RESUSITASI JANTUNG PARU
No. Dokumen : SOP/C/III/18/2023
No. Revisi : 00
SOP : 03/01/2023
Tanggal Terbit
Halaman : 1/3
UOBF PUSKESMAS
dr. DIAN MEGAWATI
SUMBERPITU
NIP.198012232010012017
KABUPATEN PASURUAN
1. Pengertian Resusitasi jantung paru merupakan usaha yang dilakukan untuk
mengembalikan fungsi pernafasan dan atau sirkulasi pada henti
nafas (respiratory arrest) dan atau henti jantung (cardiac arrest)
pada orang dimana fungsi tersebut gagal total oleh suatu sebab
yang memungkinkan untuk hidup normal selanjutnya bila kedua
fungsi tersebut bekerja kembali.
2. Tujuan 1. Sebagai acuan penerapan langkah-langkah bagi perawat
dalam resusitasi jantung paru.
2. Memberikan bantuan eksternal terhadap sirkulasi dan
respirasi yang adekuat sampai keadaan henti jantung
terayasi atau sampai penderita di nyatakan meninggal.
3. Memberikan oksigenasi terhadap otak, jantung dan organ-
organ vital lain sampai datangnya sistem pengobatan yang
definitif
3. Kebijakan 1. Surat Keputusan Kepala UOBF Puskesmas Sumberpitu
Nomor 440/30/424.072.05/2023 tentang Pelayanan Klinis.
2. Surat Keputusan Kepala UOBF Puskesmas Sumberpitu
Nomor 440/33/424.072.05/2023 tentang Pelayanan Kegawat
Daruratan
4. Referensi 1. Fokus Utama Pembaharuan Pedoman AHA 2015 Untuk CPR
dan ECG
2. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
HK.02.02/MENKES/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis
Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat
Pertama
5. Bahan dan alat 1. Alat :
a. Ambubag
b. Oksigen
c. Masker Oksigen
1
d. Infus set
f. OPA / NPA
2. Bahan :
a. Form Rekam Medis
b. Obat-obatan emergency
6. Langkah -Langkah 1. Pelaksanaan
a. Penilaian respon
- Segera setelah menemukan pasien tidak sadar lakukan
penilaian respon
- Penilaian respon di lakukan setelah petugas yakin
dirinya aman untuk melakukan pertolongan
- Penilaian dilakukan dengan cara menepuk-nepuk atau
menggoyangkan sambil memanggil pasien
- Jika tidak ada respon aktifkan system layanan gawat
darurat
b. Aktifkan system layanan gawat darurat dengan memanggil
teman sejawat
c. Kompresi jantung
- Sebelum melakukan kompresi dada periksa nadi karotis
maksimal 10 detik. Jika nadi tidak teraba:
- Tentukan titik kompresi; bagian tengah sternum
- Lakukan kompresi dengan irama teratur dan kecepatan
minimal 100x/menit, dilanjutkan ventilasi dengan
perbandingan 30:2
- Berikan kompresi dada dengan kedalaman minimal 2
inchi (5cm), minimalkan interupsi dan ikuti recoil dada
secara komplet
d. Cek nadi setelah 5 siklus
e. bila irama Vertrikel Tachicardi tanpa nadi/ Verntrikel
Fibrilasi, lakukan defibrilasi sesuai standar operasional
prosedur, kemudian segera lanjutkan RJP selama 5 siklus/
2 menit, kemudian lakukan evaluasi irama dan cek nadi
f. bila irama asystole/PEA, lakukan RJP selama 5 siklus/2
menit, lakukan pemasangan iv line bila belum terpasang,
berikan vasopressor epineprin 1 mg iv, ulangi setiap 3-5
menit atau atropine sulfat 1 mg iv dan dapat diulangi
setiap 3-5 menit (sampai 3 dosis)
g. Jika irama Sinus Rytme dan nadi sudah ada, hentikan
2
kompresi. Jika nafas sudah spontan, hentikan ventilasi.
Kemudian cari dan tangani faktor penyebab, lakukan
pemeriksaan lebih lanjut.
2. Hal Yang Harus di perhatikan
Apabila keluarga menolak resusitasi, maka harus
menandatangani blangko penolakan tindakan medis
7. Bagan Alir
pasien tidak sadar
Penilaian ttv
Denyut jantung ada tidak ada denyut
pernafasan adekuat jantung
Observasi Tanda – memanggil teman sejawat
tanda Vital
/Kompresi jantung 30:2
Cek nadi setelah 5
siklus/penilaian
Respon
Apabila keluarga menolak Lanjutkan RJP 5 siklus
resusitasi, maka harus
menandatangani blangko
penolakan tindakan medis.
Catat hasil
8. Unit terkait 1. Unit Gawat Darurat
2. R. Persalinan
9. Dokumen terkait 1. Rekam medis
10. Rekaman historis Yang Tanggal mulai
No Isi Perubahan
perubahan diubah diberlakukan