0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan4 halaman

Metode CREATE dalam Pembelajaran Efisien

Dokumen ini membahas metode CREATE dalam proses pembelajaran, yang mencakup penggabungan, pembalikan, penghilangan, penggantian, pemutaran, dan penguraian proses pembelajaran. Setiap metode dijelaskan dengan contoh konkret untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Tujuan utama adalah untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan relevan bagi siswa.

Diunggah oleh

gedesetiawan11
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan4 halaman

Metode CREATE dalam Pembelajaran Efisien

Dokumen ini membahas metode CREATE dalam proses pembelajaran, yang mencakup penggabungan, pembalikan, penghilangan, penggantian, pemutaran, dan penguraian proses pembelajaran. Setiap metode dijelaskan dengan contoh konkret untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Tujuan utama adalah untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan relevan bagi siswa.

Diunggah oleh

gedesetiawan11
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KELOMPOK 2

Metode CREATE

Apakah ada proses kerja atau proses Pasti ada, misalnya pengabungan
pembelajaran yang bisa “digabungkan”, dalam metode mengajar yaitu
misalnya dari A dan B menjadi AB? diskusi kelompok dan presentasi.
Termasuk juga pengabungan lintas
Mapel misal dengan mepelajari
bangun datar untuk mapel seni rupa
dan matematika.

Apakah ada proses kerja atau proses Pasti ada, misalnya Kelas
pembelajaran yang bisa “dibalik”, misalnya Terbalik)
dari A – B menjadi B - A?
Biasanya: Guru menjelaskan materi
di kelas → siswa mengerjakan tugas
di rumah.​
Dibalik menjadi: Siswa belajar
materi di rumah (melalui video,
bacaan) → lalu mendiskusikan dan
mengerjakan soal di kelas.​
Manfaat: Waktu kelas digunakan
untuk diskusi dan berpikir kritis,
bukan hanya ceramah.​

Apakah ada proses kerja atau proses Pasti ada


pembelajaran yang bisa “dihilangkan” Redundansi/Pengulangan Tidak
(seluruhnya atau cuma sebagian), misalnya Perlu: Jika ada langkah yang
AB menjadi A sedangkan B dihilangkan atau mengulang informasi atau
menjadi Ab (dengan B diperkecil menjadi keterampilan yang sudah dikuasai
b)? siswa.
Kurang Relevan dengan Tujuan
Inti: Jika ada aktivitas yang
memakan waktu tetapi tidak secara
langsung berkontribusi pada
pencapaian tujuan pembelajaran
utama.
Bisa Diintegrasikan: Jika dua atau
lebih langkah bisa digabungkan
menjadi satu proses yang lebih
efisien.
Pra-Pengetahuan yang Kuat: Jika
siswa sudah memiliki dasar yang
sangat kuat, beberapa langkah
pengantar bisa dilewati.
Pergeseran Fokus: Mengubah
fokus dari proses ke hasil akhir, atau
dari hafalan ke pemahaman.

Apakah ada proses kerja atau proses Pasti ada, misalnya :


pembelajaran yang bisa “diganti” misalnya
Proses Pembelajaran:
dari manual ke digital atau dari luring
menjadi daring? ●​ Penyampaian Materi: Dari
ceramah di kelas ke presentasi
digital, video pembelajaran,
platform e-learning.
●​ Tugas dan Ujian: Dari tugas
tertulis/ujian lisan ke kuis online,
tugas yang dikumpulkan via email
atau platform, ujian online.
●​ Diskusi: Dari diskusi kelas ke
forum online, grup chat, atau
video conference.
●​ Bahan Ajar: Dari buku teks ke
sumber belajar online, jurnal
ilmiah, artikel.
●​ Pembelajaran Kolaboratif: Dari
kerja kelompok di kelas ke proyek
kolaborasi online.

Apakah ada proses kerja atau proses Ya, memutar urutan proses (dari
pembelajaran yang bisa “diputar” misalnya A–B–C menjadi A–C–B atau
dari A – B – C menjadi A – C – B agar lebih lainnya) bisa menjadi strategi
efisien? efektif untuk meningkatkan
efisiensi, menghemat waktu, atau
memperbaiki alur kerja/
pembelajaran. Contoh pada
pelajaran Pend. Pancasila dimana
pasa urutan A-B-C guru memberi
penjelasan singkat tentang materi
tanggung jawab, lalu mengerjakan
LKPD tentang tanggung jawab,
diakhiri dengan bermain peran
tentang tanggung jawab di
sekolah. Urutan ini dapat diputar
menjadi A-C-B dimana siswa
terlebih dahulu bermain peran
terlebih dahulu misal 1 kelompok
membersihkan papan tulis, 1
kelompok membagi tugas piket, 1
kelompok berpura-pura membantu
teman lupa membawa buku agar
siswa merasakan makna
tanggung jawab sebelum
menjawab soal LKPD. Dengan itu,
prosesnya akan menjadi lebih
efisien.

Apakah ada proses kerja atau proses Pasti ada. Ya, ada. Proses kerja
pembelajaran yang bisa “diurai” menjadi atau proses pembelajaran memang
beberapa proses yang baru, misalnya dari seringkali dapat diurai menjadi
P1 diurai menjadi P11 dan P12? sub-proses yang lebih rinci. Ini
adalah cara yang efektif untuk
memecah tugas besar menjadi
bagian-bagian yang lebih kecil dan
lebih mudah dikelola. Hal ini juga
dapat meningkatkan efisiensi dan
pemahaman tentang bagaimana
suatu proses bekerja.

Contoh:
Proses pembelajaran "P1" bisa
dipecah menjadi "P11: Membaca
materi pembelajaran" dan "P12:
Mengerjakan soal latihan". Begitu
juga proses kerja "P1" yang bisa
dipecah menjadi "P11: Mengurutkan
data" dan "P12: Menganalisis data".

Anda mungkin juga menyukai