Rencana Kerja BUM Desa Cipta Karya 2025
Rencana Kerja BUM Desa Cipta Karya 2025
Desa : CIKEUSAL
Kontak : 6281286696633
BERITA ACARA
140/018/DS-CIKEUSAL/II/2025
TENTANG
PENGESAHAN DOKUMEN RENCANA PROGRAM KERJA
BADAN USAHA MILIK DESA BELO
Tahun 2025
DESA CIKEUSAL KECAMATAN Tanjungjaya
KABUPATEN Tasikmalaya
Pada Hari ini, tanggal Tiga Belas bertempat di Aula Kantor Desa Cikeusal
Desa CIKEUSAL Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya Provinsi
Jawa Barat, telah diselesaikannya penyusunan Dokumen Rencana Program
Kerja Badan Usaha Milik DESA "Cipta Karya Mandiri" pada tahun anggaran
2025-2029.
Diharapkan dokumen ini sebagai acuan dan arahan kerja BUM DESA "Cipta
Karya Mandiri" dalam melaksanakan program/kegiatan selama tahun
anggaran 2025-2029 dan jika ada yang perlu dilakukan perubahan maka
dapat dilakukan perubahan dengan syarat harus melalui persetujuan Dewan
Pengawas dan Penasehat sesuai mekanisme sesuai dengan perundang-
undangan yang berlaku.
Dibuat oleh
Direktur
NURHASAN
Menyetujui
Pengawas Penasihat
Musyawarah
Desa
Penasihat
Direktur
Sekertaris Bendahara
BUM Desa
No Nama Jabatan
2 NURHASAN Direktur
3 HERI Sekertaris
9 ISMAIL Karyawan
10 UJANG HASIMUDIN Karyawan
C. Kepemilikan Modal
1) Penyertaan Modal Awal
Penyertaan modal awal sebesar Rp. Rp. 312.400.000.-
(tiga ratus dua belas juta empat ratus ribu rupiah)
2) Penyertaan Modal Desa
Penyertaan modal awal sebesar Rp. Rp. 312.400.0000.-
(tiga ratus dua belas juta empat ratus ribu rupiah)
BAB II
A. Kondisi Internal
1. Kondisi Sumber Daya Manusia
BUM Desa telah menjalankan kegiatan operasional dengan dukungan
sumber daya manusia yang terdiri dari pengurus inti (Direktur,
Sekretaris, dan Bendahara) serta kepala dan staf unit usaha.
Secara kuantitas, jumlah SDM relatif mencukupi untuk mengelola
kegiatan usaha yang ada. Namun, secara kualitas, sebagian besar SDM
masih membutuhkan peningkatan kapasitas dan pelatihan
berkelanjutan dalam bidang manajerial, administrasi, serta pengelolaan
usaha.
Tingkat kedisiplinan dan tanggung jawab pegawai cukup baik, namun
masih perlu penguatan dalam aspek inovasi dan keterlibatan aktif
dalam pengembangan unit usaha.
2. Perkembangan Usaha BUM Desa dan Unit Usaha BUM Desa
Perkembangan Unit Usaha A
Unit usaha ini menunjukkan tren perkembangan positif, ditandai dengan
meningkatnya pendapatan dan jangkauan layanan. Pengelolaan
operasional berjalan sesuai rencana kerja, meskipun masih terdapat
kendala dalam hal pemasaran dan efisiensi biaya produksi.
Perkembangan Unit Usaha B
Unit usaha ini masih berada pada tahap penguatan kelembagaan dan
pemasaran. Beberapa upaya telah dilakukan untuk meningkatkan
kualitas produk/jasa serta menjalin kemitraan strategis. Kinerja
keuangan belum stabil dan memerlukan strategi pengembangan yang
lebih tepat.
Perkembangan Unit Usaha C
Unit usaha ini mengalami stagnasi akibat berbagai kendala seperti
keterbatasan modal, SDM, serta belum maksimalnya pemanfaatan
potensi lokal. Namun, rencana revitalisasi usaha sedang disusun untuk
meningkatkan produktivitas dan nilai tambah usaha.
3. Progres Kerja Sama Usaha dan Kerja Sama Non-Usaha
BUM Desa telah menjalin beberapa kerja sama usaha dengan pihak
ketiga, seperti pelaku usaha lokal, koperasi, atau pihak swasta dalam
bentuk kemitraan dagang dan pemasaran.
Di samping itu, kerja sama non-usaha juga dijalankan dengan lembaga
pemerintahan, akademisi, dan masyarakat dalam rangka peningkatan
kapasitas, promosi, serta pemberdayaan masyarakat.
Evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar kerja sama berjalan
efektif, meskipun masih diperlukan perbaikan dalam aspek legalitas dan
keberlanjutan kerja sama.
4. Kondisi Keuangan
Secara umum, kondisi keuangan BUM Desa selama tahun sebelumnya
menunjukkan kestabilan. Permodalan masih bersumber utama dari
penyertaan modal desa, dan belum sepenuhnya ditopang oleh
pendapatan usaha.
Posisi utang dan piutang dalam batas wajar, namun perlu dikelola lebih
sistematis melalui pembukuan yang tertib.
Laba usaha menunjukkan kecenderungan meningkat, terutama dari
unit-unit usaha yang aktif. Aset BUM Desa mengalami pertumbuhan
seiring dengan pembelian atau pengadaan barang modal dan
pengembangan infrastruktur usaha.
A. Kondisi Eksternal
Berikut adalah versi global dan umum dari subbab Kondisi Eksternal dalam format yang bisa
digunakan oleh semua BUM Desa, termasuk tabel dan uraian naratif sebagai panduan pengisian:
A. Kondisi Eksternal
1. Tantangan Usaha
No Tantangan Usaha Kondisi Harapan Strategi Menghadapi Tantangan
Minimnya akses pasar Terbukanya akses pasar tetap dan Menjalin kemitraan dengan
1
yang stabil luas distributor atau platform digital
Persaingan dengan BUM Desa menjadi pilihan utama Inovasi produk/jasa dan branding
2
pelaku usaha luar desa masyarakat lokal
Uraian:
Tantangan usaha yang dihadapi oleh BUM Desa secara umum mencakup akses pasar yang
terbatas, ketergantungan pada pihak luar, keterbatasan modal, serta rendahnya kapasitas SDM
dalam pengelolaan usaha. Untuk itu, BUM Desa perlu menyusun strategi menghadapi tantangan
dengan memperkuat kelembagaan, menjalin jejaring kemitraan, dan meningkatkan kapasitas
pengelolaan usaha.
2. Potensi
No Potensi Kondisi Harapan Strategi Memanfaatkan Potensi
Dukungan Pemerintah Desa BUM Desa menjadi motor Pelibatan masyarakat dalam
4
dan masyarakat ekonomi desa perencanaan dan evaluasi usaha
Uraian:
Potensi desa sangat beragam, mulai dari sumber daya alam, budaya, hingga posisi strategis desa.
Potensi ini menjadi modal utama bagi BUM Desa untuk tumbuh. Pemanfaatan potensi perlu
dirancang dalam bentuk usaha yang realistis dan dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi
desa.
3. Peluang
No Peluang Kondisi Harapan Strategi Memanfaatkan Peluang
Dukungan kebijakan nasional Tumbuhnya usaha baru yang Memanfaatkan program pemerintah
1
terhadap BUM Desa didukung regulasi dan sinergi lintas sektor
Tren konsumsi produk lokal Meningkatnya permintaan Fokus pada produksi berkualitas dan
2
dan organik produk desa pemasaran yang efektif
Perkembangan teknologi digital Digitalisasi sistem usaha BUM Pemanfaatan platform digital untuk
3
dan e-commerce Desa pemasaran dan transaksi
Kerja sama dengan sektor Investasi dan kolaborasi Membuat proposal bisnis dan
4
swasta usaha promosi usaha
Wisata berbasis alam dan Menarik wisatawan dan Pengembangan paket wisata terpadu
5
budaya pendapatan baru dan promosi digital
Uraian:
Peluang usaha bagi BUM Desa semakin terbuka dengan perkembangan teknologi, perubahan
pola konsumsi, serta dukungan dari berbagai pihak. BUM Desa perlu sigap dalam menangkap
peluang ini dengan cara membangun jejaring dan menyesuaikan model usaha yang adaptif.
4. Prospek Usaha
Strategi Memanfaatkan Prospek
No Prospek Usaha Kondisi Harapan
Usaha
Usaha simpan pinjam atau Menjadi solusi pembiayaan Penguatan sistem manajemen dan
3
keuangan mikro masyarakat desa akuntabilitas
Usaha jasa konstruksi atau Menjadi penyedia layanan Penguatan legalitas dan kemitraan
5
pengelolaan air bersih publik yang berkelanjutan dengan pemerintah daerah
Uraian:
Prospek usaha BUM Desa sangat terbuka, terutama jika mampu melihat kebutuhan masyarakat
dan tren pembangunan desa. Dengan pengelolaan yang profesional dan strategi yang terukur,
BUM Desa dapat menjadi penggerak ekonomi desa dalam jangka panjang.
BAB III
RENCANA KERJA
A. Sasaran Perusahaan
Sasaran perusahaan secara garis besar adalah menjadikan BUM Desa
… sebagai perusahaan yang sehat dan memiliki kredibilitas tinggi dengan
dukungan modal, sumber daya manusia dan budaya perusahaan yang kokoh.
Disamping itu juga melakukan optimalisasi sumber daya yang dimiliki agar
BUM Desa memberikan kepuasan kepada semua stakeholder. (deskripsi bisa
disesuaikan dengan sasaran dan target yang diharapkan)
Sasaran Kinerja/Absolut target Tahun 2026 sesuai sesuai dengan hasil
Musyawarah Desa Tanggal Senin 10 Februari 2025:
Strategi untuk Mencapai Tujuan dan Sasaran BUM Desa adalah sebagai berikut:
a. Mengembangkan unit usaha berbasis potensi lokal desa yang memiliki nilai
tambah dan peluang pasar.
b. Meningkatkan kapasitas pengelola BUM Desa melalui pelatihan manajemen,
keuangan, dan pemasaran.
c. Menjalin kemitraan dengan pihak ketiga (swasta, BUMN, koperasi, dan lembaga
keuangan) untuk memperkuat jaringan usaha.
d. Memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan
promosi usaha secara digital.
e. Menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap aspek
pengelolaan usaha BUM Desa.
Kebijakan untuk Mencapai Tujuan dan Sasaran BUM Desa adalah sebagai berikut:
a. Menetapkan jenis usaha yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat
desa secara partisipatif.
b. Menyusun rencana kerja tahunan dan anggaran berbasis hasil musyawarah desa
dan prinsip kelayakan usaha.
c. Mengalokasikan laba usaha untuk pengembangan usaha, cadangan, dan kontribusi
kepada Pendapatan Asli Desa (PADes).
d. Mengatur sistem pengelolaan keuangan dan pelaporan secara tertib, periodik, dan
dapat diakses oleh masyarakat.
e. Mengedepankan keberlanjutan usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat
desa sebagai arah kebijakan utama.
C. Rencana Kerja
a) Matrik Rencana Kerja
Program/Kegiatan Tahun …
Alokasi Anggaran Waktu
No Program/Kegiatan Sumber Dana Output Indikator Keberhasilan
(Rp.) Pelaksanaan
Pengembangan Unit Usaha Dagang Penyertaan Modal Tersedianya toko BUMDes yang aktif Toko beroperasi dan transaksi rutin Januari –
1 40.000.000
(Sembako) Desa melayani warga per minggu Desember
Kemitraan / Media sosial & marketplace aktif Akun aktif & jumlah pesanan
4 Digitalisasi Pemasaran Produk Desa 20.000.000 Mei – Oktober
Bantuan digunakan meningkat
Pembelian Alat Penyertaan Modal Alat pendukung usaha dimiliki dan Alat digunakan dan meningkatkan
5 25.000.000 Juni – Agustus
Produksi/Perdagangan Desa dimanfaatkan produktivitas
Promosi dan Branding Produk Kemasan produk, spanduk, brosur Produk dikenal luas di tingkat desa-
6 15.000.000 PADes / Sponsor Agustus – Oktober
Unggulan Desa tersedia kecamatan
Kontribusi PADes dari Usaha BUM Dari hasil usaha Transfer ke PADes tercatat dan
7 - Dana masuk ke rekening kas desa Desember
Desa BUMDes diverifikasi
Catatan:
Alokasi anggaran bisa disesuaikan dengan skala dan jenis usaha BUM Desa.
Sumber dana dapat berasal dari: penyertaan modal desa, hibah, kemitraan, atau hasil usaha BUM Desa.
Output dan indikator keberhasilan harus bisa diverifikasi secara langsung (nyata dan terukur).
Waktu pelaksanaan disusun secara realistis berdasarkan kapasitas SDM dan kondisi lapangan.
b) Proyeksi Laba-Rugi Tahun Mendatang (Rp)
Uraian RKAP Tahun Mendatang % RKAP Terakhir % % Pertumbuhan
Penjualan 150.000.000 100% 100.000.000 100% 150%
Beban Pokok Penjualan (BPP) 90.000.000 60% 65.000.000 65% 138%
Laba Bruto 60.000.000 40% 35.000.000 35% 171%
Beban Usaha:
| Ekuitas | | |
| Penyertaan Modal Desa | 150.000.000 | 150.000.000 |
| Akumulasi Laba/Defisit | (35.000.000) | (20.000.000) |
| Jumlah Ekuitas | 115.000.000 | 130.000.000 |
Aktivitas Operasi:
Penerimaan : Rp 150.000.000
Pengeluaran : Rp 130.000.000
Surplus Operasional : Rp 20.000.000
Aktivitas Investasi:
Aktivitas Pendanaan:
Sumber Dana:
I. Keuangan
Subtotal Keuangan 30 11
II. Operasional
Subtotal Operasional 20 9
III. Administrasi
RKAP disusun 10 Ya 3
Subtotal Admin 20 7
Rencana kerja sama usaha bertujuan untuk memperluas jaringan usaha, memperkuat kapasitas
produksi dan distribusi, serta meningkatkan nilai tambah dan pendapatan BUM Desa. Kerja sama
usaha ini dapat dilakukan dengan pelaku usaha lokal, koperasi, UMKM, atau pihak ketiga
lainnya.
1. Pihak-Pihak
Pihak BUM Desa Mitra Usaha
Kewajiban 1. Menyediakan lokasi usaha. 1. Menyediakan modal kerja dan teknis usaha.
2. Memfasilitasi perizinan lokal. 2. Menjalankan operasional harian usaha.
3. Melaporkan perkembangan usaha secara
3. Mengawasi dan mengevaluasi usaha.
berkala.
Hak 1. Mendapatkan bagian hasil usaha. 1. Memanfaatkan fasilitas milik desa.
2. Menerima laporan usaha berkala. 2. Mendapatkan bagian hasil sesuai perjanjian.
3. Melibatkan warga lokal sebagai tenaga 3. Melakukan promosi dan pengembangan
kerja. usaha.
3. Besaran Investasi
No Kebutuhan Biaya Peruntukan Pihak yang Menanggung Biaya
1 Rp15.000.000 Renovasi bangunan usaha BUM Desa
3 Rp10.000.000 Pelatihan dan peralatan pendukung BUM Desa & Mitra (patungan)
Total Rp50.000.000
Pembagian Hasil Usaha 60% Mitra / 40% BUM Desa Sesuai perjanjian kerja sama
Rencana kerja sama non-usaha bertujuan untuk mendukung penguatan kapasitas masyarakat,
transfer teknologi, edukasi, dan program sosial yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup
warga desa.
6. Pihak-Pihak
Pihak BUM Desa Mitra Non-Usaha (Contoh: LSM EduDesa)
Kewajiban 1. Menyediakan tempat kegiatan pelatihan. 1. Menyusun modul dan fasilitator pelatihan.
2. Mengundang peserta dari masyarakat. 2. Menyediakan alat peraga & bahan ajar.
Hak 1. Menerima hasil dokumentasi & laporan. 1. Mengakses ruang desa untuk edukasi.
Balai Desa seluas 100 m² RW 03 Aset milik desa Lokasi pelatihan dan workshop
Laptop 2 unit Kantor BUMDes Aset BUM Desa Digunakan untuk pelatihan digital
8. Kebutuhan Biaya
No Kebutuhan Biaya Peruntukan Pihak yang Menanggung Biaya
Total Rp10.000.000
BAB VI
RENCANA KEGIATAN DAN KEBUTUHAN
Aktivitas Investasi:
Kategori RKAP Mendatang RKAP Terakhir Selisih %
Kesimpulan Akhir
Keterangan RKAP Tahun Mendatang RKAP Terakhir % terhadap Total Pendanaan
NURHASAN
Menyetujui:
Penasihat, Pengawas,
Wakil Masyarakat
Ajat Sudrajat