0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan3 halaman

Protap Validasi Proses Farmasi

Diunggah oleh

maulanimeli89
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan3 halaman

Protap Validasi Proses Farmasi

Diunggah oleh

maulanimeli89
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROTAP VALIDASI PROSES

Nomor Dokumen : ....

Revisi : ....

Tanggal Efektif : ....

Disusun oleh : ....

Disetujui oleh: ....

1. Tujuan
Menetapkan prosedur pelaksanaan validasi proses untuk memastikan bahwa proses
produksi secara konsisten menghasilkan produk dengan mutu sesuai spesifikasi yang telah
ditetapkan.

2. Ruang Lingkup
Protap ini berlaku untuk seluruh produk farmasi yang diproduksi di fasilitas [nama
perusahaan], termasuk:
- Produk baru sebelum diproduksi komersial.
- Produk eksisting yang mengalami perubahan signifikan (formula, peralatan, fasilitas, atau
skala produksi).

3. Referensi
- CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) terbaru
- EU-GMP Annex 15: Qualification and Validation
- FDA Guidance for Industry: Process Validation (2011)
- ICH Q8, Q9, Q10

4. Definisi
- CPP (Critical Process Parameters): Parameter proses yang berpengaruh signifikan
terhadap mutu produk.
- CQA (Critical Quality Attributes): Atribut mutu produk yang kritis terhadap keamanan,
khasiat, dan mutu.
- PPQ (Process Performance Qualification): Tahap konfirmasi performa proses melalui
batch produksi representatif.
- OPV/CPV: Pemantauan berkelanjutan untuk menjamin proses tetap dalam state of control.

5. Tanggung Jawab
- Produksi: Melaksanakan proses sesuai protokol, mencatat data.
- QC: Melakukan pengujian parameter mutu sesuai protokol.
- QA: Menyusun protokol, memantau pelaksanaan, melakukan review, menyetujui laporan
validasi.
- Engineering: Memastikan peralatan & utilitas telah terkalibrasi dan tervalidasi.

6. Prosedur

6.1 Persiapan
QA menyusun protokol validasi proses yang mencakup:
- Tujuan, ruang lingkup, acuan regulasi.
- Jumlah batch yang divalidasi (umumnya 3 consecutive batches).
- Parameter kritis (CPP & CQA).
- Rencana sampling & metode analisis.
- Acceptance criteria.
Protokol ditinjau oleh Produksi, QC, dan disetujui QA Head.

6.2 Pelaksanaan
1. Produksi melaksanakan proses sesuai protokol dan BPR.
2. QC melakukan pengujian IPC & produk akhir sesuai rencana.
3. Semua hasil dicatat dalam form validasi.
4. Deviasi selama validasi harus segera dilaporkan dan ditangani sesuai SOP.

6.3 Evaluasi & Pelaporan


1. QA melakukan analisis data (statistik, tren antar batch).
2. Menentukan apakah proses memenuhi acceptance criteria.
3. Jika hasil validasi memenuhi kriteria → proses dinyatakan tervalidasi.
4. Jika ada penyimpangan signifikan → lakukan investigasi, CAPA, atau validasi ulang.
5. QA menyusun laporan validasi yang berisi ringkasan data, analisis, kesimpulan, dan
rekomendasi.

6.4 Monitoring Berkelanjutan


Setelah PPQ, dilakukan On Going/Continued Process Verification (OPV/CPV) sesuai SOP.
Data dimonitor secara berkala (bulanan/tahunan) untuk memastikan state of control.

7. Kriteria Penerimaan
- Semua parameter kritis (CPP) dalam batas spesifikasi.
- Semua atribut mutu kritis (CQA) memenuhi persyaratan.
- Tidak ada deviasi kritis tanpa justifikasi yang dapat diterima.
- Konsistensi antar batch tervalidasi.

8. Dokumentasi
- Protokol Validasi Proses
- Formulir pengumpulan data
- Laporan Validasi Proses
- Laporan OPV/CPV (lanjutan)
9. Lampiran
- Format tabel pengumpulan data
- Format grafik tren
- Contoh acceptance criteria

Anda mungkin juga menyukai