknya kelompoknya hasil diskusi kelompoknya
kelompoknya
PETA KONSEP
Persamaan Linear Satu Variabel
Konsep Penyelesaian Penerapan
Persamaan Persamaan Persamaan
Linear Satu Linear Satu Linear Satu
Penjumlahan Pengurangan Perkalian Pembagian
A. Konsep Persamaan Linear Satu Variabel
Ayo Mengamati
Perhatikan permasalahan berikut ini!
Ibu membeli buah mangga sebanyak 5 kg dan mendapat potongan harga Rp
5.000,[Link] ibu membayar Rp 35.000,00, maka berapa harga mangga tiap
kilogramnya?
Untuk menjawab permasalahan di atas, kita bisa menggunakan konsep persamaan
linear satu variabel.
Ayo Menggali Informasi
Perhatikan kalimat-kalimat berikut!
1. Bilangan prima terkecil adalah 3.
2. Jika a adalah bilangan asli, maka 2a + 4 adalah bilangan ganjil.
3. Dua adalah bilangan ganjil
Dari ketiga kalimat di atas, manakah yang bernilai benar?
Sekarang amati kalimat berikut!
1. X adalah ibukota negara
Indonesia. 2. X + 6 = 10
Dapatkah kalian menentukan nilai kebenaran kalimat di atas?
Kalimat – kalimat di atas tidak dapat kita tentukan nilai kebenarannya sebab ada
unsur yang belum diketahui nilainya yaitu X.
Kalimat-kalimat tersebut merupakan kalimat terbuka. Unsur tertentu dalam setiap
kalimat terbuka disebut variabel.
Kalimat (1) akan menjadi kalimat tertutup jika X diganti Jakarta dan menjadi kalimat
yang bernilai benar. Namun jika X diganti selain Jakarta maka kalimat (1) bernilai salah.
Definisi
Kalimat terbuka adalah kalimat yang belum dapat ditentukan nilai
kebenarannya, bernilai benar saja atau salah saja karena memiliki unsur yang
belum diketahui nilainya.
Variabel adalah simbol/lambang yang mewakili sebarang anggota suatu
himpunan semesta. Variabel biasanya dilambangkan dengan huruf kecil.
Suatu kalimat terbuka yang memiliki variabel harus diganti oleh satu atau lebih
anggota dari himpunan semesta yang didefinisikan, sehingga kalimat terbuka yang
diberikan akan menjadi benar. Pengganti variabel tersebut dinamakan selesaian.
Himpunan semua selesaian dalam kalimat terbuka disebut himpunan selesaian.
Contoh :
x + 6 = 10
pengganti x yang benar adalah 4
Jadi, selesaiannya adalah x = 4 dan himpunan selesaiannya adalah {4}
Sekarang mari kita mencoba menuliskan kalimat menjadi sebuah
persamaan. Jumlah suatu bilangan n dan 7 adalah 15.
Kalimat di atas dapat kita tuliskan sebagai berikut:
n + 7 = 15
Jadi, persamaannya adalah n + 7 = 15
Perhatikan persamaan – persamaan
berikut ini!
a. x+7=9
b. 4x - 2 = 6 – 8x
c. x + 10y = 100
d. 2p = 10
e. x2 – 4 = 0
Persamaan a, b, dan d adalah persamaan linear satu variabel sedangkan persamaan c
dan e bukan merupakan persamaan linear satu variabel.
B. Menyelesaikan Persamaan Linear Satu Variabel
1. Dengan menggunakan penjumlahan dan pengurangan
Perhatikan contoh berikut Ini!
Tentukan selesaian dari persamaan
berikut! a. x + 3 = 8
b. 8 = x – 4
Jawab:
a. x + 3 = 8
x + 3 – 3 = 8 – 3(kedua ruas dikurangi dengan 3)
x=5
b. 8 = x – 4
8 + 4 = x – 4 + 4 (kedua ruas ditambah dengan 4)
12 = x
2. Dengan menggunaan perkalian dan pembagian
Perhatikan contoh berikut Ini!
Tentukan selesaian dari persamaan
berikut! a. 3x + 2 = - 7
b. p=
6 Jawab:
a. 3x + 2 = - 7
3x + 2 – 2 = - 7 - 2 (kedua ruas dikurangi dengan
2) 3x = - 9
3𝑥 −
9 (kedua ruas dibagi dengan 3)
3 3
=
x=-3
2
3
b. p = 6 (kedua ruas dikali dengan 3)
2
3
x3p=6x3
2p = 18 (kedua ruas dibagi dengan 3)
2𝑝 18
2 2
=
p=9
C. Penerapan Persamaan Linear Satu Variabel
Banyak sekali permasalahan sehari – hari yang melibatkan sistem persamaan
linear dua variabel. Adapun langkah – langkah untuk menyelesaikannya adalah
sebagai berikut:
1. Buat pemisalan variabelnya.
2. Buat model matematikanya.
3. Selesaikan hitung aljabarnya
4. Buat kesimpulan dari hasil
perhitungan
Perhatikan contoh berikut!
Hani membeli beberapa botol jus dengan harga satuan Rp 1.000,00. Hani
menggunakan uang pecahan Rp 20.000,00 untuk membelinya. Hani
mendapat kembalian Rp 3.000,00. Berapa banyak botol jus yang dibeli Hani?
Jawab :
Misal x = banyak botol jus
Maka model matematika persamaan linear satu
variabelnya adalah 1.000 x + 3.000 = 20.000
Selanjutnya selesaikan model matematika
tersebut 1.000 x + 3.000 = 20.000
1.000 x + 3.000 – 3.000 = 20.000 – 3.000
1.000 x = 17.000
1.000 𝑥 17.000
1.000 1.000
=
x = 17
Jadi, banyak botol jus yang dibeli Hani adalah 17 buah
DAFTAR PUSTAKA
1. Buku siswa Matematika Semester 1 Kelas VII Edisi Revisi. 2017. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
2. Buku guru Matematika Semester 1 Kelas VII Edisi Revisi. 2017. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
3. Matematika Untuk Sekolah Menengah Pertama. 2021. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan
4. [Link]
5. [Link]
Capaian Pembelajaran Fase D Elemen Aljabar
Di akhir fase D peserta didik dapat mengenali, memprediksi dan menggeneralisasi
pola dalam bentuk susunan benda dan bilangan. Mereka dapat menyatakan suatu
situasi ke dalam bentuk aljabar. Mereka dapat menggunakan sifat-sifat operasi
(komutatif, asosiatif, dan distributif) untuk menghasilkan bentuk aljabar yang
ekuivalen. Peserta didik dapat memahami relasi dan fungsi (domain, kodomain,
range) dan menyajikannya dalam bentuk diagram panah, tabel, himpunan
pasangan berurutan, dan grafik. Mereka dapat membedakan beberapa fungsi
nonlinear dari fungsi linear secara grafik. Mereka dapat menyelesaikan
persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Mereka dapat menyajikan,
menganalisis, dan menyelesaikan masalah dengan menggunakan relasi, fungsi
dan persamaan linear. Mereka dapat menyelesaikan sistem persamaan linear dua
variabel melalui beberapa cara untuk penyelesaian masalah.
Tujuan Pembelajaran
1. Melalui diskusi kelompok berbantuan LKS, peserta didik mampu membuat
model matematika permasalahan sehari – hari yang berkaitan dengan
persamaan linear satu variabel dengan benar.
2. Melalui diskusi kelompok berbantuan LKS, peserta didik mampu menyelesaikan
masalah sehari – hari yang berkaitan dengan persamaan linear satu variabel
dengan benar.
Media Pembelajaran
Video permasalahan PLSV dalam kehidupan sehari – hari
Cara penggunaan:
1. Guru menampilkan video melalui laptop dan LCD kelas
2. Peserta didik mengamati dan menuliskan informasi yang ditemukan dalam video
Deskripsi media:
Jenis : Visual digital
Sumber : Youtube
Link : [Link]
LEMBAR KERJA SISWA
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VII/1
Guru Mapel : Widyastuti
Pertemuan 2
Materi Pokok : Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV)
Tujuan Pembelajaran : Melalui diskusi kelompok berbantuan LKS, peserta didik mampu
menyelesaikan masalah sehari – hari yang berkaitan dengan
persamaan linear satu variabel dengan benar.
Model Pembelajaran : Project Based Learning (PjBL)
Petunjuk penggunaan LKS:
1. Cermati pertanyaan dan perintah yang diberikan.
2. Gunakan buku siswa, bahan ajar, buku dan referensi lain untuk membantu
bereksplorasi.
3. Diskusikan jawaban terhadap pertanyaan yang diberikan dalam kelompok masing –
masing.
4. Tuangkan hasil diskusi kelompok dalam lembar diskusi.
5. Konsultasikan dengan guru apabila ada kesulitan yang belum bisa diselesaikan
dalam kelompok.
Penentuan Penugasan Proyek
Perhatikan permasalahan
berikut ini!
Hari raya Idul Fitri akan tiba. Nadia akan membeli kue untuk merayakan hari
raya. Nadia membeli kue nastar dan kue keju. Harga satu kaleng kue nastar
sama dengan 2 kali harga satu kaleng kue keju. Harga 3 kaleng kue nastar dan
2 kaleng kue keju adalah Rp 80.000,00. Jika Nadia akan membeli 2 kaleng kue
nastar dan 3 kaleng kue keju, berapakah uang yang harus dibayarkan Nadia?
Bagaimana caranya?
Rencana Kerja Proyek
Dari permasalahan di atas, kalian diminta membuat papan bercerita yang berisi
tahapan penyelesaian masalah persamaan linear satu variabel.
Menyusun Jadwal Pembuatan Proyek
No Urutan Kegiatan Tanggal Keterangan
1 Menyusun rencana dan langkah kerja
pengerjaan proyek
2 Menyusun jadwal
3 Pelaksanaan rencana kerja
4 Konsultasi hasil kerja
5 Presentasi hasil
LEMBAR DISKUSI
Masalah
Hari raya Idul Fitri akan tiba. Nadia akan membeli kue untuk merayakan hari
raya. Nadia membeli kue nastar dan kue keju. Harga satu kaleng kue nastar
sama dengan 2 kali harga satu kaleng kue keju. Harga 3 kaleng kue nastar dan 2
kaleng kue keju adalah Rp 80.000,00. Jika Nadia akan membeli 2 kaleng kue
nastar dan 3 kaleng kue keju, berapakah uang yang harus dibayarkan Nadia?
Alur Penyelesaian Masalah
Misalkan:
x = harga satu kaleng kue keju
harga satu kaleng kue nastar = ………………………………
Model matematika dapat dituliskan sebagai berikut:
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
Cara menyelesaikan model matematika sebagai berikut:
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
Kesimpulan
Harga satu kaleng kue keju adalah
………………………………………………………………….
Harga satu kaleng kue nastar adalah
………………………………………………………………
Jadi, uang yang harus dibayarkan Nadia adalah
…………………………………………………..
Contoh produk papan bercerita
KISI – KISI EVALUASI PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : SMPN 245 Jakarta
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VII/1
Alur Tujuan Penilaia
n No
No Konten Indikator Soal Level
Pembelajaran Tekni Jenis Bentu Soa
s k l
7.4 Persamaa Diberikan soal
n Linear cerita terkait
Menyelesaika Satu PLSV, peserta
n masalah Variabel didik mampu
1
1 C4 Tes Tertuli Uraian
sehari membuat model 2
s
– hari
yang matematika,
berkaitan menyelesaikan
dengan persamaan linear,
persamaan dan menarik
linear kesimpulan
satu
variabel
EVALUASI PEMBELAJARAN KELAS VII
Nama siswa : ………………………………………..
Nomor absen: ……..
Jawablah pertanyaan – pertanyaan berikut dengan uraian yang jelas dan tepat!
1. Dua kali jumlah suatu bilangan t dan 4 sama dengan empat kali bilangan t
dikurangi 12. Berapakah nilai bilangan t ?
Jawaban:
2. Keliling suatu kebun yang berbentuk persegi panjang adalah 140 meter. Jika
lebar kebun adalah 30 meter, berapa panjang kebun?
Jawaban:
KUNCI JAWABAN DAN PEDOMAN PENSKORAN
No Kunci Sko
Soal Jawaban r
1 Model matematikanya 2 poin
2 (t + 4) = 4 (t - 12)
2t + 8 = 4t – 48 2 poin
2t + 8 – 8 = 4t – 48 – 8
2t = 4t – 56
2t + 56 = 4t – 56 + 56 2 poin
2t + 56 = 4t
2t – 2t + 56 = 4t – 2t 2 poin
56 = 2t
t = 28
2 poin
Jadi, nilai bilangan t adalah 28
2 Diketahui : 2 poin
Keliling = 140
m Lebar =
30 m
Ditanya = panjang?
Jawab :
K = 2 (panjang + lebar) 2 poin
140 = 2(panjang + 30 )
140 = 2 panjang + 60 4 poin
140 – 60 = 2 panjang + 60 – 60
80 = 2 panjang
panjang = 40
Jadi, panjang kebun adalah 40 meter 2 poin
Total 20
skor
𝑆𝑘𝑜𝑟
Nilai = 𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 x 100
𝑆𝑘𝑜𝑟
Konversi Nilai Pengetahuan
Nilai Predikat
91 – 100 SB = Sangat Baik
81 – 90 B = Baik
71 – 80 C = Cukup
≤ 70 K = Kurang
PROGRAM PEMBELAJARAN PENGAYAAN
Satuan Pendidikan : SMPN 245 Jakarta
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VII/1
Capaian Pembelajaran
Di akhir fase D peserta didik dapat mengenali, memprediksi dan menggeneralisasi
pola dalam bentuk susunan benda dan bilangan. Mereka dapat menyatakan suatu
situasi ke dalam bentuk aljabar. Mereka dapat menggunakan sifat-sifat operasi
(komutatif, asosiatif, dan distributif) untuk menghasilkan bentuk aljabar yang
ekuivalen. Peserta didik dapat memahami relasi dan fungsi (domain, kodomain, range)
dan menyajikannya dalam bentuk diagram panah, tabel, himpunan pasangan
berurutan, dan grafik. Mereka dapat membedakan beberapa fungsi nonlinear dari
fungsi linear secara grafik. Mereka dapat menyelesaikan persamaan dan
pertidaksamaan linear satu variabel. Mereka dapat menyajikan, menganalisis, dan
menyelesaikan masalah dengan menggunakan relasi, fungsi dan persamaan linear.
Mereka dapat menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel melalui beberapa
cara untuk penyelesaian masalah.
Tujuan Pembelajaran
1. Melalui diskusi kelompok berbantuan LKS, peserta didik mampu membuat model
matematika permasalahan sehari – hari yang berkaitan dengan persamaan linear
satu variabel dengan benar.
2. Melalui diskusi kelompok berbantuan LKS, peserta didik mampu menyelesaikan
masalah sehari
– hari yang berkaitan dengan persamaan linear satu variabel dengan benar.
Materi Pokok
Sistem Persamaan Linear Satu Variabel
SOAL PENGAYAAN
Sebuah segitiga sama kaki memiliki sisi alas 1 cm kurang dari sisi kaki segitiga. Jika
kelilingnya 44 cm, berapa panjang sisi terpendeknya?
Penyelesaian:
Misal :
Sisi kaki segitiga = x, maka:
Sisi alas = x –1 sehingga diperoleh
K = sisi kaki + sisi kaki + sisi
alas 44 = x + (x - 1) + x
44 = 3x – 1
44 + 1 = 3x – 1 + 1
45 = 3x
x = 15
Sisi terpendeknya sama dengan x – 1 yaitu
14 cm Jadi, panjang sisi terpendeknya
adalah 14 cm.