0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan8 halaman

Pengenalan Dasar Keyboard Musik

Diunggah oleh

gorgaben.sianturi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan8 halaman

Pengenalan Dasar Keyboard Musik

Diunggah oleh

gorgaben.sianturi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A. PENGENALAN KEYBOARD B.

KEYBOARD READING
Keyboard merupakan jenis alat musik yang menggunakan papan Keyboard reading adalah mengidentifikasi nama dan letak setiap
tuts dan bertenaga listrik. Cara memainkannya dengan menekan bilah- tuts nada secara tertentu maupun keseluruhan sesuai pertangganadaan
bilah (tuts) nada yang berada pada papan/tuts. melodi lagu yang dimainkan.
Umumnya penyebutan keyboard Papan tuts tampak seperti
dikaitkan dengan merk dan jenis alat deretan tuts nada yang
yang sisesuaikan dengan penamaan dan tersusun dalam kombinasi
series tipenya. Misalnya, PSR-SX 700 warna putih dan hitam. Urutan
pada jenis keyboard merek Yamaha dan tuts nada dimulai dari tuts C
RD-800 pada jenis keyboard merk atau Do, yaitu tuts putih yang
Roland. terletak di sebelah kiri
Dibandingkan dengan instrumen kelompok dua tuts hitam.
musik konvensional lainnya, keyboard
memiliki kesamaan dengan alat Keyboard merek Yamaha,tipe seris PSR-SX700
Tuts setelah tuts C (Do) adalah tuts D (re), E (mi), F (fa), G (sol), A
instrumen lainnya seperti organ dan (La), B (si) kemudian kembali ke tuts C (Do) dengan octave yang lebih
piano digital, yaitu memiliki jangkauan rentang yang luas, keragaman suara tinggi. Urutan Nada C, D, E, F, G, A, B atau dalam not angka disebut: 1
instrumen musik dan kelengkapan fitur rhythm machine atau sering disebut (Do), 2 (Re), 3 (Mi), 4 (Fa), 5 (Sol), 6 (La), 7 (Si), і (Do) merupakan jenis
dengan fitur Style yang dapat mengeluarkan suara permainan drum dan tangga nada Diatonis Mayor.
perkusi.
Keyboard memiliki papan tuts
yang dilengkapi dengan split point
yang berfungsi sebagai batas
pemisah wilayah tuts melodi dengan
tuts pengiring (akompanimen) atau
yang sering disebut tombol ACMP
Umumnya tuts pada LEFT digunakan
untuk memainkan akor maupun Bass Kemudian untuk tuts hitam biasanya disebut nada pertinggian atau
sebuah lagu. perendahan yang digunakan dalam jenis tangga nada Kromatis.
Sedangkan tuts MAIN/LAYER Tanda tangga nada kromatis dibagi menjadi dua tanda dalam
berfungsi untuk memainkan melodi sebuah lagu. penggunaannya. Yang pertama ditandai dengan tanda (#) yang disebut
tanda sharp atau tanda “kres” dalam penyebutan di Indonesia. Yang kedua
ditandai dengan tanda (♭) yang disebut tanda flat atau tanda “mol” dalam
penyebutannya di Indonesia.
Tangga nada merupakan kumpulan nada-nada dalam satu oktaf
Nada sharp/kress (#) penamaannya nada (delapan nada) yang terdiri dari dari beberapa interval dan
diberi akhiran # atau is. Misalnya, C membentuk musik.
menjadi C# (Cis), D menjadi D# (Dis), F Tangga nada yang digunakan pada pembelajaran keyboard adalah
menjadi F# (Fis), G menjadi G# (Gis), dan A tangga nada diatonis. Tangga nada diatonis merupakan tangga nada yang
menjadi A# (Ais). terdiri dari tujuh buah nada. Tangga nada diatonis terdiri dari dua tangga
nada yaitu tangga nada mayor dan tangga nada minor. Tangga nada
mayor dan tangga nada minor adalah dua tangga nada yang sering
digunakan dalam musik. Tangga nada mayor dan minor merupakan urutan
Nada flat/mol (♭) penamaannya diberi akhiran ♭ atau es. Misalnya, nada yang terdiri dari delapan nada. Urutan delapan nada, dalam musik
D menjadi D♭ (Des), E menjadi E♭ (Es), G menjadi G♭ (Ges), A disebut oktaf. Dalam penulisan notasi musik, pola tangga nada akan ditulis
menjadi A♭ (As), dan B menjadi B♭ (Bes). urutan nada naik dan turun.
Dalam sebuah tangga nada terdapat unsur penting pembentuk
tangga nada yaitu interval. Interval merupakan jarak antar dua nada.
C. BENTUK TANGAN Interval yang digunakan sebagai pembentuk tangga nada adalah interval
Bentuk tangan sangat mempengaruhi permainan instrumen yang berjarak satu (tones) dan interval yang berjarak setengah
musik keyboard. Bentuk tangan yang baik adalah agak melengkung. Agar (semitones). Urutan interval yang digunakan pembentuk pola tangga nada.
memperoleh lengkung tangan yang baik, duduklah di kursi, letakkan Sebagai perkenalan, berikut ini adalah sebuah tangga nada
telapak tangan di paha atas, lalu tangan didorong maju ke arah lutut. diatonis mayor:
Gunakan jemari untuk meraih bagian depan tempurung lutut sehingga
bentuk (telapak) tangan menjadi agak melengkung.
Sambil tetap mempertahankan kelengkungan bentuk tangan,
angkat dan arahkan tangan ke atas papan tuts agar semua jari tepat
berada di atas papan tuts, tidak ada yang menjuntai ke bawah tuts. Dalam Tangga nada mayor diatonis selalu memiliki jarak yang tetap:
posisi yang benar, jemari dan telapak tangan menyisakan sedikit ruang 1 – 1 – ½ – 1 – 1 – 1 – ½. Jarak nada atau interval nada dari dua tuts putih
dibawah papan tuts. Sebaiknya, tidak memanjangkan kuku tangan karena yang berdekatan selalu 1 kecuali E ke F dan B ke C yaitu ½.
akan menyulitkan laju gerak jari pada tuts Kemudian, untuk pola interval pada tangga nada diatonis minor
agak berbeda dari pola interval pada tangga nada mayor. Pola interval
yang digunakan pada tangga nada diatonis minor dibagi menjadi empat
pola interval, yaitu:
1. Tangga nada minor natural
2. Tangga nada minor harmonis
3. Tangga nada minor melodis
POSISI BENAR POSISI SALAH 4. Tangga nada minor zygana
D. TANGGA NADA & INTERVAL NADA
Namun pada kesempatan ini penulis hanya fokus pada pola interval 1 tanda kromatik sampai 7 tanda kromatis. Tanda-tanda tersebut
tangga nada minor natural, yaitu: 1 – ½ - 1 – 1 – ½ - 1 – 1 merupakan cikal bakal munculnya istilah Nada Dasar.
C D E♭ F G A♭ B♭ C Berikut adalah tabel tangga nada diatonis mayor berdasarkan 7
tanda kromatis:

Hafalkan deretan dan hitungan jarak masing-masing nada tersebut


karena berguna pada saat belajar akor!

Kebanyakan orang terkadang salah kaprah, nada C selalu


diasumsikan sebagai nada Do. Nada Do tidak selalu berarti nada C, Selain tangga nada mayor, terdapat satu lagi tangga nada yang
begitupun sebaliknya. Deretan nada C-D-E-F-G-A-B-C disebut nada penting untuk diketahui yaitu tangga nada minor asli atau sering disebut
mutlak sedangkan do-re-mi-fa-sol-la-si-do disebut solmisasi. tangga nada minor saja. Tangga nada minor merupakan tangga nada
Untuk tangga nada C=Do, memang benar C adalah juga yang dimulai dengan nada 6 (la). Seperti yang sudah dibahas sebelumnya,
merupakan nada Do. Tetapi dalam tangga nada lain bisa berbeda, misal harus ada rumus tetap yang harus selalu di ingat untuk diterapkan disetiap
tangga nada D=Do, nada Do terletak pada D. Maka rumus tetap yang tangga nada minor yang ada, yaitu 1 – ½ - 1 – 1 – ½ - 1 – 1.
harus selalu diingat adalah : 1 – 1 – ½ – 1 – 1 – 1 – ½. Jadi, jika kita ingin Berikut adalah tabel tangga nada diatonis mayor berdasarkan 7 tanda
membentuk suatu tangga nada D=Do, maka bentuklah suatu tangga nada kromatis:
dimulai dari D berurutan dengan jarak tangga nada mayor.

D E F# G A B C# D

Apakah anda
nada D=Do terdapat dua nada kromatis, yaitu F# dan C#. Nada F dan C
harus dinaikkan masing-masing sebanyak ½ untuk memenuhi hitungan
jarak yang tetap pada tangga nada diatonis mayor.
Tangga nada uang mengandung tanda kromatis disebut tangga
nada kromatis, sedangkan tangga nada yang tidak mengandung tanda
kromatis disebut tangga nada natural, contohnya C=Do. Seperti yang
sudah dibahas sebelumnya, tangga nada kromatis dibagi menjadi dua
bagian, yaitu: Tanda (#) = kress/sharp dan tanda (♭) = mol/sharp yang
terdiri dari
F. AKOR
Setelah mempelajari tangga nada dan interval nada, mempelajari
akor akan terasa lebih mudah. Secara singkat, defenisi dari akor adalah
E. NADA ENHARMONIS tiga nada atau lebih yang dibunyikan secara bersamaan. Akan tetapi ada
Seperti telah dibahas sebelumnya, pada tangga nada terdapat syarat tertentu ketika tiga nada itu dibunyikan.
nada kromatis di antara beberapa diatonis natural dan didalam keyboard Jika ingin belajar musik popular (non klasik), sangatlah penting
dinyatakan dengan nama tuts hitam. Akan tetapi jika kita perhatikan lebih untuk menguasai akor/chord. Untuk pemula, sangat disarankan untuk wajib
jauh akan ada nada dengan nama yang berbeda tetapi kita membunyikan menguasai minimal 12 akor mayor dan 12 akor minor.
not yang sama. Misal nada C, jika kita naikkan setengah maka kita akan Berikut tips mudah dalam memahami akor, yaitu dengan
dapatkan nada C#, dan nada D jika diturunkan setengah, kita akan menerapkan rumus “4-3” pada akor
dapatkan nada D♭. Maka kesimpulannya kita akan menekan tuts yang Mayor dan rumus “3-4” pada akor
sama pada keyboard. Nada yang memiliki dua nama disebut dengan nada minor. Misalnya, jika kita ingin mencari
“Enharmonis”. Berikut merupakan tabel nada Enharmonis: tuts yang ditekan pada nada A Mayor,
tekan nada A pada keyboard,
berdasarkan rumus “4-3”, tambahkan
atau geser ke kanan “4 kali interval ½”
dari nada A yaitu nada C#. Kemudian,
tambahkan atau geser ke kanan “3 kali AKOR A MAYOR
interval ½” dari nada C# yaitu nada E.
Maka, tuts yang ditekan untuk nada A Mayor dari rumus “4-3” adalah
nada A - C# dan E.
Kemudian untuk akor minor, misalnya jika kita ingin mencari tuts
yang ditekan pada nada A minor tekan
nada A pada keyboard, berdasarkan
rumus “3-4”, tambahkan atau geser ke
kanan “3 kali interval ½” dari nada A
yaitu nada C. Kemudian, tambahkan
AKOR A MINOR atau geser ke kanan “4 kali interval ½”
dari nada C yaitu nada E. Maka, tuts
yang ditekan untuk nada A minor dari rumurs “3-4” adalah nada A - C dan
E.
Setelah memahami rumus interval untuk nada mayor dan minor,
berikut rangkuman dari nada yang harus dibunyikan dalam 12 akor mayor
dan minor:
1. Pola Rhythm Piano Ballad
Rhythm atau ritme atau sering disebut irama adalah pengulangan
ketukan atau bunyi berdasarkan sebuah pola tertentu yang ada dalam
musik. Ritme merupakan rangkaian gerak yang beraturan dan menjadi
unsur dasar dari sebuah musik.
Ritme pada dasarnya terbentuk dari pengulangi suatu bunyi,
panjang pendek kata dalam suatu lagu, dan pergantian tekanan kata-kata
dalam suatu syair yang ada pada sebuah lagu. Jadi, secara sederhana
ritme diartikan sebagai penentu ketukan dalam musik.
Musik ballad atau balada adalah genre yang dikenal dengan melodi
yang lambat, lirik yang emosional, dan kisah yang menyentuh hati. Genre
ini sering kali bercerita tentang cinta, kerinduan, atau kisah kehidupan,
membuatnya begitu dekat dengan perasaan banyak pendengar.
Berikut contoh penerapan kode interval kedalam beberapa jenis
G. POLA RHYTHM PIANO LEFT HAND pola rhythm/ritme ballad bagian 1:
Setelah mengetahui letak nada yang dimainkan dari masing-masing
nada mayor dan minor, berikut akan dijelaskan kode yang di butuhkan
untuk memainkan pola rhythm piano pada setiap akor untuk tangan kiri:

Nb: Kode (2) adalah nada yang intervalnya 2 x ½ dari nada dasar akor.
Keterangan : Posisikan jari kelingking sebagai kode (1); posisikan jari
telunjuk sebagai kode (3) dan jari jempol sebagi kode (5). Ingat!
Kode yang dimaksud bukanlah melodi yang diterapkan dalam solmisasi.
2. Pola Rhythm Medium & Cepat

H. PENGELOMPOKAN JARI & PENJARIAN (FINGERING)


Penggunaan penjarian yang benar merupakan aspek dasar penting
pada pembelajaran piano. Karena aspek piano fingering penting bagi
pemula, maka sangat disarankan agar sejak awal pembelajaran piano, hal
ini diajarkan dengan benar. Bagi pemula untuk dapat memainkan tangga
nada dengan baik dan benar, maka urutan penjarian harus dihafal terlebih
dahulu.
Dalam menghafal penjarian yang benar pada latihan tangga nada
Biasanya di dalam sebuah lagu terdiri dari beberapa bagian, dibutuhkan sebuah strategi agar dapat dihafal dengan efektif dan efisien.
contoh: Bait I (verse 1); Bait II (verse 2); refrain (chorus). Jadi, pola Strategi yang digunakan adalah dengan mengelompokan penjarian yang
rythem ballad bagian 1 cocok diterapkan pada bagian Bait(verse) didalam sama pada beberapa tangga nada. Pengelompokan penjarian yang sama
sebuah lagu. Maka dari pada itu, pola rhythm ballad selanjutnya yang akan digunakan untuk mempermudah pemula dalam menghafal dan memainkan
kita bahas cocok digunakan dalam bagian refrain (chorus) pada sebuah tangga nada.
lagu Penjarian atau fingering merupakan istilah penomoran jari pada
saat bermain instrumen [Link] awal dari penggunaan jari yang tepat
adalah menghafal penjarian pada latihan tangga nada. Menghafal
LATIHAN CONTOH LAGU POLA RHYTHM BALLAD penjarian pada tangganada dimaksudkan agar dapat menemukan pola
penjarian yang benar kadan keteraturan penjarian.
Penomoran penjarian piano dilakukan ber-dasarkan urutan jari.
Terdapat lima nomor pada
penjarian piano:
- Nomor 1 adalah jari jempol
- Nomor 2 adalah jari telunjuk
- Nomor 3 adalah jari tengah
TANGAN TANGAN
KIRI KANAN - Nomor 4 adalah jari manis
- Nomor 5 adalah jari
kelingking

Penomoran jari tangan kanan dan tangan kiri menggunakan sistem


yang sama pada penjarian piano. Tangan kanan biasanya dipakai untuk
memainkan melodi. Tetapi tidak ada aturan yang baku, tekadang kita juga  Setiap birama dibatasi dengan garis lurus vertical ‘|’ dan akhir lagu
memainkan melodi atau harmoni di kedua tangan. Melodi artinya nada dinyatakan dengan dua garis ‘||’
yang terkadang merupakan lirik dari lagu yang dimainkan.  Setiap not yang tidak diberi tanda lainnya dianggap bernilai satu
hitungan
 Tanda berhenti dinyatakan dengan angka 0 (nol)
 Tinggi rendahnya nada ditandai dengan tanda titik. Titik yang
Berikut pengelompokan jari pada tuts keyboard secara 5 jari: berada di posisi atas not angka berarti nada dengan oktaf lebih
tinggi dan nada dengan titik yang berada di posisi bawah not angka
artinya nada dengan oktaf lebih rendah.
 Garis horizontal yang berada diantara dua not, membagi nilai kedua
not tersebut
 Tanda titik di belakang not tanpa tanda tambahan bernilai satu
hitungan. Nilai tersebut ditambahkan ke not sebelumnya.

I. MENGENAL NOTASI ANGKA & NILAI KETUK


Not angka merupakan bentuk sederhana dari notasi musik. Notasi
ini relative mudah dipaham dan dibaca. Akan tetapi pada praktiknya, cukup
sulit untuk mentransfer dari notasi angka ke nada mutlak.
Notasi angka selalu dinyatakan dalam angka 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 –
7 – і yang mewakili do re mi fa sol la si do. Berikut beberapa aturan dalam
penulisan not angka :
 Setiap birama bernilai atau bar bernilai 2/4, ¾, 4/4, 6/8 tergantung
jenis lagunya

Anda mungkin juga menyukai