0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan7 halaman

Perjanjian Kerja Sama BOS 2025 MA NW Tembeng Putik

Perjanjian Kerja Sama ini antara Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Kurikulum dan Kepala Madrasah Aliyah NW Tembeng Putik bertujuan untuk memanfaatkan Dana Bantuan Operasional Sekolah tahun anggaran 2025 sebesar Rp 43.523.562. Para pihak sepakat untuk mengatur pelaksanaan penyaluran dan pemanfaatan dana secara efektif dan akuntabel, serta menetapkan hak dan kewajiban masing-masing pihak. Perjanjian ini berlaku hingga 31 Desember 2025 dan dapat diakhiri lebih awal berdasarkan ketentuan tertentu.

Diunggah oleh

mantepofficial836
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan7 halaman

Perjanjian Kerja Sama BOS 2025 MA NW Tembeng Putik

Perjanjian Kerja Sama ini antara Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Kurikulum dan Kepala Madrasah Aliyah NW Tembeng Putik bertujuan untuk memanfaatkan Dana Bantuan Operasional Sekolah tahun anggaran 2025 sebesar Rp 43.523.562. Para pihak sepakat untuk mengatur pelaksanaan penyaluran dan pemanfaatan dana secara efektif dan akuntabel, serta menetapkan hak dan kewajiban masing-masing pihak. Perjanjian ini berlaku hingga 31 Desember 2025 dan dapat diakhiri lebih awal berdasarkan ketentuan tertentu.

Diunggah oleh

mantepofficial836
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FORMULIR BOS-06

Perjanjian Kerja sama


(Ditandatangani oleh
Kepala Madrasah dan PPK)

PERJANJIAN KERJA SAMA


ANTARA
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
DIREKTORAT KURIKULUM, SARANA, KELEMBAGAAN DAN KESISWAAN MADRASAH
DENGAN
KEPALA MADRASAH ALIYAH NW TEMBENG PUTIK
TENTANG
PEMANFAATAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH UNTUK MADRASAH
TAHUN ANGGARAN 2025

NOMOR: B-1772/Dt.I.I/Ks.01.7/06/2025
NOMOR: 694/[Link]/TP/VI/2025

Pada hari ini Jumat tanggal Dua puluh bulan Juni tahun Dua ribu dua puluh Lima,
yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nyayu Khodijah : Pejabat Pembuat Komitmen, dalam hal ini


bertindak untuk dan atas nama Direktorat
Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama
Republik Indonesia , yang berkedudukan
diJalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta
selanjutnya disebut PIHAK KESATU.
2. Muh. Nasir, [Link] : Kepala MA NW Tembeng Putik, dalam hal ini
bertindak untuk dan atas nama MA NW
Tembeng Putik, yang berkedudukan di
Tembeng Putik, selanjutnya disebut PIHAK
KEDUA.

PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama disebut PARA PIHAK, dan
masing-masing disebut PIHAK. PARA PIHAK menerangkan terlebih dahulu bahwa
berdasarkan:
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang
Keuangan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
4. Undang-Undang Nomor 61 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-
Undang
Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2022 Tentang Perubahan Atas
Peraturan
Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 57 tahun 2021 tentang Standar Nasional
Pendidikan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 87);
7. Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan
Atas
Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah;
8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara
Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 1191)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik
Indonesia Nomor
178/PMK.05/2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor
190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Berita Negara Republik
Indonesia
Tahun 2018 Nomor
1736);
9. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme
Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian
Negara/Lembaga (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1340)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor
132/PMK.05/2021 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan
Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga;
[Link] Menteri Agama Nomor 33 Tahun 2024 tentang Organisasi dan
Tata
Kerja Kementerian
Agama;
[Link] Menteri Agama Nomor 19 Tahun 2019 tentang Organisasi Dan Tata
Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2019 Nomor 1115);
[Link] Menteri Keuangan Nomor 39 Tahun 2024 tentang Standar
Biaya
Masukan Tahun Anggaran 2025.

PARA PIHAK menyatakan bahwa:


1. PIHAK KESATU menyalurkan Dana Bantuan Operasional Sekolah pada Madrasah
(selanjutnya disingkat ”Bantuan Operasional”) kepada PIHAK KEDUA yang
bertujuan untuk membantu pembiayaan operasional penyelenggaraan
pendidikan dalam rangka peningkatan aksesibilitas dan mutu pembelajaran
siswa;
2. Dokumen-dokumen berikut merupakan satu-kesatuan dan bagian yang
tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerjasama ini:
a. Adendum Perjanjian Kerja Sama;
dan
b. Perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah
(RKAM);

PARA PIHAK sepakat dan setuju untuk menandatangani Surat Perjanjian ini dengan
ketentuan dan syarat-syarat yang tercantum dalam pasal-pasal tersebut di bawah
ini.

Pasal 1
MAKSUD DAN TUJUAN

(1) Perjanjian Kerjasama ini dimaksudkan sebagai landasan hukum


pelaksanaan kerjasama Pemanfaatan Dana Bantuan Operasional yang
bersumber dari DIPA Satker Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (426302) Tahun
Anggaran 2025 dari PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA.
(2) Perjanjian Kerjasama ini bertujuan untuk mengatur pelaksanaan Penyaluran dan
Pemanfaatan Dana Bantuan Operasional dilakukan secara lebih efektif, efisien
dan akuntabel.

Pasal 2
NILAI BANTUAN

Jumlah Bantuan Operasional yang disalurkan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK
KEDUA Untuk Triwulan II senilai Rp 43.523.562 (empat puluh tiga juta lima ratus dua
puluh tiga ribu lima ratus enam puluh dua rupiah).
Pasal 3
PEMBEBANAN DANA

Dana Bantuan Operasional ini dibebankan pada DIPA Satuan Kerja Ditjen Pendidikan
Islam (426302) Tahun Anggaran 2025 dengan kode
pembebanan
[Link].005.006.007

Pasal 4
TATA CARA PENYALURAN

(1) Penyaluran Dana Bantuan Operasional ini dilakukan melalui pengajuan Surat
Perintah Membayar (SPM) kepada KPPN IV Jakarta oleh PIHAK KESATU untuk
selanjutnya diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang ditujukan
kepada PIHAK KEDUA melalui Bank Penyalur untuk selanjutnya ditransfer kepada
Rekening PIHAK KEDUA Nomor Rekening 1180193451 Atas Nama MAS NW
Tembeng Putik
(2) Ketentuan tentang Penyaluran Dana Bantuan melalui Bank Penyalur
dituangkan
dalam Perjanjian Kerja Sama terpisah antara Pejabat Pembuat Komitmen dan
Bank
Penyalur.
(3) Pencairan pembayaran dilakukan dalam dua tahap setelah PIHAK
KEDUA
mengajukan syarat-syarat pencairan kepada PIHAK KESATU dengan
dilampiri:
a. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ)
b. Surat Permohonan Pencairan Dana BOS;
c. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM);
d. Surat Perjanjian Kerja Sama yang sudah ditandatangani PPK dan Kepala
Madrasah;
e. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTJB) (khusus pencairan Tahap
Kedua); dan
f. Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM).

Pasal 5
HAK DAN KEWAJIBAN

(1) PIHAK KESATU mempunyai hak dan kewajiban sebagai berikut:


a. PIHAK KESATU berhak melakukan monitoring penggunaan dana Bantuan
Operasional yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA;
b. PIHAK KESATU berhak meminta laporan secara periodik mengenai
penggunaan
Bantuan Operasional yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA;
c. PIHAK KESATU berkerja sama dengan Aparat Pengawas Internal Pemerintah
(Inspektorat Jenderal) dan Aparat Penegak Hukum (apabila diperlukan)
berhak mendapat laporan dan meminta keterangan PIHAK KEDUA apabila
terjadi kehilangan Dana Bantuan Operasional yang diakibatkan oleh
kelalaian/kecerobohan PIHAK KEDUA;
d. PIHAK KESATU berhak menunda dan/atau menghentikan penyaluran dan
pemberian Dana Bantuan Operasional kepada PIHAK KEDUA apabila
Penyelenggara/Yayasan dari PIHAK KEDUA mengalami
sengketa/konflik/permasalahan hukum yang belum mempunyai kekuatan
hukum tetap;
e. PIHAK KESATU dengan mempertimbangkan data jumlah siswa dan
ketersediaan anggaran berhak melakukan penambahan atau pengurangan
atas jumlah bantuan operasional yang diterima PIHAK KEDUA sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 2 sesuai dengan ketentuan perundang-undangan; dan
f. PIHAK KESATU berkewajiban menyalurkan dana Bantuan Operasional kepada
PIHAK KEDUA setelah dipenuhi syarat-syarat penyaluran dana Bantuan
Operasional;
(2) PIHAK KEDUA mempunyai hak dan kewajiban sebagai
berikut:
a. PIHAK KEDUA berhak untuk menerima dana Bantuan Operasional
sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 2 setelah persyaratan penyaluran dana
Bantuan Operasional dinyatakan lengkap oleh PIHAK KESATU;
b. PIHAK KEDUA berkewajiban menggunakan dana Bantuan Operasional sesuai
dengan Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Operasional yang ditetapkan
oleh PIHAK KESATU;
c. PIHAK KEDUA berkewajiban melaporkan penggunaan dana Bantuan
Operasional secara periodik kepada PIHAK KESATU sesuai dengan Petunjuk
Teknis Pengelolaan Bantuan Operasional yang ditetapkan oleh PIHAK KESATU;
d. PIHAK KEDUA berkewajiban menyetorkan ke Kas Negara sisa dana Bantuan
Operasional yang tidak digunakan sampai dengan minggu ketiga bulan
Desember tahun anggaran berjalan paling lambat akhir minggu kesatu bulan
Januari tahun anggaran berikutnya;
e. PIHAK KEDUA berkewajiban memberikan keterangan-keterangan yang
diperlukan untuk pengawasan/pemeriksaan yang dilakukan oleh PIHAK
KESATU dan aparat pengawas lainnya; dan
f. PIHAK KEDUA berkewajiban mengganti/mengembalikan dan menyetorkan
uang penggantian dana Bantuan Operasional yang hilang akibat
kelalaian/kecerobohan PIHAK KEDUA ke kas negara sesuai dengan Peraturan
yang ditetapkan.

Pasal 6
PERNYATAAN KESANGGUPAN

Dengan menandatangani Perjanjian ini, PIHAK KEDUA menyatakan


kesanggupan untuk:
1. menggunakan dana Bantuan Operasional sesuai dengan Petunjuk
Teknis
Pengelolaan Bantuan Operasional yang ditetapkan oleh PIHAK KESATU;
2. menyetorkan ke Kas Negara sisa dana Bantuan Operasional yang tidak
digunakan sampai dengan minggu ketiga bulan Desember tahun anggaran
berjalan paling lambat akhir minggu kesatu pada bulan Januari tahun anggaran
berikutnya.

Pasal 7
SANKSI

Dalam hal PIHAK KEDUA tidak melaksanakan sebagian atau seluruhnya isi perjanjian
ini, PIHAK KESATU akan mengenakan Sanksi berupa sanksi administratif sampai
dengan sanksi penghentian penyaluran dana Bantuan Operasional termasuk
melaporkan kepada pihak yang berwajib apabila ditemukan unsur tindak pidana.

Pasal 8
LAPORAN BERKALA PENGGUNAAN DANA

1. PIHAK KEDUA berkewajiban melaporkan penggunaan dana Bantuan


Operasional pada Madrasah paling sedikit secara berkala per Semester kepada
PIHAK KESATU.
2. PIHAK KEDUA berkewajiban melaporkan penggunaan dana Bantuan
Operasional melalui aplikasi yang ditentukan oleh Direktorat KSKK Madrasah.
Pasal 9
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN AKHIR TAHUN

1. PIHAK KEDUA pada akhir tahun anggaran berkewajiban menyampaikan laporan


pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah pada
Madrasah Tahun Anggaran Berjalan kepada PIHAK KESATU paling lambat pada
tanggal 09 Januari Tahun Anggaran berikutnya.
2. PIHAK KEDUA pada akhir tahun anggaran berkewajiban menyampaikan laporan
pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah pada
Madrasah Tahun Anggaran 2025 kepada PIHAK KESATU melalui aplikasi yang
ditentukan oleh Direktorat KSKK Madrasah.

Pasal 10
PENGAKHIRAN PERJANJIAN KERJASAMA

(1) Perjanjian ini berakhir sampai dengan 31 Desember 2025.


(2) Surat Perjanjian dapat diakhiri oleh salah satu pihak sebelum jangka
waktu
Perjanjian berakhir atas terjadinya salah satu kondisi antara lain:
a. ada ketentuan perundang-undangan dan/atau kebijakan Pemerintah yang
tidak memungkinkan berlangsungnya Surat Perjanjian ini; dan
b. Salah satu Pihak mengakhiri Surat Perjanjian ini karena adanya Peristiwa
Wanprestasi terhadap ketentuan Hak dan Kewajiban sebagaimana
diatur pada Pasal 6 Surat Perjanjian ini.
(3) PIHAK yang berkehendak untuk mengakhiri Surat Perjanjian ini sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) b. dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Wajib memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK lainnya dalam waktu 30
(tiga puluh) hari kalender sebelum tanggal pengakhiran yang
dikehendaki;
b. Tidak menghapuskan hak, kewajiban dan tanggung jawab masing-masing
pihak yang masih harus dilakukan dan/atau diselesaikan terhadap pihak
lainnya berdasarkan ketentuan-ketentuan dalam Surat Perjanjian ini; dan
c. PARA PIHAK sepakat dan setuju untuk mengenyampingkan ketentuan Pasal
1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, sehingga pengakhiran Surat
Perjanjian dengan alasan sebagaimana diatur dalam Surat Perjanjian ini
secara sah cukup dilakukan dengan pemberitahuan tertulis dari masing-
masing pihak dan tidak memerlukan penetapan atau putusan Pengadilan.

Pasal 11
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

(1) Para Pihak berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan


secara damai semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan
Surat perjanjian ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan
pekerjaan ini. Penyelesaian secara damai dapat dilakukan melalui musyawarah
secara langsung antara PARA PIHAK atau melalui perantaraan pihak ketiga yang
disepakati oleh Para Pihak dalam bentuk mediasi.
(2) Apabila penyelesaian perselisihan tidak dapat dilakukan oleh PARA PIHAK
secara
musyawarah, PARA PIHAK menetapkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
sebagai tempat penyelesaian perselisihan.

Pasal 12
PENUTUP

(1) PARA PIHAK menyatakan telah menyetujui untuk melaksanakan perjanjian ini
sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
(2) Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) terdiri dari 2 (dua) asli bermaterai
cukup untuk PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA.
(3) Perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

UNTUK DAN ATAS NAMA DIREKTORAT UNTUK DAN ATAS NAMA


JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM MAS NW TEMBENG PUTIK

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN, KEPALA MADRASAH,

Materai 10.000

NYAYU KHODIJAH MUH. NASIR, [Link]

Anda mungkin juga menyukai