0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan12 halaman

Penyangkalan Hadits dalam Pergerakan Rasyadiah

Dokumen ini membahas tentang berbagai pergerakan dan sekte yang muncul di Amerika yang awalnya berakar dari Islam namun kemudian menyimpang, seperti kelompok Rasyadiah yang menolak hadits. Penyangkalan terhadap hadits ini sering kali didasarkan pada argumen ilmiah dan kritik terhadap keotentikan sumber hadits, yang dipengaruhi oleh pemikiran Orientalis. Selain itu, terdapat juga tokoh-tokoh modernis yang mencoba menafsirkan ulang ajaran Islam sesuai dengan nalar dan pandangan Barat.

Diunggah oleh

febriyani22297
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan12 halaman

Penyangkalan Hadits dalam Pergerakan Rasyadiah

Dokumen ini membahas tentang berbagai pergerakan dan sekte yang muncul di Amerika yang awalnya berakar dari Islam namun kemudian menyimpang, seperti kelompok Rasyadiah yang menolak hadits. Penyangkalan terhadap hadits ini sering kali didasarkan pada argumen ilmiah dan kritik terhadap keotentikan sumber hadits, yang dipengaruhi oleh pemikiran Orientalis. Selain itu, terdapat juga tokoh-tokoh modernis yang mencoba menafsirkan ulang ajaran Islam sesuai dengan nalar dan pandangan Barat.

Diunggah oleh

febriyani22297
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Islamic Online University December 30, 1899

Pada sesi ini kita akan membahas kultus atau kelompok lain atau Pergerakan yang
berkembang di Amerika, yang pada awalnya berupa Pergerakan Muslim, lalu menyimpang jadi
Pergerakan lain.
Dalam kasus sekte Ilajah, yang kita bahas di sesi sebelumnya. Pada periode itu, kita
melihatnya bukan sebagai Pergerakan yang Islami. Melainkan ia mengambil ajaran Ahmadi yang
sudah keluar dari ajaran Islam dan mencampurnya dengan ajaran lain, berasal dari Nasrani dan
agama lainnya, untuk menciptakan pada akhirnya satu agama baru. Kemudian, Pergerakan itu
dibawa, atau sebagian dari Pergerakan itu diarahkan dalam ajaran Islam, hingga akhirnya punya
akarnya sendiri.
Kali ini, kita akan membahas Pergerakan Raysadiah, satu kelompok yang dipimpin
seseorang, yang awalnya dalam batasan Islam, lalu akhirnya keluar dari ikatan Islam. Sebelum
kita membahas kelompok Rasyidah ini, sebenarnya kelompok ini termasuk dalam golongan
penyimpangan yang umum yang kita sebut penyangkalan hadits. Sebutan lainnya yaitu
kelompok yang menolak hadits, para penolak hadits atau munkar al-ahadits.
Dan salah satu tokoh utamanya di abad ke 20 dalam memperkenalkan mazhab itu atau
kultus atau jalan itu ialah seorang tokoh bernama Ghulam Ahmad Parafes dari Pakistan. Dia lahir
di 1903 dan wafat di tahun 1986. Ia menyajikan Sayap para penyangkal hadits.
Ada satu sayap yang merupakan produk dari Orientalisme Barat yang berupaya untuk
mendiskreditkan Islam. Mereka mengkaji studi-studi hadits. Karena menyerang Qur'an itu sulit.
Qur'an itu teks yang universal yang bersifat sama di seluruh dunia, sehingga sulit menyerangnya,
itulah mereka tidak pernah mencobanya.
Tapi hadits lebih mudah, dalam arti karena ada hadits lemah dan ada hadits shahih, hadits
palsu dan sebagainya. Sehingga umat Muslim telah menerima pemikiran bahwa tidak semua
hadits itu otentik. Jadi, ini menunjukkan ada celah pada hadits sebagai ajaran mendasar Islam
kedua bisa diserang.
Pendekatan mendasar mereka ialah bahwa hadits itu perkataan Nabi Muhammad yang
disebarluaskan secara lisan selama 200 tahun lamanya, sebelum Imam Bukhari dan yang lainnya
menyusunnya dalam bentuk teks. Selama kurun waktu 200 tahun itu, yaitu 3 generasi teks yang
disebarluaskan secara lisan bisa didistorsi dengan mudah.
Bisakah kita mempercayai materi yang dikabarkan oleh seseorang yang terus diceritakan
lagi, dan dikisahkan lagi? Bisakah kita meyakini materi itu akurat? Ataukah ada elemen
keraguan di dalamnya? Inilah pendekatan awal mereka. Bahwa penyebaran lisan itu tidak dapat
dipercaya.
Yang kedua, kemudian mereka berargumen bahwa banyak perubahan yang terjadi di
dunia Muslim yaitu generasi Khulafaur Rasyidin, kita sudah mengetahuinya, pertikaian antara
Ali dan Muawiyah, Ali dengan Aisyah, lalu Ustman yang dibunuh. Lalu huru hara di daulah
Umayyah, kemunculan Khawarij, kemunculan Syiah, kemunculan kelompok lainnya, dan
sebagainya. Jadi masyarakat menemukan hadits untuk membela mazhab mereka Tentunya, ada
hadits seperti itu.
Ada hadits seperti itu. Tapi, mereka menggunakan fenomena itu untuk mendiskreditkan
hadits secara keseluruhan. Jadi, hadits itu hadits yang tak bisa dipercaya. Intinya itulah

1
Islamic Online University December 30, 1899

pendekatan kaum Orientalis Barat terutama di abad ke 19, abad ke 18-19. Para pemimpin
Pergerakan itu ialah Orientalis Jerman seperti Gultzier dan yang lainnya.
Intinya mereka menyangkal keotentikan sumber literatur hadits secara keseluruhan. Ada
sebagian muslim yang menerima argumen ini atau terpengaruh oleh argumen ini, yang kemudian
telah mengungkapkan argumen yang sama. Sebenarnya, tidak sebanyak itu. Salah satu yang
terbaru, jika kalian mencarinya di internet, ada seseorang bernama Akbar Ali Mahar Ali.
Sebenarnya ia adalah pengikut Pergerakan Agakhan, nama pendirinya Agkhani Ismaili yang
merupakan kelompok sesat. Dia keluar dari kelompok itu, menyerang mereka dengan menulis
dua buku hebat untuk menguak keyakinan dan kebiasaan mereka.
Kemudian dia mengaku memeluk Islam Sunni, menulis beberapa buku hebat yang
membantah Nasrani, injil dan sebagainya. Kemudian, berikutnya yang kami dengar dia belajar
untuk menyerang hadits, hingga akhirnya dia menjadi penyerang hadits hebat baru-baru ini. Dia
menyerang semua hadits, menyangkal mereka seluruhnya. Ada sosok seperti itu yang hadir di
berbagai masyarakat Muslim yang pada dasarnya memegang posisi demikian.
Lalu, ada kelompok lainnya yang menyangkal hadits, tapi mereka tidak melakukannya
secara total. Pernyataan mereka ialah karena kami menerima bahwa memang ada hadits palsu
dan hadits lemah, dan sebagainya, yang terpengaruh oleh adanya Pergerakan dan sebagainya.
Oleh sebab itu, kami harus menganalisa hadits secara nalar. Kami harus menggunakan
nalar kami untuk menentukan hadits mana yang bisa diterima dan mana yang tidak. Jadi, mereka
meletakan prinsip mereka sendiri untuk menentukan hadits yang bisa diterima dan mana yang
tidak. Kita jeda adzan dulu.
Kita mulai pembahasan dengan bahasan fenomena kemunculan para penyangkal hadits.
Sebagai pengantarnya kita mulai dengan pembahasan tentang Rasyidiah atau Rasyadisme. Yaitu
satu kelompok modern yang muncul di Amerika yang pengikutnya tersebar di seluruh dunia.
Memang jumlahnya tidak begitu besar, tapi mereka akfif di internet. Itulah sebabnya kita harus
mempelajari mereka.
Ada pula sejumlah studi kasus dalam penyimpangan. Mengenai dasar yang baku dalam
penyimpangan mereka. Bisa dikatakan banyak yang jadi menyimpang. Kita mulai pembahasan
tentang dua kelompok, yang kami golongkan sebagai penyangkal hadits. Kaum Orientalis
menyangkal hadits secara keseluruhan dan mereka menyangkalnya atas dasar yang katanya dasar
ilmiah, karena materi dengan penyebaran secara lisan tidak bisa dipercaya. Dan fenomena
berbagai perpecahan di kalangan umat Muslim yang mengarah pada pemalsuan hadits yang
mendukung perpecahan yang bermunculan.
Itu satu sisi. Kami menjelaskan bahwa segelintir Muslim mengikuti mereka dan
menyerang hadits secara total, dengan cara demikian. Tapi, kemudian ada kelompok lain yang
pada dasarnya modernis yang intinya meyakinkan bahwa penting bagi kita untuk mengadopsi
gaya hidup Barat agar Muslim bisa maju.
Dan apapun yang ada di Islam yang bisa dipertanyakan dari sudut pandang Barat, mereka
ingin menghilangkannya atau membuatnya jadi berterima dalam persoalan itu. Saat kita
membahas ini, kita akan menelaah Pergerakan Muhammad Abduh dari Mesir, yang menjadi

2
Islamic Online University December 30, 1899

Syaikh al-Azhar yang menyerang pendekatan Modernis, yang menafsirkan teks dari Qur'an dan
Sunnah dan sebagainya.
Ada pula tokoh lain yang lebih jauh seperti Syaikh Ahmad Khan yaitu pendiri
Universitas Aligar, universitas Muslim ternama dan pertama di India. Tapi, kenyataannya ia
menjadi markas komunisme, yang dikendalikan oleh komunis. Memang ada Muslim, tapi
mereka menjadi komunis. Bahkan hingga saat ini kualitas pendidikan Islam di sana sangat
rendah tidak sesuai dengan standar pendidikan Islam internasional. Itulah Nim. Dan
pendekatannya itu melibatkan penyangkalan banyak hadits yang bertentangan apa yang dia
anggap benar menurut nalar.
Tahu Husain dari Mesir juga menggalakkan ide ini. Lalu ada sosok lain dari Turki, Ziad
Kog. Dia pun termasuk orang yang menyerukan penyangkalan hadits yang bertentangan dengan
nalar. Sebagian dari mereka mensyaratkan jika hadits itu bertentangan dengan norma atau tidak
bisa diterima, baik secara nalar atau dalam satu sisi atau yang lainnya menyebarkan informasi
yang lemah atau negatif tentang Rasulullah, para sahabahnya atau istri-istrinya, maka mereka
menolak hadits seperti itu.
Pergerakan itu, Saud Sayid dan sahabahnya yaitu Mufi Syirag Ali, sebenarnya mereka
pendiri kelompok Quranik di India, mereka menyebutnya sebagai kelompok Qur'anik. Mereka
menolak semua hadits yang bertentangan dengan tujuan sekte mereka. Mereka menggunakan
nalar mereka untuk mengotentikan atau untuk menyatakan itu hadits lemah atau hadits palsu.
Sebenarnya mereka mengenalkan ide bahwa hadits itu tidak bisa dijadikan dalil hukum
yang kuat untuk masa sekarang, di zaman kita. Memang tidak masalah di masa itu, tapi di masa
kita, hadits tidak cukup memadai sebagai dalil hukum, baik untuk melarang atau
memperbolehkan. Jadi, mereka menghalalkan bunga.
Muhammad Abduh pun melakukan hal yang sama di Mesir. Mereka menyangkal
malaikat, jin dan semua makhluk gaib. Mereka terpecah dengan cara tersendiri. Itulah sebagian
dari pengingkaran umum atau isu-isu umum yang jadi fokus mereka.
Yang umum dipakai di kalangan Modernis, yaitu mereka menggunakan hadits tentang
lalat. Rasulullah bersabda: Jika lalat jatuh di minumanmu, maka benamkanlah lalatnya, lalu
keluarkan dan minumlah.” Karena dalam satu sayap itu penyakit dan di sayap satunya lagi
penawarnya. Menurut ilmu modern tidak ada obat dalam lalat, yang diketahui lalat itu sumber
penyakit. Jadi, hadits ini tidak bisa diterima.
Moris Bukaim yaitu seorang mualaf asal Perancis menulis tentang perkara itu. Dalam
bukunya berjudul Qur'an and Bible Modern Science, dalam bagian terakhir bukunya, setelah dia
membuktikan bahwa Qur'an itu berasal dari tuhan, karena adanya bukti ilmu modern dan
penemuan ilmiah. Lalu di akhir bukunya dia memaparkan argumennya untuk menyerang hadits.
Bahwa hadits itu tidak bisa dipercaya seperti halnya Qur'an. Karena hadits tentang lalat itu tidak
masuk akal.
Dia menggunakan juga hadits tentang matahari, yaitu tentang Rasul yang bertanya pada
sahabah: “Tahukah kalian bahwa matahari pergi saat ia tenggelam?” Dan para sahabah
menjawab:”hanya Allah dan rasul-Nya yang tahu.” Rasul berkata: “matahari pergi untuk
bersujud di bawah singasana Allah dan tetap di sana hingga Allah mengizinkannya kembali.”

3
Islamic Online University December 30, 1899

Dia berdalih: "Memangnya siapa yang tahu matahari pergi, karena bumi berputar, maka
kamu melihat matahari tenggelam, pastinya ini hadits palsu." Hadits itu tidak bisa dinisbatkan ke
Rasulullah. Ini salah satu hadits yang sering mereka kutip sebagai sarana untuk menyerang
hadits.
Ada hadits lainnya yang mereka gunakan, dan dua hadits itu yang paling terkenal. Ada
tokoh lainnya, seperti Cakra Lui, dan tokoh lainnya yang dipanggil Parwez, keduanya hidup di
abad ke 10. Keduanya membentuk kelompok berbasis Qur'an, yang hanya percaya pada Qur'an,
mereka pun mengingkari dan menyerang hadits.
Parwez menjadi sorotan karena fakta karena dia mampu muncul saat pendirian negara
Pakistan dan dia menjadi penasihat Muhammad Ali Jinah, pendiri Pakistan; pemimpin pertama
Pakistan. Di samping jabatannya itu, dia pun menjadi anggota Komisi Hukum yang
memberlakukan sistim perundang-undangan di Pakistan. Karena dia menentang misalnya
pembagian harta warisan yang tidak rata antara pria dan wanita. Menurut dia mereka harus
diperlakukan sama, jadi dia mengenalkan keadilan itu.
Dia pun menjadi ketua Qur'an Education Society di Pakistan dan direktur Pusat Studi
Qur'an. Dari jabatannya itu, dia mampu menulis sejumlah buku yang sangat berpengaruh yang
intinya memperkenalkan pendekatan jenis Qur'ani. Dia pun mendirikan kelompok Tulu'i Islam
atau Dawn Islam.
Jika kalian selancar di internet, buka Google dan ketik kata Tulu'i Islam. Maka kalian
akan mendpatkan seluruh argumen dan presentasi mereka. Dia punya frase yang biasa dia
ucapkan. “Jika tidak sejalan dengan Qur'an atau dengan kemuliaan Rasulullah atau kemanusiaan,
maka hadits itu harus diingkari.” Itulah frasenya. Jika hadits itu tidak sejalan dengan Qur'an
dengan kemuliaan Qur'an atau dengan kemuliaan Rasulullah.
Jadi, apa yang tidak sesuai dengan kemuliaan Rasulullah yaitu dia menikahi gadis 9
tahun, 7 tahun, dan tinggal bersamanya di usia 9. Hadits itu ditolak. Bisa kalian dapati di
kalangan penulis Modernis mencoba menambahkan dua pasal tambahan yang mencoba
membuktikan bahwa Aisyah berusia 19 tahun saat dinikahi Rasul bukan 9 tahun.
Ada hadits dalam Bukhari yang menyatakan 9 tahun. Tapi, bagi mereka itu tak bisa
diterima, karena di Barat konsep seorang pria menikahi gadis 7 tahun dan tinggal bersama di usia
9, maka pernikahan ini dianggap pedofilia. Mereka menyangkalnya.
Kalian pun akan mendapati bahwa mereka pun menyangkal kedatangan Nabi Isa, karena
Ahmad Agkhani pun menyatakan dalam tafsirnya. Dia menyatakan bahwa Nabi Isa telah wafat
di Bumi. Ia tidak akan datang lagi. Sembilan tahun setelah dia menulis itu dalam Tafsir Qur'an
Majid.
Sembilan tahun setelahnya, Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Qadiyani, dia mengulangi
pernyataan itu dan kemudian dia mengaku sebagai al-Masih, dia-lah Isa yang akan datang lagi ke
bumi. Diantara pengakuan mereka, mereka pun menyangkal kemunculan Dajjal. Mereka pun
menyangkal kedatangan Imam Mahdi.
Sebenarnya ada pula kelompok yang memperkenalkan gagasan bahwa pikiran manusia
menentukan mana yang benar dan salah. Dan itu sebenarnya pemikiran kuno yang diyakini oleh

4
Islamic Online University December 30, 1899

salah satu kelompok filsafat sesat terdahulu yang dikenal sebagai Mu'tazilah. Dulu itu argumen
mereka.
Mereka pun berargumen bahwa Qur'an itu diciptakan. Itu pun termasuk argumen mereka.
Seperti kami jelaskan sebelumnya, kita hanya akan membahas pendahuluan ini. Mengapa?
Karena kelompok yang akan kita telaah dalam bagian ini yaitu kelompok Rasyidah. Karena
itulah salah satu pondasi Pergerakan mereka bahwa hadits itu tidak bisa dipercaya.
Sebenarnya mereka termasuk pada sayap yang ekstrim yang mengingkari hadits secara
keseluruhan. Kecuali mereka menemukan hadits yang sejalan dengan apa yang ingin mereka
sampaikan. Itulah sebabnya, ada kontradiksi dalam metodologi mereka. Dan kalian akan
memahaminya.
Pendiri Rasyidiah, Rasyad Khafilah lahir di tahun 1935, di desa kecil di Mesir. Ayahnya
ialah Syaikh dari Ordo Syadili, Ordo Sufi. Rasyad belajar di Mesir, lalu pergi ke U.S.A di tahun
1959 dan menyelesaikan gelar doktor di bidang kimia dari Universitas California di awal tahun
1960an. Dia menetap di Tusond, Arizona dan menjadi warga USA.
Di pertengahan 1970an dia diutus oleh United Nation Agriculture Advisor ke Lybia dari
tahun 1980 hingga tahun 1986 dia bertugas sebagai penasihat kimia di bidang penanganan hama,
di Arizona Commission Agruculture Multiculture. Khalif mulai penafsiran Qur'annya, dengan
metode Mathematical Numerical Code dari tahun 1968. Dari sinilah pengakuan terbesarnya
dimulai.
Dia mendekati Qur'an dari sudut pandang Matematis, seperti yang dia nyatakan. Dia
menerbitkan buku di 1973, dan melalui studinya, dia menerbitkan buku di tahun 1973 yang
disebut Miracle of the Qur'an, Significance of the Mysterious Alfhabet Al-huruf at-Ta'at; alif lam
mim, shad, qaf, alif lam ra.
Akibat dari karyanya itu, ceramah dan kuliah yang dia sampaikan tentang komposisi
matematis dalam Qur'an, dia menjadi terkenal di masyarakat Muslim di US dan di English
Moslem Community di dunia Muslim. Dia juga telah menerjemahkan karya dalam bahasa Arab,
dan mulai tersebar di dunia Arab menjelang pertengahan 1970an.
Akan tetapi, para ulama Arab mulai keberatan sejak awal. Tapi, kebanyakan keberatan
mereka tidak sampai pada media bahasa Inggris atau English Moslem Community di Amerika.
Walaupun demikian, yang dia akui perlu pembuktian yaitu angka 19 ialah dasar dari Miracelous
Numerical Code of Qur'an. Angka 19 ini, dia akui sebagai perwakilan dari huruf yang ditemukan
dalam basmallah, bismillahirrahmanirrahim yang katanya terdiri dari 19 huruf.
Ada ayat dalam surat Al-Mudassir, di akhir Qur'an alaiha tis'ata asyir yang jumlah
hurufnya 19. Jadi, seluruh Qur'an itu seperti kunci, seluruh isi Qur'an berisikan angka 19.
Kemudian dia menemukan perhitungan, jika kamu menjumlahkan huruf qaf dalam Surat Qaf dia
mampu menjumlahkan 1919.
Kemudian dia melanjutkan ke berbagai surat, dan dia membuat pengakuan ini untuk
semua surat dari Surat al-Baqarah, tentunya Surat Qaf itu mudah untuk dihitung memang kalau
dijumlah jadi 1919. Tapi saat dia meneruskan ke Surat Al-Baqarah, dia menyatakan bahwa
jumlah alif dalam Surat al-Baqarah, jumlahnya 1919, sedangkan jumlah lam, lalu jumlah mim.
Kebanyakan orang menerima begitu saja perkataan dia.

5
Islamic Online University December 30, 1899

Surat Qaf masih mudah, jika kamu memeriksa terus menghitungnya. Maka kamu
menerimanya. Jadi, itu penemuan besar. Moslem Community menyukainya karena artinya
menginjak zaman modern. Dan ternyata komputer bisa membuktikan bahwa Qur'an ialah
mukjizat dari Allah, karena tiada satu manusia pun yang bisa melakukan perhitungan ini, bisa
melalui buku, dan setiap kali melihatnya terus terlihat angka 19 dan 1919. Dia terus menghitung
Surat ini dan Surat itu, hingga seluruh isi Qur'an, demi angka 19.
Kemudian dia menerbitkan buku di tahun 1981. Sebenarnya di akhir 1970an, dia
bepergian ke seluruh AS diundang oleh Moslem Student Association dan diundang di mana-
mana. Dia pun mengunjungi Canada, dan UK, untuk memberikan kuliah ini dan mereka
menertawakannya.
Ahmad Didat membuat rangkuman dari semua presentasi Rasyad Khalifah. Dia
membuatnya dalam satu buku dan membuat rekaman videonya juga tentang presentasi dia bahwa
Qur'an itu Miracle New Miracle. Dia kemudian menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia. Di
tahun 1981, karena ini adalah kelompok sesat, yang seperti biasanya. Mereka awalnya pembela
Islam. Sama halnya dengan Mirza Ghulam Ahmad, Qadiyani, pola yang sama pun terulang lagi.
Tulisan-tulisan awalnya berisikan pembelaan terhadap Islam dari tulisan misionaris dan
sebagainya. Tulisan dia memang tidak membela Islam dari tulisan misionaris. Tapi, dia ingin
membuktikan, dia menegaskan: "Kami akan mencari bukti tanpa ada sedikit keraguan bahwa
Qur'an sepenuhnya berasal dari Allah."
Di tahun 1981, dia menulis buku yang berjudul The Computer Speaks God's Message to
the World. Dalam bukunya ini, dia menyuguhkan pengakuannya yang disebutkan di halaman 1,
bahwa ia berwujud fisik dan bisa disentuh, tidak cacat dan dalil yang tak terbantahkan bagi 1:
keberadaan Tuhan. Ke-2: Suatu risalah Tuhan bagi kalian dan 3: Kepastian tanggal berakhirnya
dunia yaitu di tahun 2280, dia menyebutkan tahun 2080 dunia akan berakhir atau Hari Yaumul
Qiyamah.
Saat buku itu diluncurkan, dan tentunya buku itu ditulis dalam komputer Hulad Packed
HP 1.000 Series. Awalnya tampak seperti bukti yang tak terbantahkan, karena dia mengambil
teks Qur'an dalam bahasa Arab. Lalu dia menunjukkan semua angka itu. Lalu dia menunjukkan
ayat-ayat, lalu menandai ayat-ayat di mana dia menemukan huruf-huruf itu dengan menunjukkan
angka-angkanya dalam margin, lalu menjumlahkan seluruhnya. Tampaknya dia menyediakan
bukti yang tak terbantahkan.
Lalu dia menerbitkan terjemahan Qur'an dalam bahasa Inggris yang pertama, yang dia
akui oleh penutur asli bahasa Arab yang berjudul Qur'an the Final Scripture. Intinya ialah ketika
dia membuat presentasi ini, poin yang ketiga ini mengalihkan semua Muslim yang tidak punya
latar belakang keilmuwan agama. Ia mampu memprediksi perhitungan angka, tanggal pasti
Yaumul Qiyamah.
Saat Rasulullah ditanya: "Kapan hari kiamat terjadi?" Beliau menjawab: "Orang yang
ditanya tidak lebih tahu dari orang yang bertanya." Jadi, Rasyad Khalifah lebih tahu, karena dia
tahu tanggal pastinya. Setelah setiap Muslim terpelajar yang berpikir mendengar teorinya, cukup
baginya untuk menyimpulkan Rasyad itu sesat.

6
Islamic Online University December 30, 1899

Tapi, tentunya setelah dia dapat mempengaruhi banyak orang di luar sana, sebagian yang
membaca bukunya mampu melihat garis besarnya. Banyak sekali gagasan, bukti-bukti yang tak
terbantahkan dan semacamnya. Jika dia benar-benar bergantung padanya, maka orang ini sesat.
Tapi, dia terus ke sana kemari memperkenalkan idenya. Makanya, kalian akan tahu
kesesatannya.
Tahun berikutnya, yaitu 1982, bertepatan dengan penerbitan karyanya berjudul The
Qur'an: Visual Presentation of the Miracle yaitu terjemahan disertai teks yang ditandai. Di tahun
berikutnya, tahun 1983 atau di tahun yang sama, dia menulis buku yang menyerang Sunnah yang
berjudul: Qur'an, Hadits and Islam. Di dalamnya, dia mengaku bahwa seluruh dunia Muslim
jatuh pada penyembahan berhala, dengan mengikuti dan mentaati Sunnah Nabi Muhammad.
Dia mengklaim hadits yang sah ialah Qur'an itu sendiri. Dia menyerang hadits secara
keseluruhan, misalnya dia menyatakan: mengucapkan allahumma shalli ala muhammad dalam
shalat itu syirik. Menyebutkan nama selain nama Allah dalam shalat itu syirik. Jadi, semua
Muslimm yang mengucapkan tahiyatulillah dan mengucapkan Allahumma shalli ala
muhammad, nyatanya mereka telah berbuat syirik. Darimana asal bacaan itu? Dari hadits. Semua
hadits itu palsu.
Kemudian dia menyentuh penghapusan pakaian tertutup bagi wanita, dan pemisahan pria
dan wanita. Di kuilnya, di Masjid Tusond, namun kita menyebutnya Kuil Tucson, di Arizona.
Para pengikutnya biasa shalat berdampingan, biasanya campur, pria di samping wanita. Wanita
memakai rok mini, atau pakaian apapun, dengan lengan pendek. Saat dia berkeliling untuk
memberikan kuliah, strinya biasa memimpin shalat. Inilah akar kesesatannya.
Kemudian 3 tahun berikutnya, di tahun 1985, seiring mencuatnya oposisi yang melawan
klaimnya, sekarang umat Muslim berpaling darinya. Ahmad Didat membatalkan buku itu dari
seri-nya, berhenti menyebarkan rekamannya. Dia pun berbalik menyerang Rasyad Khalifah, tapi
dia tidak menyatakan permintaan maaf, karena telah memperkenalkan ide Rasyad yang salah.
Dia hanya menghentikan peredaran, dan membatalkan dari daftarnya, lalu menyerang dia
sebagai orang sesat atas temuannya tentang Qur'an.
Tapi, meskipun dia memutus peredaran buku itu dari sumbernya di Afrika Selatan, buku
itu sudah dicetak ulang sekitar ratusan ribu kopi di seluruh dunia. Karena sulit menghentikan
bola salju, karena bukunya gratis. Karena gratis, maka siapapun bisa mencetak ulang.
Mereka pun mencetak ulang di Pakistan, di negara-negara berbahasa Inggris seperti
Malaysia, di Bangladesh, di India. Sehingga pemikiran dia tetap tersebar, terus tersebar.
Meskipun Ahmad Didat sendiri sudah menghentikannya, tapi bukunya sudah terlanjur menjadi
media paling terkenal untuk memperkenalkan idea ini.
Karena serangan terhadapnya mulai gencar, banyak orang yang sekarang ini mencari
kesalahan dalam buku itu. Sebenarnya ada satu buku dalam bahasa Inggris yang menangkis
seluruh teorinya dan disusun secara sistematis yang berjudul The Qur'an Do Miracle Miracle
Hooks and Heresy. Sekarang bukti kesalahan perhitungannya sudah terkuak.
Bukan hanya itu, sebenarnya dia sendiri mengubah Qur'an itu sendiri. Dalam teks yang
saya tunjukkan, karena kita melakukan studi pustaka yang dilakukan oleh saya sendiri dan 10
siswa sarjana saya di Riyadh. Saya memperhitungkannya, menelaah perhitungan mereka secara

7
Islamic Online University December 30, 1899

komputerisasi untuk memeriksa seberapa otentik pernyataannya itu. Mereka menemukan


ketidakajegan.
Intinya, saat kami menelaah teorinya itu. Surat an-Nun, Surat Nun, apa ya Surat An-Nun?
Ya, Surat Kalam. Surat ini diawali dengan nun. Jika kalian menghitung jumlah total huruf nun
dalam Surat itu, jumlahnya kurang dari 1919. Jadi, apa yang dia perbuat, huruf nun yang ada di
awal Surat, dia tuliskan menjadi nun wawu nun, seperti dia membaca nama huruf nun dalam
bahasa Arab.
Dia meyakinkan bahwa penulisan kata ini memiliki satu huruf nun. Ini baru dinyatakan
kemudian di naskah terdahulu yang dituliskan nun wawu nun. Inilah klaimnya. Tentunya kamu
bisa memproduksi naskah awal untuk mendukung klaim itu. Tapi ini klaim pendukung ini. Dia
sengaja melakukannya untuk mendapatkan jumlah itu, karena sebenarnya dia mengubah teks
Qur'an.
Di Surat lainnya pun, yang ada huruf sin, pada kata basthatan dengan ada tulisan shad di
atasnya, than.., dia mempermainkan sa dan shad, terkadang dia menghitung huruf tambahan itu,
terkadang dia tidak menghitungnya demi jumlah ganda. Di sanalah ketidakajegannya.
Saat keganjilan itu bermunculan. Salah satu kesalahan terbesar yang muncul dalam
penjumlahannya yaitu dalam Surat Taubah, kesalahannya sangat jelas. Yang harus ia lakukan
ialah dia mengaku bahwa dua ayat terakhir dalam Surat Taubah bukan bagian Qur'an. Dia
membuat pernyataan itu di tahun 1985.
Dia menemukan hadits dalam Shahih Bukhari yang menyebutkan Zaid Ibnu Tsabit. Saat
ia mencoba mengumpulkan mushaf Qur'an, dia menyatakan bahwa Zaid hanya menemukan 2
ayat ini, dua ayat terakhir dari Surat Taubah. Ia dan sebagian sahabah (yang disebutkan
namanya) yang hanya menemukan dua ayat ini.
Rasyad Khalifah menilai bahwa hadits itu bertentangan dengan prinsip menemukannya
dalam bentuk tertulis, menghafalkannya untuk dikonfirmasi dan seterusnya. Karena kedua ayat
itu tidak diverifikasi dengan kedua cara itu. Maka kemungkinan dua ayat itu ialah dua ayat palsu
dalam Qur'an. Menurut dia, dua ayat terakhir itu ayat palsu. Pernyataannya itu sepenuhnya sesat,
pernyataan ada ayat palsu dalam Qur'an.
Tapi dia tidak berhenti di sana. Di tahun 1988, tiga tahun kemudian, dia membuat
pernyataan kesesatan yang utama dalam buletin Moslem Perspective miliknya. Jadi dia punya
surat kabar yang dikenal Moslem Perspective dengan judul God Insist, di dalamnya dia
mengkonfirmasi bahwa Tuhan menyediakan bukti fisik yang kuat. Ini dikutip dari buletin
Moslem Perspective. "Dalam mendukung misi saya sebagai utusan-Nya yang telah ditunjuk pada
dunia yang baru." Dia mengaku sebagai rasulullah.
Dia menyatakan bahwa dunia baru itu ialah Amerika tidak pernah mendapatkan rasul
yang diutus oleh Tuhan. Waktunya sudah tiba, khalifah ditunjuk dengan bukti fisik bahwa dia
telah membawa keajaiban Qur'an sebagai bukti pendukung untuk misinya. Inilah mukzijat.
Dia bisa menghitung lebih dari 90 fakta berdasarkan sistim perhitungan yang ajeg yang
menunjukkan bahwa namanya Rasyad Khalifah ialah bagian dari 90 keajaiban. Dan sebagian isu
rahasia terkuak dari Moslem Perspective sengaja didedikasikan untuk mengafirmasi ulang
pengakuannya sebagai rasulullah.

8
Islamic Online University December 30, 1899

Khalifah menyatakan bahwa Nabi Muhammad ialah nabi terakhir. Tapi, sejak saat itu dia
menyatakan bahwa dialah rasul yang terakhir. Pengakuan yang sama dengan Ghulam Ahmad,
yang akhirnya terulang lagi. Tentunya, sebagian orang yang berilmu dan tahu bahasa Arab
seharusnya mampu menyadarinya. Tapi, yang bukan penutur bahasa Inggris, dan bukan penutur
bahasa Arab pasti terpengaruh dengannya.
Di tahun yang sama, di tahun 1988, dia membuat pengumuman lain yang
mencengangkan untuk mendukung pengkuan kerasulannya. Dia mengumumkan bahwa dia telah
bertemu dengan nabi-nabi sebelumnya. Dia bertemu dengan nabi-nabi sebelumnya. Dan mereka
semua mengkonfirmasi identitasnya sebagai rasulullah tersumpah (covenant). Itu menjadi
julukan baginya: The messanger of the covenant.
Dia menyatakan, di September 1988 dalam Moslem Perspective, dia menyatakan, "pada
Selasa, 10 Dzulhijjah tahun 1391, 31 Desember 1971," pengakuannya itu terjadi sebelumnya.
Sekarang dia memberikan informasi pada masyarakat, yaitu 17 tahun sebelumnya, pada
Desember 1971. "Aku Rasyad Khalifah, ruh dan persona yang riil, bukan sang jasad diambil dari
suatu tempat di jagat raya ini, di sanalah aku diperkenalkan pada seluruh nabi. Semuanya, satu
demi satu menyatakan bahwa mereka meyakiniku sebagai rasul tersumpah."
Dia pun menyunting kesalahan dalam terjemahan Qur'annya yang dikenal Qur'an: The
Final Testament. Lalu ditambahkannya penolakan terhadap kalimah yang kedua dalam syahadah.
Jadi, syahadanya tidak lagi la ilaha illalah muhammadur rasulullah, tapi hanya la ilaha illalah.
Sedangkan muhammadur rasulullah dibatalkan, karena tentunya dia adalah rasulullah
sepeninggal beliau.
Dan dia pun menghilangkan nama Nabi Muhammad dari lafadz adzan. Jadi, para
pengikutnya saat mengumandangkan adzan, di Tusond Arizona dan sekitarnya, mereka tidak
menyebutkan nama Nabi Muhammad dalam adzan mereka. Dan dia pun mulai memperkenalkan
ide yang kita sebut universalisme, yang menegaskan bahwa Islam itu bukan sekedar nama tapi
tindakan penyerahan diri pada Tuhan.
Dan kelompoknya disebut Submitters International. Itulah nama kelompoknya, mereka
mennyebut diri mereka United Submmitters International. Dia mengklaim bahwa siapapun yang
berserah diri pada Tuhan, baik itu Yahudi, Nasrani, Muslim, Hindu atau Budha. Dia bisa menjadi
Yahudi Muslim, Nasrani Muslim, Hindu Muslim, atau Muslim Muslim.
Di pertengahan tahun 1989, dia pun mengubah buletinnya yang dia terbitkan setiap bulan
dari Moslem Perspective menjadi Submission Perspective lalu menjadi Submitters Perspective.
Lalu menjadi United Submitters International, itulah nama yang bisa kalian cari di internet.
Mereka sangat aktif di internet dalam mempromosikan ide mereka.
Di tahun 1990, 31 Januari, saat Sekretaris Kuil menemuinya untuk rapat pada waktu
shubuh. Dia menemukan jasadnya di dapur, bersimbah darah, dengan memegang senjata di
tangan, dia membawa senjata itu untuk diberikan perlindungan. Dia telah ditusuk hingga tewas.
Tidak ada yang mengarangnya, mereka tidak menemukan orang yang bisa dicurigai.
Sebenarnya, salah satu kelompok sesat di New York yang disebut kelompok Ansharullah.
Pemimpin mereka mengaku bertanggungjawab, aku mendorong orang-orang untuk

9
Islamic Online University December 30, 1899

membunuhnya. Ada yang tertuduh, karena saat itu FBI terjun dalam penyelidikan, saya pun
ditanya tentang kasus ini. Tentunya saya tahu keterkaitan dalam kasus itu.
Tapi, intinya ialah pria ini menulis dalam bukunya bahwa akulah yang terpilih dan yang
diangkat. Dalam bantahan saya terhadap dia, Muslim harus menghukum karakter ini. Catatan
pentingnya ialah sebelum pembunuhan Rasyad, dia telah menerima sejumlah ancaman mati, dan
dia mengungkapkannya di Moslem Perspective. Tapi, dia berkata pada mereka bahwa karena dia
itu rasulullah. Dia tidak akan pernah bisa dibunuh dan hanya akan mati secara wajar. Pengakuan
itu sungguh berat.
Akan tetapi, bahkan setelah kematiannya. Saya penasaran dengan kematiannya, maka
mereka musnah. Tapi, ternyata kelompok itu terus lanjut. Submitters International kemudian
dipimpin oleh orang Turki bernama Edip Yuksel, yang ayahnya sebenarnya seorang ulama di
Turki. Tapi, dia bergabung dengan grup ini, dan mensyiarkan gagasan Rasyad, hingga dilaknat
oleh ayahnya. Dia memimpin hingga baru-baru ini. Saat dia hengkang dari kelompok itu, dia
menyerang pada pengagungan berlebihan Rasyad Khalifah.
Intinya, mereka telah menjadikan Rasyad seperti tuhan, menjadi objek penghambaan.
Mereka telah menggantikan Nabi Muhammad dengan Rasyad Khalifah. Dan dia adalah pengikut
Qurani yang mengingkari adanya manusia menjadi perantara antara manusia dan tuhan. Dengan
adanya ide angka ajaib 19, masyarakat masih antusias dalam mengagali angka 19 lagi.
Saat saya ke India, 2 tahun silam, saya bertemu orang India Selatan yang memberikan
buku tentang studi angka 19. Dia bukan pengikut Rasyad Khalifah, tapi dia mengkaji angka 19
dan melakukan riset dan menemukan 19 lainnya dan sebagainya. Itulah ulasan tentang grup
tersebut.
Yang bisa kita pelajari dari kelompok ini, karena jika kalian mengkaji argumen Rasyad
Khalifah dalam menguji perhitungannya. Dia menggunakan metodologi numerologi yang harus
mengikuti sistim abjad. Setiap huruf hijaiyah diberikan nilai numerik. Dari sana, orang-orang
biasanya menulis 686 sebagai perwakilan untuk bismillahirrahmanirrahim. Dalam kalimat itu,
alif diberi angka 1, ba diberi angka 2, jim diberi angka 3, dal sama dengan 4 dan seterusnya.
Seperti abjad hawaza, ini berdasarkan sistim abjad kuno.
Dan sebenarnya numerologi berasal dari Yahudi. Yahudi sudah menggunakannya terlebih
dahulu, lalu Muslim mengadopsinya. Itulah dasar perhitungan yang dia pakai untuk menentukan
tanggal Yaumul Qiyamah. Ia berdasarkan sistim abjad ini.
Walaubagaimanapun juga, sebagian orang menuduh mereka sebagai Bahais, karena bagi
Bahaisme pun angka 19 sangat berperang penting bagi mereka. Mereka membagi 19 bulan,
setiap bulan terdiri dari 19 hari, mereka berpuasa selama 19 hari, tapi bukan di bulan Ramadan.
Mereka menentukan waktu berbeda untuk puasa dan lain sebagainya. Angka 19 sangat
berperan penting. Jika kalian pergi ke kuil mereka. Kalian akan menemukan 19 di nisan, baik di
dalam ataupun luar; di tempat wudhu, dan tempat lainnya, angka 19 sangat berperang penting di
sistim mereka. Itulah sebabnya, mereka awalnya menuduh Rasyad Khalifah, tuduhan pertama
baginya ialah sebagai Bahais. Dia dituduh ingin menggiring orang-orang pada keyakinan
Bahaisme.

10
Islamic Online University December 30, 1899

Tapi, riset menunjukkan bahwa dia bukan Bahais. Fakta jika kedua grup itu sama-sama
mengagungkan angka 19, sudah biasa. Grup Qaramitah juga menggunakan angka 19. Dan
pemikiran bahwa basmallah terdiri dari 19 huruf, Qaramitah lah yang pertama menggagasnya,
sekitar 800 atau 900 tahun sebelumnya. Itu bukan hal yang baru.
Para ulama terdahulu telah menyebutkan perhitungan semacam ini sesat. Intinya ialah
kita sudah menemukan contoh kesesatan, yang pemimpinnya memulai debutnya sebagai
pembela Islam. Kita bisa melihat pola yang sama berulang-ulang kali. Hanya karena seseorang
membela Islam, kita tidak langsung menilai orang itu benar.
Artinya harus hati-hati. Ini pernah terjadi pada Rasyu Gharudi, yaitu salah satu pemimpin
partai Komunis. Seorang penerjemah Das Capital, asal Perancis karya Marx ke dalam bahasa
Perancis, dialah yang menerjemahkannya ke Perancis. Dia memeluk yang dia sebut Islam yang
menikahi wanita Palestina. Dia menjadi promotor pembela Palestina, dan dia pun membela
Islam. Dan orang-orang sangat senang karena dia itu orang intelek Perancis yang masuk Islam.
Dia disanjung, bahkan orang-orang mulai meminta fatwa darinya tentang tafsir Qur'an,
apa maksudnya ini dan sebagainya. Tentunya, pria itu berlatar belakang filsafat, dia seorang
filsuf. Dia tidak suka berkata: "aku tidak tahu." Dia tidak suka berkata: "Aku tidak tahu."
Meskipun kebiasaan ulama terdahulu ialah saat mereka ditanya dan tidak tahu, mereka akan
berkata jujur. Mereka tidak sungkan mengatakannya.
Tapi, para filsuf suka berpikir bahwa mereka tahu segala hal. Mereka harus bisa
menjelaskan segalanya. Itulah yang dia lakukan. Bukannya menjawab tidak tahu, dia malah
memberikan penafsirannya sendiri. Setelah dia memberikan banyak penafsiran, lalu mereka
kembali bertanya. Pada akhirnya mereka menemukan ulama lain yang memberikan penjelasan,
"itu tidak masuk akal." Lalu mereka protes: "Penafsiranmu itu tidak masuk akal."
Tapi dia seorang filsuf. Filsuf tidak mungkin berkata yang tak masuk akal. Lalu, dia mula
membela diri, terus terus membela diri, hingga akhirnya membela kesalahan yang nyata. Dan
akhirnya menjadi murtad, sambil tetap mengaku sebagai Muslim. Pola ini yang diawali
tampaknya orang ini menjadi pembela Islam. Dan baik dengan agenda tersembunyi atau setan
menghasutnya hingga menganggap dirinya berilmu atau alasan khusus atau apapun. Kemudian,
dia menyesatkan orang-orang.
Catatan pentingnya ialah langkah pertama Rasyad Khalifah ialah mengingkari hadits.
Pengingkaran itu adalah jalan termudah untuk memperkenalkan bid'ah. Karena hadits ialah
pelindung Islam dari bid'ah, benar bukan? Hadits otentik menjelaskan pada kita apa yang
dimaksud dalam Qur'an. Jika kamu menghilangkan hadits itu, dan hanya bergantung pada teks
Qur'an, maka setiap orang bisa bebas menafsirkannya. Akan banyak penafsiran bermunculan,
cukup berpikir saja. "Bagaimana pendapatmu?" Siapapun bisa berpikir. Itulah yang kamu
lakukan.
Tentunya, yang kalian lakukan ialah kalian mengingkari hadits dan menyatakan
maksudnya yang ini, jadi inilah penafsiran saya. Mengapa penafsiranmu sendiri? Karena saya
istimewa, dan setelah menelaah ini dan itu. Kamu harus mencari alasan untuk keistimewaanmu,
cara yang termudah ialah dengan menyatakan: "akulah rasulullah."

11
Islamic Online University December 30, 1899

Kita akan menampung pertanyaan tentang materi yang sudah kita bahas yaitu tentang
Rasyadisme atau Rasyadiah dan Parwezisme atau pengingkar hadist. Tentunya, para pengingkar
hadits bisa dengan mudah ditantang dengan pertanyaan bagaimana kita tahu cara shalat, dan
segala hal dalam Islam yang berdasarkan hadits.
Mereka beragumen balik: "berdasarkan tradisi yang sudah diturunkan." Untuk itu kita
tidak perlu hadits, karena sudah diturunkan secara tradisi dari orang tua ke anak-anak mereka.
Jadi, mereka menghindar dengan pernyataan itu.
Tapi, tetap saja itu argumen tandingan yang lemah. Karena jika amal ibadah kita semata-
mata berdasarkan kebiasaan yang diturunkan dari orang tua ke anak-anak, maka Islam yang kita
miliki tidak satu. Karena di seluruh dunia, para orang tua mewariskan segala hal yang berbeda
dengan para orang tua di belahan dunia lainnya.
Jadi, inti Islam akan hilang, jika kita hanya bergantung pada hal itu, sebagai sumber yang
diturunkan. Dan orang-orang seperti Rasyad Khalifah, saat dia mengklaim bahwa dua ayat
terakhir Taubah itu palsu, bukti yang dia gunakan untuk mendukung dua ayat terakhir itu palsu
berdasarkan hadits dari Bukhari, yang Zaid Ibnu Tsabit mengabarkan: "Saya menemukan dua
ayat terakhir ini." Jadi, dia mengingkari hadits.
Awalnya dia menerima hadits ini, dan secara bersamaan dia menyangkalnya. Bisa
dikatakan pengingkaran yang selektif. Kamu bisa memilih yang mendukung argumenmu, dan
mengingkari yang tidak mendukung. Karena bahkan bagi Orientalis yang ingin membuat klaim
yang sudah mereka perbuat, ternyata mereka menggunakan pernyataan dari para perawi hadits
terdahulu untuk mendukung klaim mereka.
Jika seorang perawi hadits memeriksa hadits dan berkata: “hadits ini diriwayatkan oleh
pemalsu hadits yang termasuk Syiah.” Maka mereka akan menggunakan pernyataan itu untuk
mendukung klaim mereka. Ia pun akan berkata: “Yang meriwayatkan darinya tidak bisa
dipercaya, dan akhirnya dia terus memberikan dalil lainnya.” Jadi, mereka akan berdalih:
"Bukankah itu pernyataannya, itu membuktikan hadits ini palsu."
Tapi, mereka menggunakan pernyataan dari perawi hadits untuk membuktikan yang dia
riwayatkan itu palsu? Sebenarnya itu kontradiktif. Karena semua dalil yang mereka miliki dan
sebenarnya telah terbukti dengan jelas bahwa penulisan hadits sudah dimulai sejak masa
Rasulullah dan di generasi pertama hingga generasi kedua pun masih ditulis.
Meskipun para ulama menggunakan haddasana akbarana, amba'ana. Semua terminologi
ini, mereka dapatkan dari buku Haddasana yang artinya kami diberi kabar. Jika mereka tidak
diberi kabar secara lisan, maka mereka diberi kabar dari buku. Mayoritas ulama meriwayatkan,
para ulama ternama meriwayatkan hadits dari kitab. Dan cara ini dikonfirmasi, itulah kasusnya.
Baiklah, jika tidak ada pertanyaan kita tutup saja.

12

Anda mungkin juga menyukai