0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan21 halaman

Asuhan Kebidanan Kontrasepsi Pil KB Ny "M"

LK KB

Diunggah oleh

Veri Masywandi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan21 halaman

Asuhan Kebidanan Kontrasepsi Pil KB Ny "M"

LK KB

Diunggah oleh

Veri Masywandi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN KONTRASEPSI PIL PADA NY “M” USIA


39 TAHUN DI PUSKESMAS PAUH KOTA PADANG
TANGGAL 09 APRIL 2025

Oleh :

Tarisya Dara Monica (2415901031)

Pembimbing Akademik :
Bdn. Ika Putri Ramadhani, M. Biomed

Pembimbing Klinik :
Lidya Riniati, S. SiT

PENDIDIKAN PROFESI BIDAN


UNIVERSITAS ALIFAH PADANG
TAHUN AJARAN 2024/2025
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Kasus Indvidu stase Prakonsepsi Praktek Profesi Asuhan Kebidanan Pada Ny
“ M ” dengan KB Pil Di Puskesmas Pauh telah diperiksa dan disetujui oleh preseptor
Akademik dan preseptor Klinik, sebagai salah satu tugas Praktek Klinik Prodi Profesi Bidan
Universitas Alifah Padang.

Preseptor Akademik Preseptor Klinik

(Bdn. Ika Putri Ramadhani, M. Biomed) (Lidya Riniati, S. SiT)

i
KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan
karunia yang dilimpahkan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Kasus Asuhan
Kebidanan pada kontrasepsi pil di Puskesmas Pauh. Laporan ini disusun untuk memenuhi
tugas praktek profesi dengan harapan dapat memperdalam wawasan keilmuan mahasiswa
Program Studi Profesi Bidan Universitas Alifah Padang.
Penyelesaian laporan ini penulis telah banyak mendapat bantuan, bimbingan, arahan
dan dukungan dari berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan banyak terimakasih
kepada:
1. Lidya Riniati, S. SiT selaku preseptor lapangan yang telah memberikan bimbingan dan
masukan untuk penyusunan laporan kasus ini
2. Bdn. Ika Putri Ramadhani, M. Biomed selaku preseptor akademik.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan laporan ini.

Padang, 09 April 2025

Penulis

ii
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN....................................................................................................i
KATA PENGANTAR.............................................................................................................ii
DAFTAR ISI...........................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................1
1.1 Latar Belakang..................................................................................................1
1.2 Tujuan...............................................................................................................2
1.3 Manfaat.............................................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN.....................................................................................................4
2.1 Pengertian.........................................................................................................4
2.2 Macam – macam Kontrasepsi Pil KB...............................................................4
2.3 Mekanisme Kerja Kontrasepsi Pil KB..............................................................4
2.4 Klien Yang Dapat Menggunakan Kontrasepsi Pil KB......................................4
2.5 Klien Yang Tidak Boleh Menggunnakan Kontrasepsi Pil KB..........................5
2.6 Kelebihan Dan Kekurangan Kontrasepsi Pil KB..............................................5
2.7 Cara Kerja Pil KB.............................................................................................6
2.8 Efek Samping Pil KB........................................................................................6
2.9 Waktu Memulai Dan Menghentikan Pil KB.....................................................6
BAB III TINJAUAN KASUS..............................................................................................8
3.1 Data Subyektif..................................................................................................8
3.2 Data Objektif....................................................................................................10
3.3 Penatalaksanaan................................................................................................11
BAB IV PEMBAHASAN.....................................................................................................15
BAB V PENUTUP...............................................................................................................16
5.1 Kesimpulan........................................................................................................16
5.2 Saran..................................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................17

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Program Keluarga Berencana (KB) bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan
jumlah penduduk di Indonesia. Tingginya angka kegagalan tersebut akibat beberapa
masalah, yang pertama adalah kurangnya pengetahuan akseptor pil KB kombinasi tentang
cara pemakaian pil KB kombinasi, bahwa pil harus diminum setiap hari dan pada jam
yang sama. Sering kali akseptor pil KB kombinasi membeli pil KB kombinasi sendiri di
toko- toko atau apotik sehingga kadang tidak mendapatkan informasi adekuat terkait
pemakaian pil KB kombinasi dan hanya mendapat informasi.
Menurut World Health Organization (WHO) Tahun 2019, terutama di negeri
berkembang tahun 2009 hampir 380 juta pasangan menjalankan keluarga berencana dan
65-75 juta diantaranya menggunakan kontrasepsi hormonal yaitu pil KB. Akan tetapi 5%
dari jumlah tersebut penggunanya adalah tidak melakukan pengkonsumsian secara teratur
sehingga beresiko terjadinya kehamilan. Menstruasi atau haid adalah perdarahan secara
periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium proses
terjadinya haid berlangsung dengan empat tahapan yaitu masa proliferasi, masa ovulasi,
masa sekresi dan masa haid siklus haid normal dapat dipahami dengan mudah dengan
membaginya menjadi tiga fase yaitu fase folikuler, saat ovulasi, dan fase luteal perubahan-
perubahan kadar hormon sepanjang siklus haid disebabkan oleh mekanisme umpan balik
(feedback) antara gonadotropin.
Menurut Kemenkes RI dalam laporan profil kesehatan indonesia tahun 2016,
peserta KB Baru dan KB aktif menunjukkan pola yang sama dalam pemilihan jenis alat
kontrasepsi berdasarkan data survei demografi kesehatan indonesia tahun 2017, informasi
tentang prevalensi pemakaian kontrasepsi pada wanita kawin usia 15-49 tahun menurut
karakteristik latar belakang. Hasil survei menunjukkan bahwa 64 persen wanita kawin
usia 15-49 tahun menggunakan alat cara KB, sebagian besar diantaranya menggunakan
metode kontrasepsi modern (57%) dan sisanya menggunakan metode kontrasepsi
tradisional (6%). di antara cara KB modern yang dipakai, suntik KB merupakan alat
kontrasepsi yang terbanyak digunakan (29%). diikuti oleh pil KB (12%).
Sejalan dengan hasil Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) nasional
menunjukkan bahwa pada tahun 2018 wanita usia 15-49 tahun dengan status kawin
sebesar 59,3% PUS menggunakan KB modern menunjukkan peserta KB suntik (48,5%),
pil KB (8,5%), Implant (4,7%), IUD (6,6%), Kondom (1,1%), MOW (3,1%) dan MOP
(0,2%). Sedangkan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Provinsi NTB
menunjukkan peserta KB suntik (55,1%), pil KB (3,64%), Implant (8,54%), IUD (7,33%),

1
Kondom (0,28%), MOW (1,28%) dan MOP (0,08%).Metode kontrasepsi yang paling
banyak digunakan oleh peserta KB baru ialah suntik (Kemenkes RI, 2018).
Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan
Sumatera Barat mencatat, capaian pelayanan kontrasepsi hingga Agustus 2023 baru
mencapai 69.758 dari target 134.468 peserta atau sekitar 51,8 persen. Kota Padang
memiliki persentase penggunaan KB aktif terendah di antara kabupaten/kota di Provinsi
Sumatera Barat dengan capaian 58,9% dari sasaran 75%.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu dalam mengkonsumsi pil
kb diantaranya pengetahuan, pendidikan, dukungan keluarga, sikap, motivasi, pekerjaan
akseptor kb yang tidak patuh mengkonsumsi pil kb menyebabkan hormon yang
terkandung dalam pil kb tidak bisa bekerja dengan maksimal singga berpulang lebih besar
untuk mengalami kegagalan/ kehamilan. Sehingga memerlukan penanganan untuk
mengurangi ketidakpatuhan ibu mengkonsumsi pil kb (Dinkes, 2018)

1.2 Tujuan
1. Tujuan umum
Mahasiswa dapat melakukan pemberian Asuhan Kebidanan pada Keluarga
Berencana (KB) Kondom dengan menerapkan pendokumentasian SOAP dan
melakukan Konseling penggunaan KB Pil pada calon akseptor KB dan pasangan
calon pengantin di Puskesmas Pauh.
2. Tujuan khusus
Mahasiswa Mampu:
a. Mampu melaksanakan pengkajian data subjektif dan objektif pada akseptor KB
Pil pada Ny. M di Puskesmas Pauh Tahun 2025.
b. Mampu menegakkan diagnosa dan masalah potensial pada akseptor KB Pil pada
Ny. M di Puskesmas Pauh Tahun 2025.
c. Mampu mengidentifikasi kebutuhan Tindakan segera kasus kebidanan pada
akseptor KB Pil pada Ny. M di Puskesmas Pauh Tahun 2025.
d. Mampu mengembangkan rencana tindakan asuhan kebidanan pada akseptor KB
Pil pada Ny. M di Puskesmas Pauh Tahun 2025.
e. Mampu melaksanakan rencana tindakan asuhan kebidanan pada akseptor KB Pil
pada Ny. M di Puskesmas PauhTahun 2025.
f. Mampu mengevaluasi pelaksanaan asuhan kebidanan pada akseptor KB Pil pada
Ny. M di Puskesmas Pauh Tahun 2025.
g. Mampu melakukan pendokumentasian asuhan kebidanan pada akseptor KB Pil
pada Ny. M di Puskesmas Pauh Tahun 2025.

2
1.3 Manfaat
1. Bagi Lahan Umum
a. Dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh serta mendapatkan pengalaman
dalam melaksanakan asuhan kebidanan secara langsung pada pasien sehingga
dapat digunakan sebagai berkas penulis didalam melaksanakan tugas sebagai
bidan.
b. Hasil penulisan dapat memberikan masukan terhadap tenaga kesehatan untuk
lebih meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan selalu menjaga
mutu pelayanan.
2. Bagi Lahan Praktik
a. Agar klien mengetahui dan memahami cara penggunaan Pil KB dengan benar
sehingga timbul kesadaran bagi klien untuk memperhatikan cara penggunaan Pil
KB.
b. Mencegah kehamilan saat Pil diminum dengan cara yang benar.

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Pil KB adalah suatu cara kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk pil atau tablet
di dalam strip yang berisi ga- bungan hormon estrogen dan progesterone atau yang hanya
terdiri dari hormon progesterone saja Kebijaksa- naan penggunaan pil diarahkan terhadap
pemakaian pil dosis rendah, tetapi meskipun demikian pil dosis tinggi masih disediakan
terutama untuk membina peserta KB lama yang menggunakan dosis tinggi.

2.2 Macam – macam Kontrasepsi Pil KB


1. Monofasi pilyang terdiri dari 21 tablet mengandung hormon aktif esterogen /
progestin dalm dosis yang sama dengan 7 tablet tanpa hormon aktif tapi berisi zat
besi
2. Bifasik pil yang terdiri dari 21 tablet mengandung hormon aktif esterogen / progestin
dalm 2 dosis yang berbeda dengan 7 tablet tanpa hormon aktif tapi berisi zat besi.
3. Trifasik pil yang terdiri dari 21 tablet mengandung hormon aktif esterogen / progestin
dalm 3 dosis yang berbeda dengan 7 tablet tanpa hormon aktif tapi berisi zat besi
(Nina Siti Mulyani,2018)

2.3 Mekanisme Kerja Kontrasepsi Pil KB


1. Menekan ovulasi yang akan mencegah lepasnya se telur wanita dari indung telur
2. Mengendalikan lendir mulut rahim menjadi lebih kental sehingga sel mani atau
sperma sukar dapat masuk kedalam rahim
3. Menipiskan lapisan endometrium

2.4 Klien Yang Dapat Menggunakan Kontrasepsi Pil KB


Menurut (Nina Siti Mulyani, 2018) yang boleh menggunakan kotrasepsi pil
adalah;
1. Wanita usia reproduksi (20-35 tahun)
2. Wanita yang telah memiliki anak maupun yang belum mempunyai anak.
3. Pasca persalinan dan tidak sedang menyusui.
4. Menginginkan metode kontrasepsi efektif selama
5. Masa menyusui
6. Ibu pasca keguguran tekanan darah kurang dari 180/110 mmHg atau dengan masalah
pembekuan darah.

4
2.5 Klien Yang Tidak Boleh Menggunnakan Kontrasepsi Pil KB
Menurut (Nina Siti Mulyani, 2018) yang tidak boleh menggunakan kontrasepsi Pil
KB adalah;
1. Hamil atau dicurigai hamil
2. Menyusui eksklusi
3. Perokok dengan usia 35 tahun
4. Penyakit hati akut
5. Kanker payudara atau dicurigai
6. Tidak dapat teratur menggunakan setiap hari
7. Riwayat DM
8. Riwayat Hypertensi

2.6 Kelebihan Dan Kekurangan Kontrasepsi Pil KB


1. Kelebihan
Menurut (Nina Siti Mulyani, 2018) kelebihan Pil KB adalah ;
a. Cocok sebagai alat kontrasepsi untuk perempuan yang sedang menyusui
b. Sangat efektif untuk masa laktasi.
c. Dosis gestagen rendah.
d. Tidak menurunkan produksi ASI
e. Tidak mengganggu hubungan seksual
f. Kesuburan cepat Kembali
g. Tidak memberikan efek samping estrogen.
h. Tidak ada bukti peningkatan risiko penyak kardiovaskuler, risiko tromboemboli
vena dan risiko hipertensi
i. Cocok untuk perempuan yang menderita diabetes mellitus
j. Cocok untuk perempuan yang tidak biasa mengkomsumsi estrogen
k. Dapat mengurangi disminorhea
2. Kekurangan
Menurut (Nina Siti Mulyani, 2018) kekurangan Pil KB adalah :
a. Memerlukan biaya.
b. Harus selalu tersedia.
c. Elektifitas berkurang apabila berkurang menyusui juga berkurang
d. Penggunaan mini pil bersamaan dengan obat tuberkulosis atau epilepsy akan
mengakibatkan efektifitas menjadi rendah
e. Mini pil harus diminum setiap hari dan pada waktu yang sama
f. Angka kegagalan tinggi apabila pengguna tidak benar dan konsisten
g. Tidak melindungi dari penyakit menulary seksual termasuk HBV dan HIV/AIDS

5
h. Mini pil tidak menjamin akan melindungi dan kista ovarium bagi wanita yang
pernah mengalami kehamilan ektopik

2.7 Cara Kerja Pil KB


Menurut (Nina Siti Mulyani.2018) cara kerja Pil KB adalah;
1. Menghambat ovulasi
2. Mencega implantasi
3. Mengentalkan lendir serviks sehingga menghambat penetrasi sperma
4. Mengubah motilitas tuba sehingga transportasi sperma menjadi terganggu.

2.8 Efek Samping Pil KB


Menurut (Nina.2018) efek samping Pil KB adalah
1. Amenorhea Penanganan: Pastikan hamil atau tidak, jika tidak hamil tidak perlu
tindakan khusus (cukupkonseling) Bila hamil hentikan pil dan berikan penjelasan
bahwa mini pil tidak mengganggu pertumbuhan janin Bila diduga terjadi kehamilan
ektopik, rujuk pasien (jangan berikan obatobatan hormonal)
2. Perdarahan tidak teratur (spotting) Penanganan: Bila tidak menimbulkan masalah
kesehatan, tidak perlu tindakan khusus Berikan alternatif kontrasepsi lain bila pasien
tidak dapat menerima kondisi tersebut.

2.9 Waktu Memulai dan Menghentikan Pil KB


1. Cara Menggunakan
a. Sebaiknya pil digunakan setiap hari pada saat yang sama
b. Pil yang pertama dimulai pada hari pertama haid
c. Beberapa paket pil mempunyai 28 pil dan yang lain 21 pil. Bila pak 28 pil habis
sebaiknya klien mulai minum pil dari paket yang baru Bila paket yang 21 habis
sebaiknya tunggu 1 minggu kemudian baru mulai minum dari paket yang baru
d. Bila muntah dalam 2 jam setelah menggunakan pil, minumlah pil yang lain atau
metode kontrasepsi yang lain bila klien berniat melakukan hubungan seksual
pada 48 jam berikutnya.
e. Bila terjadi muntah hebat atau diare lebih 24 jam, maka bila keadaan
memungkinkan dan tidak memperburuk keadaan anda makan pil dapat
diteruskan.
f. Bila muntah dan diare berlangsung dalam 2 hari atau lebi maka cara penggunaan
pilmengikuti pil lupa. Bila lupa minum 1 pil sebaiknya minum pil tersebut
setelah ingat walaupun harus minum 2 pil pada hari yang sama Bila lupa 2 pil
sebaiknya minum 2 pil setiap hari sesuai jadwal yang ditetapkan. Juga gunakan

6
metode kontrasepsi yang lain atau tidak melakukan hubungan seksual sampai
telah menghabiskan pil tersebut
g. Bila tidak haid segera ke klinik untuk tes kehamilan Pada permulaan
penggunaaan pil kadang- kadang timbul mual, sakit kepala, nyeri payudara serta
spotting yang bisa hilang sendiri. Kelainan seperti ini muncul terutama pada 3
bulan pertama penggunaan pil dan makin lama kelainan tersebut akan hilang
dengan sendirinya Cobalah minum pil setiap sebelum tidur atau pada saan makan
malam Biala keluhan tetap muncul konsultasi kembali pada dokter Beberapa
jenis obat dapat dapat mengurangi efektifitas pil seperti antibiotik, obat untuk
tuberculosis & beberapa obat epilepsi. Klien yang memakai obat- obatan diatas
untuk jangka panjang sebaiknya menggunakan 21 untuk dosisetinil estradiol 50
mg atau dianjurkan metode lain (Nina Siti Mulyani, 2018)
2. Cara Menghentikan
Wanita bisa menghentikan metode ini kapan saja Tapi setelah berhenti, wanita
baru bisa hamil setelah 1 tahun atau lebih haid pun akan wanita dapatkan sekisaran
waktu di atas Namun sebagian wanita mendapatkan haid yang normal dan sudah
hamil dalam waktu yang lebih cepat dari itu. Karenanya, jika zanita belum ingin
hamil, sebaiknya menggunakan metode KB yang lain begitu berhenti mendapatkan
suntikan (Nina siti Mulyani, 2018)
Menurut (Nina Siti Mulyani, 2018) tanda-tanda yang harus diwaspadai yaitu;
a. Bila beberapa bulan mengalami haid teratu dan kemudian terlambatn haid, perlu
dipikirkan kemungkinan telah terjad kehamilan.
b. Bila mengeluh perdarahan bercak yang diserta dengan nyeri perut hebat, maka
yang pertama sekali dipikirkan adalah kemungkinan kahamilan ektopik, problem
mata (kehilangan penglihatan atau kabur), nyeri kepala hebat, maka perlu
dipikirkan kemungkinan terjadinya hipertensi atau problem vascular

7
BAB III
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PRAKONSEPSI PIL PADA NY “M” DI PUSKESMAS PAUH


KOTA PADANG TAHUN 2025

3.1 Data Subyektif


I. Identitas / Biodata
Nama Istri : Ny M Nama Suami : Tn. J
Umur : 39 th Umur : 43 th
Suku / Bangsa : Minang Suku/ Bangsa : Minang
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMK
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Buruh
No Hp : 083142130980 No Hp :-
Alamat : Limau Manis Alamat : Limau Manis

II. Status Kesehatan


1. Datang pada tanggal : 09 April 2025
2. Alasan datang : Ingin Memakai Kb Pil
3. Keluhan Utama : Tidak ada
4. Status peserta KB : Kunjungan Ulang
5. Riwayat Menstruasi
a. Usia Menarce : 12 tahun
b. Siklus Menstruasi : 30 hari
c. Lamanya : 5-6 hari
d. Disminorhea : Tidak ada
e. Teratur : Iya
f. Keputihan : Tidak ada
6. Riwayat Obstetrik yang lalu
a. Jumlah anak :2
b. Umur anak terkecil : 6 tahun 1 bulan
7. Riwayat Kontrasepsi yang lalu
a. Jenis kontrasepsi : Suntik 1 bulan
b. Keluhan : Sakit Kepala
c. Mulai KB : 2019
d. Kapan Berhenti : 08 Maret 2025
e. Alasan berhenti : Tidak cocok

8
8. Pola aktifitas sehari-hari
a. Nutrisi
Pola Makan : Frekuensi : 3 x sehari
Jenis Makanan: nasi, lauk, sayur
Keluhan : Tidak ada
b. Gaya Hidup
Aktivitas Sehari-hari : Mengurus rumah tangga
Lama istirahat/tidur malam : 6-7 jam
Merokok : Tidak ada
Miras : Tidak ada
c. Eliminasi
BAK : 5-6 x/hari
BAB : 1-2 x/hari
9. Riwayat sosial dan psikologi
a. Status Perkawinan
Usia saat Menikah : 22 tahun
Lama Perkawinan : 8 tahun
b. Psikologi
Respon ibu terhadap kontrasepsi : Baik
Rencana penggunaan kontrasepsi : Baik
Dukungan suami dan keluarga : Baik
Kekhawatiran ibu terhadap kontrasepsi : Tidak ada
c. Sosial Budaya
Hubungan dengan suami : Baik
Hubungan dengan keluarga : Baik
Pantangan – pantangan : Tidak ada

III. Penapisan (Skrining)


1. HPHT : 02-03-2025
2. Hamil/diduga Hamil : Tidak
3. Menyusui : Tidak
4. Riwayat Penyakit Sebelumnya
a. Sakit kuning : Tidak ada
b. Perdarahan pervaginam yang tidak diketahui sebabnya: Tidak ada
c. Keputihan yang lama : Tidak ada
d. Tumor / kanker payudara : Tidak ada
e. Miom : Tidak ada
f. Riwayat Hipertensi : Tidak ada

9
g. Diabetes : Tidak ada
h. Jantung : Tidak ada
i. Sakit Kepala : Tidak ada
j. TBC : Tidak ada
k. Radang Panggul : Tidak ada
l. IMS/HIV : Tidak ada

3.2 Data Objektif


1. Pemeriksaan Fisik
a. KU : Baik
b. BB : 68 kg
c. TB : 154 cm
d. TTV
1) TD : 119/72 mmHg
2) Nadi : 96 x/i
3) Suhu : 36,5ºC
4) RR : 20x/i
e. Muka : tidak odema
f. Mata : sklera putih
g. Leher : Tidak dilakukan
h. Payudara : tidak dilakukan
i. Abdomen : Tidak dilakukan
j. Ekstremitas : Tidak dilakukan
k. Genetalia : Tidak dilakukan

2. Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan

1. Penapisan Kelayakan Medis (Roda Klop)


Kondisi KHK KPP KSP IMPLANT AKDR MOV MOP

10
MENAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN KONTRASEPSI PIL PADA NY “M” USIA 39 TAHUN DI PUSKESMAS PAUH KOTA PADANG
TANGGAL 09 APRIL 2025
Subjektif Objektif Assesment Plainning

Tanggal : 09 April 2025


Data Objektif Diagnosa 1. (P) : Informasikan hasil pemeriksaan pada pasien
Pukul :09.30 WIB Keadaan umum : Ny “M” P2A0 usia 49 tahun calon (I): Menginformasikan hasil pemeriksaan pada pasien
baik akseptor KB pil TTV :
Data Subjektif: BB: 68 kg TD : 119/72 mmHg
1. Ibu mengatakan TB: 154 cm Dasar : N : 86x/i
ingin menggunakan 1. Ibu mengatakan ingin S : 36,5ºc
KB pil Tanda-tanda vital: menggunakan KB pil P : 18x/i
2. Ibu mengatakan TD:119/72 mmHg 2. Ibu mengatakan sudah memiliki (E) : Pasien mengetahui hasil pemeriksaan
tidak cocok N: 96x/i 2 orang anak
menggunakan Kb T:36,5ºc 3. BB : 68 kg 2. (P) : Berikan KIE tentang indikasi dan kontraindikasi KB pil
yang sebelum nya RR: 20x/i TB : 154 cm (I) : Memberikan informasi indikasi menggunakan pil yaitu
3. Ibu mengatakan 4. TTV mencegah kehamilan setelah berhubungan intim tanpa kontrasepsi
sudah memiliki 2 Inspeksi TD:119/72 mmHg yang memadai sedangkan kontraindikasinya stroke atau seraangan
orang anak Dalam batas normal N:86x/i jantung sebelumnya, hipertensi, riwayat kanker, penyakit hati aktid ,
T:36,5ºc dll.
Pola kebiasaan sehari- Palpasi RR: 20x/i (E) : Ibu mengerti dengan penjelasan bidan
hari:  Muka bersih,
Makan tidak teratur dan tidak ada oedema Masalah : Tidak ada 3. (P) : Beritahu kelebihan dan kekurangan KB pil
mandi 1x sehari  Mata :
konjungtifa tidak Kebutuhan : (I) : Memeritahu kelebihan KB pil yaitu :
pucat 1. Informasikan hasil pemeriksaan
2. Berikan KIE tentang indikasi o Efektivitas tinggi ,
dan kontraindikasi KB pil Jika diminum dengan benar setiap hari, tepat waktu,efektivitasnya
3. Beritahu kelebihan dan bisa >99%.

11
kekurangan KB pil
4. Beritahu cara meminum KB pil
5. Lakukan informed consent o Mudah digunakan
6. Berikan 1 paket KB pil Tinggal minum 1 pil setiap hari, tidak butuh alat khusus.
7. Anjurkan kunjungan ulang o Membantu mengatur siklus haid
Cocok buat yang punya siklus tidak teratur atau perdarahan tidak
normal.
o Mengurangi nyeri haid
Banyak pengguna merasa haid jadi lebih ringan dan tidak terlalu
sakit.
o Manfaat tambahan untuk kulit
Beberapa pil KB bisa membantu mengurangi jerawat hormonal.
o Cepat kembali subur setelah dihentikan
Setelah stop minum pil, kesuburan umumnya kembali dalam 1–2
bulan.
o Bisa mengurangi risiko:
 Kista ovarium
 Kanker rahim dan ovarium
 Anemia akibat haid berlebihan

dan kekurangan KB pil yaitu :


o Harus diminum rutin setiap hari
Lupa minum = menurunkan efektivitas dan bisa bikin hamil.
o Tidak melindungi dari infeksi menular seksual (IMS)
Harus pakai kondom juga kalau mau perlindungan ganda.
o Efek samping hormonal (tergantung orangnya):
 Mual, pusing, sakit kepala
 Payudara nyeri
 Mood swing
 Perubahan berat badan

12
 Perdarahan di luar jadwal (spotting)

o Risiko trombosis (bekuan darah)


Terutama pada wanita >35 tahun yang merokok atau punya
riwayat penyakit jantung
o Tidak cocok untuk semua orang
Harus disesuaikan dengan kondisi medis tertentu (seperti yang
sudah dibahas di kontraindikasi tadi)
(E) : Pasien sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan KB pil

4. (P) : Beritahu cara meminum KB pil


(I): Memberitahu ibu cara meminum pil yaitu
- minum pil setiap hari tanpa jeda dijam yang sama setiap hari
- setelah habis 28 pil lanjut ke strip yang baru
- dari 28 pil ada 7 pil yang tidak mengandung hormone / pil placebo,
biasanya saat minum pil placebo ibu akan tetap haid.
- pil diminum sebaiknya saat hari pertama haid untuk perlindungan
yang lebih efektif, jika meminum hari ke 2 smpai hari ke 5 haid,
perlindungannya aktif setelah 7 hari , jadi jika ingin berhubungan
pakai kondom dlu.
- Jika lupa meminum 1 pil, minum sekaligus 2 pil tapi harus tetap
pakai pengaman, dan jika lupa 2 pil atau lebih, stop sementara dan
mulai ulang dari awal.
(E) : Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan

5. (P) : Lakukan informed consent pada pasien


(I) : Melakukan informed consent yaitu persetujuan tertulis yang
dilakukan oleh bidan dan pasien sebagai bukti bahwa pasien telah
setuju memakai kontrasepsi tersebut dan sebagai bukti jika terjadi

13
sesuatu dikemudian hari
(E) : Ibu telah menandatangani dan menyetujui kontrasepsi pilihannya
6. (P) : Berikan 1 paket KB pil
(I) : Memerikan 1 paket KB pil kepada ibu
(E) : Ibu sudah menerima KB pil

7. ( P ) : Anjurkan kunjungan ulang


( I ) : Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 bulan
lagi(pil sudah habis) atau ketika ada keluhan
(E) : Ibu bersedia kunjungan ulang

14
BAB IV
PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil Asuhan yang dilakukan penulis kepada Ny M pada tanggal 09 April
2025 di Puskesmas Pauh maka didapatkan pembahasan sebagai berikut:
Pengkajian Data subjektif yang didapatkan dari kasus ini yaitu identitas pasien yang
bernama Ny. M umur 39 tahun, pasien mengatakan ingin menganti KB pil dan ada keluhan
selama menggunakan Kontrasepsi suntik 1 bulan. Pasien telah menikah selama 15 tahun, telah
memiliki 2 orang anak, pasien baru menggunakan kontrasepsi pil . Pola kebutuhan nutrisi
selama menggunakan kontrasepsi ini meningkat, hal ini dapat dilihat dari frekuensi pola
makan 3-4x sehari dengan porsi makan 1-2 piring, pasien hampir setiap hari makan malam
dan makanan yang dikonsumsi tidak lepas dari kandungan tinggi lemak dibandingkan tinggi
serat. Pasien juga memiliki pola tidur di siang hari 2-3 jam, dan malam 7-9 jam. Pasien dalam
kesehariannya hanya melakukan aktifitas yang ringan saja seperti memasak, menyapu,
menyuci piring, dan cuci baju selayaknya ibu rumah tangga pada umumnya.
Efek samping pil KB yang perlu diperhatikan antara lain amenorhea dan perdarahan
tidak teratur (spotting). Untuk amenorhea, penting untuk memastikan apakah pasien hamil
atau tidak; jika tidak hamil, cukup berikan konseling. Jika hamil, hentikan penggunaan pil dan
jelaskan bahwa mini pil tidak mengganggu pertumbuhan janin. Namun, jika ada dugaan
kehamilan ektopik, rujuk pasien tanpa memberikan obat hormonal. Sementara itu, untuk
perdarahan tidak teratur, jika tidak menimbulkan masalah kesehatan, tidak perlu tindakan
khusus; namun, jika pasien merasa tidak nyaman, tawarkan alternatif kontrasepsi lain. Selalu
penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis untuk penanganan yang tepat.

15
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Setelah dilakukan konseling kepada Ny. M dapat kesimpulan sebagai berikut ,
Pengkajian Data subjektif yang didapatkan dari kasus ini yaitu identitas pasien yang
bernama Ny. M umur 39 tahun, pasien mengatakan ingin menganti Kb pil dan ada
keluhan selama menggunakan Kontrasepsi suntik 1 bulan. Pasien telah menikah selama
15 tahun, telah memiliki 2 orang anak tahapan inti dan tahapan akhir dengan tujuan dapat
menambah pengetahuan dan bimbingan dalam penyelesaian masalah sebelum diberikan
konseling Ny.M diberikan bukti persetujuan dengan menandatangani informed consent
yang diberikan dianjurkan kepada Ny.M jika mengalami permasalahan dan membutuhkan
arahan dalam teman diskusi Ny.M bisa menemui penulis Kembali.

5.2 Saran
1. Bagi Keluarga
Diharapkan keluarga ikut serta dalam memberikan asuhan konseling dengan cara
memberikan dukungan dan motivasi secara menyeluruh .
2. KUA Lubuk Buaya
Diharapkan agar tetap menjaga dan mempertahankan kualitas dalam pelayanan pada
Akseptor Kb dengan efektif
3. Penulis selanjutnya
Diharapkan dapat melakukan pengkajian lebih dalam agar data yang didapatkan
lebih akurat dan asuhan yang diberikan sesuai dengan prosedur.

16
DAFTAR PUSTAKA

Arrasyd H, Amri K. Hubungan Pengetahuan, Sikap, dengan Partisipasi Pasangan Usia Subur
dalam Program KB di Desa Huta Padang Sayur Maincat Kecamatan Kotanopan
Kabupaten Mandailing Natal Serta Implikasinya dalam Bimbingan Dan Konseling.
2019;4(1):62-7.

Dyah Pratiwi E,Sariyati [Link] dengan Keikutsertaan Keluarga Berencana (KB) dan
Pemilihan Jenis Alat Kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Desa
Argomulyo Sedayu Bantul Yogyakarta. Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia.
2016;3(1):1-9.

Pratiwi Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keikutsertaan Kontrasepsi di Desa


Alamendah Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung. Jurnal Kebidanan.
2019;8(1):1-11.

Rukiyah AY, Trisiani Dy Handayani BN, Armiyanti A. Program Keluarga Berencana Bagi
Pasangan Usia Subur. Jakarta: Trans Info Media; 2022.

Yohannes E, Gelan G, Ejara B, Negesse D, Tesfaye A, Robi M. Modern Contraceptives


Utilization and Associated Factors Among Married Women of Reproductive Age in
Holeta Town, Central Ethiopia. 2023;1-7.

Yulizar Y, Rochadi RK, Sembiring R, Nababan D, Sitorus MEJ, Windra T. Analisis Faktor-
Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi PUS dalam Metode Kontrasepsi Jangka
Panjang (MKJP) di Kecamatan Langsa Timur Tahun 2021. PREPOTIF: Jurnal
Kesehatan Masyarakat. 2022;6(1):113-24.

17

Anda mungkin juga menyukai