0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan6 halaman

Penegakan Hukum dan Demokrasi di PKN

Dokumen ini membahas tentang pembelajaran PKN di SD dengan fokus pada penegakan hukum dan praktik demokrasi di Indonesia. Contoh kasus yang diangkat adalah korupsi e-KTP dan politik uang dalam pemilu, disertai analisis dan solusi untuk memperbaiki situasi tersebut. Selain itu, terdapat cara-cara untuk menanamkan nilai, moral, dan norma kepada anak didik dalam kehidupan bermasyarakat.

Diunggah oleh

illanazwa68
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan6 halaman

Penegakan Hukum dan Demokrasi di PKN

Dokumen ini membahas tentang pembelajaran PKN di SD dengan fokus pada penegakan hukum dan praktik demokrasi di Indonesia. Contoh kasus yang diangkat adalah korupsi e-KTP dan politik uang dalam pemilu, disertai analisis dan solusi untuk memperbaiki situasi tersebut. Selain itu, terdapat cara-cara untuk menanamkan nilai, moral, dan norma kepada anak didik dalam kehidupan bermasyarakat.

Diunggah oleh

illanazwa68
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pembelajaran PKN di SD

(PDGK 4201)

Dosen Pengampu : SRI SURYANI, [Link].

Disusun oleh :
LAILA NUR FAUZIAH
859908594
TUGAS - 2
PKn Di SD-PDGK4201

PETUNJUK SOAL :

- PERHATIKAN SOAL DAN BACA DENGAN CERMAT


- IKUTI PETUNJUK SOAL
- JAWABAN DIKIRM DALAM BENTUK PDF
- BERI NAMA LENGKAP PADA LEMBAR JAWABAN DAN PADA FILE JAWABAN
- JAWABLAH DENGAN SINGAT, JELAS, DAN SESUAI SOAL (PERTANYAAN)
- JAWABAN SESUAI DENGAN MODUL PEMBELAJARAN
- JAWABAN HASIL INTERNET, DIWAJIBKAN EDITING
- JAWABAN HASIL INTERNET TANPA EDITING, DIBERIKAN NILAI TERENDAH
- PASTIKAN JAWABAN SUDAH TERKIRIM
- KONFIRMASI BILA KESULITAN PENGIRIMAN TUGAS, TERKENDALA JARINGAN
INTERNET
- SELAMAT MENGERJAKAN TUGAS - 2

SOAL :

Tugas
Kompetensi Pokok Bahasan dan Deskripsi Tugas Bobot
Tutorial
Khusus Sub Pokok Bahasan (SOAL) Nilai
Ke
 Mahasiswa  Penegakan Hukum di 1. Berikan satu contoh
memahami proses Indonesia. kasus penegakkan
penegakan hukum  Konsep Demokrasi. hukum di Indonesia
di Indonesia. Konsep, Nilai, Moral dan dan berikan analisis
 Mahasiswa Norma (KNMN) dalam terhadap kasus tersebut.
memahami praktek hubungannya warga 2. Berikan satu contoh
demokrasi di negara dengan negara. kasus pelaksanaan
Indonesia. demokrasi di Indonesia
II 33.3%
 Mahasiswa dapat dan berikan solusi
menjelaskan terhadap kasus tersebut.
penerapan konsep 3. Berikan cara terbaik
nilai, moral dan penanaman nilai, moral
norma dalam dan norma dalam
kehidupan kehidupan
bermasyarakat. bermasyarakat, kepada
anak didik.
1. Berikan satu contoh kasus penegakkan hukum di Indonesia dan berikan analisis terhadap kasus
tersebut.
Jawaban :
Berikut adalah satu contoh kasus penegakan hukum di Indonesia beserta analisisnya:

Contoh Kasus: Kasus Korupsi E-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik)

Ringkasan Kasus:

Kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP merupakan salah satu kasus mega-korupsi di Indonesia yang
menyeret sejumlah pejabat tinggi negara. Proyek ini dilaksanakan pada tahun 2011-2012 dengan nilai
anggaran sebesar Rp 5,9 triliun. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya kerugian
negara hingga sekitar Rp 2,3 triliun akibat korupsi yang terjadi dalam proyek ini.

Tokoh utama dalam kasus ini adalah Setya Novanto, mantan Ketua DPR RI, yang divonis bersalah dan
dijatuhi hukuman 15 tahun penjara pada tahun 2018 karena terbukti menerima uang dari proyek
tersebut.

Analisis Kasus:

1. Aspek Hukum:

Penegakan hukum dalam kasus ini dilakukan oleh KPK yang memiliki kewenangan untuk menyelidiki,
menyidik, dan menuntut kasus korupsi. Proses penanganannya menunjukkan bahwa lembaga penegak
hukum bisa menjerat pejabat tinggi negara yang memiliki kekuasaan politik.

Namun, prosesnya tidak mudah. Ada banyak dinamika, seperti mangkirnya Setya Novanto dari
pemanggilan KPK, munculnya drama kecelakaan, dan upaya hukum lainnya yang sempat menunda
proses penyidikan. Ini memperlihatkan tantangan dalam penegakan hukum terhadap elite politik.

2. Aspek Sosial dan Politik:

Kasus ini menimbulkan kekecewaan publik yang besar karena pelaku utama adalah pejabat publik
dengan jabatan tinggi. Namun, keberhasilan KPK dalam mengungkap dan memproses kasus ini juga
menjadi preseden positif dalam penegakan hukum dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap
lembaga antikorupsi.

Di sisi lain, kasus ini menimbulkan efek politik karena melibatkan banyak anggota DPR dan pihak swasta,
sehingga memperlihatkan betapa sistemik dan terstrukturnya praktik korupsi dalam proyek
pemerintahan.

3. Evaluasi Penegakan Hukum:

 Kelebihan: Keberanian KPK dalam menuntaskan kasus besar meskipun menghadapi tekanan
politik.

 Kekurangan: Proses hukum yang lambat dan berlarut-larut, serta adanya indikasi bahwa tidak
semua pihak yang terlibat diproses hukum secara tuntas.

Kasus korupsi e-KTP mencerminkan tantangan dan kemajuan dalam penegakan hukum di Indonesia.
Keberhasilan menjerat tokoh penting menjadi bukti bahwa hukum bisa berlaku tanpa pandang bulu,
namun juga memperlihatkan adanya resistensi dari kekuatan politik yang bisa menghambat proses
hukum. Penegakan hukum harus terus diperkuat dengan transparansi, independensi lembaga, dan
dukungan publik agar mampu menangani kasus-kasus besar secara adil dan menyeluruh.

2. Berikan satu contoh kasus pelaksanaan demokrasi di Indonesia dan berikan solusi terhadap kasus
tersebut.
Jawaban :

Berikut adalah satu contoh kasus pelaksanaan demokrasi di Indonesia beserta solusinya:

Contoh Kasus: Politik Uang dalam Pemilu

Ringkasan Kasus:

Praktik politik uang (money politics) masih sering terjadi dalam pelaksanaan Pemilu di Indonesia, baik
pada tingkat nasional (Pemilu legislatif dan Pilpres) maupun daerah (Pilkada). Salah satu kasus yang
menonjol adalah pada Pilkada 2020, di mana Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan ratusan
laporan pelanggaran, termasuk praktik pemberian uang, barang, atau janji tertentu kepada pemilih agar
memilih calon tertentu.

Misalnya, di beberapa daerah, ditemukan caleg atau tim sukses yang membagikan sembako, uang tunai,
atau bantuan sosial menjelang hari pemilihan. Tindakan ini jelas melanggar prinsip-prinsip demokrasi
yang sehat karena merusak kebebasan dan integritas suara rakyat.

Analisis Masalah:

1. Dampak Terhadap Demokrasi:

 Merusak integritas pemilu: Pemilih tidak memilih berdasarkan visi-misi atau kompetensi calon,
melainkan karena iming-iming materi.

 Melemahkan akuntabilitas: Pejabat terpilih cenderung merasa tidak perlu bertanggung jawab
kepada rakyat karena mereka "membeli" suara, bukan memperolehnya melalui kepercayaan.

 Memicu korupsi: Calon yang menang dengan politik uang seringkali akan mencari “balik modal”
dengan menyalahgunakan kekuasaan.

2. Faktor Penyebab:

 Kurangnya pendidikan politik masyarakat.

 Lemahnya penegakan hukum terhadap pelanggaran pemilu.

 Budaya patronase dan ketergantungan masyarakat terhadap bantuan langsung.

 Minimnya transparansi dana kampanye.

Solusi Terhadap Kasus Ini:


a. Penguatan Penegakan Hukum:

 Bawaslu dan KPU perlu diperkuat secara kelembagaan dan diberi kewenangan tegas untuk
memberikan sanksi administratif dan pidana secara cepat terhadap pelanggaran politik uang.

 Pemilu yang terbukti diwarnai praktik politik uang harus bisa dibatalkan jika cukup bukti.

b. Pendidikan Politik dan Literasi Demokrasi:

 Kampanye massif tentang bahaya politik uang melalui media, sekolah, dan komunitas lokal.

 Melibatkan tokoh agama dan adat untuk menyampaikan pesan moral tentang pentingnya
memilih secara bijak dan tanpa imbalan.

c. Transparansi Dana Kampanye:

 Semua dana kampanye harus dilaporkan dan diaudit secara terbuka.

 KPU harus menyediakan akses publik terhadap laporan dana kampanye dan menjatuhkan sanksi
keras bagi pelanggaran.

d. Reformasi Partai Politik:

 Partai harus didorong untuk merekrut calon berdasarkan kapasitas dan rekam jejak, bukan
kemampuan finansial.

 Dukungan dana negara kepada partai bisa ditingkatkan dengan syarat transparansi dan
pelatihan kader.

Politik uang merupakan ancaman serius terhadap kualitas demokrasi di Indonesia. Mengatasinya tidak
cukup hanya dengan regulasi, tetapi harus melibatkan perubahan budaya politik, penegakan hukum
yang tegas, dan pendidikan politik berkelanjutan. Demokrasi sejati hanya bisa tumbuh jika rakyat
memilih secara bebas, sadar, dan tanpa tekanan atau iming-iming materi.

3. Berikan cara terbaik penanaman nilai, moral dan norma dalam kehidupan bermasyarakat, kepada
anak didik.
Jawaban :
Penanaman nilai, moral, dan norma kepada anak didik merupakan aspek penting dalam
membentuk karakter dan kepribadian mereka agar menjadi warga negara yang bertanggung
jawab dan bermartabat. Berikut adalah cara terbaik untuk menanamkan nilai, moral, dan norma
dalam kehidupan bermasyarakat:
1. Pendidikan Keteladanan (Role Modeling)
 Guru dan orang tua harus menjadi teladan dalam sikap, ucapan, dan perbuatan. Anak didik akan
lebih mudah meniru tindakan nyata daripada hanya mendengar nasihat.
 Contoh: Guru bersikap jujur, adil, menghormati perbedaan, dan menunjukkan sikap empati
dalam interaksi sehari-hari.
2. Integrasi Nilai dalam Kurikulum
 Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, gotong royong, dan toleransi dapat diintegrasikan
ke dalam pelajaran seperti PPKn, Bahasa Indonesia, IPS, bahkan Matematika atau Sains melalui
studi kasus atau proyek kelompok.
 Penanaman nilai menjadi lebih efektif jika tidak diajarkan secara teoritis saja, tetapi melalui
konteks nyata dan pembelajaran aktif.
3. Pembiasaan dan Kegiatan Sekolah
 Melalui kegiatan harian seperti upacara bendera, kerja bakti, piket kelas, program Jumat
Berbagi, atau kegiatan OSIS, anak didik belajar disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan empati.
 Rutinitas positif ini membentuk habitus atau kebiasaan moral yang tertanam kuat dalam diri
siswa.

4. Pendekatan Diskusi dan Refleksi Moral

 Guru dapat memfasilitasi diskusi tentang dilema moral, cerita inspiratif, atau kejadian aktual
yang mengandung nilai kehidupan.
 Melalui refleksi, siswa diajak berpikir kritis, menilai tindakan, dan membuat keputusan
berdasarkan prinsip etis.
5. Lingkungan Sekolah yang Mendukung
 Sekolah harus menciptakan iklim yang kondusif: bebas bullying, inklusif, menghargai perbedaan,
dan memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan nilai positif.
 Penguatan norma melalui peraturan sekolah yang adil dan konsisten juga penting agar siswa
belajar menghargai aturan bersama.
6. Keterlibatan Keluarga dan Masyarakat
 Penanaman nilai tidak bisa hanya dilakukan di sekolah. Orang tua dan masyarakat sekitar harus
menjadi bagian dari proses ini.
 Sekolah bisa melibatkan orang tua dalam seminar, pelatihan parenting, atau kegiatan komunitas
untuk memperkuat nilai yang diajarkan.

Penanaman nilai, moral, dan norma kepada anak didik paling efektif dilakukan secara holistik
dan berkelanjutan, melibatkan keteladanan, kurikulum, kegiatan, serta lingkungan yang
mendukung. Anak tidak hanya diajarkan apa yang benar, tetapi juga mengalami dan
mempraktikkan kebenaran itu dalam kehidupan sehari-hari.

Anda mungkin juga menyukai