0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan12 halaman

Laporan Bulanan RTRW Sumut Juli 2011

Laporan ini menyajikan hasil kegiatan pendampingan penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara pada bulan Juli 2011. Proses ini mencakup evaluasi dan perbaikan dokumen RTRW berdasarkan peraturan yang berlaku, serta melibatkan konsultasi publik dan masukan dari tenaga ahli. Rekomendasi dan rencana kegiatan selanjutnya juga disampaikan untuk masing-masing daerah yang terlibat.

Diunggah oleh

sirait_boyke
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan12 halaman

Laporan Bulanan RTRW Sumut Juli 2011

Laporan ini menyajikan hasil kegiatan pendampingan penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara pada bulan Juli 2011. Proses ini mencakup evaluasi dan perbaikan dokumen RTRW berdasarkan peraturan yang berlaku, serta melibatkan konsultasi publik dan masukan dari tenaga ahli. Rekomendasi dan rencana kegiatan selanjutnya juga disampaikan untuk masing-masing daerah yang terlibat.

Diunggah oleh

sirait_boyke
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Salah satu bentuk pengendalian kegiatan proyek adalah penyampaian laporan.


Laporan bulan juli ini merupakan laporan bulanan tahap keempat pekerjaan Pendampingan
Kegiatan Percepatan Penyusunan RTRW Kabupaten/Kota Di Provinsi Sumatera Utara
Tahun 2011, yang berisi laporan prosiding kegiatan.

Laporan ini kami sampaikan kepada Dinas Penataan Ruang dan Permukiman
Sumatera Utara. Harapan kami, laporan yang kami sajikan dapat memenuhi persyaratan
yang telah ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).

Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam
penyelesaian laporan ini.

Medan, agustus 2011

Konsultan Pendamping
BAB I
PENDAHULUAN

Untuk memberikan arahan pembangunan dalam jangka waktu tertentu pada provinsi,
kabupaten, dan kota, menurut Undang-undang (UU) No. 26 tahun 2001 tentang Penataan
Ruang diperlukan rencana tata ruang wilayah yang dituangkan ke dalam bentuk dokumen
Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi maupun Kabupaten /Kota. Sejalan dengan amanat UU
No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (sebelumnya UU No. 22/1999)
penyelenggaraan penataan ruang wilayah propinsi maupun kab/kota menjadi tugas dan
tanggung jawab Pemerintah Daerah. Dalam hal ini pemerintah daerah mempunyai
kewenangan yang lebih luas dalam mengatur dan mengelola wilayah, terutama dalam hal
pelaksanaan pembangunan, termasuk pelaksanaan penyusunan dan atau peninjauan
kembali Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi, Kabupaten dan Kota.

Selain mengamanatkan tentang muatan RTRW provinsi, kabupaten dan kota, UU No. 26
tahun 2007 mengamanatkan pula pada pasal 18 mengenai upaya harmonisasi substansi
RTRW kabupatn/kota melalui proses persetujuan substansi. Proses persetujuan substansi
dilakukan agar RTRW propinsi dan kabupaten/kota sesuai dengan peraturan perundang-
undangan terbaru bidang penataan ruang dan kebijakan terkait lainnya, saling
komplementer (melengkapi dan bersinergi satu dengan lainnya), serta selaras dengan
rencana tata ruang wilayah yang perbatasan dengannya.

Proses persetujuan substansi tersebut meupakan bagian dari proses penetapan rencana
Perda tentang RTRW kabupaten/kota, yang dalam UUPR diberikan ketentuan mengenai
batas waktu penyusunan/penyesuaian, yaitu pada ketentuan penutup pasal 78, yang
menyebutkan bahwa perda provinsi tentang RTRW propinsi disusun atau disesuaikan paling
lambat dalam waktu 2 tahun terhitung sejak UU diberlakukan, dan semua perda

1
kabupaten/kota tentang RTRW kabupaten /kota disusun atau disesuaikan paling lambat
dalam waktu 3 tahun terhitung sejak UU diberlakukan.

2
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

2.1 PELAKSANAAN KEGIATAN UMUM

Selama bulan juli, ada beberapa kabupaten/kota yang melaksanakan klinik tata ruang di
dinas tarukim Provinsi SUMUT yaitu :
1) Kota Sibolga
2) Kabupaten Labuhan Batu
3) Kabupaten Labuhan Batu Selatan
4) Kota Tebing Tinggi

Masing-masing kabupaten/kota berikut kondisi awalnya dijabarkan dibawah ini

1. Kondisi Awal Kota Sibolga adalah sebagai berikut :


Materi berdasarkan pada hasil penyusunan dari Kegiatan Bantuan Tekkis
TA 2010. Status penyusunan sudah pembahasan di BKPRD Provinsi dan
memperoleh rekomendasi dari Gubernur.

2. Kondisi Awal Kabupaten Labuhan Batu adalah sebagai berikut :


Materi berdasarkan pada hasil penyusunan dari Kegiatan Bantuan
Teknkis TA 2010. Status penyusunan belum melakukan Konsultasi Publik
di Kabupaten Labuhan Batu dan Konsultasi Daerah Berbatasan.

3. Kondisi Awal Kabupaten Labuhan Batu Selatan adalah sebagai berikut :


Materi berdasarkan pada hasil penyusunan dari Kegiatan Bantuan
Teknkis TA 2010. Status penyusunan belum melakukan Konsultasi Publik
di Kabupaten Labuhan Batu Selatan dan Konsultasi Daerah Berbatasan.

3
4. Kondisi Awal Kota Tebing Tinggi adalah sebagai berikut :
Materi berdasarkan pada hasil penyusunan dari Kegiatan Bantuan
Teknkis TA 2009. Status penyusunan telah melakukan Konsultasi Publik di
Kota Tebing Tinggi dan Konsultasi Daerah Berbatasan.

2.2 PELAKSANAAN KEGIATAN TENAGA AHLI


Kegiatan masing-masing tenaga ahli dalam proses pendampingan dapat dijabarkan sebagai
berikut :

1. KOTA SIBOLGA
a. PERENCANAAN
 Diawali dengan kesepahaman tentang pengaturan penyusunan RTRW Kabupaten
oleh Kepmen PU No. 16/2009
 Pembahasan revisi draft ranperda :
 Bab I :
o Perlu menambahkan beberapa dasar hukum yang terkait
o Susunan dasar hukum disesuaikan dengan urutan hirarki produk
peraturan perundangan dan tahun penetapan
o Perbaikan posisi geografis dengan menggunakan GIS
o Perbaikan bagian Potensi Rawan bencana, khususnya deliniasi
kecamatan/desa yang termasuk dalam kawasan rawan bencana banjir
o Menambahkan dan menguraikan isu strategis agar lebih terkait dan jelas
dengan domain penataang ruang

b. GIS
 Kebutuhan revisi peta-peta : perbaikan layout, perwarnaan sesuai RPP 10/2010
 Perbaikan layer peta dasar : batas administrasi kecamatan dan kelurahan, dan
garis pantai yang dipergunakan,

4
c. HUKUM
 Mengevaluasi draft ranperda yang ada agar sesuai dengan standar penyusunan
peraturan daerah dan pedoman penyusunan perda RTRW Kota
 Melakukan perbaikan konsideran yang perlu dihilangkan dan yang perlu
ditambahkan terkait penataan ruang
 Menyesuaikan tata cara penulisan legal drafting (sistematika, tata
bahasa/redaksional) sesuai dengan perubahan materi teknis
 Mendukung penyediaan data-data yang diperlukan dalam proses penyusunan

2. KABUPATEN LABUHAN BATU


a. PERENCANAAN
 Memeriksa hasil perbaikan terhadap masukan dari Pendampingan sebelumnya
 Bab III :
o Membahas sistem pusat pelayanan
o Membahas rencana sistem jaringan transportasi dan prasarana lainnya

b. GIS
 Perbaikan tematik : jaringan jalan, editing tutupan lahan dari citra satelit,
kawasan pertambangan
 Bantuan digitasi layer peta tematik : batas kawasan hutan

c. HUKUM
 Memberikan masukan perundangan yang terkait, baik berupa undang-undang,
peraturan pemerintah, peraturan menteri, keputusan menteri dan lain
sebagainya
 Memberian masukan terkait norma, standar, peraturan dan kebijakan bidang
penataan ruang
 Mendukung penyediaan data-data yang diperlukan dalam proses penyusunan

5
3. KABUPATEN LABUHAN BATU SELATAN
a. PERENCANAAN
 Lebih kepada pembahasan hasil perbaikan materi teknis dan perbaikan data
 Bab I :
o Membahas tentang kawasan rawan banjir yang perlu dideliniasi
o Membahas isu strategi pengembangan Kabupaten Labuhan Batu Selatan
 Bab III :
o rencana sistem jaringan jalan termasuk ujung jalur Susur Pantai Provinsi
Sumatera Utara di Kabupaten Labuhan Batu Selatan
o melakukan pembahasan rencana jalur KA
o membahas rencana pengembangan pelabuhan di Labuhan Bilik dan Tanjung
Sarang Elang terkait dengan hambatan pengembangan di Labuhan Bilik dan
prioritas Pengembangan di Tanjung Sarang Elang
o rencana jalur KA ke Labuhan Bilik dan ‘kemungkinan’ trase lahan di
Kabupaten Labuhan Selatan bagi rencana jalur KA dari Rantau Parapat -
Gunung Tua – Padangsidimpuan

b. GIS
 Perbaikan layer peta dasar : batas administrasi kecamatan dan desa
 Perbaikan layer peta tematik sistem jaringan transportasi
 perbaikan peta-peta : perbaikan layout, perwarnaan sesuai RPP 10/2010

c. HUKUM
 Melakukan perbaikan konsideran yang perlu dihilangkan dan yang perlu
ditambahkan terkait penataan ruang
 Menyesuaikan tata cara penulisan legal drafting (sistematika, tata
bahasa/redaksional) sesuai dengan perubahan materi teknis
 Memberikan masukan perundangan yang terkait, baik berupa undang-undang,
peraturan pemerintah, peraturan menteri, keputusan menteri dan lain
sebagainya

6
4. KOTA TEBING TINGGI
a. PERENCANAAN
 Lebih kepada pembahasan draft ranperda dan album peta
 Pembahasan penyesuaian terhadap PermenPU No. 16/2009
 Bab I :
o Menyesuaikan seluruh materi Bab I berdasarkan PermenPU No. 26/2009
o Melakukan update tahun data kepada minimal kondisi tahun 2009
o Membahas dan merumuskan isu strategi pengembangan Kabupaten Labuhan
Batu Selatan
o Mendeliniasi kawasan rawan banjir
o Membahas batasan kawasan pengembangan kota
 Bab II :
o Membahas tentang tujuan, kebijakan dan strategis penataan ruang Kota
Pematangsiantar
 Bab III :
o Membahas sistem pusat pelayanan dan penetapan fungsi-fungsi kegiatan,
khusus dampak penetapan PPK pada jalur jalan arteri primer
o Membahas trase jalan lingkar barat dan jalan lingkar timur
o Membahas area akses rencana pintu Tol Tebing Tinggi - Medan
 Bab IV :
o Membahas masalah batasan sempadan sungai
o Membahas peluang pemenuhan RTH 30 %, khususunya dari RTH Publik
 Bab V :
o Membahas penetapan deliniasi kawasan strategis kota dan arahan fungsi
kegiatannya

b. GIS
 Perbaikan layer peta dasar : batas administrasi kecamatan dan kelurahan
 Perbaikan layer peta tematik : rencana struktur ruang, sempadan sungai, RTH,
kawasan budidaya, dan kawasan strategis
 perbaikan peta-peta : perbaikan layout, perwarnaan sesuai RPP 10/2010

7
c. HUKUM
 Menyesuaikan tata cara penulisan legal drafting (sistematika, tata
bahasa/redaksional) sesuai dengan perubahan materi teknis

8
BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

1. KOTA SIBOLGA
 Bab I masih perlu perbaikan lagi, khususnya Penambahan beberapa dasar hukum
yang terkait , posisi geografis, potensi Rawan bencana, dan penajaman isu
strategis agar lebih terkait dan jelas dengan domain penataang ruang
 Semua peta-peta masih perlu perbaikan berupa layout dan perwarnaan
 Mempelajari draft ranperda dan memberikan masukan terhadap tata cara
penulisan legal drafting (sistematika, tata bahasa/redaksional).

2. KABUPATEN LABUHAN BATU


 Rencana strutur ruang masih perlu perbaikan, terutama sistem pusat pelayanan
dan rencana sistem jaringan transportasi dan prasarana lainnya
 Perlu direview lagi peta tematik seperti jaringan jalan, editing tutupan lahan dari
citra satelit, kawasan pertambangan

3. KABUPATEN LABUHAN BATU SELATAN


 Bab I perlu direvisi lagi terutama yang terkait dengan kawasan rawan banjir yang
perlu dideliniasi
 Penajaman isu strategi pengembangan Kabupaten Labuhan Batu Selatan
 Perbaikan di rencana struktur ruang berupa rencana sistem jaringan jalan
termasuk ujung jalur Susur Pantai Provinsi Sumatera Utara di Kabupaten Labuhan
Batu Selatan
 Belum ada pembahasan rencana jalur KA yang detail
 Perlu dilakukan perbaikan konsideran, mana yang perlu dihilangkan dan mana
yang perlu ditambahkan terkait penataan ruang

9
4. KOTA TEBING TINGGI
 Seluruh materi Bab I belum sesuai dengan PermenPU No. 17/2009
 Data masih tahun 2008, sehingga perlu dilakukan update tahun data kepada
minimal kondisi tahun 2009
 Isu strategi pengembangan Kabupaten Labuhan Batu Selatan belum jelas
 RTH sebanyak 30 % luas kota belum terpenuhi, khususunya dari RTH Publik
 Perbaikan layer peta dasar : batas administrasi kecamatan dan kelurahan
 Perbaikan layer peta tematik : rencana struktur ruang, sempadan sungai, RTH,
kawasan budidaya, dan kawasan strategis
 perbaikan peta-peta : perbaikan layout, perwarnaan sesuai RPP 10/2010

10
BAB IV
RENCANA KEGIATAN SELANJUTNYA

1. Kota Sibolga
Pada tahap ini, bulan agustus, peta dasar telah diperbaiki dan untuk didiskusikan di
BKPRD Kota Sibolga.

2. Kabupaten Labuhan Batu


Pada tahap ini, hasil pembahasan masih perlu memperbaiki Bab I, Bab II dan peta-peta,
serta draft ranperda yang perlu diperbaiki selanjutnya sebelum Konsultasi Publik di
Kabupaten

3. Kabupaten Labuhan Batu Selatan


Pada tahap ini, bulan Juni-Juli, hasil pembahasan dapat dipersiapkan untuk dibahas
oleh tim BKPRD Kabupaten Labuhan Batu untuk dibawa dalam Rapat BKPRD Provinsi.

4. Kota Tebing Tinggi


Pada tahap ini, hasil pembahasan dapat dipersiapkan untuk dibahas di BKPRD Provinsi.

11

Anda mungkin juga menyukai