LAPORAN
PRAKTIKUM VII
“DRIVER RELAY"
Disusun Oleh:
NAMA :IRMA WATI
NIM : F 441 23 045
KELAS: A
S1 TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TADULAKO
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan rahmat-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan laporan praktikum mata kuliah Mikroprosesor dan
Mikrokontroller ini dengan [Link] ini disusun untuk memperoleh nilai dari praktikum
Mikroprosesor dan Mikrokontroller yang diampu oleh Bapak Rizana Fauzi, S.T., M.T. Penulis
berharap laporan ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang penerapan konsep mikroprosesor
dan mikrokontroller dalam percobaan yang telah kami lakukan.
Saya sebagai penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rizana Fauzi, ST., M.T. yang
telah membimbing dan memberikan penjelasan yang sangat bermanfaat selama praktikum
berlangsung.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan menjadi acuan untuk pengembangan
lebih lanjut dalam bidang mikroprosesor dan mikrokontroller.
Palu, 18 Mei 2025
Irma Wati
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Relay adalah komponen elektromekanis yang digunakan untuk mengendalikan sirkuit listrik
dengan sinyal tegangan rendah. Dalam praktik elektronika dan sistem kendali, relay berfungsi
sebagai saklar otomatis yang mampu memutus atau menyambungkan arus listrik sesuai perintah
dari rangkaian kendali. Namun, relay tidak dapat dikendalikan langsung oleh mikrokontroler atau
perangkat logika digital karena arus dan tegangan yang dibutuhkan oleh coil relay lebih besar dari
kemampuan output mikrokontroler. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah driver relay, yaitu
rangkaian antara yang bertugas menguatkan sinyal sehingga dapat mengaktifkan relay.
Penggunaan driver relay sangat penting dalam berbagai aplikasi, seperti sistem otomatisasi,
keamanan, dan industri. Dengan adanya driver relay, perangkat digital dapat mengontrol beban
besar seperti motor listrik, lampu AC, dan peralatan lainnya secara efisien dan aman. Rangkaian
driver biasanya menggunakan transistor atau komponen sejenis sebagai penguat.
Tujuan
1. Untuk memahami konsep dasar kerja relay dan kebutuhan akan driver dalam rangkaian
elektronika.
2. Untuk mempraktikkan langsung perakitan rangkaian driver relay dan menguji fungsinya
dalam mengendalikan LED
BAB II
DASAR TEORI
2.1 Konsep dan Prinsip Kerja Relay
Relay adalah komponen elektronik atau elektromekanik yang dapat berfungsi sebagai
saklar otomatis. Relay digunakan untuk mengontrol arus menggunakan sinyal dari
mikrokontroler seperti Arduino. Relay bekerja berdasarkan konsep elektromagnetis,
yaitu menggunakan arus listrik kecil untuk mengaktifkan saklar mekanik yang dpat
menghubungkan atau memutus arus listrik yang lebih besar.
Apabila relay diberikan sumber tegangan maka kumparan didalamnya akan
menghasilkan fluks sehingga timbul medan magnet tang menarik saklar mekanik di
dalam relay sehingga menjadi berpindah posisi. Ada dua kondisi pada relay yaitu NO
(normaly open) dan NC (normaly close)
2.2 Konsep Dasar Driver Relay
Driver relay adalah suatu rangkaian elektronik yang berfungsi untuk mengendalikan
relay dengan menggunakan sinyal kendali dari mikrokontroler atau sistem digital
lainnya. Karena output mikrokontroler tidak cukup kuat untuk mengaktifkan coil relay
secara langsung, maka digunakan driver yang biasanya berupa transistor NPN seperti
2N2222 atau TIP120.
Saat basis transistor menerima sinyal logika tinggi (HIGH), transistor akan
mengalirkan aru s dari kolektor ke emitor, sehingga arus dapat mengalir melalui
kumparan relay dan mengaktifkan saklar internal relay. Ketika sinyal logika rendah
(LOW), arus tidak mengalir dan relay tidak aktif.
BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1 Alat dan Bahan
1. 1 buah Arduino Uno
2. 1 buah LDR
3. 2 buah resistor (330-1k OHM)
4. 1 buah Breadboard
5. 1 buah transistor
6. 1 buah relay
7. Kabel jumper
8. Laptop yang telah terpasang software Arduino IDE
3.2 Bambar Rangkaian
3.3 Langkah Kerja
1. Siapkan semua komponen pada breadboard.
2. Hubungkan kolektor transistor ke salah satu ujung coil relay, dan emitor ke ground.
3. Hubungkan sisi lainnya dari coil relay ke catu daya positif atau ke pin 5V pada Arduino
4. Sambungkan resistor ke basis transistor, lalu ke output sinyal dari Arduino yaitu pin 2
5. Tambahkan LED dan resistor sebagai indicator sesuai dengan gambar rangkaian
6. Uji rangkaian dengan menyambungkan rangkaian ke laptop yang telah di Berkan codingan
dan jalankan, serta amati apakah relay aktif dan LED menyala.
BAB IV
HASIL PERCOBAAN
4.1 Codingan Arduino Uno
4.2 Foto Rangkaian
Setelah program dijalankan, relay mengeluarkan bunyi dan lampu LED ON-OFF desuai
dengan codingan yang dibuat, hal ini menandakan bahwa rangkaian dan driver relay
bekerja dengan baik.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari percobaan ini, dapat disimpulkan bahwa driver relay adalah suatu rangkaian
elektronik yang berfungsi untuk mengendalikan relay dengan menggunakan sinyal kendali dari
mikrokontroler atau sistem digital lainnya. Karena output mikrokontroler tidak cukup kuat untuk
mengaktifkan coil relay secara langsung, maka digunakan driver yang biasanya berupa transistor
NPN seperti 2N2222 atau TIP120.
Dapat disimpulkan pula dalam rangkaian tersebut saat rangkaian dihubungkan pada
laptop dan codingan dijalnkan maka sinyal HIGH akan dikirmkan oleh aeduino ke pin 2 sehingga
transistor menjadi aktif sehingga arus dapat mengalir pada kumpara di dalam relay sehingga
mengubah kondisi NO dan NC dan lampu akan menyala ketika sinyal HIGH dan mati ketika
diberikan sinyal LOW sesuai dengan codingan pada softwarenya.
5.2 Saran
Pemahaman dasar terkait penggunaaan Arduino , khususnya jenis Arduino Uno yang
penting untuk lebih dipahami oleh praktikan sehingga mempermudah proses berjalanya
praktikum digunakan dalam praktikum, seperti bagian-bagian pada Arduino serta fungsi
dari bagian-bagian tersebut.