Sejarah Bahaisme dan Qadiyanisme
Sejarah Bahaisme dan Qadiyanisme
1
Islamic Online University December 30, 1899
Ketika Ali Syirazi mencoba membuat klaim ini, dan dia masih 25 tahun. Ketika membuat
klaim itu, dan dia adalah pedagang, dia punya dukungan keuangan yang bisa membuat klaim
publik untuk dirinya sendiri.
Dia mengklaim bahwa dia adalah sang Bab, dia sendiri (sang Bab). Dia ditahan dengan
cepat, dan dibawa ke pengadilan dan dipenjarakan. Dan saat dia dipenjara, dia tidak berhenti di
sana, dia mulai mengklaim bahwa dia sendiri imam yang 12 itu.
Jadi, pada poin itulah dia ditumpas di hadapan pasukannya, ditembak mati di Tabriz, di
umur 30 tahun. Lalu, para pengikutnya memberontak. Pihak berwenang menumpas mereka
dengan menahan sebagian diantaranya dan mereka kocar kacir.
Pada dasarnya mereka bergerak di bawah tanah, mereka dikenal sebagai Babis. Sebagian
para pengikut Ali Syirazi yang mengklaim bahwa dia adalah sang Bab. Dan dia memprediksi
bahwa dia menjanjikan seseorang akan dating, yang akan memenuhi kewajiban dia.
Dan dia menulis sebuah buku, yang disebut Al-Bayan. Itu adalah buku yang berisikan
wahyu yang dia klaim lebih unggul daripada Qur'an, dan ada jalan keluar untuk masalah. Dia
juga mengklaim bahwa Qur’an itu bisa ditiru. Dia mengklaim bahwa Bayanul juga bisa ditiru.
Qur'an menyatakan bahwa jika kalian percaya pada bukti, maka silakan buatlah satu
Surah yang seperti Qur'an dan Al-Bayan pun menyatakan. Jika kalian tidak mempercayai Al-
Bayan, maka buatlah satu kata yang seperti Bayan. Dan tentunya ini adalah gurauan.
Dan sekarang, kita akan menelaah tentang Qadiyanisme atau bisa disebut juga
Ahmadisme. Meskipun saya berpikir mungkin berpikir bahwa Qadiyanisme adalah julukan yang
paling tepat. Dan pecahan yang satu ini pada dasarnya merupakan pecahan dari Islam Sunni.
Jadi, penyimpangan mereka menjadi agama yang berbeda atau mengarah pada sebab
terbentuknya agama lain. Agama lain dalam arti agama yang salah, tidak selalu berarti hanya
terbentuk melalui penyimpangan awal.
Kita bisa melihatnya dari pecahan kelompok Syiah Islam dan pada sebagian besar dari
penyimpangan sekte yang telah kita pelajari, yang menjadi agama lain. Seperti halnya sekte
Ismailis, Agakhanis dan cabang-cabang mereka. Sebagian besar dari kelompok lainnya telah
datang dari pecahan Syiah.
Akan tetapi, bukan berarti itulah satu-satunya cara penyimpangan itu bisa muncul. Ada
pula di dalam umat muslim yang umum. Ada sebagian kelompok yang membaur dalam umat
muslim yang umum dengan keyakinan yang menempatkan mereka, pada suatu kerangka, yang
mungkin dalam beberapa derajat, mereka telah keluar dari Islam.
Salah satu dari mereka, misalnya saja sekte Brelewis, yang menganut kepercayaan bahwa
kepercayaan kita cenderung pada syirik. Dengan dasar itulah, bisa dikatakan dalam beberapa hal,
dalam hal kepemimpinan mereka dan semacamnya telah meninggalkan Islam yang umum.
Sedangkan Pergerakan Qadiyani yang didirikan oleh Mirza Gulam Ahmad adalah suatu
contoh. Bisa dikatakan, kita punya seseorang yang mengaku-ngaku sebagai Nabi. Dalam kasus
Brelewis, jika kita menelaah mereka, di masa depan. Kita tidak menemukan seorang pengaku
tertentu. Yang bisa kita temukan adalah sejumlah pemikiran yang melibatkan pendewaan Nabi
Muhammad( )ﷺ, yang muncul di dalam suatu kelompok Muslim dari sub-benua Hindia.
2
Islamic Online University December 30, 1899
Sedangkan Gulam Ahmad yang merupakan tokoh berasal dari abad ke 19, yang
sebenarnya wafat di awal abad ke 20. Ia dilahirkan di kota yang disebut Qadiyani, Punjab, India
di tahun 1835. Dulu dia dibesarkan sebagai anak yang normal seperti di masanya.
Orang tua dia mengharapkan dia agar dia menjadi pengacara ataupun PNS. Namun tidak
dia penuhi karena tampaknya dia tidak tertarik. Dan dia sendiri terlibat dalam sejumlah topik
keagamaan yang berbeda. Dia suka menghabiskan waktu di masjid dan mempelajari Qur'an, atau
mungkin itulah yang dikatakan.
Di India, dia terlibat dalam sejumlah diskusi dengan muslim dan non muslim dan
misionaris Nasrani. Dan kami menemukan fakta tentang dia sebenarnya menulis. Pada suatu
surat kabar, di India demi membantah argumen terhadap sebagian misionaris. Juga bisa
dikatakan menanggapi sebagian serangan dari Hindu.
Akan tetapi, menurut pernyataan dia sendiri, dia mulai bersedia menerima komunikasi
yang agung dari umur sekitar 35 tahun. Di awal periode itulah, dia secara terbuka membuat
klaim ini. zini adalah suatu hal yang kemudian dia bagikan dengan sahabah yang dekat atau
orang sekitarnya.
Jadi, dia tidak dianggap oleh umat muslim. Dan bahkan dalam cara apapun dianggap
sesat. Faktanya dia diagungkan dan dipuja atas responsnya yang menawan terhadap klaim dari
pihak misionaris Nasrani.
Akan tetapi, setelah dia mereka-reka suatu keyakinan untuk dirinya sendiri. Dan kami
menemukan dia mencoba untuk membuat klaim secara bertahap, membangun citra dia sendiri
terhadap klaim kenabiannya. Pada awalnya, dia mengklaim bahwa dia adalah Mujaddid.
Mujaddid adalah, yang kita dengar dari Nabi Muhammad( )ﷺ, yang akan datang di awal dan
akhir, setiap 100 tahun. Kita jeda untuk adzan.
Seperti penjelasan kami sebelumnya, pengakuan Mirza Gulam Ahmad berkembang
secara bertahap. Inilah yang biasa terjadi dengan pendiri sekte menyimpang. Biasanya di awal
pengakuan mereka, mereka membuat klaim yang secara umum bisa diterima atau bisa dikatakan
didukung demi mengukuhkan nama bagi diri mereka sendiri.
Lalu dengan dukungan populer itu, secara bertahap mereka mulai membuat perubahan
pemikiran yang secara perlahan-lahan mengarah pada tujuan asli mereka. Intinya Mirza
melakukan hal yang serupa. Kami tegaskan bahwa pengakuan pertamanya yang dia buat setelah
mulai menulis artikel di surat kabar yang isinya membantah pernyataan misionaris Nasrani dan
yang lainnya.
Setelah periode itu, kami mendapati pengakuan dia sebagai Mujaddid, yaitu seorang
pembaharu. Yaitu orang yang sudah diprediksikan oleh Nabi Muhammad akan datang di awal
atau akhir setiap 100 tahun dan membangkitkan agama Islam. Mujaddid berasal dari kata jadid
yang artinya baru. Mirza mengaku sebagai pembaharu agama.
Tentunya, terlepas masyarakat akan menerima Mujaddid atau tidak bukan berarti itu
pengakuan yang sesat. Jika ada orang yang mengaku sebagai Mujaddid. Mungkin kita berpikir
dia bukan Mujaddid.
Tapi, pengakuan sebagai Mujaddid tidak serta merta mengeluarkan dia dari Islam. Tapi
itulah permulaannya. Karena kebiasaan sejarah tradisional di kalangan Muslim tidak serta merta
3
Islamic Online University December 30, 1899
menyematkan orang yang Mujaddid sebagai Mujaddid. Tidak boleh ada protes. Tapi memang
itulah caranya.
Jika meninjau ulang para ulama, para pemimpin dan tokoh masyarakat di zamannya, lalu
menyatakan bahwa zaman ini tampaknya begitu Mujaddid. Maksud saya, itulah cara mereka
mengungkapkannya bukan berdasarkan cara dia membuat pengakuan. Sehingga, ada fakta orang
yang mengaku-ngaku, "aku adalah mujaddid.” Itu menunjukkan ada satu kesalahan bukan. Tidak
serta merta menjadikan dia murtad karena pengakuan itu, tapi itulah permulaannya.
Di periode ini, akhirnya dia menyusun 5 volume karyanya yang disebut Barahil
Ahmadiyah. Dalam volume inilah, dalam volume berikutnya ia mulai membuat pengakuan
sebagai mesiah, al-Masih.
Dia mulai menginjak pada penjelasan alegoris, ia kemudian berargumen bahwa Nabi Isa
itu disalib. Lalu, ia dibangkitkan dan mencari Bani Israil yang terakhir, mencari mereka hingga
ke Kashmir, dan di sanalah ia wafat. Makamnya diyakini ada di sana, yang katakanya tempat ia
dimakamkan. Hingga saat ini, mereka meyakininya.
Jadi, dengan membuat pengakuan itu, kemudian ia mengukuhkan dasar bagi dirinya
sendiri untuk mengaku bahwa dia adalah juru selamat yang akan dating. Yaitu orang yang
diprediksikan oleh Nabi Muhammad akan datang, ialah dia sendiri, sebagai lawan dari Nabi Isa
sebagai manusia, karena Nabi Isa sebagai manusia mati di Bumi.
Mereka pun membawa dalil ayat dari Qur'an untuk mendukung argumen mereka. Maka,
dia lanjut pada membuat pengakuan bahwa dia adalah Mahdi. Bahwa dia adalah Mahdi yang
spiritual bukan Imam Mahdi pemimpin pasukan. Karena yang dipahami ialah Imam Mahdi akan
memimpin pasukan yang melawan Dajjal yang diyakini akan ada konfil pada periode itu.
Tapi, pengakuannya ialah Mahdi sebenarnya pemimpin agama dan bukannya pemimpin
jihad yang dibutuhkan untuk jihad fisik. Katanya jihad itu tidak penting, itulah sebabnya dia
dituduh oleh para ulama di zamannya sebagai agen Inggris.
Sebenarnya yang dilakukan Inggris ialah memberikan dukungan. Dan dia diberi
dukungan dari kerajaan Inggris sejenis medali atau penghargaan, sudah jelas bangsa Inggris itu
suka yang disebut Muslim India agar mencegah melawan bangsa Inggris, dengan mengukuhkan
bahwa ide jihad itu tidak relevan di zamannya dan seterusnya.
Sebenarnya Inggris itu membantu dan bermanfaat yang berlawanan dengan kelompok
yang ingin melawan penjajah Inggris. Setelah dia mengukuhkan diri sebagai Mahdi, pengakuan
dia berikutnya ialah sebagai nabi setelah Nabi Muhammad. Dia menggunakan kata-kata rasul
dan nabi, Qur'an mengacu pada kata khataman nabiyyin, artinya penutup para nabi, lalu dia
mengaku dirinya sebagai rasul. Penutup nabi bukanlah utusan, jadi dia mencoba mencari celah
untuk mengukuhkan dirinya sebagai Rasulullah.
Tentunya, menurut linguistik, berdasarkan terminologi Islam yang biasa dipahami oleh
para ulama. Pengakuan sebagai rasul atau utusan jauh lebih berat daripada pengakuan sebagai
nabi. Karena semua rasul itu nabi, tapi tidak semua nabi itu rasul. Jadi, rasul itu tingkatannya
lebih tinggi dibandingkan kenabian. Jadi, pengakuan dia itu sebenarnya lebih liar dengan
mengaku-ngaku sebagai rasul.
4
Islamic Online University December 30, 1899
Setelah ini kita akan menelaah sejumlah argumen yang biasa dia pakai untuk mendukung
klaimnya itu. Namun, di awal abad 20, sekitar 19800an, dia mendeklarasikan Pergerakan atau
Organisasinya.
Dia menamakannya Ahmadiyah, dialah yang menyematkan nama Ahmadiyah,
Pergerakan Ahmadiyah. Pergerakan ini jika dikaitkan dengan Islam sama seperti Nasrani dengan
Yahudi di masa Nabi Isa. Jadi, dia menjadi perwakilan lanjutan yang menempuh reformasi atau
langkah lanjutan dalam Islam. Tapi, masih dalam Islam, seperti halnya Nabi Isa yang menjadi
perwakilan lanjutan dari ajaran Yahudi.
Akibat dari pengakuannya itu, umat Muslim tentunya bereaksi terhadap pengakuannya
itu, banyak pula artikel yang ditulis oleh ulama ternama yang bermaksud untuk menentang
pengakuannya yang keliru. Banyak juga yang pada awalnya menerima ajaran-ajarannya
sebenarnya Muslim.
Kelompok Muslim yang menyimpang dengan mengikuti Pergerakannya, seolah-olah dia
menyerukan non-Muslim, dan mereka menjadi Ahmadi, tentunya itu sangat buruk. Meksipun
masih tergolong fasik, karena dia menyeru masyarakat pada kesesatan. Tapi, kefasikan nyatanya
ialah ia mengarahkan dakwahnya pada umat Muslim sendiri.
Yang terjadi saat dia menjelang mati, dia menunjuk seorang khalifah sepeninggal dia.
Yaitu Mirza Basyirudin Mahmud Ahmad, maaf itu puteranya, khalifah itu bernama Maulana
Hakim Nurdin. Dia diangkat menjadi khalifah dan menjadi pemimpin Pergerakan di tahun 1940-
an.
Pergerakan itu terurs berlanjut dengan ajaran-ajaran Gulam Ahmad hingga khalifah itu
mati. Saat khalifah itu mati, persoalannya berulir pada siapa yang akan menggantikannya sebagai
khalifah berikutnya. Tentunya mereka memakai sistim yang serupa dengan khulafa rasyidin
sepeninggal Nabi Muhammad yaitu para khalifah shalih, mereka pun menerapkan penunjukkan
khalifah yang shalih.
Putera Mirza Ghulam Ahmad yaitu Mirza Basyirudin Mahmud Ahmad, kemudian ia
dipilih oleh sebagian besar anggota Ahmadi atau yang dikenal sebagai Qadiyani. Qadiyani
karena asal Mirza Ghulam, Ahmadi mencoba mendekati Islam. Qadiyani sebenarnya jelas-jelas
berbeda.
Para pengikut Mirza Basyirudin, mereka dikenal sebagai cabang Qadiyani. Dan mereka
yang menolaknya, dikenal sebagai cabang Lahori. Tapi mereka menyebut diri mereka Lahori
Ahmadi dan Qadiyani Ahmadi. Itulah pembedaan yang mereka buat.
Sebagian orang menyebut mereka Qadiyani dan Ahmadi, tapi sebenarnya kedua
kelompok itu menyebut diri mereka Ahmadi. Tentunya ini akan membingungkan. Karena kedua
Pergerakan itu terlibat dalam aktivitas misionaris yang kuat. Terkadang tidak mungkin untuk
membedakan kedua kelompok itu. Karena dalam nama Pergerakan mereka itu Ahmadi.
Sebenarnya apa yang membedakan mereka ialah penafsiran atas pengakuan Mirza
Ghulam sebagai nabi. Badan itu yang dikenal sebagai cabang Qadiyani yang kita sebut
Qadiyani. Mereka menganggap pengakuan Ghulam Ahmad sebagai nabi secara harfiah bahwa
dia itu seorang nabi, dan dengan sendirinya menerimanya. Meskipun Allah tidak melahirkannya
sebagai nabi, walaupun demikian mereka menganggapnya sebagai nabi Allah.
5
Islamic Online University December 30, 1899
Mereka pun membuka peluang untuk menjadi nabi sepeninggal dia. Dia bukanlah nabi
yang terakhir. Cabang satunya lagi yaitu Lahori, pendapat mereka ialah pengakuan kenabian
Ghulam Ahmad itu bersifat alegoris. Mereka pun mengaku, bahkan di kalangan umat Muslim
yang istilah kenabian bisa digunakan secara bebas untuk menyebut seseorang yang punya
kualitas wawasan tinggi atau apapun.
Mereka mencoba menggunakan argumen seperti ini untuk menyeimbangkan pengakuan
Ghulam Ahmad. Pengakuan Ghulam Ahmad dalam bukunya sangat jelas. Mereka tidak
meninggalkan satu ruang untuk penafsiran semacam ini. Itulah cara mereka yang tidak mau
memutuskan diri mereka dari umat Muslim yang umum yang mencoba untuk
menyemimbangkannya dengan cara ini.
Sebagaimana kami sebutkan, kedua kelompok ini sangat aktif dalam memrpopagandakan
keyakinan mereka. Mungkin Lahori pada awalnya lebih aktif, mereka bermarkas di Inggris di
London, di wilayah K Walking. Di tahun 1913, mereka sudah berbasis di sana.
Basis mereka kemudian diambil alih menjadi pusat Muslim Sunni. Mereka
menerjemahkan Qur'an dalam bahasa Inggris yang diselesaikan oleh salah satu pemimpin
mereka yaitu Maulana Muhammad Ali, dan terjemahannya begitu terkenal, terutama di Amerika
Utara. Terjemahannya itu mudah dibaca, lebih menarik daripada Shakespeare versi Maulana
Yusuf Ali.
Intinya ialah jika kalian menelaah, dia pun menyebutkan bahwa mereka membangun
masjid besar di Belanda. Mereka punya segelintir pengikut, meskipun mereka kelompok yang
kecil.
Tapi mereka punya sejumlah pengikut yang aktif di Eropa dan Amerika. Sebenarnya ada
sejumlah pusat, yaitu pusat Ahmadiah yang mereka sebut International Ahmadiyah Community.
Mereka punya lebih dari 100 kantor di lebih dari 190 negara. Dan mereka punya lebih dari 200
juta pengikut. Cabang Lahori punya cabang di 70 negara dan jumlah pengikut mereka tidak
diketahui pasti.
Pergerakan Ahmadi punya pengaruh besar terhadap Islam di Amerika. Dan banyak
muallaf generasi awal malah beralih menjadi Ahmadi. Ada sejumlah musisi, musisi jazz yang
saat bereksperimen dalam musik jazz dan bepergian ke luar Amerika. Setelah mereka
mendapatkan pengaruh dari negara lainnya, dan mereka pun sering kontak dengan Muslim,
Islam. Interaksi mereka membuka peluang penafsiran agama lainnya.
Kebanyakan dari mereka, seperti penjelasan kami sebelumnya, menerima Islam Ahmadi.
Bangsa Islam yang terkenal atau Bangsa Mislam, bermula di sana. Dari sanalah mereka berasal.
Jika kalian membaca tulisan Ilaja Muhammad dia mengutip teks Ahmadi secara langsung. Dari
sinilah asal pengaruh itu.
Tentunya, dengan upaya mereka mengenalkan Ghulam Ahmad sebagai nabi setelah Nabi
Muhammad. Kalian bisa paham mengapa begitu sulit bagi Ilaja Muhammad bahwa dia pun
seorang nabi yang disampaikan pada Amerika negro. Karena sudah ada utusan yang diutus di
abad ke 20, yaitu Ghulam Ahmad. Sebenarnya ada juga utusan yang diutus bagi Amerika negro
yang telah terkalahkan. Itulah yang menjadi dasar seruannya.
6
Islamic Online University December 30, 1899
Secara umum, di dunia Muslim, seperti kami katakan sebelumnya. Mereka dinyatakan,
misalnya di Pakistan, mereka tidak boleh mengajarkan agama mereka. Dan mereka dinyatakan
sebagai kelompok non-Muslim.
Di tahun 1974, pemerintah Pakistan mengamandemen peraturan mereka untuk
mengukuhkan nabi Muhammad sebagai nabi terakhir. Sebelumnya ialah peraturan yang
mengukuhkan bahwa tiada Tuhan selain Allah. Tapi mereka menambahkan amandemen ini
untuk menjauhkan diri mereka dari Ahmadi dan Qadiyani.
Di Bangladesh, mereka telah dicap oleh yang disebut kelompok Fundamentalis sebagai
orang kafir. Mereka pun diusut secara hukum di sana. Amnesti Internsional datang dari seluruh
dunia untuk mendukung mereka.
Sebenarnya, baru-baru ini, mereka membangun masjid terbesar di Kanada yang dibangun
di Calbury. Masjid itu dirancang bisa menampung hingga 5.000 jamaah untuk satu kali shalat
jamaah di sana diperuntukkan bagi 3.000 anggota komunitas Ahmadi.
Peresmian masjid itu tentunya dihadiri presiden Kanada dan partai oposisi. Mereka pun
membuat pernyataan tentang bagaiamana komunitas ini memahami pengusutan hukum, karena
anggota lainnya telah diusut, dan mereka mempersiapkan warga Kanada untuk membela mereka
dan upaya-upaya serupa.
Tentu saja ada perlawanan terhadap mereka, di banyak belahan dunia muslim. Tapi, di
dunia Barat, karena sikap Barat terhadap agama secara umum, bahkan kalian pun bisa
menyembah setan, jika mau. Kalian tahu kan, agama itu bagi mereka hak pribadi. Tiada yang
bisa menghentikanmu dari menyembah siapapun yang ingin kamu sembah.
Mereka telah berupaya untuk mengatur dasar kekuatan di US dan Kanada, di Inggris, dan
Eropa. Meskipun di dunia Muslim, secara konstan mereka menyerang tempat perkumpulan
mereka dan sebagainya yang telah dilempari, dihancurkan, dibakar dan sebagainya. Mungkin
sebenarnya cara pelawanan mereka kurang pantas.
Tapi, sebenarnya upaya perlawanan umat Muslim hingga mencekal kegiatan mereka
sepenuhnya, karena mereka mewakili kelompok non-Islam yang mengaku-ngaku sebagai Islam.
Dalam hal keyakinan mereka, terkait keesaan Allah, ketauhidan, tidak ada yang khusus dalam
hal keyakinan mereka.
Mereka pun menerima Qur'an sebagai kitab suci. Tidak ada yang beda, kecuali mereka
meyakini sebagian tulisan Ghulam Ahmad sebagai wahyu ilahi. Jadi, mereka punya teks
tandingan. Namun, mereka tetap meyakini Qur'an sebagai teks utama.
Tentunya, menurut mereka, mereka menolak hadits yang bertentangan dengan Qur'an.
Mereka tidak meyakininya, mungkin hadits itu menghapuskan atau telah memodifikasi makna
Qur'an. Mereka pun menggunakan hadits.
Sebenarnya saya pribadi saat baru masuk Islam di awal 1970an, tepatnya tahun 1972.
Waktu itu buku hadits yang tersedia hanya buku hadits produksi Ahmadi. Mereka pun
mengumpulkan hadits dari Bukhari dan Muslim dan yang lainnya, kemudian mereka
menyajikannya.
Yang mereka lakukan ialah, karena mereka mempropagandakan dalam area yang
utamanya condong pada Hanafi. Mereka membahwa hadits otentik tentang mengangkat tangan
7
Islamic Online University December 30, 1899
dan sebagainya, dan mereka dikenal dengan mengangkat tangan. Sebenarnya di belahan dunia
itu, orang-orang yang biasa mengangkat tangan dalam shalat awalnya dianggap Ahmadi dan
Qadiyani. Karena mereka dikenal karena itu.
Kemudian, baru diketahui bahwa yang biasa melakukannya ialah ahli hadits. Tapi dulu
asosiasinya ke mereka. Jika kita menghidupkan rukun Islam dan rukun iman. Secara umum,
mereka tidak meyakini rukun iman. Jika kita menerima bahwa rukun Islam yaitu mengimani
Nabi Muhammad sebagai rasul terakhir. Tentunya keyakinan mereka ialah Nabi Muhammad
bukanlah rasulullah.
Bisa dikatakan ada kesalahan mendasar pada mereka. Tapi, jika kita menelaah pengakuan
mereka lainnya. Mereka pun ternyata mengingkari kedatangan kembali Nabi Isa dalam
pengertian yang sebenarnya. Dengan menyatakan bahwa itu hanyalah metaforis, sebenarnya itu
mengacu pada Mirza Ghulam Ahmad.
Mereka pun meyakini bahwa Qur'an bukan kitab suci terakhir, wahyu terus berlanjut
setelah Qur'an. Mereka pun meyakini bahwa Nabi Isa sebenarnya disalib, padahal umat Muslim
meyakini bahwa ia tidak disalib. Sebagaimana firman Allah mereka melihatnya seperti disalib,
padahal sebenarnya tidak. Nabi Isa tidak disalib.
Dalam hal sejarah agama, mereka mengembangkan analisis, dengan analisis itu mereka
mengaku dari zaman Nabi Adam. Ada 7 masa yang paralel dengan 7 hari dalam seminggu yaitu
masa cahaya dan kegelapan.
Ghulam Ahmad ialah masanya juru selamat yang dijanjikan pada masa ke 6, yang masuk
kembali pada masa ke 7 sebagai masa terakhir dari peradaban manusia. Satu hari di akhirat setara
dengan 1.000 tahun masa penghisaban manusia.
Menurut Ghulam Ahmad, karena hari ke 6 dalam satu minggu itu seharusnya Jumat.
Begitu pula masanya ditakdirkan untuk perkumpulan mahsyar dan berharap manusia bersatu
dalam satu agama yang universal. Pengakuan ini sebenarnya mengekor pada pengakuannya
Bahais tentang gagasan satu agama yang universal.
Gagasan ini menarik bagi orang-orang yang melihat berbagai agama yang ada di dunia,
yang menurut mereka sangat membingungkan. Seharusnya hanya ada satu agama. Sehingga
gagasan mengenai satu agama universal itu sangat menarik.
Jika kita melihat keyakinan ini dalam perbandingan persepktif, tentang perbedaan
keyakinan Lahori Ahmadi atau Pergerakan Qadiyani Lahor dengan Pergerakan Qadiyani
Internasional. Kita akan mendapati pada sebagian besar pengakuan mereka, perbedaannya baik
dalam hal semantik, sebenarnya tidak ada bedanya.
Dalam hal penasfiran tentang Nabi Isa, umat Muslim pada umumnya meyakini ia akan
turun dari langit dalam wujud kilat. Sedangkan, baik Lahori dan Qadiyani meyakini bahwa
kenabian Nabi Isa sudah terpenuhi dengan kedatangan Mirza Ghulam Ahmad. Mungkin ada
sedikit perbedaan antara keduanya, misalnya dalam hal kedatangan kembali Nabi Isa.
Terkait Mirza Ghulam Ahmad sendiri, umat Muslim menganggapnya murtad, dia
termasuk dari 40 nabi palsu yang diprediksi Nabi Muhammad yang datang sebelum hari akhir.
Sedangkan Lahori menganggap dia sebagai Mujaddid, bukan sebagai nabi dalam pengertian
teknis dan linguistik.
8
Islamic Online University December 30, 1899
9
Islamic Online University December 30, 1899
Kita pun harus menyadari aktivitas mereka dan mampu menjelaskan di mana letak
kesesatan mereka, karena bagi kafir yang awam yang melihat seruan Islam yang umum. Mereka
tidak punya masalah dengan kenabian, karena mereka biasa menyebut Paus sebagai nabi mereka.
Masih banyak orang yang mengaku nabi di dunia Barat. Jadi, gagasan tentang nabi
penutup dan nabi terakhir atau semacamnya bukan persoalan besar bagi mereka. Sehingga saat
mereka melihat misionaris Ahmadi menyeru, mereka menilainya tidak ada bedanya dengan
Islam yang umum. Kita harus menyadari letak kesesatan mereka, mampu menunjukkannya. Dan
langkah terakhir ialah dengan cara logika dengan mengambil dalil dari teks mereka dan
sebagainya.
Ihsan Ilahi Thahir, seorang ulama Pakistan yang dulu belajar di Madinah telah menulis
pemaparan jelas melawan kelompok-kelompok sesat di wilayahnya yang dikuasai Syiah. Dia
menulis perlawanan sengit untuk membantah Syiah. Dalam tulisannya dia mampu mengandalkan
teks mereka dan menjadikannya bukti akan kesesatan mereka.
Dia dibunuh oleh katanya oleh pengikut Syiah yang meletakan bom, saat dia sedang
menyampaikan kuliah. Dia telah dibantai. Akan tetapi, dia berhasil menulis sejumlah buku yang
menguak Syiah. Dia pun menulis perlawanan terhadap Qadiyani. Ulama lainnya pun menulis hal
sama, misalnya Maududi, yang lainnya pun sama.
Ali Hasan Nadwi menulis bantahan untuk Qadiyani juga. Tapi dia menulis bantahan
untuk Baluwi, sebuah buku yang menguak sistim keyakinan Baluwi dan gagasannya yang ditulis
oleh Ihsan Ilahi Thahir. Jadi, itulah usaha untuk memperjelas perbedaanya, dan kalian akan
menemukan banyak Muslim di Pakistan.
Begitu pun di luar Pakistan, ada keluaga muslim yang tumbuh di lingkungan Ahmadi,
yang orang tuanya, misalnya dari sisi ibu Ahmadi, dan dari sisi ayah umat Muslim yang umum.
Saya pernah ditanya oleh sejumlah warga Pakistan apakah boleh menikahi seorang Ahmadi.
Tentunya ini masalah.
Bisakah Muslim Sunni menikahi seorang Ahmadi atau Qadiyani? Bisakah kita
membedakan antara keduanya? Sebenarnya, kita tidak bisa demikian. Sunni Muslim tidak boleh
menikahi seorang Ahmadi. Jadi, persoalan ini harus diperjelas.
Seperti kami tegaskan bahwa tujuan dari penelaaahan sejumlah sekte sesat dan
sebagainya untuk memahami di mana letak kesesatannya dan bagaimana mereka menjadi sesat.
Jika kita memperdalam lagi proses kesesatan mereka, kita bisa memahami bahwa sebagian besar
argumen mereka digunakan untuk membela ajaran keliru Mirza Ghulam Ahmad; bermula dari
penafsiran linguistik Qur'an. Inilah dasarnya.
Contoh yang klasiknya ialah tafsir yang sesat berdasarkan penafsiran linguistik, untuk
penutup nabi. Mereka secara linguistik mengambil kata khatam dan menunjukkan bahwa kata itu
pun bermakna cincin bukan hanya penutup. Lalu, mereka berargumen bahwa Nabi Muhammad
ialah cincin kenabian.
Apa maksudnya? Maksudnya cincin itu memperindah tangan, dengan memakai cincin di
jari. Maka jari kalian akan lebih indah. Dengan cara yang sama Nabi Muhammad sebagai orang
yang memperindah kenabian dan bukan nabi terakhir. Tentunya, argumen ini mudah sekali
10
Islamic Online University December 30, 1899
dibantahkan dengan kebiasaan generasi Muslim terdahulu. Apa kebiasaan generasi Muslim
pertama untuk membantah pengingkaran Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir?
Mereka berasal dari generasi pertama, sepeninggal Nabi Muhammad. Apa yang terjadi?
Terjadi perang dan kemurtadan yang dipimpin oleh nabi laki-laki dan nabi perempuan palsu.
Misalnya Musailama al-Kadzab, dan nabi perempuan Nasajah, lalu Aswad An-Nasi di Selatan.
Mereka diperangi oleh umat Muslim.
Seandainya mereka adalah nabi setelah Nabi Muhammad, maka umat Muslim tidak akan
memerangi mereka. Mereka akan menerima, jika seandainya benar. Tapi, umat Muslim
memerangi mereka dan membunuh mereka dengan dasar keyakinan bahwa pengakuan mereka
itu salah.
Jadi, sejak generasi pertama sudah jelas bahwa penutup nabi secara harfiah memang
diartikan penutup kenabian. Inilah prinsip umumnya, yang kita gunakan untuk melawan mereka
yang menyimpang dari ajaran Islam. Baik dengan berupaya memberikan interpretasi modern
untuk membela praktik ibadah mereka dan sebagainya.
Sedangkan cara yang benar ialah bagaimana ayat atau hadits ini. Bagaimana ayat dan
hadits itu dipahami oleh generasi Muslim pertama yang menerimanya. Jika cara pemahaman
mereka sama dengan cara pemahaman kalian. Maka tidak masalah. Kita menerimanya sebagai
pemahaman umum.
Tapi jika mereka tidak memahaminya seperti itu, tapi dengan cara yang beda. Maka
seharusnya kita memahami sesuai dengan cara pemahaman mereka, karena mereka dalam posisi
yang benar dalam memahami ayat dan hadits dengan benar. Jika muncul persoalan, maka Nabi
Muhammad akan mengklarifikasinya pada mereka, jika mereka salah dalam perkara itu.
Generasi pertama ialah generasi yang diberkahi, itulah sebabnya Nabi Muhammad
berkata: “Generasi terbaik ialah generasiku.” Kita harus sadar dengan sarana kesesatan mereka
dan bagaimana mereka membelanya. Kita pun harus menyadari metodologinya nabi palsu yang
berlangsung secara bertahap.
Inilah sisi kenabian palsu yang akan kita telaah. Misalnya Rasyad Khalifah, yang baru-
baru ini, seseorang yang hidup di era 1980an-1990an, yang akhirnya mengaku sebagai nabi, tapi
dia mengikuti pola yang sama. Dia memulainya sebagai pembela Qur'an, dengan mengaku
bahwa analisis dia tentang Qur'an dalam komputer menunjukkan bahwa ia membuktikan bahwa
Qur'an itu keajaiban matematis.
Masyarakat sangat terkesan dengan gagasan menggunakan komputer. Komputer itu
simbol era baru, bahwa instrumen ilmiah yang baru ini mampu membuktikan bahwa Qur'an itu
kebenaran. Orang-orang banyak mendukung dia, para tokoh memberikan kuliah di Amerika dan
Kanada, Eropa, bahkan akhirnya kembali ke dunia Arab.
Tapi, selang berapa lama setelah penemuannya itu, dia mulai mencuatkan isu itu. Salah
satu isu yang dia ungkit ialah dengan perhitungan matematis, dia mampu mengidentifikasi
tanggal pasti Yaumul Qiyamah. Setelah dia membuat pengakuan itu. Dan bagi kita sudah cukup
mengetahui, sudah ketahuan sesatnya. Mereka pun berpaling darinya.
11
Islamic Online University December 30, 1899
Tapi, ada segelintir orang yang masih terpukau dengan yang katanya keajaiban
matematis, dia mampu menjelaskannya dengan runut dan menarik, menghadirkan banyak dalil
dan Ahmad pun melakukannya, dia menjadi ahli propaganda pengakuannya itu.
Dia menuliskan buku tentang teori itu, tentang keajaiban matematis Qur'an. Dia pun
membesar-besarkan perkataan Rasyad, tapi dengan bahasanya sendiri. Dan bukunya itu
disebarluaskan bahkan ada rekamannya dan sudah tersebar luas.
Sebenarnya, saya menuliskan bantahan yang menentang pengakuan Rasyah Khalifah.
Saya membuat bantahan dengan judul Qur'an is the new miracle miracle, hooks dan heresy.
Yang membuat saya memulai bantahan ini karena salah satu murid saya yang membawa
rekaman, yang memuat pengakuan Ahmad Didat ini, dan membawakan bukunya juga. Itulah
yang membangkitka keraguan di pikiran saya, setelah mendengar rekaman itu.
Dan saya menyadari bahwa mereka menggunakan numerology. Saya meminta murid
saya melakukan riset untuk menghitung semua angka yang pria (Ahmad) ini yakini. Tentang
jumlah huruf alif, ba dan huruf muqata'at lainnya dari setiap surat. Jumlah penyebutan huruf qaf
dalam Surat Qaf yaitu 19 dan dengan itu dia sampai pada keajaiban angka 19.
Dia menunjukkan bahwa basamallah terdiri dari 19 huruf. Itulah salah satu
pengakuannya. Lalu dia menyuguhkan surat lainnya, dan kita akan menelaahnya nanti. Tapi
intinya ialah dia mengumpulkan pengikutnya sendiri, dan dia mulai sesat, secara bertahap. Dia
mengaku tahu hari akhir, lalu katanya ada sejumlah ayat dalam Qur'an yang sebenarnya
diinterpolasi.
Mengapa? Karena jika kamu menjumlahkan ayat-ayatnya, sebenarnya ada sejumlah
angka yang sengaja ditambahkan. Dia mulai mengaku-ngaku bahwa jika kamu mengeluarkan
ayat ini, maka sistim perhitungan saya benar. Jadi, sebenarnya terbukti sudah kalau ayat itu
dipalsukan, ayat palsu.
Kalian tahu mengapa? Semua pengakuannya itu, dan masih banyak lainnya jadi seperti
omong kosong belaka, akhirnya dia mengaku sebagai nabi. Dia akhirnya mengaku sebagai nabi,
tapi secara bertahap. Dan itu adalah metodologi baku digunakan oleh orang-orang sesat. Mereka
tidak muncul dengan kesesatan nyata sejak awal karena itu akan terlalu mencolok. Masyarakat
tidak akan menerimanya, terlalu nyata. Sehingga mereka selalu bertahap, menggiringmu pada
mereka hingga kalian terpikat, secara emosional dan psikologis kepada mereka.
Akhirnya mereka bisa berkata apapun, dan kalian akan ikut mereka. Itulah metodologi
mereka. Termasuk metodologi mereka ialah mereka memisahkanmu dari hadits. Kalian bisa
melihatnya di kelompok mereka. Yang mereka lakukan ialah: "Kita akan mengambil hadits yang
katanya tidak bertentangan dengan Qur'an. Itulah kriteria yang mereka gunakan dalam menerima
atau menolak hadits.
Tentunya, saat hadits berbunyi tidak ada nabi setelahku. Karena hadits mengatakan
demikian: "Akulah nabi terakhir, dan tidak ada nabi setelahku." Mereka berdalih itu bertentangan
dengan Qur'an, karena Qur'an mengatakan beliau adalah utusan terakhir, bukan nabi terakhir.
Jadi, bisa kalian pahami dengan menggunakan prinsip itu. Dia menggiring kita untuk
menjauhi hadits yang membuktikan bahwa dia itu nabi palsu. Jadi, itulah metodologi yang baku
yang digunakan oleh kelompok sesat, dengan mencoba menggugrkan hadits.
12
Islamic Online University December 30, 1899
Ada Pergerakan besar di masa ini yang juga menggugurkan hadits sekaligus, yaitu
kelompok Parpesi di Pakistan yang juga mengaku bahwa mereka hanya mengikuti Qur'an saja.
Hadits itu hanya seperti penemuan, seperti pengakuannya kaum Orientalis Barat.
Mereka mencoba memutuskan umat Muslim dari hadits. Dan mereka memang berhasil
dalam menggalakkan ide itu yang telah diserap oleh sejumlah Pergerakan Muslim. Makanya kita
harus memahami trend yang ada, tentang keseragaman dari trend dalam berbagai sekte dan
kultus sesat yang telah muncul, yang sedang bermunculan dan akan terus bermunculan hingga
hari akhir.
Kami menjelaskan setelah itu, bahwa Ahmadi mengaku, atau Qadiyani mengaku bahwa
mereka dengan Islam itu, sama halnya dengan Nabi Isa dengan Yahudi. Seperti halnya Nasrani
sebagai perluasan dari Yahudi seperti yang mereka persepsi bahwa Qadiyani pun perluasan dari
Islam, yang memiliki akar yang sama, mengikuti dasar ajaran sama.
Tapi, ia merupakan penafsiran yang baru yang menyeru mereka pada masa tersebut.
Catatan penting lainnya terkait Pergerakan ini yaitu sama halnya dengan Pergerakan lainnya,
kalian akan mendapati mereka tercerai berai. Biasanya perpecahan mereka muncul setelah
penggantian pemimpin.
Coba kita lihat Bahais, dan perpecahan utama yang terjadi di Bahais. Yang membedakan
mereka dari Babis ialah perpecahan antara dua saudara tiri yang memperebutkan kursi penerus
Bab, yang dinilai sebagai pendiri Bahaisme dan pemikiran mereka.
Lalu, perpecahan dalam Syiah yang pecah menjadi Ismaili, Zaidi dan pecahan setelahnya
dari ajaran dasar. Pemikiran mereka terpecah lalu membentuk kelompok baru. Inilah fenomena
umum di kalangan kelompok kultus.
Inilah pentingnya bagi kita untuk memahami trend, agar kita mampu melihat keberadaan
mereka jika ada di wilayah kita. Karena ada kemungkinan orang lain muncul membuat
pengakuan serupa. Lalu mengumpulkan pengikut di sekitar mereka untuk ikut sesat tidak jauh
berbeda.
Ada sejumlah orang yang masih bertahan hingga sekarang, ada juga yang muncul di abad
ke 21. Di Sudan, ada Muhammad Ahmad yang memimpin kelompok perlawanan kolonialisme.
Tapi, di saat yang sama dia pun telah sesat, karena dia mengaku Nabi Muhammad sering
mendatanginya dalam keadaan terjaga.
Saat dia meriwayatkan hadits, dia akan berkata seperti halnya perkataan ulama dan para
sahabah: "Nabi Muhammad memberitahuku seperti ini, ..seperti halnya para perawi dan para
sahabah.” Jadi, "Nabi Muhammad mengabarkan," lalu dia langsung meriwayatkan hadits.
Tentunya mereka juga terpengaruh Sufi dan lain sebagainya.
Tapi, dialah orang yang mengaku nabi, dan para pengikutnya juga menganggap dia
sebagai Mahdi. Itulah sebabnya mereka menyebut dia Mahdi Sudan. Dia bukan orang pertama
yang mengaku sebagai Mahdi.
Sekali lagi, makanya kita harus menyadari pengakuan seperti ini dan bagaimana
pengakuan itu berkembang. Agar kita mampu memahami trend ini dan mampu menghentikannya
dari merusak umat kita dan sebagainya. Kita akan berhenti di sini.
13
Islamic Online University December 30, 1899
Insya Allah, silakan jika ada yang ingin bertanya terkait Pergerakan Ahmadi atau bisa
disebut juga Pergerakan Qadiyani, menurut kami lebih tepatnya Qadiyanisme. Meskipun mereka
tidak menyukai sebutan Ahmadi atau Ahmadisme. Karena Ahmadisme itu diambil dari Ahmad,
yaitu nama yang disebutkan dalam Qur'an, sebagai nama lain dari Nabi Muhammad.
Sedangkan dengan menggunakan Ahmad, Ahmadisme seolah-olah memberikan
legitimasi pada Pergerakan ini. Jadi, lebih baik menyebutnya Qadiyani yang mengikuti Ghulam
Ahmad. Mirza Ghulam Ahmad berasal dari Qadiyan, yang kemudian pecah menjadi dua
kelompok yaitu Qadiyani dengan ajaran asli dan kelompok dengan ajaran baru yaitu Lahori
Qadiyani.
Tentunya, kita tidak perlu meragukan bahwa mereka telah meninggalkan Islam. Bahwa
Muslim tidak boleh menikahi mereka, kecuali mereka memeluk Islam yang sebenarnya. Apa ada
pertanyaan?
Ada pertanyaan dari ikhwan tentang perbedaan antara nabi dan rasul, yaitu rasul
dipahami sebagai orang yang menerima wahyu ilahi dalam wujud kitab suci dan diperintahkan
untuk menyampaikannya.
Sedangkan seorang nabi juga menerima wahyu ilahi, yang Allah komunikasikan
dengannya, bisa melalui Jibril atau secara langsung. Tapi ia tidak menerima kitab suci. Mungkin
ia hanya melanjutkan kitab suci yang sudah ada, misalnya Nabi Harun dengan Nabi Musa. Nabi
Musa ialah nabi yang menerima wahyu. Musa menerima langsung wahyu dari Allah. Tapi Nabi
Harun tidak menerima wahyu yang baru, yang artinya akan bersaing dengan Nabi Musa.
Jadi perbedaan antara keduanya lebih ke perbedaan dalam bahasa Inggris. Nabi
menyiratkan wahyu dan kabar dari Allah dan itulah kedudukan yang paling tinggi. Sedangkan
rasulullah, rasul itu tidak memiliki bobot yang sama. Kamu bisa mengutus utusan dan siapapun
bisa jadi utusan.
Jadi pengertian yang menjelaskan bahwa setiap nabi itu rasul (utusan), tapi tidak semua
rasul itu nabi, begitu pun sebaliknya. Jadi rasul itu lebih rendah daripada nabi. Ada pertanyaan
lain? Baiklah. Kita sudahi di sini. Dan kita lanjut pada kelas Fiqih setelah shalat Isya.
14