PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA ANIMASI INTERAKTIF
TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TERMOKIMIA
DI SMA N 1 SIABU
PROPOSAL MINI
Ditulis untuk Memenuhi Persyaratan Pengajuan Judul Skripsi
Program Studi Tadris Kimia
Oleh:
RISWAN EFENDI SIMATUPANG
NIM. 2220700007
PROGRAM STUDI TADRIS KIMIA
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYEIKH ALI HASAN AHMAD ADDARY
PADANGSIDIMPUAN
2025
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA ANIMASI INTERAKTIF
TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TERMOKIMIA
DI SMA N 1 SIABU
PROPOSAL MINI
Ditulis untuk Memenuhi Persyaratan Pengajuan Judul Skripsi
Program Studi Tadris Kimia
Oleh:
RISWAN EFENDI SIMATUPANG
NIM. 2220700007
PROGRAM STUDI TADRIS KIMIA
PENASEHAT AKADEMIK KETUA PROGRAM STUDI
Dr. SUPARNI, [Link]., [Link]. Dr. MARIAM NASUTION, [Link]
NIP. 197007082005011004 NIP. 19700224 200312 2001
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYEIKH ALI HASAN AHMAD ADDARY
PADANGSIDIMPUAN
2025
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan salah satu faktor utama dalam membentuk kualitas
sumber daya manusia yang unggul, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun
sikap. Di era globalisasi saat ini, pendidikan dituntut untuk lebih inovatif dalam
menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu bidang ilmu
yang memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan teknologi adalah
kimia. Ilmu kimia tidak hanya mempelajari zat serta perubahan yang menyertainya,
tetapi juga melatih siswa untuk berpikir ilmiah, logis, dan kritis dalam memecahkan
masalah sehari-hari. Akan tetapi, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa
sebagian besar siswa masih menganggap pelajaran kimia sulit dipahami, terutama
pada materi-materi tertentu yang bersifat abstrak dan kompleks. Salah satu materi
yang sering dianggap sulit oleh siswa adalah Termokimia.
Termokimia merupakan cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan antara
energi dengan perubahan kimia. Materi ini mencakup berbagai konsep penting, seperti
energi reaksi, perubahan entalpi, kalor, hukum Hess, dan penerapan termodinamika
dalam reaksi kimia1. Konsep-konsep tersebut bersifat abstrak karena tidak dapat
diamati secara langsung dengan pancaindra. Misalnya, perubahan entalpi dalam suatu
reaksi kimia hanya dapat dihitung menggunakan data percobaan atau tabel, bukan
dilihat secara nyata seperti perubahan warna larutan. Hal ini membuat siswa sering
mengalami kesulitan dalam memahami, menghubungkan, dan mengaplikasikan
konsep-konsep termokimia. Akibatnya, banyak siswa yang memperoleh hasil belajar
rendah pada materi ini.
Selain faktor karakteristik materi, metode pembelajaran yang digunakan guru
juga berperan besar dalam menentukan keberhasilan siswa 2. Berdasarkan pengamatan
di SMA N 1 Siabu, proses pembelajaran kimia masih didominasi oleh metode
1
arco P. M. de Souza dan Alex B. Siqueira, “Exploring Heat Exchanges with the Calorimetry Simulator –
SimuFísica,” arXiv preprint arXiv:2506.03289, 2025.
2
Syaila Nurhayati, Andi Ifriani Harun, dan Ira Lestari, “Pengaruh Video-Animasi terhadap Hasil Belajar Siswa
Kelas XI SMAN 5 Pontianak pada Materi Kesetimbangan Kimia,” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Khatulistiwa, Vol. 3, No. 6, 2014.
ceramah dan penggunaan buku teks. Siswa cenderung pasif karena hanya
mendengarkan penjelasan guru tanpa kesempatan banyak untuk mengeksplorasi
konsep secara mendalam. Proses pembelajaran semacam ini membuat siswa cepat
merasa bosan, kurang termotivasi, dan kesulitan membangun pemahaman konseptual.
Tidak jarang, siswa hanya menghafal rumus atau definisi tanpa benar-benar
memahami makna dan penerapannya. Kondisi ini tentu berdampak pada rendahnya
kualitas hasil belajar kimia, khususnya pada materi termokimia.
Seiring dengan perkembangan teknologi pendidikan, muncul berbagai media
pembelajaran inovatif yang dapat dimanfaatkan guru untuk mendukung proses belajar.
Salah satu media yang mulai banyak digunakan adalah media animasi interaktif3.
Media ini merupakan bentuk penyajian materi yang menggabungkan teks, gambar,
suara, dan animasi dalam satu kesatuan yang saling mendukung. Animasi
memungkinkan visualisasi konsep-konsep abstrak menjadi lebih nyata, sedangkan
interaktivitas memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif dalam
pembelajaran. Misalnya, siswa dapat melihat simulasi reaksi eksoterm maupun
endoterm dengan tampilan visual yang menarik, sehingga mereka lebih mudah
memahami perbedaan keduanya. Dengan demikian, media animasi interaktif dapat
menjadi jembatan antara konsep abstrak dengan pemahaman konkret siswa.
Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan animasi
interaktif dalam pembelajaran kimia mampu meningkatkan minat belajar, motivasi,
serta pemahaman siswa terhadap materi yang sulit. Visualisasi dalam bentuk animasi
terbukti lebih efektif dibandingkan penjelasan lisan atau gambar statis karena mampu
merangsang lebih banyak indera siswa4. Selain itu, sifat interaktif media ini
memungkinkan siswa belajar dengan kecepatan mereka sendiri, mengeksplorasi
konsep yang belum dipahami, serta mengulang bagian tertentu sesuai kebutuhan.
Dengan demikian, penggunaan media animasi interaktif diyakini dapat meningkatkan
hasil belajar siswa secara signifikan.
3
Sagita Khoirunnisa, R. P. Lestari, dan H. Susilo, “Pengaruh Media Animasi terhadap Hasil Belajar IPA pada
Materi Suhu dan Kalor,” Sebelas April Elementary Education (SAEE), 2022.
4
Subhan, Pince Salempa, dan Muhammad Danial, “Pengaruh Media Animasi dalam Model Pembelajaran Inkuiri
Terbimbing terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Aktivitas Belajar Peserta Didik pada Materi
Kesetimbangan Kimia,” Chemistry Education Review, Vol. 1, No. 1, 2016.
Di SMA N 1 Siabu sendiri, penggunaan media pembelajaran berbasis
teknologi masih relatif terbatas. Banyak guru yang belum optimal memanfaatkan
media animasi interaktif dalam pembelajaran, termasuk pada mata pelajaran kimia.
Padahal, kondisi siswa di sekolah ini menunjukkan adanya kesulitan dalam
memahami materi termokimia5. Hal ini menunjukkan perlunya inovasi dalam strategi
pembelajaran agar siswa lebih mudah memahami konsep, lebih termotivasi dalam
belajar, serta mampu meningkatkan hasil belajarnya6.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penting dilakukan penelitian mengenai
“Pengaruh Penggunaan Media Animasi Interaktif terhadap Hasil Belajar Siswa pada
Materi Termokimia di SMA N 1 Siabu”. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat
diketahui sejauh mana efektivitas media animasi interaktif dalam meningkatkan hasil
belajar siswa. Hasil penelitian juga diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi
guru kimia di SMA N 1 Siabu untuk lebih memanfaatkan teknologi pembelajaran
sebagai sarana mendukung proses pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan
efektif. Dengan begitu, diharapkan pembelajaran kimia, khususnya materi
termokimia, tidak lagi menjadi momok yang sulit bagi siswa, melainkan dapat
dipelajari dengan lebih menyenangkan dan bermakna.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka identifikasi masalah yang
diambil sebagai berikut:
1. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep abstrak pada
materi Termokimia, seperti entalpi, kalor, dan hukum Hess.
2. Proses pembelajaran kimia di SMA N 1 Siabu masih didominasi metode
ceramah dan buku teks sehingga siswa cenderung pasif.
3. Minat dan motivasi belajar siswa terhadap materi Termokimia masih
rendah sehingga berpengaruh pada keterlibatan mereka dalam proses
pembelajaran.
5
Muzammil, Pengaruh Penggunaan Media Animasi pada Materi Perpindahan Kalor terhadap Hasil Belajar
Siswa Kelas X SMAN 2 Sigli (Skripsi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, 2016).
6
Aninda Mufidatun Zulfa, Yhasinta Agustyarini, dan Akhmad Fauzi, “Pengaruh Media Interaktif Animasi
terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V di MI Darussalam Pacet,” Indonesian Journal of Education Basic (IJE Basic),
Vol. 1, No. 2, 2023.
4. Media pembelajaran berbasis teknologi, khususnya animasi interaktif,
belum dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran kimia.
C. Batasan Masalah
Berdasarkan Identifikasi masalah diatas, dapat dibatasi masalah sebagai berikut:
1. Penelitian ini hanya difokuskan pada pengaruh penggunaan media
animasi interaktif terhadap hasil belajar siswa pada materi Termokimia.
2. Subjek penelitian dibatasi pada siswa kelas XI IPA di SMA N 1 Siabu
tahun ajaran tertentu.
3. Hasil belajar yang diteliti dibatasi pada aspek kognitif siswa yang diukur
melalui tes setelah proses pembelajaran berlangsung.
D. Batasan Istilah
Untuk menghindari terjadinya kesalahan pemahaman dalam penelitian ini, maka
peneliti membuat beberapa batasan istilah sebagai berikut:
1. Media Animasi Interaktif
Yang dimaksud dengan media animasi interaktif dalam penelitian ini
adalah media pembelajaran berbasis komputer atau perangkat digital yang
menyajikan materi pelajaran kimia dalam bentuk gambar bergerak, suara,
dan teks, serta memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan materi
melalui fitur-fitur tertentu.
2. Hasil Belajar
Hasil belajar dalam penelitian ini dibatasi pada pencapaian kognitif siswa
yang diukur melalui tes tertulis setelah pembelajaran, khususnya pada
materi Termokimia.
3. Termokimia
Termokimia adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan
antara energi panas dengan reaksi kimia dan perubahan fisika. Dalam
penelitian ini, materi termokimia yang dimaksud mencakup konsep
entalpi, reaksi endoterm dan eksoterm, serta penerapan hukum Hess.
4. Siswa SMA N 1 Siabu
Siswa yang dimaksud adalah peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 1
Siabu tahun ajaran tertentu yang dijadikan subjek penelitian.
E. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka permasalahan yang diangkat
dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah penggunaan media animasi interaktif dapat mempermudah siswa
dalam memahami konsep-konsep abstrak pada materi Termokimia di
SMA N 1 Siabu?
2. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara pembelajaran
dengan menggunakan media animasi interaktif dan pembelajaran
konvensional?
3. Sejauh mana pengaruh penggunaan media animasi interaktif terhadap
peningkatan hasil belajar siswa pada materi Termokimia di SMA N 1
Siabu?
F. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media
animasi interaktif terhadap hasil belajar siswa pada materi Termokimia di SMA N
1 Siabu. Secara khusus, penelitian ini ingin melihat sejauh mana media animasi
interaktif dapat membantu siswa memahami konsep-konsep abstrak dalam
Termokimia, membandingkan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan media
animasi interaktif dengan pembelajaran konvensional, serta mengukur
peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan media tersebut dalam proses
pembelajaran.
G. Kegunaan Penelitian
1. Kegunaan Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi
dalam memperkaya kajian teori pembelajaran kimia, khususnya
mengenai efektivitas penggunaan media animasi interaktif dalam
meningkatkan pemahaman konsep abstrak pada materi Termokimia.
Penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya
yang berkaitan dengan pengembangan media pembelajaran berbasis
teknologi.
2. Kegunaan Praktis
a. Bagi Peneliti
Penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan,
pengalaman, serta keterampilan peneliti dalam merancang,
menggunakan, dan mengevaluasi media pembelajaran
berbasis animasi interaktif.
b. Bagi Guru
Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan
bagi guru dalam memilih dan menggunakan media
pembelajaran yang lebih inovatif, sehingga dapat
meningkatkan efektivitas pembelajaran kimia, khususnya
pada materi yang bersifat abstrak seperti Termokimia.
c. Bagi Siswa
Penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa lebih
mudah memahami konsep-konsep yang sulit, meningkatkan
motivasi belajar, serta memberikan pengalaman belajar yang
lebih menarik dan interaktif.
d. Bagi Sekolah
Penelitian ini dapat memberikan masukan bagi pihak
sekolah mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi dalam
proses pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan kualitas
pendidikan dan hasil belajar siswa secara keseluruhan.
DAFTAR PUSTAKA
de Souza, M. P. M., & Siqueira, A. B. (2025). Exploring heat exchanges with the
calorimetry simulator – SimuFísica. arXiv preprint arXiv:2506.03289.
Diakses dari [Link]
Khoirunnisa, S., Lestari, R. P., & Susilo, H. (2022). Pengaruh media animasi
terhadap hasil belajar IPA pada materi suhu dan kalor. Sebelas April
Elementary Education (SAEE). Diakses dari
[Link]
Muzammil. (2016). Pengaruh penggunaan media animasi pada materi perpindahan
kalor terhadap hasil belajar siswa kelas X SMAN 2 Sigli. Skripsi.
Banda Aceh: Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Diakses dari
[Link]
Nurhayati, S., Harun, A. I., & Lestari, I. (2014). Pengaruh video-animasi terhadap
hasil belajar siswa kelas XI SMAN 5 Pontianak pada materi
kesetimbangan kimia. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Khatulistiwa, 3(6). Diakses dari
[Link]
Subhan, S., Salempa, P., & Danial, M. (2016). Pengaruh media animasi dalam
model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan berpikir
kritis dan aktivitas belajar peserta didik pada materi kesetimbangan
kimia. Chemistry Education Review, 1(1). Diakses dari
[Link]
Zulfa, A. M., Agustyarini, Y., & Fauzi, A. (2023). Pengaruh media interaktif
animasi terhadap hasil belajar siswa kelas V di MI Darussalam Pacet.
Indonesian Journal of Education Basic (IJE Basic), 1(2), 72–81.
Diakses dari
[Link]