0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan23 halaman

Rencana Kerja BUM Desa Cipta Karya 2025

Diunggah oleh

siti oktarina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan23 halaman

Rencana Kerja BUM Desa Cipta Karya 2025

Diunggah oleh

siti oktarina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BUM Desa : Cipta Karya Mandiri

Desa : CIKEUSAL
Kontak : 6281286696633
BERITA ACARA

140/018/DS-CIKEUSAL/II/2025

TENTANG
PENGESAHAN DOKUMEN RENCANA PROGRAM KERJA
BADAN USAHA MILIK DESA BELO
Tahun 2025
DESA CIKEUSAL KECAMATAN Tanjungjaya
KABUPATEN Tasikmalaya

Pada Hari ini, tanggal Tiga Belas bertempat di Aula Kantor Desa Cikeusal
Desa CIKEUSAL Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya Provinsi
Jawa Barat, telah diselesaikannya penyusunan Dokumen Rencana Program
Kerja Badan Usaha Milik DESA "Cipta Karya Mandiri" pada tahun anggaran
2025-2029.

Penyusunan dokumen ini melalui mekanisme perencanaan program kerja


yang partisipatif dengan melibatkan seluruh unsur kepengurusan BUM DESA.
Konsep dalam penyusunan rencana program kerja ini melalui diskusi,
pendapat, saran dan kritikan dari unsur-unsur yang terkait.

Diharapkan dokumen ini sebagai acuan dan arahan kerja BUM DESA "Cipta
Karya Mandiri" dalam melaksanakan program/kegiatan selama tahun
anggaran 2025-2029 dan jika ada yang perlu dilakukan perubahan maka
dapat dilakukan perubahan dengan syarat harus melalui persetujuan Dewan
Pengawas dan Penasehat sesuai mekanisme sesuai dengan perundang-
undangan yang berlaku.

Demikian berita acara pengesahan Dokumen Rencana Program Kerja BUM


DESA "Cipta Karya Mandiri" ini dibuat untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Dibuat oleh
Direktur

NURHASAN
Menyetujui
Pengawas Penasihat

ETEP SUNARYA, [Link]. RAHMAT ALI, [Link].


DAFTAR ISI
BAB I PROFIL BUM DESA
A. Visi Misi
B. Struktur organisasi dan daftar SDM
C. Kepemilikan Modal
1) Penyertaan Modal Awal
2) Penyertaan Modal Desa
3) Penyertaan Modal Masyarakat

BAB II EVALUASI KINERJA TAHUN SEBELUMNYA


A. Kondisi Internal
1. Kondisi Sumber Daya Manusia
2. Perkembangan Usaha BUM Desa dan Unit Usaha BUM Desa
3. Progres Kerja Sama Usaha dan Kerja Sama Non-Usaha
4. Kondisi Keuangan
B. Kondisi Eksternal
1. Tantangan Usaha
2. Potensi
3. Peluang
4. Prospek Usaha

BAB III RENCANA KERJA


A. Sasaran Perusahaan
B. Strategi dan Kebijakan
C. Rencana Kerja
a) Matrik Rencana Kerja
b) Proyeksi Laba-Rugi Tahun Mendatang
c) Proyeksi Beban Pokok Penjualan Tahun Mendatang
d) Proyeksi Neraca Tahun Mendatang
e) Proyeksi Arus Kas Tahun Mendatang
f) Proyeksi Investasi dan Sumber Pembiayaan Tahun Mendatang
g) Proyeksi Tingkat Kesehatan Perusahaan Tahun Mendatang

BAB IV INDIKATOR KINERJA KUNCI PELAKSANA OPERASIONAL


Berikut format Rancangan Rencana Program Kerja/ Rencana Program Kerja
secara terperinci:

BAB V RENCANA KERJA SAMA


A. Rencana Kerja Sama Usaha
B. Rencana Kerja Sama Nonusaha

BAB VI RENCANA KEGIATAN DAN KEBUTUHAN


Rencana kegiatan dan kebutuhan disusun sebelum penambahan modal
kepada BUM Desa/BUM Desa Bersama
BAB I
PROFIL BUM DESA

A. Visi dan Misi

VISI BUM DESA BELO SEJAHTERA


“Menjadi Badan Usaha Milik Desa yang profesional, mandiri, dan berdaya
saing dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Cipta Karya
Mandiri secara berkelanjutan.”

MISI BUM DESA BELO SEJAHTERA

1. Mengelola dan mengembangkan potensi ekonomi lokal yang dimiliki oleh


Desa Cipta Karya Mandiri secara efektif, efisien, dan akuntabel.
2. Menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat desa
melalui unit-unit usaha produktif.
3. Meningkatkan pendapatan asli desa (PADes) sebagai sumber pembiayaan
pembangunan desa.
4. Menjalin kemitraan strategis dengan pihak ketiga secara profesional
untuk memperluas jaringan usaha.
5. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ekonomi desa
melalui penyertaan modal dan pengambilan keputusan bersama.
6. Menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi desa yang berbasis
pada kearifan lokal dan prinsip keberlanjutan.
Berikut adalah contoh Struktur Organisasi BUM Desa Belo Sejahtera dalam
format hierarkis yang bisa Anda gunakan untuk dokumen resmi atau papan
organisasi:
STRUKTUR ORGANISASI

BUM DESA BELO SEJAHTERA


B. Struktur organisasi dan daftar SDM

Struktur Organisasi BUM Desa Belo Sejahtera

Musyawarah
Desa

Penasihat

Direktur
Sekertaris Bendahara
BUM Desa

Kepala Unit Kepala Unit Kepala Unit


Usaha Usaha Usaha

Karyawan Karyawan Karyawan Karyawan Karyawan Karyawan

Daftar SDM BUM Desa

No Nama Jabatan

1 RAHMAT ALI, [Link]. Penasihat

2 NURHASAN Direktur

3 HERI Sekertaris

4 VIA MUSAFFA Bendahara

5 SUKMA JAYA Kepala Unit Usaha

6 ANWAR Kepala Unit Usaha

7 APIP APIPUDIN Kepala Unit Usaha

8 ADUN ABD ROHMAN Kepala Unit Usaha

9 ISMAIL Karyawan
10 UJANG HASIMUDIN Karyawan

C. Kepemilikan Modal
1) Penyertaan Modal Awal
Penyertaan modal awal sebesar Rp. Rp. 312.400.000.-
(tiga ratus dua belas juta empat ratus ribu rupiah)
2) Penyertaan Modal Desa
Penyertaan modal awal sebesar Rp. Rp. 312.400.0000.-
(tiga ratus dua belas juta empat ratus ribu rupiah)

Penyertaan modal desa sebesar Rp. Rp. 312.400.000.- (tiga ratus


dua belas juta empat ratus ribu rupiah)

3) Penyertaan Modal Masyarakat


Penyertaan modal masyarakat sebesar Rp. 0.- (NOL Rupiah)
BAB II
EVALUASI KINERJA TAHUN SEBELUMNYA

Berikut adalah BAB II EVALUASI KINERJA TAHUN SEBELUMNYA dalam bentuk


general yang bisa digunakan oleh semua BUM Desa:

BAB II

EVALUASI KINERJA TAHUN SEBELUMNYA

A. Kondisi Internal
1. Kondisi Sumber Daya Manusia
BUM Desa telah menjalankan kegiatan operasional dengan dukungan
sumber daya manusia yang terdiri dari pengurus inti (Direktur,
Sekretaris, dan Bendahara) serta kepala dan staf unit usaha.
Secara kuantitas, jumlah SDM relatif mencukupi untuk mengelola
kegiatan usaha yang ada. Namun, secara kualitas, sebagian besar SDM
masih membutuhkan peningkatan kapasitas dan pelatihan
berkelanjutan dalam bidang manajerial, administrasi, serta pengelolaan
usaha.
Tingkat kedisiplinan dan tanggung jawab pegawai cukup baik, namun
masih perlu penguatan dalam aspek inovasi dan keterlibatan aktif
dalam pengembangan unit usaha.
2. Perkembangan Usaha BUM Desa dan Unit Usaha BUM Desa
Perkembangan Unit Usaha A
Unit usaha ini menunjukkan tren perkembangan positif, ditandai dengan
meningkatnya pendapatan dan jangkauan layanan. Pengelolaan
operasional berjalan sesuai rencana kerja, meskipun masih terdapat
kendala dalam hal pemasaran dan efisiensi biaya produksi.
Perkembangan Unit Usaha B
Unit usaha ini masih berada pada tahap penguatan kelembagaan dan
pemasaran. Beberapa upaya telah dilakukan untuk meningkatkan
kualitas produk/jasa serta menjalin kemitraan strategis. Kinerja
keuangan belum stabil dan memerlukan strategi pengembangan yang
lebih tepat.
Perkembangan Unit Usaha C
Unit usaha ini mengalami stagnasi akibat berbagai kendala seperti
keterbatasan modal, SDM, serta belum maksimalnya pemanfaatan
potensi lokal. Namun, rencana revitalisasi usaha sedang disusun untuk
meningkatkan produktivitas dan nilai tambah usaha.
3. Progres Kerja Sama Usaha dan Kerja Sama Non-Usaha
BUM Desa telah menjalin beberapa kerja sama usaha dengan pihak
ketiga, seperti pelaku usaha lokal, koperasi, atau pihak swasta dalam
bentuk kemitraan dagang dan pemasaran.
Di samping itu, kerja sama non-usaha juga dijalankan dengan lembaga
pemerintahan, akademisi, dan masyarakat dalam rangka peningkatan
kapasitas, promosi, serta pemberdayaan masyarakat.
Evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar kerja sama berjalan
efektif, meskipun masih diperlukan perbaikan dalam aspek legalitas dan
keberlanjutan kerja sama.
4. Kondisi Keuangan
Secara umum, kondisi keuangan BUM Desa selama tahun sebelumnya
menunjukkan kestabilan. Permodalan masih bersumber utama dari
penyertaan modal desa, dan belum sepenuhnya ditopang oleh
pendapatan usaha.
Posisi utang dan piutang dalam batas wajar, namun perlu dikelola lebih
sistematis melalui pembukuan yang tertib.
Laba usaha menunjukkan kecenderungan meningkat, terutama dari
unit-unit usaha yang aktif. Aset BUM Desa mengalami pertumbuhan
seiring dengan pembelian atau pengadaan barang modal dan
pengembangan infrastruktur usaha.

A. Kondisi Eksternal

Berikut adalah versi global dan umum dari subbab Kondisi Eksternal dalam format yang bisa
digunakan oleh semua BUM Desa, termasuk tabel dan uraian naratif sebagai panduan pengisian:

A. Kondisi Eksternal
1. Tantangan Usaha
No Tantangan Usaha Kondisi Harapan Strategi Menghadapi Tantangan

Minimnya akses pasar Terbukanya akses pasar tetap dan Menjalin kemitraan dengan
1
yang stabil luas distributor atau platform digital

Persaingan dengan BUM Desa menjadi pilihan utama Inovasi produk/jasa dan branding
2
pelaku usaha luar desa masyarakat lokal

Keterbatasan modal Tersedianya sumber pembiayaan Mengakses pembiayaan dari


3
usaha yang memadai pemerintah/mitra usaha

Fluktuasi harga Harga lebih stabil dan Diversifikasi produk dan


4
komoditas menguntungkan bagi BUM Desa pengelolaan stok

Rendahnya literasi digital Pengelola mampu memanfaatkan Pelatihan dan pendampingan


5
pengelola teknologi informasi secara optimal teknologi informasi

Uraian:

Tantangan usaha yang dihadapi oleh BUM Desa secara umum mencakup akses pasar yang
terbatas, ketergantungan pada pihak luar, keterbatasan modal, serta rendahnya kapasitas SDM
dalam pengelolaan usaha. Untuk itu, BUM Desa perlu menyusun strategi menghadapi tantangan
dengan memperkuat kelembagaan, menjalin jejaring kemitraan, dan meningkatkan kapasitas
pengelolaan usaha.

2. Potensi
No Potensi Kondisi Harapan Strategi Memanfaatkan Potensi

Dikelola optimal menjadi Pengembangan unit usaha berbasis


1 Sumber daya alam desa
produk unggulan sumber daya lokal

Ketersediaan tenaga kerja Terlibat aktif dalam


2 Pemberdayaan dan pelatihan kerja
lokal pengelolaan usaha BUM Desa

Diangkat menjadi identitas dan Pengembangan usaha wisata atau


3 Tradisi atau budaya lokal
daya tarik usaha produk budaya

Dukungan Pemerintah Desa BUM Desa menjadi motor Pelibatan masyarakat dalam
4
dan masyarakat ekonomi desa perencanaan dan evaluasi usaha

Menjadi pusat distribusi atau Kerja sama antardesa atau


5 Letak geografis strategis
tujuan wisata lokal antarwilayah

Uraian:

Potensi desa sangat beragam, mulai dari sumber daya alam, budaya, hingga posisi strategis desa.
Potensi ini menjadi modal utama bagi BUM Desa untuk tumbuh. Pemanfaatan potensi perlu
dirancang dalam bentuk usaha yang realistis dan dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi
desa.

3. Peluang
No Peluang Kondisi Harapan Strategi Memanfaatkan Peluang

Dukungan kebijakan nasional Tumbuhnya usaha baru yang Memanfaatkan program pemerintah
1
terhadap BUM Desa didukung regulasi dan sinergi lintas sektor

Tren konsumsi produk lokal Meningkatnya permintaan Fokus pada produksi berkualitas dan
2
dan organik produk desa pemasaran yang efektif

Perkembangan teknologi digital Digitalisasi sistem usaha BUM Pemanfaatan platform digital untuk
3
dan e-commerce Desa pemasaran dan transaksi

Kerja sama dengan sektor Investasi dan kolaborasi Membuat proposal bisnis dan
4
swasta usaha promosi usaha

Wisata berbasis alam dan Menarik wisatawan dan Pengembangan paket wisata terpadu
5
budaya pendapatan baru dan promosi digital

Uraian:

Peluang usaha bagi BUM Desa semakin terbuka dengan perkembangan teknologi, perubahan
pola konsumsi, serta dukungan dari berbagai pihak. BUM Desa perlu sigap dalam menangkap
peluang ini dengan cara membangun jejaring dan menyesuaikan model usaha yang adaptif.
4. Prospek Usaha
Strategi Memanfaatkan Prospek
No Prospek Usaha Kondisi Harapan
Usaha

Unit usaha pertanian Memberikan pendapatan Modernisasi pertanian dan hilirisasi


1
terpadu berkelanjutan produk

Usaha perdagangan hasil Meningkatkan pendapatan Sistem pembelian langsung dari


2
bumi masyarakat dan BUM Desa petani dengan harga adil

Usaha simpan pinjam atau Menjadi solusi pembiayaan Penguatan sistem manajemen dan
3
keuangan mikro masyarakat desa akuntabilitas

Menjadi destinasi wisata Kolaborasi dengan pelaku pariwisata


4 Wisata desa dan homestay
unggulan dan pengelolaan profesional

Usaha jasa konstruksi atau Menjadi penyedia layanan Penguatan legalitas dan kemitraan
5
pengelolaan air bersih publik yang berkelanjutan dengan pemerintah daerah

Uraian:

Prospek usaha BUM Desa sangat terbuka, terutama jika mampu melihat kebutuhan masyarakat
dan tren pembangunan desa. Dengan pengelolaan yang profesional dan strategi yang terukur,
BUM Desa dapat menjadi penggerak ekonomi desa dalam jangka panjang.
BAB III
RENCANA KERJA
A. Sasaran Perusahaan
Sasaran perusahaan secara garis besar adalah menjadikan BUM Desa
… sebagai perusahaan yang sehat dan memiliki kredibilitas tinggi dengan
dukungan modal, sumber daya manusia dan budaya perusahaan yang kokoh.
Disamping itu juga melakukan optimalisasi sumber daya yang dimiliki agar
BUM Desa memberikan kepuasan kepada semua stakeholder. (deskripsi bisa
disesuaikan dengan sasaran dan target yang diharapkan)
Sasaran Kinerja/Absolut target Tahun 2026 sesuai sesuai dengan hasil
Musyawarah Desa Tanggal Senin 10 Februari 2025:

Indikator Kinerja Target Tahun Keterangan

Aset berupa kas, perlengkapan, kendaraan usaha,


Total Aset Rp 250 juta
dll.
Total Ekuitas Rp 180 juta Modal bersih setelah dikurangi kewajiban
Laba Bersih Tahun Target keuntungan setelah dikurangi biaya
Rp 30 juta
Berjalan operasional
Capital Expenditure Belanja modal untuk pengadaan aset tetap dan
Rp 50 juta
(CapEx) pengembangan unit usaha
Kontribusi terhadap Kontribusi keuntungan yang disetorkan ke
Rp 10 juta
PADes Pendapatan Asli Desa

B. Strategi dan Kebijakan

Strategi untuk Mencapai Tujuan dan Sasaran BUM Desa adalah sebagai berikut:

a. Mengembangkan unit usaha berbasis potensi lokal desa yang memiliki nilai
tambah dan peluang pasar.
b. Meningkatkan kapasitas pengelola BUM Desa melalui pelatihan manajemen,
keuangan, dan pemasaran.
c. Menjalin kemitraan dengan pihak ketiga (swasta, BUMN, koperasi, dan lembaga
keuangan) untuk memperkuat jaringan usaha.
d. Memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan
promosi usaha secara digital.
e. Menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap aspek
pengelolaan usaha BUM Desa.

Kebijakan untuk Mencapai Tujuan dan Sasaran BUM Desa adalah sebagai berikut:

a. Menetapkan jenis usaha yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat
desa secara partisipatif.
b. Menyusun rencana kerja tahunan dan anggaran berbasis hasil musyawarah desa
dan prinsip kelayakan usaha.
c. Mengalokasikan laba usaha untuk pengembangan usaha, cadangan, dan kontribusi
kepada Pendapatan Asli Desa (PADes).
d. Mengatur sistem pengelolaan keuangan dan pelaporan secara tertib, periodik, dan
dapat diakses oleh masyarakat.
e. Mengedepankan keberlanjutan usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat
desa sebagai arah kebijakan utama.
C. Rencana Kerja
a) Matrik Rencana Kerja
Program/Kegiatan Tahun …
Alokasi Anggaran Waktu
No Program/Kegiatan Sumber Dana Output Indikator Keberhasilan
(Rp.) Pelaksanaan

Pengembangan Unit Usaha Dagang Penyertaan Modal Tersedianya toko BUMDes yang aktif Toko beroperasi dan transaksi rutin Januari –
1 40.000.000
(Sembako) Desa melayani warga per minggu Desember

Penyertaan Modal ≥10 penerima manfaat, tingkat Februari –


2 Usaha Simpan Pinjam Skala Mikro 30.000.000 Dana bergulir untuk masyarakat
Desa pengembalian ≥90% Desember

Pelatihan Pengelola dan Penyusunan Peningkatan kapasitas SDM pengelola


3 10.000.000 PADes / Hibah Terlaksana dan ada dokumen SOP Maret – April
SOP BUMDes

Kemitraan / Media sosial & marketplace aktif Akun aktif & jumlah pesanan
4 Digitalisasi Pemasaran Produk Desa 20.000.000 Mei – Oktober
Bantuan digunakan meningkat

Pembelian Alat Penyertaan Modal Alat pendukung usaha dimiliki dan Alat digunakan dan meningkatkan
5 25.000.000 Juni – Agustus
Produksi/Perdagangan Desa dimanfaatkan produktivitas

Promosi dan Branding Produk Kemasan produk, spanduk, brosur Produk dikenal luas di tingkat desa-
6 15.000.000 PADes / Sponsor Agustus – Oktober
Unggulan Desa tersedia kecamatan

Kontribusi PADes dari Usaha BUM Dari hasil usaha Transfer ke PADes tercatat dan
7 - Dana masuk ke rekening kas desa Desember
Desa BUMDes diverifikasi

Catatan:

 Alokasi anggaran bisa disesuaikan dengan skala dan jenis usaha BUM Desa.
 Sumber dana dapat berasal dari: penyertaan modal desa, hibah, kemitraan, atau hasil usaha BUM Desa.
 Output dan indikator keberhasilan harus bisa diverifikasi secara langsung (nyata dan terukur).
 Waktu pelaksanaan disusun secara realistis berdasarkan kapasitas SDM dan kondisi lapangan.
b) Proyeksi Laba-Rugi Tahun Mendatang (Rp)
Uraian RKAP Tahun Mendatang % RKAP Terakhir % % Pertumbuhan
Penjualan 150.000.000 100% 100.000.000 100% 150%
Beban Pokok Penjualan (BPP) 90.000.000 60% 65.000.000 65% 138%
Laba Bruto 60.000.000 40% 35.000.000 35% 171%

Beban Usaha:

 Beban Administrasi dan Umum : Rp 12.000.000


 Beban Penjualan : Rp 8.000.000
 Jumlah Beban Usaha : Rp 20.000.000

Laba Usaha : Rp 40.000.000


Pendapatan/Beban Lain-lain : Rp 0
Beban Bunga : Rp 0
Laba Konsolidasi Sebelum Pajak : Rp 40.000.000
Pajak (Tahun Berjalan + Tangguhan) : Rp 3.000.000
Laba Setelah Pajak : Rp 37.000.000
Laba Komprehensif : Rp 37.000.000

c) Proyeksi Beban Pokok Penjualan Tahun Mendatang (Rp)


Uraian RKAP Tahun Mendatang RKAP Terakhir %
A. Beban Langsung Order
1. Biaya Bahan 35.000.000 25.000.000 140%
2. Biaya Transport & Packing 15.000.000 10.000.000 150%
3. Biaya Operasional Lainnya 10.000.000 8.000.000 125%
Sub Total A 60.000.000 43.000.000 139%
B. Beban Tetap Produksi
1. Gaji/Upah 30.000.000 22.000.000 136%
Total BPP 90.000.000 65.000.000 138%
d) Proyeksi Neraca Tahun Mendatang (Rp)
Aset
Uraian RKAP Tahun Mendatang RKAP Terakhir
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 20.000.000 15.000.000
Piutang Usaha 10.000.000 8.000.000
Persediaan 30.000.000 20.000.000
Jumlah Aset Lancar 60.000.000 43.000.000
Aset Tidak Lancar
| Aset Tetap (Alat, Kendaraan) | 75.000.000 | 60.000.000 |
| Jumlah Aset Tidak Lancar | 75.000.000 | 60.000.000 |
Total Aset: Rp 135.000.000

Liabilitas dan Ekuitas


Uraian RKAP Tahun Mendatang RKAP Terakhir

Liabilitas Jangka Pendek

Utang Usaha 15.000.000 10.000.000


Uraian RKAP Tahun Mendatang RKAP Terakhir

Beban yang masih harus dibayar 5.000.000 3.000.000

Jumlah Liabilitas 20.000.000 13.000.000

| Ekuitas | | |
| Penyertaan Modal Desa | 150.000.000 | 150.000.000 |
| Akumulasi Laba/Defisit | (35.000.000) | (20.000.000) |
| Jumlah Ekuitas | 115.000.000 | 130.000.000 |

Jumlah Liabilitas dan Ekuitas: Rp 135.000.000

e) Proyeksi Arus Kas Tahun Mendatang (Rp)


Uraian RKAP Tahun Mendatang RKAP Terakhir

Saldo Awal Kas 15.000.000 10.000.000

Aktivitas Operasi:

 Penerimaan : Rp 150.000.000
 Pengeluaran : Rp 130.000.000
 Surplus Operasional : Rp 20.000.000

Aktivitas Investasi:

 Pengeluaran Aset Tetap : Rp 15.000.000


 Defisit Investasi : Rp 15.000.000

Aktivitas Pendanaan:

 Penerimaan tambahan modal : Rp 10.000.000


 Pengeluaran utang lama : Rp 5.000.000
 Surplus Pendanaan : Rp 5.000.000

Saldo Akhir Kas : Rp 25.000.000

f) Proyeksi Investasi dan Sumber Pembiayaan Tahun Mendatang (Rp)


Uraian RKAP Tahun Mendatang RKAP Terakhir
I. Aset Tetap Berwujud
Mesin dan Peralatan 10.000.000 5.000.000
Kendaraan 5.000.000 -
Total Investasi 15.000.000 5.000.000

Sumber Dana:

 Laba ditahan: Rp 5.000.000


 Penyertaan tambahan: Rp 10.000.000
g) Proyeksi Tingkat Kesehatan BUM Desa
Aspek Nilai Maks RKAP Tahun Mendatang Skor

I. Keuangan

ROE (%) 10 24% 4

ROI (%) 10 26% 4

TMS/TA (%) 10 20% 3

Subtotal Keuangan 30 11

II. Operasional

Kapasitas Produksi (%) 10 80% 4

Permintaan (%) 10 150% 5

Subtotal Operasional 20 9

III. Administrasi

Laporan lengkap & tepat waktu 10 Ya 4

RKAP disusun 10 Ya 3

Subtotal Admin 20 7

Total Skor: 27 (dari 70) — Kategori: Cukup Sehat


BAB V

RENCANA KERJA SAMA

A. Rencana Kerja Sama Usaha

Rencana kerja sama usaha bertujuan untuk memperluas jaringan usaha, memperkuat kapasitas
produksi dan distribusi, serta meningkatkan nilai tambah dan pendapatan BUM Desa. Kerja sama
usaha ini dapat dilakukan dengan pelaku usaha lokal, koperasi, UMKM, atau pihak ketiga
lainnya.

1. Pihak-Pihak
Pihak BUM Desa Mitra Usaha
Kewajiban 1. Menyediakan lokasi usaha. 1. Menyediakan modal kerja dan teknis usaha.
2. Memfasilitasi perizinan lokal. 2. Menjalankan operasional harian usaha.
3. Melaporkan perkembangan usaha secara
3. Mengawasi dan mengevaluasi usaha.
berkala.
Hak 1. Mendapatkan bagian hasil usaha. 1. Memanfaatkan fasilitas milik desa.
2. Menerima laporan usaha berkala. 2. Mendapatkan bagian hasil sesuai perjanjian.
3. Melibatkan warga lokal sebagai tenaga 3. Melakukan promosi dan pengembangan
kerja. usaha.

2. Sumber Daya yang Dikerjasamakan


Kedudukan
Sumber Daya Lokasi Peruntukan dalam Kerja Sama
Hukum/Kepemilikan
Tanah kas desa seluas
Dusun RT 02 Milik desa Lokasi toko/unit usaha bersama
200 m²
Bangunan semi Gudang penyimpanan dan
RT 03/RW 01 Aset BUM Desa
permanen 1 unit pengepakan barang
Mesin penggiling padi 1 Kantor BUM Usaha pengolahan hasil pertanian
Hibah pemerintah desa
unit Desa warga

3. Besaran Investasi
No Kebutuhan Biaya Peruntukan Pihak yang Menanggung Biaya
1 Rp15.000.000 Renovasi bangunan usaha BUM Desa

2 Rp25.000.000 Pembelian bahan awal Mitra Usaha

3 Rp10.000.000 Pelatihan dan peralatan pendukung BUM Desa & Mitra (patungan)

Total Rp50.000.000

4. Bentuk Kerja Sama

Dipilih sesuai kebutuhan dan kesepakatan para pihak, antara lain:


☑ Sewa-menyewa
☑ Kerja sama pemanfaatan
☐ Bangun guna serah
☐ Bangun serah guna
☐ Pengembangan layanan atau fitur usaha
5. Proyeksi Keuangan dan Pembagian Hasil Usaha
Uraian Nilai (Rp) Keterangan

Proyeksi Omzet Tahunan Rp120.000.000 Dari penjualan produk/layanan

Biaya Operasional Rp80.000.000 Termasuk bahan baku, gaji, operasional

Laba Bersih Rp40.000.000 Setelah biaya

Pembagian Hasil Usaha 60% Mitra / 40% BUM Desa Sesuai perjanjian kerja sama

B. Rencana Kerja Sama Non-Usaha

Rencana kerja sama non-usaha bertujuan untuk mendukung penguatan kapasitas masyarakat,
transfer teknologi, edukasi, dan program sosial yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup
warga desa.

6. Pihak-Pihak
Pihak BUM Desa Mitra Non-Usaha (Contoh: LSM EduDesa)

Kewajiban 1. Menyediakan tempat kegiatan pelatihan. 1. Menyusun modul dan fasilitator pelatihan.

2. Mengundang peserta dari masyarakat. 2. Menyediakan alat peraga & bahan ajar.

3. Mendampingi pelaksanaan kegiatan. 3. Melaksanakan kegiatan sesuai jadwal.

Hak 1. Menerima hasil dokumentasi & laporan. 1. Mengakses ruang desa untuk edukasi.

2. Melibatkan perangkat desa terkait. 2. Mempublikasikan program.

7. Sumber Daya yang Dikerjasamakan


Sumber Daya Lokasi Kepemilikan Peruntukan

Balai Desa seluas 100 m² RW 03 Aset milik desa Lokasi pelatihan dan workshop

Laptop 2 unit Kantor BUMDes Aset BUM Desa Digunakan untuk pelatihan digital

8. Kebutuhan Biaya
No Kebutuhan Biaya Peruntukan Pihak yang Menanggung Biaya

1 Rp3.000.000 Konsumsi peserta pelatihan BUM Desa

2 Rp5.000.000 Penggandaan modul pelatihan LSM

3 Rp2.000.000 Transport fasilitator LSM

Total Rp10.000.000

9. Bentuk Kerja Sama Non-Usaha

☑ Peningkatan kapasitas SDM


☑ Transfer teknologi dan ilmu pengetahuan
☐ Seni dan kebudayaan
☐ Bentuk kerja sama lainnya

BAB VI
RENCANA KEGIATAN DAN KEBUTUHAN

Rencana kegiatan dan kebutuhan disusun sebelum penambahan


modal kepada BUM Desa/BUM Desa Bersama. Rencana kegiatan dan
kebutuhan serta analisis keuangan disampaikan untuk menjadi bahan
pengambilan keputusan atau persetujuan oleh musyawarah
desa/musyawarah antar desa terhadap kelayakan penambahan modal BUM
Desa/BUM Desa Bersama. Rencana kegiatan dan kebutuhan sekurang-
kurangnya berisi hal-hal berikut:
1. Usaha/Barang/Jasa yang Akan Dikembangkan
Menerangkan produk yang hendak dikembangkan secara
terperinci.
2. Kebutuhan dari Usaha/Barang/Jasa
Menjelaskan mengenai kebutuhan yang akan digunakan dalam
usaha berikut jumlah kebutuhan dan perkiraan harganya. Sebaiknya
memisahkan catatan kebutuhan peralatan pokok usaha dan kebutuhan
penunjang usaha, seperti ijin usaha, penyewaan aset, renovasi, dan
sebagainya.
3. Rencana Lokasi
Menjelaskan mengenai perencanaan lokasi usaha yang akan
dipilih berikut keunggulannya. Akan lebiih baik jika memberikan
alternatif pilihan lokasi beserta analisis keunggulannya.
4. Kebutuhan Tenaga Kerja
Menjelaskan perencanaan tenaga kerja yang dibutuhkan beserta
kriteria tenaga kerja yang diharapkan. Perlu pula diulas standar gaji
untuk tiap-tiap pekerja. Perencanaan ini berguna sebagai gambaran
perkiraan kebutuhan tenaga kerja dan perhitungan kebutuhan gaji
setiapn bulannya.
5. Analisis Persaingan Usaha
Pelaksana operasional perlu mengamati pesaing beserta
keunggulan dan kekurangannya. Kemudian, perlu diulas perencanaan
strategi agar BUM Desa memiliki keunggulan dibandingkan pesaing.
Analisis persaingan usaha ini juga disertai dengan rencana tindakan
dan perhitungan biaya dari pelaksanaan tindakan tersebut.
6. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran juga disertai perhitungan biaya pemasaran
yang dibutuhkan. Strategi pemasaran untuk usaha sebaiknya mengacu
pada:
● Strategi tempat (Place): meletakkan keunggulan pada lokasi usaha;
● Strategi harga (price): berfokus pada keunggulan harga;
● Strategi produk: mengutamakan keunggulan produk atau jasa;
● Strategi promosi: cara-cara promosi yang efektif untuk tiap-tiap
produk.
7. Perkiraan modal usaha
Menjelaskan perkiraan kebutuhan modal usaha, modal investasi
dan modal kerja secara terperinci.
8. Perkiraan perhitungan keuntungan usaha
● Penentuan Harga Pokok Penjualan (HPP)
● Penentuan Harga Jual
● Perkiraan Laba Kotor
● Perkiraan Laba Bersih
9. Alokasi Laba Usaha
Alokasi laba akan berbeda setiap bulannya bergantung pada
pemasukan, tetapi persentase alokasinya sama. Persentase alokasi
tidak selalu baku karena disesuaikan dengan kebutuhan pemilik usaha.
10. Perkiraan Return on Investment
Secara sederhana, Return on Investment (ROI) adalah laba atas
investasi yang dihitung berdasarkan hasil pembagian dari pendapatan
yang dihasilkan dengan besaran modal yang ditanam. Dengan kata
lain, ROI juga berarti uang yang diperoleh atau hilang pada suatu
investasi.
Dalam hal ini, investasi dapat mengacu pada modal, aset, serta
anggaran biaya investasi. Yang perlu diperhatikan adalah apabila ROI
bernilai negatif, maka investasi tersebut harus dipertimbangkan
kembali sebab bernilai kerugian. Sebaliknya, ROI bernilai positif adalah
yang memberikan keuntungan dalam bisnis Anda.
11. Kesimpulan tentang usaha
Berisi narasi tentang usaha dan target-target yang ingin dicapai
oleh setiap tahun.
Proyeksi Laba Rugi Konsolidasi
Uraian RKAP Tahun Mendatang RKAP Terakhir Selisih % Pertumbuhan

Penjualan [Link] [Link] 296.500.000 24,0%

Pendapatan Usaha Lain 32.500.000 34.000.000 (1.500.000) -4,4%

Total Pendapatan Usaha [Link] [Link] 298.000.000 24,8%

Beban Pokok Usaha [Link] 820.000.000 223.000.000 27,2%

Laba Kotor 455.000.000 380.000.000 75.000.000 19,74%

Beban Usaha 191.000.000 147.000.000 44.000.000 29,93%

Beban Administrasi dan Umum 104.000.000 97.400.000 6.600.000 6,78%

Beban Penjualan 295.000.000 244.400.000 50.600.000 20,70%

Beban Pajak 160.000.000 135.600.000 24.400.000 17,99%

Proyeksi Arus Kas


Uraian RKAP Tahun Mendatang RKAP Terakhir Selisih % Perubahan

Arus Kas Bersih Usaha [Link] [Link] (91.000.000) -7,4%

Aktivitas Investasi:
Kategori RKAP Mendatang RKAP Terakhir Selisih %

Investasi Aset Tetap 210.000.000 243.000.000 (33.000.000) -13,58%

Investasi Aset Tidak Berwujud 100.000.000 200.000.000 (100.000.000) -50,00%

Total Investasi 310.000.000 443.000.000 (133.000.000) -30,02%

Saldo Kas Akhir:


Saldo Kas Akhir RKAP Tahun Mendatang RKAP Terakhir Selisih %

829.500.000 787.500.000 42.000.000 5,33%

Proyeksi Struktur Pembiayaan & Realisasi Investasi

Komposisi Investasi Berdasarkan Sumber Dana


Sumber Dana RKAP Tahun Mendatang % RKAP Terakhir %

Penyertaan Modal Desa 550.000.000 48,27% 533.000.000 47,95%

Laba Ditahan 95.000.000 8,34% 117.500.000 10,57%

Pinjaman/Perbankan 444.500.000 39,01% 411.000.000 36,98%

Lain-lain 50.000.000 4,39% 50.000.000 4,50%


Sumber Dana RKAP Tahun Mendatang % RKAP Terakhir %

Total [Link] 100,00% [Link] 100,00%

Rencana Investasi (Berdasarkan Jenis Aset)


Jenis Aset RKAP Tahun Mendatang % RKAP Terakhir %

Aset Tetap Berwujud 210.000.000 18,43% 243.000.000 21,86%

Aset Tidak Berwujud 100.000.000 8,78% 200.000.000 17,99%

Total Investasi 310.000.000 27,20% 443.000.000 39,86%

Kesimpulan Akhir
Keterangan RKAP Tahun Mendatang RKAP Terakhir % terhadap Total Pendanaan

Total Modal Aktif 829.500.000 668.500.000 72,80% → 60,14%

CIKEUSAL Senin 10 Februari


2025
Direktur BUM Desa CIKEUSAL

NURHASAN
Menyetujui:
Penasihat, Pengawas,

RAHMAT ALI, [Link]. ETEP SUNARYA, [Link].


BERITA ACARA
MUSYAWARAH DESA ….
TENTANG
PENETAPAN RENCANA PROGRAM KERJA BUM DESA

Berkaitan dengan penetapan program kerja BUM Desa Cipta Karya


Mandiri di Desa CIKEUSAL Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten/Kota
Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat pada:
Hari dan Tanggal : Rabu, 13 Februari
Jam : 10
Tempat : Cikeusal

Telah diadakan kegiatan Musyawarah Desa, yang telah dihadiri oleh


wakil-wakil kelompok, wakil dusun dan tokoh masyarakat, serta unsur lain
yang terkait di Desa sebagaimana tercantum dalam daftar hadir terlampir.
Pimpinan Musawarah : Etep Sunarya, [Link].

Notulen : Rahmat, [Link].

Setelah dilakukan pembahasan dan diskusi, selanjutnya seluruh


peserta Musyawarah Desa menyepakati beberapa hal yang berketetapan
menjadi kesepakatan akhir dari musyawarah yaitu Menetapkan Rencana
Program Kerja BUM Desa Cipta Karya Mandiri 2025-2029
Keputusan diambil secara musyawarah mufakat.
Demikian berita acara ini dibuat dan disahkan dengan penuh
tanggungjawab agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
CIKEUSAL, Tanggal Rabu, 13 Februari
Ketua BPD Kepala Desa

Etep Sunarya, [Link]. RAHMAT ALI, [Link].

Wakil Masyarakat

Ajat Sudrajat

Anda mungkin juga menyukai