0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan43 halaman

Rencana Kerja Tahunan SD 2025-2026

Rencama Kerja Tahunan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan43 halaman

Rencana Kerja Tahunan SD 2025-2026

Rencama Kerja Tahunan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KERJA TAHUNAN

(RKT)
TAHUN 2025-2026

DISUSUN OLEH :
RAHMAT YAMIN HARAHAP, [Link].
KEPALA SEKOLAH

YAYASAN PENDIDIKAN GENERASI JENIUS BANGSA


SD GENERASI JENIUS BANGSA
KOTA MEDAN
KATA PENGANTAR

Berkat rahmat dan karunia-Nya semata, kami telah dapat menyusun

rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah, yang akan digunakan sebagai

pedoman dalam melaksanakan program pendidikan. Rencana Kerja Tahunan

Kepala Sekolah yang tertib dan teratur sangat diperlukan untuk peningkatan

kemampuan dalam pengelolaan pendidikan di sekolah. Peningkatan tersebut

akan berdampak positif, yaitu makin meningkatnya efisiensi, mutu, dan

perluasan pendidikan dasar.

Program Kerja Kepala Sekolah ini disusun sebagai penyesuaian dari

Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang didasarkan pada rapor pendidikan

Sekolah, serta digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan

operasional di sekolah, sehingga akan memperlancar kerja Kepala Sekolah.

Penyusunan Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah ini melibatkan unsur

yang terkait, yaitu unsur Kepala Sekolah, Guru, Tendik dan Pengurus Komite

Sekolah, yang sebelumnya telah diuji kelayakannya.

Program Kerja Kepala Sekolah ini meliputi:

1. Pendahuluan

2. Profil dan Rapor Pendidikan

3. Perencanaan Berbasis Data (PBD)

4. Rencana Kerja Tahunan (RKT)

5. Jadwal Kegiatan Tahunan

6. Penutup

Dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah ini, kami

sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari kekurangan maupun

kesalahan, namun demikian tentunya pasti masih banyak terdapat kekurangan

2
maupun kesalahan. Untuk itu kami sangat berterima kasih apabila dari semua

pihak sudi memberikan saran maupun kritik, demi kelancaran tugas yang kami

emban.

Akhirnya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak

yang telah mendukung kami, utamanya kepada Kepala Dinas Pendidikan,

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Medan, Pengawas

SD, Ketua KKKS Kecamatan Medan Labuhan yang telah banyak memberikan

bimbingan dan petunjuk demi kelancaran penyusunan program kerja ini.

Terima kasih

Medan, 14 Juli 2025


Kepala SD Generasi Jenius Bangsa,

RAHMAT YAMIN HARAHAP, [Link].

3
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN..........................................................................................................................1
KATA PENGANTAR..............................................................................................................................2
DAFTAR ISI.................................................................................................................................................3
BAB 1 PENDAHULUAN.............................................................................................................................3
A. Latar Belakang Masalah................................................................................................................5
B. Dasar Hukum...................................................................................................................................6
BAB 2 PROFIL DAN RAPOR PENDIDIKAN.........................................................................................8
A. Profil Pendidikan............................................................................................................................8
B. Rapor Pendidikan.............................................................................................................................9
BAB 3 PERENCANAAN BERBASIS DATA..........................................................................................15
1. Identifikasi Masalah......................................................................................................................15
2. Refleksi............................................................................................................................................16
3. Benahi................................................................................................................................................17
BAB 4 RENCANA KEGIATAN TAHUNAN..........................................................................................22
A. Rencana Kerja Tahunan (RKT).................................................................................................22
B. Jadwal Kegiatan Tahunan...........................................................................................................39
BAB 5 PENUTUP.......................................................................................................................................42
A. KESIMPULAN..................................................................................................................................42
B. REKOMENDASI..............................................................................................................................42

4
BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam


pembangunan sumber daya manusia, oleh sebab itu sebagai upaya untuk
meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan, maka dipandang perlu adanya
upaya yang dilaksanakan secara terencana, terarah, dan terpadu untuk
menyempurnakan kegiatan-kegiatan sekolah, sehingga penyelenggaraan pendidikan
dapat berjalan lebih optimal dan memenuhi harapan semua pihak yang
berkepentingan (stakeholders).
Upaya-upaya yang terus bergulir dalam rangka peningkatan kualitas (quality)
dan pemerataan kesempatan (equity) pendidikan diantaranya melalui penerapan
program wajib belajar 9 dan 12 tahun, standarisasi kurikulum, proses, ketenagaan,
pembiayaan, sarana/prasarana, kompetensi lulusan, penilaian, dan manajemen dan
pencitraan publik.
Rencana kerja tahunan adalah perencanaan program kerja yang akan
digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan kerja dalam waktu satu tahun yang
akan datang. Rencana kerja tahunan ini membantu sebuah tim atau kelompok yang
lebih besar untuk mengetahui hal apa saja yang ingin dicapai, memecah pekerjaan
menjadi lebih ringan dan ringkas dan juga mencari cara terbaik untuk mencapai
tujuan tersebut.
SD Generasi Jenius Bangsa merupakan satuan pendidikan dasar yang berlokasi di
Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan yang memiliki pendidik dan
tenaga kependidikan yang terdiri dari 1 kepala sekolah, 6 guru kelas, 1 orang guru mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam, 1 orang guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga,
dan Kesehatan, 3 orang tenaga kependidikan yaitu Tenaga Administrasi Sekolah, Penjaga
Sekolah, dan Tenaga Kebersihan Sekolah. SD Generasi Jenius Bangsa mempunyai jumlah
peserta didik pada tahun pelajaran 2025/2026 adalah 30 siswa, sedangkan untuk tahun pelajaran
2024/2025 adalah 19 siswa. Berdasarkan data tersebut SD Generasi Jenius Bangsa mencapai
kenaikan jumlah peserta didik dari tahun pelajaran sebelumnya yakni sejumlah 11 orang
siswa.
Pada tahun 2024 telah dilaksanakan asesmen nasional berbasis komputer
(ANBK) untuk siswa kelas V (lima) sejumlah 3 siswa. Hasil dari asesmen tersebut
maka keluarlah profil pendidikan yang menjadi laporan rapor pendidikan yang
diperoleh melalui platform rapor pendidikan. Rapor pendidikan inilah yang
memberikan gambaran nilai capaian siswa dari dimensi A, B, C, D dan E yang
selanjutnya oleh satuan pendidikan dasar dijadikan acuan untuk membuat
perencanaan baik rencana kerja tahunan (RKT) maupun rencana kegiatan dan
anggaran sekolah (RKAS).
Rencana Kerja Tahunan SD Generasi Jenius Bangsa Tahun 2025 ini
merupakan hasil dari proses identifikasi, refleksi dan benahi (IRB) dari laporan rapor
pendidikan tahun 2024 yang merupakan hasil dari proses asesmen nasional tahun
5
2024 yang terkenal dengan istilah ANBK.

6
Dalam laporan rapor pendidikan yang merupakan indikator prioritas
pendidikan dasar dan menengah meliputi: kemampuan literasi, kemampuan
numerasi, karakter, iklim keamanan sekolah dan iklim kebinekaan. Dari indikator
prioritas tersebut dianalisis berdasarkan nilai capaian yang diperoleh berdasarkan
proporsi kemampuan siswa. Selanjutnya dari nilai capaian tersebut dianalisis melalui
proses identifikasi, refleksi dan benahi (IRB) yang akan menjadi dasar untuk
perencanaan berbasis data (PBD).
Perencanaan Berbasis Data (PBD) adalah bentuk pemanfaatan data pada
platform Rapor Pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan maupun dinas
pendidikan maupun pemerintah daerah terhadap mutu dan capaian pendidikannya
dan bertujuan untuk mencapai peningkatan serta perbaikan mutu pendidikan yang
berkesinambungan.
Perencanaan Berbasis Data (PBD) bertujuan untuk memberikan perbaikan
pembelanjaan anggaran serta pembenahan sistem pengelolaan satuan pendidikan
yang efektif, akuntabel dan konkret. Selain itu, Perencanaan Berbasis Data (PBD)
juga disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan atau dinas berdasarkan
identifikasi masalah yang berasal dari data pada platform Rapor Pendidikan, yang
kemudian mendorong satuan pendidikan dan dinas pendidikan untuk melakukan
pembenahan melalui penyusunan kegiatan peningkatan capaian berdasarkan hasil
identifikasi dan refleksi terhadap capaian di Rapor Pendidikan dan kondisi lapangan.
Terdapat 3 langkah sederhana dalam proses Perencanaan Berbasis Data (PBD), yaitu
Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB) yang selanjutnya disebut RKT.

B. Dasar Hukum
1. Dasar Hukum perencanaan berbasis data diatur dalam PP No. 57 tahun 2021
tentang Standar Nasional Pendidikan ;
Pasal 28 berbunyi
● Perencanaan kegiatan Pendidikan bertujuan untuk peningkatan kualitas proses
dan hasil belajar secara berkelanjutan berdasarkan evaluasi diri Satuan
Pendidikan.
● Perencanaan kegiatan Pendidikan dituangkan dalam rencana kerja jangka
pendek dan rencana kerja jangka menengah.
Pasal 48 berbunyi:
● Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilaksanakan terhadap: a. pendidikan anak usia dini; dan b.
pendidikan dasar dan menengah.
● Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) bertujuan untuk perluasan akses dan peningkatan mutu layanan
Pendidikan daerah sesuai kebutuhan Satuan Pendidikan dan program
Pendidikan.
2. Permendikbud Ristek No. 09 tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem Pendidikan oleh
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

7
Pasal 24 Berbunyi :
● Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah berdasarkan
profil pendidikan daerah.
● Evaluasi sistem pendidikan oleh Pemerintah Daerah dilaksanakan terhadap:
a. Pendidikan Anak Usia Dini; dan
b. Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah. Pasal 26
berbunyi:
● Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah dimanfaatkan oleh
Pemerintah Daerah sebagai bahan untuk melakukan penyesuaian kebijakan dan
perencanaan program dalam rangka peningkatan akses, mutu, relevansi, dan tata
kelola penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kewenangannya.
Pasal 28
Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
dimanfaatkan oleh Satuan Pendidikan untuk:
● mengidentifikasi masalah pendidikan yang perlu mendapatkan prioritas
berdasarkan indikator dalam profil Satuan Pendidikan atau profil program
pendidikan kesetaraan;
● mendalami hasil identifikasi masalah pendidikan untuk menemukan akar
masalah dan merumuskan langkah perbaikan; dan
● melakukan perencanaan program untuk mengatasi akar masalah

8
BAB 2 PROFIL DAN RAPOR PENDIDIKAN
Profil Pendidikan
Profil pendidikan adalah Laporan Komprehensif mengenai layanan pendidikan
sebagai hasil dari Evaluasi Sistem Pendidikan yang digunakan sebagai landasan
untuk peningkatan mutu layanan pendidikan dan penetapan Rapor Pendidikan.
Profil Pendidikan terdiri dari indikator-indikator yang merefleksikan delapan
Standar Nasional Pendidikan dan mencakup area yang berkaitan dengan input,
proses, dan output pembelajaran
Gambar 1. Kerangka Profil Pendidikan

Gambar 2. Struktur Profil Pendidikan

A. Rapor Pendidikan
1. Pengertian
Rapor Pendidikan adalah Indikator terpilih Dari Profil Pendidikan yang
merefleksikan prioritas Kemendikbud Ristek yang digunakan untuk menilai kinerja
daerah dan satuan pendidikan. Rapor Pendidikan diperoleh dari perbandingan nilai
indikator antar tahun.
Untuk mengetahui rapor pendidikan satuan pendidikan maka Kepala sekolah
atau pun admin sekolah dapat melihat dan mengunduh rapor pendidikan melalui

9
tautan [Link] atau Platform rapor
pendidikan. Platform Rapor pendidikan adalah aplikasi berbasis web yang
menampilkan informasi Profil Pendidikan dan Rapor Pendidikan. Platform Rapor
Pendidikan dapat diakses oleh pengguna yang memiliki akun belajar sesuai dengan
kewenangannya.
Pada rapor pendidikan terdapat indikator yang menjadi prioritas pendidikan
dasar diantaranya:
1) A.1 Kemampuan literasi
2) A.2 Kemampuan Numerasi
3) A.3 Karakter
4) D.4 Iklim Keamanan Sekolah
5) D.8 Iklim Kebhinekaan Sekolah.
Setelah melihat hasil dari Rapor Pendidikan, satuan pendidikan dapat
melakukan refleksi dan evaluasi atas kualitas dari pendidikannya. Selain itu hasil
Rapor Pendidikan juga dapat dijadikan sebagai dasar Perencanaan Berbasis Data
(PBD) yang tepat dan akurat, sehingga pada akhirnya akan dapat membantu proses
dan meningkatkan kualitas belajar mengajar satuan pendidikan. Adapun tahapan
dalam melakukan perencanaan berbasis data (PBD) adalah dengan melakukan
Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB).
1) Tahapan proses identifikasi (memilih dan menetapkan masalah) yang dilakukan
oleh kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut:
● Mengunduh data dari platform Rapor Pendidikan
● Merujuk kepada daftar indikator prioritas
● Menetapkan indikator rapor sebagai masalah yang akan diintervensi.
2) Tahapan proses refleksi (merumuskan akar masalah) yang dilakukan oleh
kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut.
● Dari masalah yang akan diintervensi, dilakukan analisis untuk mencari
akar masalah
3) Tahapan proses refleksi (menentukan program dan kegiatan) yang dilakukan
oleh kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut.
● Membuat program, dan
● menyusun kegiatan sebagai solusi untuk setiap akar masalah yang ditetapkan.
2. Rapor Pendidikan SD Generasi Jenius Bangsa

10
Gambar. 3 Dimensi A tahun 2024

Gambar 4. Dimensi D Tahun 2024

Berdasarkan hasil analisis dari platform rapor pendidikan SD Generasi Jenius Bangsa
maka didapat data berikut ini:
1) Mutu Hasil Peserta Didik
Hasil belajar peserta didik bisa dilihat dari aspek kognitif dan nonkognitif. Aspek
kognitif diukur dari kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, sementara
aspek non kognitif diukur dari karakter dan perilaku yang sejalan dengan nilai
Pancasila.
a) Kemampuan literasi peserta didik SD Generasi Jenius Bangsa dari 66,67%
peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk literasi membaca.
b) Kemampuan Numerasi peserta didik SD Generasi Jenius Bangsa masih 0%
dan perlu perhatian khusus dalam upaya peningkatan numerasi siswa.
c) Indeks karakter Peserta didik SD Generasi Jenius Bangsa terbiasa
menerapkan nilai-nilai karakter pelajar pancasila yang berakhlak mulia,
bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta berkebinekaan
global dalam kehidupan sehari hari Tahun 2024 persentase indeks karakter SD
Generasi Jenius Bangsa adalah sebesar 63,6% dengan kategori baik.

2) Iklim Keamanan dan Inklusivitas di Satuan Pendidikan


Perasaan dan interaksi peserta didik di sekolah sangat menentukan kualitas
pembelajaran. Peserta didik yang merasa tidak aman, misalnya karena mengalami
perundungan atau diskriminasi agama, ras, sosial ekonomi, atau kondisi fisiknya,
akan kesulitan dalam mengikuti pelajaran.
a. Iklim Keamanan SD Generasi Jenius Bangsa memiliki lingkungan sekolah
yang aman, terlihat dari kesejahteraan psikologis yang baik dan rendahnya
kasus perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan penyalahgunaan
narkoba. Satuan pendidikan dapat mempertahankan kualitas warga sekolah

11
dalam mencegah dan menangani kasus untuk menciptakan iklim keamanan di
lingkungan sekolah.
a) Kesetaraan Gender SD Generasi Jenius Bangsa mendukung kesetaraan hak-
hak sipil antar kelompok gender. Dukungan tersebut seringkali didasari oleh
alasan pragmatis dan cenderung bersifat pasif.
b) Iklim Kebhinekaan SD Generasi Jenius Bangsa sudah mampu menghadirkan
suasana proses pembelajaran yang menjunjung tinggi toleransi
agama/kepercayaan dan budaya; mendapatkan pengalaman belajar yang
berkualitas; mendukung kesetaraan agama/kepercayaan, dan budaya; serta
memperkuat nasionalisme.
c) Iklim Inklusivitas di SD Generasi Jenius Bangsa mulai mengembangkan
suasana proses pembelajaran yang menyediakan layanan yang ramah bagi
peserta didik dengan disabilitas dan cerdas berbakat istimewa.

3) Kompetensi GTK
Tingkat kompetensi GTK bisa dilihat dari proporsi GTK yang bersertifikat dan
nilai Uji Kompetensi Guru (UKG). Sementara itu, jumlah kehadiran GTK di
kelas bisa menggambarkan bagaimana kinerja mereka sehari-hari. Tak hanya
melihat kondisi saat ini, kita juga perlu melihat potensi perkembangan mutu
dengan keikutsertaan GTK ke berbagai pelatihan.

Nilai Uji Kompetensi Guru di SD Generasi Jenius Bangsa dengan rata-rata nilai UKG
cukup baik.
a) Pengalaman Pelatihan guru di SD Generasi Jenius Bangsa telah berkembang
dalam keikutsertaan guru dalam pelatihan.
b) Kehadiran Guru di Kelas terdiri dari: Kehadiran guru menurut laporan
murid dan Kehadiran guru menurut laporan kepala sekolah
c) Proporsi GTK di SD Generasi Jenius Bangsa baik, KS/Wakil KS bukan
berasal dari guru penggerak.

4) Pengelolaan Sekolah yang Partisipatif, Transparan, dan Akuntabel


Dalam pelaksanaan dan pengembangan aktivitas, sekolah penting untuk
melibatkan warga sekolah (orang tua dan peserta didik). Dari sisi pengelolaan
dana, perlu diperhatikan proporsi jenis belanja yang dilakukan, dan bagaimana
tingkat pemanfaatan TIK dalam melakukan perencanaan dan pembelanjaan
anggaran.
a) Partisipasi Warga Sekolah
Partisipasi warga sekolah terdiri dari: Partisipasi orang tua dan Partisipasi
murid
b) Pemanfaatan Sumber Daya Sekolah
Proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah untuk peningkatan mutu terdiri
dari:
● Proporsi pembelanjaan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan
● Proporsi pembelanjaan non personil mutu pembelajaran

12
c) Pemanfaatan TIK untuk Administrasi
Pemanfaatan TIK di SD Generasi Jenius Bangsa telah Tinggi untuk
pengelolaan anggaran yang terdiri dari:
● Proporsi pembelanjaan dana BOS secara baik
● Indeks penggunaan platform SDS sumber daya sekolah -
ketepatan waktu dan kelengkapan pelaporan

13
BAB 3 PERENCANAAN BERBASIS DATA

Perencanaan Berbasis Data adalah bentuk pemanfaatan data pada platform


Rapor Pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan Pendidikan, dinas pendidikan
maupun pemerintah daerah terhadap mutu dan capaian pendidikannya dan bertujuan
untuk mencapai peningkatan serta perbaikan mutu pendidikan yang
berkesinambungan. Tahapan yang dilakukan oleh SD Generasi Jenius Bangsa dalam
Perencanaan Berbasis Data (PBD) dari rapor pendidikan adalah sebagai berikut.

1. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah artinya memilih dan menetapkan masalah yang didapat dari
rapor pendidikan SD Generasi Jenius Bangsa dengan tahapan sebagai berikut.
● Mengunduh Profil Pendidikan dari Platform Rapor Pendidikan.
● mempelajari indikator-indikator yang ada dan petakan indikator yang masih
bermasalah.
● Kemendikdasmen telah menetapkan indikator prioritas bagi satuan pendidikan
sebagai fokus untuk meningkatkan kualitas layanan sebagai indikator yang
perlu diprioritaskan.
● memilih indikator yang ingin diintervensi dengan mempertimbangkan
indikator prioritas dan indikator yang bermasalah.
● Dari Rapor pendidikan SD Generasi Jenius Bangsa diperoleh data/indikator
yang bermasalah melalui proses identifikasi berdasarkan nilai capai setiap
indikator yang diidentifikasi seperti yang terdapat pada tabel di bawah ini.

Tabel 1. Proses Identifikasi
Rapor Pendidikan SD Generasi Jenius Bangsa tahun 2024
Indikator yang Indikator Prioritas Indikator yang
Bermasalah Dikdasmen akan
diintervensi
A.1 K. Numerasi A.1 Kemampuan Literasi A.1 K. Literasi

A.2 Kemampuan Numerasi A.2 K. Numerasi

A.3 Karakter

D.1 Kualitas Pembelajaran

D.8 Iklim Kebhinekaan

Keterangan:
★ A.1 Kemampuan literasi termasuk indikator bermasalah karena pada rapor
pendidikan nilai capaian di bawah kompetensi minimum (77,78)
★ A.1 Kemampuan Numerasi termasuk indikator bermasalah karena pada rapor
pendidikan nilai capaiannya di bawah kompetensi minimum (77,78)
14
★ Definisi Capaian kemampuan Literasi siswa SD Generasi Jenius Bangsa
Kurang dari 66,67% peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk
literasi membaca.
★ Definisi Capaian Kemampuan Numerasi siswa SD Generasi Jenius Bangsa
Kurang dari 0% peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk
numerasi.
★ Dua indikator tersebut (Literasi dan Nmerasi) dari 5 indikator prioritas
termasuk indikator yang akan diintervensi oleh SD Generasi Jenius Bangsa.
2. Refleksi
Refleksi adalah proses merumuskan akar masalah yang dilakukan SD Generasi
Jenius Bangsa dari rapor pendidikan pada indikator prioritas yang masih
bermasalah dan mengakibatkan capaian untuk indikator A.1 Kemampuan Literasi
dan A2 Kemampuan Numerasi siswa SD Generasi Jenius Bangsa masih di bawah
kompetensi minimum. Adapun tahapan yang dilakukan SD Generasi Jenius
Bangsa dalam melakukan refleksi adalah sebagai berikut.
● Dari masalah yang akan diintervensi, cari akar masalah dari setiap masalah
yang dipilih. Metode perumusan akar masalah dapat dilakukan dengan cara
yang beragam dari yang paling sederhana sampai penggunaan analisis data
yang kompleks.
● Akar masalah dapat dilakukan dengan:
1) Melihat indikator level 2 yang bermasalah (warna merah dan atau kuning)
2) Melihat indikator dari dimensi lain yang capaiannya rendah
● Dari rapor pendidikan SD Generasi Jenius Bangsa diperoleh akar masalah
dari indikator yang diintervensi seperti yang tertera pada tabel di bawah ini

15
Tabel 2. Proses Refleksi
Rapor Pendidikan SD Generasi Jenius Bangsa Tahun
2024

N Akar Masalah
Identifikasi Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Kegiatan ARKAS
o Level 1 Level 2
1. D.8 Iklim D.8 Iklim D.8.1 Toleransi Aktivitas 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik Kegiatan BOS Reguler
Kebinekaan Kebinekaan agama dan peningkatan mempelajari konsep dan praktik terkait  Program pembinaan kesiswaan
dukungan atas kesetaraan siswa sebagai dan kepemimpinan siswa
budaya kemapuan guru dan bagian dari peningkatan kualitas iklim  Pengembangan kegiatan
kepala sekolah yang kebinekaan di satuan pendidikan. pelibatan orang tua/wali/keluarga
bertujuan di pembelajaran
menunjang 2. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Peningkatan kompetensi guru
terciptanya sikap mengimplementasikan pengetahuan tentang untuk memahami sikap inklusif,
dukungan atas kesetaraan peserta didik toleran, dan kesetaraan gender
inklusif yang untuk meningkatkan proses pembelajaran (termasuk pendidikan
mendukung sikap peserta didik inklusif/disabilitas)
menerima dan
menghargai  3Kepala satuan pendidikan mendorong
keragaman agama perbaikan penerapan dukungan atas
kesetaraan peserta didik di satuan
dan budaya di pendidikan melalui program, kebijakan, baik
sekolah sehingga itu yang membutuhkan anggaran maupun
berdampak kepada yang tidak membutuhkan anggaran.
iklim kebinekaan.
2. D.8 Iklim D.8 Iklim D.8.3 Toleransi Kondisi sekolah yang 1. Inspirasi 1: Kepala satuan pendidikan dan Kegiatan BOS Reguler
Kebinekaan Kebinekaan dan kesetaraan menunjukkan adanya pendidik mempelajari konsep dan praktik terkait  Program pembinaan kesiswaan
sikap dan perilaku toleransi agama dan budaya sebagai bagian dari
peserta didik kepala sekolah dan salah satu upaya peningkatan iklim kebinekaan.
dan kepemimpinan siswa
guru dalam  Pengembangan kegiatan
menerapkan toleransi 2. Inspirasi 2: Kepala satuan pendidikan dan pelibatan orang
agama dan budaya pendidik mengimplementasikan pengetahuan tua/wali/keluarga di
serta komitmen tentang toleransi agama dan budaya pada beragam pembelajaran
kebangsaan aktivitas intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
memengaruhi ekstrakurikuler di satuan pendidikan untuk
 Peningkatan kompetensi guru
keseluruhan iklim memperbaiki proses pembelajaran peserta didik. untuk memahami sikap inklusif,
kebinekaan di toleran, dan kesetaraan gender
sekolah 3. Inspirasi 3: Kepala satuan pendidikan mendorong (termasuk pendidikan
perbaikan penerapan toleransi agama dan budaya inklusif/disabilitas)
di satuan pendidikan melalui program, kebijakan
baik itu yang membutuhkan anggaran maupun yang
tidak membutuhkan anggaran.

16
1.
3 D.8 Iklim D.6 Iklim D.6.1 Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kebinekaan Kesetaraan Pemahaman dan kompetensi GTK mempelajari tentang konsep, Peningkatan kompetensi guru
Gender sikap warga dan kebijakan pemahaman, dan sikap warga sekolah untuk pembelajaran berorientasi
satuan yang menunjang terkait kesetaraan gender untuk pada peserta didik
pendidikan pemahaman dan mendorong iklim kebinekaan di satuan  Penyediaan atau pembuatan
N Akar Masalah
Identifikasi Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Kegiatan ARKAS
o Level 1 Level 2
terhadap sikap warga pendidikan media pembelajaran
kesetaraan sekolah terhadap 2. Pendidik mengintegrasikan  Peningkatan kompetensi guru
gender kesetaraan gender pengetahuan tentang pemahaman dan untuk memahami sikap inklusif,
sikap warga sekolah terkait kesetaraan toleran, dan kesetaraan gender
gender untuk memperbaiki proses (termasuk pendidikan
pembelajaran peserta didik inklusif/disabilitas)
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan pemahaman dan sikap
warga sekolah terkait kesetaraan
gender di
satuan pendidikan melalui program,
kebijakan, dan penganggaran
4 D.8 Iklim D.6 Iklim D.6.2 Perilaku Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kebinekaan Kesetaraan warga satuan kompetensi GTK mempelajari tentang bentuk perilaku Peningkatan kompetensi guru
Gender pendidikan dan kebijakan warga sekolah yang mendorong untuk pembelajaran berorientasi
terhadap yang menunjang kesetaraan gender untuk mendukung pada peserta didik
kesetaraan terciptanya iklim iklim kebinekaan di satuan pendidikan  Penyediaan atau pembuatan
gender kesetaraan gender 2. Pendidik mengintegrasikan media pembelajaran
pengetahuan tentang perilaku yang  Peningkatan kompetensi guru
mendorong kesetaraan gender untuk untuk memahami sikap inklusif,
memperbaiki proses pembelajaran toleran, dan kesetaraan gender
peserta didik (termasuk pendidikan
3. Kepala satuan pendidikan mendorong inklusif/disabilitas)
perbaikan perilaku warga sekolah
terkait kesetaraan gender di satuan
pendidikan melalui program, kebijakan,
dan penganggaran

17
5 D.8 Iklim E.5 Program E.5.5 Program Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kebinekaan dan kebijakan dan Kebijakan kompetensi GTK mempelajari tentang program dan Peningkatan kompetensi guru
satuan mengenai dan kebijakan kebijakan mengenai kesetaraan gender untuk memahami sikap inklusif,
pendidikan kesetaraan yang mendukung di satuan pendidikan untuk mendukung toleran, dan kesertaan gender
gender terlaksananya iklim kebinekaan (termasuk pendidikan
program dan 2. Pendidik mengintegrasikan pengetahuan inklusif/disabilitas)
kebijakan sekolah tentang program dan kebijakan  Pengembangan sekolah sehat,
terkait kesetaraan mengenai kesetaraan gender di satuan sekolah aman, sekolah ramah
gender pendidikan untuk memperbaiki proses anak, sekolah inklusi, sekolah
pembelajaran peserta didik adiwiyata, dan sejenisnya

N Akar Masalah
Identifikasi Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Kegiatan ARKAS
o Level 1 Level 2
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan program, kebijakan, dan
penganggaran mengenai kesetaraan
gender di satuan pendidikan
6 D.8 Iklim E.5 Program E.5.1 Program Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kebinekaan dan kebijakan dan kebijakan kompetensi GTK mempelajari tentang program dan Pelaksanaan kegiatan orientasi
satuan satuan dan kebijakan kebijakan mengenai pencegahan dan siswa baru yang bersifat
pendidikan pendidikan yang mendukung penanganan perundungan di satuan akademik dan pengenalan
tentang terlaksananya pendidikan untuk mendukung iklim lingkungan tanpa kekerasan
perundungan program dan kebinekaan  Peningkatan kompetensi guru
kebijakan sekolah 2. Pendidik mengintegrasikan pengetahuan untuk memahami tentang
terkait tentang program dan kebijakan perundungan, kekerasan, dan
perundungan mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual
perundungan di satuan pendidikan untuk
memperbaiki proses pembelajaran
peserta didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan program, kebijakan, dan
penganggaran mengenai pencegahan
dan penanganan perundungan di satuan
pendidikan
7 D.8 Iklim D.4 Iklim D.4.9 Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kebinekaan keamanan Pemahaman dan kompetensi GTK mempelajari mempelajari tentang Penyelenggaraan: pencegahan
satuan sikap guru dan kebijakan definisi, ragam kasus, serta sikap penyalahgunaan narkotika,

18
pendidikan tentang rokok, yang menunjang terkait rokok, minuman keras, dan psikotropika, zat adiktif
minuman keras, pemahaman dan narkoba, serta pencegahan dan (narkoba), minuman keras,
dan narkoba sikap guru penanganannya, untuk mendukung merokok, dan HIV AIDS
terhadap narkoba iklim kebinekaan  Peningkatan kompetensi guru
2. Pendidik mengimplementasikan untuk memahami
pengetahuan tentang definisi, ragam penyalahgunaan narkotika,
kasus, serta sikap terkait rokok, minuman psikotropika, zat adiktif
keras, dan narkoba, serta pencegahan dan (narkoba), minuman keras,
penanganannya, untuk memperbaiki merokok, dan HIV AIDS
proses pembelajaran peserta didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan pemahaman dan sikap
guru

N Akar Masalah
Identifikasi Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Kegiatan ARKAS
o Level 1 Level 2
tentang pencegahan dan penanganan
rokok, minuman keras, dan narkoba
melalui program, kebijakan, dan
penganggaran
8 D.8 Iklim D.4 Iklim D.4.7 Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kebinekaan keamanan Pemahaman dan kompetensi GTK mempelajari tentang definisi, ragam Pengembangan program
satuan sikap guru dan kebijakan kasus, serta sikap terkait kekerasan pencegahan dan penanganan
pendidikan tentang yang menunjang seksual, serta pencegahan dan kekerasan dan kekerasan seksual
kekerasan pemahaman dan penanganannya, untuk mendukung di satuan pendidikan (termasuk
seksual sikap guru iklim kebinekaan program Roots)
terhadap 2. Pendidik mengimplementasikan  Peningkatan kompetensi guru
kekerasan seksual pengetahuan tentang definisi, ragam untuk memahami tentang
kasus, serta sikap terkait kekerasan perundungan, kekerasan, dan
seksual, serta pencegahan dan kekerasan seksual
penanganannya, untuk
memperbaiki proses pembelajaran
peserta didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan pemahaman dan sikap
guru tentang pencegahan dan
penanganan kekerasan seksual

19
melalui program, kebijakan, dan
penganggaran
9 A.3 Karakter A.3 Karakter A.3.3 Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kreativitas kompetensi GTK mempelajari tentang Profil Pelajar Pengembangan pembelajaran
dan kebijakan Pancasila untuk dimensi Kreativitas berbasis projek (termasuk P5)
yang mendukung sebagai bagian dari penguatan karakter  Peningkatan kompetensi guru
kreativitas murid 2. Pendidik mampu mengimplementasikan untuk pemahaman Profil Pelajar
pembelajaran berbasis projek penguatan Pancasila: Kreativitas
Profil Pelajar Pancasila dimensi  Peningkatan Kompetensi Guru
Kreativitas untuk keterlibatan
3. Kepala satuan pendidikan mendorong orangtua/wali dan masyarakat
perbaikan dimensi Kreativitas melalui dalam pembelajaran
program, kebijakan, dan penganggaran
untuk pelaksanaan projek penguatan
Profil Pelajar Pancasila
10 A.3 Karakter A.3 Karakter A.3.4 Nalar Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler

N Akar Masalah
Identifikasi Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Kegiatan ARKAS
o Level 1 Level 2
Kritis kompetensi GTK mempelajari tentang Profil Pelajar Pengembangan pembelajaran
dan kebijakan Pancasila untuk dimensi Nalar Kritis berbasis projek (termasuk P5)
yang mendukung sebagai bagian dari penguatan karakter  Peningkatan kompetensi guru
sikap bernalar 2. Pendidik mampu mengimplementasikan untuk keterlibatan orang
kritis pembelajaran berbasis projek penguatan tua/wali dan masyarakat dalam
Profil Pelajar Pancasila dimensi Nalar pembelajaran
Kritis  Peningkatan kompetensi guru
3. Kepala satuan pendidikan mendorong untuk pemahaman Profil Pelajar
perbaikan dimensi Nalar Kritis melalui Pancasila: Nalar Kritis
program, kebijakan, dan penganggaran
untuk pelaksanaan projek penguatan
Profil Pelajar Pancasila

20
11 A.3 Karakter D.2 Refleksi D.2.3 Penerapan Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
dan perbaikan praktik inovatif kompetensi GTK mempelajari tentang penerapan praktik Kegiatan komunitas belajar
pembelajaran dan kebijakan inovatif untuk mendukung penguatan antar sekolah (termasuk KKG,
oleh guru yang menunjang karakter MGMP, MGMPS, MGMPK,
penerapan praktik 2. Pendidik mengimplementasikan KKKS, atau MKKS)
inovatif pengetahuan tentang penerapan  Peningkatan kompetensi guru
praktik inovatif untuk memperbaiki untuk memahami konten
proses pembelajaran yang mendukung pembelajaran dan cara
penguatan karakter peserta didik mengajarkannya
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan penerapan praktik inovatif di
satuan pendidikan melalui program,
kebijakan, dan penganggaran
12 A.3 Karakter D.2 Refleksi D.2.2 Refleksi Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
dan perbaikan atas praktik kompetensi GTK mempelajari tentang refleksi atas praktik Pelaksanaan supervisi
pembelajaran mengajar dan kebijakan mengajar untuk memperbaiki proses pembelajaran semua mata
oleh guru yang menunjang pembelajaran yang mendukung pelajaran/guru di sekolah
refleksi atas penguatan karakter peserta didik  Pelaksanaan kegiatan komunitas
praktik mengajar 2. Pendidik mengimplementasikan belajar di satuan pendidikan
pengetahuan tentang refleksi atas praktik  Peningkatan kompetensi guru
mengajar untuk memperbaiki proses untuk pengembangan diri
pembelajaran yang mendukung melalui kebiasaan refleksi
penguatan karakter peserta didik

N Akar Masalah
Identifikasi Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Kegiatan ARKAS
o Level 1 Level 2
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan kompetensi refleksi atas
praktik mengajar di satuan pendidikan
melalui program, kebijakan, dan
penganggaran
13 A.3 Karakter D.1 Kualitas D.1.3 Metode Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
pembelajaran pembelajaran kompetensi GTK mempelajari tentang metode Penyusunan silabus / tujuan
dan kebijakan pembelajaran interaktif untuk pembelajaran
yang menunjang mendukung penguatan karakter - Peningkatan kompetensi guru
aktivasi kognitif 2. Pendidik mampu mengimplementasikan untuk keterlibatan
pengetahuan tentang metode orangtua/wali dan masyarakat

21
pembelajaran untuk memperbaiki dalam pembelajaran
proses pembelajaran yang mendukung - Peningkatan Kompetensi Guru
penguatan karakter peserta didik untuk memahami konten
3. Kepala satuan pendidikan mendorong pembelajaran dan cara
perbaikan metode pembelajaran di mengajarkannya
satuan pendidikan melalui program,
kebijakan,
dan penganggaran
14 A.3 Karakter D.1 Kualitas D.1.2 Dukungan Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
pembelajaran psikologis kompetensi GTK mempelajari tentang dukungan Konsultasi peningkatan mutu
dan kebijakan psikologis bagi peserta didik untuk pendidikan (konsultan &
yang menunjang mendukung penguatan karakter psikolog)
dukungan 2. Pendidik mampu mengimplementasikan  Peningkatan Kompetensi Guru
psikologis kepada pengetahuan tentang dukungan untuk pembelajaran berorientasi
murid psikologis untuk memperbaiki proses pada peserta didik
pembelajaran yang mendukung  Peningkatan Kompetensi Guru
penguatan karakter peserta didik untuk memahami konten
3. Kepala satuan pendidikan mendorong pembelajaran dan cara
perbaikan dukungan psikologis di mengajarkannya
satuan pendidikan melalui program,
kebijakan, dan penganggaran
15 A.3 Karakter D.3 D.3.3 Dukungan Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kepemimpinan untuk refleksi kompetensi GTK mempelajari tentang dukungan untuk Pengembangan kegiatan
instruksional guru dan kebijakan refleksi guru untuk mendukung pelibatan orang
yang menunjang penguatan karakter tua/wali/keluarga di

N Akar Masalah
Identifikasi Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Kegiatan ARKAS
o Level 1 Level 2
dukungan untuk 2. Kepala satuan pendidikan pembelajaran
refleksi guru mengimplementasikan pengetahuan  Peningkatan kompetensi guru
tentang pemberian dukungan untuk untuk memperkuat numerasi
refleksi guru dalam memperbaiki  Peningkatan kompetensi guru
proses pembelajaran yang mendukung untuk keterlibatan orang
penguatan karakter peserta didik tua/wali dan masyarakat dalam
3. Kepala satuan pendidikan mendorong pembelajaran
perbaikan terhadap dukungan untuk
refleksi guru di satuan pendidikan

22
melalui program, kebijakan, dan
penganggaran
16 A.3 Karakter D.3 D.3.2 Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kepemimpinan Pengelolaan kompetensi GTK mempelajari tentang pengembangan Penyusunan kurikulum
instruksional kurikulum dan kebijakan dan pengelolaan kurikulum satuan  Penyusunan silabus/tujuan
satuan yang menunjang untuk mendukung penguatan karakter pembelajaran
pendidikan pengelolaan 2. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Peningkatan kompetensi guru
kurikulum mengimplementasikan pengetahuan untuk memahami kurikulum dan
sekolah tentang pengembangan dan cara mengajarkannya
pengelolaan kurikulum satuan untuk
memperbaiki proses pembelajaran yang
mendukung penguatan karakter peserta
didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan pengelolaan kurikulum di
satuan pendidikan melalui program,
kebijakan, dan penganggaran
17 A.2 A.2 A.2.2 Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kemampuan Kemampuan Kompetensi kompetensi GTK mempelajari domain aljabar sebagai Peningkatan kompetensi guru
numerasi numerasi pada domain dan kebijakan bagian dari kemampuan numerasi untuk memperkuat numerasi
Aljabar yang menunjang 2. Pendidik mengimplementasikan  Pengembangan kegiatan literasi
kemampuan pengetahuan tentang peningkatan dan numerasi
numerasi pada kompetensi pada domain aljabar untuk  Peningkatan kompetensi guru
domain Aljabar memperbaiki proses pembelajaran untuk pembelajaran berorientasi
numerasi peserta didik pada peserta didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan terhadap kompetensi pada

N Akar Masalah
Identifikasi Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Kegiatan ARKAS
o Level 1 Level 2
domain aljabar di satuan pendidikan
melalui program, kebijakan, dan
penganggaran
18 A.2 A.2 A.2.1 Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kemampuan Kemampuan Kompetensi kompetensi GTK mempelajari domain bilangan sebagai Peningkatan kompetensi guru
numerasi numerasi pada domain dan kebijakan bagian dari kemampuan numerasi untuk memperkuat numerasi
Bilangan yang menunjang 2. Pendidik mengimplementasikan  Pengembangan kegiatan literasi

23
kemampuan pengetahuan tentang peningkatan dan numerasi
numerasi pada kompetensi pada domain bilangan untuk  Peningkatan kompetensi guru
domain Bilangan memperbaiki proses pembelajaran untuk pembelajaran berorientasi
numerasi peserta didik pada peserta didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan terhadap kompetensi pada
domain bilangan di satuan pendidikan
melalui program, kebijakan, dan
penganggaran
19 A.2 D.2 Refleksi D.2.3 Penerapan Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kemampuan dan perbaikan praktik inovatif kompetensi GTK mempelajari tentang penerapan praktik Kegiatan komunitas belajar
numerasi pembelajaran dan kebijakan pembelajaran inovatif untuk mendukung antar sekolah (termasuk KKG,
oleh guru yang menunjang kemampuan numerasi MGMP, MGMPS, MGMPK,
penerapan praktik 2. Pendidik mengimplementasikan KKKS, atau MKKS)
inovatif pengetahuan tentang penerapan  Peningkatan kompetensi guru
praktik pembelajaran inovatif untuk untuk memahami konten
memperbaiki proses pembelajaran pembelajaran dan cara
numerasi peserta didik mengajarkannya
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan terhadap penerapan praktik
pembelajaran inovatif di satuan
pendidikan melalui program, kebijakan,
dan penganggaran
20 A.2 D.2 Refleksi D.2.2 Refleksi Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kemampuan dan perbaikan atas praktik kompetensi GTK mempelajari tentang refleksi atas praktik Pelaksanaan supervisi
numerasi pembelajaran mengajar dan kebijakan mengajar untuk mendukung kemampuan pembelajaran semua mata
oleh guru yang menunjang numerasi pelajaran/guru di sekolah
refleksi atas 2. Pendidik mengimplementasikan  Pelaksanaan kegiatan komunitas

N Akar Masalah
Identifikasi Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Kegiatan ARKAS
o Level 1 Level 2
praktik mengajar pengetahuan tentang refleksi atas praktik belajar di satuan pendidikan
mengajar untuk memperbaiki proses  Peningkatan kompetensi guru
pembelajaran numerasi peserta didik untuk pengembangan diri
3. Kepala satuan pendidikan mendorong melalui kebiasaan refleksi
perbaikan terhadap refleksi atas praktik
mengajar di satuan pendidikan melalui
24
program, kebijakan, dan penganggaran
21 A.2 A.1 A.1.2 Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kemampuan Kemampuan Kompetensi kompetensi guru mempelajari tentang teks sastra untuk Peningkatan kompetensi guru
numerasi literasi membaca teks dan kebijakan mendukung kemampuan numerasi untuk memperkuat literasi
sastra yang menunjang 2. Pendidik mengimplementasikan  Pengembangan kegiatan literasi
kompetensi pengetahuan tentang teks sastra untuk dan numerasi
membaca teks memperbaiki proses pembelajaran  Kegiatan pemberdayaan
sastra numerasi peserta didik perpustakaan terutama untuk
3. Kepala satuan pendidikan mendorong pengembangan minat baca
perbaikan kemampuan teks sastra di peserta didik
satuan pendidikan melalui program,
kebijakan, dan penganggaran
22 A.2 A.1 A.1.1 Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kemampuan Kemampuan Kompetensi kompetensi GTK mempelajari tentang teks informasi untuk Peningkatan kompetensi guru
numerasi literasi membaca teks dan kebijakan mendukung kemampuan numerasi untuk memperkuat literasi
informasi yang menunjang 2. Pendidik mengimplementasikan  Pengembangan kegiatan literasi
kompetensi pengetahuan tentang teks informasi dan numerasi
membaca teks untuk memperbaiki proses pembelajaran  Kegiatan pemberdayaan
informasi numerasi peserta didik perpustakaan terutama untuk
3. Kepala satuan pendidikan mendorong pengembangan minat baca
perbaikan kemampuan teks informasi di peserta didik
satuan pendidikan melalui program,
kebijakan, dan penganggaran
1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Peningkatan mempelajari tentang metode Penyusunan silabus / tujuan
kompetensi GTK pembelajaran interaktif untuk pembelajaran
A.2 dan kebijakan mendukung kemampuan numerasi  Peningkatan kompetensi guru
Kemampuan D.1 Kualitas D.1.3 Metode yang menunjang 2. Pendidik mengimplementasikan untuk keterlibatan orangtua/wali
23 numerasi pembelajaran pembelajaran aktivasi kognitif pengetahuan tentang metode dan masyarakat dalam

N Akar Masalah
Identifikasi Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Kegiatan ARKAS
o Level 1 Level 2
pembelajaran interaktif untuk pembelajaran
memperbaiki proses pembelajaran  Peningkatan Kompetensi Guru
numerasi peserta didik untuk memahami konten
3. Kepala satuan pendidikan mendorong pembelajaran dan cara
perbaikan metode pembelajaran mengajarkannya

25
interaktif di satuan pendidikan melalui
program, kebijakan, dan penganggaran
24 A.2 D.1 Kualitas D.1.2 Dukungan Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kemampuan pembelajaran psikologis kompetensi GTK mempelajari tentang dukungan Konsultasi peningkatan mutu
numerasi dan kebijakan psikologis bagi peserta didik untuk pendidikan (konsultan &
yang menunjang mendukung kemampuan numerasi psikolog)
dukungan 2. Pendidik mengimplementasikan  Peningkatan Kompetensi Guru
psikologis kepada pengetahuan tentang dukungan untuk pembelajaran berorientasi
murid psikologis untuk menumbuhkan pada peserta didik
kepercayaan diri dan perasaan diterima  Peningkatan Kompetensi Guru
tanpa dibeda-bedakan peserta didik pada untuk memahami konten
proses pembelajaran numerasi pembelajaran dan cara
3. Kepala satuan pendidikan mendorong mengajarkannya
perbaikan dukungan psikologis di
satuan pendidikan melalui program,
kebijakan, dan penganggaran
25 A.1 A.1 A.1.2 Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kemampuan Kemampuan Kompetensi kompetensi guru mempelajari tentang teks sastra sebagai Peningkatan kompetensi guru
literasi literasi membaca teks dan kebijakan bagian dari kemampuan literasi untuk memperkuat literasi
sastra yang menunjang 2. Pendidik mengimplementasikan  Pengembangan kegiatan literasi
kompetensi pengetahuan tentang teks sastra untuk dan numerasi
membaca teks memperbaiki proses pembelajaran  Kegiatan pemberdayaan
sastra literasi peserta didik perpustakaan terutama untuk
3. Kepala satuan pendidikan mendorong pengembangan minat baca
perbaikan kemampuan teks sastra di peserta didik
satuan pendidikan melalui program,
kebijakan, dan penganggaran
26 A.1 A.1 A.1.1 Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kemampuan Kemampuan Kompetensi kompetensi GTK mempelajari tentang teks informasi Peningkatan kompetensi guru
literasi literasi membaca teks dan kebijakan sebagai bagian dari kemampuan literasi untuk memperkuat literasi

N Akar Masalah
Identifikasi Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Kegiatan ARKAS
o Level 1 Level 2
informasi yang menunjang 2. Pendidik mengimplementasikan  Pengembangan kegiatan literasi
kompetensi pengetahuan tentang teks informasi dan numerasi
membaca teks untuk memperbaiki proses pembelajaran  Kegiatan pemberdayaan
informasi literasi peserta didik perpustakaan terutama untuk

26
3. Kepala satuan pendidikan mendorong pengembangan minat baca
perbaikan kemampuan teks informasi di peserta didik
satuan pendidikan melalui program,
kebijakan, dan penganggaran
27 A.1 D.2 Refleksi D.2.3 Penerapan Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kemampuan dan perbaikan praktik inovatif kompetensi GTK mempelajari tentang penerapan praktik Kegiatan komunitas belajar
literasi pembelajaran dan kebijakan inovatif untuk mendukung kemampuan antar sekolah (termasuk KKG,
oleh guru yang menunjang literasi MGMP, MGMPS, MGMPK,
penerapan praktik 2. Pendidik mengimplementasikan KKKS, atau MKKS)
inovatif pengetahuan tentang penerapan  Peningkatan kompetensi guru
praktik inovatif untuk memperbaiki untuk memahami konten
proses pembelajaran literasi peserta pembelajaran dan cara
didik mengajarkannya
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan penerapan praktik inovatif di
satuan pendidikan melalui program,
kebijakan, dan penganggaran
28 A.1 D.2 Refleksi D.2.2 Refleksi Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kemampuan dan perbaikan atas praktik kompetensi GTK mempelajari tentang refleksi atas praktik Pelaksanaan supervisi
literasi pembelajaran mengajar dan kebijakan mengajar untuk mendukung kemampuan pembelajaran semua mata
oleh guru yang menunjang literasi pelajaran/guru di sekolah
refleksi atas 2. Pendidik mengimplementasikan  Pelaksanaan kegiatan komunitas
praktik mengajar pengetahuan tentang refleksi atas praktik belajar di satuan pendidikan
mengajar untuk memperbaiki proses  Peningkatan kompetensi guru
pembelajaran literasi peserta didik untuk pengembangan diri
3. Kepala satuan pendidikan mendorong melalui kebiasaan refleksi
perbaikan kompetensi refleksi atas
praktik mengajar di satuan pendidikan
melalui program, kebijakan, dan
penganggaran
29 A.1 D.1 Kualitas D.1.3 Metode Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kemampuan pembelajaran pembelajaran kompetensi GTK mempelajari tentang metode Penyusunan perencanaan

N Akar Masalah
Identifikasi Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Kegiatan ARKAS
o Level 1 Level 2
literasi dan kebijakan pembelajaran interaktif untuk program satuan pendidikan (visi
yang menunjang mendukung kemampuan literasi misi sekolah, RKJM, RKT,

27
aktivasi kognitif 2. Pendidik mengimplementasikan RKAS)
pengetahuan tentang metode  Peningkatan kompetensi kepala
pembelajaran literasi untuk memperbaiki sekolah
proses literasi pembelajaran peserta didik  Pengembangan dan
3. Kepala satuan pendidikan mendorong pelaksanaan program kerja
perbaikan metode pembelajaran di kepala sekolah
satuan pendidikan melalui program,
kebijakan,
dan penganggaran
30 A.1 D.1 Kualitas D.1.2 Dukungan Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kemampuan pembelajaran psikologis kompetensi GTK mempelajari tentang dukungan Konsultasi peningkatan mutu
literasi dan kebijakan psikologis bagi peserta didik untuk pendidikan (konsultan &
yang menunjang mendukung kemampuan literasi psikolog)
dukungan 2. Pendidik mengimplementasikan  Peningkatan Kompetensi Guru
psikologis kepada pengetahuan tentang dukungan untuk pembelajaran berorientasi
murid psikologis untuk menumbuhkan pada peserta didik
kepercayaan diri dan perasaan diterima  Peningkatan Kompetensi Guru
tanpa dibeda-bedakan peserta didik pada untuk memahami konten
proses pembelajaran literasi pembelajaran dan cara
3. Kepala satuan pendidikan mendorong mengajarkannya
perbaikan dukungan psikologis di
satuan pendidikan melalui program,
kebijakan, dan penganggaran
31 A.1 D.3 D.3.3 Dukungan Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kemampuan Kepemimpinan untuk refleksi kompetensi GTK mempelajari tentang dukungan untuk Pengembangan kegiatan
literasi instruksional guru dan kebijakan refleksi pendidik untuk mendukung pelibatan orang
yang menunjang kemampuan literasi tua/wali/keluarga di
dukungan untuk 2. Kepala satuan pendidikan pembelajaran
refleksi guru mengimplementasikan pengetahuan  Peningkatan kompetensi guru
tentang pemberian dukungan untuk untuk memperkuat numerasi
refleksi guru dalam memperbaiki  Peningkatan kompetensi guru
proses pembelajaran literasi peserta untuk keterlibatan orang
didik tua/wali dan masyarakat dalam
3. Kepala satuan pendidikan mendorong pembelajaran
perbaikan terhadap dukungan untuk

Akar Masalah

28
N Level 1 Level 2
Identifikasi Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Kegiatan ARKAS
o
refleksi guru di satuan pendidikan
melalui program, kebijakan, dan
penganggaran
32 A.1 D.3 D.3.2 Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
Kemampuan Kepemimpinan Pengelolaan kompetensi GTK mempelajari tentang pengembangan Penyusunan kurikulum
literasi instruksional kurikulum dan kebijakan dan pengelolaan kurikulum satuan  Penyusunan silabus/tujuan
satuan yang menunjang untuk mendukung kemampuan literasi pembelajaran
pendidikan pengelolaan 2. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Peningkatan kompetensi guru
kurikulum mengimplementasikan pengetahuan untuk memahami kurikulum dan
sekolah tentang pengembangan dan pengelolaan cara mengajarkannya
kurikulum satuan untuk memperbaiki
proses pembelajaran literasi peserta
didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan pengelolaan kurikulum di
satuan pendidikan melalui program,
kebijakan, dan penganggaran
33 D.1 Kualitas D.1 Kualitas D.1.3 Metode Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
pembelajaran pembelajaran pembelajaran kompetensi GTK mempelajari metode pembelajaran Penyusunan silabus / tujuan
dan kebijakan interaktif sebagai bagian dari kualitas pembelajaran
yang menunjang pembelajaran  Peningkatan kompetensi guru
aktivasi kognitif 2. Pendidik mengimplementasikan untuk keterlibatan
pengetahuan tentang metode orangtua/wali dan masyarakat
pembelajaran interaktif untuk dalam pembelajaran
memperbaiki proses  Peningkatan Kompetensi Guru
pembelajaran untuk memahami konten
3. Kepala satuan pendidikan mendorong pembelajaran dan cara
perbaikan metode pembelajaran mengajarkannya
melalui program, kebijakan dan
penganggaran
34 D.1 Kualitas D.1 Kualitas D.1.2 Dukungan Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
pembelajaran pembelajaran psikologis kompetensi GTK mempelajari tentang dukungan Konsultasi peningkatan mutu
dan kebijakan psikologis sebagai bagian dari kualitas pendidikan (konsultan &
yang menunjang pembelajaran psikolog)
dukungan afektif 2. Pendidik mengimplementasikan  Peningkatan Kompetensi Guru

29
kepada murid pengetahuan tentang dukungan untuk pembelajaran berorientasi
psikologis untuk menumbuhkan pada peserta didik
kepercayaan diri dan perasaan  Peningkatan Kompetensi Guru
diterima

N Akar Masalah
Identifikasi Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Kegiatan ARKAS
o Level 1 Level 2
tanpa dibeda-bedakan peserta didik untuk memahami konten
3. Kepala satuan pendidikan mendorong pembelajaran dan cara
perbaikan dukungan psikologis melalui mengajarkannya
program, kebijakan, dan penganggaran
35 D.1 Kualitas D.2 Refleksi D.2.3 Penerapan Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
pembelajaran dan perbaikan praktik inovatif kompetensi GTK mempelajari tentang penerapan praktik Kegiatan komunitas belajar
pembelajaran dan kebijakan inovatif sebagai bagian dari kualitas antar sekolah (termasuk KKG,
oleh guru yang menunjang pembelajaran MGMP, MGMPS, MGMPK,
penerapan praktik 2. Pendidik mengimplementasikan KKKS, atau MKKS)
inovatif pengetahuan tentang penerapan praktik  Peningkatan kompetensi guru
inovatif untuk memperbaiki proses untuk memahami konten
pembelajaran peserta didik pembelajaran dan cara
3. Kepala satuan pendidikan mendorong mengajarkannya
perbaikan penerapan praktik inovatif
melalui program, kebijakan dan
penganggaran
36 D.1 Kualitas D.2 Refleksi D.2.2 Refleksi Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
pembelajaran dan perbaikan atas praktik kompetensi GTK mempelajari tentang refleksi atas praktik Pelaksanaan supervisi
pembelajaran mengajar dan kebijakan mengajar untuk mendukung kualitas pembelajaran semua mata
oleh guru yang menunjang pembelajaran pelajaran/guru di sekolah
refleksi atas 2. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Pelaksanaan kegiatan komunitas
praktik mengajar mengimplementasikan pengetahuan belajar di satuan pendidikan
tentang refleksi atas praktik mengajar  Peningkatan kompetensi guru
untuk memperbaiki proses pembelajaran untuk pengembangan diri
peserta didik melalui kebiasaan refleksi
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan terhadap refleksi atas praktik
mengajar melalui program, kebijakan,
dan penganggaran.
37 D.1 Kualitas D.3 D.3.3 Dukungan Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler

30
pembelajaran Kepemimpinan untuk refleksi kompetensi GTK mempelajari tentang dukungan untuk Pengembangan kegiatan
instruksional guru dan kebijakan refleksi guru yang dapat mendukung pelibatan orang
yang menunjang kualitas pembelajaran tua/wali/keluarga di
dukungan untuk 2. Kepala satuan pendidikan pembelajaran
refleksi guru mengimplementasikan  Peningkatan kompetensi guru
pengetahuan

N Akar Masalah
Identifikasi Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Kegiatan ARKAS
o Level 1 Level 2
tentang pemberian dukungan untuk untuk memperkuat numerasi
refleksi guru dalam memperbaiki proses  Peningkatan kompetensi guru
pembelajaran peserta didik untuk keterlibatan orang
3. Kepala satuan pendidikan mendorong tua/wali dan masyarakat dalam
perbaikan terhadap dukungan untuk pembelajaran
refleksi guru di satuan pendidikan
melalui program, kebijakan, dan
penganggaran
38 D.1 Kualitas D.3 D.3.2 Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
pembelajaran Kepemimpinan Pengelolaan kompetensi GTK mempelajari tentang pengembangan Penyusunan kurikulum
instruksional kurikulum dan kebijakan dan pengelolaan kurikulum sekolah  Penyusunan silabus/tujuan
satuan yang menunjang untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran
pendidikan pengelolaan pembelajaran  Peningkatan kompetensi guru
kurikulum 2. Kepala satuan pendidikan dan pendidik untuk memahami kurikulum dan
sekolah mengimplementasikan pengetahuan cara mengajarkannya
tentang pengelolaan kurikulum sekolah
untuk memperbaiki proses pembelajaran
peserta didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan pengelolaan kurikulum
sekolah melalui program, kebijakan,
dan penganggaran

31
39 D.4 Iklim D.4 Iklim D.4.9 Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
keamanan keamanan Pemahaman dan kompetensi GTK mempelajari mempelajari tentang Penyelenggaraan:
satuan satuan sikap guru dan kebijakan definisi, ragam kasus, serta sikap pencegahan penyalahgunaan
pendidikan pendidikan tentang rokok, yang menunjang terkait rokok, minuman keras, dan narkotika, psikotropika, zat
minuman keras, pemahaman dan narkoba, serta pencegahan dan adiktif (narkoba), minuman
dan narkoba sikap guru penanganannya, sebagai bagian dari keras, merokok, dan HIV
terhadap narkoba ikim keamanan satuan AIDS
2. Pendidik mengimplementasikan  Peningkatan kompetensi guru
pengetahuan tentang definisi, ragam untuk memahami
kasus, serta sikap terkait rokok, minuman penyalahgunaan narkotika,
keras, dan narkoba, serta pencegahan dan psikotropika, zat adiktif
penanganannya, untuk memperbaiki (narkoba), minuman keras,
proses pembelajaran peserta didik merokok, dan HIV AIDS

N Akar Masalah
Identifikasi Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Kegiatan ARKAS
o Level 1 Level 2
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan pemahaman dan sikap guru
tentang pencegahan dan penanganan
rokok, minuman keras, dan narkoba
melalui program, kebijakan, dan
penganggaran
40 D.4 Iklim D.4 Iklim D.4.7 Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
keamanan keamanan Pemahaman dan kompetensi GTK mempelajari tentang definisi, ragam Pengembangan program
satuan satuan sikap guru dan kebijakan kasus, serta sikap terkait kekerasan pencegahan dan penanganan
pendidikan pendidikan tentang yang menunjang seksual, serta pencegahan dan kekerasan dan kekerasan seksual
kekerasan pemahaman dan penanganannya, sebagai bagian dari di satuan pendidikan (termasuk
seksual sikap guru iklim keamanan satuan program Roots)
terhadap 2. Pendidik mengimplementasikan  Peningkatan kompetensi guru
kekerasan seksual pengetahuan tentang definisi, ragam untuk memahami tentang
kasus, serta sikap terkait kekerasan perundungan, kekerasan, dan
seksual, serta pencegahan dan kekerasan seksual
penanganannya, untuk
memperbaiki proses pembelajaran
peserta didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan pemahaman dan sikap

32
guru tentang pencegahan dan
penanganan kekerasan seksual
melalui program, kebijakan, dan
penganggaran
41 D.4 Iklim D.8 Iklim D.8.1 Toleransi Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
keamanan Kebinekaan agama dan kompetensi GTK mempelajari konsep dan praktik terkait Pengembangan pembelajaran
satuan budaya dan kebijakan toleransi agama dan budaya untuk berbasis proyek (termasuk P5)
pendidikan yang menunjang mendukung iklim keamanan satuan  Pengembangan kegiatan
terciptanya 2. Pendidik mengimplementasikan pelibatan orang
toleransi agama pengetahuan tentang toleransi agama dan tua/wali/keluarga di
dan budaya budaya untuk memperbaiki proses pembelajaran
pembelajaran peserta didik  Peningkatan kompetensi guru
3. Kepala satuan pendidikan mendorong untuk memahami
perbaikan penerapan toleransi agama toleransi/kesetaraan/moderasi
dan budaya di satuan pendidikan melalui beragama dan budaya
program, kebijakan, dan penganggaran

N Akar Masalah
Identifikasi Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Kegiatan ARKAS
o Level 1 Level 2
42 D.4 Iklim D.8 Iklim D.8.3 Toleransi Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
keamanan Kebinekaan dan kesetaraan kompetensi GTK mempelajari tentang dukungan atas Program pembinaan
satuan peserta didik dan kebijakan kesetaraan siswa untuk mendukung kesiswaan dan kepemimpinan
pendidikan yang menunjang iklim keamanan satuan siswa
terciptanya sikap 2. Pendidik mengimplementasikan  Pengembangan kegiatan
inklusif pengetahuan terkait dukungan atas pelibatan orang
kesetaraan siswa untuk tua/wali/keluarga di
memperbaiki proses pembelajaran pembelajaran
peserta didik  Peningkatan kompetensi guru
3. Kepala satuan pendidikan mendorong untuk memahami sikap inklusif,
perbaikan tentang dukungan atas toleran, dan kesetaraan gender
kesetaraan siswa melalui kebijakan (termasuk pendidikan
dan penganggaran inklusif/disabilitas)
43 D.4 Iklim D.10 Iklim D.10.2 Layanan Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
keamanan Inklusivitas satuan kompetensi GTK mempelajari tentang layanan yang Peningkatan kompetensi guru
satuan pendidikan dan kebijakan dibutuhkan oleh peserta didik dengan untuk pengelolaan lingkungan
pendidikan untuk peserta yang menunjang kecerdasan dan bakat istimewa untuk pembelajaran yang aman dan
didik cerdas dan sekolah untuk mendukung iklim keamanan satuan nyaman

33
bakat istimewa murid cerdas dan 2. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Peningkatan kompetensi guru
bakat istimewa mengimplementasikan layanan bagi untuk memahami konten
peserta didik dengan kecerdasan dan pembelajaran dan cara
bakat istimewa untuk meningkatkan mengajarkannya
proses pembelajaran
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan layanan untuk peserta didik
dengan kecerdasan dan bakat
istimewa melalui program, kebijakan,
dan
penganggaran
44 D.4 Iklim D.10 Iklim D.10.3 Sikap Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
keamanan Inklusivitas terhadap kompetensi GTK mempelajari tentang sikap terhadap Peningkatan kompetensi guru
satuan disabilitas dan kebijakan disabilitas untuk mendukung iklim untuk pengelolaan lingkungan
pendidikan yang mendukung keamanan sekolah pembelajaran yang aman dan
terciptanya 2. Pendidik mengimplementasikan nyaman
sekolah ramah pengetahuan tentang sikap terhadap  Peningkatan kompetensi guru
disabilitas disabilitas untuk memperbaiki proses untuk memahami sikap inklusif,
pembelajaran peserta didik toleran, dan kesertaan gender

N Akar Masalah
Identifikasi Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Kegiatan ARKAS
o Level 1 Level 2
3. Kepala satuan pendidikan mendorong (termasuk pendidikan
perbaikan terkait sikap terhadap inklusif/disabilitas)
disabilitas melalui program, kebijakan,  Pengembangan sekolah sehat,
dan penganggaran sekolah aman, sekolah ramah
anak, sekolah inklusi, sekolah
adiwiyata, dan sejenisnya
45 D.4 Iklim E.5 Program E.5.5 Program Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
keamanan dan kebijakan dan Kebijakan kompetensi GTK mempelajari tentang program dan Peningkatan kompetensi guru
satuan satuan mengenai dan kebijakan kebijakan mengenai kesetaraan gender untuk memahami sikap inklusif,
pendidikan pendidikan kesetaraan yang mendukung di satuan pendidikan untuk mendukung toleran, dan kesertaan gender
gender terlaksananya iklim keamanan (termasuk pendidikan
program dan 2. Pendidik mengintegrasikan pengetahuan inklusif/disabilitas)
kebijakan sekolah tentang program dan kebijakan  Pengembangan sekolah sehat,
terkait kesetaraan mengenai kesetaraan gender di satuan sekolah aman, sekolah ramah
gender pendidikan untuk memperbaiki proses anak, sekolah inklusi, sekolah

34
pembelajaran peserta didik adiwiyata, dan sejenisnya
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan program, kebijakan, dan
penganggaran mengenai kesetaraan
gender di satuan pendidikan
46 D.4 Iklim E.5 Program E.5.1 Program Peningkatan 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik  Kegiatan BOS Reguler
keamanan dan kebijakan dan kebijakan kompetensi GTK mempelajari tentang program dan Pelaksanaan kegiatan orientasi
satuan satuan satuan dan kebijakan kebijakan mengenai pencegahan dan siswa baru yang bersifat
pendidikan pendidikan pendidikan yang mendukung penanganan perundungan di satuan akademik dan pengenalan
tentang terlaksananya pendidikan untuk mendukung iklim lingkungan tanpa kekerasan
perundungan program dan keamanan.  Peningkatan kompetensi guru
kebijakan sekolah 2. Pendidik mengintegrasikan pengetahuan untuk memahami tentang
terkait tentang program dan kebijakan perundungan, kekerasan, dan
perundungan mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual
perundungan di satuan pendidikan untuk
memperbaiki proses pembelajaran
peserta didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan program, kebijakan, dan
penganggaran mengenai pencegahan dan

N Akar Masalah
Identifikasi Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi Kegiatan ARKAS
o Level 1 Level 2
penanganan perundungan di satuan
pendidikan

35
3. Benahi
Proses benahi adalah proses menentukan program dan kegiatan dengan
tahapan sebagai berikut.
● Dari akar masalah yang sudah dirumuskan, SD Generasi Jenius Bangsa
menentukan program dan kegiatan untuk menyelesaikan akar masalah yang
teridentifikasi.
● Dalam Penentuan program dan kegiatan SD Generasi Jenius Bangsa merujuk
pada contoh program dan kegiatan yang dirumuskan oleh Kemendikbud Ristek
(ada pada lampiran)
● Setelah diidentifikasi dan mencari akar masalah melalui proses refleksi
terhadap rapor pendidikan SD Generasi Jenius Bangsa, maka proses benahi
atau menentukan program dan kegiatan bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

36
BAB 4 RENCANA KEGIATAN TAHUNAN

A. Rencana Kerja Tahunan (RKT)

Rencana kerja tahunan adalah perencanaan program kerja yang akan


digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan kerja dalam waktu satu tahun yang
akan datang. Rencana kerja tahunan ini membantu sebuah tim atau kelompok yang
lebih besar untuk mengetahui hal apa saja yang ingin dicapai, memecah pekerjaan
menjadi lebih ringan dan ringkas dan juga mencari cara terbaik untuk mencapai
tujuan tersebut.
Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2024 SD Generasi Jenius Bangsa
disusun berdasarkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang diambil dari Rapor
Pendidikan TAHUN 2023. Proses penyusunan RKT SD Generasi Jenius Bangsa
dirumuskan mengacu pada hasil Identifikasi, Refleksi dan Benahi dari rapor
pendidikan tahun 2022/2023.
Alur penyusunan RKT ini dengan cara seperti
● Dari tahapan identifikasi, refleksi dan benahi sebelumnya, selanjutnya
dimasukkan dalam format RKT
● Ditambahkan satu kolom untuk menerjemahkan Benahi menjadi kegiatan
yang akan masuk ke dalam RKAS
● Kegiatan yang tidak perlu pembiayaan tetap dijalankan meski tidak ada di
dalam RKAS
● Format RKT ini adalah bentuk yang lebih sederhana dari format RKT yang
ada sebelumnya
● RKT ini disusun dalam bentuk matrik seperti pada tabel di bawah ini.
● Rencana Kerja Tahunan di atas disusun berdasarkan rapor pendidikan yang
telah dipelajari dan dianalisis dari 5 Indikator Prioritas yakni Dimensi A
(A1,A2,A3) dan Dimensi D (D4, D8)

B. Jadwal Kegiatan Tahunan

Jadwal Kegiatan Tahunan ini merupakan implementasi dari RKT yang telah disusun
berdasarkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang mengacu pada hasil analisis dari
rapor pendidikan SD Negeri8 Teupah Barat. Penyusunan jadwal kegiatan tahunan ini
tidak lepas dari analisis kegiatan yang berdasarkan kalender pendidikan pada tahun
berjalan. Selain pada kalender pendidikan penyusunan jadwal kegiatan tahunan ini
mengacu pada permendikbud Ristek Nomor 63 Tahun 2023 Tentang Juknis BOSP
(Biaya Operasional Satuan Pendidikan).

Permendikbud nomor 63 tahun 2024 mengatur tentang penyaluran dana BOS


reguler untuk SD menjadi tahap yaitu TAHAP 1 periode Januari-Juni dan tahap 2
periode Juli-Desember 2023. Dengan demikian sangat berpengaruh terhadap jadwal
kegiatan tahunan di SD Negeri8 Teupah Barat. Berikut jadwal kegiatan tahunan SD

37
Negeri 8 Teupah Barat:

38
Tabel 5. Jadwal Kegiatan Tahunan
SD Generasi Jenius Bangsa
Tahun 2024

Sumber
No Program Kegiatan Sasaran Waktu
Dana
1 Standar Isi
1) Penyusunan Kurikulum ● Kepala |sekolah Juli 2024 BOSP
2 Standar GTK
1) Kegiatan KKG dan KKKS Guru dan KS Jan-Des BOSP

3 Standar Proses
1) Ekstrakurikuler Olahraga Guru dan siswa Jan-Des BOSP
2) Pesantren KIlat Maret-April
4 Pengembangan Sarpras

1) Pengadaan Buku Siswa Siswa Juni-Agustus BOSP


2) Buku Referensi Januari-feb
3) Pemeliharaan Listrik Sekolah Sekolah Jan-Des
4) Pemeliharan WC Sekolah Sekolah Jan-Des
Jan-Des
5) Pengecatan sekolah sekolah
Desember
6) Pemeliharaan Halaman Guru dan
Jan-Sept.
7) Pemeliharaan Komputer siswa Sekolah Jan-Maret
Jul-Sept
Jul-Des
5 Standar Pengelolaan

1) PPDB Siswa Juni-Juli BOSP


2) Pendataan Dapodik Operator Sekolah Jan-Des
dan ARKAS

Sumber
No Program Kegiatan Sasaran Waktu
Dana
1. Program Kerja KS KS Juli-Jan
Jan-Des
2. Penyusunan RKT/RKAS KS/Guru/Sekolah
Jan-Des
3. Belanja ATK Sekolah Sekolah
Jan-Des
4. Pengadaan Alat Kebersihan sekolah Jan-Des
5. Langganan Listrik Sekolah
Sekolah
7 Standar Pembiayaan

1) Honorarium Guru Guru Tendik Jan-Des BOSP


2) Honor Tendik
Jan-Des
8 Standar Penilaian

39
1) UTS Siswa Kelas 1-6 Maret/Sept BOSP
2) UKK Siswa Kelas 1-5 Juni
3) UAS Siswa kelas 1-6 Desember
4) Ujian Kelas 6 Mei
5) ANBK Kelas 5 September-
Desember

40
BAB 5 PENUTUP

A. KESIMPULAN
Rencana Kerja Tahunan (RKT) merupakan perencanaan yang disusun oleh
sekolah setiap tahun berdasarkan perencanaan yang berbasis data (PBD) yang
didasarkan pada rapor pendidikan sekolah. Penyusunan RKT ini tersusun melalui
proses analisis terhadap rapor pendidikan dengan mekanisme Identifikasi, Refleksi,
dan Benahi (IRB). Hasil dari proses IRB ini maka dijadikan Rencana kerja tahunan
yang selanjutnya jadi rujukan dalam penyusunan RKAS.
Proses IRB terhadap Rapor Pendidikan fokus pada indikator prioritas
pendidikan dasar yakni indikator:
1) A1. Kemampuan Literasi
2) A2. Kemampuan Numerasi
3) A3. Karakter
4) D4. Iklim Keamanan sekolah
5) D8. Iklim Kebhinekaan sekolah
Dari kelima indikator tersebut di atas maka diperoleh indikator yang kurang
baik (bermasalah), maka indikator yang bermasalah yang akan diintervensi khusus
dalam pengembangan perencanaan sekolah berdasarkan akar masalah yang diperoleh
dari level 2 (sub indikator) atau dari sub indikator dimensi lain yang dianggap
berpengaruh terhadap nilai capaian satuan pendidikan.
Dengan demikian akhirnya RKT SD Generasi Jenius Bangsa untuk tahun 2024
tersusun dengan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang berdasarkan Laporan Raport
Pendidikan Tahun 2022/2023.

B. REKOMENDASI
1) Satuan Pendidikan
● diharapkan satuan pendidikan bisa dan wajib melaksanakan program
sesuai program yang telah disusun dalam RKT
● diharapkan satuan pendidikan mampu melakukan penyesuaian dengan
biaya dan anggaran yang tersedia serta menggunakan prinsip
pengelolaan pembiayaan.
2) Warga Sekolah
● Kepala Sekolah sebagai kepala satuan pendidikan agar mampu menjadi
manajer dalam pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran sesuai
dengan tugas dan fungsinya serta mengacu pada peraturan yang berlaku
● Guru dan tendik agar bisa melaksanakan seluruh program yang sudah
direncanakan dan mampu menjadi mitra kerja dari kepala sekolah dalam
pengelolaan dan pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik.
3) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

41
● Dinas Pendidikan diharapkan agar selalu memberikan bimbingan teknis
kepada satuan pendidikan dalam melakukan perencanaan berbasis data
● Dinas Pendidikan agar selalu melakukan sosialisasi Juknis BOSP setiap
tahunnya agar para kepala satuan pendidikan memahami dengan tuntas
terkait penggunaan dana BOSP.

42

Anda mungkin juga menyukai