Efisiensi Pasar dan Perilaku
Keuangan
Sub-CPMK
• Mahasiswa mampu menjelaskan kondisi pasar yang
efisien serta berbagai perilaku keuangan dan analisa
teknikal dari investor (C2, A2)
Materi
1. Pasar yang efisien
2. Perilaku keuangan
3. Analisa teknikal
1. Pasar yang Efisien
1.1 Random Walk dan Efficient
Market
• Random walk hypothesis bahwa sangat sulit untuk
memprediksi pergerakan harga saham, karena harga
saham bergerak secara acak (random).
• Pergerakan harga saham yang acak tersebut
mencerminkan bahwa pasar saham memproses
informasi secara cepat dan efisien.
• Efficient market adalah pasar yang mencerminkan
semua informasi baru secara cepat dan menyeluruh.
1.2 Efficient Market Hypothesis
• Efficient Market Hypothesis (EMH) bilamana harga saham
secara cepat telah mencerminkan informasi baru, sehingga
akan sulit bagi investor untuk dapat memperoleh abnormal
high return secara terus menerus dengan mengidentifikasi
dan membeli undervalued stock.
• Terdapat hubungan positif antara risk dan return.
• Abnormal return (disebut alpha) adalah perbedaan antara
investment’s actual return dan expected return.
• Abnormal return (or alpha) = Actual return - Expected
return
• Berdasarkan CAPM, expected return adalah:
– E(rj ) = rf + bj (rm - rf)
1.2.1 Tipe EMH – Weak Form
• Weak form: harga saham mencerminkan sepenuhnya
semua informasi yang relevan yang dapat diperoleh
dari analisa pergerakan harga saham sebelumnya.
• Data harga saham periode lalu tidak dapat digunakan
untuk memprediksi harga saham yang akan datang.
Harga saham bersifat random tidak tergantung dari
harga saham sekarang atau kemarin atau hari
kapanpun.
• Investor lebih baik membeli dan memegang
portofolio yang terdiversifikasi.
1.2.2 Tipe EMH – Semi Strong
Form
• Semi-strong form: harga saham mencerminkan
sepenuhnya semua informasi yang dapat diperoleh
investor dari sumber publik.
• Investor tidak dapat secara terus menerus
memperoleh abnormal return berdasarkan informasi
yang tersedia secara luas ke masyarakat, seperti
laporan tahunan, rekomendasi analis, review saham
dan lain-lain.
1.2.3 Tipe EMH – Strong Form
• Strong form: stock market dapat mencerminkan semua
informasi baru, bahkan yang belum disebarluaskan ke
masyarakat.
• Harga saham akan menyesuaikan secara cepat semua
informasi yang ada, bahkan untuk informasi yang tidak
tersedia untuk setiap investor.
• Contoh private information adalah informasi yang
diterima oleh orang dalam seperti karyawan atau direksi.
• Insider dilarang memperdagangkan saham perusahaan
sebelum informasi penting terkait saham disebar luaskan
ke masyarakat.
1.3 Market Anomalies
• Calender effects: stock returns sangat berhubungan
dengan waktu setahun atau waktu seminggu. Dalam
bulan atau hari tertentu menghasilkan hasil investasi
lebih baik dibandingkan bulan atau hari lain.
Contohnya January effect di mana pada bulan
Januari biasanya small-cap stocks akan lebih bagus
kinerjanya dibandingkan large-cap stocks.
• Small-firm effect atau size effect: small firms
cenderung mendapatkan abnormal returns positif,
bahkan setelah memperhitungkan beta yang lebih
tinggi untuk small firm tersebut.
1.3 Market Anomalies (Lanj…)
• Post–Earnings Announcement Drift (or Momentum):
harga saham bereaksi terhadap pengumuman earnings.
Momentum terdapat kecenderungan harga saham yang
naik baru baru ini akan tetap meningkat dan sebaliknya.
• Value Effect: cara terbaik mendapatkan keuntungan
adalah membeli saham yang mempunyai harga relatif
rendah dibandingkan nilai fundamental tertentu seperti
nilai buku atau earnings (PER, market value to book
value). Secara rata-rata value stocks lebih baik kinerjanya
dibandingkan growth stocks, di mana growth stock
mempunyai PER/market value to book value tinggi.
2. Perilaku Keuangan
2.1 Perilaku Investor dan Harga
Saham
• Overconfidence: investor mempunyai kepercayaan diri
yang terlalu besar atas pertimbangan mereka sehingga
mengakibatkan menilai resiko terlalu rendah.
• Self attribution bias: investor cenderung mengambil
pujian atas keberhasilan, dan menyalahkan pihak lain bila
gagal.
• Loss aversion: kecenderungan menjadi risk-averse
behavior bilamana ada gains dan risk-seeking behavior
apabila menghadapi losses. Lebih merasa sedih karena
loss daripada gembira karena gain. Membuat orang
menahan investasi yang rugi lebih lama dari yang
seharusnya.
2.1 Perilaku Investor dan Harga
Saham (Lanj…)
• Representativeness: mencerminkan cognitive biases
yang terjadi karena orang mengalami kesulitan
berpikir atas hasil yang random. Investor cenderung
mengambil kesimpulan dari sampling yang sedikit.
• Narrow framing: melakukan analisa atas situasi
secara isolasi dan mengabaikan konteks yang lebih
besar.
• Belief perseverance: mengabaikan informasi yang
berlawanan dengan keyakinan yang dimiliki.
2.1 Perilaku Investor dan Harga
Saham (Lanj…)
• Anchoring: merupakan fenomena dimana seseorang
yang berusaha ingin memprediksi sesuatu lebih
menitikberatkan pada informasi yang sudah mereka
miliki, walapun informasi tersebut tidak relevan.
• Familiarity bias: investor hanya melakukan investasi
pada sesuatu yang sudah familiar bagi mereka.
2.2 Behavioral Finance untuk
Memperbaiki Hasil Investasi
• Don’t hesitate to sell a losing stock.
• Don’t chase performance.
• Be humble and open-minded.
• Review the performance of your investment on a
periodic basis.
• Don’t trade too much.
3. Analisa Teknikal
3.1.1 Mengukur Pasar -
Confidence Index
• Confidence Index: average yield on 10 high-grade
corporate bonds/average yield on 10 intermediate-
grade bonds.
• Contoh: yield dari average high-grade bonds 4.50%,
yield intermediate-grade bonds 5.15%. confidence
index = 87.38
• Bila spread menurun, di mana yield average high-
grade bonds menjadi 4.25%,dan yield intermediate
4.50%, confidence index meningkat menjadi 94.44
• Peningkatan confidence index sebagai signal positive
untuk future stock returns.
3.1.2 Mengukur Pasar-Market
Volume
• Market volume mencerminkan ketertarikan investor atas
transaksi saham.
• Peningkatan volume pada saat pasar saham meningkat
merupakan signal positif bahwa upward movement akan
berlanjut.
• Sebaliknya, apabila pasar saham jatuh, penurunan volume
mungkin berarti penurunan harga saham mendekati garis
akhir. Sama seperti bilamana pasar saham meningkat dan
volume mulai menurun, merupakan signal akhir dari bull
market.
• Strong market bilamana volume meningkat, weak market
bilamana volume menurun.
3.1.3 Mengukur Pasar-Breadth of
the Market
• Perbandingan antara jumlah saham yang meningkat dan
menurun mencerminkan sentimen investor.
• Sepanjang jumlah saham yang meningkat harganya pada hari
tertentu lebih besar dibandingkan jumlah harga saham yang
menurun, menunjukkan pasar saham lagi kuat (strong) atau
optimis. Semakin besar selisih antara ke duanya, semakin kuat
kondisi pasar.
• Apabila selisih berkurang, sehingga jumlah saham yang menurun
mendekati jumlah saham yang naik, berarti kekuatan pasar
melemah. Jumlah saham yang meningkat harganya pada hari
tertentu lebih kecil dibandingkan jumlah harga saham yang
menurun, menunjukkan pasar saham lagi lemah (weak) atau
pesimis.
3.1.4 Mengukur Pasar-Short
Interest
• Apabila investor mengantisipasi akan ada penurunan harga saham
secara umum, investor mungkin melakukan short sale, yaitu
menjual borrowed stock. Jumlah saham yang dijual secara short
sales di pasar pada waktu tertentu disebut short interest. Semakin
besar short sale semakin tinggi short interest.
• Terdapat dua interpretasi atas short-interest:
1. Short interest yang tinggi dapat berarti akan ada pembelian
saham di kemudian hari untuk meng-cover short sales tersebut,
sehingga permintaan akan meningkat yang akan meningkatkan
harga saham.
2. Peningkatan short interest yang besar mungkin menunjukkan
pesimis akan kondisi pasar, walaupun mungkin terdapat signal
optimis atas meningkatnya permintaan di kemudian hari.
3.1.5 Mengukur Pasar-Odd Lot
Trading
• Mengukur volume small traders, di mana small trader akan
bertindak berlawanan dengan seharusnya, panik dan menjual
bilamana pasar rendah, spekulasi dan membeli bilamana pasar
tinggi . Theory of contrary opinion menggunakan data jumlah dan
tipe odd lot trading sebagai indikator atas kondisi pasar.
• Sepanjang perbedaan antara spread volume pembelian dan
penjualan odd-lot hanya sedikit atau tidak ada, maka berdasarkan
theory of contrary opinion pasar akan tetap pada current line (baik
meningkat atau menurun). Perubahan jumlah pembelian dan
penjualan odd-lot, dapat menjadi signal bahwa pasar bull atau bear
akan berakhir.
• Bull market bilamana penjualan odd lot lebih besar dibandingkan
pembelian odd lot. Bear market bilamana pembelian odd lot lebih
besar dibandingkan penjualan odd lot.
3.2.1 Trading Rules dan Measures –
Advance Decline Line
• Mengukur perbedaan antara jumlah saham yang harga
penutupannya meningkat dan menurun antara hari ini
dibandingkan hari sebelumnya.
• Perbedaan tersebut digambarkan pada grafik untuk melihat
trennya.
• Digunakan sebagai signal untuk membeli atau menjual
saham.
• Bull market apabila jumlah saham yang meningkat harga
penutupannya lebih banyak dibandingkan yang menurun.
• Bear market apabila jumlah saham yang menurun harga
penutupannya lebih banyak dibandingkan yang meningkat.
3.2.2 Trading Rules dan Measures –
New Highs New Lows
• Mengukur perbedaan antara jumlah saham yang
mencapai 52-week high dan saham yang mencapai
52-week low.
• Dipergunakan sebagai signal untuk membeli atau
menjual saham.
• Bull market apabila highs lebih besar dari lows.
• Bear market apabila lows lebih besar dari highs.
3.2.3 Trading Rules dan Measures – The Arms
Index or Trading Index (TRIN)
• Mengkombinasikan advance-decline line dengan
trading volume.
• Digunakan sebagai signal untuk membeli atau
menjual saham.
• Bull market apabila nilai TRIN lebih kecil.
• Bear market apabila nilai TRIN lebih besar.
3.2.4 Trading Rules dan Measures –
Mutual Fund Cash Ratio (MFCR)
• Mencerminkan posisi kas dari mutual funds.
• Posisi kas dari mutual funds yang tinggi akan
menyediakan likuiditas untuk pembelian saham atau
memproteksi penarikan reksadana.
• Bull market bilamana nilai MFCR lebih tinggi.
• Bear market bilamana nilai MFCR lebih rendah.
3.2.4 Trading Rules dan Measures –
On Balance Volume
• Dapat mengetahui hubungan antara volume
terhadap perubahan harga.
• Up-volume terjadi bilamana harga penutupan saham
meningkat dan ditambahkan ke running total, down-
volume terjadi bilamana harga penutupan saham
menurun dan dikurangkan dari running total.
• Digunakan untuk mengkonfirmasi tren harga.
• Bull market bilamana nilai OBV lebih tinggi.
• Bear market bilamana nilai OBV lebih rendah.
3.3 Charting
• Menunjukkan ringkasan visual atas aktivitas saham
sepanjang waktu.
• Mudah digunakan dan dimengerti.
• Digunakan untuk melihat tren yang terjadi.
• Tipe secara umum:
– Bar Charts
– Point-and-Figure Charts
– Chart Formations
Ringkasan
• Efficient market adalah pasar yang mencerminkan semua
informasi baru secara cepat dan menyeluruh. Terdapat 3
bentuk Efficient Market Hypothesis (EMH) yaitu weak, semi
strong, dan strong.
• Terdapat market anomalies seperti calender effects, small-
firm effect, post-earnings announcement drift (momentum)
dan value effect.
• Investor mempunyai perilaku seperti overconfidence, loss
aversion, representativeness, narrow framing, belief
perseverance, anchoring, dan familiarity bias.
• Analisa teknikal dipergunakan untuk membantu investor
mengukur pasar apakah sedang bullish atau bearish dengan
berbagai indikator dan chart untuk melihat tren.
Terima kasih