0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan13 halaman

Panel Instrumen CAT.14H dan Kontrol

Grader

Diunggah oleh

Idham Fitriadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan13 halaman

Panel Instrumen CAT.14H dan Kontrol

Grader

Diunggah oleh

Idham Fitriadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

INSTRUMENT PANEL & CONTROL 3 -1

Sistem monitor pada unit CAT.14H, terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu :

A. Grup Meter ( Gauge )


B. Grup Swicth
C. Lampu Indikator Peringatan ( CMS )

METER PENGUKUR DAN SWICTH CAT.16H

CATATAN

 Ketika starting switch diputar ke posisi ON sebelum menghidupkan pastikan


tidak ada orang disekitar unit anda
 Untuk mencegah kerusakan pada siste elektris, jangan mema tikan kunci
battery pada saa t engine hidup

PT MADHANI TALATAH NUSANTARA CAT.14H


TRAINING & RESEARCH DEPT.
INSTRUMENT PANEL & CONTROL 3 -2

A. GAUGE INDIKATOR.
1. Engine Coolant Temperature Gauge.

Meter penunjuk ini menunjukkan tempera ture dari


system air pendingin engine yang ada didalam radiator
/ engine.

Jika jarum penunjuk ini berada pada daerah yang


bertanda merah, dan lampu control CMS berkedip
disertai alarm berarti air pendingin terlalu panas (
Over heat ), stop operasi, turunkan putaran engine
dan biarkan jarum penunjuk turun dan berada pada
daerah yang bergaris putih.
Periksalh jumlah air pendingin engine dan tambahkan
secukupnya.

2. Fuel Gauge.

Meter pengukur ini menginformasikan jumlah bahan


bakar yang tersisa didalam tangki unit.
Segera lakukan pengisian bila bahan bakar sudah
tinggal ½ dari kapasitas tangki.
Harus diperhatikan oleh operator, jangan membiarkan
jarum penujuk bahan bakar sa mpai berada pada garis
merah karena akan menyebabkan kerusakan pada
sistem bahan bakar.

3. Battery Charge Gauge.

Meter pengukur ini menunjukkan indikator system


kelistrikan dari Alternato r ke battery ( Accu ).
Ada dua sisi dari jarum penunjuk dari dua sisi yang
berwarna merah hal tersebu t mengindikasikan :
Bila Jarum penunjuk berada di garis merah pada sisi
kiri berada system kelistrikan ada masalah.
Bila jarum penunjuk berada di garis merah sisi kanan
berarti system kelistrikan mengalami over charge.
Pastikan selalu jarum penunjuk berada pada titik
tengah un tuk memastikan system charging baik.

PT MADHANI TALATAH NUSANTARA CAT.14H


TRAINING & RESEARCH DEPT.
INSTRUMENT PANEL & CONTROL 3 -3

4. Articulation Gauge.

Meter pengukur ini menunjukkan posisi dari system


articulated unit pada saa t operasi.
Pastikan posisi jarum penunjuk artuculated berada
pada center body dari articulated bila pekerjaan
tidak memerlukan penggunaan Articulated dalam
operasi perawatan jalan.

5. Air Brake Pressure Gauge

Meter ini menunjukkan Tekanan udara rem didalam


tangki udara, meter pengukur ini terdapat 2 buah
yang kedua-duanya untuk memonitor jumlah udara
didalam tangki.
Bila jarum penunjuk tekanan udara rem berada
dibawah 300 kPa atau 50 Psi, maka sistem rem tidak
akan mengunci pergerakan unit meskipun tuas
transmissi diposisikan pada gear 1.
Lampu peringatan akan menyala memperingatkan
operator bahwa tekanan udara harus mencapai pada
tekanan yang diijinkan.
Dalam kondisi normal udara yang terta mpung pada
tangki tidak akan berkurang terkecuali ada
kebocoran.

B. WARNING LAM P

1. Engine Coolant Indikator Temperature Warning


Lamp.
Lampu indikator peringatan ini akan menyala disertai
bunyi alarm menginformasikan kepada operator, bila
suhu air pendingin mesin melebihi panas yang diijinkan
( Over Heat ), Segera hen tikan operasi, turunkan
putaran mesin dan tunggu sampai lampu peringatan
padam serta alarm peringatan berhen ti.

PT MADHANI TALATAH NUSANTARA CAT.14H


TRAINING & RESEARCH DEPT.
INSTRUMENT PANEL & CONTROL 3 -4

2. Engine Oil Pressure Indikator Warning Lamp.

Lampu indikator peringatan ini akan menyala disertai


bunyi alarm yang menginformasikan kepada operator
bahwa tekanan oil mesin turun drastis, bila ini terjadi
segera hentikan operasi dan matikan mesin, laporkan
kerusakan tersebu t kepada mekanik.
Kelalaian akan hal diatas berakibat keru sakan fatal
pada unit yang anda operasikan.

3. Hidraulick Oil Temperature Indicator Warning


Lamp.
Lampu indikator peringatan ini akan menyala disertai
bunyi alarm yang menginformasikan kepada operator
bahwa suhu dari oli hidraulick megalami over heat.
Hal ini bisa terjdai bila dalam operasi operator sering
memaksakan pekerjaan dari komponen hidraulik
secara berlebihan ( Over Load ).

4. Brake Pressure Indicator Warning Lamp.

Lampu indikator peringatan ini akan menyala disertai


bunyi alarm yang menginformasikan kepada operator
bahwa Tekanan rem problem a tau ada kebocoran
pada sistem rem sehingga tekanannya hilang.
Bila ini terjadi pada saat operasi, hentikan unit
dengan segera ditempat aman dan jangan dioperasikan
sebelum dilakukan pemeriksaan oleh mekanik dan
dinyatakan aman.

PT MADHANI TALATAH NUSANTARA CAT.14H


TRAINING & RESEARCH DEPT.
INSTRUMENT PANEL & CONTROL 3 -5

5. Warning Indicator Lamp.

Lampu indikator peringatan ini akan menyala disertai


bunyi alarm yang menginformasikan kepada operator
bahwa filter tekanan oli transmissi buntu a tau kotor,
bila ini terjadi segera hen tikan operasi dan matikan
mesin, laporkan kerusakan tersebu t kepada mekanik.
Kelalaian akan hal diatas berakibat kerusakan fatal
pada unit yang anda operasikan.

6. Parking Brake Indicator Warning Lamp.

Lampu indikator peringatan ini akan menyala disertai


bunyi alarm yang menginformasikan kepada operator
bahwa rem parkir masih dalam kondisi aktif dan belum
dilepaskan.
Lepaskan rem parkir sebelum anda mengoperasikan
unit dan pasanglah rem parkir saat anda meninggalkan
unit.
Jangan meninggalkan unit hanya dengan menurunkan
blade sebagai penahan agar unit tidak bergerak.
Bila rem parkir mengalami kerusakan, segera laporkan
ke mekanik dan jangan mengoperasikannya sebelum
system terbu t sudah diperbaiki.

7. Battery Charge Indicator Warning Lamp.

Lampu indikator peringatan ini akan menyala disertai


bunyi alarm yang menginformasikan kepada operator
bahwa electrical system a tau system pengisian arus
dari alterna tor ada masalah, laporkan hal tersebu t
kepada mekanik untuk dilakukan perbaikan.

PT MADHANI TALATAH NUSANTARA CAT.14H


TRAINING & RESEARCH DEPT.
INSTRUMENT PANEL & CONTROL 3 -6

8. Transmission System Indicator Warning Lamp.

Lampu indikator peringatan ini akan menyala disertai


bunyi alarm yang menginformasikan kepada operator
bila dalam pengoperasiannya unit melebihi batas
kecepatan yang diijinkan oleh pabrik ( Over Speed ).
Gunakan dan kontrollah kecepatan unit sesuai dengan
kondisi jalan dan batas kecepa tan yang diperbolehkan.

9. Engine Check Indicator Warning Lamp.

Lampu indikator peringatan ini akan menyala disertai


bunyi alarm yang menginformasikan kepada operator
bahwa engine system perlu mendapa tkan pemeriksaan
atau dalam operasi unit melebihi ba tas pu taran rpm
engine yang diijinkan sehingga terjadi Over running.
Hentikan operasi, laporkan ke mekanik untuk
dilakukan pemeriksaan.

10. Steering Indicator Warning Lamp.

Lampu indikator peringatan ini akan menyala disertai


bunyi alarm yang menginformasikan kepada operator
bahwa sistem steering Primary ( kemudi utama ) ada
masalah atau indikasi kerusakan.
Bila hal ini terjadi pada saat operasi, hen tikan unit,
parkir tempat yang aman dan laporkan ke bagian
mekanik untuk dilakukan perbaikan.

PT MADHANI TALATAH NUSANTARA CAT.14H


TRAINING & RESEARCH DEPT.
INSTRUMENT PANEL & CONTROL 3 -7

C, SWICTH -SWICTH

1. Starting Swicth.

Fungsi dari swicth tersebu t adalah untuk


menghidupkan mesin, pada saat akan melakukan start,
putarlah kunci ke kanan dan biarkan semua lampu dan
indikator menyala sambil disertai bunyi alarm
beberapa detik, setelah i tu lakukanlah start dengan
memu tar kunci penuh ke kanan penuh sambil ditahan,
segera lepaskan bila mesin telah hidup.
Jangan mencoba melakukan start berulang-ulang pada
mesin untuk menghindari kerusakan pada sistem
starting motor.

2. Pre Heat Swicth.

Pre Heat berfungsi untuk melakukan pemanasan awal


pada saat kondisi engine dalam keadaan kondisi cuaca
yang cukup dingin dan kadang membuat engine sukar
untuk dihidupkan.
Pre Hea t swicth un tuk dikondisi khusus jarang sekali
digunakan mengingat iklim indonesia masih dalam
kondisi normal untuk unit.

3. Swicth Work Lamp.

Swicth ini berfungsi untuk menghidupkan lampu kerja


yang berada pada bagian atas kabin operator.
Periksalah kondisi lampu tersebu t setiap hari, bila
anda menemui kerusakan atau lampu tersebu t tidak
menyala, segera laporkan ke mekanik untuk dilakukan
penggantiannya.

PT MADHANI TALATAH NUSANTARA CAT.14H


TRAINING & RESEARCH DEPT.
INSTRUMENT PANEL & CONTROL 3 -8

4. Swicth Work Lamp.

Swicth ini berfungsi untuk menghidupkan lampu-lampu


kerja yang dipasang didepan dan dibelakang mesin,
pastikan lampu-lampu tersebu t menyala agar
penerangan pada operasi malam hari benar-benar
aman, bila ditemukan ada lampu yang tidak menyala
segeralah lapor ke mekanik untuk dilakukan
penggantian lampu tersebu t.

5. Swicth Difflock.

Swicth ini berfungsi untuk mengaktifkan fungsi


differential pada tandem, pada gambar terdapat dua
sisi yang menerangkan :
Posisi Unlock : Difflock tidak aktif.
Posisi Lock : Difflock aktif.
Difflock hanya digunakan manakala unit terbenam (
amblas ), un tuk mengeluarkan unit dari lokasi
tersebu t, pasang difflock dan gunakan bantuan lever
articulated un tuk membua t daya dorongnya.
Setelah unit keluar dari lokasi amblas segera matikan
difflock.
PERINGATAN !!!
Jangan gunakan difflock pada kondisi jalan kering.
Pada saat difflock aktif, dilarang untuk membelokkan
unit karena akan merusak system differential unit.

6. Swicth Automatic Decelator.

Swicth ini berfungsi untuk mengaktifkan fungsi dari


otoma tis decelator, sehingga memudahkan operator
bekerja tanpa menginjak pedal decelator.
Posisi Auto : Engine auto decelator aktif.
Posisi Normal : Engine auto decelator normal.

PT MADHANI TALATAH NUSANTARA CAT.14H


TRAINING & RESEARCH DEPT.
INSTRUMENT PANEL & CONTROL 3 -9

7. Swicth Control Automatic Decelator.


1
Swicth ini berfungsi untuk mengatur tinggi rendah 4
rpm dari engine setelah swicth automa tic decelator
diaktifkan : 2
1. Gbr. Kelinci : Tekan swicth ini diposisi pada
gambar yang ditunjukkan untuk menaikkan putaran
3
rpm engine.
2. Gbr. Kura2 : Tekan Swicth ini diposisi pada
gambar yang ditunjukkan untuk mengurangi putaran
rpm engine.

Perhatian !!! :
Putaran rpm engine akan turun seketika secara otoma tis apabila dalam operasi anda
menginjak pedal decelator a tau pedal brake.

8. Swicth Blade Cushion.

Swicth ini berfungsi untuk mengaktifkan system


peredam getaran pada komponen blade,
Hal tersebu t un tuk mengan tisipasi pada saat blade
mengnai benda yang keras yang dapat merusak
komponen blade tersebu t, sehingga pada saat operasi
apabila system ini diaktifkan pada blade mengenai
benturan material keras secara otoma tis blade akan
naik untuk menghindari kerusakan dan hentakan pada
unit dan operator.

9. Swicth Pin Lock Position Blade.

Swicth ini berfungsi untuk mengatur posisi kemiringan


blade pada saat operasi sesuai keinginan operator,
biasanya pada pekerjaan slooping dan pembuatan parit
dan perapian tanggul jalan.
Untuk melepas pin tersebu t tekan swicth lock yang
berwarna merah dan tekan swicth yang bertanda pin
unlock kemudian aturlah pada kemiringan mana yang
diinginkan, pada saat melepas pin pastikan posisi unit
datar sambil menggerakkan tuas dari blade lever
untuk melepaskannya.

PT MADHANI TALATAH NUSANTARA CAT.14H


TRAINING & RESEARCH DEPT.
INSTRUMENT PANEL & CONTROL 3 - 10

10. Swicth Air Conditioner.

Swicth ini berfungsi untuk mengaktifkan udara dingin


dalam kabin operator, terdapa t tiga kecepatan
blower untuk panas dan dingin serta pengaturan suhu
yang diinginkan.

Ingat !!! :
Gunakan AC hanya pada saat semua pintu dalam
kondisi tertu tup dan anda tidak merokok untuk
menhindari kerusakan pada system kompressor
pendingin.

11. Disconnect Swicth

Swicth ini berfungsi untuk menyambung arus atau


memu tus arus listrik dari battery.
Putarlah swicth kekanan untuk menghubungkan arus
dan kekiri untuk memutus arus.

PT MADHANI TALATAH NUSANTARA CAT.14H


TRAINING & RESEARCH DEPT.
INSTRUMENT PANEL & CONTROL 3 - 11

CONTROL LEVER & PEDALS

CONTROL LEVER & PEDAL

1. Decelator & Brake Pedal.

Acelelator pedal : ( gbr. A )


Fungsi pedal ini adalah untuk mengontrol putaran
dari Rpm engine dan kecepatan unit saat beroperasi.
Kontrollah kecepatan unit anda pada saat operasi.
Brake Pedal : ( Gbr. B )
B A
Fungsi brake pedal adalah un tuk mengurangi
kecepatan serta menghen tikan unit.

PT MADHANI TALATAH NUSANTARA CAT.14H


TRAINING & RESEARCH DEPT.
INSTRUMENT PANEL & CONTROL 3 - 12

2. Steering Whell & Horn

Kemudi atau steering ini digunakan untuk


mengarahkan gerakan unit (membelokkan unit),
dengan memu tar steering kekiri da kekanan.
Gunakanlah steering dengan benar dan aman, jangan
membelokkan unit secara tiba-tiba pada saat
melakukan perawatan jalan, hindari pengoperasian
steering secara mendadak.

3. Work lamp Lever.

Lever ini digunakan untuk mengatur dari ketinggian


lampu kerja pada unit.
Periksalah kondisi lampu kerja terutama pada saat
bekerja pada malam hari.
Bila ditemukan lampu kerja unit salah sa tunya tidak
berfungsi segeralaporkan kemekanik untuk
mendapatkan perbaikan.

4. Turn Signal dan Hazard Lamp Lever.

Lever ini digunakan untuk mengaktifkan lampu sein


pada unit ketika hendak berbelok baik kekiri maupu
kekanan.
Lever ini menjadi satu dengan lampu bahaya atau
perhatian, untuk mengaktifkan lampu bahaya
tariklah lever ini keatas makan lampu hazard akan
menyala.

PT MADHANI TALATAH NUSANTARA CAT.14H


TRAINING & RESEARCH DEPT.
INSTRUMENT PANEL & CONTROL 3 - 13

5. Transmission Lever .

Lever ini digunakan untuk mengatur kecepatan dari


putaran transmissi, pada tuas transmissi untuk
CAT.14H terdapat 8 speed untuk kecepatan maju dan
8 speed un tuk percepatan mundur.
Gunakanlah gear transmissi sesuai dengan kecepatan
dan beban kerja pada saat operasi, jangan
menggunakan speed tinggi untuk pekerjaan yang
memerlukan tenaga yang besar.
Agar komponen transmissi bertahan lama, lakukanlah
hal-hal seperti dibawah ini :
1. Jangan memindahkan tuas transmissi dari posisi maju ke mundur a taupun sebaliknya
sebelum unit berhen ti dengan baik.
2. Aturlah kecepa tan unit saat bermua tan atau kosongan diturunan agar tidak terjadi
Over running dari engine dan transmissi.

6. Pedal Inching.

Pedal ini digunakan untuk mengurangi hentakan pada


saat melakukan perpindahan gear transmissi dan pada
saat hen dak mulai berjalan.

7. Attachment Lever

Lever ini digunakan untuk mengoperasikan attachmen t


atau peralatan pada unit grader :

PT MADHANI TALATAH NUSANTARA CAT.14H


TRAINING & RESEARCH DEPT.

Anda mungkin juga menyukai