Lab 1.
Basic Router Configuration
Topologi
Tabel Addressing
Device Interface IP Address Subnet Mask Default Gateway
R1 Fa0/0 [Link] [Link] N/A
Fa1/0 [Link] [Link] N/A
R2 Fa0/0 [Link] [Link] N/A
Fa1/0 [Link] [Link] N/A
S1 N/A VLAN 1 N/A N/A
S2 N/A VLAN 1 N/A N/A
Laptop1 NIC [Link] [Link] [Link]
Laptop2 NIC [Link] [Link] [Link]
Tujuan
Setting basic router
Konsep Dasar
Router memiliki 6 mode :
1. Setup mode
Router masuk setup mode jika NVRAM kosong alias tidak memiliki konfigurasi.
Biasanya kondisi ini terjadi ketika kita mengaktifkan router baru atau setelah
melakukan reset konfigurasi.
2. User mode
Hanya terdapat beberapa command untuk monitoring
Command show terbatas, ping dan traceroute
Ditandai dengan :
3. Privileged mode
Terdapat beberapa command monitoring dan troubleshooting
Terdapat semua command show, ping, trace, copy, erase
Ditandai dengan :
4. Global Configuration mode
Untuk mensetting keseluruhan router misalnya hostname, konfigurasi routing
Semua konfigurasi yang kita inputkan berefek global di router
Ditandai dengan :
5. Interface mode
Untuk konfigurasi interface secara spesifik, misal Interface fa0/0, Interface Fa0/1
6. Rommon mode
Untuk recovery password
Jika lupa password console dan telnet, atau lupa password enable maka gunakan
rommon mode untuk melakukan recovery password dengan mengubah nilai confreg
Konektivitas Console
Untuk koneksi router menggunakan console, membutuhkan kabel console dan converter DB-9 to
USB. Proses remote console dapat dilakukan dengan aplikasi putty atau hyperterminal untuk
sistem operasi Windows. Sedangkan di Linux dapat menggunakan .
Konfigurasi
Untuk mensetting basic router R1 dan R2, gunakan akses console dari Laptop1 dan Laptop2.
Setelah itu, ketikkan command basic router dibawah ini di R1 dan R2.
a. Setelah login telnet ketikkan enable privileged EXEC mode.
b. Masuk global configuration mode.
c. Memberikan nama device router.
d. Disable DNS lookup untuk mencegah router melakukan translasi command yang salah
ketik.
e. Setting semua password dengan minimum karakter 6.
f. Setting password privilege terenkripsi ciscosec
g. Setting password console ciscocon. Aktifkan timeout command sehingga jika selama 5
menit 0 second tidak ada aktifitas maka akan logout sendiri.
h. Setting password vty ciscovty. Aktifkan timeout command sehingga jika selama 5 menit 0
second tidak ada aktifitas maka akan logout sendiri.
i. Enable enkripsi clear text passwords.
j. Buat banner yang memberikan informasi kepada user yang tidak memiliki otorisasi dilarang
login router.
k. Setting IP address dan interface description. Aktifkan interface router dengan sub-command
.
l. Setting clock di router; contoh seperti dibawah:
m. Simpan konfigurasi file running-configuration ke startup-configuration.
Ketika kita mensetting router, maka konfigurasi akan disimpan sementara di file running-
configuration (RAM), oleh karena itu proses menyimpan penting untuk dilakukan agar saat
router reboot atau shutdown file konfigurasi router masih tetap disimpan di startup-
configuration (NVRAM).
Note: ulangi langkah yang sama diatas untuk mensetting basic router R2 dan setting IP
interface router yang belum disetting di R1 maupun R2
Verifikasi
Setelah mensetting basic router R1 dan R2, langkah selanjutnya lakukan verifikasi bahwa
konfigurasi yang kita inputkan sudah benar dengan command dan
.
Lakukan tes Ping :
dari Laptop1 ke Fa0/0 R1
dari Laptop2 ke Fa0/0 R2
dari Fa1/0 R1 ke Fa1/0 R2
Pastikan tes Ping diatas berhasil semua. Gunakan CMD di Laptop untuk tes Ping, caranya klik
LaptopX -> pilih tab Desktop -> pilih Command Prompt -> ketikkan ping IP_Tujuan (Enter).
Menampilkan informasi full konfigurasi router
Gunakan tombol Enter untuk menampilkan per baris
Gunakan tombol Space untuk menampilkan per screen
Gunakan tombol q untuk exit dari tampilan konfigurasi router
Cek konfigurasi yang sudah diinputkan apakah ada yang salah atau tidak.
Menampilkan informasi interface
Dari tampilan informasi interface, cek apakah IP yang sudah diconfig sudah sesuai tabel
addressing atau belum.
Tes konektivitas antar router R1 dan R2
Lakukan tes Ping dari R1 ke R2 dan sebaliknya. Ping pertama success rate masih 80%.
Ulangi tes Ping sampai success rate 100%.
Review
1. Tes Ping dari Laptop1 ke Laptop2, apakah berhasil? Jika menjawab Ya/Tidak, jelaskan kenapa?
Lab 2. Remote Access Telnet Router
Topologi
Tabel Addressing
Device Interface IP Address Subnet Mask Default Gateway
R1 Fa0/0 [Link] [Link] N/A
Fa1/0 [Link] [Link] N/A
R2 Fa0/0 [Link] [Link] N/A
Fa1/0 [Link] [Link] N/A
S1 N/A VLAN 1 N/A N/A
S2 N/A VLAN 1 N/A N/A
Laptop1 NIC [Link] [Link] [Link]
Laptop2 NIC [Link] [Link] [Link]
Tujuan
Remote access R1 dan R2 menggunakan telnet dari Laptop1 dan Laptop2
Konsep Dasar
Untuk mensetting router menggunakan command line dapat kita lakukan dengan tiga cara yaitu :
Console
Koneksi membutuhkan kabel console dan tidak memerlukan settingan IP address pada sisi
router maupun Laptop
Telnet
Koneksi membutuhkan kabel UTP dan memerlukan settingan IP address pada sisi router
maupun Laptop. Komunikasi telnet bersifat clear-text protocol, sehingga masih ada
kekurangan dari sisi keamanan yaitu password dapat dengan mudah dilihat menggunakan
packet sniffer.
SSH
Koneksi membutuhkan kabel UTP dan memerlukan settingan IP address pada sisi router
maupun Laptop. Komunikasi SSH bersifat encrypted protocol (enkripsi), sehingga lebih
aman dibandingkan dengan telnet.
Konfigurasi
Untuk mensetting telnet di router, berikut ini command yang diperlukan :
Agar kita dapat melakukan akses telnet ke router, command atau
harus disetting terlebih dahulu.
Pada settingan gambar topologi diatas, R1 dan R2 diasumsikan sudah disetting akses telnet
dengan password dan . Oleh
karena itu, kita langsung dapat meremote telnet R1 dan R2. Akan tetapi, sebelum Laptop1 dan
Laptop2 meremote router mengguakan telnet, Laptop1 dan Laptop2 harus disetting IP addressnya
sesuai dengan tabel addressing diatas. Kemudian lakukan tes Ping dari Laptop1 ke R1 dan
Laptop2 ke R2 dan pastikan berhasil tes konektivitasnya antara Laptop dan router.
Setting IP address Laptop1
Klik Laptop1 -> Pilih tab Desktop -> Klik IP Configuration -> Inputkan IP address sesuai tabel
addressing diatas.
Verifikasi
Setelah disetting IP address Laptop1, kemudian lakukan tes Ping dari Laptop1 ke interface Fa0/0
R1 menggunakan command prompt. Interface Fa0/0 R1 berfungsi sebagai gateway Laptop1.
Tampilkan konfigurasi Laptop1
Dan hasil tes Ping tampil reply seperti dibawah ini.
Telnet dari Laptop1 ke R1
Setelah berhasil terhubung ke service telnet router, inputkan password telnet dan
ketikkan command , kemudian inputkan password .
Muncul login access dan banner yang isinya .
Akses telnet dari Laptop1 ke R1 sudah berhasil. Dengan telnet kita bisa meremote router dari
mana saja asalkan ada koneksi dari user ke router.
Note: ulangi langkah yang sama diatas untuk meremote telnet R2 dari Laptop2.
Review
1. Bagaimana caranya agar saat telnet router tidak hanya ditanyakan password saja, akan
tetapi ditanyakan username juga? Jadi saat telnet kita harus tahu username dan
passwordnya, jika tidak tahu maka akses telnet tidak bisa dilakukan.
Lab 3. Managing Router Configuration
Topologi
Tabel Addressing
Device Interface IP Address Subnet Mask Default Gateway
R1 Fa0/0 [Link] [Link] N/A
Fa1/0 [Link] [Link] N/A
R2 Fa0/0 [Link] [Link] N/A
Fa1/0 [Link] [Link] N/A
S1 N/A VLAN 1 N/A N/A
S2 N/A VLAN 1 N/A N/A
Laptop1 NIC [Link] [Link] [Link]
Laptop2 NIC [Link] [Link] [Link]
TFTP-Srv1 NIC [Link] [Link] [Link]
TFTP-Srv2 NIC [Link] [Link] [Link]
Tujuan
Setting SSH di R1 dan R2
Backup dan restore konfigurasi router
Menampilkan informasi hardware dan software router
Konsep Dasar
Tujuan mensetting SSH di router yaitu untuk meningkatkan keamanan akses router, karena
dengan SSH komunikasi antar Laptop dan router dienkripsi sehingga menyulitkan proses sniffing
password dengan menggunakan packet sniffer.
Setelah kita mensetting basic router dan router sudah berjalan operasional, langkah selanjutnya
yaitu melakukan backup konfigurasi. Untuk menyimpan hasil backup ini dibutuhkan server TFTP.
Proses backup tidak hanya untuk file konfigurasi, namun bisa juga dilakukan untuk backup Cisco
IOS. Keuntungan melakukan backup yaitu jika suatu saat konfigurasi missing atua Cisco IOS
corrupt, maka kita bisa dengan mudah melakukan restore konfigurasi atau Cisco IOS yang sudah
kita simpan di server TFTP sebelumnya.
Agar tidak terjadi kehilangan konfigurasi router, biasakan setelah mensetting router untuk
menjalankan command atau untuk menyimpan konfigurasi.
Untuk mengetahui informasi hardware dan software router kita bisa menggunakan beberapa
command, contohnya atau . Hasil output command tersebut
berupa informasi Ethernet cable, RAM, NVRAM, dan masih banyak lainnya.
Konfigurasi
Login console ke R1 atau R2 untuk mempraktikkan Lab 3-Managing Router Configuration.
Setting SSH di router R1 dan R2.
Langkah mengaktifkan SSH di router:
1. Setting domain router
2. Setting username dan password login
3. Setting transport input ssh di line vty
4. Generate crypto rsa key 1024
Backup konfigurasi R1
Sebelum proses backup dilakukan, pastikan konektivitas antara router R1 dan TFTP-Srv1 tidak ada
masalah. Untuk mengeceknya gunakan tes Ping.
Setelah koneksi dari R1 ke TFTP-Srv1 sukses, langkah selanjutnya yaitu eksekusi command di R1.
Ketikkan command backup berikut di R1 :
Backup Cisco IOS R1
Tampilkan lokasi penyimpanan Cisco IOS yang akan dibackup
Proses Backup Cisco IOS R1
Note: ulangi langkah yang sama untuk backup config dan Cisco IOS di R2.
Restore konfigurasi R1
Perbedaan proses backup dan restore, kalo backup menyimpan konfigurasi router ke TFTP,
sedangkan restore yaitu download konfigurasi dari TFTP ke router.
Misalkan kita ingin mengconfig router dengan konfigurasi yang identik, maka kita bisa
menggunakan konfigurasi yang sudah disimpan di TFTP. Dengan mensetting koneksi TFTP dan
router, maka kita bisa mendownload config di TFTP diarahkan ke router dan mengubah settingan
yang berbeda kemudian disesuaikan dengan konfigurasi yang sudah direncanakan.
Yang perlu diingat dari backup dan restore ini adalah source dan destination. Kalo backup berarti
sourcenya router dan destinationnya TFTP, sedangkan restore yang berfungsi sebagai sourcenya
TFTP dan destinationnya router.
Command restore di R1
Note: ulangi langkah yang sama untuk restore config R2.
Untuk melihat hasil backup Cisco IOS dan R1-confg, klik TFTP-Srv1 -> pilih tab Services -> pilih
TFTP
Gunakan scroll kebawah untuk melihat hasil backup terbaru
Verifikasi
Remote login SSH ke R1 dan R2
Setelah mensetting SSH di router R1 dan R2, gunakan putty untuk melakukan koneksi SSH ke
router dari Laptop1 dan Laptop2 jika menggunakan real device.
Ketikkan IP address R1 dan R2 pada bagian Hostname (or IP address)
Pilih connection type SSH
Klik Open
Remote Akses SSH dari Laptop1 ke R1
pada command SSH adalah username yang dibuat sebelumnya dan juga nya.
Note: ulangi langkah yang sama untuk remote SSH dari Laptop2 ke R2.
Menampilkan informasi hardware dan software R1
Gunakan command
Dari output diatas kita bisa mengetahui versi Cisco IOS, jumlah RAM, FastEthernet cable, Serial
cable, NVRAM, Flash, confreg, dsb.
Note: ulangi langkah yang sama untuk di R2.
Review
1. Coba lakukan akses telnet dari Laptop1 ke R1 dan Laptop2 ke R2, apakah berhasil atau
tidak?
2. Bagaimana caranya agar user dapat melakukan akses telnet dan SSH sekaligus?
3. Apa bedanya FTP dan TFTP?