SAFETY TRAINING
HOW TO MAKE
LIFTING PLAN
JAKARTA LRT PROJECT – CORRIDOR 1
(PHASE 1): KELAPA GADING -
VELODROME
PENGERTIAN LIFTING PLAN
Lifting Plan adalah Suatu aktivitas pekerjaan perencanaan yang
komprehensif mengenai suatu aktivitas pengangkatan (lifting)
yang di buat sebelum melakukan aktivitas pengangkatan di area
kerja.
TUJUAN LIFTING PLAN
1. Agar semua resiko atau bahaya yang melekat dalam semua
aktivitas pengangkatan dapat di ketahui dan di tentukan upaya
mitigasinya serta diimplementasikan.
2. Agar semua proses dan koordinasi semua elemen yang
terlibat aktivitas pengangkatan dapat lebih teratur (job
sequence)
3. Memudahkan proses operasi pengangkatan
TYPE LIFTING
Menurut WSH ( Workplace Safety and Health) Council Singapore, ada
kegiatan pengangkatan yang memerlukan Lifting Plan. Yaitu :
1. Heavy Lifts adalah Kegiatan pengangkatan yang melibatkan beban atau
benda yang sangat berat, contohnya Kapal laut, vessel
2. Critical Lifts adalah Kegiatan pengangkatan yang melibatkan beban
melebihi 80 % dari kapasitas crane
3. Complex Lifts adalah Kegiatan pengangkatan yang melibatkan 2 atau
lebih mesin crane untuk memindahkan suatu barang
Complex Lift Heavy Lift Critical Lift
SYARAT DI BUAT LIFTING PLAN
Berikut beberapa kriteria dasar yang di perlukan untuk pembuatan
LIFTING PLAN, yaitu :
• Sisi Manusia : Kelanjutan operasi pengangkatan dengan orang yang berbeda
• Sisi Material : Bobot beban melebihi 75% SWL Crane, Beban tidak diketahui /
sulit untuk memperkirakan berat dan / atau pusat gravitasi
• Sisi Mesin : Umur crane yang sudah tua,
• Sisi Metode : Menggunakan 2 atau lebih crane untuk operasi pengangkatan
• Sisi Lingkungan : Area pengangkatan yang sensitif, sulit atau terlarang, Dalam
kondisi lingkungan yang cenderung mempengaruhi kinerja peralatan seperti
kondisi angin kencang dan area yang perlu dilakukan traffic management
JENIS RISIKO KECELAKAAN BILA TIDAK MENGGUNAKAN LIFTING PLAN
A. TERGULING /TUMBANG B. BEBAN YANG DIANGKAT C. KEGAGALAN
AKIBAT OVERLOAD TERJATUH/DROPP OFF MEKANIS/MECHANIC FAILURE
(TOPPLING)
D. TERTIMPAH MATERIAL E. KONTAK TEGANGAN F. TERJATUH KARENA
(CAUGHT IN THE FALLING TINGGI (CONTACT WITH PONDASI/ LOKASI TIDAK
MATERIAL) POWER LINE) AMAN (FALLS)
Alur Pembuatan LIFTING PLAN
Identifikasi operasi
pengangkatan
Merencanakan pengangkatan
sesuai kebutuhan
Menetapkan rencana pengangkatan
Mereview lifting plan dan disetujui orang
yang berkompeten
Tunjuk tim yang sesuai untuk Jika masalah terdeteksi
pengangkatan
BERHENTI BEKERJA
Kembali ke posisi
Jalankan operasi pengangkatan dengan penetapan rencana
Pengawasan yang tepat pengangkatan
Tanya jawab dan perhatikan poin pembelajaran
Setelah operasi pengangkatan
Alur Pembuatan LIFTING PLAN
CONTOH LIFTING PLAN
INFORMASI UMUM
• LOKASI : Di isi lokasi di mana operasi pengangkatan di lakukan, misalkan di area
kerja mana
• TGL & WAKTU : Tanggal dan waktu di lakukan operasi pengangkatan di lakukan
• SPESIFIK LOKASI KERJA : Lokasi titik pengangkatan yang lebih detail
• PELAKSANA SUBKON : Penanggung jawab area pengangkatan yang memiliki
kepentingan dalam operasi pengangkatan
• SHE SUBKON : Petugas SHE Subkon yang memiliki kepentingan dalam operasi
pengangkatan
• PERIODE MASA BERLAKU : Durasi di lakukannya pekerjaan pengangkatan
SECTION 1: DETAIL CRANE
• CRANE SERIAL NO : Serial number dari crane yang akan dioperasikan
• MODEL / TYPE : Model atau type crane yang di gunakan apakah mobile crane, crawler
crane dll
• PANJANG BOOM & JIB MAX : Berapa panjang boom yang di rencanakan dalam
pekerjaan pengangkatan (Panjang boom harus di sesuaikan dengan load chart agar aman)
• RADIUS MAX :
• INSPEKSI LOLOS : Crane boleh digunakan bila hasil inspeksi lolos
SECTION 2 : OPERATOR
• TANGGAL INSPEKSI TERAKHIR: Bila tanggal inspeksi sudah akan berakhir, crane harus
di inspeksi ulang
• SUDUT BOOM MAX : Sudut boom yang direncanakan harus sesuai dengan kriteria aman
pada load chart dan batasi sudut yang aman digunakan adalah 40 – 80 derajat
• OPERATOR CRANE: Orang yang berkompeten dalam menjalankan crane
• SIO AKTIF : Operator harus memiliki Surat ijin operasi, bila tidak maka operator tidak boleh
mengoperasikan crane
• PERSONNEL DI BASKET : Di isi bila terdapat pekerja di dalam keranjang yang di angkat
SECTION 2 : OPERATOR
• RIGGER : Orang yang berkompeten dalam memberikan sinyal, komunikasi kepada
operator dan dalam hal pengikatan material saat pengangkatan
• SIO RIGGER : Rigger harus memiliki surat ijin operasi, bila tidak ada maka rigger tidak
boleh mendampingi operator dalam melakukan pekerjaan pengangkatan
SECTION 3 : PERHITUNGAN BEBAN
• BEBAN KERJA : Benda atau material yang akan di angkat harus diketahui berapa berat
bebannya agar dapat di kalkulasikan batas aman saat mengangkat (tidak boleh melewati
SWL pengangkatan). Pada Beban kerja juga harus di hitung berat dari hook, Alat bantu
angkat dll.
• SWL CRANE: Menentukan SWL Crane kita harus melihat di load chart, bila sudah ketemu
kapasitas daya angkatnya makan angka tersebut harus di kali 80% dan hasil tersebut
adalah SWL (Safe Working Load) dari crane tersebut
• SWL WEB SLING : SWL Web sling dapat di lihat dari label yang ada pada web sling.
Pastikan tidak melewati kapasitas dari beban yang di angkat
SECTION 3 : PERHITUNGAN BEBAN
• SWL SPREADER: Bila pengangkatan menggunakan spreader, penanggung jawab harus
melihat SWL di label spreader agar pengangkatan tidak melebihi kapasitas
• WHIP LINE BALL WEIGHT : Bila pengangkatan menggunakan whip line ball, berat alat
tersebut harus di masukan perhitungan
• SWL WIRE ROPE : SWL Wire rope juga harus diketahui untuk menjamin pengangkatan
lebih aman. SWL dapat di lihat di label wire rope
• SWL SHACKLE : SWL Shackle juga harus diketahui untuk menjamin pengangkatan lebih
aman. SWL dapat di lihat di label Shackle
• KAPASITAS MAKSIMUM CRANE : Kapasitas maksimum angkat crane juga perlu di
ketahui agar dapat menentukan SWL crane
SECTION 3 : PERHITUNGAN BEBAN
• DESKRIPSI BEBAN : Penting untuk di masukan datanya untuk dapat menentukan titik
gravitasi angkat beban, bila titik gravitasi tidak diketahui maka jangan melakukan pekerjaan
pengangkatan
SECTION 4 : LIFT ? RIGGING STUDY
• JARAK ANGKAT (RENCANA) : Berapa radius yang di rencanakan dalam pekerjaan
pengangkatan (radius yang direncanakan harus sesuai safety factor yang ada di load chart)
• ARAH SWING (RENCANA) : Arah swing agar di berikan datanya supaya dapat
memprediksi bila saat pengangkatan tidak ada bangunan atau pohon atau yang lain
menghalangi pengangkatan.
• PANJANG BOOM (RENCANA) : Panjang Boom juga agar diinformasikan agar dapat
menghitung kekuatan angkat atau SWL crane. Karena SWL crane bisa berubah bila
panjang boom berubah
• TINGGI PENGANGKATAN (RENCANA) : Tinggi pengangkatan agar diinformasikan supaya
dapat mengetahui maksimum tinggi yang diperbolehkan karena factor angin
SECTION 4 : LIFT ? RIGGING STUDY
• SUDUT BOOM (RENCANA) : Sudut boom yang direncanakan harus sesuai dengan
kriteria aman pada load chart dan batasi sudut yang aman digunakan adalah 40 – 80
derajat
• SUDUT SWING (RENCANA) : Penentuan sudut swing harus di berikan agar mencegah
overload pada crane
• OUTRIGGER : Outrigger di rekomendasikan full extended agar kekuatan angkat maksimal,
bila dalam suatu kondisi hanya bisa half extended maka kekuatan angkat crane akan
berkurang
• SAFETY FACTOR : Faktor keamanan yang digunakan untuk méngevaluasi beban yang di
angkat agar tidak melebihi ambang batas aman
• KOEFISIEN ALAT : Kondisi suatu alat akan mengalami penurunan kekuatan daya angkat
selama durasi waktu tertentu
• LAYOUT AREA PENGANGKATAN : Layout Area pengangkatan diperlukan agar kita
SECTION 5 : POTENSI BAHAYA DAN PENGENDALIANNYA
• KONDISI TANAH : Kondisi tanah harus dalam keadaan padat dan rata untuk setting crane,
bila tanah dalam keadaan lembek harus di bantu dengan steel plate sebagai landasan.
• TAMBAHAN BASE PLATE : Base plate di perlukan bila kondisi tanah tidak memadai atau
tidak padat
• TAGLINE : Tagline harus selalu ada dan dipakai setiap pekerjaan pengangkatan, untuk
mengarahkan beban yang diangkat
• AREA ANGKAT DI BARIKADE DAN ADA RAMBU : Area angkat harus di beri barikade
agar tidak ada orang yang tidak berkepentingan masuk area blind spot operator dan
mencegah terjadinya kecelakaan .
• KONDISI ANGIN DAN CUACA BAGUS : Angin dapat mempengaruhi keselamatan
pengangkatan, apabila cuaca tidak mendukung dan angin kencang, maka pekerjaan harus
di hentikan.
SECTION 5 : POTENSI BAHAYA DAN PENGENDALIANNYA
• KABEL OVERHEAD : Kabel tidak boleh overhead dan harus lebih dari 5 m jaraknya
dengan main boom tip (Head)
• GAWANG UNTUK INDIKATOR KABEL LISTRIK : Harus dipastikan terdapat pengaman
untuk indicator kabel listrik agar tidak terjadi kerusakan pada kabel dan mengakibatkan
pekerjaan crane terganggu
• PENERANGAN : Pada pekerjaan malam wajib menyediakan penerangan min 10 lux