0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan15 halaman

Sekte-Sekte Terkait Islam: Ismailiyah, Nushairiyah, Yazidi

Dokumen ini membahas berbagai sekte yang berkaitan dengan Islam, termasuk Ismailiyah, Nushairiyah, dan Yazidi, yang masing-masing memiliki keyakinan dan praktik yang menyimpang dari ajaran Islam tradisional. Ismailiyah mengklaim makna tersembunyi dalam Al-Qur'an, sementara Nushairiyah dan Yazidi memiliki konsep yang mirip dengan ajaran Hindu dan Zoroastrian. Masing-masing sekte ini menunjukkan bagaimana mereka berusaha untuk diterima dalam masyarakat Islam meskipun keyakinan mereka berbeda secara signifikan.

Diunggah oleh

febriyani22297
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan15 halaman

Sekte-Sekte Terkait Islam: Ismailiyah, Nushairiyah, Yazidi

Dokumen ini membahas berbagai sekte yang berkaitan dengan Islam, termasuk Ismailiyah, Nushairiyah, dan Yazidi, yang masing-masing memiliki keyakinan dan praktik yang menyimpang dari ajaran Islam tradisional. Ismailiyah mengklaim makna tersembunyi dalam Al-Qur'an, sementara Nushairiyah dan Yazidi memiliki konsep yang mirip dengan ajaran Hindu dan Zoroastrian. Masing-masing sekte ini menunjukkan bagaimana mereka berusaha untuk diterima dalam masyarakat Islam meskipun keyakinan mereka berbeda secara signifikan.

Diunggah oleh

febriyani22297
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

AQD 202 1

Modul 12

Video 12a

‫وعلى آله وأصحابه‬، ‫والالة والالم على الرسول الكريم‬، ‫الحمد ل رب العالمين‬
.‫ومن استن بانته إلى يوم الدين‬
Segala puji bagi Allah shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi
Muhammad ‫ ﷺ‬juga kepada mereka yang mengikuti jalan ketakwaan sampai Hari
Akhir.
Dalam sesi ini, kita melanjutkan pembahasan mengenai sekte-sekte yang memiliki
hubungan dengan Islam. Kita mulai dengan membahas sekte-sekte yang benar-benar
keluar dari Islam, walaupun mereka menggunakan terminologi Islam agar memiliki
keterkaitan dengan Islam dan agar memberikan mereka rasa kepemilikan (terhadap
Islam).
Sebagian besar sekte tersebut masih ada di berbagai belahan dunia Islam, mereka
menggunakan terminologi Islam agar mereka tidak terlalu mencolok dan sebagian
besar dari sekte tersebut menjadi sangat rahasia.
Seperti yang kami katakan, bahwa mereka berasal dari sekte bathiniyah. Sekte
bathiniyah pertama yang kita bahas adalah sekte yang berkembang dari Syiah dan
menjadi sekte esoterik. Sekte tersebut mengklaim adanya makna eksplisit dan makna
tersembunyi dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Segala sesuatu yang mempunyai makna
eksplisit terlihat, bisa dipahami oleh masyarakat awam, sedangkan makna
tersembunyi hanya diketahui oleh orang-orang terpillih sebagai anugerah dari-Nya.
Kita akan membahas dari perspektif Ismailiyah. Ismailiyah merupakan kelompok
yang memisahkan diri dari "Penganut 12 Imam Syiah" pada masa imam yang ke-7.
Mereka kemudian terpecah lagi menjadi dua sekte besar, Seperti yang telah kita
ketahui, yaitu Buhura di India dan yang lainnya adalah Agakhanis. Mereka adalah
salah satu cabang sekte Syiah Ismailiyah dan tergolong sebagai sekte bathiniyah.
Ajaran mereka, terutama Agakhanis, secara terang-terangan meyakini pemimpin
mereka adalah inkarnasi Tuhan dan mereka menyembahnya. Kita pun telah
membahas beberapa keyakinan mereka yang lain, dan sebagainya.
Kemudian kita akan membahas kaum Nushairiyah. Nushairiyah saat ini tersebar di
Suriah dan mereka mengendalikan pemerintahannya. Presiden mereka yaitu Hafiz al-
Assad adalah orang pertama yang memperoleh kekuasaan di Suriah. Sejak saat itu,
kaum Nushairiyah kemudian menguasai Suriah.
Nushairiyah sebenarnya dianggap telah keluar dari Islam, meskipun kita telah
membahas bagaimana mereka melakukan penyamaran terkait ajaran mereka. Dapat
dikatakan bahwa mereka melakukan penyamaran agar mereka diterima.

International Open University


AQD 202 2

Pemimpin mereka biasa melaksanakan ibadah haji, meskipun tidak meyakini ibadah
tersebut. Mereka juga shalat di masjid besar, seperti di Damaskus, meskipun tidak
meyakini ibadah shalat. Jadi, mereka memperlihatkan ibadah tersebut agar para
pejabat dari berbagai negara berkunjung ke Suriah.
Mereka merasa dengan demikian mereka akan diterima. Pemimpin mereka, yaitu anak
dari Hafiz al-Assad, berasal dari kaum yang sama yaitu Nushairiyah. Dia menikahi
wanita Sunni, sehingga dia memperoleh legitimasi yang lebih kuat di negara tersebut.
Namun, seperti yang kita bahas sebelumnya, sistem keyakinan mereka bersumber dari
falsafah Yunani. Konsep mereka mirip dengan keyakinan umat Hindu, yaitu bahwa
Tuhan menciptakan dunia dari diri-Nya. Bagian-bagian yang membentuk dunia
berasal dari potongan-potongan Tuhan. Hal tersebut terdapat dalam filsafat Yunani
tentang konsep emanasi atau "pancaran" Tuhan. Nushairiyah dan Ismailiyah
menerima pemikiran itu dan menjelaskan tentang dunia dari perspektif yang sama.
Kelompok berikutnya yang akan kita bahas dikenal sebagai Yazidi. Jadi, kita akan
membahas tentang paham Yazidisme atau Yazidiyah. Mereka disebut Yazidi oleh
umat muslim di wilayah tempat mereka tinggal yaitu di Suriah dan di Iraq. Mereka
biasanya disebut sebagai penyembah syaithan atau pemuja syaithan. Demikian
panggilan yang mereka berikan.
Yazidi dalam pembahasan ini ditujukkan untuk kelompok suku Kurdi. Ada kelompok
tertentu di antara masyarakat Kurdi, khususnya mereka yang dikenal sebagai Yazidi.
Istilah tersebut (Yazidi) merujuk pada diri mereka sendiri serta agama yang mereka
anut. Kemungkinan istilah tersebut berasal dari kata Persia modern yaitu Ezid, yang
artinya malaikat atau dewa. Jadi, istilah Yazidi dalam terminologi mereka sendiri
diartikan sebagai "penyembah Tuhan". Itulah arti sebenarnya dari Yazidi.
Mereka sebenarnya tidak menyebut diri mereka "Yazidi", melainkan mereka
menyebut diri mereka "Dasin" atau "Dawasin". Nama tersebut bisa jadi berasal dari
nama dewa Nestorian kuno. Hal ini dikarenakan ada campuran kepercayaan dan
praktik dari Nasrani Nestorian dalam sistem keagamaan mereka.
Nasrani Nestorian adalah salah satu cabang dari agama Nasrani di masa awal. Mereka
menanggapi klaim yang menyebutkan bahwa mereka "penyembah syaithan" dengan
menyebut diri mereka sebagai "penyembah malaikat".
Namun, kita akan melihat bahwa seluruh konsep syaithan dan konsep malaikat
mereka sangatlah tercampur, sehingga dari situ nantinya kalian dapat memahami dari
mana sebutan "penyembah syaithan" berasal. Maksud saya, agar tidak
membingungkan apa yang sebenarnya mereka yakini.
Menurut mereka, dalam hal pendiriannya, sekte mereka didirikan di abad ke-3 Masehi.
Anak Khalifah Muawiyah, yaitu Yazid ibn Muawiyah, menurut mereka tidak
dianggap sebagai pendiri mereka yang sebenarnya, tetapi dianggap sebagai seseorang
yang memperbaiki sekte mereka, sekte yang awal mulanya dibuat oleh seorang
bernama Syāhid Ibn Jarrah, terkadang mereka menggunakan nama Syahīd Ibn Jarrah,
sebagai putra yang sebenarnya dari Adam.

International Open University


AQD 202 3

Video 12b1

Seperti kami katakan bahwa pendiri sekte Yazidi sebenarnya tidak jelas siapa. Itu
berdasarkan pernyataan yang dibuat oleh Yazidi sendiri. Maksud saya, cerita mereka
benar-benar seperti legenda atau dongeng yang dikarang untuk menjelaskan asal-usul
mereka.
Dalam hal terkait asal-usul mereka, mereka menganggap bahwa mereka berbeda dari
manusia lainnya. Jika kalian melihatnya dari ciri fisik, mereka adalah Kurdi. Mereka
mempunyai tetangga yang merupakan muslim Sunni dan juga Syiah, tetapi semuanya
mirip. Mereka tidak berbeda dalam hal fisik. Namun, menurut keyakinan mereka,
mereka berbeda sepenuhnya dari manusia lain di dunia. Keyakinan mereka mirip
dengan sebagian keyakinan dari orang Yahudi.
Seperti yang disebutkan dalam Talmud (kitab Yahudi), bahwa Yahudi adalah satu-
satunya "manusia yang sebenarnya". Sedangkan manusia lainnya, adalah seperti
binatang yang oleh Allah diberi tampilan seperti manusia, agar memudahkan Yahudi
untuk berurusan dengan mereka. Ini terdapat dalam kitab mereka dan konsepnya sama
yang digaungkan oleh Yazidi.
Menurut mereka, mereka adalah keturunan spesial yaitu putra dari Nabi Adam, yang
mereka sebut Syahīd/Syāhid bin Jayyar/Jarrah, ada beberapa cara penyebutan di
riwayat. Menurut mereka, anak ini—atau di sebagian cerita mereka disebut anak
kembar—lahir dari benih Adam, yang disimpan dalam suatu guci yang tertutup
selama sembilan bulan.
Menurut mereka Hawa menghasilkan benih di tanah. (Yazidi percaya Adam-Hawa
mempunyaibenih masing-masing). Mereka meyakini bahwa Yazidi adalah keturunan
dari benih Adam yang tidak tercampur dengan benih Hawa.
Tentunya mereka juga mempunyai permasalahan seperti yang telah kita lihat pada
sekte Nushairiyah, yaitu mereka percaya bahwa wanita tidak mempunyairuh, mirip
dengan keyakinan umat Hindu. Gagasan ini juga dipegang oleh kaum Nasrani di masa
lampau.
Kembali ke pembahasan, jadi, menurut mereka manusia selain mereka berasal dari
campuran benih Adam dan benih Hawa. Mereka menganggap bahwa diri mereka
adalah makhluk istimewa yang berbeda dengan manusia lainnya. Menurut mereka,
tidak mungkin seseorang bisa masuk menjadi bagian dari Yazidi, melainkan
seseorang harus terlahir sebagai Yazidi, itulah satu-satunya cara.
Di zaman modern, Yazidi memilih Syekh Sufi bernama Adi Ibn Musafir (sebagai
tokoh spiritual), yang meninggal di Lalish, yaitu daerah utama tempat mereka tinggal.
Syekh tersebut meninggal paruh kedua dari abad ke-12. Mereka menganggapnya
orang suci nasional. (maksudnya orang suci yang paling tinggi dan paling mereka
agungkan)
Dia terkenal dengan petuahnya yang dia katakan di kalangan kaum Sufi. Padahal dulu
dia dikenal sebagai muslim Ortodoks dalam hal praktik ibadah dan keyakinannya.

International Open University


AQD 202 4

Sehingga terdengar aneh jika kelompok ini—atau bisa dikatakan "kelompok Sufi"
ini— berkembang dari asosiasi mereka dengan Syekh Adi ibn Musafir. Bisa saja
sebenarnya mereka adalah kelompok Sufi yang mengalami degenerasi seiring dengan
kepercayaan sesat yang diyakini oleh kaum Yazidi. Bagaimanapun juga, banyak
ulama Muslim yang telah menelaah keyakinan dan praktik ibadah mereka, meyakini
bahwa demikian yang sebenarnya terjadi. Mereka sebenarnya berasal dari kelompok
Islam atau cabang Sufi tertentu, tetapi berakhir menyimpang dan berakhir dengan
keyakinan mereka sekarang.
Menurut mereka, para pengikut mereka mendatangi Bashrah pada masa pemerintahan
Timur yang merupakan salah satu pemimpin atau penguasa saat itu, pada akhir abad
ke-14. Secara bertahap mereka menyebar ke wilayah yang disebut Sinjar yang
sekarang menjadi wilayah Kurdistan, yaitu di abad ke-15. Kemudian mereka
menyebar ke seluruh Kurdistan dan mereka menjadi warga Kurdistan. Mereka juga
bicara bahasa Kurdi dan mereka juga tampak seperti bangsa Kurdi. Namun,
berdasarkan praktik ibadah mereka, mereka tidak menikah dengan orang dari luar
sekte mereka. Bahkan jika ada seorang yang ingin menjadi Yazidi, seperti kami
sebutkan syaratnya, harus dilahirkan.
Jika ada seseorang ingin keluar dari Yazidi, maka konsekuensinya bisa mengerikan.
Seperti yang dikabarkan di internet adanya rekaman video. Ada yang merekam
dengan ponselnya tentang seorang gadis Yazidi yang telah memeluk Islam Sunni, dan
menikahi pria Kurdi yang Sunni. Kemudian saat dia pulang mengunjungi keluarganya,
mereka merajam gadis tersebut sampai mati. Mereka menendang, meninju dan
menyiksa dia sampai dia mati. Mereka merekamnya dan videonya diunggah di
internet.
Tentu saja para Muslim Sunni—kejadian ini terjadi di Iraq, terjadi tahun lalu—
Muslim Sunni di sana sangat terguncang dan mereka membalas dengan membunuh
sekitar 30 atau 40 Kurdi Yazidi sebagai balasannya. Namun, initinya, peristiwa itu
menunjukkan fanatisme mereka sendiri terhadap sistem keyakinan mereka dan sekte
mereka. Jika kita menelaah keyakinan mereka, maka kalian bisa mendapati di
dalamnya, ada keyakinan bangsa Persia yang berasal dari agama Zoroastrian, yaitu
elemen dari konsep dualisme, di mana Zoroastrian beriman adanya Tuhan yang baik
dan Tuhan yang jahat: yaitu Ahura Mazda dan Angra Manyu.
Kalian bisa menemukan elemen ini melebur dalam keyakinan Yazidi. Kalian pun
akan menemukan keyakinan Manisian, yaitu Nosis Persia, yaitu sistem kepercayaan
bangsa Persia yang juga ditemukan di agama Nasrani terdahulu. Mereka merasa
bahwa pengetahuan mereka tentang Tuhan adalah segalanya.
Mereka sangat mengenal Tuhan; mereka mencampurkan berbagai akar ilmu yang
mereka gunakan untuk lebih mengenal Tuhan. Jadi, tujuannya adalah untuk
"mengetahui tentang Tuhan". Namun, tentunya dengan cara mereka sendiri dalam
mengenal Tuhan.

International Open University


AQD 202 5

Sedangkan perspektif Islam, lebih dari itu, karena kita juga membahas peribadahan.
Mereka juga memiliki elemen Yahudi. Yaitu mereka mempunyailarangan untuk
makanan tertentu yang mengikuti aturan hukum Yahudi dalam hal larangan makanan.
Bisa kalian temukan dalam praktik ibadah mereka, beberapa praktik dari Nestorian
Nasrani seperti pembaptisan, perayaan ekaristi, memakan roti, serta dalam upacara
pernikahan mereka. Jika salah satu dari mereka akan menikah, mereka diharuskan
mengunjungi satu per satu semua gerej yang ada di sekitar.
Selain itu dalam beberapa tulisan mereka, terutama tulisan tentang agama mereka,
mereka meminum minum anggur seperti dalam ibadah komuni di dalam Nasrani.
Mereka mempunyaipraktik ibadah yang mirip. Kami telah jelaskan juga jika
Nushairiyah melakukan hal serupa.
Mereka juga mempunyai sebagian elemen muslim. Bisa kalian dengar dari nama-
nama mereka, nama-nama mereka terdengar seperti nama Arab yang Islami. Mereka
melaksanakan khitan, mereka melaksanakan puasa, mereka ibadah kurban dan ibadah
haji. Pada makam mereka, bisa kalian lihat ada tulisan bernafaskan Islam atau
semisalnya.
Kalian juga bisa menemukan elemen-elemen dari Sufi-Syiah dalam tataran doktrin
mereka, doktrin tentang "Ilmu rahasia" mereka; tidak tersedia bebas untuk masyarakat
luas; selalu tersembunyi. Diajarkan bagi yang sudah bergabung dengan mereka.
Mereka juga mempunyaidaftar referensi pada sejumlah syekh-syekh Sufi.
Dalam keyakinan mereka, mereka percaya konsep "Sabian" yang ada kaitannya
dengan transmigrasi ruh yang ada dalam Hindu, yaitu jika seseorang mati maka
ruhnya pindah ke raga manusia lainnya atau bisa juga dalam raga binatang. Mereka
mencampurkan hal ini ke dalam keyakinan mereka. Mereka juga mempunyaibeberapa
praktik ibadah yang menurut ahli sosiologi disebut praktik ibadah syamanistik, yaitu
mereka bergantung secara mendalam pada penafsiran mimpi. Mereka juga terlibat
dalam tarian statis yang mirip dengan Sufi, semisal dengan whirling dervish milik
Sufi, mereka menerapkan hal-hal seperti ini di antara mereka. Oleh karena itu, seperti
kami jelaskan, jika kita menelaah konsep mereka terkait Tuhan, terdapat keyakinan
dualisme yang berasal dari atau sama-sama dimiliki oleh agama Zoroastrian.
Menurut mereka ada dualisme antara Tuhan dengan apa yang mereka sebut Malak
Taus. Malak berarti "malaikat", kata "malaikat" adalah bentuk jamaknya dari kata
tunggalnya, "malak". Sedangkan "taus" (atau "thawus") artinya merak. Jadi, secara
harfiah berarti "malaikat merak". Malaikat merak adalah simbol atau nama yang
mereka gunakan, yang dalam pandangan mereka Tuhan hanyalah sebagai pencipta
dari alam semesta.
Sekali lagi, mereka menerapkan keyakinan Hindu yang di dalamnya penciptaan
adalah tanda dari trinitas. Ada Brahmana, ada Siwa sebagai Dewa Penghancur, lalu
ada Wisnu atau dewa lainnya yang memelihara. Jadi, ada sifat sebagai pencipta:
pemeliharaan dan penghancuran yang dimiliki oleh tiga tuhan yang dipersonifikasi
oleh tuhan yang berbeda.

International Open University


AQD 202 6

Dalam sistem mereka terkait penciptaan, Tuhan adalah pencipta. Sedangkan


pemeliharaan dunia, itu adalah tugas dari Malak Taus. Dia dianggap sebagai
pelaksana perintah eksekutif daripada bagian dari kehendak ilahi. Jadi, jika Tuhan
berkehendak maka akan dimanifestasi melalui malaikat merak ini. Lalu, Pencipta
menciptakan alam semesta, dan Dia tidak mempedulikan dunia. Ini mirip dengan
pemikiran Deisme yang terkenal di kalangan—bisa dikatakan banyak dianut oleh
banyak penganut agama Nasrani saat ini, terutama umat Nasrani yang menolak agama
Nasrani sebagai suatu sistem, tetapi tetap meyakini adanya Tuhan.
Namun, dalam pemikiran mereka, Tuhan dianggap menciptakan dunia dan
membiarkannya berjalan sendiri. Itulah yang mencetuskan pemikiran bahwa manusia
harus menjalani jalan hidup sendiri yang tentunya pemikiran itu tidak sepenuhnya
benar. Meskipun Tuhan telah menciptakan dunia dan membiarkannya jalan sendiri,
bukan berarti Dia tidak mempedulikan dunia. Di sini, ada pribadi lain selain Tuhan,
yaitu Malak Taus, dialah satu-satunya pihak yang aktif di dunia. Jadi ada Tuhan yang
aktif di dunia.
Menurut mereka, Syekh Adi yang merupakan orang suci utama mereka—yang mana
nanti kita dapati dari sini mereka melakukan haji atau ziarah atau semisalnya, dan dia
menjadi semacam pusat dari sistem ibadah mereka.
Dalam pemahaman mereka, Syekh Adi dianggap sebagai tuhan; menjadi ilah melalui
transmigrasi dari tahapan yang ada di dunia, dia kembali lagi dan seterusnya hingga
mencapai level yang lebih tinggi lagi dari sebelumnya. Konsep ini seperti "mokhsa"
atau "nirvana", mirip dengan pemikiran "penyatuan manusia dengan Tuhan". Kalian
akan menemukan adanya kaitan antara keduanya. Di satu sisi ada tuhan dan di sisi
lain, ada Malak Taus. Jika kita melihat bahwa di konsep ini keduanya saling terikat,
dan bertindak di dalam suatu lingkaran, sedangkan dalam esensinya mereka melihat
keduanya sebagai kesatuan, meskipun mereka memberikan istilah yang berbeda,
inilah titik di mana bisa dikatakan adanya elemen monoteisme dalam sistem
keyakinan mereka.
Namun, di saat bersamaan mereka juga yakin pada sosok yang semi-ilahi lainnya,
yakni adanya perantara antara manusia dan Tuhan. Malak Taus, nama sebenarnya
adalah syaithan. Dari sinilah asal mula pemikiran dibuatnya julukan "penyembah
syaithan" bagi mereka, karena Malak Taus yang dianggap sebagai pemelihara dunia,
segala yang ada di dunia dikendalikan olehnya, dan dia juga objek untuk ibadah. Dia
dianggap sebagai sosok yang baik; dia tidak dianggap jahat. Seperti halnya dengan
Yahudi, mereka tidak semestinya menyebutkan nama Tuhan mereka. Orang Yahudi
mempunyaihal yang disebut tetragrammaton.
Ada empat huruf yang mereka gunakan untuk menyimbolkan nama tuhan. Tidak
diperbolehkan bagi mereka dan dianggap sebagai hal yang sakral. Sebuah kesesatan
bagi mereka untuk mengucapkan nama Tuhan. Oleh karena itu, dalam semua tulisan
mereka, nama Tuhan selalu digantikan dengan empat huruf ini. Itulah sebabnya
mereka menyebutnya tetragrammaton.

International Open University


AQD 202 7

Video 12b2

Yazidi memiliki pandangan serupa mengenai nama syaithan, di mana mereka dilarang
mengucapkannya. Tidak diperkenankan bagi mereka untuk menyebutkan nama itu.
syaithan adalah nama sakral, sehingga mereka memakai Malak Thawus, yaitu
"malaikat merak" sebagai istilah yang merujuk padanya.
Dalam keyakinan mereka, Malak Thawus dulunya adalah malaikat yang diusir.
Namun, dia kembali kepada Tuhan dan bertaubat. Lalu, Tuhan mengembalikannya ke
kemuliaannya. Selama masa pertobatannya, menurut legenda mereka, air matanya
memenuhi tujuh bejana selama 7.000 tahun, yaitu sewaktu dia di neraka dan saat dia
sedang bertaubat.
Kemudian, ketujuh bejana itu meluap dan memadamkan api neraka yang artinya api
neraka padam dengan air matanya. Jadi, bagi mereka, neraka sudah berakhir; tidak
ada neraka dan tidak ada keadaan abadi di sana. Jadi, tidak ada azab dan tidak benar-
benar ada sosok syaithan. Karena, sosok yang kita kenal sebagai "syaithan" adalah
makhluk yang mendurhakai Allah.
Mereka menjadi musuh Allah hingga hari kiamat dan menyesatkan manusia. Mereka
menyangkal dan meyakini bahwa syaithan telah bertaubat dan Tuhan telah
menerimanya.
Kemudian, dia (syaithan) menjadi ilah, memperoleh bagian dari ketuhanan, dan
menjadi objek ibadah. Jadi, mereka juga menyangkal konsep "kejahatan" itu sendiri.
Karena jika kita menghilangkan sumber kejahatan, lalu di mana asal kejahatan?
Menurut mereka, hal itu menghapuskan konsep "kejahatan" di dunia.
Jadi, pengertian itu memberikan gambaran tentang bagaimana persepsi mereka
terhadap Tuhan, serta bagaimana pandangan dualisme yang mereka yakini. Salah satu
keyakinan mereka adalah percaya adanya perpindahan ruh. Melalui perpindahan itu,
yaitu perpindahan ruh manusia, maka seseorang dapat disucikan secara bertahap. Ruh
mereka dapat lahir kembali, dan memungkinkan seseorang untuk memperbaiki
kesalahan dari kehidupan sebelumnya.
Pada akhirnya, mereka mensucikan diri dan masuk ke dalam derajat ketuhanan pada
tingkat selanjutnya. Konsep ini mirip dengan konsep "Samsara" dalam agama Hindu.
Simbol figur semi-ilahi lain yang mereka sembah dikenal sebagai "tujuh malaikat."
Kami telah jelaskan bahwa simbol yang mereka gunakan adalah Malak Thawus,
berupa merak atau ayam jago. Sebenarnya kalian juga dapat menemukan dalam tradisi
Nasrani pada masa awal, bahwa ayam jago digunakan sebagai simbol dalam agama
Nasrani. Jadi mereka menggunakan konsep yang mirip.
Kelompok Yazidi juga memiliki figur-figur yang terbuat dari kuningan atau besi,
yang mereka sebut syanjaq dan berjumlah tujuh. Tujuh tokoh ini, dapat disamakan
seperti para malaikat yang berperan dalam penciptaan dunia. Kalian ingat
pembahasan sebelumnya, kan? Menurut mereka, Tuhan tidak bertindak sendirian.

International Open University


AQD 202 8

Jadi, ketujuh malaikat ini memiliki nama yang sesuai dengan individu tertentu yang
mana menurut mereka, melalui perpindahan ruh, mereka menjadi abadi dan akhirnya
bersatu dengan derajat ketuhanan.
Sebenarnya, enam dari tujuh tersebut mempunyai nama, sedangkan yang ketujuh
mempunyai suatu gelar. Dari enam malaikat, merujuk kepada:
1. Dawud, namun kita tidak tahu siapa "Dawud" di situ, Allahu a'lam.
2. Syekh Syamsudin.
3. Yazid bin Muawiyah, putra Khalifah Muawiyah.
4. Syekh Adi Ibn Manshur.
5. Syekh Hasan Al-Bashri, seorang ulama terkenal—di mana banyak tarekat Sufi
menisbatkan tarekat mereka kepadanya.
6. Mansur Al-Hallaj, salah satu tokoh Sufi yang dikenal sebagai seseorang yang
mengklaim telah "menyatu dengan Tuhan" atau menjadi inkarnasi Tuhan.

Nama-nama tersebut adalah bagian dari sistem keyakinan mereka. Al-Hallaj sendiri
pada akhirnya dihukum mati karena klaim yang dibuatnya. Dia mengatakan
pernyataan terkenal:
‫أحَحا لال ححق‬
"Aku adalah kebenaran".
Padahal Allah telah berfirman dalam Al-Qur'an:
‫حوُ حهو لال ححق‬
"Dan Dia adalah yang Maha Benar." (QS. Lukman: 30)
Ayat tersebut merujuk pada Diri-Nya sendiri, yang artinya Allah adalah Al-Haq, yaitu
"kebenaran". Dikarenakan Al-Hallaj membuat klaim ‫حق‬ ‫أحَحا لال ح‬, maka dia dibawa ke
pengadilan dan diadili.
Di persidangan, saat mereka memintanya bertaubat, dia malah berdiri, membuka
jubahnya dan dengan lantang berkata: "Tidak ada di dalam jubah ini, selain Allah"
yang artinya dia tidak menarik klaimnya. Sehingga, kemudian dia dieksekusi mati.
Tetapi, justru dia dijadikan sebagai tokoh besar dalam hierarki orang suci di
kebanyakan tarekat Sufi. Di kalangan Yazidi, dia adalah malaikat keenam dari tujuh
malaikat yang kita sebut dari Malaikat Merak ini. Dia disimbolkan dengan merak
yang terbuat dari tembaga perunggu dan besi.
Sementara yang ketujuh, terbuat dari perunggu dan besi yang sangat besar dan berat,
sekitar 679 pound (±307kg), dan disebut "Khalifah dari Syanjaq". Itulah nama yang
diberikan, Khalifah Sanjak. Nama yang sebenarnya diberikan adalah nama yang telah
kami sebutkan sebelumnya. Itu selalu ada di makam Syekh Adi yang mereka sembah,
yang dianggap sebagai inkarnasi Tuhan.

International Open University


AQD 202 9

Ketika mereka membuat ilustrasi untuk tujuh malaikat pencipta dunia, mereka tidak
menggambarkan tokoh yang satu ini. Mereka selalu menggambarkan keenam lainnya,
tetapi tidak untuk malaikat yang satu ini. Mereka menjaganya di makam Syekh Adi.
Enam lainnya dibawa ke komunitas Yazidi di seluruh Iraq, Turki, Iran dan area
sekitarnya. Termasuk di Armenia Rusia, kalian juga bisa menemukannya di sana. Jadi,
mereka memiliki anggota tertentu dari jamaahnya, yang mereka sebut Qawwal atau
Kojak.
Orang-orang ini yang akan membawa simbol merak ini, yang terbuat dari perunggu
dan besi. Mereka membawanya ke berbagai komunitas. Nantinya orang-orang Yazidi
akan melakukan ibadah menggunakan figur merak tersebut. Kemudian, terkait dengan
praktik shalat mereka—karena mereka juga melaksanakan shalat, puasa, haji, juga ada
Hari Raya Ied. Mereka shalat menggunakan bahasa Kurdi dan shalat subuhnya
ditujukan untuk Malak Thawus.
Shalatnya dilakukan saat matahari terbit dan mengarah tepat ke matahari. Dalam
shalat mereka, juga terdapat tujuh malaikat Sanjak yang mereka sebut. Lalu, ketika
mereka ibadah, mereka mengelilingi batu. Ada sebuah batu dan mereka tawaf
mengelilingi batu tersebut ketika mereka ibadah. Namun, bagi mereka ibadah bukan
suatu kewajiban, melainkan sesuatu yang dianjurkan. Tetapi, mereka tidak
menganggap shalat sebagai kewajiban.
Berbeda dengan kita yang menganggap shalat sebagai kewajiban atau fardhu. Terkait
hari libur, hari Sabtu diambil oleh Yahudi untuk "beristirahat" atau disebut Sabat.
Hari Minggu adalah hari sucinya Nasrani, hari Sabtu adalah hari sucinya Yahudi,
sedangkan hari Jum'at adalah hari sucinya Muslim. Sedangkan mereka (Yazidi)
adalah hari Rabu.
Terkait puasa, mereka juga berpuasa selama 3 hari pada bulan Desember. Lalu,
mereka berbuka puasa dengan minum anggur di rumah syekh mereka.
Adapun untuk haji, mereka berhaji ke makam Syekh Adi, yang dilaksanakan antara
tanggal 15 sampai 20 September. Ibadah ini diwajibkan untuk semua penganut Yazidi.
Mereka juga mempunyai perayaan untuk ibadah haji mereka, yaitu semacam ritual
perayaan penyucian dengan mandi di sungai. —sebagaimana kebiasaan orang
Hindu— mereka menyucikan atau mencelupkan Sanjak di sungai.
Mereka juga mempunyai prosesi dengan memainkan musik, melantunkan himne,
memutar musik statis, serta tarian oleh pemuka mereka. Prosesi tersebut mirip dengan
ibadah zikir orang-orang Sufi.
Jika mengamati ibadah Sufi di berbagai belahan dunia, mereka menari seperti
kesurupan atau semacamnya, dan biasanya banyak musik yang diputar ketika prosesi
tersebut dilaksanakan. Terkait festival, festival paling penting adalah perayaan tahun
baru yang disebut Sar-i Sal.
Sar-i Sal dirayakan pada Rabu pertama bulan April dan biasa dirayakan dengan
khidmat yang mendalam, serta dilakukan di makam Syekh Adi. Namun di makam

International Open University


AQD 202 10

Syekh Adi perayaan ini dilaksanakan tanpa ada musik, mereka melaksanakannya
dengan penuh ketenangan dan seterusnya.
Dalam urusan pernikahan mereka menganut sistem monogami. Pengikutnya tidak
boleh berpoligami. Namun, khusus untuk pemimpin mereka—di sana ada beberapa
kelompok, pemimpin kelompok boleh mempunyaibeberapa istri. Ada pengecualian
untuk pemimpin kelompok. Ketika pengantin wanita menikah, mereka mengenakan
gaun berwarna merah.

Video 12c1

Seperti kami katakan tentang pengantin wanita yang harus mengenakan baju merah.
Ini adalah syarat bagi pernikahan mereka. Sedangkan kita tahu merah mempunyai
kaitan dengan tradisi Hindu. Inilah praktik Hindu; menikah dengan mengenakan gaun
pernikahan merah, demikian standarnya.
Muslim di India dan Pakistan juga mengikuti tradisi itu dalam banyak hal, tentu tidak
semuanya. Tetapi kita dapati dalam banyak hal. Penggunaan gaun merah ini dianggap
hal penting, yang menjadi standar di kalangan sekte Yazidi.
Sedangkan tentang kitab suci mereka, ada kitab suci yang disebut Kitab Al-Jilwa,
yaitu kitab wahyu mereka. Dan satu lagi disebut Mushaf Rasy atau "Kitab Hitam". Itu
adalah dua kitab suci mereka. Mereka pun mengklaim bahwa keduanya diterima oleh
mereka bahkan sebelum penciptaan. Dan salinan aslinya ditulis dalam bahasa Arab.
Sedangkan terkait dengan kelompok mereka, mereka terbagi ke dalam beberapa kasta,
mereka mempunyaisistem kasta mereka sendiri.
Ada satu tingkat yang merupakan tubuh utama dari kelompok Yazidi, di tingkat ini
disebut "murid". Mereka menggunakan terminologi sekte Sufi, dalam konsep itu. Jadi,
setiap orang yang ada di dalam Yazidi pada dasarnya bisa digolongkan sebagai
pemula (novice), atau bisa digolongkan sebagai murid dari syekh. Apabila bukan
berstatus pemula, berarti merupakan murid syekh atau disebut juga Pir.
Para Yazidi harus mencium tangan Pir setiap harinya. Inilah keharusan dalam
kegiatan yang mereka wajib dilakukan. Lalu, seperti kami sebutkan sebelumnya,
mereka berbuka puasa dengan meminum anggur di rumahnya, bersamanya (Pir) yang
nantinya Pir melaksanakan amal ibadah tertentu bagi mereka.
Kasta yang kedua yaitu kasta klerus (semacam pendeta) yang disebut Kahana. Mereka
menikmati penghormatan dan pengutamaan yang khusus. Para klerus tidak boleh
memotong jenggotnya atau pun memangkas rambut. Ini adalah tradisi Yahudi.
Sedangkan di Islam, kita tetap memotong rambut.
Namun, dalam Injil dan perjanjian lama, dinyatakan bahwa kaum Yahudi dilarang
memangkas rambut mereka. Itulah sebabnya kalian bisa melihat rambut mereka
panjang dan menggulung. Jika kalian lihat foto Yahudi Ortodoks, mereka tidak

International Open University


AQD 202 11

memangkas rambut. Para klerus Yazidi juga tidak memotong jenggot dan tidak pula
memangkas rambut. Mereka sendiri terbagi menjadi enam kelas.
Pada dasarnya posisi kasta tersebut untuk seumur hidup, sehingga anak-anak mereka
di kasta yang sama. Mereka benar-benar mengikuti tradisi Hindu; ada beberapa
seperti Brahmana, ada kasta yang di atas, di bawah dan ada pula kasta pertengahan.
yang mana ini berlaku tetap seumur hidup. Jika dilahirkan kembali dalam situasi yang
berbeda, maka bisa berada di kasta lain. Sama dengan Hindu, mereka mempunyai
keyakinan serupa dalam kehidupan ini, manusia berada dalam kelas-kelas yang tetap
atau kasta yang tetap.
Posisi paling atas mereka disebut sebagai para Syekh, demikian julukan bagi mereka.
Mereka berasal dari keturunan lima keluarga utama yang diyakini sebagai keturunan
dari anak didik atau saudara-saudara Syekh Adi. Rumah milik Syekh difungsikan
sebagai masjid mereka, atau sebagai tempat ibadah mereka.
Di bawah mereka adalah para Pir, sehingga Syekh ada di level atas dan Pir di level
kedua. Ada sejumlah keistimewaan yang diberikan pada mereka, mereka mampu
menulis dan membaca. Sebenarnya, tubuh utama mereka, yaitu masyarakat umum
biasa, orang-orang Kurdi dari Yazidi, tidak diperbolehkan menulis atau membaca.
Menulis dan membaca dengan tegas terlarang bagi pengikut Yazidi yang umum.
Sehingga, para Pir yang melakukan pencatatan, karena menurut mereka tindakan
pencatatan dianggap sebagai tindakan Tuhan, di mana Tuhan mencatat peristiwa
kehidupan dan seterusnya. Jadi, semua tulisan dipegang sekelompok khusus saja di
antara mereka.
Level yang ketiga disebut Faqir, lagi-lagi, istilah faqir ini juga digunakan oleh Sufi,
yaitu bagi sekelompok orang yang bepergian—bisa dikatakan mereka adalah
pengemis.
Faqir dikatakan sebagai level yang ketiga. Mereka menerima pemasukan dari Sanjak
Yazid. Seperti kami sebutkan, ada beberapa Sanjak, yaitu berupa tujuh malaikat,
enam diantaranya dibawa berkeliling ke orang-orang di kelompok mereka untuk
diberikan uang. Jadi, uang tadi diberikan ke Sanjak Yazid, yang direpresentasi oleh
Yazid Ibn Muawiyah, kemudian uang dari pengumpulan tersebut diberikan kepada
para Faqir.
Di bawah mereka ada Qawwal; mereka adalah penyanyi atau kleurs dengan tingkatan
yang rendah. Mereka adalah pemusik. Tugas mereka intinya memberikan hiburan
untuk kegiatan ritual mereka, dalam festival keagamaan dan sebagainya. Masing-
masing dari mereka mempunyai peranan khusus, dan mereka ditentukan dalam kasta-
kasta tertentu.
Lalu, ada para Kojak, yaitu para penari, mereka bersembahyang di makam Syekh Adi.
Mereka mempunyai sejumlah tarian keagamaan yang dilaksanakan di sekitar makam
tersebut, itu bagian dari ibadah mereka. Demikian kegiatan yang mereka lakukan.
Kemudian, Qawwal dan Kojak yang mempunyai peran untuk membawa Sanjak

International Open University


AQD 202 12

berkeliling ke para jamaah, yang mana Sanjak merupakan representasi dari tujuh
malaikat tadi.
Kasta yang terendah para klerus disebut Awwan, atau diaken (atau "deacon" dalam
istilah Katholik). Mereka bertindak sebagai penjaga pintu atau penjaga dari berbagai
tempat suci mereka. Jadi, tiap desa atau komunitas Yazidi dijaga oleh orang-orang
tersebut yang menjaga tempat suci mereka.

Video 12c2

Ini adalah gambaran mendasar yang kami miliki, yang telah dikumpulkan oleh
sejumlah peneliti, tentang kelompok yang dikenal sebagai Yazidi.
Kami menyatakan bahwa mereka diidentifikasi sebagai penyembah syaithan.
Bagaimana bisa? Mengapa mereka dikenal sebagai penyembah syaithan? Alasan
utamanya karena alter ego (pribadi lain) dari Tuhan, yaitu Malak Thawus atau
Malaikat Merak; nama aslinya adalah "syaithan". Nama yang tidak bisa mereka
sebutkan.
Sehingga, mereka menyebutnya sebagai "malaikat yang terusir", yang kita ketahui
maksudnya adalah syaithan. Namun, bagi mereka, syaithan menjadi baik, air mata
taubatnya memadamkan api neraka. Dia mencapai derajat ketuhanan, bersama-sama
melakukan tindakan yang juga dilakukan Tuhan.
Jadi, apa pun yang dilakukan di dunia, apa pun yang kita sebut sebagai baik atau
buruk di dunia, disandarkan kepada Malak Thawus atau syaithan. Dia disebut dalam
ibadah harian waktu mereka. Mereka memanggil dia secara langsung. Berawal dari
praktik itulah—meskipun mereka sendiri tidak tampak sebagai penyembah syaithan.
Namun, dari praktik itulah mereka dikenal luas di kalangan masyarakat umum, di
wilayah tempat mereka tinggal sebagai penyembah syaithan. Namun, mereka tidak
menyebut mereka sendiri sebagai Yazidi, mereka menyebut diri mereka "Dasin".
Bisa kita pahami setelah kita menelaah, bahwa faktanya, mereka adalah
penggabungan dari sejumlah keyakinan yang berbeda dari sejumlah orang di daerah
mereka. Dalam suatu waktu tertentu. Mungkin keyakinan asli mereka sangat kuno.
Seiring semakin banyaknya orang menguasai daerah tempat mereka tinggal, lalu
mereka menjaga penerimaan dari berbagai keyakinan eksternal para pendatang
tersebut. Namun secara internal, mereka menyerap pemahaman dari luar tersebut, lalu
mereka gabungan dengan kepercayaan mereka, sambil tetap menjaga keyakinan inti
yang mereka yakini sebagai dasar agama mereka. Ini bukanlah yang pertama kali
terjadi, sesuatu yang semisal ini. Jadi, kami sebutkan bahwa dari mereka, ada
beberapa praktik yang mereka lakukan, yang menyebabkan mereka termasuk pada
kategori yang jelas sebagai seorang kafir.
Mereka benar-benar tidak bisa dianggap sebagai aliran muslim, meskipun secara
umum mereka menempatkan diri mereka sebagai salah satu aliran Islam, karena dasar

International Open University


AQD 202 13

ajaran mereka sudah terdistorsi dari satu aspek ke aspek lainnya. Tidak ada ajaran
Islam yang tersisa. Semuanya telah ditafsir ulang atau diberikan makna yang baru,
tidak terbatas pada Al-Qur'an dan Sunnah, sehingga akhirnya mereka dianggap kafir.
Itulah alasan kita mempelajari Yazidisme ini.
Di satu sisi kita mempelajarinya karena sekte ini masih ada. Sedangkan ada kelompok
lainnya, seperti kami katakan akan kita abaikan mereka, tidak kita bahas secara detail,
karena faktanya mereka sudah tidak ada sekarang. Mereka pernah ada tetapi
mempelajari mereka tidaklah penting, kecuali jika ternyata ada gagasan yang
diturunkan dari mereka kepada orang-orang hingga sekarang. Dalam kasus demikian
barulah kita mempelajari mereka, misalnya sekte Mu'tazilah. Kita akan membahas
tentang mereka, mereka adalah salah satu sekte filsafat.
Setelah kita menyelesaikan aliran yang dilandasi pengaruh agama, barulah kita akan
lanjut pada sekte yang beraliran filsafat, tentang bagaimana konsep iman mereka,
mengapa mereka beriman demikian, dan sebagainya. Jadi, nantinya ada sekte yang
kita bahas walau sudah tidak ada lagi saat ini, kita bahas karena gagasan mereka
masih ada di sekitar kita. Sektenya tidak ada, tapi pemikirannya masih ada.
Kita akan membahas kelompok yang masih ada secara fisik hingga saat ini, di mana
mereka memiliki gagasan yang serupa dengan kelompok terdahulu. Kelompok ini,
yakni Yazidi, jumlahnya sangat sedikit dan mereka tidak menikah dengan orang di
luar kelompok mereka. Meskipun mereka mungkin membangun keluarga besar
melalui pernikahan, kenyataannya jumlah mereka terus berkurang. Jika dibandingkan
antara abad ke-21 hingga saat ini, penurunan jumlah mereka terlihat cukup signifikan.
Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, meskipun dalam keyakinan dasar
mereka terdapat unsur monoteisme, pada hakikatnya keyakinan mereka didasarkan
pada konsep dualisme. Mereka meyakini adanya dua tuhan, yaitu Tuhan itu sendiri,
dan satu lagi adalah malaikat yang dianggap telah diangkat derajatnya hingga
berstatus sebagai tuhan. Malaikat ini, menurut mereka, telah bertaubat dan kemudian
dianggap memiliki sifat-sifat ketuhanan, bahkan menjadi pusat dari penyembahan
mereka.
Dengan juga ketika Isa dianggap wafat lalu dibangkitkan, ia dijadikan pusat ibadah
oleh kaum Nasrani—sebagaimana klaim mereka. Namun, kita tidak mempercayai hal
tersebut sesuai dengan keyakinan Islam. Mirip dengan sekte Yazidi, mereka memiliki
seruan yang serupa. Ada yang ingin mengajukan pertanyaan tentang kelompok ini?
Sebelumnya kami katakan, kita mempelajari mereka karena mereka masih ada.
Mereka masih ada di Irak Utara.
Permasalahan tentang mereka masih diperbincangkan di dunia muslim sebagai akibat
dari posisi mereka, serta asosiasi mereka dengan sejumlah kekuatan di dunia muslim,
terutama di sekitar Irak di masa kini.

International Open University


AQD 202 14

[Pertanyaan dari jamaah]


Ada pertanyaan dari ikhwan. Apakah Malak Thawus adalah Iblis?
Jadi, "syaithan" adalah julukan yang diberikan pada Iblis. "Iblis" sebenarnya adalah
nama syaithan yang sebenarnya. Dalam keyakinan Yazidi, nama syaithan yang
mereka anggap asli adalah "syaithan". Itu adalah nama yang diberikan padanya dan
pada kelompok yang telah diusir —yaitu yang dianggap sebagai malaikat yang terusir.
Namun, menurut mereka malaikat yang terusir ini akan kembali menjadi satu dengan
Tuhan dan meraih sifat ketuhanan. Inilah keyakinan mereka secara umum.
[Pertanyaan dari jamaah]
Ada pertanyaan dari ikhwan tentang whirling dervish (tarian berputar), yaitu tarian
keagamaan mereka, mereka berputar dengan rok hingga rok mereka terangkat.
Mereka menggunakan jubah dengan ikat pinggang di tengah. Jadi, ketika mereka
berputar, rok mereka berbentuk seperti akordeon, rok berbentuk akordeon yang
[Link] melatih itu sebagai bentuk tarian, yang mana menjadi sangat
terkenal di kalangan muslim modern, yang mana berhubungan dengan hiburan dan
diperdebatkan juga apakah diperbolehkan atau tidak. Jadi, apakah whirling dervish
termasuk bagian dari Yazidi? Jawabannya tidak. Mereka bagian dari Maulawiyah,
salah satu tarekat Sufi di Turki.
[Pertanyaan dari Jamaah]
Ada pertanyaan dari seorang ikhwan, meskipun mereka memiliki keyakinan yang
sangat asing dalam pandangan Islam, baik itu yang berasal dari Hindu, Nasrani,
Yahudi, atau lainnya, bagaimana mungkin mereka mengklaim diri sebagai Muslim?
Jawabannya adalah, sebenarnya mereka tidak mengklaim diri mereka sebagai Muslim.
Mereka sama sekali tidak mengklaim sebagai Muslim. Hal ini juga ditegaskan oleh
keyakinan mereka, yang secara jelas menunjukkan bahwa mereka bukan Muslim dan
tidak dapat dianggap sebagai Muslim. Meskipun terdapat sebagian pengaruh dari
filsafat Islam dalam keyakinan mereka, itu tidak mengubah keadaan. Mereka hanya
mengambil sebagian nilai dari Islam, namun meninggalkan banyak nilai Islam lainnya.
[Pertanyaan dari Jamaah]
Alasan kita mempelajari hal ini sebenarnya adalah untuk memahami bagaimana akal
manusia dapat menciptakan alternatif-alternatif pemikiran. Ketika seseorang
menyimpang dari Al-Qur'an dan Sunnah, berbagai pemikiran yang menyimpang bisa
saja muncul. Yazidi adalah salah satu contoh dari tiga contoh yang telah kita bahas,
yaitu Ismiliyah, Nushairiyah, dan kini Yazidi.
Ada pertanyaan dari bagian akhwat tentang pandangan Yazidi yang menyatakan
bahwa tidak ada dosa. Jika memang tidak ada dosa atau konsep kemungkaran, apa
perlunya proses pensucian?
Penjelasannya adalah, bagi mereka, dosa hanya dianggap sebagai sebuah kesalahan.
Jika seseorang melakukan kesalahan, ia dapat menghilangkan konsekuensi dari

International Open University


AQD 202 15

kesalahan itu dan "mensucikan" dirinya dari dampaknya. Artinya, mereka tidak
percaya pada keberadaan dosa yang tidak diampuni jika seseorang tidak bertaubat.
Bahkan jika seseorang tidak bertaubat dan kemudian wafat, menurut mereka, ia tetap
akan mengalami kelanjutan spiritual yang memungkinkan perpindahan ke keadaan
lain. Oleh karena itu, bagi mereka, hal-hal yang dilakukan di dunia ini tidak
sepenuhnya menentukan keadaan selanjutnya.
Namun, penting untuk dicatat bahwa ini berbeda dari konsep karma dalam ajaran
Hindu. Dalam Hindu, perbuatan seseorang selama hidup dipercaya akan
mempengaruhi kehidupannya di masa depan. Keburukan yang menimpa dianggap
sebagai akibat dari kemungkaran yang dilakukan pada kehidupan sebelumnya.
Sedangkan Yazidi tidak memiliki konsep seperti itu. Bagi mereka, semua hanyalah
proses perpindahan ruh. Kesalahan dapat terjadi, tetapi kesalahan tersebut tidak
dianggap sebagai dosa dalam pengertian yang kita pahami. Insyaallah, itulah
pertanyaan terakhir.
Kita akan akhiri sesi ini.

َ‫وب إإلحي حل‬


‫ َ لات ح لْ إِ هر حَ حوَت ه ه‬،َ ‫س لْ ححاَ ححَ اللل هَ لم حو إب حح لمد ح‬
‫ َ لْ حَده أ ح لْ حَ إإلحهح إإ لَ أ ح لَ ح‬،َ‫إ‬ ‫ه‬

International Open University

Anda mungkin juga menyukai