RK3K Pembangunan Gereja Kerasulan
RK3K Pembangunan Gereja Kerasulan
PAKET PEKERJAAN :
PEMBANGUNAN GEREJA KERASULAN BARU (LANJUTAN)
A. KEBIJAKAN RK3K
Kebijakan ini dibuat untuk dapat dipahami oleh seluruh karyawan dan menjadi acuan dalam
pelaksanaan seluruh kegiatan operasi perusahaan.
KETUA/ PENANGGUNG
JAWAB K3
C 1. Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko, Skala Prioritas, Pengendalian Resiko K3, dan Penanggung Jawab
Nama Perusahaan :
Paket : PEMBANGUNAN GEREJA KERASULAN BARU (LANJUTAN)
Lokasi : WAISAI DISTRIK WAISAI KOTA KAB. RAJA AMPAT
T.A : 2025
PENANGGUNG
NO URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA PENGENDALIAN RESIKO K3
JAWAB
PEKERJAAN
I
PERSIAPAN
Kecelakaan
pada saat Memakai APD
Kondisi
lalulintas Safety
Berbahaya,
pekerjaan, Pekerjaan,
Kerusakan
1 Papan Nama Proyek Tertabrak alat 1 2 2 Berhati-hati Dan
Dan 3
kerja, Tertimpa Mematuhi
Kecelakaan
alat kerja, segala aturan
Kerja
Terkena Benda dalam bekerja
Tajam.
Kecelakaan
pada saat Memakai APD
Kondisi
lalulintas Safety
Berbahaya,
pekerjaan, Pekerjaan,
Kerusakan
3 P 3 K & Peralatan Keselamatan Kerja Tertabrak alat 1 2 2 Berhati-hati Dan
Dan 3
kerja, Tertimpa Mematuhi
Kecelakaan
alat kerja, segala aturan
Kerja
Terkena Benda dalam bekerja
Tajam.
Kecelakaan
pada saat Memakai APD
Kondisi
lalulintas Safety
Berbahaya,
pekerjaan, Pekerjaan,
Kerusakan
II PEKERJAAN BETON Tertabrak alat 1 2 2 Berhati-hati Dan
Dan 3
kerja, Tertimpa Mematuhi
Kecelakaan
alat kerja, segala aturan
Kerja
Terkena Benda dalam bekerja
Tajam.
Kecelakaan
pada saat Memakai APD
Kondisi
lalulintas Safety
Berbahaya,
pekerjaan, Pekerjaan,
Pekerjaan Rabat lantai Beton Camp.1 : 3 : Kerusakan
1 Tertabrak alat 1 2 2 Berhati-hati Dan
5 t= 7 cm Dan 3
kerja, Tertimpa Mematuhi
Kecelakaan
alat kerja, segala aturan
Kerja
Terkena Benda dalam bekerja
Tajam.
Kecelakaan
pada saat Memakai APD
Kondisi
lalulintas Safety
Berbahaya,
pekerjaan, Pekerjaan,
Kerusakan
III PEKERJAAN RANGKA DAN ATAP Tertabrak alat 1 2 2 Berhati-hati Dan
Dan 3
kerja, Tertimpa Mematuhi
Kecelakaan
alat kerja, segala aturan
Kerja
Terkena Benda dalam bekerja
Tajam.
Kecelakaan
pada saat
lalulintas Memakai APD
Kondisi
pekerjaan, Safety
Berbahaya,
Terjatuh ke Pekerjaan,
Kerusakan
1 Pekerjaan Rangka Atap Baja Ringan C75 lubang, 1 2 2 Berhati-hati Dan
Dan 3
Tertabrak alat Mematuhi
Kecelakaan
kerja, Tertimpa segala aturan
Kerja
alat kerja, dalam bekerja
Terkena Benda
Tajam.
Kecelakaan
pada saat
lalulintas Memakai APD
Kondisi
pekerjaan, Safety
Berbahaya,
Terjatuh ke Pekerjaan,
Kerusakan
3 Pekerjaan Nok. Atap lubang, 1 2 2 Berhati-hati Dan
Dan 3
Tertabrak alat Mematuhi
Kecelakaan
kerja, Tertimpa segala aturan
Kerja
alat kerja, dalam bekerja
Terkena Benda
Tajam.
Kecelakaan
pada saat
lalulintas Memakai APD
Kondisi
pekerjaan, Safety
Berbahaya,
Terjatuh ke Pekerjaan,
Kerusakan
4 Pekerjaan Perbaikan Atap Bocor lubang, 1 2 2 Berhati-hati Dan
Dan 3
Tertabrak alat Mematuhi
Kecelakaan
kerja, Tertimpa segala aturan
Kerja
alat kerja, dalam bekerja
Terkena Benda
Tajam.
Kecelakaan
pada saat
lalulintas Memakai APD
Kondisi
pekerjaan, Safety
Berbahaya,
Terjatuh ke Pekerjaan,
Kerusakan
6 Pekerjaan Talang Air lubang, 1 2 2 Berhati-hati Dan
Dan 3
Tertabrak alat Mematuhi
Kecelakaan
kerja, Tertimpa segala aturan
Kerja
alat kerja, dalam bekerja
Terkena Benda
Tajam.
Kecelakaan
pada saat Memakai APD
Kondisi
lalulintas Safety
Berbahaya,
pekerjaan, Pekerjaan,
Pekerjaan Pasangan Granit Lantai 60 x 60 Kerusakan
1 Terjatuh ke 1 2 2 Berhati-hati Dan
cm Dan 3
lubang, Mematuhi
Kecelakaan
Tertabrak alat segala aturan
Kerja
kerja, Tertimpa dalam bekerja
alat kerja,
Terkena Benda
Kecelakaan
pada saat
lalulintas Memakai APD
Kondisi
pekerjaan, Safety
Berbahaya,
Terjatuh ke Pekerjaan,
Kerusakan
2 Pekerjaan Pas. Rolag bata lubang, 1 2 2 Berhati-hati Dan
Dan 3
Tertabrak alat Mematuhi
Kecelakaan
kerja, Tertimpa segala aturan
Kerja
alat kerja, dalam bekerja
Terkena Benda
Tajam.
Kecelakaan
pada saat
lalulintas Memakai APD
Kondisi
pekerjaan, Safety
Berbahaya,
Terjatuh ke Pekerjaan,
Pekerjaan Urugan Tanah Peninggi Lantai Kerusakan
3 lubang, 1 2 2 Berhati-hati Dan
Selasar Dan 3
Tertabrak alat Mematuhi
Kecelakaan
kerja, Tertimpa segala aturan
Kerja
alat kerja, dalam bekerja
Terkena Benda
Tajam.
Kecelakaan Kondisi
Memakai APD
pada saat Berbahaya, Safety
Pekerjaan Plesteran Camp. 1Pc : 4 Pp lalulintas Kerusakan
4 1 2 2 Pekerjaan,
(Selasar dan Dinding menara dalam) pekerjaan, Dan 3 Berhati-hati Dan
Terjatuh ke Kecelakaan Mematuhi
lubang, Kerja segala aturan
Tertabrak alat
5. Pekerjaan Acian
Kecelakaan
pada saat Memakai APD
Kondisi
lalulintas Safety
Berbahaya,
pekerjaan, Pekerjaan,
Kerusakan
8 Pekerjaan Interior Belakang Altar Tertabrak alat Berhati-hati
Dan 1 2 2 3
kerja, Tertimpa Dan Mematuhi
Kecelakaan
alat kerja, segala aturan
Kerja
Terkena Benda dalam bekerja
Tajam.
Kecelakaan
pada saat Memakai APD
Kondisi
lalulintas Safety
Berbahaya,
pekerjaan, Pekerjaan,
Pekerjaan Finishing Motif Belakang Altar dengan Kerusakan
9 Tertabrak alat Berhati-hati
GRC Dan 1 2 2 3
kerja, Tertimpa Dan Mematuhi
Kecelakaan
alat kerja, segala aturan
Kerja
Terkena Benda dalam bekerja
Tajam.
Kecelakaan
pada saat Memakai APD
Kondisi
lalulintas Safety
Berbahaya,
pekerjaan, Pekerjaan,
Pekerjaan Pemasangan Salib Depan Gereja (Besi Kerusakan
10 Tertabrak alat Berhati-hati
Stenlis Steel) Dan 1 2 2 3
kerja, Tertimpa Dan Mematuhi
Kecelakaan
alat kerja, segala aturan
Kerja
Terkena Benda dalam bekerja
Tajam.
Kecelakaan
pada saat Memakai APD
Kondisi
lalulintas Safety
Berbahaya,
pekerjaan, Pekerjaan,
Kerusakan
12 Pemasangan Aluminium Composite Panel (ACP) Tertabrak alat Berhati-hati
Dan 1 2 2 3
kerja, Tertimpa Dan Mematuhi
Kecelakaan
alat kerja, segala aturan
Kerja
Terkena Benda dalam bekerja
Tajam.
V PEKERJAAN PLAFOND
Kecelakaan
pada saat Memakai APD
Kondisi
lalulintas Safety
Berbahaya,
pekerjaan, Pekerjaan,
Kerusakan
1 Pekerjaan Plafond Gypsum 9 mm Tertabrak alat Berhati-hati
Dan 1 2 2 3
kerja, Tertimpa Dan Mematuhi
Kecelakaan
alat kerja, segala aturan
Kerja
Terkena Benda dalam bekerja
Tajam.
Kecelakaan
pada saat Memakai APD
Kondisi
lalulintas Safety
Berbahaya,
pekerjaan, Pekerjaan,
Pekerjaan List Plafon Profil gypsum (Dalam Kerusakan
3 Tertabrak alat Berhati-hati
Gedung) Dan 1 2 2 3
kerja, Tertimpa Dan Mematuhi
Kecelakaan
alat kerja, segala aturan
Kerja
Terkena Benda dalam bekerja
Tajam.
VI PEKERJAAN PENGECETAN
Kecelakaan
pada saat Memakai APD
Kondisi
lalulintas Safety
Berbahaya,
pekerjaan, Pekerjaan,
Kerusakan
1 Pekerjaan Cat Tembok Tertabrak alat Berhati-hati
Dan 1 2 2 3
kerja, Tertimpa Dan Mematuhi
Kecelakaan
alat kerja, segala aturan
Kerja
Terkena Benda dalam bekerja
Tajam.
Kecelakaan
pada saat Memakai APD
Kondisi
lalulintas Safety
Berbahaya,
pekerjaan, Pekerjaan,
Kerusakan
VII PEKERJAAN AKHIR Tertabrak alat Berhati-hati
Dan 1 2 2 3
kerja, Tertimpa Dan Mematuhi
Kecelakaan
alat kerja, segala aturan
Kerja
Terkena Benda dalam bekerja
Tajam.
Kecelakaan
pada saat
lalulintas Memakai APD
Kondisi
pekerjaan, Safety
Berbahaya,
Terjatuh ke Pekerjaan,
Kerusakan
1 Pekerjaan Pembersiahan Sisa Material lubang, Berhati-hati
Dan 1 2 2 3
Tertabrak alat Dan Mematuhi
Kecelakaan
kerja, Tertimpa segala aturan
Kerja
alat kerja, dalam bekerja
Terkena Benda
Tajam.
Daftar Peraturan Perundang-Undangan dan Persyaratan K3 yang wajib dipunyai dan dipenuhi
dalam melaksanakan proyek Pekerjaan Pembangunan Puskesmas Yembun
a) Undang-undang (UU)
Undang-undang yang mengatur tentang K3 adalah undang-undang tentang pekerja,
keselamatan kerja dan kesehatan. Undang-undang ini menjelaskan tentang apa yang
dimaksud dengan tempat kerja, kewajiban pimpinan tempat kerja, hak dan kewajiban
pekerja.
b) Peraturan Pemerintah (PP)
Peraturan pemerintah yang mengatur tentang aspek K3 adalah Peraturan Pemerintah
tentang keselamatan kerja terhadap radiasi dan izin pemakaian zat radioaktif dan atau
sumber radiasi lainnya serta pengangkutan zat radioaktif.
c) Keputusan Presiden (Kepres)
Keputusan presiden yang mengatur aspek K3 adalah Keputusan Presiden tentang
penyakit yang timbul karena hubungan kerja.
d) Peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh Kementrian Tenaga Kerja (Kepmenaker).
Peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh Depnaker di rumah sakit pada umumnya
menyangkut tentang syarat-syarat keselamatan kerja misalnya syarat-syarat K3 dalam
pemakaian lift, listrik, pemasangan alat pemadan api ringan (APAR), Konstruksi
bangunan, instalasi penyalur petir dan lain-lain.
e) Peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan (Permenkes)
Peraturan yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan tentang aspek K3 di rumah
sakit, lebih terkait dengan aspek kesehatan kerja daripada keselamatan kerja. Hal
tersebut sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Kementrian Kesehatan.
f) Peraturan yang dikeluarkan oleh Kementrian lainnya yang berhubungan dengan
pelaksanaan K3 di fasilitas pelayanan kesehatan, yaitu Peraturan dari Kementrian lain
adalah yang terkait dengan aspek radiasi.
• Gubernur
• Bupati/Walikota
untuk peningkatan SMK
5 Tinjauan Ulang Peningkatan Kinerja Penerapan SMK3
sasaran;
korektif;
perusahaan;
3. KEPUTUSAN PRESIDEN
Keputusan Presiden RI No. 22 Tahun 1993 Tentang Penyakit Yang Timbul karena
Hubungan Kerja. Dalam peraturan ini diatur hak pekerja kalau menderita penyakit yang
timbul karena hubungan kerja, pekerja tersebut mempunyai hak untuk mendapat jaminan
kecelakaan kerja baik pada saat masih dalam hubungan kerja maupun setelah hubungan
kerja berakhir (paling lama 3 tahun sejak hubungan kerja berakhir)
c. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.02/Men /1980 tentang
Pemeriksaan Kesehatan Kerja dalam Penyelenggaraan keselamatan Kerja. Dalam
peraturan ini diatur tentang pemeriksaan kesehatan pekerja dalam penyelenggaran
keselamatan kerja, dimana ada 3 jenis pemeriksaan yaitu pemeriksaan sebelum
bekerja, pemeriksaan berkala dan pemeriksaan khusus.
Pemeriksaan sebelum kerja
1. Pemeriksaan sebelum kerja adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan
oleh dokter sebelum seorang pekerja diterima untuk bekerja (pre
employment)
2. Tujuan agar pekerja berada dalam kondisi kesehatan yang setinggi-
tingginya, tidak mempunyai penyakit menular yang akan mengenai pekerja
lainnya dan cocok untuk pekerjaan yang akan dilakukannya sehingga
keselamatan dan kesehatan yang bersangkutan serta pekerja lainnya juga
dapat terjamin.
3. Pemeriksaan kesehatan kerja meliputi pemeriksaan fisik lengkap,
kesegaran jasmani, rontgen paru-paru dan laboratorium rutin serta
pemeriksaan lain yang dianggap perlu sesuai dengan hazard di tempat
kerja.
4. Penyusunan pedoman pemeriksaan kesehatan sebelum kerja merupakan
kewajiban pimpinan dan dokter perusahaan untuk menjamin penempatan
pekerja sesuai dengan bidang pekerjaannya.
Pemeriksaan Khusus
1. Pemeriksaan kesehatan khusus adalah pemeriksaan kesehatan yang
dilakukan oleh dokter perusahaan secara khusus terhadap pekerja tertentu
2. Tujuan untuk menilai adanya pengaruh-pengaruh dari pekerjaan tertentu
terhadap pekerja atau golongan-golongan pekerja tertentu
3. Pemeriksaan kesehatan khusus dilakukan pula terhadap :
❖ Pekerja yang telah mengalami kecelakaan atau penyakit yang
memerlukan perawatan yang lebih dari 2 (dua) minggu.
❖ Pekerja yang berusia di atas 40 tahun atau pekerja cacat, serta
pekerja muda usia yang melakukan pekerjaan tertentu
❖ Pekerja yang diduga terpajan dengan hazard khusus yang
menimbulkan gangguan kesehatan, juga perlu dilakukan
pemeriksaan khusus sesuai kebutuhan
❖ Jika ditemukan keluhan pekerja atau atas pengamatan pengawas
keselamatan dan kesehatan kerja, atau atas penilaian Pusat Bina
Hyperkes dan Keselamatan Kerja dan instansi terkait lainnya atau
atas pendapat umum di masyarakat.
Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan Setiap APAR harus diperiksa 2 (dua) kali
dalam setahun yaitu pemeriksaan dalam jangka 6 bulan dan pemeriksaan dalam
jangka 12 bulan, selain itu setiap tabung APAR perlu dilakukan percobaan secara
berkala dengan jangka waktu tidak melebihi 5 tahun guna melihat kekuatan tabung.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI no. Per-03/ Men/1982 Tentang
Pelayanan Kesehatan Kerja. Dalam peraturan ini dijelaskan bahwa merupakan kewajiban
pimpinan untuk memberikan pelayanan kesehatan kerja kepada pekerja, dapat
diselenggarakan sendiri atau mengadakan ikatan kerjasama dengan pelayanan kesehatan
kerja lain. Tugas pokok Pelayanan Kesehatan Kerja meliputi :
❖ Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan berkala dan pemeriksaan
kesehatan khusus.
❖ Pembinaan dan Pengawasan atas penyesuaian pekerjaan terhadap pekerja
❖ Pembinaan dan pengawasan lingkungan kerja
❖ Pembinaan dan pengawasan perlengkapan saniter
❖ Pembinaan dan pengawasan perlengkapan untuk kesehatan pekerja
❖ Pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit umum dan penyakit akibat kerja
❖ Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
❖ Pendidikan kesehatan untuk pekerja dan latihan untuk petugas P3K
Sejalan dengan hal tersebut maka dalam peraturan ini diatur mengenai penerima (air
terminal), penghantar turunan, pembumian, menara, bangunan yang mempunyai
antena, cerobong yang lebih tinggi dari 10 meter, pemeriksaan pengujian,
pengesahan. Oleh karena itu instalasi penyalur petir harus direncanakan, dibuat,
dipasang dan dipelihara sesuai dengan peraturan ini. Gambar rencana instalasi
penyalur petir harus mendapat pengesahan dan sertifikat dari Menteri atau pejabat
yang ditunjuknya.
g. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.05/Men/1996 tentang Sistem Manajemen
Keselamatan Kerja (SMK3)
Dalam peraturan ini dijelaskan mengenai tujuan dan sasaran system manajemen K3,
penerapan system manajemen K3, audit system manajemen K3, mekanisme
pelaksanaan audit dan sertifikasi K3. Dalam lampiran peraturan tersebut diuraikan
mengenai Pedoman Penerapan Sistem Manajemen K3 Yang terdiri dari :
❖ Komitmen dan kebijakan
• Kepemimpinan dan Komitmen menempatkan organisasi K3 pada posisi yang
dapat menentukan keputusan perusahaan.
• Setiap tingkat pimpinan dalam perusahaan harus menunjukkan komitmen
terhadap K3 sehingga penerapan SMK3 berhasil diterapkan dan
dikembangkan
• Setiap pekerja dan orang lain yang berada di tempat kerja harus berperan serta
dalam menjaga dan mengendalikan pelaksanaan K3.
❖ Tinjauan Awal Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Initial Review)
❖ Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
• Pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh pimpinan dan atau pengurus yang
memuat keseluruhan visi dan tujuan perusahaan, komitmen dan tekad
melaksanakan K3, kerangka dan program kerja yang mencakup kegiatan
perusahaan secara menyeluruh yang bersifat umum dan atau operasional.
❖ Perencanaan
• Perencanaan Identifikasi Bahaya Penilaian dan Pengendalian Risiko
• Peraturan Perundangan dan persyaratan lainnya
• Tujuan dan sasaran (SMART)
• Penetapan tujuan dan sasaran kebijakan K3 harus dikonsultasikan dengan
wakil pekerja, Ahli K3, P2K3 dan pihak lain yang terkait.
d. Keputusan Dirjen PPM & PLP No. [Link] tanggal 18 Februari 1993
tentang Persyaratan dan Petunjuk Teknis Tata Cara Penyehatan Lingkungan Rumah
Sakit
Peraturan ini merupakan Petunjuk Teknis dari Permenkes No.986/1992 tentang
Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Dalam peraturan ini dijelaskan
tentang persyaratan Kesehatan Lingkungan ruang dan bangunan serta fasilitas
sanitasi Rumah Sakit, Persyaratan Kesehatan Konstruksi Ruangan di Rumah Sakit,
Kualifikasi Tenaga di Bidang Kesehatan Lingkungan yang bekerja di rumah sakit dan
petunjuk Teknis Tata cara Pelaksanaan Penyehatan Lingkungan Rumah Sakit.
1. Sasaran K3
❖ Tidak ada kecelakaan kerja yang berdampak terjadi korban jiwa (Zero Fatal Accident)
❖ Tingkat penerapan elemen SMK3 minimal 80%
❖ Semua pekerjaan wajib memakai APD yang sesuai bahaya dan resiko pekerjaanya
masinng-masing
❖ 5R (Ringkas,Rajin,Rapi,Resik dan Rawat)
❖ Tidak ada barang yang diperlukan ditempat kerja atau lokasi pekerjaan konstruksi
❖ Semua barang mempunyai tempat yang pasti
❖ Tidak terdapat kotoran apa saja di tempat kerja
❖ Kondisi yang sudah baik terjaga tetap dari waktu ke waktu
❖ Semua orang berprilaku sesuai dengan norma kerja positif yang dikembangkan
ditempat kerja.
D. PENGENDALIAN OPERASIONAL
2) Unit proyek K3
a. Memberikan penjelasan mengenai K3
b. Mengevaluasi pelaksanaan K3 secara perodik
c. Memberikan penyuluhan / pembinaan dan pengembangan mengenai mengenai
pelaksanaan K3 did proyek
d. Konsultasi dan komunikasi K3
4) Koordinator evakuasi
a. Membantu koordinator tim tanggap darurat dalam menjalankan manajemen K3
b. Mempelajari situasi dan kondisi bila setiap saat diperlukan untuk melakukan evakuasi
c. Melaksanakan evakuasi bila terjadi keadaan darurat, kecelakaan kerja, bahaya kebakaran,
ancaman bom dan huru hara
d. Selalu mendahulukan keselamatan jiwa daripada barang
6) Koordinator P3K
a. Membantu koordinator tim tanggap darurat dalam menjalankan manajemen k3
b. Memperlajari situasi dan kondisi bila setiap saat diperlukan untuk melakukan pertolongan
pertama pada kecelakaan
c. Membuat hubungan yang baik dengan pihak terkait seperti rumah sakit, dokter dan tim
medis
d. Memberikan pertolongan pertama pada korban sesuai kondisi korban
8) Koordinator lingkungan
a. Membantu koordinator tim tanggap darurat dalam menjalankan pengendalian pencemaran
lingkungan
b. Mempelajari situasi dan kondisi bila terjadi saat diperlukan untuk melakukan pengamanan
atas terjadinya pencemaran lingkungan
c. Mengidentifikasi area-area yang rawan terhadap pencemaran lingkungan
d. Menyelidiki timbulnya pencemaran lingkungan
e. Melaporkan kepada atasan kejadian pencemaran lingkungan, baik kronologis terjadinya
pencemaran maupun kondisi akhir lingkungan
f. Siaga dan tanggap atas kondisi yang ada.
F. TINJAUAN ULANG K3
Manajemen secara rutin meninjau ulang dan terus menerus meningkatkan OHSAS/SMK3
dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja K3 secara keseluruhan.
Tinjauan ini dilakukan terhadap :
- Penerapan Kebijakan K3
- Pencapaian tujuan dan sasaran K3
- Hasil temuan audit internal
Untuk memenuhi kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan peraturan perundangan yang
berlaku, perusahaan melakukan identifikasi bahaya, penilaian resiko dan penerapan langkah
pengendalian yang berjalan.