Strategi Pemasaran Tomat di Bombana
Strategi Pemasaran Tomat di Bombana
X No Y, Bulan 20XX
ABSTRAK
Petani tomat di kecamatan tontonunu mengalami permasalahan dalam memasarkan hasil pertaniannya karena beberapa faktor seperti, fluktuasi harga tomat
dan kesulitan petani dalam menentukan atau menemukan pasar yang baik dan stabil sehingga hal ini berdampak pada margin keuntungan yang di terima
lebih kecil. Untuk mengatasi permasalahan yang di hadapi petani maka perlu di susun strategi pemasaran. Metode analisis data yang di gunakan meliputi
pendekatan deskriptif kualitatif yang di susun dalam bentuk Matriks IFAS dan EFAS, Matrik IE, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan strategi
pemasaran tomat di kecamatan tontonunu kabupaten bombana dapat dilakukan dengan cara; mengoptimalkan perbaikan kualitas tenaga kerja guna untuk
memperbaiki dan meningkatkan hasil produksi yang dapat bersaing dipasaran, pemanfaatan teknolgi dalam budidaya dan pemasaran untuk menjangkau
pasar yang lebih luas dan modern, membangun relasi atau bermitra dengan lembaga tertentu dan orang-orang yang berkepentingan sama, mengupayakan
berdiskusi kepada pemerintah terkait permasalahan pertanian dan situasi pasar yang sedang di hadapi, membuat inovasi produk dan diversifikasi pertanian
yang dapat beradaptasi terhadap lingkungan dan kondisi pasar yang berubah-ubah.
PENDAHULUAN
Indonesia hingga saat ini masih tergolong negara yang sedang berkembang, selain itu Indonesia juga merupakan negara agraris
dimana sebagian besar penduduknya berada di pedesaan dengan mata pencaharian disektor pertanian. Dalam rangka pembangunan
perekonomian di Indonesia, maka semua potensi digunakan dan diman-faatkan untuk lebih meningkatkan pembangunan itu
sendiri, khususnya di sektor pertanian. Pembangunan di sektor pertanian dapat memperluas lapangan pekerjaan, meningkatkan
pendidikan petani, peternak dan pekebun serta mendorong pemerataan pembangunan daerah dengan tetap memperhatikan
kelestarian sumber daya alamnya (Wina et al, 2025). Pengembangan usaha di bidang hortikultura merupakan salah satu upaya
yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kontribusi sektor pertanian. Hal ini dipertimbangkan karena hortikultura
merupakan sumber pertumbuhan ekonomi yang masih potensial dan belum sepenuhnya dimanfaatkan. Pengembangan komoditas
hortikultura merupakan penggerak program diversifikasi, ekstensifikasi, intensifikasi, dan rehabilitasi pertanian yang merupakan
inti dari kegiatan pembangunan pertanian (Ahmad Badrun et al, 2022)
Komoditas tomat dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan perekonomian daerah maupun nasional.
Karena, permintaan pasar terhadap komoditas tomat dari tahun ke tahun semakin meningkat. Namun, hingga saat ini masih banyak
kendala yang dialami para petani tomat, mulai dari masalah penerapan teknik budidaya yang tepat, masalah hama dan penyakit
pada tanaman tomat, hingga masalah pemasaran hasil panen tomat. Tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill) merupakan
sayuran buah yang tergolong tanaman semusim berbentuk perdu dan termasuk ke dalam famili Solanaceae. Buahnya merupakan
sumber vitamin dan mineral. Penggunaannya semakin luas, karena selain dikonsumsi sebagai tomat segar dan untuk bumbu
masakan, juga dapat diolah lebih lanjut sebagai bahan baku industri makanan seperti sari buah dan saus tomat (Wasonowati, 2011).
Kecamatan tontonunu merupakan salah satu kecamatan di kabupaten bombana penghasil komoditas tomat. Berdasarkan
badan pusat statistik (2023) produksi tomat di kecamatan tontonunu diuraikan pada tabel di bawah ini:
Berdasarkan Tabel 1 produksi tomat di kecamatan tontonunu pada tahun pada tahun 2021 merupakan yang tertinggi karena,
pada tahun tersebut para petani berlomba-lomba dan sangat antusias dalam membudidayakan tomat karena harganya yang tinggi
sehingga produksi mencapai 555.00 ton dengan luas lahan 29,00 Ha dan tingkat produktifitasnya mencapai 19,14% pertahunnya,
namun pada tahun 2022 para petani mulai menemui permasalahan karena penurunan harga tomat secara signifikan sehingga
menyebabkan sebagian besar petani tomat kecewa dan mulai berhenti membudidayakan tomat dengan demikian produksi hanya
mencapai 209.00 ton dengan luas lahan 34,00 Ha dan tingkat produktifitasnya menurun menjadi 6,15% pertahunnya dan kemudian
pada tahun 2023 harga tomat sudah mulai mengalami kenaikan dan kestabilan sehingga para petani mulai membudidayakan tomat
lagi sehinnga produksi tomat kembali meningkat menjadi 465.00 ton dengan luas lahan 32,00 Ha dan tingkat produktifitasnya-pun
meningkat mencapai 14,53% pertahunnya. Sistem pertanian seperti ini sering disebut sebagai menanam dengan mengikuti tren
harga pasar atau juga biasa disebut sebagai model pertanian spekulatif jika ada resiko terkait perubahan harga. Meskipun sistem
ini bisa memberikan keuntungan lebih tetapi dapat juga menimbulkan risiko jangka panjang seperti penurunan harga karena petani
menanam dalam skala besar, sistem ini juga dapat merusak keseimbangan ekosistem dan potensi kerusakan tanaman.
115
Hasbiadi, Purbaningsih, Y, Bahari, D.I, Risal, M,
E-ISSN: 2798-5385 Agrimansion, Vol. X No Y, Bulan 20XX
Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap produksi tomat adalah pemasaran. Dalam suatu kegiatan pemasaran pasti ada
yang dinamakan strategi pemasaran. Dimana Strategi pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang menyeluruh terpadu dan
menyatu dibidang pemasaran yang memberikan panduan tentang kegiatan yang dijalankan dan tercapainya tujuan pemasaran
(Bernadina, 2022). Melalui hasil survei sebelumnya dan wawancara bebas si peneliti dengan petani tomat di kecamatan tontonunu,
di temukan beberapa masalah yang sering kali di hadapi petani beberapa di antaranya, adalah kesulitan petani dalam menentukan
pasar yang baik dan stabil, fluktuasi harga yang biasanya di sebabkan oleh permintaan pasar yang lebih rendah daripada jumlah
produksi yang dihasilkan, hal ini mengakibatkan sulitnya para petani mengambil tindakan yang tepat dalam menangani
permasalahan di lapangan yang akhirnya berdampak pada margin keuntungan diterima petani lebih kecil.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Strategi Pemasaran Komoditas Tomat di Kecamatan Tontonunu
Kabupaten Bombana. Adapun manfaat dalam penelitian ini Bagi Pemerintah dan Masyarakat, diharapkan hasil penelitian ini
digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan dalam rangka pengembangan pemasaran komoditas tomat di
kecamatan tontonunu kabupaten bombana.
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini Adalah Komoditas Tomat di
Kecamatan Tontonunu. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan produksi komoditas tomat
kecamatan tontonunu merupakan salah satu yang tertinggi di kabupaten bombana. Dalam penelitian ini menggunakan informan
penelitian. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel
sumber data dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2015). Informan dalam penelitian ini terdiri dari 78 informan. Jenis data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Sumber data yang di pakai pada penelitian ini adalah data primer dan
data sekunder. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini
menggunakan beberapa analisis data yaitu; Matriks IFAS, EFAS, Matriks IE dan Analisis SWOT. Untuk menganalisis data
menggunakan analisis SWOT (Strenght, Weaknesses, Opportunities, Treats) dengan mengidentifikasi berbagai faktor secara
sistematis untuk merumuskan strategi suatu usaha (strategi SO, ST, WO, dan WT). Analisis ini didasarkan terhadap logika yang
dapat memaksimalkan kekuatan (Strength) dan peluang (Opportunitise) namun secara bersamaan dapat maminimalkan kelemahan
(Weaknesses) dan ancaman (Threats) (Yohanes Irfon Hendrian, 2022).
Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat bahwa strategi pemasaran komoditas tomat pada kecamatan tontonunu kabupaten
bombana, sudah merespon kekuatan dan dapat mengatasi kelemahan dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai terbobotnya
yaitu 3,192. Kekuatan terbesar strategi pemasaran komoditas tomat di kecamatan tontonunu adalah “Jumlah Produksi Yang
Tinggi” dengan total rating 3,37, sedangkan kelemahan terbesar adalah “kesulitan petani menentukan pasar yang baik dan stabil”
dengan total rating 3,10 dari rata-rata jawaban responden.
Eksternal Factors Analysis Summary (EFAS)
Dalam melakukan perencanaan bisnis kita harus mengevaluasi faktor eksternal maupun faktor internal yang berhubungan dengan
bisnis tersebut. Analisis faktor-faktor haruslah menghasilkan adanya kekuatan yang dimiliki oleh suatu perusahaan, serta
mengetahui kelemahan yang terdapat pada perusahaan itu. Sedangkan analisis terhadap faktor eksternal harus menghasilkan
informasi kesempatan atau peluang yang terbuka bagi perusahaan serta dapat mengetahui pula ancaman yang dialami oleh
organisasi yang [Link] kita mengetahui kekuatan, kelemahan, kesempatan yang terbuka, serta ancaman-ancaman
116
Hasbiadi, Purbaningsih, Y, Bahari, D.I, Muh Risal
E-ISSN: 2798-5385 Agrimansion, Vol. X No Y, Bulan 20XX
yang dialaminya, maka kita dapat Menyusun suatu rencana atau strategi yang mencakup tujuan yang telah ditentukan perusahaan
(Diana Puspita Sari, 2017)
Sharath Kumar C.R. (2025) menjelaskan bahwa EFAS adalah alat sistematis untuk mengidentifikasi dan menilai peluang
dan ancaman eksternal, serta mengintegrasikannya ke dalam strategi melalui matriks SWOT. Eksternal Factors Analysis Summary
(EFAS) adalah faktor-faktor eksternal yang berupa peluang dan ancaman yang mempengaruhi pemasaran tomat di kecamatan
tontonunu. Setelah menentukan faktor peluang dan ancaman komoditas tomat, selanjutnya adalah memberikan bobot dari masing-
masing faktor eksternal tersebut. Matriks EFAS dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat bahwa strategi pemasaran komoditas tomat pada kecamatan tontonunu kabupaten
bombana, juga sudah merespon peluang dan dapat mengatasi ancaman dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai terbobotnya
yaitu 3,106. Peluang terbesar strategi pemasaran komoditas tomat pada kecamatan tontonunu adalah “Permintaan pasar yang
tinggi” dengan nilai rating sebesar 3.41, sedangkan ancaman terbesar adalah “Kualitas Tomat Tidak Sesuai Permintaan Pasar”
dengan total rating sebesar 3,05 dari rata-rata jawaban responden.
I II III
Tinggi Tumbuh & Tumbuh & Jaga &
Kembangkan Kembangkan Pertahankan Hasil IE
3,00-4,00
Sedang IV V VI
2,00-2,99 Tumbuh & Jaga & Tuai atau
Kembangkan Pertahankan Divestasi
Berdasarkan Tabel 4 Matriks IE di atas menunjukkan bahwa posisi strategi pemasaran komoditas tomat di kecamatan
tontonunu kabupaten bombana berada pada kuadran 1 (tumbuh dan kembangkan) yaitu memiliki kemampuan internal yang kuat
dan eksternal yang tinggi. Suatu usaha yang masuk kedalam kuadran ini sebaiknya dikelola dengan strategi intensif (penetrasi
pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk) atau strategi integratif (integrasi ke belakang, integrasi ke depan, dan
integrasi horizontal).
117
Hasbiadi, Purbaningsih, Y, Bahari, D.I, Muh Risal
E-ISSN: 2798-5385 Agrimansion, Vol. X No Y, Bulan 20XX
Analisis SWOT
Analisis SWOT didahului dengan identifikasi posisi melalui evaluasi nilai faktor internal dan evaluasi nilai faktor eksternal untuk
memilih alternatif strategi pemasaran dengan mengetahui kondisi sekarang berada pada kuadran mana sehingga strategi yang
dipilih merupakan strategi yang paling tepat (Widarti & Syaiful Anwar, 2016). Analisis SWOT merupakan alat analisis yang
menggambarkan bagaimana perusahaan menyususn alternatif strategi dengan melakukan sinkronisasi antara peluang dan ancaman
eksternal dengan kekuatan dan kelemahan internal yang dimiliki, sehingga akan terbentuk strategi yang relevan dengan kondisi
internal maupun eksternal (Hasbiadi et al, 2024).
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini
didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan
dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats). SWOT juga digunakan untuk menilai kekuatan-kekuatan
dan kelemahan kelemahan dari sumber daya yang dimiliki perusahaan dan kesempatan-kesempatan eksternal dan tantangan-
tantangan yang dihadapi.(Riamande Jelita Tambunan, 2020)
Pada Analisis SWOT merupakan tahap perumusan strategi pemasaran berdasarkan matriks SWOT dengan data yang
diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi di Kecamatan Tontonunu Kabupaten Bombana. Analisis strategi
pemasaran berdasarkan matriks SWOT mempunyai empat kelompok strategi yang diterapkan dan diperoleh dari analisis faktor
internal dan faktor eksternal. Matriks SWOT pada intinya adalah mengkombinasikan peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan
dalam sebuah matriks. Dengan demikian matriks tersebut terdiri atas empat kuadran, dimana tiap-tiap kuadran memuat masing-
masing strategi (Utami, 2012). Berikut merupakan Tabel Matriks SWOT yang berfungsi dalam menentukan strategi pemasaran
komoditas Tomat di kecamatan Tontonunu kabupaten Bombana:
Berdasarkan hasil analisis Matriks SWOT pada Tabel 5 terdapat beberapa strategi, strategi-strategi tersebut dirumuskan
menjadi 5 strategi inti yang memiliki kemiripan dikombinasikan pada strategi alternatif yang terpilih. Strategi-strategi terpilih
disusun berdasarkan urutan prioritas penerapan dan pelaksanaan pada pemasaran komoditas tomat di kecamatan tontonunu, adapun
urutan strategi tersebut antara lain:
1. Mengoptimalkan perbaikan kualitas tenaga kerja guna untuk memeperbaiki dan meningkatkan hasil produksi yang dapat
bersaing dipasaran: tenaga kerja yang berkualitas memiliki kemampuan menghasilkan pekerjaan yang memuaskan, mencapai
tujuan secara efektif dan efisien serta menunjukan kecakapan dalam menjalankan tugasnya. Ini mencakup aspek keterampilan,
pengetahuan dan sikap kerja yang positif. Tenaga kerja yang berkualitas juga mampu meningkatkan kualitas produk atau
layanan yang dihasilkan. Kualitas kerja diartikan sebagai hasil yang dapat di ukur melalui efektifitas dan efisiensi pekerjaan
yang dilakukan oleh sumber daya manusia dalam mencapai dalam mencapai tujuan atau sasaran perusahaan (Jaya [Link], 2020).
Sedangkan menurut Hasibuan (2012) kualitas tenaga kerja mencakup prilaku atau kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan
harapan, kebutuhan dan tujuan yang dicapai secara efektif dan efisien.
118
Hasbiadi, Purbaningsih, Y, Bahari, D.I, Muh Risal
E-ISSN: 2798-5385 Agrimansion, Vol. X No Y, Bulan 20XX
2. Pemanfaatan teknolgi dalam budidaya dan pemasaran untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan modern: Banyak cara yang
dapat digunakan saat ini untuk melakukan penjualan produk secara online seperti penggunaan media sosial, marketplace dan
website-website yang menyediakan informasi dan juga sebagai salah satu strategi promosi (Heryati & Herdiansyah, 2020).
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa pemanfaatan teknologi dapat membantu petani dalam mempromosikan
dan menjual produk/jasa tidak terbatas oleh jarak dan waktu serta cara berkomunikasi (Hardilawati et al, 2020).
3. Membangun relasi atau bermitra dengan lembaga tertentu dan orang-orang yang berkepentingan sama: bermitra dengan orang-
orang yang berkepentingan sama dan lembaga terkait mampu memberikan berbagai aspek keuntungan seperti peningkatan
akses ke sumber daya, teknologi, pasar dan dukungan finansial kemitraan ini juga dapat meningkatkan produktifitas, kualitas
produk dan pendapatan petani sekaligus mendukung keberlanjutan usaha pertanian. peran kelembagaan petani dalam
mendukung keberlanjutan pertanian sangat diperlukan untuk memberikan masukan dan pertimbangan bagi pelaku
pembangunan dalam rangka pengembangan ekonomi lokal (Noviatirida, 2011). Terdapat berbagai tantangan dalam
membangun kemitraan yang harus dihadapi, seperti perbedaan perspektif, hambatan komunikasi, keterbatasan sumber daya,
dan masalah terkait dengan koordinasi serta pembagian tanggung jawab oleh karena itu, Untuk mengatasi tantangan ini,
diperlukan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya kolaborasi dan kemitraan, serta strategi praktis untuk memfasilitasi
implementasinya (Friend & Cook, 2017).
4. Mengupayakan berdiskusi kepada pemerintah terkait permasalahan pertanian dan situasi pasar yang sedang di hadapi: Dengan
kolaborasi yang baik antara pemerintah dan petani kita dapat mencapai pertanian yang berkelanjutan dan dapat meningkatkan
pemberdayaan masyarakat serta diwujudkan melalui partisipasi aktif masyarakat yang difasilitasi dengan adanya pelaku
pemberdayaan. Sasaran utama pemberdayaan masyarakat adalah mereka yang lemah dan tidak memiliki daya, kekuatan atau
kemampuan mengakses sumberdaya produktif atau masyarakat yang terpinggirkan dalam pembangunan. Tujuan akhir dari
proses pemberdayaan masyarakat adalah untuk memandirikan warga masyarakat agar dapat meningkatkan taraf hidup keluarga
dan mengoptimalkan sumberdaya yang dimilikinya (Widjajanti, 2011). Yang dapat diwujudkan melalui penyuluhan pertanian
dan sebagainya.
5. Membuat inovasi produk dan diversivikasi pertanian yang dapat beradaptasi terhadap lingkungan dan kondisi pasar yang
berubah-ubah: Diversifikasi pertanian memiliki banyak manfaat, antara lain, mengurangi resiko kegagalan panen,
meningkatkan pendapatan petani, menjaga kesuburan tanah, dan meningkatkan ketahanan pangan serta dapat juga membantu
mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman. Inovasi teknologi pertanian berperan penting dalam meningkatkan
produktivitas pertanian, mengingat peningkatan produksi melalui perluasan lahan (ekstensifikasi) sangat sulit diterapkan di
Indonesia, ketika konversi lahan pertanian produktif ke non-pertanian yang semakin meluas (Praptono, 2010). Dengan
demikian apabila pendapatan petani meningkat, maka kondisi ketahanan pangan rumah tangganya semakin kuat. Faktor yang
mempengaruhi tingkat adopsi inovasi teknologi oleh petani antara lain karakteristik sosial ekonomi, persepsi petani, tingkat
pengetahuan petani dan sikap petani dalam mengadopsi inovasi teknologi (Indraningsih, 2011).
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Badrun, Ir, Cholid Fatih, M.P, Fitriani S.P., M. E. (2022). STRATEGI PRODUK TOMAT FRESH CUT DI PT
SAYURAN SIAP SAJI BOGOR. KARYA ILMIAH MAHASISWA [AGRIBISNIS], 1(1), 1–8.
[Link], (2023). LUAS PANEN, PRODUKSI, DAN HASIL PER HEKTAR TOMAT, 2023.
[Link]://[Link]/id/statisticstable/2/MTUyIzI=/luas-panen--produksi--dan-hasil-per-hektar-
[Link]
Bernadina, A. F. T. M. M. J. K. L. (2022). STRATEGI PEMASARAN PEDAGANG KOMODITI TOMAT DI PASAR KASIH
KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR. Buletin Ilmiah IMPAS, 33(1), 1–12.
Dewi, R., & Mahmud, A. (2018). The impact of Internal Factor Analysis Summary (IFAS) and competing power on performance
in the life insurance industry: The mediating role of competitive advantage. World Journal of Business and Management,
4(1), 85–96
Diana Puspita Sari, A. O. (2017). PENENTUAN STRATEGI BISNIS MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT DAN MATRIKS
IFAS – EFAS PADA CV. DINASTY. Seminar Nasional IENACO - 2017, 847–855.
Freddy Rangkuti, (2015). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Friend, M., & Cook, L. (2017). Interactions: Collaboration Skills For School Professionals (8th ed.). Pearson
Hardilawati, W. laura. (2020). STRATEGI BERTAHAN UMKM DI TENGAH PANDEMI COVID-19. Jurnal Akuntansi Dan
Ekonomika, 10(1), 89–[Link]://[Link]/10.37859/jae.v10i1.1934
Hasbiadi, Masitah, Helviani, Y. P. (2024). STRATEGI PEMASARAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L) PADA
MASA PANDEMIC COVID-19 DI KABUPATEN KOLAKA. AGRIBIOS : Jurnal Ilmiah, 22(01), 140–153.
Hasibuan, Malayu S.P, 2012. Manajemen SDM. Edisi Revisi, Cetakan Ke Tigabelas. Jakarta: Bumi Aksara
Heryati and M. I. Herdiansyah, (2020) “The Application of Data Mining by Using K-Means Clustering Method in Determining
New Students’ Admission Promotion Strategy,” International Journal of Engineering and Advanced Technology, vol. 9,
no. 3, pp. 824–833, 2020
119
Hasbiadi, Purbaningsih, Y, Bahari, D.I, Muh Risal
E-ISSN: 2798-5385 Agrimansion, Vol. X No Y, Bulan 20XX
Indraningsih K.S. 2011. Pengaruh Penyuluhan Terhadap Keputusan Petani Dalam Adopsi Inovasi Teknologi Usahatani Terpadu.
Jurnal Agro Ekonomi, 29(1):1-24.
Jaya, Ichal, Kusuma. (2020). Analisis Pengembangan Karyawan Dalam Meningkatkan Kualitas Kerja Karyawan Pada Perseroan
Terbatas Sultra Prima Lestari (PT. SPL) Kantor Utama Kabupaten Konawe Utara. Jurnal Administrasi Bisnis. 5(1), 237-
246
Kumar, S. K. C. R. (2025). SWOT Analysis: A Theoretical Review [Review of SWOT analysis methodology]. International
Journal of Advanced Research, 11(9), 744–748.
Noviatirida, W. (2011). ANALISIS BENTUK KERJA SAMA PETANI DENGAN LEMBAGA- LEMBAGA PENDUKUNG
PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KAKAO DI KENAGARIAN SEKUCUR, KECAMATAN V KOTO KAMPUNG
DALAM, KABUPATEN PADANG PARIAMAN [Skripsi]. Fakultas Pertanian, Universitas Andalas Padang. Padang.
Praptono, B. 2010. KAJIAN POLA BERTANI PADI SAWAH DI KABUPATEN PATI DITINJAU DARI SISTEM PERTANIAN
BERKELANJUTAN: (Studi Kasus di Kecamatan Pati). Tesis Program Magister Ilmu Lingkungan, Pascasarjana
Universitas Diponegoro, Semarang.
Riamande Jelita Tambunan, Dewi Agushinta R. (2020). Analisis Strategi Bisnis Pt. Tolu Dengan Pendekatan Bmc Menggunakan
Metode Efas, Ifas Dan Swot. Sistemasi, 9(3), 435. [Link]
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Utami, E., & Imron, A. (2012). Perumusan Strategi Perusahaan Berdasarkan Competitive Advantage. Jurnal Ilmiah Teknik
Industri, 11(2), 154-164.
Wasonowati, C. (2011). Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicon Esculentum) Dengan Sistem Budidaya
Hidroponik. Agrovigor, 4(1), 21–28.
Widjajanti, K. (2011). Model Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan
Pembangunan, 12(1), 15-27.
Wina, Vidya Putri Aprilia, NurHusna Aulia, Syaiakbar Dirgantara Hariyanto, Nuraisyah, A. M. F. (2025). Strategi Pemasaran
Untuk Produk Olahan Tomat Di Era Digital Pasar Inpres Kota Palu. Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat, 3(1), 36–
39.
Widarti, & Syaiful Anwar, Mukson. (2016). ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN USAHA AGRIBISNIS TOMAT
(Lycopersicum esculentum) DI KABUPATEN BOYOLALI. Jurnal Kesejahteraan Sosial Journal of Social Welfare, 3(2),
131–140. [Link]
Yohanes Irfon Hendrian, S. N. (2022). Prospek Pengembangan Usahatani Tomat di Lahan Joni Roma Farm Desa Nita Kecamatan
Nita Kabupaten Sikka. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Https://[Link]/[Link]/JIWP, 8(3), 178–183.
[Link]
120
Hasbiadi, Purbaningsih, Y, Bahari, D.I, Muh Risal