VLAN (VIRTUAL LAN)
1. Pengertian VLAN
VLAN merupakan kependekan dari Virtual LAN atau Virtual Local Area Network. Dilihat dari
definisinya maka LAN yang dihasilkan adaah secara virtual, bukan secara fisik.
Dalam melakukan manajemen jaringan, kita mungkin membutuhkan banyak hub sesuai dengan
departemen-departemen yang ada. Department keuangan menggunakan sebuah hub, departmen produksi
menggunakan satu hub, departmen sales menggunakan hub demikian dan seterusnya. Kita pertama-tama
membuat perkiraan bahwa departmen keuangan hanya membutuhkan 8 port, departmen sales 16 port,
demikian seterusnya. Tetapi ternyata dalam perkembangannya departmen keuangan membutuhkan 10
port, departmen sales membutuhkan 16 port demikian seterusnya.
Menggunakan tradisional hub kita harus membeli hub baru, dengan menggunakian switch yang
modern kita cukup membeli sebuah switch kemudian memecah port-port dalam switch menjadi beberapa
VLAN (Virtual LAN). Pemecahan ini menggunakan software sehingga kita tidak perlu melakukan
pengkabelan ulang. VLAN satu secara fungsi terpisah dengan VLAN yang lain meskipun secara fisik
menjadi satu.
2. Prinsip Kerja VLAN
Prinsip kerja sebuah jaringan LAN (Local Area Network) adalah, semua device yang berada pada
satu LAN berarti berada pada satu broadcast domain. Sebuah broadcast domain mencakup semua device
yang terhubung pada satu LAN dimana jika salah satu device mengirimkan frame broadcast maka semua
device yang lain akan menerima kopi dari frame tersebut. Tanpa VLAN, sebuah switch akan menganggap
semua interface (port) nya berada pada satu broadcast domain, dengan kata lain, semua komputer yang
terhubung ke switch tersebut akan di anggap berada pada satu LAN yang sama. Dengan menggunakan
teknologi VLAN, switch bisa mengelompokan beberapa interface (port) switch ke dalam satu broadcast
domain dan beberapa interface yang lain ke dalam broadcast domain yang berbeda, sehingga tercipta
multiple broadcast domain. Masing-masing broadcast domain yang dibuat oleh switch inilah yang kita
sebut sebagai Virtual LAN (VLAN).
VLAN membagi broadcast domain yang besar menjadi broadcast domain yang lebih kecil untuk
meningkatkan kinerja jaringan. Broadcast domain yang lebih kecil akan membatasi device yang terlibat
dalam aktivitas broadcast. Host-host dalam satu VLAN tidak dapat berkomunikasi dengan host-host di
VLAN yang berbeda, untuk bisa berkomunikasi dengan vlan yang berbeda diperlukan perangkat router
Muhammad Arisandi,[Link]
Untuk memberi identitas sebuah VLAN digunakan nomor identitas VLAN yang dinamakan
VLAN ID. Digunakan untuk menandai VLAN yang terkait. Dua range VLAN ID adalah
a. Normal Range VLAN (1 – 1005)
o Digunakan untuk jaringan skala kecil dan menengah.
o Nomor ID 1002 s.d. 1005 dicadangkan untuk Token Ring dan FDDI VLAN.
o ID 1, 1002 – 1005 secara default sudah ada dan tidak dapat dihilangkan.
o Konfigurasi disimpan di dalam file database VLAN, yaitu [Link].
o VLAN trunking protocol (VTP), yang membantu manaejemn VLAN, hanya dapat bekerja pada
normal range VLAN dan menyimpannya dalam file database VLAN.
b. Extended Range VLANs (1006 – 4094)
o Memampukan para service provider untuk memperluas infrastrukturnya
kepada konsumen yang lebih banyak. Dibutuhkan untuk perusahaan skala
besar yang membutuhkan jumlah VLAN lebih dari normal.
o Memiliki fitur yang lebih sedikit dibandingakn VLAN normal range.
o Disimpan dalam NVRAM (file running configuration).
o VTP tidak bekerja di sini.
Switch catalys 2960 mendukung 255 normal range dan extended range.
Muhammad Arisandi,[Link]
3. Desain Topologi
NO Device Port IP Address Subnet Mask VLAN ID VLAN
Switch NAME
1 PC1 Fa0/1 [Link] [Link] 10 siswa
2 PC2 Fa0/11 [Link] [Link] 20 Guru
3 PC3 Fa0/21 [Link] [Link] 30 Staff
4 Switch 0 - [Link] [Link] 10 siswa
4. Konfigurasi Switch :
Switch>enable
Switch#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#
Memberikan nama switch
Switch(config)#hostname SW-LABBAIKA
SW-LABBAIKA(config)#
Disable DNS lookup pada switch
SW-LABBAIKA(config)#no ip domain lookup
Memberikan banner pada switch
SW-LABBAIKA(config)#banner motd &Selamat Datang Administrator&
Muhammad Arisandi,[Link]
Memberikan password pada switch
SW-LABBAIKA(config)#line console 0
SW-LABBAIKA(config-line)#login
% Login disabled on line 0, until 'password' is set
SW-LABBAIKA(config-line)#password L@bbaika
SW-LABBAIKA(config-line)#exit
Memberikan switch alamat IP pada VLAN 10
Di sini saya memberikan alamat ip pada switch pada vlan 10 agar
PC1 dapat meremote switch memggunakan ssh, karena PC1 saya masukan ke dalam VLAN 10 :
SW-LABBAIKA(config)#interface vlan 10
SW-LABBAIKA(config-if)#ip address [Link] [Link]
SW-LABBAIKA(config-if)#no shutdown
SW-LABBAIKA(config-if)#exit
Konfigurasi SSH pada line VTY
SW-LABBAIKA(config)#ip domain-name [Link]
SW-LABBAIKA(config)#crypto key generate rsa
The name for the keys will be: [Link]
Choose the size of the key modulus in the range of 360 to 2048 for
your
General Purpose Keys. Choosing a key modulus greater than 512 may take
a few minutes.
How many bits in the modulus [512]: 1024
% Generating 1024 bit RSA keys, keys will be non-exportable...[OK]
SW-LABBAIKA(config)#username labbaika secret labbaika123
*Mar 1 1:4:28.131: %SSH-5-ENABLED: SSH 1.99 has been enabled
SW-LABBAIKA(config)#line vty 0 4
SW-LABBAIKA(config-line)#login local
SW-LABBAIKA(config-line)#transport input ssh
SW-LABBAIKA(config-line)#exit
Memberi enable secret pada switch
SW-LABBAIKA(config)#enable secret L@bbaika
Membuat VLAN pada Switch
SW-LABBAIKA(config)# vlan 10
SW-LABBAIKA(config-vlan)#name siswa
SW-LABBAIKA(config-vlan)# vlan 20
SW-LABBAIKA(config-vlan)#name Guru
SW-LABBAIKA(config-vlan)# vlan 30
Muhammad Arisandi,[Link]
SW-LABBAIKA(config-vlan)#name Staff
SW-LABBAIKA(config-vlan)#exit
Konfigurasi Member Port untuk VLAN
SW-LABBAIKA(config-if)#interface fa0/1
SW-LABBAIKA(config-if)#Switchport mode access
SW-LABBAIKA(config-if)#switchport access vlan 10
SW-LABBAIKA(config-if)#interface fa0/11
SW-LABBAIKA(config-if)#Switchport mode access
SW-LABBAIKA(config-if)#switchport access vlan 20
SW-LABBAIKA(config-if)#interface fa0/21
SW-LABBAIKA(config-if)#Switchport mode access
SW-LABBAIKA(config-if)#switchport access vlan 30
SW-LABBAIKA(config-if)#exit
Konfigurasi Member Port menggunakan range untuk VLAN
SW-LABBAIKA(config-if)#interface range fa0/1-fa0/11
SW-LABBAIKA(config-if)#Switchport mode access
SW-LABBAIKA(config-if)#switchport access vlan 10
SW-LABBAIKA(config-if)#interface range fa0/11-fa0/20
SW-LABBAIKA(config-if)#Switchport mode access
SW-LABBAIKA(config-if)#switchport access vlan 20
SW-LABBAIKA(config-if)#interface range fa0/21-fa0/24
SW-LABBAIKA(config-if)#Switchport mode access
SW-LABBAIKA(config-if)#switchport access vlan 30
SW-LABBAIKA(config-if)#exit
Melihat Konfigurasi VLAN
SW-LABBAIKA(config)#do show vlan brief
Menyimpan konfigurasi VLAN ke dalam NVRAM
SW-LABBAIKA#copy running-config startup-config
5. Uji Koneksi
Lakukan uji koneksi menggunakan ping antar PC1,PC2 dan PC3 Amati apa yang terjadi
Muhammad Arisandi,[Link]
Muhammad Arisandi,[Link]