📘 MODUL AJAR DEEP LEARNING
Mata Pelajaran: Matematika
Kelas/Fase/Semester: VII / D / Ganjil
Bab 3 – Pengukuran
Alokasi Waktu: 5–6 Pertemuan (6 × 2 JP)
Tahun Pelajaran: 20.. / 20..
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : …………………………………
Nama Penyusun : ………………………………
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Fase/Semester : VII / D / Ganjil
Alokasi Waktu : 5 Pertemuan
Tahun Pelajaran : 20.. / 20..
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
● Pengetahuan Awal: Mengenal bangun datar (persegi, persegi panjang, segitiga)
dan bangun ruang sederhana.
● Minat: Suka menghitung benda nyata, eksperimen dengan model 3D, bermain
aplikasi geometri.
● Latar Belakang: Peserta didik terbiasa menggunakan benda sehari-hari (gelas,
kaleng, bola, kardus) tanpa menyadari konsep volume/luas.
● Kebutuhan Belajar: Belajar dengan praktik nyata, visualisasi, permainan interaktif,
serta penggunaan teknologi digital.
● Gaya Belajar:
○ Visual → ilustrasi/gambar bangun ruang, video animasi.
○ Auditori → diskusi kelompok, penjelasan guru.
○ Kinestetik → eksperimen pengukuran menggunakan benda nyata.
C. KARAKTERISTIK MATERI
● Jenis Pengetahuan
○ Konseptual → luas lingkaran, luas permukaan & volume bangun
ruang.
○ Prosedural → langkah-langkah menentukan luas/volume dengan
rumus.
● Relevansi Kehidupan Nyata: Menghitung luas lapangan, volume air dalam bak,
ukuran bola, kardus, tenda, dan wadah minuman.
● Tingkat Kesulitan: Sedang, karena memerlukan abstraksi dari benda nyata ke
simbol aljabar.
● Struktur Materi:
○ Luas lingkaran.
○ Luas permukaan bangun ruang (prisma, tabung, bola, limas, kerucut).
○ Volume bangun ruang.
○ Pengaruh perubahan proporsional (skala) terhadap panjang, luas, dan
volume.
● Integrasi Nilai & Karakter
○ Keimanan & Ketakwaan → syukur atas keteraturan alam ciptaan
Allah.
○ Bernalar Kritis → menyelidiki hubungan rumus & praktik nyata.
○ Kreativitas → membuat model 3D.
○ Kolaborasi → kerja kelompok proyek.
○ Kemandirian → latihan individu.
○ Kepedulian → menggunakan media bekas untuk proyek.
D. DIMENSI PROFIL PELAJAR PANCASILA
● Beriman, bertakwa, & berakhlak mulia.
● Bernalar kritis dalam memecahkan masalah.
● Kreatif membuat model bangun ruang.
● Gotong royong melalui kerja kelompok.
● Mandiri mengerjakan tugas individu.
● Sehat dengan praktik lapangan.
● Komunikatif saat presentasi hasil proyek.
E. DESAIN PEMBELAJARAN
1. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP 2025 – No. 46)
Peserta didik mampu mengenali, menganalisis, dan memecahkan masalah pengukuran
(panjang, luas, volume) serta mengaitkannya dengan kehidupan nyata melalui pemodelan
matematis.
2. LINTAS DISIPLIN ILMU
● Bahasa Indonesia → menulis laporan proyek & mempresentasikan hasil.
● Seni Budaya → membuat model bangun ruang kreatif.
● Informatika/TIK → menggunakan GeoGebra, Canva, atau kalkulator digital.
3. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1: Menentukan luas lingkaran & menyelesaikan masalah kontekstual.
● Pertemuan 2: Menghitung luas permukaan prisma & tabung.
● Pertemuan 3: Menghitung luas permukaan bola, limas, & kerucut.
● Pertemuan 4: Menentukan volume prisma, tabung, bola, limas, & kerucut.
● Pertemuan 5: Menjelaskan pengaruh perubahan proporsional terhadap luas &
volume.
● Pertemuan 6: Presentasi proyek & refleksi.
4. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
● Luas lapangan sepak bola → lingkaran.
● Kaleng minuman → tabung.
● Bola basket/voli → bola.
● Kardus susu → prisma.
● Tenda → limas/kerucut.
5. KERANGKA PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model: Problem Based Learning (Deep Learning: Mindful, Meaningful, Joyful).
● Mindful: siswa sadar keterkaitan konsep dengan kehidupan sehari-hari.
● Meaningful: siswa memahami kegunaan pengukuran nyata.
● Joyful: melalui eksperimen & proyek kreatif.
● Metode: Diskusi, Eksperimen, Proyek (PjBL), Presentasi.
● Strategi Diferensiasi
○ Konten → soal bertingkat.
○ Proses → diskusi kelompok heterogen.
○ Produk → laporan/proyek digital/manual.
6. KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: lapangan, laboratorium, perpustakaan.
● Masyarakat: tukang bangunan, pedagang bahan bangunan, orang tua.
● Mitra Digital: GeoGebra, Canva, Google Classroom.
7. LINGKUNGAN BELAJAR
● Fisik → kelas, lapangan, laboratorium.
● Virtual → Google Classroom, WA Group.
● Budaya Belajar → kolaboratif, kreatif, terbuka.
8. PEMANFAATAN DIGITAL
● Perpustakaan digital (Rumah Belajar, Zenius).
● Forum Diskusi daring.
● Quizizz/Kahoot untuk evaluasi.
● PPT/Canva untuk presentasi.
● Publikasi digital → blog sekolah.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
(RINGKASAN)
Pertemuan 1 (6 JP) – Luas Lingkaran
● Pendahuluan: Salam, doa, apersepsi (lingkaran dalam kehidupan).
● Inti: Identifikasi masalah, hipotesis, praktik mengukur luas lingkaran (benda nyata),
diskusi, presentasi.
● Penutup: refleksi, rangkuman, tindak lanjut (PR soal kontekstual).
Pertemuan 2 (6 JP) – Prisma & Tabung
● Eksperimen menghitung luas permukaan dengan kertas/kardus bekas.
● Diskusi kelompok & presentasi hasil.
Pertemuan 3 (3 JP) – Bola, Limas, Kerucut (Proyek Mini)
● Perencanaan proyek → membuat model bangun ruang.
● Pembuatan produk & galeri karya.
Pertemuan 4 (6 JP) – Volume Bangun Ruang
● Eksperimen mengukur volume air/pasir dalam tabung & bola.
● Diskusi diferensiasi.
Pertemuan 5 (6 JP) – Perubahan Proporsional
● Simulasi digital (GeoGebra) → bagaimana volume berubah jika jari-jari
dilipatgandakan.
Pertemuan 6 (6 JP) – Presentasi Proyek
● Metode Everyone is a Teacher → setiap kelompok mempresentasikan hasil.
● Refleksi & apresiasi.
G. ASESMEN
● Diagnostik: Tanya jawab, kuis singkat.
● Formatif: Diskusi kelompok, LKPD, observasi proses.
● Sumatif: Proyek model bangun ruang, presentasi, tes tertulis.
Contoh Tes Tertulis
1. Hitung luas lingkaran dengan diameter 28 cm.
2. Sebuah tabung memiliki jari-jari 7 cm & tinggi 10 cm. Hitung luas permukaannya.
3. Tentukan volume bola dengan jari-jari 14 cm.
4. Jika panjang sisi kubus diperbesar 2 kali, berapa kali volume bertambah?
📑 LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) –
Pertemuan 1
Materi: Luas Lingkaran
1. Ukurlah diameter sebuah piring, gelas, dan tutup botol!
2. Hitung jari-jari masing-masing benda!
3. Gunakan rumus L=πr2L = \pi r^2 untuk menghitung luasnya!
4. Bandingkan hasil pengukuran dengan aplikasi GeoGebra.
5. Diskusikan dalam kelompok: Mengapa luas lingkaran penting diketahui dalam
kehidupan?