Pemodelan Matematik untuk
Kasus Aliran Terbuka dengan
HEC-RAS
Oleh : Bambang Sujatmoko, MT.
Apa itu Aplikasi HEC-RAS?
• HEC-RAS merupakan program aplikasi untuk memodelkan aliran di sungai, River Analysis System
(RAS), yang dibuat oleh Hydrologic Engineering Center (HEC) yang merupakan satu divisi di dalam
Institute for Water Resources (IWR), di bawah US Army Corps of Engineers (USACE).
• HEC-RAS merupakan model satu dimensi aliran permanen maupun tak permanen (steady and
unsteady one-dimensional flow model). HEC-RAS versi 4.1, beredar sejak Januari 2010.
• HEC-RAS memiliki empat komponen model satu dimensi: 1) hitungan profil muka air aliran
permanen, 2) simulasi aliran tak permanen, 3) hitungan transpor sedimen, dan 4) hitungan
kualitas air.
• Satu elemen penting dalam HEC-RAS adalah keempat komponen tersebut memakai data geometri
yang sama, routine hitungan hidraulika yang sama, serta beberapa fitur desain hidraulik yang
dapat diakses setelah hitungan profil muka air berhasil dilakukan.
• HEC-RAS merupakan program aplikasi yang mengintegrasikan fitur graphical user interface,
analisis hidraulik, manajemen dan penyimpanan data, grafik, serta pelaporan
Graphical User Interface
Interface ini berfungsi sebagai penghubung antara pemakai dan HEC-RAS.
Graphical interface dibuat untuk memudahkan pemakaian HEC-RAC dengan
tetap mempertahankan efisiensi. Melalui graphical interface ini, dimungkinkan
untuk melakukan hal-hal berikut ini dengan mudah:
a) manajemen file,
b) menginputkan data serta mengeditnya,
c) melakukan analisis hidraulik,
d) menampilkan data masukan maupun hasil analisis dalam bentuk tabel dan
grafik,
e) penyusunan laporan, dan
f) mengakses on-line help.
Analisis Hidraulika
Steady Flow Water Surface Component.
• Modul ini berfungsi untuk menghitung profil muka air aliran permanen berubah beraturan (steady
gradually varied flow). Program mampu memodelkan jaring sungai, sungai dendritik, maupun
sungai tunggal. Dapat memodelkan aliran sub-kritik, super-kritik, maupun campuran keduanya.
• Modul aliran permanen HEC-RAS mampu memperhitungkan pengaruh berbagai hambatan aliran,
seperti jembatan (bridges), gorong-gorong (culverts), bendung (weirs), ataupun hambatan di
bantaran sungai. Modul aliran permanen dirancang untuk dipakai pada permasalahan
pengelolaan bantaran sungai dan penetapan asuransi risiko banjir berkenaan dengan penetapan
antaran sungai dan dataran banjir juga untuk perkiraan perubahan muka air akibat perbaikan alur
atau pembangunan tanggul.
• Modul aliran permanen HEC-RAS didasarkan pada penyelesaian persamaan energi (satu-dimensi).
Kehilangan energi dianggap diakibatkan oleh gesekan (Persamaan Manning) dan
kontraksi/ekspansi (koefisien dikalikan beda tinggi kecepatan). Persamaan momentum dipakai
manakala dijumpai aliran berubah cepat (rapidly varied flow), misalnya campuran regime aliran
sub-kritik dan super-kritik (hydraulic jump), aliran melalui jembatan, aliran di percabangan sungai
(stream junctions).
Analisis Hidraulika
Unsteady Flow Simulation.
• Modul ini mampu menyimulasikan aliran tak permanen satu dimensi pada sungai
yang memiliki alur kompleks. Semula, modul aliran tak permanen HEC-RAS hanya
dapat diaplikasikan pada aliran sub-kritik, namun sejak diluncurkannya versi 3.1,
modul aliran tak permanen HEC-RAS dapat pula menyimulasikan regime aliran
campuran (sub-kritik, super-kritik, loncat air, dan draw-downs).
• Bagian program yang menghitung aliran di tampang lintang, jembatan, gorong-
gorong, dan berbagai jenis struktur hidraulik lainnya merupakan program yang sama
dengan program hitungan yang ada pada modul aliran permanen HEC-RAS.
• Fitur spesial modul aliran tak permanen mencakup analisis dam-break, limpasan
melalui tanggul dan tanggul jebol, pompa, operasi dam navigasi, serta aliran tekan
dalam pipa
Analisis Hidraulika
Sediment Transport/Movable Boundary Computations.
• Modul ini mampu menyimulasikan transpor sedimen satu dimensi (simulasi
perubahan dasar sungai) akibat gerusan atau deposisi dalam waktu yang
cukup panjang (umumnya tahunan, namun dapat pula dilakukan simulasi
perubahan dasar sungai akibat sejumlah banjir tunggal).
• Modul transpor sedimen dirancang untuk menyimulasikan trend jangka
panjang gerusan dan deposisi yang diakibatkan oleh perubahan frekuensi
dan durasi debit atau muka air, ataupun perubahan geometri sungai. Modul
ini dapat pula dipakai untuk memprediksi deposisi di dalam reservoir, desain
kontraksi untuk keperluan navigasi, mengkaji pengaruh dredging terhadap
laju deposisi, memperkirakan kedalaman gerusan akibat banjir, serta
mengkaji sedimentasi di suatu saluran.
Analisis Hidraulika
Water Quality Analysis.
• Modul ini dapat dipakai untuk melakukan analisis kualitas air di sungai. HEC-
RAS versi 4.0 dapat dipakai untuk melakukan analisis temperatur air serta
simulasi transpor beberapa konstituen kualitas air, seperti Algae, Dissolved
Oxygen, Carbonaceuos Biological Oxygen Demand, Dissolved
Orthophospate, Dissolved Organic Phosphorus, Dissolved Ammonium
Nitrate, Dissolved Nitrite Nitrogen, Dissolved Nitrate Nitrogen, and Dissoved
Organic Nitrogen.
• Kemampuan untuk menyimulasikan transpor berbagai konstituen kualitas
air lainnya akan ditambahkan pada HEC-RAS versi yang akan datang.
Penyimpanan Data Dan Manajemen Data
• Penyimpanan data dilakukan ke dalam “flat” files (format ASCII dan biner), serta file HEC-DSS.
Data masukan dari pemakai HEC-RAS disimpan ke dalam file-file yang dikelompokkan menjadi:
project, plan, geometry, steady flow, unsteady flow, dan sediment data. Hasil keluaran model
disimpan ke dalam binary file. Data dapat ditransfer dari HEC-RAS ke program aplikasi lain melalui
HEC-DSS file.
• Manajemen data dilakukan melalui user interface. Pemakai diminta untuk menuliskan satu nama
file untuk project yang sedang dia buat. HEC-RAS akan menciptakan beberapa file secara
automatis (file-file: plan, geometry, steady flow, unsteady flow, output, etc.) dan menamainya
sesuai dengan nama file project yang dituliskan oleh pemakai. Penggantian nama file,
pemindahan lokasi penyimpanan file, penghapusan file dilakukan oleh pemakai melalui fasilitas
interface; operasi tersebut dilakukan berdasarkan project-by-project. Penggantian nama,
pemindahan lokasi penyimpanan, ataupun penghapusan file yang dilakukan dari luar HEC-RAS
(dilakukan langsung pada folder), biasanya akan menyebabkan kesulitan pada saat pemakaian
HEC-RAS karena pengubahan yang dilakukan dari luar HEC-RAS tersebut kemungkinan besar tidak
dikenali oleh HEC-RAS. Oleh karena itu, operasi atau modifikasi file-file harus dilakukan melalui
perintah dari dalam HEC-RAS.
Grafik Dan Pelaporan
• Fasilitas grafik yang disediakan oleh HEC-RAS mencakup grafik X-Y alur
sungai, tampang lintang, rating curves, hidrograf, dan grafik-grafik lain yang
merupakan plot X-Y berbagai variabel hidraulik. HEC-RAS menyediakan pula
fitur plot 3D beberapa tampang lintang sekaligus. Hasil keluaran model
dapat pula ditampilkan dalam bentuk tabel. Pemakai dapat memilih antara
memakai tabel yang telah disediakan oleh HEC-RAS atau
membuat/mengedit tabel sesuai kebutuhan. Grafik dan tabel dapat
ditampilkan di layar, dicetak, atau dicopy ke clipboard untuk dimasukkan ke
dalam program aplikasi lain (word processor, spreadsheet).
• Fasilitas pelaporan pada HEC-RAS dapat berupa pencetakan data masukan
dan keluaran hasil pada printer atau plotter
Organisasi File
• Simulasi aliran HEC-RAS memerlukan sejumlah file, yaitu file data, file run, serta file output. File-
file dalam HEC-RAS yang mencerminkan suatu model aliran di sungai dirangkum dalam suatu
Project. Sebuah project merupakan kompilasi satu set file data yang merepresentasikan model
sungai yang sedang dikaji. Dengan project ini, pemakai HEC-RAS mengaplikasikan seluruh atau
sebagian kemampuan HEC-RAS untuk melakukan analisis hidraulika.
• File data yang diperlukan untuk menyusun suatu model aliran adalah data plan, data geometri,
data aliran, data desain hidraulika, dan data sedimen.
• Data plan, data geometri, dan data aliran adalah tiga data yang harus ada. Data plan menyimpan informasi
untuk mengendalikan simulasi aliran (run data) seperti data geometri, data aliran, computational time step,
dan simulation time.
• Data geometri menyimpan informasi geometri sungai, yaitu alur, tampang lintang, dan tampang memanjang
sungai.
• Data aliran menyimpan informasi debit dan syarat batas; data aliran dapat berupa data aliran permanen
(untuk melakukan simulasi aliran permanen) atau tak permanen (untuk melakukan simulasi aliran tak
permanen).
• Data desain hidraulika diperlukan apabila pemakai melakukan suatu desain hidraulika yang dicobakan untuk
disimulasikan.
• Data sedimen diperlukan untuk melakukan simulasi transpor sedimen
Pengertian Project
Setiap model dalam HEC-RAS dibuat dengan menciptakan file project. Pengguna HEC-
RAS menuliskan nama file dan judul project. HEC-RAS memakai nama file tersebut untuk
menamai semua file data, kecuali tiga karakter ekstensi nama file. Sebuah project terdiri
dari:
a) sebuah file Project (.prj),
b) sebuah file untuk setiap Plan, maximum 99 file plan (.p01 s.d. .p99),
c) sebuah file Run untuk setiap plan (.r01 s.d. .r99),
d) sebuah file Output untuk setiap plan (.o01 s.d. .o99),
e) sebuah file untuk setiap set data Geometry (.g01 s.d. .g99),
f) sebuah file untuk setiap set data Steady Flow (.f01 s.d. .f99),
g) sebuah file untuk setiap set data Unsteady Flow (.u01 s.d. .u99),
h) sebuah file untuk setiap set data Quasy-Unsteady Flow (.q01 s.d. .q99),
Pengertian Project
i) sebuah file untuk setiap set data Sediment (.s01 s.d. .s99),
j) sebuah file untuk setiap set data Hydraulic Design (.h01 s.d. .h99),
k) sebuah file untuk setiap set data Sediment Transport Capacity (.SedCap01 s.d. 99),
l) sebuah file untuk setiap set data SIAM Input (.[Link] s.d. .[Link]),
m) sebuah file untuk setiap set data SIAM Output (.[Link] s.d. .h99.),
n) sebuah file untuk setiap set data Water Quality (.w01 s.d. .w99),
o) sebuah file Log untuk setiap project (.log), dan
p) sebuah file text untuk setiap plan yang di-run (.comp_msgs.txt).
File project mengandung: judul project, sistem satuan (SI atau Imperial), daftar semua
file dalam project, daftar variabel default yang ditetapkan melalui inferface. File Project
mengandung pula nama Plan yang aktif pada pemakaian Project sebelumnya. Informasi
ini diperbarui (di-update) setiap kali Project disimpan ke dalam disk.
Simulasi Aliran – HEC-RAS
Tampilan Layar Utama
Gambar 2: Layar utama HEC-RAS
Apabila diperhatikan dengan seksama, tampak bahwa
Saat pertama kali mengaktifkan tombol-tombol pada papan tombol dibagi menjadi 6
program HEC-RAS, layar utama kelompok. Kelompok-kelompok ini, dari kiri ke kanan, mirip
(Gambar 2) akan muncul. Pada dengan langkah-langkah pemodelan dalam HEC-RAS, yaitu:
bagian atas, di bawah judul identitas 1) membuat sebuah project, 2) memasukkan data geometri
program, terdapat papan menu sungai, data aliran, dan syarat batas aliran, 3) memasukkan
(menu bar) yang mencantumkan data sedimen atau kualitas air, 4) melakukan hitungan
menu utama HEC-RAS: File, Edit, Run, hidraulik, 5) menampilkan hasil hitungan dalam bentuk
View, Option, dan Help. grafik, 6) menampilkan hasil hitungan dalam bentuk tabel.
Pengaturan Awal Program
• Menu Options menyediakan fasilitas untuk melakukan pengaturan beberapa
parameter dalam HEC-RAS sesuai dengan kebutuhan pemakai. Pengaturan di sini
dimaksudkan untuk mengubah nilai atau definisi bawaan HEC-RAS (nilai default).
Pengaturan ini tidak mutlak harus dilakukan, namun apabila dilakukan akan
memudahkan pemakai dalam melakukan pemodelan dengan HEC-RAS.
Pengaturan yang sebaiknya dilakukan antara lain Program Setup | Default
Project Folder, Default Project Parameters | Expansion and Contraction Coef …,
serta Unit System (US Customary/SI) ….
• Default Project Folder. Opsi ini dipakai untuk mengatur folder default yang
dipakai untuk menyimpan file project. Pilih menu Options | Program Setup |
Default Project Folder …. Folder penyimpanan file Project dapat ditentukan,
misal folder D:\Users\User\Documents\HEC Data seperti tampak pada Gambar
3. Setelah pengaturan tersebut, maka jika pemakai akan membuka suatu file
Project dengan mengklik menu File | Open Project dan mengklik papan menu
Default Project Folder yang ada di kanan atas window, maka pemakai akan
dibawa langsung ke folder D:\Users\User\Documents\HEC Data.
Pengaturan Awal Program
Gambar 3: Layar penetapan folder default penyimpanan file Project
Pengaturan Awal Program
Contraction and Expansion
Coefficients. Nilai default koefisien
persempitan (kontraksi) perlebaran
(ekspansi) tampang saluran
berturut-turut adalah 0.1 dan 0.3.
Kedua nilai tersebut umumnya
berlaku pada perubahan tampang
saluran secara gradual. Jika
perubahan tampang saluran pada Gambar 4: Layar pengaturan nilai default koefisien kontraksi dan ekspansi
kasus yang sedang dimodelkan
Untuk mengubah nilai default kedua koefisien ini, klik pada
pemakai sebagian besar adalah
menu Options | Default Parameters | Expansion and
perubahan mendadak, maka nilai
Contraction Coef … seperti tampak pada Gambar 4. Tentu
default kedua koefisien tersebut
saja, nilai-nilai tersebut dapat ditetapkan atau diubah di
lebih baik diubah, misal koefisien
setiap perubahan tampang pada saat pemakai memasukkan
kontraksi menjadi 0.3 dan koefisien
data geometri saluran (hal ini akan dipaparkan pada seksi
ekspansi menjadi 0.8.
yang membahas contoh pemakaian HEC-RAS
Pengaturan Awal Program
Unit System. Sistem satuan yang
dipakai dalam HEC-RAS dapat
mengikuti sistem Amerika (US
Customary) atau sistem internasional
(SI). Default satuan adalah US
Customary.
Gambar 5: Layar pengaturan sistem satuan
Untuk mengubahnya, klik pada menu Options | Unit System Pengubahan sistem satuan yang
(US Customary/SI) … | System International (Metric System). telah ditetapkan pada suatu
Agar sistem satuan SI menjadi sistem satuan default setiap project, dari US Customary ke SI
kali membuat project baru, klik Set as default for new atau sebaliknya, selalu dapat
projects (lihat Gambar 5), yaitu baris ketiga di bawah System dilakukan dengan memakai menu
International (Metric System). Options | Convert Project Units.
Penelusuran Aliran Permanen Sederhana
• Pemahaman pemodelan hidraulik dengan HEC-RAS dapat diperoleh dengan
lebih mudah melalui contoh pemakaian HEC-RAS pada kasus yang sangat
sederhana.
• Contoh berikut ini menunjukkan hitungan profil muka air aliran permanen
(steady flow) di suatu saluran lurus bertampang trapesium (lihat Gambar 6).
Panjang saluran 1000 m, kemiringan dasar saluran 0.001, lebar dasar saluran
2 m, kedalaman saluran 2 m, kemiringan talud kanan dan kiri masing-masing
1:1. Kekasaran dasar saluran dinyatakan dengan koefisien Manning n = 0.02.
Saluran tersebut mengalirkan air dengan debit Q = 4 m3/s dan 6 m3/s. Muka
air di hilir berada 1 m di atas dasar saluran. Nama saluran adalah Saluran
Sederhana, nama ruas adalah Bina Widya.
Penelusuran Aliran Permanen Sederhana
Langkah pemodelan dengan HEC-RAS
mengikuti lima langkah utama, yaitu:
1) pembuatan model dengan membuat file
Project,
2) peniruan geometri saluran dengan
memasukkan data geometri saluran,
3) peniruan hidraulika saluran dengan
memasukkan data aliran dan syarat
batas,
4) hitungan hidraulika aliran dengan
mengeksekusi program, dan
5) presentasi hasil hitungan dengan
menampilkan hasil di layar atau
mencetaknya
Gambar 6: Skema saluran sederhana, alur lurus, tampang trapesium
Pembuatan File Project
Langkah pertama pemodelan atau hitungan hidraulika
dengan HEC-RAS adalah membuat file Project. Pemakai
menuliskan nama file Project dan HEC-RAS akan memakai
nama file project tersebut untuk menamai semua file yang
berkaitan dengan model tersebut. Ikuti langkah berikut
a) Pilih menu File | New Project ….
b) Klik tombol Default Project Folder di kanan atas, klik
tombol Create Folder … di sisi bawah layar, dan
tuliskan nama folder “Saluran Sederhana”.
c) Tuliskan judul project “Saluran lurus tampang Gambar 7: Layar pembuatan project baru
trapesium” pada tempat yang telah disediakan di
bawah Title. Perhatikan nama file project yang
dituliskan secara automatis oleh HEC-RAS di bawah File
Name, yaitu “[Link]”.
d) Gantilah nama file project menjadi “[Link]” di
tempat yang telah disediakan (Gambar 7). Ingat, nama
file project harus memiliki ekstensi .prj. Klik tombol OK.
Layar konfirmasi (Gambar 8) akan muncul.
e) Klik tombol OK pada layar konfirmasi tersebut.
Gambar 8: Layar konfirmasi pembuatan project baru
Peniruan Geometri Saluran
Parameter geometri saluran yang dibutuhkan oleh HEC-RAS adalah alur,
tampang panjang dan lintang, kekasaran dasar (koefisien Manning), serta
kehilangan energi di tempat perubahan tampang saluran (koefisien ekspansi
dan kontraksi). HEC-RAS juga membutuhkan geometri struktur hidraulik yang
ada di sepanjang saluran, misal jembatan, pintu air, bendung, peluap, dan
sejenisnya. Pada contoh kasus sederhana ini, tidak ada satu pun struktur
hidraulik di sepanjang saluran.
1. ALUR SALURAN
Cara peniruan geometri saluran mengikuti langkah-langkah di bawah ini.
a) Aktifkan layar editor data geometri (Gambar 9) dengan memilih menu
Edit | Geometric Data … atau mengklik tombol Edit/Enter geometric
data (ikon ke-3 dari kiri pada papan tombol atas).
Peniruan Geometri Saluran
b) Klik tombol River Reach (ikon kiri-atas) dan buat skema saluran dengan cara meng-klik-kan titik-
titik sepanjang alur saluran pada layar editor data geometri. Karena alur saluran adalah lurus,
maka skema alur dapat dibuat cukup dengan dua titik ujung saluran. Alur saluran harus dibuat
dari hulu ke hilir, tidak boleh dibalik. Klikkan kursor di sisi tengah atas layar editor geometri data
untuk menandai ujung hulu saluran, kemudian klik dua kali di sisi tengah bawah editor untuk
menandai ujung hilir saluran sekaligus mengakhiri pembuatan skema alur.
c) Pada layar yang muncul (Gambar 10), isikan “Sederhana” sebagai nama River dan “Bina Widya”
sebagai nama Reach. Klik tombol OK.
d) Setelah langkah di atas, pada layar editor data geometri tampak sebuah denah alur saluran
(“Sederhana”) yang memiliki satu ruas (“Bina Widya”), seperti tampak pada Gambar 11. Anak
panah menunjukkan arah aliran dari hulu ke hilir. Biasanya, skema alur dibuat dengan bantuan
peta situasai alur sungai sebagai latar belakang (background) pada layar editor data geometri.
Sisipkan peta situasi alur saluran dengan mengklik tombol Add/Edit background pictures for the
schematic. Cara ini tidak dibahas pada contoh sederhana di sini.
Peniruan Geometri Saluran
Gambar 9: Layar editor data geometri
Gambar 10: Layar
pengisian nama
saluran (sungai) dan
ruas saluran pada
layar editor data
geometri Gambar 11: Skema Saluran Sederhana ruas Bina widya
Peniruan Geometri Saluran
2. TAMPANG LINTANG
Langkah selanjutnya dalam peniruan geometri saluran adalah penulisan data tampang lintang.
a) Aktifkan layar editor tampang lintang dengan mengklik tombol Cross Section (ikon ke-2 dari atas
pada papan tombol kiri).
b) Tuliskan data tampang lintang (cross section), urut dari tampang di ujung hilir sampai ke ujung
hulu. Untuk menuliskan data tampang lintang, pilih menu Options | Add a new Cross Section …,
tuliskan nomor tampang lintang “0”. Setiap tampang lintang diidentifikasikan sebagai River Sta
yang diberi nomor urut, dimulai dari hilir dan bertambah besar ke arah hulu. Urutan nomor ini
tidak boleh dibalik, tetapi urutan penulisan tampang lintang boleh sembarang, tidak harus urut
dari hilir ke hulu. Pengguna boleh membuat tampang lintang urut dari hulu ke hilir atau tidak urut
(sembarang, acak), sepanjang nomor tampang lintang urut, nomor kecil ke nomor besar dari hilir
ke hulu.
c) Pada isian Description, isikan keterangan mengenai tampang lintang (River Sta), yaitu “Batas hilir
ruas BinaWidya Sta 0 m”. Setelah langkah ini, layar editor tampang lintang akan tampak seperti
Gambar 12.
Peniruan Geometri Saluran
d) Tuliskan koordinat titik-titik
tampang lintang, urut dari titik
paling kiri ke kanan; Station
adalah jarak titik diukur dari kiri
dan Elevation adalah elevasi titik.
Untuk River Sta “0”, data
koordinat (Station,Elevation)
adalah sebagai berikut: (0,2),
(2,0), (4,0), (6,2). Satuan panjang
pada data geometri tampang
lintang saluran adalah meter
(karena project ini memakai
sistem satuan SI).
Gambar 12: Layar editor tampang lintang setelah langkah pemberian nama
dan deskripsi tampang lintang River Sta 0
Peniruan Geometri Saluran
e) Data selanjutnya adalah jarak tampang “0” ke tampang tetangga di sisi hilir (Downstream Reach
Lengths), yaitu jarak antar bantaran kiri (left overbank, LOB), jarak antar alur utama (main
channel, Channel), dan jarak antar bantaran kanan (right overbank, ROB). Karena tampang “0”
merupakan tampang paling hilir, maka isian ini dapat dibiarkan kosong atau diisi dengan angka
nol.
f) Nilai koefisien kekasaran dasar, Manning’s n Values, adalah 0.02 untuk semua bagian tampang:
LOB, Channel, dan ROB karena tampang lintang saluran merupakan tampang tunggal, bukan
tampang majemuk.
g) Isian selanjutnya, Main Channel Bank Stations, adalah titik batas antara LOB dan Channel serta
antara Channel dan ROB; karena tampang merupakan tampang tunggal, maka seluruh tampang
merupakan main channel, sehingga untuk isian ini diberi titik paling kiri, “0”, untuk Left Bank dan
titik paling kanan, “6”, untuk Right Bank.
h) Data Cont\Exp Coefficients dibiarkan sesuai dengan nilai default yang ada di dalam HEC-RAS,
yaitu 0.1 untuk Contraction dan 0.3 untuk Expansion.
Peniruan Geometri Saluran
i) Di bagian bawah, dapat
diisikan catatan atau informasi
tambahan berkenaan dengan
tampang ini. Kali ini, isian ini
dibiarkan kosong.
j) Klik tombol Apply Data untuk
menyimpan data ke dalam
HEC-RAS. Di sisi kanan layar
akan ditampilkan gambar
tampang lintang seperti
ditampilkan pada Gambar 13.
Gambar 13: Tampang lintang pada River Sta 0
Peniruan Geometri Saluran
k) Karena seluruh ruas Bina Widya memiliki tampang yang sama, maka ruas tersebut cukup diwakili
oleh data dua tampang di kedua ujung ruas. Untuk menuliskan data tampang yang kedua di
ujung hulu ruas Bina Widya, pilih Options | Copy Current Cross Section … dan isikan “1000”
sebagai identifikasi/nomenklatur River Sta.
l) Pada isian Description, isikan keterangan mengenai tampang lintang (River Sta), yaitu “Batas
hulu ruas Grafika Sta 1000 m”.
m) Koordinat (Station,Elevation) titik-titik tampang lintang pada River Sta ini adalah sebagai
berikut: (0,3), (2,1), (4,1), (6,3). Ingat, kemiringan dasar saluran adalah 0.001 sehingga elevasi
tampang lintang di River Sta “1000” ini adalah 1 m di atas elevasi tampang lintang di River Sta
“0”.
n) Isikan jarak tampang River Sta “1000” ke tampang di sebelah hilirnya (Downstream Reach
Lengths) dengan angka “1000” (satuan panjang adalah meter), baik untuk LOB, Channel,
maupun ROB.
o) Isian Manning’s n Values, Main Channel Bank Stations, serta Cont\Exp Coefficients tidak perlu
diubah.
Peniruan Geometri Saluran
p) Klik tombol Apply Data. Tampilan
gambar tampang akan berubah dan
tidak semua tampang tampak pada
gambar. Pilih menu Plot Options |
Full Plot untuk menampilkan
seluruh bentuk tampang. Layar
editor tampang lintang di River Sta
1000 tampak seperti Gambar 14.
q) Pilih menu Exit | Exit Cross Section
Editor untuk kembali ke layar editor
data geometri. Pada gambar alur
saluran, sekarang tampak tambahan
informasi keberadaan dua River Sta, Gambar 14: Tampang lintang pada River Sta 1000
yaitu “0” di ujung hilir dan “1000” di
ujung hulu.
Peniruan Geometri Saluran
Gambar 15: Layar pengaturan
r) Untuk menampakkan seluruh tampang, schematic plot extent pada editor
data geometri
perbesar layar dengan memilih menu
View | Set Schematic Plot Extent …. Isikan
nilai “1.2” dan “-0.2” berturut-turut pada
Top Extent dan Bottom Extent. Klik OK
(Gambar 15).
s) Apabila layar terlalu besar, aturlah ukuran
layar sehingga River Sta 0 dan River Sta
1000 masing-masing berada di tepi atas
dan bawah, pilih menu View | Zoom In,
tarik (drag) kursor mengelilingi alur
sungai. Setelah ukuran layar sesuai
dengan yang diinginkan, pilih menu View
| Set Schematic Plot Extent … dan klik Set
to Current View. Layar editor data
geometri akan tampak seperti Gambar 16.
Gambar 16: Layar editor data geometri yang menampakkan seluruh
ruas saluran dan semua tampang lintang
Peniruan Geometri Saluran
3. INTERPOLASI TAMPANG LINTANG
Seluruh ruas saluran (ruas Bina Widya, S. Sederhana), dari sisi geometri cukup diwakili oleh dua data
tampang lintang di kedua ujung ruas. Namun, untuk kebutuhan ketelitian hitungan profil muka air,
dua tampang tersebut tidak mencukupi. Untuk memperoleh ketelitian hasil hitungan yang baik
diperlukan tambahan sejumlah tampang lintang yang memiliki selang jarak antar tampang cukup
dekat. Data tampang lintang tambahan ini dapat diperoleh dengan melakukan interpolasi antara
kedua tampang lintang di ujung-ujung ruas Grafika. Di bawah ini dipaparkan langkah-langkah untuk
melakukan interpolasi tampang lintang.
a) Pada layar editor data geometri pilih menu Tools | XS Interpolation | Within a Reach ….
b) Pada isian Maximum Distance between XS’s, isikan angka “20”, yang berarti jarak maximum antar
tampang lintang adalah 20 m, seperti tampak pada Gambar 17.
c) Klik tombol Interpolate XS’s.
d) Klik tombol Close untuk kembali ke layar editor data geometri.
Peniruan Geometri Saluran
3. INTERPOLASI TAMPANG LINTANG
Seluruh ruas saluran (ruas Bina Widya, S. Sederhana), dari sisi geometri cukup diwakili oleh dua data
tampang lintang di kedua ujung ruas. Namun, untuk kebutuhan ketelitian hitungan profil muka air,
dua tampang tersebut tidak mencukupi. Untuk memperoleh ketelitian hasil hitungan yang baik
diperlukan tambahan sejumlah tampang lintang yang memiliki selang jarak antar tampang cukup
dekat. Data tampang lintang tambahan ini dapat diperoleh dengan melakukan interpolasi antara
kedua tampang lintang di ujung-ujung ruas Grafika. Di bawah ini dipaparkan langkah-langkah untuk
melakukan interpolasi tampang lintang.
a) Pada layar editor data geometri pilih menu
Tools | XS Interpolation | Within a Reach
….
b) Pada isian Maximum Distance between
XS’s, isikan angka “20”, yang berarti jarak
maximum antar tampang lintang adalah 20
m, seperti tampak pada Gambar 17.
c) Klik tombol Interpolate XS’s.
d) Klik tombol Close untuk kembali ke layar Gambar 17: Interpolasi tampang
editor data geometri. lintang
Peniruan Geometri Saluran
e) Pada gambar alur saluran, tampak sejumlah River Sta baru. Nomor River Sta baru tersebut
bertanda bintang (*) yang menandai bahwa River Sta tersebut adalah hasil interpolasi. Tiga River
Sta memiliki format nomor yang tidak konsisten dengan format nomor-nomor River Sta yang lain,
yaitu “19.9999*”, “40.0000*”, dan “79.9999*”. Ini dapat diedit dengan mengaktifkan layar editor
tampang lintang.
i. Klik tombol Cross Section dan aktifkan River Sta “19.9999*”.
ii. Pilih menu Options | Rename River Station ….
iii. Ubah “19.9999*” menjadi “20.*”. Jangan lupa untuk membiarkan simbol “*” di akhir nomor
agar River Sta ini tetap sebagai River Sta hasil interpolasi. Apabila simbol “*” dihilangkan,
maka River Sta ini akan berubah menjadi seolah-olah tampang lintang yang diperoleh dari
input data. Klik tombol OK.
iv. Lakukan langkah yang sama untuk mengubah River Sta “40.0000*” menjadi “40.*” dan River
Sta “79.9999*” menjadi “80.*”.
v. Kembali ke layar editor data geometri dengan memilih menu Exit | Exit Cross Section Editor.
Layar editor data geometri akan tampak seperti Gambar 18.
Peniruan Geometri Saluran
Gambar 18: Layar editor data geometri yang menampakkan seluruh tampang lintang
Peniruan Geometri Saluran
4. PENYIMPANAN DATA GEOMETRI
Data geometri saluran disimpan ke dalam disk dengan memilih menu File | Save Geometry Data.
Isikan pada Title “Tampang saluran asli” sebagai judul data geometri tersebut. Pastikan bahwa pilihan
folder tetap sesuai dengan folder file Project, yaitu D:\Users\User\Documents\HEC Data\Saluran
Sederhana, kemudian klik tombol OK. Pemakai dapat menutup layar editor data geometri dengan
memilih menu File | Exit Geometry Data Editor. Pada layar komputer akan tampak layar utama HEC-
RAS seperti tampak pada Gambar 19. File data geometri dinamai “Sederhana.g01” secara automatis
oleh HEC-RAS.
Gambar 19: Layar utama HEC-RAS setelah data geometri saluran selesai dituliskan
Langkah selanjutnya apa..?
• PENIRUAN HIDRAULIKA (SYARAT BATAS)
• HITUNGAN HIDRAULIKA
• PRESENTASI HASIL HITUNGAN
…… Bahasan Pertemuan Berikutnya ……