ENCODER & DECODER
1
Binary Decoding
2
1-to-2 Binary Decoder
3
2-to-4 Binary Decoder
4
Rangkaian 2-to-4 Binary Decoder
5
3-to-8 Binary Decoder
6
Rangkaian 3-to-8 Binary Decoder
7
Rangkaian penghasil output ‘3’ (active HIGH)
untuk input 0 1 1
8
Implementasi Decoder untuk Full Adder
9
Catatan :
Untuk Output aktif ‘High ‘ menggunakan Gate AND
dan untuk Output aktif ‘low’ menggunakan Gate NAND.
10
2-to-4 Decoder dengan Enable Input
11
12
Contoh Standar MSI Binary Decoder
13
14
15
Encoder
Adalah proses kebalikan dari Decoding.
Bila sebuah Decoder mempunyai bit-bit output lebih
sedikit dari bit-bit input, perangkat seperti itu biasanya
disebut sebagai Encoder.
16
17
D0
D1
D2
D3
D4
D5
D6
D7
18
Binary Encoding
19
8-to-3 Binary Encoder
Pada setiap (satu) waktu hanya ada 1 input line yang mempunyai
nilai ‘1’.
20
21
Desimal to BCD Encoder
22
Rangkaian Desimal to BSD Encoder
23
Desimal to BSD Encoder
IC 74147 adalah sebuah decimal to BSD encoder (10-line to 4-line)
24
8-to-3 Priority Encoder
25
Perbandingan Priority Encoder
dengan Encoder 8-to-3
26
Blok Diagram Priority Encoder
(8-to-3 Encoder)
27
28
Encoder Application
(Monitoring Unit)
29
COMPARATOR
Pokok Bahasan :
1. Pendahuluan
2. Dasar-dasar rangkaian Comparator
3. Mendesain rangkaian Comparator
Tujuan Instruksional Khusus:
1. Mahasiswa dapat menerangkan dan
memahami rangkaian Comparator
2. Mahasiswa dapat membuat dan mendesain
rangkaian Comparator
30
CODE COMPARATOR
• Sebuah rangkaian Comparator berfungsi membandingkan dua
buah bilangan input / kode.
• Jika digunakan untuk membandingkan dua input dan kemudian
menyatakan apakah kedua input tersebut sma, lebih besar atau
lebih kecil, maka rangkaian tersebut dinamakan Magnitude
Comparator.
31
• Rangkaian Comparator 2 input X dan Y
32
33
Rangkaian Comparator untuk 2 buah input 2-bit
34
35