PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
(DEEP LEARNING)
Satuan Pendidikan : ……………….
Mata Pelajaran : Matematikaa
Nama Guru : ………..
Kelas/ Semester : VII/Gasal
Alokasi Waktu : .. x 40 menit (6 Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026
IDENTIFIKASI PESERTA DIDIK: Identifikasi kesiapan peserta didik sebelum belajar
dilakukan melalui observasi awal dan asesmen diagnostik sederhana.
Pengetahuan awal peserta didik mengenai konsep bilangan (bulat, rasional)
akan dipetakan untuk menentukan titik awal pembelajaran. Minat belajar
akan digali melalui kuesioner singkat atau diskusi kelas mengenai aplikasi
matematika dalam kehidupan sehari-hari. Latar belakang peserta didik,
termasuk gaya belajar dan pengalaman sebelumnya dengan konsep
perbandingan, juga akan dipertimbangkan untuk merancang diferensiasi
pembelajaran. Kebutuhan belajar individual akan diidentifikasi melalui
interaksi personal dan pengamatan partisipasi aktif di kelas, memastikan
setiap peserta didik mendapatkan dukungan yang sesuai untuk mencapai
tujuan pembelajaran.
MATERI PELAJARAN: Analisis materi pelajaran "Rasio" mencakup jenis
pengetahuan konseptual dan prosedural. Pengetahuan konseptual meliputi
pemahaman definisi rasio, skala, proporsi (perbandingan senilai dan berbalik
nilai), dan laju perubahan. Pengetahuan prosedural mencakup keterampilan
membaca, menulis, menyederhanakan rasio, menghitung skala pada peta
atau gambar, menyelesaikan masalah yang melibatkan proporsi, serta
menghitung dan mengubah satuan laju perubahan. Relevansi materi dengan
kehidupan nyata peserta didik sangat tinggi, terlihat dari aplikasi dalam
membaca peta, membuat denah, menghitung kecepatan, mengatur resep, dan
memahami perbandingan dalam berbagai konteks. Tingkat kesulitan materi
akan disesuaikan secara bertahap, dimulai dari konsep dasar rasio hingga
aplikasi laju perubahan yang lebih kompleks. Struktur materi disusun secara
hierarkis, dimulai dari pengenalan rasio, skala, proporsi, hingga laju
perubahan. Integrasi nilai dan karakter ditekankan melalui kolaborasi dalam
diskusi kelompok, penalaran kritis dalam memecahkan masalah, serta
kemandirian dalam berlatih soal.
DIMENSI PROFIL LULUSAN:
1. Penalaran Kritis
2. Kreativitas
3. Kolaborasi
4. Kemandirian
DESAIN CAPAIAN PEMBELAJARAN: Membaca, menulis, membandingkan
PEMBELAJARAN berbagai jenis bilangan (bulat, rasional, desimal, berpangkat, akar, notasi
ilmiah), operasi bilangan real, estimasi, serta rasio (skala, proporsi, laju
perubahan).
LINTAS DISIPLIN ILMU:
1. Pendidikan Pancasila
2. Bahasa Indonesia
3. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) - khususnya geografi untuk skala peta
TOPIK PEMBELAJARAN: Rasio
TUJUAN PEMBELAJARAN:
1. Menggunakan rasio, skala, proporsi, dan laju perubahan dalam
menyelesaikan masalah matematika sehari-hari.
PRAKTIK PEDAGOGIS:
1. Pembelajaran Berbasis MASALAH
2. Diskusi kelompok, eksplorasi sumber informasi, dan presentasi
MITRA PEMBELAJARAN:
1. Guru bidang studi lain (misalnya guru IPS untuk konsep peta)
2. Orang tua (untuk dukungan belajar di rumah)
3. Komunitas atau ahli di bidang terkait (misalnya arsitek atau surveyor
jika memungkinkan untuk studi kasus skala)
LINGKUNGAN PEMBELAJARAN:
1. Ruang Fisik: Ruang kelas, perpustakaan sekolah, lingkungan sekitar
sekolah (untuk observasi perbandingan)
2. Ruang Virtual: Platform pembelajaran daring (misalnya, aplikasi
komunikasi, repositori materi)
3. Budaya Belajar: kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan rasa ingin tahu
PEMANFAATAN DIGITAL:
1. Perencanaan: aplikasi desain grafis (misalnya, Canva)
2. Pelaksanaan: video pembelajaran, simulasi interaktif (misalnya,
simulasi skala peta), aplikasi pengolah angka
3. Asesmen: platform kuis daring (misalnya, Google Form, Quizizz)
PENGALAMAN Pertemuan 1: Konsep Rasio dan Bentuknya
BELAJAR
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran
yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru mengenai pentingnya
memahami perbandingan dalam kehidupan sehari-hari, seperti
membandingkan jumlah siswa laki-laki dan perempuan di kelas.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan perbandingan sederhana, misalnya
"Jika ada 10 apel dan 5 jeruk, berapa banyak apel dibandingkan
jeruk?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan sebuah skenario atau ilustrasi
yang melibatkan perbandingan dua kuantitas, misalnya perbandingan
jumlah bola merah dan bola biru dalam sebuah kotak.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana kita bisa
menyatakan hubungan antara dua jumlah atau kuantitas secara
matematis?" untuk menstimulasi pemikiran peserta didik tentang
rasio.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
perbandingan dalam berbagai konteks sehari-hari.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan keberadaan rasio: a. "Dalam situasi
apa saja kita perlu membandingkan dua hal?" b. "Bagaimana cara
kita menuliskan perbandingan tersebut agar mudah dipahami?" c.
Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan
menghubungkan dengan peran peserta didik dalam memahami
konsep rasio. d. "Mengapa memahami konsep rasio penting dalam
kehidupan sehari-hari?"
KEGIATAN INTI
MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)
● Orientasi pada Siswa pada Masalah:
1. Peserta didik mengamati beberapa contoh kasus atau situasi
nyata yang melibatkan rasio, seperti perbandingan jumlah
siswa laki-laki dan perempuan di kelas, perbandingan bahan
dalam resep, atau perbandingan harga barang.
2. Peserta didik secara individu mengidentifikasi kuantitas yang
dibandingkan dalam contoh tersebut dan mencoba
menyatakan perbandingannya.
3. Guru memfasilitasi diskusi singkat untuk memunculkan
pertanyaan-pertanyaan dari peserta didik mengenai cara
menyatakan dan menyederhanakan rasio.
MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil.
2. Peserta didik dalam kelompok mendapatkan tugas untuk
mencari informasi lebih lanjut tentang definisi rasio, berbagai
bentuk penulisan rasio (misalnya a:b, a/b), dan cara
menyederhanakan rasio. Sumber informasi dapat berupa buku
umum, e-book, artikel daring, atau video pembelajaran.
3. Peserta didik merencanakan cara mereka akan menyajikan
informasi yang ditemukan (misalnya, dalam bentuk peta
konsep, poster digital, atau presentasi singkat).
● Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:
1. Peserta didik dalam kelompok berdiskusi dan mengolah
informasi yang telah mereka kumpulkan.
2. Peserta didik secara mandiri berlatih menuliskan rasio dari
berbagai situasi yang diberikan dan menyederhanakannya ke
bentuk paling sederhana.
3. Peserta didik berlatih membaca rasio dalam berbagai konteks.
4. Guru membimbing setiap kelompok, memberikan umpan
balik, dan memastikan pemahaman konsep dasar rasio.
● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik secara berkelompok membuat peta konsep atau
ringkasan materi tentang rasio, termasuk definisi, bentuk
penulisan, dan cara menyederhanakan.
2. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok
mereka di depan kelas, menjelaskan pemahaman mereka
tentang rasio dan bagaimana cara menuliskannya.
3. Peserta didik lain memberikan tanggapan dan pertanyaan
terhadap presentasi kelompok.
● Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru memimpin diskusi kelas untuk menganalisis dan
mengevaluasi pemahaman peserta didik tentang konsep rasio
dan bentuknya.
2. Peserta didik bersama guru mengidentifikasi poin-poin
penting yang perlu diingat tentang rasio.
3. Guru memberikan beberapa soal singkat untuk menguji
pemahaman awal peserta didik tentang membaca, menulis,
dan menyederhanakan rasio.
MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)
1. Peserta didik melakukan uji coba kecil dalam menyatakan rasio dari
situasi yang diberikan oleh guru dan menyederhanakannya.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai akurasi penulisan dan penyederhanaan rasio mereka.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang apa yang telah
mereka pelajari tentang rasio pada pertemuan ini, kesulitan yang
dihadapi, dan bagaimana mereka mengatasinya.
4. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran "Menggunakan rasio..." (fokus pada konsep rasio dan
bentuknya).
5. Peserta didik menemukan solusi atau peran lanjutan mereka dalam
mengaplikasikan pemahaman rasio dalam konteks sehari-hari.
KEGIATAN PENUTUP (BERKESADARAN)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang konsep
rasio dan berbagai bentuk penulisannya.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu tentang skala peta dan gambar. Peserta didik dapat
mengusulkan strategi belajar atau media yang ingin digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai partisipasi aktif
dan upaya mereka dalam memahami konsep baru.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 2: Skala Peta dan Gambar
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran
yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru mengenai pentingnya
memahami skala dalam membaca peta atau denah, serta relevansinya
dalam kehidupan sehari-hari.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan perbandingan ukuran, misalnya
"Bagaimana peta bisa menggambarkan wilayah yang sangat luas di
selembar kertas kecil?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan sebuah peta atau denah
sederhana dan menanyakan bagaimana kita bisa mengetahui jarak
sebenarnya dari jarak yang terlihat di peta.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana kita bisa
menggunakan informasi di peta untuk mengetahui jarak sebenarnya
di dunia nyata?" untuk menstimulasi pemikiran peserta didik tentang
skala.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
penggunaan peta dan denah dalam kehidupan sehari-hari.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan kebutuhan untuk memahami skala: a.
"Kapan kita perlu menggunakan peta atau denah dalam kehidupan
sehari-hari?" b. "Apa yang dimaksud dengan 'skala' pada peta atau
denah?" c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
dan menghubungkan dengan peran peserta didik dalam memahami
dan menggunakan skala. d. "Mengapa kemampuan menggunakan
skala penting saat kita ingin bepergian atau merencanakan sesuatu?"
KEGIATAN INTI
MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)
● Orientasi pada Siswa pada Masalah:
1. Peserta didik diberikan beberapa peta atau denah dengan skala
yang berbeda. Mereka diminta untuk mencoba
memperkirakan jarak sebenarnya antara dua titik berdasarkan
skala yang tertera.
2. Peserta didik secara individu mencoba menghitung perkiraan
jarak dan mencatat kesulitan yang mereka alami.
3. Guru memfasilitasi diskusi singkat untuk memunculkan
berbagai pendekatan yang digunakan peserta didik dan
mengidentifikasi perlunya metode yang sistematis untuk
menghitung jarak sebenarnya menggunakan skala.
MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil.
2. Peserta didik dalam kelompok mendapatkan tugas untuk
mengeksplorasi konsep skala, termasuk definisi, cara
membaca skala (misalnya 1:1000), dan rumus untuk
menghitung jarak sebenarnya atau jarak pada peta. Sumber
informasi dapat berupa buku umum, e-book, artikel daring,
atau video pembelajaran.
3. Peserta didik merencanakan bagaimana mereka akan
mendemonstrasikan penggunaan skala.
● Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:
1. Peserta didik dalam kelompok berdiskusi dan mempraktikkan
cara menghitung jarak sebenarnya dari peta/gambar berskala,
dan sebaliknya.
2. Peserta didik berlatih menyelesaikan berbagai soal latihan
yang melibatkan skala, termasuk soal kontekstual seperti
menghitung luas tanah dari denah berskala.
3. Guru membimbing setiap kelompok, memberikan umpan
balik, dan memastikan pemahaman tentang rumus dan
aplikasi skala.
● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik secara berkelompok membuat presentasi singkat
atau demonstrasi untuk menjelaskan konsep skala dan cara
menggunakannya dalam perhitungan jarak.
2. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok
mereka di depan kelas, menjelaskan langkah-langkah dan
memberikan contoh soal.
3. Peserta didik lain memberikan tanggapan dan pertanyaan
terhadap presentasi kelompok.
● Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru memimpin diskusi kelas untuk menganalisis dan
mengevaluasi pemahaman peserta didik tentang skala peta
dan gambar.
2. Peserta didik bersama guru menyimpulkan rumus dan
langkah-langkah penting dalam menggunakan skala.
3. Guru memberikan beberapa soal singkat untuk menguji
kemampuan peserta didik dalam menggunakan skala.
MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)
1. Peserta didik melakukan uji coba proyek kecil berupa pengukuran
jarak pada peta yang berbeda dan menghitung jarak sebenarnya.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai akurasi perhitungan skala mereka.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang apa yang telah
mereka pelajari tentang skala, kesulitan yang dihadapi, dan
bagaimana mereka mengatasinya.
4. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran "Menggunakan skala..."
5. Peserta didik menemukan solusi atau peran lanjutan mereka dalam
mengaplikasikan kemampuan menggunakan skala dalam konteks
sehari-hari.
KEGIATAN PENUTUP (BERKESADARAN)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang skala
peta dan gambar, termasuk cara menghitung jarak sebenarnya dan
jarak pada peta.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu tentang proporsi (perbandingan senilai). Peserta
didik dapat mengusulkan strategi belajar atau media yang ingin
digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai partisipasi aktif
dan upaya mereka dalam memahami konsep skala.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 3: Proporsi (Perbandingan Senilai)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran
yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru mengenai pentingnya
memahami perbandingan senilai dalam situasi seperti membeli
barang atau membuat resep.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan perbandingan sederhana, misalnya
"Jika 1 kg apel harganya Rp 20.000, berapa harga 2 kg apel?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan sebuah skenario sederhana,
misalnya "Jika 1 buku harganya Rp 15.000, berapa harga 3 buku?"
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana kita bisa
menghitung nilai yang tidak diketahui jika ada hubungan
perbandingan yang tetap antara dua kuantitas?" untuk menstimulasi
pemikiran peserta didik tentang perbandingan senilai.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
perbandingan dalam konteks jual beli atau resep.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya proporsi: a. "Dalam situasi
apa saja kita melihat jumlah yang bertambah atau berkurang secara
bersamaan dengan perbandingan yang sama?" b. "Apa yang
dimaksud dengan 'perbandingan senilai'?" c. Guru memaparkan
tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menghubungkan dengan
peran peserta didik dalam menyelesaikan masalah perbandingan
senilai. d. "Mengapa memahami perbandingan senilai penting dalam
menghitung kebutuhan atau biaya?"
KEGIATAN INTI
MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)
● Orientasi pada Siswa pada Masalah:
1. Peserta didik diberikan beberapa masalah kontekstual yang
melibatkan perbandingan senilai, misalnya menghitung
jumlah bahan yang dibutuhkan untuk resep yang diperbesar,
atau menghitung biaya berdasarkan jumlah barang.
2. Peserta didik secara individu mencoba menyelesaikan
masalah-masalah tersebut dan mencatat kesulitan yang
mereka alami.
3. Guru memfasilitasi diskusi singkat untuk memunculkan
berbagai pendekatan yang digunakan peserta didik dan
mengidentifikasi perlunya metode yang sistematis untuk
menyelesaikan masalah perbandingan senilai.
MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil.
2. Peserta didik dalam kelompok mendapatkan tugas untuk
mengeksplorasi konsep proporsi, khususnya perbandingan
senilai. Mereka mencari tahu tentang ciri-ciri perbandingan
senilai dan cara menyelesaikannya (misalnya, dengan
menggunakan nilai satuan atau perkalian silang). Sumber
informasi dapat berupa buku umum, e-book, artikel daring,
atau video pembelajaran.
3. Peserta didik merencanakan bagaimana mereka akan
mendemonstrasikan penyelesaian masalah perbandingan
senilai.
● Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:
1. Peserta didik dalam kelompok berdiskusi dan mempraktikkan
cara menyelesaikan masalah perbandingan senilai.
2. Peserta didik berlatih menyelesaikan berbagai soal latihan
perbandingan senilai, baik yang numerik maupun kontekstual.
3. Guru membimbing setiap kelompok, memberikan umpan
balik, dan memastikan pemahaman tentang konsep dan
metode penyelesaian.
● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik secara berkelompok membuat presentasi singkat
atau demonstrasi untuk menjelaskan konsep perbandingan
senilai dan cara menyelesaikannya.
2. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok
mereka di depan kelas, menjelaskan langkah-langkah dan
memberikan contoh soal.
3. Peserta didik lain memberikan tanggapan dan pertanyaan
terhadap presentasi kelompok.
● Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru memimpin diskusi kelas untuk menganalisis dan
mengevaluasi pemahaman peserta didik tentang perbandingan
senilai.
2. Peserta didik bersama guru menyimpulkan ciri-ciri dan
metode penyelesaian perbandingan senilai.
3. Guru memberikan beberapa soal singkat untuk menguji
kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah
perbandingan senilai.
MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)
1. Peserta didik melakukan uji coba proyek kecil berupa penyelesaian
soal-soal perbandingan senilai dalam konteks cerita.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai akurasi perhitungan mereka.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang apa yang telah
mereka pelajari tentang perbandingan senilai, kesulitan yang
dihadapi, dan bagaimana mereka mengatasinya.
4. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran "Menggunakan proporsi..." (fokus pada perbandingan
senilai).
5. Peserta didik menemukan solusi atau peran lanjutan mereka dalam
mengaplikasikan kemampuan perbandingan senilai dalam konteks
sehari-hari.
KEGIATAN PENUTUP (BERKESADARAN)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang
perbandingan senilai dan cara menyelesaikannya.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu tentang proporsi (perbandingan berbalik nilai).
Peserta didik dapat mengusulkan strategi belajar atau media yang
ingin digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai partisipasi aktif
dan upaya mereka dalam menguasai konsep ini.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 4: Proporsi (Perbandingan Berbalik Nilai)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran
yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru mengenai pentingnya
memahami perbandingan berbalik nilai dalam situasi seperti
pekerjaan atau kecepatan.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan perbandingan, misalnya "Jika 2
pekerja bisa menyelesaikan pekerjaan dalam 6 hari, apakah 4 pekerja
akan menyelesaikannya lebih cepat atau lebih lambat?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan sebuah skenario, misalnya "Jika
sebuah mobil melaju dengan kecepatan 60 km/jam dan tiba dalam 2
jam, berapa kecepatan yang dibutuhkan agar tiba dalam 1 jam?"
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana kita bisa
menghitung nilai yang tidak diketahui jika satu kuantitas bertambah,
kuantitas lain justru berkurang dengan perbandingan tertentu?" untuk
menstimulasi pemikiran peserta didik tentang perbandingan berbalik
nilai.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
perbandingan dalam konteks pekerjaan atau perjalanan.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya proporsi berbalik nilai: a.
"Dalam situasi apa saja kita melihat satu jumlah bertambah, tapi
jumlah lain justru berkurang?" b. "Apa yang dimaksud dengan
'perbandingan berbalik nilai'?" c. Guru memaparkan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai dan menghubungkan dengan peran
peserta didik dalam menyelesaikan masalah perbandingan berbalik
nilai. d. "Mengapa memahami perbandingan berbalik nilai penting
dalam perencanaan waktu atau sumber daya?"
KEGIATAN INTI
MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)
● Orientasi pada Siswa pada Masalah:
1. Peserta didik diberikan beberapa masalah kontekstual yang
melibatkan perbandingan berbalik nilai, misalnya menghitung
waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan
dengan jumlah pekerja yang berbeda, atau menghitung
kecepatan yang diperlukan untuk menempuh jarak dalam
waktu tertentu.
2. Peserta didik secara individu mencoba menyelesaikan
masalah-masalah tersebut dan mencatat kesulitan yang
mereka alami.
3. Guru memfasilitasi diskusi singkat untuk memunculkan
berbagai pendekatan yang digunakan peserta didik dan
mengidentifikasi perlunya metode yang sistematis untuk
menyelesaikan masalah perbandingan berbalik nilai.
MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil.
2. Peserta didik dalam kelompok mendapatkan tugas untuk
mengeksplorasi konsep proporsi, khususnya perbandingan
berbalik nilai. Mereka mencari tahu tentang ciri-ciri
perbandingan berbalik nilai dan cara menyelesaikannya.
Sumber informasi dapat berupa buku umum, e-book, artikel
daring, atau video pembelajaran.
3. Peserta didik merencanakan bagaimana mereka akan
mendemonstrasikan penyelesaian masalah perbandingan
berbalik nilai.
● Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:
1. Peserta didik dalam kelompok berdiskusi dan mempraktikkan
cara menyelesaikan masalah perbandingan berbalik nilai.
2. Peserta didik berlatih menyelesaikan berbagai soal latihan
perbandingan berbalik nilai, baik yang numerik maupun
kontekstual.
3. Guru membimbing setiap kelompok, memberikan umpan
balik, dan memastikan pemahaman tentang konsep dan
metode penyelesaian.
● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik secara berkelompok membuat presentasi singkat
atau demonstrasi untuk menjelaskan konsep perbandingan
berbalik nilai dan cara menyelesaikannya.
2. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok
mereka di depan kelas, menjelaskan langkah-langkah dan
memberikan contoh soal.
3. Peserta didik lain memberikan tanggapan dan pertanyaan
terhadap presentasi kelompok.
● Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru memimpin diskusi kelas untuk menganalisis dan
mengevaluasi pemahaman peserta didik tentang perbandingan
berbalik nilai.
2. Peserta didik bersama guru menyimpulkan ciri-ciri dan
metode penyelesaian perbandingan berbalik nilai.
3. Guru memberikan beberapa soal singkat untuk menguji
kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah
perbandingan berbalik nilai.
MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)
1. Peserta didik melakukan uji coba proyek kecil berupa penyelesaian
soal-soal perbandingan berbalik nilai dalam konteks cerita.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai akurasi perhitungan mereka.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang apa yang telah
mereka pelajari tentang perbandingan berbalik nilai, kesulitan yang
dihadapi, dan bagaimana mereka mengatasinya.
4. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran "Menggunakan proporsi..." (fokus pada perbandingan
berbalik nilai).
5. Peserta didik menemukan solusi atau peran lanjutan mereka dalam
mengaplikasikan kemampuan perbandingan berbalik nilai dalam
konteks sehari-hari.
KEGIATAN PENUTUP (BERKESADARAN)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang
perbandingan berbalik nilai dan cara menyelesaikannya.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu tentang laju perubahan satuan. Peserta didik dapat
mengusulkan strategi belajar atau media yang ingin digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai partisipasi aktif
dan upaya mereka dalam menguasai konsep ini.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 5: Laju Perubahan Satuan
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran
yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru mengenai pentingnya
memahami laju perubahan dalam situasi seperti kecepatan kendaraan
atau debit air.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan perbandingan yang melibatkan
waktu atau jarak, misalnya "Apa bedanya kecepatan 60 km/jam
dengan 1 km/menit?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan sebuah skenario, misalnya
"Sebuah keran mengisi bak mandi dengan debit 10 liter per menit.
Berapa liter air yang terisi dalam 5 menit?"
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana kita bisa
menghitung jumlah sesuatu yang berubah seiring waktu atau jarak,
terutama jika satuannya perlu diubah?" untuk menstimulasi
pemikiran peserta didik tentang laju perubahan.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
kecepatan, debit, atau laju pertumbuhan.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya laju perubahan: a. "Dalam
situasi apa saja kita melihat perubahan yang terjadi setiap waktu atau
setiap jarak?" b. "Apa yang dimaksud dengan 'laju perubahan'?" c.
Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan
menghubungkan dengan peran peserta didik dalam menggunakan laju
perubahan. d. "Mengapa memahami laju perubahan dan cara
mengubah satuannya penting dalam berbagai perhitungan sehari-
hari?"
KEGIATAN INTI
MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)
● Orientasi pada Siswa pada Masalah:
1. Peserta didik diberikan beberapa masalah kontekstual yang
melibatkan laju perubahan, misalnya menghitung jarak
tempuh berdasarkan kecepatan dan waktu, menghitung debit
air, atau menghitung biaya listrik per jam.
2. Peserta didik secara individu mencoba menyelesaikan
masalah-masalah tersebut dan mencatat kesulitan yang
mereka alami, terutama saat melibatkan perubahan satuan.
3. Guru memfasilitasi diskusi singkat untuk memunculkan
berbagai pendekatan yang digunakan peserta didik dan
mengidentifikasi perlunya metode yang sistematis untuk
menyelesaikan masalah laju perubahan.
MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil.
2. Peserta didik dalam kelompok mendapatkan tugas untuk
mengeksplorasi konsep laju perubahan, termasuk definisi,
berbagai contoh laju perubahan (kecepatan, debit, kepadatan),
dan cara mengubah satuan laju perubahan. Sumber informasi
dapat berupa buku umum, e-book, artikel daring, atau video
pembelajaran.
3. Peserta didik merencanakan bagaimana mereka akan
mendemonstrasikan penggunaan laju perubahan dan konversi
satuannya.
● Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:
1. Peserta didik dalam kelompok berdiskusi dan mempraktikkan
cara menghitung laju perubahan dan mengubah satuannya.
2. Peserta didik berlatih menyelesaikan berbagai soal latihan laju
perubahan, baik yang numerik maupun kontekstual.
3. Guru membimbing setiap kelompok, memberikan umpan
balik, dan memastikan pemahaman tentang konsep dan
metode penyelesaian.
● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik secara berkelompok membuat presentasi singkat
atau demonstrasi untuk menjelaskan konsep laju perubahan
dan cara menggunakannya, termasuk konversi satuan.
2. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok
mereka di depan kelas, menjelaskan langkah-langkah dan
memberikan contoh soal.
3. Peserta didik lain memberikan tanggapan dan pertanyaan
terhadap presentasi kelompok.
● Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru memimpin diskusi kelas untuk menganalisis dan
mengevaluasi pemahaman peserta didik tentang laju
perubahan satuan.
2. Peserta didik bersama guru menyimpulkan rumus dan
langkah-langkah penting dalam menggunakan laju perubahan
dan konversi satuannya.
3. Guru memberikan beberapa soal singkat untuk menguji
kemampuan peserta didik dalam menggunakan laju
perubahan.
MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)
1. Peserta didik melakukan uji coba proyek kecil berupa penyelesaian
soal-soal laju perubahan dalam konteks cerita, termasuk yang
memerlukan konversi satuan.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai akurasi perhitungan laju perubahan mereka.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang apa yang telah
mereka pelajari tentang laju perubahan, kesulitan yang dihadapi, dan
bagaimana mereka mengatasinya.
4. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran "Menggunakan laju perubahan..."
5. Peserta didik menemukan solusi atau peran lanjutan mereka dalam
mengaplikasikan kemampuan laju perubahan dalam konteks sehari-
hari.
KEGIATAN PENUTUP (BERKESADARAN)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang laju
perubahan satuan dan cara menggunakannya.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu penguatan materi rasio, skala, proporsi, dan laju
perubahan dalam soal kontekstual yang lebih kompleks. Peserta didik
dapat mengusulkan strategi belajar atau media yang ingin digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai partisipasi aktif
dan upaya mereka dalam menguasai konsep ini.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 6: Aplikasi Rasio, Skala, Proporsi, dan Laju Perubahan
dalam Masalah Kontekstual
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran
yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru mengenai pentingnya
mengaplikasikan semua konsep rasio, skala, proporsi, dan laju
perubahan yang telah dipelajari dalam berbagai masalah kehidupan
nyata.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan semua konsep rasio, misalnya
"Bagaimana kita bisa menggunakan skala dan perbandingan untuk
merencanakan perjalanan?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan sebuah kasus nyata yang kompleks yang
membutuhkan pemahaman menyeluruh tentang rasio, skala, proporsi,
dan laju perubahan, misalnya "Sebuah mobil menempuh jarak 180
km dalam 3 jam. Jika pada peta, jarak tersebut digambarkan
sepanjang 6 cm, berapa skala peta tersebut? Jika ada 2 mobil lain
yang menempuh jarak yang sama dengan kecepatan berbeda,
bagaimana perbandingan waktu tempuhnya?"
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana kita bisa
memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan berbagai konsep
perbandingan secara terintegrasi?" untuk menstimulasi pemikiran
peserta didik dalam mengaplikasikan konsep.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
pemecahan masalah dalam konteks kehidupan nyata yang melibatkan
perbandingan.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya aplikasi konsep: a.
"Dalam situasi apa saja kita bisa menggunakan semua yang sudah
kita pelajari tentang rasio, skala, proporsi, dan laju perubahan?" b.
"Strategi apa yang bisa kita gunakan untuk memecahkan masalah
yang kompleks?" c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang
akan dicapai dan menghubungkan dengan peran peserta didik dalam
mengaplikasikan konsep-konsep tersebut. d. "Mengapa kemampuan
memecahkan masalah kontekstual dengan rasio, skala, proporsi, dan
laju perubahan sangat penting untuk kehidupan kita?"
KEGIATAN INTI
MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)
● Orientasi pada Siswa pada Masalah:
1. Peserta didik diberikan beberapa soal kontekstual yang lebih
kompleks, yang membutuhkan kombinasi pemahaman tentang
rasio, skala, proporsi, dan laju perubahan.
2. Peserta didik secara individu mencoba memahami masalah,
mengidentifikasi informasi yang relevan, dan merencanakan
strategi pemecahan masalah.
3. Guru memfasilitasi diskusi singkat untuk memunculkan
berbagai interpretasi masalah dan pendekatan awal untuk
menyelesaikannya.
MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil.
2. Peserta didik dalam kelompok mendapatkan tugas untuk
menganalisis soal-soal kontekstual, mengidentifikasi konsep
rasio yang relevan, dan merencanakan langkah-langkah
penyelesaian. Mereka didorong untuk menggunakan berbagai
representasi (gambar, model) jika diperlukan. Sumber
informasi dapat berupa materi yang telah dipelajari
sebelumnya atau sumber umum lainnya.
3. Peserta didik merencanakan bagaimana mereka akan
menyajikan solusi dan penjelasan mereka.
● Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:
1. Peserta didik dalam kelompok berdiskusi, bekerja sama untuk
memecahkan soal-soal kontekstual yang diberikan.
2. Peserta didik berlatih mengaplikasikan semua konsep rasio,
skala, proporsi, dan laju perubahan secara terintegrasi.
3. Guru membimbing setiap kelompok, memberikan umpan
balik, dan memastikan peserta didik menerapkan strategi
pemecahan masalah yang efektif.
● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik secara berkelompok membuat presentasi atau
laporan singkat yang berisi solusi dari soal-soal kontekstual
yang diberikan, termasuk langkah-langkah penyelesaian dan
penjelasan mengapa mereka menggunakan strategi tertentu.
2. Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka
di depan kelas, menjelaskan pemahaman mereka tentang
masalah dan solusi yang ditemukan.
3. Peserta didik lain memberikan tanggapan dan pertanyaan
terhadap presentasi kelompok.
● Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Guru memimpin diskusi kelas untuk menganalisis dan
mengevaluasi solusi yang disajikan oleh setiap kelompok.
2. Peserta didik bersama guru mengidentifikasi berbagai
pendekatan yang berhasil dan area yang masih memerlukan
penguatan.
3. Guru memberikan beberapa soal umum untuk menguji
kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan konsep
rasio secara menyeluruh.
MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)
1. Peserta didik melakukan uji coba proyek kecil berupa penyelesaian
soal-soal kontekstual secara mandiri.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kemampuan mereka dalam memecahkan masalah
kontekstual.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang keseluruhan
pembelajaran rasio, termasuk konsep yang paling dikuasai, yang
masih sulit, dan bagaimana mereka akan terus belajar.
4. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian seluruh
tujuan pembelajaran rasio.
5. Peserta didik menemukan solusi atau peran lanjutan mereka dalam
mengaplikasikan kemampuan matematika dalam kehidupan sehari-
hari.
KEGIATAN PENUTUP (BERKESADARAN)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan keseluruhan pembelajaran
tentang rasio, skala, proporsi, dan laju perubahan, mulai dari
pengenalan hingga aplikasi dalam soal kontekstual.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya untuk topik berikutnya atau memberikan penguatan
umum terhadap materi yang telah dipelajari. Peserta didik dapat
mengusulkan strategi belajar atau media yang ingin digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai partisipasi aktif,
kerja keras, dan pencapaian mereka selama mempelajari rasio.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:
PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Proses Pembelajaran:
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Akhir Pembelajaran:
Proyek/Praktik
Mengetahui, ……., Juli 2025
Kepala Sekolah, Guru Mapel
…………. …………
BAB 3: RASIO
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan dapat:
4. Menggunakan rasio, skala, proporsi, dan laju perubahan dalam menyelesaikan masalah
matematika sehari-hari.
A. Konsep Rasio dan Bentuknya
Rasio adalah perbandingan antara dua besaran yang memiliki satuan yang sama. Rasio
digunakan untuk membandingkan jumlah, ukuran, atau nilai. Misalnya, jika terdapat 3 apel dan 2
jeruk, maka rasio apel terhadap jeruk adalah 3:2 (dibaca "tiga banding dua").
Rasio bisa ditulis dalam beberapa bentuk:
● Bentuk a:b, seperti 4:5
● Bentuk pecahan, seperti 4/5
● Bentuk persen, misalnya 80% artinya 80 banding 100
Contoh dalam Kehidupan:
● Dalam resep kue: rasio tepung terhadap gula adalah 2:1
● Dalam kelas: rasio siswa laki-laki dan perempuan adalah 3:2
Contoh Soal
Jika dalam satu kelas terdapat 12 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan, maka:
Rasio laki-laki terhadap perempuan = 12:8 = 3:2
B. Skala Peta dan Gambar
C. Laju Perubahan Satuan (Kecepatan, Aliran, dan Produksi)
Penerapan Rasio dan Laju dalam Kehidupan
● Membuat denah rumah atau maket bangunan
● Membaca peta atau GPS saat bepergian
● Menghitung kecepatan perjalanan
● Mengatur resep makanan sesuai porsi
● Menyelesaikan soal perbandingan nilai dalam belanja atau diskon
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
SATUAN PENDIDIKAN : ..............................................
KELAS / SEMESTER : VII / Gasal
MATA PELAJARAN : Matematika
TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa dapat menggunakan rasio, skala, proporsi, dan laju perubahan dalam menyelesaikan
masalah matematika sehari-hari.
ALAT DAN BAHAN
● Penggaris
● Kalkulator (jika diperbolehkan)
● Kertas bergambar denah/peta
● Lembar kerja peserta didik
● Alat tulis
TUGAS / SOAL
“Andi dan Ibunya ingin merenovasi taman kecil di depan rumah. Mereka melihat denah
taman di brosur yang memiliki skala 1 : 200. Panjang taman di denah adalah 6 cm dan
lebarnya 4 cm. Mereka ingin menanam pohon pada setiap 2 meter persegi. Andi juga
menghitung kecepatan aliran air dari selang ke taman yang mencapai 20 liter dalam 4
menit.”
SOAL DISKUSI
1. Berapakah ukuran taman sebenarnya dalam satuan meter berdasarkan denah tersebut?
2. Hitunglah luas taman sebenarnya dan tentukan berapa banyak pohon yang bisa ditanam!
3. Jika selang mengalirkan air 20 liter dalam 4 menit, berapakah laju aliran air per menit?
4. Jika taman membutuhkan minimal 60 liter air per hari, berapa menit selang harus
dialirkan?
5. Bagaimana hubungan antara skala, proporsi, dan laju perubahan dalam kasus ini?
KUNCI JAWABAN
1. Skala 1 : 200
o Panjang taman = 6 cm × 200 = 1.200 cm = 12 meter
o Lebar taman = 4 cm × 200 = 800 cm = 8 meter
2. Luas taman = 12 m × 8 m = 96 m²
o Jika tiap pohon ditanam per 2 m²: 96 ÷ 2 = 48 pohon
3. Laju aliran air = 20 liter ÷ 4 menit = 5 liter/menit
4. Untuk 60 liter air: 60 ÷ 5 = 12 menit
5. Penjelasan hubungan:
o Skala digunakan untuk mengubah ukuran gambar ke ukuran nyata.
o Proporsi digunakan saat menentukan jumlah pohon berdasarkan luas.
o Laju perubahan digunakan untuk menghitung berapa cepat volume air keluar dan
waktu yang dibutuhkan untuk menyiram seluruh taman.
RUBRIK PENILAIAN
Aspek yang Dinilai Skor Maksimal
Menentukan ukuran sebenarnya dari denah (skala) 20
Menghitung luas dan jumlah pohon (proporsi) 20
Menghitung laju aliran air (laju perubahan) 20
Menentukan waktu penyiraman (aplikasi rasio & laju) 20
Penalaran dan komunikasi matematika (jawaban no. 20
5)
Total Nilai 100
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN
SATUAN PENDIDIKAN : ………………………
KELAS / SEMESTER : VII / Gasal
MATA PELAJARAN : Matematika
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menggunakan rasio, skala, proporsi, dan laju perubahan dalam
menyelesaikan masalah matematika sehari-hari.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
1. Menentukan rasio antara dua besaran yang sejenis dari situasi sehari-hari.
2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan skala peta atau gambar.
3. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan laju perubahan satuan waktu dan
jarak.
4. Menginterpretasikan data berbentuk rasio untuk pengambilan keputusan.
KISI-KISI SOAL
No. IPK Materi Level Bentuk
Kognitif Soal
1 Menentukan rasio dari dua Konsep rasio HOTS (C4) Pilihan
besaran Ganda
2 Menyelesaikan perbandingan Skala peta/gambar HOTS (C5) Pilihan
skala Ganda
3 Menyelesaikan proporsi Rasio dan proporsi HOTS (C4) Pilihan
Ganda
4 Menyelesaikan masalah laju Laju perubahan HOTS (C5) Pilihan
perubahan Ganda
5 Menganalisis rasio untuk Rasio HOTS (C6) Pilihan
keputusan Ganda
6– Kombinasi IPK dalam konteks Rasio, Skala, Proporsi, HOTS (C5– Pilihan
10 kompleks Laju C6) Ganda
SOAL PILIHAN GANDA
1. Di sebuah toko, harga 3 buah pensil adalah Rp4.500. Lani membeli 5 buah pensil yang sejenis.
Berapa total harga yang harus dibayar Lani?
A. Rp5.000
B. Rp6.500
C. Rp7.500
D. Rp8.000
E. Rp7.000
Kunci: C
2. Peta menunjukkan jarak antara Kota A dan Kota B sejauh 5 cm. Jika skala pada peta adalah
1:100.000, berapa jarak sebenarnya antara kedua kota tersebut?
A. 0,5 km
B. 2 km
C. 5 km
D. 10 km
E. 20 km
Kunci: D
3. Seorang petani mencampur 3 bagian pupuk A dan 5 bagian pupuk B untuk satu hektar sawah.
Jika ia memiliki 24 liter pupuk B, berapa liter pupuk A yang harus digunakan?
A. 9 liter
B. 12 liter
C. 15 liter
D. 18 liter
E. 21 liter
Kunci: A
4. Sebuah mobil menempuh jarak 180 km dalam waktu 3 jam. Jika kecepatannya konstan, berapa
jarak yang ditempuh mobil tersebut dalam 5 jam?
A. 250 km
B. 280 km
C. 300 km
D. 320 km
E. 360 km
Kunci: C
5. Rina dan Siska memiliki jumlah uang dengan rasio 5:3. Jika jumlah uang mereka Rp240.000,
berapa jumlah uang milik Siska?
A. Rp80.000
B. Rp90.000
C. Rp100.000
D. Rp110.000
E. Rp120.000
Kunci: A
6. Dalam sebuah proyek pengecatan dinding, diketahui bahwa 4 orang tukang dapat
menyelesaikan pekerjaan dalam 6 hari. Jika hanya ada 3 tukang, berapa lama waktu yang
dibutuhkan?
A. 8 hari
B. 6 hari
C. 10 hari
D. 9 hari
E. 7 hari
Kunci: D
7. Dalam sebuah resep kue, perbandingan tepung dan gula adalah 4:1. Jika seorang koki ingin
membuat 5 kg adonan, berapa kg gula yang dibutuhkan?
A. 1 kg
B. 1,25 kg
C. 1,5 kg
D. 2 kg
E. 2,5 kg
Kunci: B
8. Sebuah peta berukuran 20 cm x 30 cm dengan skala 1:50.000. Luas wilayah sebenarnya yang
tergambar adalah…
A. 100 km²
B. 150 km²
C. 200 km²
D. 300 km²
E. 900 km²
Kunci: E
9. Pada sebuah perlombaan sepeda, Dito menempuh 60 km dalam 2 jam, sedangkan Andi
menempuh 75 km dalam 2,5 jam. Siapakah yang bersepeda lebih cepat dan berapa perbandingan
kecepatannya?
A. Dito, 6:5
B. Andi, 5:4
C. Dito, 5:4
D. Andi, 6:5
E. Sama cepat
Kunci: A
10. Dalam peternakan, jumlah ayam dan bebek adalah 7:5. Jika total hewan tersebut 144 ekor,
berapa ekor ayam yang ada?
A. 70
B. 72
C. 84
D. 90
E. 98
Kunci: C
KUNCI JAWABAN
No Jawaban
.
1 C
2 D
3 A
4 C
5 A
6 D
7 B
8 E
9 A
10 C
RUBRIK PENILAIAN
Skor Kategori
90–100 Sangat Baik
75–89 Baik
60–74 Cukup
40–59 Kurang
< 40 Perlu Bimbingan Khusus
Total nilai maksimal: 100
(Setiap soal bernilai 10)
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN
SATUAN PENDIDIKAN : ………………………………………
KELAS / SEMESTER : VII / GASAL
MATA PELAJARAN : MATEMATIKA
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu:
1. Menggunakan rasio dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.
2. Menentukan skala pada peta atau gambar model.
3. Menggunakan konsep proporsi untuk memecahkan permasalahan kontekstual.
4. Menghitung dan menafsirkan laju perubahan satuan dalam konteks kehidupan nyata.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
1. Menentukan perbandingan dua besaran yang sejenis dalam konteks kehidupan.
2. Menghitung skala suatu gambar/bangunan berdasarkan ukuran sebenarnya.
3. Menyelesaikan soal kontekstual menggunakan konsep proporsi.
4. Menghitung laju perubahan berdasarkan data kehidupan sehari-hari.
KISI-KISI SOAL
No IPK Materi Level Kognitif Bentuk Soal Indikator Soal
1 Menentukan rasio Konsep C4 Proyek Menganalisis
dari dua besaran Rasio (menganalisis) berbasis perbandingan bahan
sejenis studi kasus makanan
2 Menentukan skala Skala C4 Proyek Mendesain denah
peta/gambar (menganalisis) desain rumah dari ukuran
nyata
3 Menggunakan Proporsi C5 Proyek Menyusun solusi
proporsi (mengevaluasi) eksploratif dari masalah
belanja
4 Menghitung laju Laju C4 Proyek Menganalisis
perubahan perubahan kecepatan
satuan (menganalisis) observasi kendaraan dalam
konteks nyata
SOAL PROYEK
Judul Proyek: "Rancang Rumah Mini dan Hitung Biaya Perjalanan"
Keluarga Andi merencanakan membuat maket rumah dari kardus untuk lomba di sekolah.
Rumah aslinya memiliki panjang 10 meter dan lebar 6 meter. Mereka akan membuat maket
dengan skala tertentu. Di sisi lain, Andi juga harus menghitung waktu tempuh saat mengantar
maket ke sekolah yang berjarak 8 km.
📌 Tugas Proyek:
1. (Rasio & Skala)
Tentukan skala yang akan digunakan jika panjang maket adalah 20 cm. Hitung juga
ukuran lebar maketnya!
Kemudian buatlah desain tampak atas rumah tersebut dalam bentuk gambar (boleh
manual atau digital) sesuai skala.
2. (Proporsi)
Jika dibutuhkan 1 liter cat untuk mengecat 20 m² dinding rumah asli, berapa liter cat
miniatur yang dibutuhkan untuk mengecat seluruh dinding rumah maket jika luas maket 1
m²?
3. (Laju Perubahan)
Jika ayah Andi mengendarai motor dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam menuju
sekolah sejauh 8 km, berapa waktu tempuh yang dibutuhkan? Buat grafik hubungan
antara kecepatan dan waktu untuk jarak tersebut (gunakan kecepatan: 20 km/jam, 30
km/jam, 40 km/jam, 50 km/jam).
4. (Rasio Belanja)
Andi ingin membuat 3 maket untuk latihan, jika harga bahan 1 maket adalah Rp25.000,
berapa rasio biaya untuk 3 maket terhadap total uang saku Rp100.000? Apakah cukup?
Berikan solusi dan rekomendasi pengelolaan uangnya.
KUNCI JAWABAN
1. Skala = 20 cm : 1000 cm = 1 : 50
Ukuran lebar maket = 600 cm ÷ 50 = 12 cm
2. Luas dinding rumah maket: 1 m²
Maka cat = (1 ÷ 20) × 1 liter = 0,05 liter
3. Waktu = 8 km ÷ 40 km/jam = 0,2 jam = 12 menit
Grafik disesuaikan oleh siswa berdasarkan kecepatan vs waktu.
4. Biaya 3 maket = 3 × 25.000 = Rp75.000
Rasio = 75.000 : 100.000 = 3 : 4
Uang cukup. Sisa: Rp25.000. Siswa diminta membuat saran penggunaan sisanya.
RUBRIK PENILAIAN
Aspek Dinilai Kriteria Skor Maksimal
Skala dan Gambar Gambar proporsional, skala benar 25
Proporsi dan Perhitungan Cat Jawaban benar dan logis 20
Laju Perubahan dan Grafik Perhitungan benar dan grafik sesuai 25
Analisis Rasio Biaya Hitungan dan analisis tepat 20
Kreativitas Penyajian Proyek Desain/penyampaian menarik dan lengkap 10
Total 100