Training SOLIDWORKS
Simulation Static
PT. Arisma Data Setia
SOLIDWORKS Value Added & Certified Reseller since 1996
Simulation
SOLIDWORKS Simulation adalah modul di dalam SOLIDWORKS yang berfungsi untuk melakukan simulasi terhadap
kekuatan struktur, baik dari segi desain maupun material yang digunakan melalui perhitungan komputer. Metode
perhitungan yang digunakan adalah Finite Element Analysis (FEA).
Finite Element Analysis merupakan suatu cara untuk menyelesaikan permasalahan engineering dengan cara
membagi objek analisis menjadi bagian-bagian kecil yang terhingga. Proses pembagian objek yang akan dianalisis
kedalam bagian-bagian kecil disebut dengan meshing.
• Tahapan simulasi secara umum dibagi menjadi tiga, yaitu:
• Pre-processing : Meliputi desain geometri, setting kondisi batas dan setting mesh
• Solving : Proses kalkulasi berdasarkan kondisi-kondisi yang telah diterapkan pada tahap pre-processing
• Post-processing : Pada tahapan ini, dilakukan interpretasi dari data hasil simulasi yang dapat berupa visualisasi
kontur, tabel dan lain sebagainya
Add-ins Simulation
Hal pertama yang dilakukan sebelum memulai tahapan simulasi, yaitu proses pengaktifan SOLIDWORKS Simulation
Add-Ins.
Maka akan muncul tambahan CommandManager seperti
pada gambar di bawah ini.
FEA BASIC
Mesh Control and Boundary
Conditions
Case Study
Pada materi ini, kita akan mempelajari mesh control, stress concentrations dan boundary conditions. Kita akan menganalisis
L bracket ditumpu dibagian atas dan diberi beban 900 N kebawah. Dengan skema simulasi sebagai berikut.
Tujuan
Menggunakan mesh control (local mesh refinement).
Mengerti stress singularity.
Menganalisa model dengan konfigurasi yang berbeda.
Running beberapa analisis sekaligus.
Mendefinisikan reaction force
FEA Basic
1. Open part file L Bracket, dan pastikan
menggunakan konfigurasi no fillet.
2. Klik New Study pada menu Simulation > pilih
tipe Static analisis, ganti nama study menjadi
Mesh1 > Klik Ok
3. Maka akan muncul simulation study tree
pada kolom sebelah kiri, seperti ditunjukkan
pada gambar
FEA Basic
4. Material telah terdefinisi sebagai AISI
304, selanjutnya memberikan letak
tumpuan pada komponen. Klik kanan
pada Fixtures > pilih Fixed Geometry >
pilih face berikut > klik Ok
5. Menentukan arah dan besar gaya yang
bekerja pada komponen, klik kanan
External Loads > pilih Force > pilih face
seperti ditunjukkan pada gambar >
lakukan setting dan input besar gaya
pada arah normal senilai 900 N > klik
Ok
FEA Basic
6. Membuat mesh, klik kanan Mesh > klik Mesh Parameter > pilih Curvature based mesh > biarkan pada kondisi default > klik
Ok
7. Lakukan copy study dari Mesh 1, dengan cara klik kanan pada study yang akan dicopy > pilih Copy Study > pilih tipe study
Static > ganti nama study menjadi Mesh 2 > pastikan konfigurasi no fillet yang digunakan > klik Ok
FEA Basic
8. Pada study Mesh 2, tambahkan mesh control pada bagian edge seperti pada gambar dengan cara, klik kanan
Mesh > pilih Apply Mesh Control > pilih edge > klik Ok
9. Running mesh setelah ditambahkan mesh control dengan cara, klik kanan Mesh > pilih Create Mesh > klik Ok
10. Lakukan copy studi lagi dari Mesh 2 dengan cara yang sama seperti langkah sebelumnya, ubah nama menjadi
Mesh 3
FEA Basic
11. Pada study Mesh 3, edit bagian mesh control. Klik kanan mesh control > pilih Edit Definition > ubah parameter
element size > klik Ok
12. Running mesh setelah ditambahkan mesh control dengan cara, klik kanan Mesh > pilih Create Mesh > klik Ok
FEA Basic
Hasil mesh dari beberapa study yang telah disetting
FEA Basic
13. Melakukan running semua study yang telah di-meshing dengan cara, klik tanda panah pada Run This Study pada
menu Simulation > pilih Run All Studies > tunggu hingga proses solving selesai > klik Close
14. Lakukan plot von Mises Stress dengan cara double-click Stress1 (-vonMises-) pada folder Results > analisis hasil yang
didapatkan
15. Lakukan plot deformasi dengan cara double-clik Displacement1 (-Res disp-) pada folder Results > bandingkan dengan
tren pada von Mises Stress
FEA Basic
Hasil Displacement pada masing-masing study.
FEA Basic
Hasil von Mises Stress pada masing-masing study
Stress Singularity, menurut teori elastisitas, stress yang terjadi pada “edge” yang tajam besarnya tidak terbatas dan
disebut dengan “singular stress”. Sedangkan untuk model finite element sendiri tidak menghasilkan hasil stress yang tak
terbatas. Oleh karena itu, mesh menutupi kesalahan yang terjadi pada model. Untuk mencari hasil stress yang akurat
didalam ataupun disekitar area tersebut, kita harus memberikan “fillet” berapapun besarnya.
FEA Basic
16. Mendefinisikan reaction force yang terjadi pada L Bracket (Mesh 3), klik kanan pada folder Results > pilih List Result
Force > klik face yang dijadikan tumpuan > klik Update > lihat nilai reaction force pada tabel > klik Ok
ANALISIS ASSEMBLY
Penggunaan Conector pada Crane
Case Study
Pada materi ini, kita akan mempelajari penggunaan connectors pada sebuah assembly. Kita akan menganalisis sebuah crane,
dimana pipa vertical dari crane diasumsikan sebagai rigid body dan diberi beban 3500 N kebawah. Dengan skema simulasi
sebagai berikut.
Pemberian gaya pada lubang eye plat
Asumsi sebagai Rigid Body
Tujuan
Menganalisis file assembly
Menggunakan Pin Connector
Mendefinisikan rigid part
Mereview hasil analisis
Report hasil simulasi kedalam Word
Analisis Assembly
1. Open assembly file Crane
2. Klik New Study pada menu Simulation > pilih
tipe Static analisis, ganti nama study menjadi
Static Simulation > Klik Ok
3. Maka akan muncul simulation study tree
pada kolom sebelah kiri, seperti ditunjukkan
pada gambar
Analisis Assembly
4. Mendefiniskan part yang tidak dibutuhkan pada proses simulasi, dengan langkah berikut:
Expand part folder > Pilih dan klik kanan pada part Pin > pilih Exclude from Analysis
5. Mendefinisikan komponen sebagai rigid body, klik kanan komponen Pipe, End Cap-2 dan Ground > pilih Make Rigid
Analisis Assembly
6. Menambahkan material ASTM A36 Steel untuk semua komponen, klik kanan pada
folder Part > Pilih dan klik Apply Material to All… > pilih material ASTM A36 Steel >
Klik Apply > Close
7. Mendefinisikan global contact dengan cara, expand Component Contacts > Klik
kanan Global Contact > Pilih Edit Definition > pilih tipe Bonded > pada kolom options
pilih Incompatible Mesh > klik Ok
Analisis Assembly
7. Menambahkan konektor berupa
pin dengan cara, Klik kanan pada
Connections Items > pilih dan klik
Pin > check Strength Data >
Kemudian lakukan setting sesuai
dengan gambar petunjuk > klik Ok
8. Lakukan langkah yang sama pada
bagian hinge yang lain
Analisis Assembly
9. Mendefinisikan tumpuan, klik kanan
Fixtures > pilih Fixed Geometry >
select face seperti ditunjukkan pada
gambar dibawah > klik Ok
10. Menentukan pembebanan, klik
kanan pada External Loads > pilih
Force > Lakukan setting pembebanan
seperti gambar > Klik Ok
Analisis Assembly
11. Membuat mesh, klik kanan pada Mesh > pilih Create Mesh > lakukan setting seperti pada gambar dibawah > Klik Ok
12. Klik Run This Study pada menu Simulation untuk memulai proses kalkulasi
Analisis Assembly
Secara default, results hasil simulasi
menampilkan 3 plot kontur, yaitu :
• Stress
• Displacement
• Strain
Seperti ditunjukkan gambar, namun dapat juga
ditambahkan plot baru. Pada latihan ini,
ditambahkan dua plot results, yaitu :
• Pin/Bolt Check Results
• Factor of Safety Plot
Analisis Assembly
13. Menambahkan Pin/ Bolt Check Result dengan cara, klik kanan pada folder Results > pilih dan klik Define Pin/ Bolt Check
Plot > klik Ok
14. Menambahkan Factor of Safety, klik kanan pada folder Results > pilih dan klik Define Factor of Safety Plot > ikuti
langkah-langkah pada slide selanjutnya > klik Ok
Analisis Assembly
Analisis Assembly
15. Setelah menambahkan plot yang ingin ditampilkan, maka
langkah selanjutnya adalah membuat Report dari hasil simulasi
yang telah dilakukan.
Klik Report pada menu Simulation > setting information yang
akan ditampilkan dalam report > klik publish
MIXED MESH
Cabinet Aluminium
Case Study
Pada materi ini, kita akan mempelajari tentang penerapan mixed mesh (solid, shell dan beam elemen). Kita akan
menganalisis sebuah cabinet, dimana akan diberi beban pada dua beam dan joint sebesar 4450 N.
Shell Elemen
Beam Elemen
Solid Elemen
Tujuan
Mengerti jenis elemen pada SOLIDWORKS Simulation
Menganalisa mixed mesh
Menggunakan local contact
Mendefinisikan shell elemen
Post processing
Mixed Mesh
1. Open assembly file Cabinet
2. Klik New Study pada menu Simulation > pilih
tipe Static analisis, ganti nama study menjadi
Mixed Mesh > Klik Ok
3. Maka akan muncul simulation study tree
pada kolom sebelah kiri, seperti ditunjukkan
pada gambar
Mixed Mesh
4. Mendefinisikan shell thickness dengan cara, klik
kanan pada solid body Rear Skin > pilih Edit
Definition > pilih Define Shell By Selected Faces >
klik face bagian dalam dari masing-masing skin >
lakukan setting seperti pada gambar > klik Ok
5. Mendefinisikan material dengan cara klik kanan pada
folder Part > pilih Apply Material to All… > pilih
material Aluminium 5052-H32 > klik Apply > klik
Close
Mixed Mesh
6. Definisikan local contact pada masing-masing skin dengan komponen beam dengan cara, klik kanan Connections >
pilih Contact Set > lakukan setting seperti pada gambar > klik Ok. Lakukan hal yang sama pada skin yang lain
7. Mendefinisikan tumpuan, klik kanan Fixtures > pilih Fixed Geometry > pilih 4 silinder face seperti pada gambar > klik
Ok
Mixed Mesh
8. Klik kanan External Loads > pilih Force > lakukan setting berikut > klik OK (ada dua jenis pembebanan)
Mixed Mesh
9. Klik kanan Mesh > pilih Create Mesh >
lakukan setting berikut > klik Ok
10. Klik Run This Study pada menu Simulation
13. Lakukan plot von Mises Stress dengan cara
double-click Stress1 (-vonMises-) pada
folder Results > analisis hasil yang
didapatkan
14. Lakukan plot deformasi dengan cara
double-clik Displacement1 (-Res disp-)
pada folder Results > bandingkan dengan
tren pada von Mises Stress
Mixed Mesh