0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan7 halaman

Modul Ajar Sistem Ekskresi Kelas XI

Diunggah oleh

Nur Hafni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan7 halaman

Modul Ajar Sistem Ekskresi Kelas XI

Diunggah oleh

Nur Hafni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

FASE F (KELAS XI) SMA/MA


MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM

MODUL AJAR

SISTEM EKSKRESI
A. INFORMASI UMUM

I. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : Nurhafni [Link]
Satuan Pendidikan : SMA/MA
Kelas / Fase : XI / F
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Prediksi Alokasi Waktu : 2JP
Tahun Penyusunan : 2021 / 2022
Capaian Pembelajaran :
II. KOMPETENSI AWAL
 Peserta didik mampu memahami struktur dan fungsi organ-organ tubuh
manusia secara umum, seperti sistem peredaran darah, pencernaan, dan
pernapasan.
 Peserta didik mampu mengidentifikasi hubungan antara struktur dan
fungsi organ dalam suatu sistem organ.
 Peserta didik mampu menjelaskan pentingnya keseimbangan fungsi organ
tubuh dalam menjaga kesehatan.

III. PROFIL PELAJAR PANCASILA


 Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia
 Bernalar kritis
 Kerjasama
 Mandiri

IV. SARANA DAN PRASARANA


1. Sarana/ fasilitas : Laptop, LCD Proyektor, Papan tulis, Torso,
Spidol dan Alat Tulis
2. Prasarana/ bahan : Buku biologi erlangga kelas XI, literatur
internet
3. Lingkungan belajar : Ruang kelas
V. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik regular : Yaitu semua peserta didik kelas pada kelas XI

VI. MODEL PEMBELAJARAN


Model : Discovery Learning/Tatap muka
Metode : Demonstrasi, Diskusi, Tanya jawab, Presentasi dan Ceramah
B. KOMPONEN INTI
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Siswa dapat menunjukkan perilaku perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleransi, dan damai), sopan
santun responsif, proaktif, dan percaya diri.
3. Siswa dapat memerinci organ-organ penyusun sistem ekskresi pada
manusia.
4. Siswa dapat menjelaskan fungsi sistem ekskresi pada manusia.
5. Siswa dapat menunjukkan bagian-bagian ginjal menggunakan
torso/gambar/organ ginjal sapi/kambing.
6. Siswa dapat menjelaskan tahapan proses pembentukan urine.
7. Siswa dapat menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi proses
pembentukan urine.
8. Siswa dapat menganalisis sifat fisik dan komposisi urine.
9. Siswa dapat mengaitkan fungsi hati dalam sistem ekskresi.
10. Siswa dapat menunjukkan bagian-bagian hati menggunakan torso atau
gambar.
11. Siswa dapat mengaitkan fungsi paru-paru sebagai alat ekskresi.
12. Siswa dapat menunjukkan lapisan dan kelenjar pada kulit dengan
menggunakan torso/gambar struktur kulit. Siswa dapat menganalisis fungsi
kulit sebagai pengatur panas (termoregulasi). Siswa dapat menjelaskan
mekanisme kontrol hipotalamus terhadap pengeluaran keringat.
13. Siswa dapat memberikan contoh teknologi sistem ekskresi.
14. Siswa dapat melakukan percobaan untuk menguji
15. Siswa dapat menyajikan hasil analisis kelainan dan gangguan sistem
ekskresi kandungan urine. melalui presentasi.
16. Siswa dapat melakukan pengamatan/kajian peristiwa di masyarakat
tentang penyakit diabetes melitus.
17. Siswa dapat membandingkan sistem ekskresi pada manusia dengan sistem
ekskresi pada hewan (misalnya, cacing tanah dan serangga).
18. Siswa dapat mengaitkan fungsi kulit sebagai alat ekskresi.
Indikator Capaian Pembelajaran
1. Siswa menunjukkan sikap menghargai dan mengamalkan ajaran agama
yang dianutnya selama proses pembelajaran.
2. Siswa menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleransi), sopan santun, responsif, proaktif,
dan percaya diri saat mengikuti kegiatan pembelajaran secara individu
maupun kelompok.
3. Siswa mengidentifikasi organ-organ penyusun sistem ekskresi pada
manusia secara tepat.
4. Siswa menjelaskan fungsi masing-masing organ ekskresi (ginjal, hati,
paru-paru, kulit) dalam membuang zat sisa metabolisme.
5. Siswa menjelaskan tahapan proses pembentukan urine: filtrasi, reabsorpsi,
dan augmentasi.
6. Siswa menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi proses pembentukan
urine, seperti jumlah cairan dan hormon.
7. Siswa menganalisis sifat fisik (warna, bau, volume) dan komposisi kimia
urine (glukosa, protein, urea).
8. Siswa menjelaskan fungsi hati dalam sistem ekskresi dan hubungannya
dengan pembentukan urea dan empedu.
9. Siswa menjelaskan fungsi paru-paru sebagai alat ekskresi yang
mengeluarkan karbon dioksida dan uap air.
10. Siswa menjelaskan struktur kulit dan mekanisme pengaturan suhu tubuh
(termoregulasi) yang dikendalikan oleh hipotalamus.
11. Siswa membandingkan sistem ekskresi manusia dengan hewan (misalnya
cacing tanah dan serangga).
12. Siswa menjelaskan penerapan teknologi dalam sistem ekskresi, seperti
dialisis dan transplantasi ginjal.
13. Siswa menunjukkan bagian-bagian ginjal menggunakan torso, gambar,
atau organ ginjal hewan dengan benar.
14. Siswa menunjukkan bagian-bagian hati menggunakan torso atau gambar
sesuai struktur anatomi.
15. Siswa menunjukkan lapisan dan kelenjar kulit menggunakan torso/gambar
struktur kulit secara tepat.
16. Siswa melakukan percobaan sederhana untuk menguji sifat fisik dan
komposisi urine dengan prosedur yang benar.
17. Siswa menyajikan hasil analisis gangguan sistem ekskresi (misalnya
berdasarkan kandungan urine) melalui presentasi kelompok.
18. Siswa melakukan pengamatan/kajian terhadap peristiwa nyata di
masyarakat terkait penyakit sistem ekskresi seperti diabetes melitus, serta
menyajikan temuannya secara tertulis atau lisan.
II. PEMAHAMAN BERMAKNA
Sistem ekskresi adalah sistem pembuangan zat-zat sisa pada makhluk hidup
seperti karbon dioksida, urea, racun dan lainnya. Sistem ekskresi terdiri dari
organ ginjal, paru-paru, hati, dan kulit. Ekskresi merupakan proses
pengeluaran zat sisa metabolisme dari dalam tubuh.

III. PERTANYAAN PEMANTIK


1. Ketika kalian meminum jus alpukat, apakah warna urin kalian berwarna hijau
juga? (Ginjal)
2. Ketika kalian berlari, pernah tidak merasa suhu tubuh kalian panas dan nafas
kalian tersengal-sengal? (Kulit)
3. Pernahkan kalian memperhatikan warna urin atau feses kalian? Tahu tidak
darimana berasal warna itu? (Hati)
4. Saya meminta kalian bercermin di depan cermin. Lalu cobalah
mengehembuskan nafas kalian ke cermin. Apakah yang terjadi? Kira-kira
mengapa hal ini bisa terjadi? (Paru-Paru)

IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN


PERTEMUAN KE-1 (2JP)
Kegiatan Pendahuluan
1. Guru membuka pelajaran dengan salam pembuka dan dilanjutkan dengan
berdoa.
2. Guru memeriksa kehadiran peserta didik
3. Peserta didik menjawab salam dan berdoa
4. Peserta didik menyebutkan jumlah peserta didik yang tidak masuk

Kegiatan Inti
Mengamati
 Guru bersama peserta didik menunjukkan 2 contoh warna urin yang
berbeda.
 Peserta didik mengamati perbedaan warna urin.
 Guru meminta peserta didik untuk merumuskan masalah yang
diperoleh dari hasil demontrasi yang dilakukan.
 Peserta didik merumuskan masalah yang diperoleh berdasarkan hasil
pengamatan warna urin.

Mengumpulkan Data
 Guru membagi peserta didik menjadi 6 kelompok untuk
mendiskusikan terkait rumusan masalah yang telah ditentukan
 Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan rumusan masalah
yang telah ditentukan
 Guru meminta peserta didik untuk mencari jawaban rumusan masalah
dengan diskusi kelompok melalui pengamatan video di bawah ini.
Kelompok 1 : Ginjal [Link]
Kelompok 2 : Kulit [Link]
Kelompok 3 : Hati [Link]
Kelompok 4 : Paru-Paru [Link]
Kelompok 5 : Teknologi dan Gangguan Sistem Ekskresi Manusia
 Peserta didik mencari jawaban rumusan masalah dengan diskusi
kelompok
 Guru meminta peserta didik mencari dari sumber literatur teknologi
yang terkait dengan mekanisme kerja organ ekskresi dan gangguan
yang menyerang sistem ekskresi manusia.

Mengasosiasikan
 Guru meminta peserta didik mengumpulkan informasi dari berbagai
literatur dan mendiskusikan tentang keterkaitan struktur organ sistem
ekskresi pada manusia
 Peserta didik mencermati dan mendiskusikan materinya.

Mengkomunikasikan
 Guru meminta setiap kelompok untuk melakukan presentasi hasil
diskusi di depan kelas
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas

Kesimpulan
 Guru melakukan konfirmasi terhadap hasil presentasi yang dilakukan
oleh peserta didik
 Guru bertanya kepada peserta didik apa yang belum diketahui
 Peserta didik memperhatikan guru ketika mengonfirmasi hasil
presentasi
 Peserta didik bertanya kepada guru yang belum diketahui (jika ada)
 Guru meminta peserta didik menyimpulkan hasil presentasi.
 Peserta didik menyimpulkan

V. ASESMEN
 Guru meminta peserta didik menuliskan refleksi terhadap proses
pembelajaran yang telah dilakukan pada sebuah kertas
 Peserta didik menuliskan refleksi terhadap proses pembelajaran
yang telah dilakukan pada sebuah kertas
 Guru memberi penugasan untuk mempelajari materi selanjutnya
kembali melalui link ini: [Link] A
 Peserta didik memperhatikan penugasan yang diberikan oleh guru
 Guru menutup kelas dengan berdoa
 Peserta didik berdoa

VI. PENGAYAAN DAN REMEDIAL


1. Memberikan soal remidial pada peserta didik yang belum memenuhi
tujuan pembelajaran
2. Memberikan tambahan materi bagi semua peserta didik yang
mengikuti proses pembelajaran.
3. Memberikan ulangan harian
Link : [Link]

VII. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK


Pembelajaran materi sistem ekskresi pada manusia memberikan pengalaman
yang bermakna baik bagi guru maupun peserta didik. Dari sisi guru, kegiatan
pembelajaran berlangsung cukup efektif dengan keterlibatan aktif siswa dalam
diskusi dan presentasi, terutama saat membahas fungsi organ-organ ekskresi
seperti ginjal, hati, paru-paru, dan kulit. Penggunaan media pembelajaran
seperti video dan diagram struktur nefron membantu memperjelas konsep
yang cukup kompleks, khususnya proses pembentukan urin. Meskipun
demikian, guru mencermati bahwa beberapa peserta didik masih mengalami
kesulitan dalam membedakan tahapan filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi. Hal
ini menunjukkan perlunya penguatan melalui latihan visual dan pendekatan
yang lebih kontekstual.
Dari sudut pandang peserta didik, pembelajaran ini menambah wawasan
mereka tentang pentingnya sistem ekskresi dalam menjaga keseimbangan
tubuh dan membuang zat sisa metabolisme. Banyak dari mereka baru
menyadari bahwa ekskresi tidak hanya dilakukan oleh ginjal, tetapi juga
melibatkan paru-paru, hati, dan kulit. Meskipun beberapa siswa merasa
tantangan terbesar terletak pada memahami istilah dan proses biologis dalam
pembentukan urin, mereka juga merasakan manfaat pembelajaran ini untuk
kehidupan nyata. Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan organ
ekskresi melalui pola hidup sehat menjadi salah satu hal yang paling
ditekankan. Baik guru maupun peserta didik sepakat bahwa pembelajaran ke
depan dapat lebih bermakna jika disertai proyek atau kegiatan nyata, seperti
kampanye gaya hidup sehat, yang dapat menghubungkan konsep sains dengan
praktik kehidupan sehari-hari.

Anda mungkin juga menyukai