Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PPKn SMP Fase D Kelas 7
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
Pend. Pancasila FASE D KELAS VII
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Eva maria [Link]
Instansi : SMP Negeri 3 Sumbul
Tahun Penyusunan : 2024/2025
Mata Pelajaran : PPKN
Fase / Kelas : D / VII
Bab II : Norma,Hak dan Kewajiban
Alokasi Waktu : 2x40 menit
B. KOMPETENSI AWAL
Peserta didik dapat memahami apa itu norma.
Peserta didi memahami jenis-jenis norma
Peserta didik dapat membedakan antara hak dan kewajiban.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Beriman
Gotong royong
Bernalar kritis
Kreatif
D. SARANA DAN PRASARANA
[Link] AJAR :
[Link] visual : power point,menyampaikan materi tentang norma,hak dan
kewajiban.
[Link] audio visual : vidio tentang norma,hak dan kewajiban
[Link]
LKPD
Proyektor
laptop
Sumber Belajar : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
Republik Indonesia, 2021, Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan, untuk SMP Kelas VII, Penulis: Zaim Uchrowi, Ruslinawati.
Kertas manila dan berbagai gambar tentang norma
E. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.
Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat,
mampu mencapai keterampilan berfikir azas tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan
memimpin
[Link] PESERTA DIDIK
Modul Ajar PPKn SMP Fase D Kelas 7
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
25 ORANG
G. MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran tatap muka, ceramah ,diskusi,persentasi
Problem based learning (PBL)
KOMPONEN INTI
[Link] PEMBELAJARAN
Peserta didik memahami pentingnya norma dan aturan, menyeimbangkan hak dan
kewajiban warga negara.
Peserta didik mempu menjelaskan norma dan jenis-jenisnya
Peserta didik berdipsiplin untuk menjalankan hak dan kewajibannya sehari-hari
B. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik mampu menghayati dan menjelaskan pentingnya norma dilingkungan
masyarakat ,sekolah dan keluarga
2. peserta didik mampu membedakan antara hak dan kewajiban
3. Peserta didik berdisiplin menjalankan hak dan kewajibannya sehari-hari.
[Link] didik mampu menjebarkan contoh hak dan kewajiban serta norma dilingkungan
masyarakat,sekolah dan keluarga.
C. PEMAHAMAN BERMAKNA
Meningkatkan kemampuan siswa tentang pengertian norma sebagai aturan bersama,
serta Pemahaman dan kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara .
D. PERTANYAAN PEMANTIK
Apa yang dimaksud dengan norma?
Apa yang akan kalian lakukan apabila kalian pergi berkunjung kerumah temanmu
sementara pemiliknya sedang berada didapur?
Mengapa norma penting dalam kehidupan kita?
Sebutkan apa yang dimaksud hak dan apa yang dimaksud kewajiban?
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN PENDAHULUAN
Kegiatan Konten Pembelajaran
Pembuka 1. Guru Mengucap salam dan menyapa siswa.
( communication)
2. Guru Meminta seorang siswa memimpin doa
untuk mengawali aktivitas belajar.( penguatan
elemen ahlak beragama-religius )
3. Guru Mengajak siswa menyanyikan lagu garuda
pancasila (nasionalisme)
4. Guru Menyapa dan berinteraksi dengan 2–3 siswa.
5. Guru Mengecek kehadiran siswa dikelas .
Modul Ajar PPKn SMP Fase D Kelas 7
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
[Link] membacakan kesepakatan kelas melalui slide
[Link] judul materi hari ini ( norma,hak
dan kewajiban )
8. Meminta siswa mereview pembelajaran
sebelumnya dan [Link]
mengapresiasi siswa ( Apersepsi).
[Link] siswa melakukan gerakan yel yel tepuk
semangat,tepuk fokus.
[Link] menyampaikan tujuan pembelajaran kepada
siswa melalui slide power point
Inti (60menit) [Link] siswa untuk menonton vidio
pembelajaran
[Link]
st=PPSV
kemudian menuliskan tanggapan atas vidio yang
ditonton didalam buku tulis masing-masing.
[Link] pertanyaan pemantik tentang materi
norma hak dan kewajiban dan mengapresiasi siswa.
[Link] menunjukkan peta konsep terkait norma ,hak
dan kewajiban melalui slide power point.(penguatan
materi )
[Link] mengklasifikasikan gambar gambar yang
sudah disediakan sesuai dengan norma yang ada.(
critical thingking)
[Link] membagikan LKPD perkelompok dan memberi
petunjuk cara pengerjaanyanya.
[Link] mengajak siswa untuk melakukan ice breaking
sebelum mengerjakan diskusi kelompok.
[Link] memantau dan mengamati siswa perkelompok
dalam pengerjaan LKPD.
[Link] kelompok mempresentasikan hasil kerja
diskusi kelompok didepan kelas.
9. Peserta didik dari kelompok lain menanggapi hasil
diskusi yang dipresentasikan teman kelompok lain.
[Link] mengumpulkan menganalisis,mengevaluasi
,menilai isi dari masing- masing kelompok yang dibuat
dalam LKPD.
Penutup [Link] memberikan kesimpulan dari pelajaran
2. Meminta 3 orang siswa untuk menanggapi atau
memberi pesan dan kesan atas apa yang sudah
dipelajarinya.
[Link] siswa sepulang sekolah mempelajari
kembali pelajaran berikutnya yang ada dibuku
Modul Ajar PPKn SMP Fase D Kelas 7
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
[Link] meminta salah seorang siswa untuk memimpin
doa sebelum pulang
F. REFLEKSI
Refleksi
Bayangkan kehidupan di rumah, di sekolah, serta di lingkungan bertetangga. Bagaimana
suasana rumah, sekolah, dan lingkungan tetangga itu bila tidak ada aturan? Akan kacau
dan tidak tertib bukan?
Maka dalam kehidupan sehari-hari selalu perlu adanya aturan. Aturan-aturan itulah
norma yang harus kita patuhi. Agar dapat mematuhi norma dengan baik, kita perlu tahu
apa yang menjadi kewajiban dan hak masing-masing. Sedangkan aturan atau norma
tertinggi dalam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah UUD NRI Tahun
1945.
Kalian sudah memahami prinsip norma tersebut. Sekarang saatnya untuk
mengevaluasi diri. Sudahkah kalian selalu mematuhi aturan yang berlaku, baik di rumah,
sekolah, maupun masyarakat? (Tidak pernah/jarang/sering/selalu)
Refleksi Guru
Dalam memfasilitasi proses pembelajaran Norma dan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 bagi siswa, apakah saya sebagai guru sudah:
1. Konsisten memberi keteladanan pada siswa dalam sikap dan perilaku sehari-hari
secara baik? (Sangat baik/baik/sedang/kurang baik)
2. Menjadikan pembelajaran tidak berpusat pada saya sebagai guru, melainkan berpusat
pada siswa secara baik? (Sangat baik/baik/sedang/kurang baik)
3. Menggunakan pembelajaran secara kontekstual secara baik?
(Sangat baik/baik/ sedang/kurang baik)
G. UJI KOMPETENSI
1. Ada norma di rumah bahwa setiap orang harus merapikan tempat tidur masing-
masing sebelum beraktivitas keluar. Anak-anak juga harus membantu menyapu lantai
sebelum berangkat ke sekolah. Suatu hari, guru meminta muridnya hari itu untuk
datang lebih pagi karena ada acara di sekolah, sehingga tak ada waktu untuk
menjalankan aturan di rumah tersebut. Apa yang akan kalian lakukan?
2. Sebagai siswa, kalian tentu memiliki kewajiban serta hak masing-masing. Di antara
kewajiban tersebut adalah belajar mengikuti proses pembelajaran di sekolah.
Sedangkan hak siswa adalah menerima bimbingan dari guru. Karena wabah virus
Covid-19, kalian harus belajar di rumah dan tidak lagi menerima hak untuk dibimbing
di kelas. Sedangkan belajar jarak jauh melalui internet atau daring juga tidak dapat
dilakukan karena sarananya tidak mencukupi. Apa yang akan kalian lakukan
menyangkut kewajiban dan hak tersebut?
H. ASESMEN / PENILAIAN
Dalam pembelajaran Norma ,hak dan kewajiban penilaian sikap menjadi hal utama dan
disusul dengan penilaian keterampilan. Sedangkan penilaian pengetahuan lebih bersifat
terbatas. Hal ini disebabkan karakter materi pembelajaran bagian ini lebih mengarah
pada pemenuhan kepatuhan, terutama menyangkut hak dan kewajiban pada norma.
Modul Ajar PPKn SMP Fase D Kelas 7
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
1. Penilaian Sikap (Civic Disposition)
Indikator sikap didasarkan pada hasil pengamatan terhadap siswa, baik pengamatan
langsung maupun pengamatan tidak langsung. Pengamatan langsung dilakukan guru
dalam setiap pertemuan terhadap siswa dalam menjalani kegiatan pembelajaran.
Sedangkan pengamatan tidak langsung didasarkan pada laporan menyangkut sikap
siswa sehari-hari baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat yang telah terkonfirmasi.
Indikator sikap dapat mengacu pada empat ranah kecerdasan, yakni kecerdasan
spiritual-kultural (olah hati/SQ), kecerdasan intelektual (olah pikir/IQ), kecerdasan fisikal-
mental (olah raga/AQ), serta kecerdasan emosi-sosial (olah rasa dan karsa/EQ).
Jujur, rajin beribadah, dan menjauhi larangan agama merupakan indikator sikap
spiritual. Partisipasi dan ketekunan belajar menjadi indikator sikap intelektual. Bersih,
disiplin, dan tanggung jawab adalah indikator sikap mental. Sedangkan ramah, antusias,
dan kolaborasi termasuk indikator sikap emosi-sosial.
Pelaksanan penilaian sikap dalam dua kategori. Kategori pertama penilaian sikap
adalah yang dilakukan setiap akhir pertemuan yang berarti sebanyak 36 kali dalam satu
semester. Adapun kategori kedua yang dilakukan secara berkala per semester
berdasarkan hasil pengamatan langsung maupun tidak langsung yang telah terverifikasi
terlebih dahulu.
Penilaian menggunakan empat tingkat, yakni Baik Sekali (A=4), Baik (B=3), Sedang
(C=2), serta Kurang (D=1). Untuk penilaian sikap di setiap akhir pertemuan dilakukan
dengan merangkum seluruh aspek sikap, dan dapat menggunakan format sebagai
berikut:
Tabel 2.8 Contoh Penilaian Sikap
Pertemuan dan Nilai (A=4, B=3, C=2, D=1)
No Nama
1 2 3 4 ... ... 12 Jumlah Rata rata
1 vincen 4 3 3 2 .. ... 4 39 3,25/B
2 roma 3 4 4 4 ... ... 4 46 4,12/A
3 .....
4 .....
5 .....
6 ......
Adapun penilaian sikap secara berkala per semester dapat dilakukan dengan format
sebagai berikut:
Modul Ajar PPKn SMP Fase D Kelas 7
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Tabel 2.9 Contoh Penilaian Sikap Berkala
Nilai (A, B, C, dan D)
No Nama Fisikal Emosi Catatan
Rata-
Spiritual Intelektual
Mental Sosial rata
1 Vincen A B B C B
2 roma B A A A A
3 ...
4 ...
5 ...
6 ....
Nilai sikap pada akhir semester = (Nilai rata-rata per pertemuan + Nilai berkala rata-
rata)/2.
2. Penilaian Keterampilan (Civic Skills)
Penilaian keterampilan dilakukan juga berdasar pengamatan guru terutama terhadap
keterampilan siswa dalam menjalani kegiatan pembelajaran di sekolah. Penilaian
didasarkan pada keterampilan-keterampilan sesuai contoh indikator di bawah ini atau
indikator lain yang relevan dapat ditentukan masing-masing guru.
Indikator keterampilan antara lain adalah kemampuan menyampaikan hasil diskusi
kelompok secara tegas dan lugas; kemampuan mengomunikasikan ide dan gagasan
dengan terarah dan sistematis; kemampuan merespons pertanyaan yang pada sesi
diskusi; atau lainnya. Adapun pelaksanan penilaian keterampilan dilakukan di setiap
akhir pertemuan yang menuntut adanya penilaian keterampilan, dengan menggunakan
empat tingkat penilaian, yakni Baik Sekali (A=4), Baik (B=3), Sedang (C=2), serta
Kurang (D=1).
Tabel 2.10 Pedoman Penilaian Aspek Keterampilan
Nama Peserta Didik: …………………………………….
Pertemuan dan Nilai (A, B, C, D)
No Indikator
1 2 3 4 5 dst Rata-rata
1 Mampu menyampaikan hasil
diskusi kelompok secara
tegas dan lugas
2 Mampu mengomunikasikan
ide dan gagasan dengan
terarah dan sistematis
Modul Ajar PPKn SMP Fase D Kelas 7
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
3 Mampu merespons
pertanyaan
yang pada sesi diskusi
.... ...............................................
Nilai Akhir
3. Penilaian Pengetahuan (Civic Knowledge)
Penilaian pengetahuan dilakukan untuk mengukur keberhasilan siswa dalam memahami
materi yang dipelajari dalam setiap pertemuan, seperti yang tersebut dalam bagian uji
kompetensi. Guru dapat menilai dari setiap aktivitas dalam pembelajaran. Guru dapat
menilai kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan atau menganalisa persoalan.
Guru dapat memberi skor pada setiap tugas dan keaktifan siswa dalam menjawab dan
berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Penilaian dilakukan secara kuantitatif
dengan rentan 0-100
Mengetahui Sumbul, 04 Oktober 2024
Kepala [Link] Negeri 3 Sumbul Guru bidang study
Mochlen Nadeak,[Link] Eva Maria Elisabeth,[Link]
Nip.198206052010011030 Nip.198609082010012018
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Ke-1
Nama kelompok
Kelas :
Petunjuk!
Jawablah Pertanyaan di Bawah Ini
1. Tuliskan apa contoh nyata yang kalian lakukan sehari-hari untuk a) norma agama, b)
norma hukum, c) norma kesusilaan, d) norma kesopanan ?Diskusikan hal tersebut
dengan teman kelompokmu.
Modul Ajar PPKn SMP Fase D Kelas 7
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
2. Perhatikan di lingkungan kalian masing-masing. Bagaimana kalau tidak ada aturan
atau norma di lingkungan kalian. Misalnya, apa yang terjadi kalau tidak ada lampu lalu
lintas di perempatan jalan umum? Akan terjadi tabrakan kan? Lalu bagaimana
keadaan lingkungan kalau tidak ada norma atau aturan dalam membuang sampah?
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Ke-2
Nama kelompok
Kelas :
Petunjuk!
Coba kenali apa saja kewajiban dan hakmu!
Di rumah, di sekolah, serta di lingkungan sekitar. Tuliskan kewajiban dan hak tersebut
dalam tabel, bila perlu dengan tulisan berwarna-warni, serta disertai coretan gambar
semampumu.
Lingkungan Kewajiban Hak
Di rumah 1. .............................. 1. ..............................
2. .............................. 2. ..............................
3. .............................. 3. ..............................
Di sekolah 1. .............................. 1. ..............................
2. .............................. 2. ..............................
3. .............................. 3. ..............................
1. .............................. 1. ..............................
Di masyarakat 2. .............................. 2. ..............................
3. .............................. 3. ..............................
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
SBahan Bacaan Guru
Guru dapat mengajak siswa untuk melihat tayangan materi dalam tautan berikut ini:
Modul Ajar PPKn SMP Fase D Kelas 7
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Norma adalah : Aturan atau kebiasaan yang menjadi pedoman perilaku masyarakat
Norma dibagi dalam 4 jenis :
[Link] agama : rangkaian kaidah dan petunjuk hidup yang harus diterima
[Link] dari tuhan dan tertulis didalam kitb suci masing-masing agama.
Sanksi yang akan diterima ketika seseorang melanggar norma agama adalah mendapat
dosa.
B .Norma hukum : pedoman masyarakat yang dibuat oleh lembaga yang berwenang
,sifatnya mengikat dan memaksa anggota masyarakat .
Sanksi yang melanggar norma hukum adalah kurungan penjara,hukuman mati dan
denda dan penyitaan barang tertentu dan perampasan hak.
C. Norma kesusilaan : aturan yang bersumber dari suara hati masing-masing orang
yang dipercaya sebagai pedoman hidup.
Sanksi yang melanggar norma ini adalah mendapat persaan bersalah ,malu,takut,dan
menyesala atas perbuatan yang dilakukan.
D .Norma kesopanan : aturan hidup yang timbul dan terpelihara dari kebiasaan
masyarakat dalam suatu kelompok sebagai pedoman dalm pergaulan dengan
sesamanya ,istilah lain dari norma kesopanan adalah tat krama dan etika.
Sanksi dari norma ini adalah dikucilkan,dicemoh,atau ditegur oleh masyarakat.
Hak adalah :sesuatu yang dimilki dan bisa ditunntuut oleh individu,seperti hak untuk
hidup dan berpendapat.
Contoh : setiap siswa berhak mendapatkan pendidikan yang baik dan berkesempatan
untuk belajar yang tenang.
Kewajiban adaklah : tanggung jawab yang harus dilakukan oleh individu,seperti ke
wajiban mematuhi hukum atau menghormati hak orang lain.
Contoh : siswa wajib mengikuti pelajaran dengan baik ,mengerjakan tugas dan belajar
dengan sungguh-sungguh
Bahan Bacaan Peserta Didik
Amira seorang anak tunggal, tidak punya kakak maupun adik. Ia tinggal bersama ayah
dan ibunya di Bogor, Jawa Barat. Hanya bertiga di rumah, maka makanan yang perlu
Modul Ajar PPKn SMP Fase D Kelas 7
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
disiapkan sehari-hari pun sedikit. Keperluan lainnya sedikit. Maka sampah di rumah juga
sedikit.
Ayah dan ibunya mengajari Amira. Walaupun hanya sedikit, sampah di rumah tetap
harus dikelola. Tidak boleh dibiarkan atau dibuang begitu saja. Di rumah tentu ada tempat
sampah. Namun tempat sampah itu hanya dipakai buat tempah sampah kering. Seperti
sampah berupa plastik, kertas, kaleng, kayu dan sebagainya.
Lalu di mana sampah basah harus dibuang? Ayah Amira menggali lubang di halaman
rumah mereka. Sampah basah seperti sisa makanan dan dedaunan dibuang ke sana.
Dibiarkan untuk membusuk menjadi humus yang bisa dipakai untuk pupuk tanaman.
Dengan begitu rumah Amira selalu bersih.
Meskipun begitu, ibu Amira menemukan hal aneh pada anaknya. Saat mengambil rok
seragam sekolah anaknya, Ibu Amira beberapa kali menemukan sampah di saku rok itu.
Kadang berupa kertas atau plastik bekas bungkus jajanan. “Mengapa ada sampah di
sini?” tanya ibunya.
“Amira tidak menemukan tempat sampah,” jawabnya. Maka sampah itupun
dikantungi, dibawanya pulang. Amira memang sudah diajari cara mengelola sampah.
Rumusnya adalah TSP. T adalah ‘Tahan’. Jangan pernah membuang sampah
sembarangan. S adalah ‘Simpan’ sampah di tempatnya. P adalah ‘Pungut’ kalau
menemukan sampah.
Ayah Amira mendapat ilmu TSP dari Aa Gym, seorang Ustadz di Bandung. Kalau
mau hidup sehat, menurut Aa Gym, setiap orang harus mempraktikkan TSP untuk
mengelola sampah. Harus T – tahan untuk tak membuang sampah sembarangan, S --
simpan sampah hanya di tempatnya, serta P --pungut sampah yang ditemukan.
Amira mempraktikkan TSP itu. Biasanya ia membawa kantung khusus di tas buat
menyimpan sementara sampah. Kalau lupa membawa kantung itu, ia akan memasukkan
sampah ke saku bajunya sendiri sampai ketemu tempat sampah yang benar.
Sumber gambar: [Link]/siedoo(2019)
Setelah Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia punya negara
seperti sebuah keluarga punya rumah. Agar seluruh penghuni rumah hidup damai, maka
suasana rumah perlu tertib. Untuk itu perlu aturan yang dipatuhi semua penghuninya.
Banyak aturan yang dapat dibuat. Di antaranya adalah aturan untuk saling menjaga
kesopanan. Juga aturan untuk selalu membuang sampah di tempat semestinya seperti
yang dilakukan Amira. Perlunya aturan itu bukan hanya di dalam keluarga, namun juga di
masyarakat atau kumpulan orang-orang yang berbudaya sama di suatu wilayah.
Agar semua orang di masyarakat hidup tenteram, maka perlu adanya aturan bersama
yang dipatuhi oleh seluruh warga. Karena itu, setiap masyarakat memiliki aturannya
masing-masing. Aturan-aturan baik di keluarga maupun di masyarakat itulah yang disebut
norma.
C. GLOSARIUM
Glosarium
amendemen : adalah usul perubahan undang-undang
apresiasi : adalah penilaian (penghargaan) pada sesuatu
bineka : adalah beragam; beraneka ragam
Modul Ajar PPKn SMP Fase D Kelas 7
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
fasilitas : adalah sarana untuk melancarkan kemudahan
gender : adalah jenis kelamin
holistik (holistis) : adalah berhubungan dengan sistem keseluruhan sebagai satu
kesatuan lebih dari sekadar kumpulan bagian
inspirasi : adalah ilham
intelektual : adalah cerdas; berakal; berpikiran jernih berdasarkan ilmu
pengetahuan
karakter : adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang
membedakan seseorang dari yang lain; tabiat; watak
karakteristik : adalah mempunyai sifat khas sesuai dengan perwatakan tertentu
konstitusi : adalah segala ketentuan dan aturan tentang ketatanegaraan
(Undang-Undang Dasar dan sebagainya)
kuliner : adalah berhubungan dengan masak-memasak
nekara : adalah gendang besar terbuat dari perunggu berhiaskan orang
menari (perahu, topeng, dan sebagainya), peninggalan dari Zaman
Perunggu
norma : adalah aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam
masyarakat
renaisans : adalah masa peralihan dari abad Pertengahan ke abad modern di
Eropa (abad ke-14 – ke-17) yang ditandai oleh perhatian kembali
kepada kesusastraan klasik, berkembangnya kesenian dan
kesusastraan baru, dan tumbuhnya ilmu pengetahuan
republik : adalah bentuk pemerintahan yang berkedaulatan rakyat dan
dikepalai oleh seorang presiden
romusa : adalah orang-orang yang dipaksa bekerja berat pada zaman
pendudukan Jepang; pekerja paksa
sekuler : adalah bersifat duniawi atau kebendaan (bukan bersifat keagamaan
atau kerohanian)
simbolik (simbolis) : adalah sebagai lambang: menjadi lambang; mengenai lambang
sistematika : adalah pengetahuan mengenai klasifikasi (penggolongan)
sosial : adalah berkenaan dengan masyarakat
susila : adalah baik budi bahasanya: beradab; sopan
talenta : adalah pembawaan seseorang sejak lahir; bakat
unitaris : adalah penganut ajaran (paham) unitarisme
unitarisme : adalah ajaran (paham, kecenderungan) yang menginginkan bentuk
negara kesatuan
D. DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka
Asshidiqie, Jimly. 2010. Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Sinar
Grafika
Modul Ajar PPKn SMP Fase D Kelas 7
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Dewantara, Ki Hadjar. 2013. Ki Hadjar Dewantara. Bagian Pertama: Pendidikan.
Yogyakarta: Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa dan Majelis Luhur
Persatuan Tamansiswa
Latif, Yudi. 2011. Negara Paripurna. Historitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Latif, Yudi. 2018. Wawasan Pancasila. Bintang Penuntun untuk Pembudayaan. Jakarta:
Mizan
Pragiwaksono, Pandji. 2011. Nasionalisme. Kenali Indonesia-mu, Temukan passion-mu,
Berkaryalah untuk Masa Depan Bangsamu. Yogyakarta: Penerbit Bentang
Sekretariat Negara RI. 1995. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usahausaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) – Panitia Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (PPKI) 28 Mei 1945–22 Agustus 1945. Jakarta: Sekretariat
Negara
Modul Ajar PPKn SMP Fase D Kelas 7