Kelompok 8
PERSONALITY
KEPRIBADIAN
Dosen Pengampu:
Raudatussalamah, [Link].M.A
Sejarah Psikologi dan Proses Mental
Mannusia
Oleh:
Nadiyaturrodiah
Farel Aditya
1 2 3 4 5
Definisi Teori-teori Faktor-faktor Pengembangan Pengukuran
Kepribadian Kepribadian Pembentukan Kepribadian Kepribadian
Kepribadian
CONTENTS
6 7 8 9 10
Kepribadian dan Kepribadian dalam Kepribadian dalam Aplikasi Perkembangan
Kesehatan Mental Konteks Sosial Lingkungan Kerja Kepribadian dalam Modern dalm Studi
Kehidupan Sehari- Kepribadian
hari
Pendahuluan Definisi:
Keseluruhan sifat-sifat dan tingkah laku yang
mencerminkan watak seseorang, baik tingkah laku
luar maupun kegiatan jiwanya, yang tampak dari
penempilannya dalam segala aspek kehidupan
Dalam Psikologi berarti pola berpikir, perasaan,
dan perilaku yang konsisten pasa individu dari
waktu ke waktu dan dalam berbagai situasi
Pentingnya studi kepribadian
Pemahaman Diri (Self-Understanding)
Hubungan Antarpribadi
Kesehatan Mental
Kriminologi dan Hukum
Pendidikan, dll
Teori-Teori Model yang paling komprehensif dan dapat
diukur secara empiris
5 Dimensi utama dalam teori Big Five, yaitu,
Kepribadian Openness,
Extraversion,
Conscientiousness,
Agreeableness,
Neuroticism (OCEAN).
dan
Teori Psikoanalistik
Penggagas: Sigmund Freud Teori Humanistik
Mempopulerkan konsep id, ego, dan Penggagas: Carl Rogers dan Abraham
superego Maslow
Kepribadian dibenutuk oleh konflik bawah Digunakan dalam konseling, terapi, dan
sadar antara dorongan primal dan kontrol keterampilan diri.
moral Fokus pada self-concept dan Hierarki
kebutuhan Manusia
Teori Trait (Big Five Personality)
teori lainnya
Penggagas: Gordon Allport dan Raymond Teori Neo-Freudian
Cattel (penelitian terus berlanjut) Teori Kognitif-Sosial
Teori Behavioristik
Faktor-Faktor Pembentuk Kepribadian
Kepribadian manusia terbentuk dari kombinasi faktor yang saling melengkapi.
Faktor-faktor tersebut tak hanya berasal dari individu itu sendiri, tapi juga dari
lingkungan dan juga pengalamannya. Memahami pembentuk kepribadian
membantu mengenali karakteristik individu lain
Faktor Biologis Faktor Lingkungan
Faktor Genetik berperan dalam membentuk Pola asuh dan nilai-nilai yang diajarkan sangat
kecenderungan dasar kepribadian mempengaruhi karakter seseorang
Orang yang lahir dengan sistem saraf sensitif Lingkungan yang penuh konflik dapat
akan lebih rentan terhadap kecemasan membentuk sifat cemas atau defensif
Faktor Pengalaman Hidup Faktor Budaya dan Sosial
Peristiwa penting seperti trauma, keberhasilan, Norma dan tradisi budaya serta faktor sosial
atau kegagalan, dapat mengubah sifat dan seperti pertemanan dapat memepengaruhi
sikap seseorang pola pikir dan perilaku
Budaya individualis (misalnya di Barat)
Keberhasilan akademik dapat memperkuat
cenderung mendorong sifat mandiri dan
rasa percaya diri dan sifat gigih
kompetitif.
Perkembangan Kepribadian
Sigmund Freud (Bapak Psikologi) memiliki teori tersendiri tentang perkembangan kepribadian manusia,
tetapi Erik Erikson mempunyai teori yang memiliki pendekatan yang holistik dan positif dan lebih dapat
diterima dalam bidang konseling dan pendidikan. Teori Erikson tersebut adalah sebagai berikut:
0-1 tahun 1-3 tahun 3-6 tahun 6-12 tahun
Autonomy vs Shame and
Trust vs Midtrust Initiative vs Guilt Industry vs Inferiority
Doubt
Bayi belajar mempercayai Anak mulai bertingkah Anak mulai berinisiatif, Belajar banyak dan mendapat
dunia berdasarkan apakah banyak dan menunjukkan berencana, dan melakukan banyak pengetahian baru,
kebutuhan mereka akan kemandiriannya tugas-tugas kecil serta berinteraksi dalam
terpenuhi lingkungan sekolah
12-18 tahun 19-40 tahun 40-65 tahun 65- +65 tahun
Generativity vs
Identity vs Role Confusion Intimacy vs Isolation Integrity vs Despair
Stagnation
Remaja yang mencari Membentuk hubungan dekat Membantu generasi Refleksi dengan hidup yang
identitas diri, minat, dan serius dan intim dengan selanjutnya melalui dijalani
tujuan hidup orang lain bimbingan, pekerjaan, dan
kontribusi sosial
Pengukuran Kepribadian
Kepribadian seseorang dapat diukur dengan menggunakan
berbagai tes psikologi. Berikut merupakan metode-metode
yang paling sering digunakan
Big FIve Inventory (BFI) Myers-Briggs Type Indicator (MBTI)
Dirancang untuk mengukur lima kepribadian Mengklasifikasikan individu ke dalam 16 tipe
utama (Openness, Conscientiouness, kepribadian berdasarkan 4 dimensi (E-I, S-N,
Extraversion, Agreebleness, dan Neuroticism). T-F, J-P)
Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI)
Alat tes yang digunakan untuk mengukur berbagai
dimensi kepribadian serta mendeteksi gangguan
Psikologis.
Kepribadian dan Kesehatan Mental
Contoh dari Hubungan Hubungan Kepribadian Contoh dari Hubungan
Kepribadian dengan Gangguan dengan Gangguan Psikologis Kepribadian dengan Gangguan
Psikologis Psikologis
Tipe kepribadian Kepribadian seseorang dapat Tipe kepribadian
Agreeableness (A) yang mempengaruhi Conscientiousness (C)
cenderung memiliki kerentanannya terhadap yang memiliki kesulitan
Perefeksionisme yang masalah kesehatan mental dalam mengekspresikan
berlebihan, bisa memicu tertentu, akan tetapi memiliki emosinya akan berisiko
kecemasan dan stres kronis trait kepribadian tertentu untuk mengalami depresi
karena hal-hal yang terjadi di tidak berarti kepribadian itu tersembunyi yang tidak ia
sekitar dirinya yang akan bersifat deterministik , sadari.
membuatnya tertrigger. itu di sebabkan kompleksitas
manusia itu sendiri.
Setiap kepribadian memiliki cara unik
Kepribadian mereka untuk menghadapi dan menangani
stres. Seseorang dengan Openness yang
dan Stres tinggi biasanya akan mencari solusi kreatif
dan mudah beradaptasi, sedangkan
mereka yang memiliki Openness rendah
akan lebih nyaman dengan pendekatan
yang sudah familiar bagi mereka.
Contonya pada tipe kepribadian
Conscientiousness (C), mereka yang
memiliki openness tinggi akan
menggandalkan perencanaan sistematis
dan evalusi berkala, sedangkan mereka
yang rendah akan memiliki cara spontan
dalam menghadapi tekanan.
Kepribadian dalam Konteks Sosial
Kepribadian memiliki pengaruh yang sangat besar dengan bagaimana
cara seseorang berinteraksi dalam lingkungan sehari- hari yang ia
jalani seperti lingkungan Sosial, Kerja, dan keluarga
Dalam lingkungan sosial Dalam lingkungan Kerja
Seseorang yang ekstrovert akan cenderung memiliki Orang yang biasanya memiliki sifat Conscientiousness
jaringan pertemanan yang luas karena sifat easy tinggi biasanya akan di sanjung karena keandalan dan
going mereka. sebaliknya, seseorang yang introvert disiplin mereka dalam bekerja. Sementar itu, orang
akan lebih selektif dan lebih nyaman bersama yang memiliki sifat Openness tinggi mereka akan
sekolompok kecil orang. sering berkontribusi dengan ide inovatif mereka
Dalam lingkungan Keluarga
Orang yang berkepribadian hangat dan empatik akan
cenderung menjadi pendengar yang baik juga mereka
mampu memberi dukungan emosional. Di sisi lain, orang yang
memiliki kepribadian yang dominan akan mengambil peran
pemimpin dalam keluarga.
Kepribadian dan Budaya
Budaya memiliki peran yang signifikan dalam mempengaruhi kepribadian seseorang,
Budaya yang satu akan berbeda pengaruhnya dengan budaya yang lain. Budaya bisa
berasal dari nilai-nilai Budaya yang turun dari orang tua, orang sekitar, dan faktor lainya
yang berhubungan dengan kebudayaannya.
Example: Budaya Barat dan Budaya Timur, Budaya Barat biasanya mendorong Ekpresivitas dan keterbukaan dalam
komunikasi, kemandirian, dan kompetisi dan pencapaian personal. Sedangkan, Budaya Timur lebih mendorong
keharmonisan kelompok, pengendalian diri, sikap rendah hati, dan pengeambilan keputusan yang mempertimbangkan
kepentingan kolektif
Dalam Pendidikan Dalam Kerja
Sistem pendidikan Barat sering mendorong Dunia kerja Budaya Barat menghargai sikap Asertif
partisipasi aktif, debat, dan ekspresi pendapat. dan komunikasi langsung. Sedangkan Dunia kerja
Sedangkan, Sistem Timur lebih menekankan pada Budaya Timur lebih menghargai harmoni tim dan
observasi dan pembelajaran secara langsung. komunikasi tidak langsung
Kepribadian dalam Lingkungan Kerja
Dalam lingkungan kerja kepribadian seseorang sangat menentukan bagaimana seseorang itu akan
memiliki keahlian dalam bidang tertentu. Oleh karena itu kepribadian sangat penting untuk dasar
penilaian sebuah perusahaan.
Ekstrovert Introvert
Mereka akan cocok dengan perkerjaan yang Merekan akan cocok dengan perkerjaan yang
melibatkan interaksi seperti: Sales, Public relation, fokus kepada kemandirian seperti: Penulis,
Manajemen dan pengajar. Karena energi baik yang Progamming, dan Peneliti. Karena mereka memiliki
mereka berikan kepada orang lain. kemampuan kosentrasi dalam waktu lama.
Analitis dan Teliti Kreatif dan Inovatif
Mereka akan cocok dengan bidang yang Merekan akan cocok dengan perkerjaan yang
membutuhkan presisi seperti: Engineerinng, Analisis membutuhkan inovasi dan ide out off the box
data, dan Quality control. Karena mereka sangat seperti: Desain, Periklanan, dan Arsitektur. Karena
memperhatikan detail dan akurasi saat bekerja. mereka tidak ragu untuk selalu mencoba hal baru.
Kepribadian dan Kepemimpinan
Dalam lingkungan kerja, kepribadian juga dapat menentukan bagaimana seseorang dengan kepribadian
tertentu saat menjadi pemimpin mereka akan memimpin dengan cara seperti apa. Ini juga sangat penting
terutama kita yang akan di pimpin oleh orang tersebut.
Seorang dengan kepribadian transformasional cenderung Dalam pengambilan keputusan, berbagai kepribadian ini
akan menginspirasi dan memotivasi tim melalui berbagai juga akan memiliki cara unik mereka masing-masing
perkataan dan aksi nya. Mereka akan mendorong inovasi seperti, pemimpin dengan kepribadian analitis cenderung
dan mengembangkan anggota-anggotanya. Sementara itu, mengumpulkan data sebelum dia mengambil keputusan.
pemimpin dengan kepribadian terstruktur baiasanya akan Sebaliknya, pemimpin dengan kepribadian intuitif lebih
mengadopsi gaya transaksional, fokus pada sistem, aturan, mengandalkan pengalaman mereka lalu mengambil
dan hasil yang terstruktur. keputusan dengan insting mereka.
Kepribadian juga akan mempengaruhi bagaimana seorang
pemimpin akan mengolah dan mengarahkan timnya.
Beberapa pemimpin akan lebih kolaboratif dengan
melibatkan timnya dalam mengambil keputusan. Juga ada
pemimpin yang lebih direktif dan memberikan arahan yang
jelas langsung kepada anggotanya.
Aplikasi Hubungan Pribadi
Kepribadia Kepribadian sangat berpengaruh dalam
cara kita menjalani dan mempertahankan
n dalam suatu hubungan, contohnya:
Hubungan Romantis
Kecocokan kepribadian bisa menentukan
kehidupan keharmonisan pasang.
Hubungan Persahabatan
sehari-hari Kepribadian mempengaruhi bagaimana
seseorang memilih dan mempertahankan
pertemanannya.
Hubungan Keluarga
Perbedaan kepribadian dapat
mempengaruhi hubungan antara anak dan
orang tua atau juga saudara.
Aplikasi Pendidikan
Kepribadia Seorang guru mesti memahami
kepribadian para siswanya agar guru
n dalam dapat menciptakan pengalaman belajar
yang lebih efektif. Setiap siswa memiliki
cara unik tersendiri untuk menyerap dan
kehidupan mengolah informasi. Misalnya, seorang
siswa ekstrovert akan belajar lebih baik
sehari-hari saat diskusi, sementara siswa introvert
akan lebih nyaman dengan belajar mandiri.
Oleh karena itu guru dan sekolah bisa
menyediakan pilihan aktivitas yang sesuai
dengan minat dan bakat siswa dan setiap
cara belajar yang beda akan ada
peraturannya sendiri. Yang terpenting
adalah menciptakan lingkungan belajar
yang inklusif, agar setiap kepribadian
merasa di dukung.
Aplikasi Media Sosial
Kepribadia Seorang guru mesti memahami
kepribadian para siswanya agar guru
n dalam dapat menciptakan pengalaman belajar
yang lebih efektif. Setiap siswa memiliki
cara unik tersendiri untuk menyerap dan
kehidupan mengolah informasi. Misalnya, seorang
siswa ekstrovert akan belajar lebih baik
sehari-hari saat diskusi, sementara siswa introvert
akan lebih nyaman dengan belajar mandiri.
Oleh karena itu guru dan sekolah bisa
menyediakan pilihan aktivitas yang sesuai
dengan minat dan bakat siswa dan setiap
cara belajar yang beda akan ada
peraturannya sendiri. Yang terpenting
adalah menciptakan lingkungan belajar
yang inklusif, agar setiap kepribadian
merasa di dukung.
Perkembangan Modern
dalam Studi Kepribadian
Neurosains dan Kepribadian
Teknologi seperti fMRI memungkinkan peneliti melihat aktivitas otak
secara langsung dan mengidentifikasi hubungan antara struktur otak
dan kepribadian. Penelitian menunjukkan bahwa variasi dalam
aktivitas otak, seperti pada amigdala dan prefrontal cortex, terkait
dengan aspek kepribadian seperti neurotisisme, ekstroversi, dan
keterbukaan. Selain faktor genetika, pengalaman hidup dan
lingkungan juga memengaruhi pembentukan kepribadian.
Pemahaman ini membuka peluang untuk terapi yang lebih tepat
dalam mengatasi gangguan kepribadian dan perilaku, serta untuk
penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara otak dan perilaku
manusia.
Perkembangan Modern
dalam Studi Kepribadian
Teori Evolusi dan Kepribadian
Kepribadian dapat di lihat sebagai hasil dari proses evolusi, dimana
berbagai tipe kepribadian berkembang sebagai respon terhadap
berbagai lingkungan yang variasi. Perbedaan ini memberikan
keunggulan evolusioner karena membantu individu dan kelompok
menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah, serta
memaksimalkan peluang kelangsungan hidup. Keberagaman
kepribadian dalam kelompok memperkuat fleksibilitas dan
kemampuan beradaptasi terhadap berbagai perubahan lingkungan.
Any Questions?