kehamilan, anemia diasosiasikan dengan peningkatan kesakitan dan
kematian (Fikawati & Syafiq, 2017).
Anemia tingkat berat diketahui merupakan factor risiko
kematian ibu, bahkan pada Wanita anemia tingkat ringan sampai
sedang memiliki risiko kematian lebih besar dibandingkan dengan
Wanita yang tidak mengalami anemia. Anemia juga meningkatkan
peluang terjadinya komplikasi pada saat kelahiran, misalnya
perdarahan setelah kelahiran, hal ini paling sering menyebabkan
kematian pada ibu. Secara global, perdarahan masih menjadi salah
satu dari lima penyebab utama kematian ibu (Kemenkes RI, 2015).
Sekitar 10,6% ibu didiagnosis memiliki komplikasi dan diantara
mereka 3% mengalami perdarahan hebat (Kemenkes RI, 2015).
Salah satu tanda bahaya kehamilan adalah anemia ( Hb ≤ 9),
sehingga pertumbuhan janin terganggu karena kurangnya nutrisi dan
oksigen ke plasenta (BKKBN, 2017).
2.1.1 Pencegahan Anemia Pada Kehamilan
Pelayanan Kesehatan yang diberikan pada ibu selama
kehamilan sesuai standar salah satunya adalah pemberian tablet besi
minimal 90 tablet selama kehamilan. Dengan menginat tingginya
kejadain anemia defisiensi besi di masyarakat sehingga
diperlukannya tindakan pencegahan yang terpadu. Tindakan
pencegahan terpadu tersebut berupa (Fadlun & Feryanto, 2014):
1. Meningkatkan Konsumsi Makanan bergizi
Mengkonsumsi makanan yang banyak mengadung zat besi
yang bersala dari protein hewani seperti daging, ikan, ayam dan
telur, dan