Definisi Belajar, Mengajar, dan Pembelajaran
Definisi Belajar, Mengajar, dan Pembelajaran
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kerangka Teoritis
1. Pengertian Belajar
Kegiatan belajar adalah suatu proses yang kompleks, berlangsung secara
terus menerus dan melibatkan berbagai lingkungan yang dibutuhkan.
Menurut Suryabrata dalam Nur Ghufron dan Rini Rismawati (2014:4)
Mengemukakan bahwa pada dasarnya belajar merupakan sebuah proses
untuk melakukan perubahan perilaku seseorang, baik lahiriah maupun
batiniah”. Perubahan menuju kebaikan, dari yang jelek menjadi baik.
Proses perubahan tersebut bersifat relatif permanen dalam artinya bahwa
kebaikan yang diperoleh berlangsung lama dan proses perubahan tersebut
dilakukan secara adaptif, tidak mengabaikan kondisi lingkungannya.
Alsa dalam Nur Ghufron dan Rini Rismawati (2014:4) berpendapat bahwa
“Belajar adalah tahapan perubahan perilaku individu yang relatif menetap sebagai
hasil pengalaman dan interaksi individu dengan lingkungan”. Kolb dalam Nur
Ghufron dan Rini Rismawati (2014:6) menyatakan “Belajar merupakan suatu
proses yang memungkinkan individu untuk lebih adaptif”. Menurut Slameto
(2015:2) menyatakan bahwa “Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan
seserang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara
keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan
lingkunganya”.
Menurut Aunurrahman (2012:33) “Belajar merupakan kegiatan penting
setiap orang, termasuk di dalamnya belajar bagaimana seharusnya belajar”.
Menurut H.C. Witherington dalam Aunurrahman (2012:35) mengemukakan
bahwa “Belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan
diri sebagai suatu pola baru dari reaksi berupa kecakapan, sikap, kebiasaan,
kepribadian atau suatu pengertian”. Menurut Asep Jihad dan Abdul Haris (2012:1)
menyatakan bahwa “Belajar adalah kegiatan berproses dan merupakan unsur yang
sangat fundamental dalam penyelenggaraan jenis dan barang pendidikan”.
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian belajar
adalah suatu proses yang dibutuhkan oleh semua manusia yang berlangsung
7
8
seumur hidup, sejak masih bayi hingga meninggal yang mana untuk mengetahui
berhasil atau tidaknya seseorang mengubah kepribadadian dari yang buruk
menjadi yang lebih baik yang sesuai dengan interaksi yang terjadi di
lingkungannya.
2. Pengertian Mengajar
Menurut Sardiman (2014:47) “Mengajar adalah menyampaikan
pengetahuan pada anak didik. Menurut pengertian ini berarti bertujuan dari siswa
itu hanya sekedar ingin mendapatkan atau menguasai pengetahuan”. Menurut
Mohamad Ali dalam Nur Hamiyah dan Muhammad Jauhar (2014:4) menyatakan
bahwa “Mengajar adalah segala upaya yang disengaja dalam memberi
kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar siswa dengan tujuan yang
telah dirumuskan”. Oemar Hamalik dalam Nur Hamiyah dan Muhammad Jauhar
(2014:5) menyatakan bahwa “Mengajar diartikan sebagai usaha pemberian
bimbingan kepada siswa untuk belajar”.
Mengajar adalah menciptakan lingkungan dan berbagai kemudahan belajar
bagi siswa. Menurut Sudjana dalam Nur Hamiyah dan Muhammad Jauhar
(2014:5) menyatakan bahwa “Mengajar adalah membimbing kegiatan siswa
belajar”. Nur Hamiyah dan Muhammad Jauhar (2014:5) menyatakan bahwa
menurut [Link] “Mengajar adalah suatu aktivitas mengorganisir lingkungan
sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak sehingga terjadi proses belajar”.
Menurut Slameto (2015:29) menyatakan bahwa “Mengajar adalah penyetrahan
kebudayaan berupa pengalaman-pengalaman dan kecakapan kepada anak didik
kita atau usaha mewariskan kebudayaan masyarakat pada generasi berikut sebagai
generasi penerus”.
Berdasarkan pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa mengajar adalah
suatu usaha yang dilakukan seorang guru dalam proses pembimbingan siswa
dengan memiliki tujuan akhir yang sudah ditetapkan.
9
3. Pengertian Pembelajaran
Menurut Wanger dalam Miftahul Huda (2014:2) menyatakan bahwa
“Pembelajaran bukanlah aktivitas, sesuatu yang dilakukan oleh seseorang ketika
ia tidak melakukan aktivitas yang lain. Pembelajaran juga bukanlah sesuatu yang
berhenti dilakukan oleh seseorang”. Menurut Gagne dalam Miftahul Huda
(2014:3) menyatakan bahwa “Pembelajaran adalah sebagai proses modifikasi
dalam kapasitas manusia yang bisa dipertahankan di tingkatkan levelnya”.
Menurut Miarso dalam Siregar Eveline dan Hartini Nara (2010:12) menyatakan
bahwa “Pembelajaran adalah usaha pendidikan yang dilaksanakan secara sengaja,
dengan tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan,
serta pelaksanaanya terkendali”.
Pembelajaran merupakan konsep yang terbuka dan lepas. Menurut Miftahul
Huda (2014:4) “Kita seseorang berusaha memahami operasi-perasi kompleks
proses pembelajaran, praktik pembelajaran itu sendiri sebenarnya telah
didefinisikan dengan cara yang berbeda-beda”. Menurut Winkel dalam Siregar
Eveline dan Hartini Nara 2010:12) menyatakan bahwa “Pembelajaran adalah
tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa, dengan demikian
memperhitungkan kejadian-kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian
kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa”. Menurut Asep Jihad
dan Abdul Haris (2013:11) “Pembelajaran merupakan suatu proses yang terdiri
dari kombinasi dua aspek, yaitu: belajar tertuju kepada apa yang harus dilakukan
oleh siswa, mengajar beorientasi pada apa yang harus dilakukan oleh guru sebagai
pemberi pelajaran”.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
adalah suatu usaha yang dilakukan seorang guru dalam proses belajar yang
memiliki tujuan yang telah ditetapkan sebelum proses dilakukan serta
pelaksanaanya terangkai.
10
6. Media Pembelajaran
a) Pengertian Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah suatu alat yang digunakan dalam proses
pembelajaran yang dapat merangsang siswa. Menurut Azhar Arsyad (2013:2)
menyatakan bahwa “Media adalah bagian yang tidak dapat terpisahkan dari proses
belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan
pembelajaran di sekolah pada khususnya”. Menurut Gerlach & Ely dalam Azhar
Arsyad (2012:3) menyatakan bahwa “Media apabila dipahami secara garis besar
adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat
siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap”.
Menurut Gagne dalam Arief S. Sadiman dkk (2007:6) menyatakan bahwa
“Media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat
merangsangnya untuk belajar”. Menurut Briggs dalam Arief S Sadiman dkk
(2007:6) menyatakan bahwa “Media adalah segala alat fisik yang dapat
menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar”. Menurut Asosiasi
Pendidikan Nasional dalam Arief S Sadiman dkk (2007:7) menyatakan bahwa
“Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta
peralatannya”. Menurut Atwi Suparman dalam Pupuh Fathurrohman dan Sobry
Sutikno (2007:65) menyatakan bahwa “Media merupakan alat yang digunakan
untuk menyalurkan pesan atau informasi dari pengirim kepada penerima pesan”.
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa media
pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat mempermudah guru dalam
memberikan pembelajaran kepada siswa dan mempermudah siswa dalam
mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan oleh guru.
12
7. Media Visual
Menurut Azhar Arsyad (2013:89) “Media Visual dapat pula menumbuhkan
minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan
dunia nyata”.
Pengelompokaan berbagai jenis media telah dikemukakan oleh beberapa
ahli seperti Leshin, Pollock & Reigeluth dalam Azhar Arsyad (2013:38)
mengklasifiksikan media ke dalam lima kelompok yaitu:
9. Materi Pembelajaran
Tema 5 : Cuaca
Sub Tema 1 : Keadaan Cuaca
A. Kompetensi Inti
K1. Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang
dianutnya.
K2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli,
dan bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan keluarga, teman,
guru, tetangga dan negara.
K3. Memahami pengetahuan faktual, konseptual procedural dan
metakognitif pada tingkat dasar dengan cara mengamati, menanya,
dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk
ciptaan Tuhan dan kegiatannya, serta benda-benda yang
dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
K4. Menunjukkan keterampilan berfikir dan bertindak kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif. Dalam
bahaa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang
estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat dan tindakan
yang mencerminkan perilaku anak sesuai dengan tahap
perkembangannya.
B. Kompetensi Dasar
1.1 Mengidentifikasikan tentang perubahan cuaca dan pengaruhnya
terhadap kehidupan manusia.
16
C. Indikator
1.1.1 Menjelaskan pengertian cuaca.
1.1.2 Menyebutkan jenis-jenis keadaan cuaca dan simbol- simbol
cuaca.
D. Tujuan Pembelajaran
1.1.1 Siswa dapat menjeaskan pengertian cuaca.
1.1.2 Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis keadaan cuaca dan simbol-
simbol cuaca.
a. Pengertian Cuaca
Cuaca adalah keadaan udara pada suatu tempat. Oleh sebab itu, sering
terjadi pada suatu tempat udara berawan atau hujan turun lebat, tetapi di tempat
yang lain cuaca terang benderang. Cuaca dapat diperkirakan dari hasil
pengamatan cuaca yang dilakukan secara terus menerus oleh Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang berpusat di Jakarta.
Badan Meteorologi dan Geofisika bertugas menyelidiki dan mencatat
keadaan udara seperti suhu udara, temperatur udara, tekanan udara, keadaan awan
atau curah hujan. Badan Meteorologi dan Geofisika memiliki stasiun- stasiun
pengamatan cuaca yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia. Ilmu yang
mempelajari cuaca dinamakan Meteorologi.
2. Berawan
Cuaca berawan merupakan keadaan di mana cuaca ketika sinar matahari
sering tertutup oleh awan yang ada di langit. Awan juga terlihat menebal dan
menyebabkan langit menjadi agak gelap. Awan tersebut terbentuk karena
banyaknya uap air yang bergerak ke atas langit. Cuaca berawan ini biasanya
menandakan bahwa hujan akan turun di hari tersebut. Dapat di lihat pada gambar
dibawah ini.
3. Hujan
Cuaca hujan terjadi di saat butiran air yang tersimpan di awan jatuh ke
bumi. Pada waktu cuaca hujan terjadi, langit biasanya berubah menjadi geap dam
matahari tertutup oleh awan mendung sehingga suhu udaramenjadi dingin. Hujan
terjadi karena uap air yang sangatbanyak di awan sudah tak sanggup lagi
tertampung hingga akhirnya jatuhlah butiran air ke atas bumi. Hujan ringan atau
lebat biasanya dipengaruhi oleh kecepatan angin. Dapat di lihat pada gambar
dibawah ini.
Penelitian tindakan kelas menurut Zainal Aqib dkk, (2016:3) yaitu “Penelitian
yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan
untuk memperbaiki kinerjannya sehingga hasil belajar siswa meningkat”.
Menurut Suharsimi Arikunto (2015:1) Penelitian tindakan kelas adalah
penelitian yang memaparkan terjadinya sebab-akibat dari perlakuan, sekaligus
memaparkan apa saja yang terjadi sejak awal pemberian perilaku sampai dengan
dampak”. Menurut Suharsimi Arikunto dalam Ekawarna (2011:5) menyatakan
bahwa “PTK merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan pembelajaran
berupa sebuah tindakan, yang sengaja diunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas
secara bersamaan”.
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian
tindakan kelas adalah suatu penelitian yang dilakukan seorang guru dalam
ruangan kelas yang bertujuan untuk memperbaiki hasil belajar siswa ataupun
untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam suatu pembelajaran yang diajarkan.
B. Kerangka Berfikir
Belajar adalah suatu proses yang dibutuhkan oleh semua manusia yang
berlangsung seumur hidup, sejak masih bayi hingga meninggal yang mana untuk
mengetahui berhasil atau tidaknya seseorang mengubah kepribadadian dari yang
buruk menjadi yang lebih baik yang sesuai dengan interaksi yang terjadi di
[Link] merupakan suatu usaha yang dilakukan seorang guru
dalam proses pembimbingan siswa dengan memiliki tujuan akhir yang sudah
[Link] Belajar adalah suatu nilai yang diperoleh seseorang anak
memlalui proses belajar mengajar yang dilaksanakan sehingga dapat terlihat
peningkatan perubahan dari pengetahuan seorang anak sebelum dan sesudah
melakukan pembelajaran.
Proses belajar mengajar terjadi interaksi antara guru dengan siswamelalui
kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai hasil belajar yangmaksimal.
Keberhasilan suatu proses belajar mengajar ditentukan dan dipengaruhioleh
banyak faktor penting, baik faktor internal maupun eksternal. Penggunaanmedia
pembelajaran yang tepat dan efektif merupakan salah satu faktor eksternyang
perlu diperhatikan dalam meningkatkan keefektifan kegiatan belajarmengajar dan
hasil belajar siswa. Penggunaan Media Visual Gambar diharapkan mampu
meningkatkan keefektifan siswa dalam kegiatan pembelajaran IPA serta dapat
meningkatkan hasil belajar IPA pada kelas III SD Negeri 040565 Peceren Tahun
Pelajaran 2019/2020.
23
C. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kerangka berfikir di atas maka yang menjadi hipotesis tindakan
dalam penelitian ini dengan menggunakan Media Visual Gambar dapat
meningkatkan hasil belajar siswa pada Tema 5 Cuaca Sub Tema 1 Keadaan
Cuaca Kelas III SD N 045965 Peceren Tahun Pelajaran 2019/2020.
D. Defenisi Operasional
1. Belajar dengan menggunakan Media Visual Gambar adalah suatu aktivitas
belajar yang dilakukan yang dilakukan oleh murid yang memiliki unsur
gambar atau sering disebut Visual, yang membahas tentang cuaca yang
disajikan oleh seorang guru.
2. Mengajar dengan menggunakan Media Visual Gambar Tema 5 Cuaca
merupakan suatu aktivitas yang dilakukan oleh seorang guru dalam
menyampaikan pembelajaran cuaca kepada murid dengan menggunakan
media yang memiliki unsur gambar pada saat berlangsungnya belajar
mengajar.
3. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah mata pelajaran yang digunakan dalam
menyampaikan materi pembelajaran.
4. Cuaca adalah keadaan udara pada suatu tempat, pembelajaran yang
membahas tentang bagaimana tentang pendalaman mengenai keadaan
cuaca.
5. Media pembelajaran dengan menggunakan Media Visual Gambar Tema 5
Cuaca adalah suatu perantara dalam proses belajar mengajar yang berbentuk
gambar yang berisikan materi tentang makhluk hidup yang disajikan dalam
bentuk gambar dan menyampaikan pesan, merangsang pikiran, dan
kemauan siswa sehingga dapat mendorong terciptanya rasa ingin tahu saat
proses belajar pada diri siswa.
6. Pelaksanaan Pembelajaran adalah pelaksanaan pembelajaran yang
diterapkan dalam penilaian aktivitas GuRru minimal berkriteria baik yaitu
61-80%, penilaian aktivitas siswa minimal kriteria baik yaitu 70-89.
24