Peran dan Motivasi Sebagai Guru Olahraga
Peran dan Motivasi Sebagai Guru Olahraga
menjadi pengawas saat ujian sehingga ujian dapat berlangsung dengan lancar dan tertib
ESAI
A. Bagian A
Tantangan apa yang Anda hadapi dalam mewujudkan motivasi tersebut? Bagaimana anda
mengatasinya?
Keinginan untuk menjadi guru tidak langsung muncul ketika saya kecil, sejak kecil saya sangat senang
dengan kegiatan olahraga, berbagai lomba cabang olaharaga seperti sepakbola, sepak takraw,
bolavoli, dan atletik pernah saya ikuti. Ada suatu peristiwa dalam perjalanan hidup saya yang
membuat saya berkeinginan untuk menjadi guru yakni ketika saya sedang menempuh Pendidikan
tingkat SMA. Kala itu pada waktu pembelajaran PJOK guru yang mengajar bagus dalam menjelaskan
materi namun untuk prakteknya sendiri saya dan teman-teman menganggap kurang. Setelah
berjalannya waktu saya mengetahui bahwasannya latar pendidikan guru tersebut tidak sesuai
dengan mata pelajaran yang diampu. Hal tersebut membuat saya termotivasi untuk menjadi guru
khususnya pada bidang yang saya kuasai yakni olahraga. Selain itu, saya memahami bahwasannya
menjadi merupakan pekerjaan yang sangat mulia, menyebarkan ilmunya dan ikut mensukseskan
anak bangsa.
Selanjutnya setelah saya lulus jenjang pendidikan SMA, saya mendaftar kuliah dengan memilih
jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan yang lulusannya menjadi seorang guru olahraga. Hal
tersebut tidak mudah saya raih, perlu perjuangan untuk mencapainya tersebut. Pendaftaran melalui
jalur snmptn dan sbmptn tidak kunjung saya lolos, namun berkat dukungan orang tua dan motivasi
yang tinggi akhirnya saya berhasil lolos walaupun pada ujian mandiri. Pada proses perkuliahan saya
berusaha untuk menjadi yang terbaik meskipun banyak yang lebih pintar saya. Meskipun begitu, UKT
yang begitu besar membuat saya termotivasi untuk segera menyeselesaikan Pendidikan saya. Saya
percaya setiap proses yang dilalui pasti terdapat tantangan atau kendala yang harus [Link]
bersyukur dapat menghadapi tantangan tantangan dalam proses mewujudkan motivasi saya hingga
pada tahun 2020 saya dapat lulus tepat waktu
Apa Kelebihan yang mendukung peran anda sebagai guru?Jelaskan alasannya dan berikan
contohnya!
Kelebihan yang mendukung peran saya sebagai guru adalah saya memiliki motivasi yang besar untuk
menjadi guru yaitu memiliki pekerjaan yang mulia, menyebarkan ilmu dan ikut mensukseskan anak
bangsa. Saya juga senang melakukan kegiatan belajar mengajar sejak kuliah sehingga saya mengikuti
beberapa kegiatan belajar mengajar seperti kegiatan kerja praktek lapangan (KPL). Kegiatan tersebut
merupakan bagian dari mata kuliah yang diadakan oleh Kampus. Selain itu saya senang diajak teman
untuk melaksanakan penelitian di sekolah-sekolah sehingga saya dapat mengetahui cara guru
melaksanakan pembelajaran. Kegiatan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada
seluruh mahasiswa untuk mengembangkan diri dan memperdalam ilmunya tidak hanya dalam kelas
perkuliahan namun juga di luar kelas perkuliahan. Dengan mengikuti kegiatan kegiatan tersebut saya
dapat menambah pengalaman dalam mengajar.
Bagaimana hasilnya
Hasil dari usaha saya dalam mewujudkan motivasi saya sebagai guru yaitu saya telah berhasil lulus
dari jurusan pendidikan, tepatnya S1 Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (PJK) Universitas Negeri
Malang dengan tepat waktu dengan nilai IPK tinggi dan juga mendapatkan pengalaman mengajar di
sekolah. Saya berhasil lulus dalam waktu 3,5 tahun dengan IPK 3,64 dan memperoleh predikat
dengan pujian. Selain itu, saya juga mendapatkan pengalaman mengajar melalui mata kuliah Kajian
Praktik Lapangan (KPL). Kegiatan kegiatan tersebut membuat saya dapat melaksanakan pembelajaran
di sekolah secara langsung sehingga menambah pengalaman mengajar saya. Hal tersebut tidak lepas
dari dukungan dan doa orang tua serta bimbingan dosen pembimbing yang senantiasa membimbing
dengan sangan baik. Usaha dan kerja keras yang telah saya lalukan membuat saya bangga pada
pencapaian tersebut.
Bagian B
Bagaimana cara anda mengid entifikasi area yang perlu ditingkatkan/kembangkan? Mengapa anda
merasa perlu meningkatkan/mengembangkan area tersebut?
Cara untuk mengidentifikasi area yang perlu saya tingkatkan adalah dengan melakukan refleksi diri
atau introspeksi diri dan meminta pendapat dari orang lain. Refleksi diri ini biasanya saya lakukan
dengan memikirkan kembali hal- hal yang telah saya lakukan sehingga saya lebih mengetahui
kelebihan dan kekurangan saya. Seperti pada saat saya melakukan kegiatan mengajar saat Kajian
Praktik Lapangan, saya selalu melakukan refleksi diri dengan memikirkan kembali kegiatan
pembelajaran yang telah saya lakukan untuk menemukan kelebihan dan kekurangan saya. Saat saya
menemukan kelebihan saya seperti saya bisa menarik minat belajar siswa dengan menggunakan
pembelajaran berbasis permainan, saya menggunakan pembelajaran tersebut sambil terus mencari
dan mencoba model pembelajaran yang lebih menarik. Selanjutnya saat saya menemukan
kekurangan saya, seperti menjelaskan terlalu cepat, saya menjadi tahu dan berusaha untuk
memperbaiki cara saya menjelaskan. Selain itu, cara lain yang saya lakukan adalah dengan bertanya
atau meminta pendapat dari orang lain. Pada saat KPL saya selalu bertanya ke siswa seperti “Apakah
pembelajaran hari ini menyenangkan?”, “Apakah pembelajaran dapat di pahami?”, “Apakah Bapak
menjelaskan terlalu cepat?”. Selain bertanya pada siswa, saya juga bertanya pada teman sejawat dan
guru pamong saya. Jawaban jawaban dari siswa, teman dan guru pamong saya membuat saya lebih
tahu letak atau area kekurangan saya yang perlu saya perbaiki agar dapat meningkatkan kemampuan
atau kompetensi diri saya.
Tindakan apa saja yang anda lakukan untuk mengembangkan diri anda? Adakah cara cara di luar
kebiasaan atau berbeda yang anda lakukan dalam proses peng Berikan contoh yang spesifik!
Tindakan-tindakan yang saya lakukan untuk mengembangkan diri adalah menerima kritik dan saran
yang membangun dari orang lain, memberanikan diri mencoba hal baru, dan mengikuti kegiatan
kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi diri. Setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan
kelebihan, untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan saya, saya selalu meminta kritik dan saran
dari orang lain. Setelah mendapatkan kritik dan saran dari orang lain, saya akan menerima kritikan
dan saran yang membangun. Seperti pada saat saya KPL saya selalu bertanya kepada guru pamong
saya tentang bagaimana cara mengajar saya dan beliau selalu memberikan kritik dan saran yang
membuat saya menjadi lebih tahu letak kesalahan saya sehingga saya bisa memperbaikinya dan tidak
mengulanginya kembali. Selain menerima kritik dan saran yang membangun, saya juga
memberanikan diri untuk mencoba hal yang baru. Seperti saat menempuh mata kuliah skripsi, saya
memberanikan diri untuk mengembangkan sebuah model pembelajaran yang dikemas dalam media
pembelajaran berbasis multimedia interaktif menggunakan aplikasi Autoplay yang mana sebelumnya
saya pernah menggunakan aplikasi tersebut pada mata kuliah yang pernah saya ambil. Dengan
bermodal ilmu tersebut, saya berhasil mengembangkan media pembelajaran tersebut dan tujuan
penelitian saya dapat tercapai dengan baik.
Apa tantangan atau kesulitan yang anda hadapi dalam proses pengembangan diri tersebut?
Bagaimana anda mengatasinya?
Tantangan atau kesulitan yang saya hadapi dalam proses pengembangan diri adalah semangat atau
motivasi saya yang masih naik turun. Contohnya ketika saya terkadang saya merasa tidak mampu
untuk menyelesaikan dengan tepat waktu. Namun, saya selalu teringat tujuan saya, harapan orang
tua saya, dan cita cita saya untuk menjadi guru sehingga saya termotivasi dan semangat lagi. Selain
itu saya juga bersyukur berada di lingkungan yang saling mendukung seperti keluarga yang selalu
mendukung dan mendoakan, teman-teman yang supportif, serta dosen pembimbing yang selalu
membimbing untuk menyelesaikan penelitian saya. Tantangan lain yang saya hadapi adalah kurang
dalam manajemen waktu atau membagi waktu. Solusi yang saya lakukan untuk menghadapi
tantangan ini adalah dengan membuat jadwal kegiatan harian yang saya lakukan dan harus saya
patuhi. Dengan membuat jadwal kegiatan harian ini, kegiatan sehari hari saya menjadi lebih tertata.
Apa hasil yang anda peroleh/rasakan dengan mengembangkan perilaku tersebut?Bagaimana Anda
menerapkannya dalam peran anda?
Hasil yang saya peroleh atau rasakan adalah saya menjadi lebih tahu dimana letak kelebihan dan
kekurangan saya sehingga saya mudah untuk memperbaiki diri. Dengan memberanikan diri mencoba
hal baru saya dapat menambah pengalaman dan wawasan saya, seperti mengembangkan media
pembelajaran dengan aplikasi Autoplay yang selanjutnya dapat saya terapkan dalam proses
pembelajaran ketika mengajar di kelas. Saya juga menjadi lebih optimis dalam melakukan kegiatan
dan dapat menyelesaikan tugas tepat waktu. Setiap proses yang dilalui dengan niat yang baik dan
sungguh-sungguh sesuai apa yang dingingkan pasti akan membuahkan hasil terbaik pula. Oleh sebab
itu, saya selalu berusaha dengan sungguh-sungguh memalui proses yang ada untuk mencapai hasil
yang terbaik.
C. Terkadang kita diminta untuk melakukan sesuatu yang menurut kita tidak sesuai dengan nilai,
etika, pedoman kerja, ataupun aturan yang berlaku.
Ceritakan satu pengalaman anda terkait situasi tersebut. Jelaskan secara detail.
Situasi tersebut terjadi pada saat saya memilih untuk melanjutkan jenjang Pendidikan S2 pada
program studi Pendidikan Olahraga. Bertepatan dengan hal tersubut munculah suatu wabah penyakit
mematikan yang dinamakan pandemic covid 19. Situasi tersebut membawa dampak yang begitu
hebat pada seluruh aspek tak terkecuali dunia Pendidikan. Selama pandemic tersebut pelaksanaan
pembelajaran mengalami perubahan yang signifikan. Perubahan tersebut mencangkup proses
pembelajaran dimana yang awalnya tatap muka secara langsung berubah menjadi pembelajaran
dengan sistem daring. Saya sebagai peserta didik terkadang merasa sulit untuk memahami
pembelajaran yang disampaikan apabila pembelajaran dilakukan pertemuan menggunakan zoom
atau google meet. Selain itu, sinyal internet yang tidak stabil di rumah saya untuk melakukan
pertemuan secara daring membuat kesulitan tersendiri bagi saya.
Tindakan apa yang anda lakukan dan mengapa hal tersebut anda lakukan?
Selama mengalami situasi tersebut, tindakan yang saya lakukan pada saat itu yakni memperbanyak
kegiatan diskusi dengan teman. Diskusi tersebut membahas materi pembelajaran yang belum saya
mengerti atau teman saya yang belum mengerti. Melalui diskusi-diskusi tersebut banyak materi yang
semula saya belum paham menjadi paham. Selain memperdalam materi yang diajarkan, saya sering
berdiskusi juga ketika mengerjakan tugas yang diberikan dosen pengajar. Hal tersebut membuat lebih
mudah dan menyenangkan apabila dilakukan bersama-sama. Saya juga mencari cara lain yaitu
dengan cara mencari sumber-sumber lain di internet sesuai materi yang disampaikan dosen untuk
saya gunakan dalam proses belajar. Sedangkan untuk mengatasi masalah sinyal yang buruk di rumah
saya. Saya sering melaksanakan pembelajaran di rumah saudara saya yang kebetulan memiliki sinyal
wifi dengan kualitan baik.
Bagaimana hasilnya?
Hasilnya saya dapat melalui pembelajaran daring yang diakibatkan oleh penyebaran penyakit
mematikan yang bernama covid 19 yang terjadi diseluruh belahan dunia. Proses diskusi yang saya
lakukan dan mencari sumber lain sebagai bahan belajar yang diperoleh dari internet sangat berguna
dan membantu saya dalam pencapaian tersebut. Adapun untuk pemerolehan nilai akhir pada mata
pembelajaran yang dilaksanakan secara daring saya merasa sangat puas sesuai dengan usaha yang
telah saya lakukan. Menghadapi perubahan sistem yang terjadi secara mendadak tidak membuat
saya menyerah dan putus asa. Hal tersebut harus cepat mengambil Langkah adaptasi selain itu dapat
juga dijadikan motivasi untuk mengembangkan kemampuan diri. Perlu adanya sikap postif guna
menghadapi situasi yang terjadi.
D. Bagian D
Ceritakan secara spesifik situasinya? Apa tujuan dari kerjasama yang terjadi? Keberagaman seperti
apa yang anda hadapi?
Pengalaman saya bekerja sama dengan beragam perbedaan adalah ketika melaksanakan kegiatan
Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan tujuan membantu untuk mengabdi ke masyarakan sesuai ilmu yang
diperoleh di perkuliahan. Saya ditempatkan di salah satu Desa di Trenggalek bersama dua puluh
teman saya dengan beragam perbedaan. Perbedaan perbedaan tersebut antara lain perbedaan
jurusan dan perbedaan fakultas. Saya dan dua orang teman berasal dari program studi Pendidikan
Jasmani dan Kesehatan fakultas ilmu Keolahragaan, Selain itu, masih banyak juga teman-teman dari
jurusan dan fakultas lain seperti dari fakultas ekonomi, sosial, sastra, Teknik dan Fakultas lain yang
ada tersebar di Universitas Negeri Malang. Perbedaan perbedaan ini tidak menjadi hambatan saya
dan juga teman mencapai tujuan kegiatan ini namun menjadi tantangan tersendiri.
Langkah-langkah apa yang anda lakukan mencapai tujuan kerja sama? Bagaimana anda memastikan
Langkah-langkah tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan semua pihak?
Dalam mencapai tujuan kerja sama tentunya diperlukan sebuah program kerja agar dapat tercapai
dengan baik. Pada saat pembuatan program kerja ini disesuaikan dengan keberagaman yang ada.
Selain itu, perlu adanya survei terhadap lokasi terlebih dahulu agar disesuaikan dengan kebutuhan
desa. Penyusunan program kerja ini dilakukan dengan musyawarah dan menyesuaikan dengan
keberagaman yang ada. Saya dan teman saya yang berasal dari fakultas keolahragaan yang memiliki
latar belakang dalam bidang jasmani dan Kesehatan sepakat untuk membuat program untuk lansia
yaitu melaksanakan senam sehat rutin setiap minggunya yang dilaksanakan di Balai Desa. Sementara
untuk teman-teman fakultas lain juga membuat program yang disesuaikan dengan latar belakang
pendidikannya. Dengan melaksanakan musyawarah yang mengedepankan sikap saling menghormati
dan menghargai perbedaan dapat membantu membuat keputusan yang sesuai dengan kebutuhan
semua pihak.
Apa hasil yang Anda capai saat itu? Adakah komentar atau respon lingkungan (mis. Rekan sejawat
ataupun pihak lain) terhadap tindakan Anda? Bagaimana dampaknya terhadap kerja sama tersebut?
Hasil yang saya capai pada saat itu adalah program kerja dapat disusun dengan baik sesuai dengan
kebutuhan semua pihak tanpa merugikan salah satu pihak. Beragam perbedaan tidak menjadikan
suatu halangan untuk mencapai tujuan bersama namun sebagai tantangan tersendiri yang harus
dihadapi bersama. Komunikasi yang baik dan sikap saling menghormati serta saling menghargai
merupakan kunci untuk menghadapi beragam perbedaan tersebut. Dengan menerapkan komunikasi
yang baik dan sikap saling menghormati serta saling menghargai membuat hubungan kerja sama
terjalin erat dapat dil akukan dengan baik meskipun terdapat banyak perbedaan. Sehingga semua
program kerja yang telah dirancang dapat dilaksanakan dengan baik dan tujuan kerja sama juga
dapat tercapai.
E. Bagian E
Ceritakan salah satu pengalaman Anda saat mengembangkan kemampuan an keterampilan dari
orang lain (contoh: anak didik, rekan sejawat, anggota komunitas/organisasi)
Seperti apa situasinya pada saat itu? Siapa yang anda kembangkan? Mengapa pengembangan itu
diperlukan?
Saya mempunyai pengalaman mengembangkan kemampuan dan keterampilan dari anak didik kelas
VII pada saat melaksanakan mata kuliah Kajian Praktik Lapangan (KPL). Kemampuan yang
dikembangkan adalah kemampuan melakukan teknik dasar pada bolaboli khususnya pada passing
bawah. Pada saat saya mengajar kelas VII saya menemukan siswa yang belum bisa melakukan teknik
dasar bolaboli khususnya pada passing bawah. Rata-rata pada peserta didik kelas VII tinggat SMP
sudah bisa memahami dan melakukan teknik dasar bolaboli khususnya pada passing bawah dengan
baik. Namun, saya menemukan peserta didik ini kesulitan dalam melakukan teknik dasar bolaboli
khususnya pada passing bawah sehingga kurang bisa memahami materi yang disampaikan. Oleh
karena itu pengembangan kemampuan dan keterampilan ini perlu dilakukan.
Apa yang menjadi fokus pada pengembangan? Bagaimana cara anda membangun kesepakatan untuk
mencapai hasil yang diharapkan?
Fokus saya pada pengembangan ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan
kemampuan melakukan teknik dasar bolaboli khususnya pada passing bawah. Peningkatan motivasi
siswa dalam belajar dilakukan dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan seperti
memberikan memberikan pujian ketika siswa mempunyai pencapaian dan menggunakan model
pembelajaran yang menarik, yakni materi pelajaran teknik dasar bolaboli khususnya pada passing
bawah yang disajikan dalam model permainan. Dengan pemberian pujian yang wajar dan
penggunaan model pembelajaran yang menarik dapat membuat siswa tertarik dan termotivasi untuk
belajar. Selain itu, memberikan contoh berupa video passing bawah bolavoli yang mudah dipahami
kepada siswa dapat membantu siswa mengerti mengenai Teknik tersebut. Kesepakatan yang saya
ajukan dan disetujui oleh siswa adalah apabila siswa berhasil melakukan teknik dasar bolaboli
khususnya pada passing bawah dengan baik saya memberikan sebuah reward.
Langkah langkah apa yang anda ambil untuk pengembangan tersebut? Apa hambatan yang anda
temui dan bagaimana cara mengatasinya? Apa yang anda lakukan untuk mempertahankan motivasi
dari orang tersebut?
Dalam usaha mengembangankan suatu kemampuan, maka diperlukan sebuah stategi khusus dengan
tujuan agar apa yang telah direncanakan dapat tercapai dengan hasil yang maksimal. Hal tersebut
juga yang saya alami dalam membantu meningkatkan motivasi belajar dan mengembangkan
kemampuan anak didik dalam hal melakukan teknik dasar bolavoli passing bawah. Langkah awal
yang saya lakukan untuk melakukan pengembangan tersebut yakni menciptakan suasana belajar
yang menyenangkan untuk menarik minat belajar anak didik selanjutnya mengganti model
pembelajaran yang hanya menjelaskan dan praktek menjadi pembelajaran yang berbasis permainan
sehingga anak didik tertarik untuk mengikuti pembelajaran teknik dasar passing bawah bolavoli.
Kunci dari upaya saya melakukan hal tersebut adalah keuletan dan kesabaran serta harus kerja keras
dalam hal tenaga dan pikiran. Hambatan yang terjadi adalah ada kalanya semangat peserta didik
akan naik turun tergantung kondisi mereka pada saat itu. Setelah kegiatan ini berakhir, untuk
mempertahankan motivasi belajar siswa tersebut yaitu dengan memberikan reward kepada siswa
yang aktif dalam proses pembelajaran.
Dari permasalahan yang telah saya alami, hasil dari Upaya yang saya peroleh dari membantu siswa
untuk mengembangkan dan meningkatkan motivasi belajar siswa dan kemampuan melakukan teknik
dasar bolaboli khususnya pada passing bawah adalah siswa dapat melakukan teknik dasar bolaboli
khususnya pada passing bawah dengan lebih baik dibandingkan dengan sebelum dilakukan kegiatan
ini. Dengan meningkatnya kemampuan siswa untuk melakukan teknik dasar bolaboli khususnya pada
passing bawah siswa menjadi lebih mudah dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal tersebut
berpengaruh ketika guru mengambil nilai praktek, siswa lebih merasa percaya diri dalam melakukan
teknik dasar bolaboli khususnya pada passing bawah dan mendapat nilai yang baik pula.
Bagian F
Apa yang menyebabkan anda harus mengambil keputusan tersebut? Apa peran anda saat itu?
Pada tahun 2019 saya menempuh salah satu mata kuliah yaitu Kuliah Kerja Nyata (KKN). Saya
mengikuti program KKN pulang kampung yaitu KKN yang dilakukan di daerah masing masing yang
program kerjanya disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Pada kegiatan KKN ini saya dipilih sebagai
ketua koordinantor desa. Menjadi ketua pelaksana tentu memiliki tanggung jawab yang besar
berkaitan dengan keberhasilan pelaksanaan program KKN yang ada di desa tersebut. Desa tempat
kami melakukan program KKN memiliki potensi wisata yang bagus yakni terdapat air terjun mini yang
tersusun bertingkat yang orang lokal menyebutnya dengan “Wisata Jurug Mangir”. Selain itu ada
sungai yang mengalir di desa tersebut yang dijadikan sebagai irigasi persawahan dan juga kami
menilai bahwa sungai tersebut dapat dijadikan sebagai potensi wisata. Namun pada saat itu, keadaan
dari kedua tempat tersebut masih belum dikelola secara maksimal. Untuk Wisata Jurug Mangir masih
belum diketahui oleh banyak orang dan juga akses jalan yang sangat buruk. Kemudian untuk kondisi
sungai, masih banyak ditemukan sampah yang kemungkinan dibuang oleh warga sekitar. Hal tersebut
dapat mengganggu proses irigasi persawah dan dapat mencemari lingkungan serta mengganggu
keindahan sungai tersebut. Salah satu pengalaman saya dalam pengambilan keputusan yang berat
adalah saat menentukan program utama KKN kelompok kami. Terdapat dua perbedaan pendapat
yaitu pendapat pertama mengenai memperkenalkan dan melakukan perbaikan akses jalan menuju
tempat wisata yang ada di tempat kami melakukan kegiatan KKN yaitu Wisata Jurug Mangir.
Pendapat yang kedua yaitu melakukan usaha pembersihan sungai dan penyuluhan kepada warga
agar tidak membuang sampah ke sungai. Akhirnya setelah dilakukan musyawarah dan dengan
berbagai pertimbangan seperti beberapa faktor dan kebermanfaatan, dipilihlah usaha pembersihan
sungai dan penyuluhan kepada warga agar tidak membuang sampah ke sungai sebagai program
utama KKN kelompok kami.
Apa saja yang menjadi pertimbangan anda?mengapa? Jelaskan proses atau langkah langkah dalam
mengambil keputusan tersebut?
Sebelum mengambil keputusan tentunya banyak hal yang menjadi pertimbangan. Faktor yang
menjadi pertimbangan saya adalah faktor kebermanfaatan, faktor keselamatan dan faktor biaya.
Faktor kebermanfaatan dari memperkenalkan dan melakukan perbaikan akses jalan menuju tempat
wisata yakni agar tempat wisata tersebut dapat dikenal oleh masyarakat luas baik dari desa itu
sendiri maupun orang yang berasal dari luar desa, selain itu perbaikan aksen jalan dapat menarik
minat lebih banyak pengunjung yang hadir di tempat wisata tersebut. Sehingga apabila banyak
pengunjung yang hadir ditempat wisata tersebut maka ada potensi usaha yang akan dikembangkan.
Faktor keselamatan yang saya pertimbangan apabila melaksanankan program tersebut yakni medan
yang sulit ketika memasuki wisata tersebut apabila melihat anggota kami beranggotan 5 laki-laki dan
15 perempuan. Saya merasa khawatir kepada teman-teman yang perempuan ditakutkan terjadi apa-
apa pada saat melaksanakan program tersebut. Kemudian faktor biaya yang besar untuk
melaksanakan program tersebut mengingat kami memiliki biaya yang terbatas. Sementara usaha
pembersihan sungai dan penyuluhan kepada warga agar tidak membuang sampah ke sungai faktor
kebermanfaatan yaitu agar masyarakat sadar akan hal kebersihan dan kebermanfaatan sungai yang
ada di desa tersebut mengingat bahwasannya sebagian besar warga memiliki pekerjaan sebagai
petani. Sungai yang bersih dan tidak tercemar dapat meringankan petani dalam hal irigasi selain itu
dapat memperindah pemandangan yang ada di sungai apabila akan dijadikan sebagai obyek wisata.
Program ini dari segi faktor keselamatan memiliki resiko yang rendah apabila dilaksanakan.
Sedangkan biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan program tergolong cukup untuk kelompok
kami. Pertimbangan pertimbangan ini saya sampaikan kepada semua anggota KKN melalui proses
diskusi. Setelah berdiskusi dengan pertimbangan pertimbangan tersebut maka saya mengambil
keputusan untuk melaksanakan usaha pembersihan sungai dan penyuluhan kepada warga agar tidak
membuang sampah ke sungai.
Hasil keputusan yang saya ambil adalah pelaksanaan usaha pembersihan sungai dan penyuluhan
kepada warga agar tidak membuang sampah ke sungai berjalan dengan lancar dan baik. Pelaksanaan
program kerja ini didukung oleh seluruh anggota KKN pulang kampung Desa Bogoran. pelaksanaan
usaha pembersihan sungai dan penyuluhan kepada warga agar tidak membuang sampah ke sungai
ini menambah kemenarikan tersendiri pada keindahan sungai tersebut. Karena melihat keindahan
pemandangan pada sungai tersebut, Kepala desa berencana untuk membuat wisata kuliner pada
bantaran sungai yang sekarang terkenal dengan julukan “Wisata Kuliner Gubuk Pinggir Kali”. Selain
itu, masyarakat yang bekerja sebagai petani iku senang karena program tersebut dapat meringankan
masalah yang terjadi pada sistem irigasi.
F. Bagian G
Ceritakan secara spesifik saat anda dihadapkan dengan beberapa tugas dalam waktu yang
bersamaan.
Pada tahun 2019 lalu, tepat pada semester tujuh saya mengambil mata kuliah Kajian Praktek
Lapangan (KPL) di salah satu SMP Negeri yang terletak di Kota Malang. Kegiatan tersebut
berlangsung kurang lebih satu setengah bulan atau empat puluh lima hari. Dari awal sampai akhir
mata kuliah tersebut saya melakukan aktifitas mengajar dengan intensitas yang cukup padat.
Bertepatan dengan mata kuliah KPL tersebut saya diberi target oleh dosen pembimbing saya serta
keinginan pribadi saya untuk selesai kuliah pada semester tujuh atau dengan waktu tiga setengah
tahun. Hal tersebut menuntut saya harus melaksanakan seminar proposal skripsi ketika saya telah
selesai melaksanakan mata kuliah KPL mengingat saya mengambil penelitian pengembangan yang
dapat memerlukan waktu yang lama dalam penelitiannya. Saat melaksanakan mata kuliah KPL saya
juga berusaha keras untuk mengerjakan proposal skripsi demi target yang sudah ditentukan.
Apa yang anda lakukan dalam mengatur tugas tugas tersebut? Bagaimana anda memastikan tugas t
ugas tersebut sesuai dengan waktu yang ditentukan?
Hal yang saya lakukan untuk mengatur tugas tugas yang bersamaan maupun tidak bersamaan agar
terselesai dengan tepat waktu adalah dengan membuat jadwal harian. Setiap malam saya membuat
jadwal apa saja yang akan saya lakukan keesok harinya dengan memilah tugas tugas yang harus saya
selesaikan dahulu sesuai dengan deadline yang paling mendesak. Saya juga memberi target
penyelesaian pada masing-masing tugas untuk memastikan tugas tugas saya selesai sesuai dengan
waktu yang ditentukan. Saya mengerjakan tugas dengan tanggung jawab penuh agar tugas yang saya
kerjakan terselesaikan dengan baik. Pengaturan waktu yang baik dan tanggung jawab yang penuh
akan membuat tugas dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Sumber daya apa yang anda butuhkan dalam membantu penyelesaian tugas tersebut? Apa
hambatan yang anda temui dan bagaimana cara mengatasinya?
Sumber daya yang saya butuhkan dalam penyelesaian tugas seperti pada saat tugas yang datang
bersamaan mengikuti mata kuliah Kajian Praktek Lapangan (KPL) dan menyelesaikan proposal skripsi
saya adalah sumber daya manusia yang dapat membantu saya dalam menyelesaikan tugas tugas
tersebut. Terdapat teman yang dapat membantu saya dalam menyelasaikan tugas pada kegian KPL.
Selain itu saya juga membutuhkan beberapa teknologi seperti laptop. Laptop sangat dibutuhkan
untuk pengerjaan tugas proposal skripsi. Hambatan yang paling saya rasakan yakni masalah dengan
waktu yang begitu padat pada kegiatan KPL membuat saya kesulitan untuk pergi ke perpustakaan
fakultas atau universitas untuk mencari referensi yang saya butuhkan untuk mengerjakan proposal
skripsi saya. Untuk mengatasi hal tersebut saya memperbanyak mencari sumber-sumber yang saya
butuhkan di internet baik berupa buku online atau jurnal baik nasipnal maupun internasional.
bagaimana hasilnya?
Dari permasalahan yang telah saya alami, hasil yang saya dapatkan yaitu tugas-tugas bersamaan baik
melaksanakan kegiatan Kajian Praktek Lapangan (KPL) dan mengerjakan proposal skripsi dapat saya
kerjakan dengan baik dan tepat waktu. Sesuai dengan target yang telah direncanakan, saya
melaksanakan ujian proposal skripsi setelah kegian KPL selesai dan menyelesaikan melaksanakan
ujian sidang skripsi tepat pada akhir smester tujuh. Hal tersebut membuat saya bangga sekaligus
berterimaksih kepada pihak-pihak yang telah membantu saya. Kunci agar tugas- tugas bersamaan
dengan baik dan tepat tugas dapat dikerjakan dengan baik dan tepat waktu adalah pemilahan
pengerjaan tugas berdasarkan deadline (memprioritaskan tugas yang mendekati deadline), membagi
waktu dengan baik dan mengerjakan tugas dengan tanggung jawab. Selain itu, meminta bantuan
orang lain jika terdapat hal yang tidak bisa kita lakukan.