0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan9 halaman

Penyuluhan Kesehatan tentang Asma

SAP ASMA

Diunggah oleh

anggadoyok08
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan9 halaman

Penyuluhan Kesehatan tentang Asma

SAP ASMA

Diunggah oleh

anggadoyok08
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN TENTANG ASMA

Pokok Bahasan : Kesehatan Lingkungan


Sub Pokok Bahasan : Penyakit Asma
Sasaran : Keluarga Tn S
Target : Tn S
Hari / Tanggal : Sabtu, 12 April 2014
Waktu : 09.00 – 09.30 WIB

A. LATAR BELAKANG
Berdasarkan pengkajian di keluarga Tn S, didapatkan data bahwa kesehatan
lingkungan merupakan masalah yang kurang dipahami oleh sebagian besar masyarakat
dan kurang mendapatkan perhatian. Sebagian masyarakat di desa Nania memiliki
perilaku / kebiasaan hidup sehat yang masih kurang, belum memiliki SPAL yang
memenuhi syarat kesehatan dan belum memiliki jamban keluarga.
Adanya permintaan penyuluhan kesehatan mengenai kesehatan lingkungan
merupakan momentum yang sesuai untuk menyampaikan informasi mengenai penyakit-
penyakit akibat lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan.
Berdasarkan data WHO tahun 2006, sebanyak 300 juta orang menderita asma dan
225 ribu penderita meninggal karena asma di seluruh dunia. Angka kejadian asma 80 %
terjadi di negara berkembang akibat kemiskinan, kurangnya tingkat pendidikan,
pengetahuan dan fasilitas pengobatan. Angka kematian yang disebabkan oleh penyakit
asma di seluruh dunia diperkirakan akan meningkat 20 persen untuk sepuluh tahun
mendatang, jika tidak terkontrol dengan baik. Hasil penelitian International study on
asthma and alergies in childhood pada tahun 2006, menunjukkan bahwa di Indonesia
prevalensi gejala penyakit asma meningkat dari 4,2% menjadi 5,4%. Penyakit asma tidak
dapat disembuhkan, namun dalam penggunaan obat-obat yang ada saat ini hanya
berfungsi untuk menghilangkan gejala saja.
Selama asma menyerang, saluran napas akan mengalami penyempitan dan
mengisinya dengan cairan lengket yang diproduksi oleh dinding bagian dalam yang
menyebabkan jalan udara menyempit dan mengurangi aliran keluar masuknya udara ke
paru-paru. Pada asma kambuhan sering menyebabkan gangguan seperti sulit tidur,
kelelahan, dan mengurangi tingkat aktivitas sehari-hari.
Walaupun asma merupakan penyakit yang dikenal luas oleh masyarakat, namun
penyakit ini kurang begitu dipahami, sehingga timbul anggapan dari sebagian perawat
dan masyarakat bahwa asma merupakan penyakit yang sederhana serta mudah diobati
dan pengelolaan utamanya dengan obat-obatan asma khususnya bronkodilator.
Berbagai faktor menjadi sebab dari keadaan ini yaitu adanya kekurangan dalam
hal pengetahuan tentang asma, kelaziman melakukan diagnosis yang lengkap atau
evaluasi sebelum terapi, sistematika dan pelaksanaan pengelolaan, upaya pencegahan dan
penyuluhan, serta pengelolaan asma. Untuk meningkatkanpengelolaan asma yang baik,
hal-hal tersebut di atas harus dipahami dan dicarikan pemecahannya.
Kondisi lingkungan juga sangat mempengaruhi timbulnya serangan asma,
sehingga diperlukan penatalaksanaan lingkungan. Pengaturan rumah sehat yaitu keadaan
rumah sebaiknya tidak lembab, cukup ventilasi dan cahaya matahari, saluran
pembuangan air harus lancar, kamar tidur sebaiknya
sesedikit mungkin berisi barang-barang untuk menghindari debu rumah (Husada,
2008).
Banyak penduduk Indonesia masih berpendidikan rendah sehingga pengetahuan
tentang cara hidup sehat, menjaga kebersihan diri, kebersihan makanan dan minuman
yang dikonsumsi belum diketahui dengan baik. Perilaku seseorang dapat dipengaruhi
oleh pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman sehingga hal tersebut dapat
memunculkan sikap terhadap nilai-nilai yang benar maupun salah, termasuk nilai
kesehatan (Kusnoputranto, 2003).

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan, keluarga Tn S mampu memahami tentang
penyakit asma.

2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 1 x 30 menit diharapkan warga di
desa nania dapat :
a. Memahami pengertian, tanda dan gejala dan penyebab penyakit asma.
b. Memahami pertolongan pertama bagi penderita asma.
c. Memahami cara pencegahan kekambuhan penyakit asma

C. METODE
Ceramah dan Tanya jawab
D. MEDIA
1. Leaflet
2. Lembar Balik

E. ISI MATERI
1. Pengertian, tanda dan gejala asma
2. Cara pencegahan kekambuhan asma
3. Cara pernafasan yang benar
4. Cara membuat Inhalasi manual.

F. SETTING WAKTU
Kegiatan Pemberian
Tahap Kegiatan Sasaran Media Waktu
Materi
[Link] 1. Mengucap salam [Link] salam 5menit
Oleh 2. Memperkenalkan [Link]
moderator diri Perkenalan
3. Menyiapkan [Link]
5 menit Tujuan umum dan Penjelasan moderator
tujuan Khusus
4. Apersepsi [Link]
pertanyaan yang
diberikan
2. Kerja [Link] tentang [Link] [Link] 15
Oleh Pengertian ASMA dan dengan [Link] menit
Presentator mendemonstrasikan memperhatikan Balik
cara membuat inhalasi materi yang
manual. disampaikan
30 menit oleh penyaji

[Link] [Link]
Kesempatan untuk pertanyaan dengan
bertanya. mengacungkan jari
terlebih dahulu.

[Link]
[Link] penjelasan penyaji
pertanyaan dan mencatat bila
perlu

[Link] [Link] Merasa


Reinforcement positif Senang.
[Link] [Link] [Link] dan 10menit
Materi Tentang mendengarkan
ASMA penjelasan

10 menit [Link] [Link] dan


materi mencatat bila perlu

[Link] waktu [Link] waktu


selanjutnya. yang diinginkan

[Link] dengan 4. Menjawab salam


salam

G. SETTING TEMPAT

Keterangan :
A : Penyaji
B : Sasaran
C : Penguji

H. PENGORGANISASIAN
Penyaji : Rangga Bahadar

I. EVALUASI
1. Kegiatan : jadwal, tempat, alat Bantu / media, pengorganisasian, proses penyuluhan
2. Hasil penyuluhan, memberi pertanyaan pada warga tentang :
a. Pengertian, tanda dan gejala, dan penyebab asma
b. Pencegahan kekambuhan asma
c. Cara membuat inhalasi manual
J. REFERENSI
Dainur, 1992, Materi-materi Pokok Ilmu Kesehatan Masyarakat, Widya Medika,Jakarta
Notoatmojoyo, S, 2003, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Rineka Cipta, Jakarta
Setyono, Joko; 2001, Keperawatan Medikal Medah, Salemba Medika, Jakarta
KONSEP TEORI

A. Pengertian.
Asma adalah penyakit sukar bernapas yang ditandai adanya penyempitan saluran
napas, napas mencuit-cuit atau bengek.. Asma bersifat refersibel. Asma terjadi ketika
bronchi mengalami inflamasi dan hiperresponsif. Penyakit ini menyebabkan penyempitan
pada saluran nafas sehihngga menimbulkan kesulitan bernafas.
Asma adalah penyakit obstruksi saluran peranfasana yang bersifat refersibel dan
berbeda dari obstruksi saluran peranafasan lain seperti pada penyakit empisema maupun
bromnkitis kronis yang bersifat ireversibel dan kontinyu.

B. Etiologi
Etiologi asma mungkin merupakan reaksi alergi yang sering terjadi pada pasien
dengan umur kurang dari 30 tahun. Namun, munculnya asma pada pasien dengan
menyebabkan asma antara lain yaitu beberapa bahan iritan seperti debu-debu yang
beterbangan, asap, produk pembersih atau bau. Pemicu tambahan lainnya adalah udara
dingin, infeksi saluran peranfasan atas atau bawah dan stres.

C. Paofisiologi
Patofiiologi asma diawali dengan reaksi inflamasi pada slauran peranfasan yang
memicu terjadinya perubahan patofisiologi yang berupa bronki menjadi hiperresponsif
dna terjadi bronkospasme. Sehingga mengganggu proses pertukaran udara dan ventilasi.
Kebanyakan pasien berupay mengatasi penyakit asma dengan baik. Namun begitu, pasien
yang mengidap penyakit asma perlu diangani secara serius karena reaksi asma bisa
mengarah pada gagal nafas dan akhirnya menyebabkan kematian.

D. Tanda dan Gejala


Tanda dan gejala asma meliputi batuk (krok-krok, krek-krek), dispnea, wheezing,
hiperventilasi (salah satu gejala awal), pusing-pusing, kebiruan di mulut dan sekitarnya,
perasaan yang merangsang, skait kepala, nausea, penigkatan nafas pendek, kecemasan,
diaporesis, dan kelelahan, dan gejala meningkat pada malam dan dini hari. Tingkat
keparahan dari serangan asma tergantung pada tingkat obstruksi pada saluran peranfasan,
kadar saturasi oksigen, pembawaan pola pernafasan, perubahan status mental, dna
bagaimana tanggapan penderita terhadap pernafasannya. Tanda-tanda buruk dari
perubahan status mental biasanya meliputi hal-hal berikut : kurang istirahat yang makin
meningkat kemudian diikuti dengan atau gampang [Link] orang tersebut
jatuh akibat kelelahan yang amat sangat, maka kondisi kritis ini seirng mengarah pada
aggal nafas akut. Bebrapa penderita memliki penurunan reaksi asma yang lambat. Tetapi
ada beberapa yang cepat, misalnya dalam hitungan menit. Oleh karena itu, waktu
bukanlah parameter yang etrbaik utnuk mennetukan apakah perlu memamnggil dokter
dulu atau mencari pertolongan darurat secepat mungkin. Sehingga semua indikator yang
disebutkan diatas perlu mendapatkan perhatian yang [Link] asma
terjadi karena terpapar faktor pencetus, yaitu :
1. Emosi ( keadaan sedih, banyak pikiran, kaget)
2. Cuaca ( hujan, udara dingin, udara terlalu panas)
3. Infeksi ( flu, nyeri tenggorokan)
4. Udara kotor ( asap dapur, asap rokok, asap obat nyamuk ,debu rumah, kapuk, bulu
kucing, kecoa, dll)
5. Makanan (coklat, kacang tanah, es, bumbu masak, tomat, minyak goreng, dll)

Yang terjadi pada penderita Asma :


Ada 3 hal yang terjadi pada saluran napas:
1. Otot dinding saluran napas mengerut
2. Dinding saluran napas membengkak
3. Saluran napas terisi banyak lendir

Manajemen terapeutik difokuskan pada aturan pengobatan, penyuluhan ekstensif bagi


pasien dan keluarganya mengenai penanganan penyakit asma, perubahan gaya hidup dan
terapi pernafasan. Sedangkan terapi obat yang terus dijalani meliputi bronchodilator, b-
adrenergic, pereda sakit, methylxanthines, dan kortikosteroid.

E. Cara Bernapas Yang Benar


Latihan pernafasan yaitu bernafas lambat dan berirama dengan cara yang rileks untuk
memperbaiki pertukaran udara.
Caranya :
1. Pernafasan diafragma:
a. letakan satu tangan diatas perut tepat dibawah iga dan tangan lainnya pada
tengah-tengah dada
b. Nafaslah dengan lambat dan dalam melalui hidung biarkan perut mengembang
menonjol sebesar mungkin
c. Hembuslah nafas melalui bibir yang dirapatkan sambil mengencangkan otot-otot
perut
d. Tekan dengan kuat ke arah dalam dan ke atas pada perut sambil menghembuskan
nafas
e. Ulangi selama 1 menit, diikuti dengan periode istirahat selama 2 menit
f. Lakukan selama 5 menit, beberapa kali sehari pada saat sebelum makan dan
waktu mau tidur

2. Pernafasan bibir dirapatkan :


a. Hirup nafas melalui hidung sambil menghitung sampai 3
b. Hembuslah dengan lambat dan rata melalui bibir yang dirapatkan sambil
mengencangkan otot perut, dan menghitung sampai 7
c. Dilakukan sambil duduk di kursi.

F. Cara Inhalasi Manual.


Inhalasi sederhana yaitu memberikan obat dengan cara dihirup dalam bentuk uap
ke dalam saluran pernafasan yang dilakukan dengan bahan dan cara yang sederhana serta
dapat dilakukan dalam lingkungan keluarga.
Terapi ini lebih efektif ketimbang obat oral/minum seperti tablet atau sirup. obat
oral akan melalui berbagai orgab dulu seperti ke lambung, ginjal, atau jantung sebelum
sampai ke sasarannya, yakni paru-paru. Sehingga ketika sampai paru-paru, obatnya relatif
tinggal sedikit.
Sedangkan dengan inhalasi, obat akan bekerja cepat dan langsung. Selain itu dosis
obat pada terapi inhalasi sangat kecil dan tidak memiliki efek samping ke bagian tubuh
lain.
1. INDIKASI
a. Asma akibat Bersihan jalan nafas tidak efektif
b. Batuk-pilek ringan (tidak disertai demam dan lamanya belum lebih dari 3 hari).

2. ALAT DAN BAHAN


a. Ruangan tertutup / Handuk
b. Baskom ukuran sedang
c. Obat-obatan aromatherapi seperti minyak kayu putih
d. Air panas
3. CARA KERJA
a. Persiapkan alat dan bahan
b. Campurkan minyak kayu putih dengan air panas dalam baskom dengan
perbandingan 2-3 tetes minyak kayu putih untuk 250 ml (1 gelas) air hangat.
c. Tempatkan pasien dan campuran tersebut di ruangan tertutup / pakaikan handuk
di ataskepala supaya uap tidak tercampur dengan udara bebas.
d. Hirup uap dari campuran tersebut selama ± 5-10 menit atau pasien sudah merasa
lega dengan pernafasannya.

4. KEUNTUNGAN THERAPI INHALASI SEDERHANA


a. Keuntungan dari Inhalasi sederhana anatar lain:
1.) Lebih mudah untuk dilakukan
2.) Biaya lebih terjangkau

5. KEKURANGAN THERAPI INHALASI SEDERHANA


Selain keuntungan, therapi sederhana juga memiliki kekurangan antara lain yaitu:
Kurang efektif di berikan pada balita karena uapair panas.

Anda mungkin juga menyukai