Pembelajaran Pancaindra untuk SD
Pembelajaran Pancaindra untuk SD
COM
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi nama-nama pancaindra (mata, telinga, hidung,
lidah, kulit) dengan tepat.
2. Menjelaskan fungsi masing-masing pancaindra dengan bahasa sendiri.
3. Menghubungkan fungsi pancaindra dengan kegiatan sehari-
hari yang melibatkan indra tersebut.
4. Mengklasifikasikan benda-benda berdasarkan indra yang
digunakan untuk mengenalinya.
5. Menganalisis pentingnya menjaga kesehatan pancaindra.
6. Merancang atau membuat presentasi sederhana tentang
salah satu pancaindra.
7. Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok mengenai fungsi dan
cara kerja pancaindra.
G. Model Pembelajaran
Model: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep
Learning.
Metode: Diskusi Kelompok, Eksperimen Sederhana, Presentasi,
Penugasan.
[Link]
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Apa yang
kalian dengar di sekitar sini? Apa yang kalian rasakan saat
duduk di kursi ini? Bagaimana perasaan kalian saat ini?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, apa jadinya kalau kita tidak bisa
melihat warna pelangi? Atau kalau kita tidak bisa mencium aroma
masakan enak? Seberapa penting pancaindra bagi kehidupan kita
sehari-hari?"
Joyful Learning: "Siapa yang paling suka mencicipi makanan baru?
Kira- kira, bagian tubuh mana yang paling berperan saat kita
mencicipi rasa manis, asam, asin, dan pahit?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa
kehadiran, dan mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat (seperti di poin C) dan mengaitkannya dengan
pentingnya menjaga kesehatan tubuh, termasuk pancaindra.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian
peserta didik pada topik pancaindra.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Indra (Pengamatan Aktif):
o Guru menyiapkan beberapa benda dengan karakteristik
berbeda (misalnya: buah-buahan, bunga, kapas, batu,
air hangat/dingin, makanan dengan rasa berbeda).
o Peserta didik diajak untuk mengamati, menyentuh,
mencium, merasakan, dan mendengarkan benda-
benda tersebut secara bergantian dengan bimbingan
guru.
o Guru memandu peserta didik untuk menghubungkan
pengalaman mereka dengan indra yang digunakan (misalnya:
"Bagaimana rasanya jeruk ini? Indra apa yang kita gunakan
untuk merasakan manis/asam?" atau "Apa yang kalian dengar
saat kertas diremas?").
2. Identifikasi dan Fungsi Pancaindra (Diskusi Kolaboratif):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan gambar/kartu bergambar
pancaindra (mata, telinga, hidung, lidah, kulit).
o Masing-masing kelompok berdiskusi untuk
menuliskan nama pancaindra dan fungsi utamanya.
o Guru berkeliling membimbing dan memfasilitasi diskusi.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan
kelas.
[Link]
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa pancaindra adalah anugerah Tuhan
yang sangat penting untuk berinteraksi dengan dunia sekitar dan memahami
berbagai informasi. Dengan memahami fungsi dan cara kerja pancaindra,
mereka akan lebih menghargai dan bertanggung jawab untuk menjaga
kesehatan indra mereka. Pembelajaran ini akan membantu mereka
melihat bagaimana setiap indra bekerja sama untuk membantu mereka
belajar, bermain, dan menjalani kehidupan sehari-hari.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa bagian pembelajaran hari ini yang paling saya sukai? Mengapa?
[Link]
2. Hal baru apa yang saya pelajari tentang pancaindra hari ini?
3. Apa yang akan saya lakukan untuk menjaga kesehatan
pancaindra saya setelah pembelajaran ini?
Refleksi Pendidik
1. Bagaimana keterlibatan peserta didik selama kegiatan eksplorasi
pancaindra?
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Apa
yang perlu ditingkatkan untuk pertemuan selanjutnya?
3. Apakah ada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam
memahami konsep pancaindra? Bagaimana saya bisa
membantu mereka lebih baik?
Kelas:
Tanggal:
o
o
5. Kulit:
o
o
C. Lingkari jawaban yang paling tepat!
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaian (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
man
mendal
a m.
Peta
pikiran/
Peta
p oster
Peta Peta pikiran/
sangat
pikiran/ pikiran/ p oster Peta
Kreativita menarik
p oster p oster cukup pikiran/post
s Peta ,
tidak kurang menarik er menarik,
Pikiran/P inovatif,
menarik menari , ada informatif,
oster informa
, tidak k, gambar dan kreatif.
tif
ada gambar sederha
, dan
gambar sedikit. n a.
menunj
.
u kkan
kreativit
as
tinggi.
Penjela
s an
sangat
jelas,
Tidak antusia
Penyamp Penjela Penjelas
mampu Penjelasa s,
aian s an an
menjela n jelas, bahasa
Presenta kurang cukup
s kan, percaya tubuh
si jelas, jelas,
suara diri, baik,
(Komunik kadang kontak
tidak kontak mampu
asi) ragu. mata
jelas. mata menjaw
kurang.
baik. ab
pertany
a an
dengan
lugas.
Memah
a mi
Memaha
konsep
Tidak mi
Pemah secara
Pemaham menunj Pemah konsep
a man mendal
an u kkan a man dengan
konsep am
Konsep pemah konsep baik dan
dasar dan
(Penalara a man dasar dapat
cukup mampu
n Kritis) sama kurang. menghub
baik. menjela
sekali. u ngkan
s kan
dengan
[Link]
contoh.
dengan
contoh
yang
[Link]
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaian (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
bervaria
s i.
P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang bertujuan agar
peserta didik memahami konsep secara mendalam, bukan hanya
menghafal.
2. Pancaindra: Lima alat tubuh (mata, telinga, hidung, lidah,
kulit) yang berfungsi untuk merasakan rangsangan dari
luar.
3. Reseptor: Sel atau kelompok sel khusus dalam tubuh yang peka
terhadap rangsangan tertentu.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
[Link]
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai tahapan dalam siklus hidup beberapa
makhluk hidup (misalnya, kupu-kupu, ayam, tanaman) dengan
benar.
2. Menjelaskan pentingnya menjaga kelestarian makhluk hidup dan
sumber daya alam.
3. Menganalisis dampak aktivitas manusia terhadap kelestarian
makhluk hidup dan sumber daya alam.
4. Merumuskan ide-ide sederhana upaya pelestarian makhluk
hidup dan sumber daya alam di lingkungan sekitar.
5. Menghubungkan masalah pelestarian sumber daya alam dengan
upaya mitigasi perubahan iklim.
6. Membuat poster atau media kampanye sederhana tentang
pentingnya pelestarian lingkungan.
7. Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok mengenai isu-isu
lingkungan.
G. Model Pembelajaran
Model: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep
Learning.
Metode: Diskusi Kelompok, Observasi, Eksperimen Sederhana,
Presentasi, Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba perhatikan tanaman atau hewan di
sekitarmu. Pernahkah kalian berpikir, dari mana mereka berasal
dan bagaimana mereka bisa tumbuh besar seperti sekarang? Apa
yang mereka butuhkan untuk hidup?"
Meaningful Learning: "Jika kita tidak menjaga lingkungan dan
hewan di dalamnya, apa yang akan terjadi pada masa depan?
Mengapa penting bagi kita untuk peduli pada nasib makhluk
hidup lain dan sumber daya alam?"
Joyful Learning: "Bayangkan kalian adalah seorang pahlawan
lingkungan. Ide keren apa yang akan kalian lakukan untuk
membuat Bumi kita ini tetap indah dan dihuni banyak makhluk
hidup?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa
kehadiran, dan mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat (seperti di poin C), khususnya poin
"Bermasyarakat" yang bisa dikaitkan dengan kepedulian
lingkungan.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian
peserta didik pada topik siklus hidup dan pelestarian lingkungan.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Siklus Hidup (Observasi dan Diskusi Awal):
o Guru menayangkan video atau menunjukkan gambar
siklus hidup beberapa makhluk hidup (misalnya, kupu-
kupu, ayam, tumbuhan). Gambar Life cycle of butterfly.
Complete (holometabolous) metamorphosis with four
distinct phases
o Peserta didik diminta mengamati dan mencatat tahapan-
tahapan yang mereka lihat.
o Guru memfasilitasi diskusi tentang "Apa yang membuat
makhluk hidup ini bisa terus ada?" dan "Apa yang terjadi jika
salah satu tahapan siklus hidup terganggu?"
2. Studi Kasus Lingkungan (Analisis Masalah):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
[Link]
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa semua makhluk hidup memiliki siklus
hidupnya masing-masing, dan kelestarian mereka sangat bergantung pada
bagaimana manusia memperlakukan lingkungan. Mereka akan menyadari
bahwa setiap tindakan kecil yang mereka lakukan untuk menjaga sumber
daya alam, seperti menghemat air atau memilah sampah, memiliki
dampak besar terhadap kelangsungan hidup makhluk lain dan dapat
membantu mitigasi perubahan iklim untuk Bumi yang lebih sehat.
mencemari air dan tanah, atau menebang pohon secara berlebihan. Jika
sumber daya alam rusak, makhluk hidup lain juga akan terancam,
bahkan bisa punah. Oleh karena itu, menjaga dan melestarikan sumber
daya alam sangatlah penting.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang saya pelajari tentang siklus hidup makhluk hidup
hari ini?
2. Apa tindakan kecil yang bisa saya lakukan untuk membantu
menjaga lingkungan di sekitar saya?
3. Bagaimana perasaan saya setelah belajar tentang pentingnya
pelestarian lingkungan?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam
tentang siklus hidup dan pentingnya pelestarian?
2. Bagaimana efektivitas model Project-Based Learning dalam
mendorong kreativitas dan kolaborasi siswa?
3. Aspek mana dari pembelajaran yang perlu saya perkuat atau
modifikasi di pertemuan berikutnya agar lebih bermakna?
Kelas:
Tanggal:
(Gambarkan atau tuliskan tahapan yang hilang pada siklus hidup berikut)
Jika ada banyak orang yang membuang sampah plastik ke sungai, apa
yang akan terjadi pada ikan-ikan di sungai itu?
Poster
Poster sangat
Poster menarik, menarik,
Poster Poster
cukup informat inovatif,
Kreativita tidak kurang
menarik if, dan informat
s Poster menarik, menari
, ada kreatif if, dan
Kampany tidak ada k
gambar dalam memiliki
e gambar/w ,
sederha penyam daya
a rna. desain
n a. p aian tarik
sederh
pesan. visual
a na.
yang
kuat.
Penjelas
Penjelas an
Tidak Penjel Penjelasa an sangat
Penyamp mampu a san n cukup jelas, jelas,
aian menjelask kuran jelas, percaya antusias
Pesan an, pesan g pesan diri, , pesan
(Komunik tidak jelas, tersampa pesan sangat
asi) tersampaik pesan i kan tersamp persuasi
an. kuran sebagian. ai kan f,
g dengan mampu
kuat. baik. mengaja
[Link]
k orang
lain.
[Link]
P. Glosarium
[Link]
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. World Wildlife Fund (WWF). (2023). Edukasi Lingkungan untuk Anak.
Diakses dari: [Link] (contoh situs, sesuaikan dengan
sumber yang relevan dan terbaru).
[Link]
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi tiga wujud zat (padat, cair, gas) dengan benar.
2. Menjelaskan proses perubahan wujud zat (mencair, membeku,
menguap, mengembun) dengan contoh sehari-hari.
3. Mengidentifikasi berbagai sumber energi (matahari, angin,
air, listrik, makanan) yang ada di sekitar.
4. Menjelaskan berbagai bentuk energi (panas, cahaya, bunyi,
gerak, listrik) dengan contohnya.
5. Menganalisis proses perubahan bentuk energi dalam alat-alat atau
kejadian sehari-hari (misalnya, lampu menyala, setrika panas).
6. Melakukan percobaan sederhana untuk mengamati perubahan
wujud zat atau perubahan energi.
7. Menyajikan hasil pengamatan atau diskusi tentang perubahan
wujud zat dan energi secara kreatif.
G. Model Pembelajaran
Model: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri)
dengan pendekatan Deep Learning.
Metode: Eksperimen, Diskusi Kelompok, Observasi, Presentasi,
Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba rasakan udara di sekitar kita. Apa yang
terjadi jika kalian menaruh es batu di telapak tangan? Apa yang
membuat es itu berubah? Pernahkah kalian bertanya-tanya, apa
yang membuat lampu bisa menyala atau kenapa kompor bisa
panas?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita perlu tahu
tentang bagaimana benda-benda bisa berubah bentuk atau
bagaimana energi bekerja? Apa manfaatnya dalam
kehidupan kita sehari-hari?"
Joyful Learning: "Kalau kalian punya kekuatan super untuk
mengubah wujud benda, benda apa yang ingin kalian ubah dan jadi
apa? Atau jika kalian bisa menciptakan energi, energi apa yang
ingin kalian ciptakan dan untuk apa?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa
kehadiran, dan mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat (seperti di poin C), terutama yang berkaitan
dengan energi (olahraga, makan, tidur) dan kemudian
menghubungkannya dengan konsep energi.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian
peserta didik pada topik perubahan wujud zat dan energi.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Perubahan Wujud Zat (Eksperimen Langsung):
o Guru menyiapkan stasiun-stasiun percobaan sederhana
di dalam kelas:
Stasiun 1 (Mencair/Membeku): Es batu di mangkuk
terbuka, dan air di wadah lain yang akan dimasukkan
ke freezer (jika memungkinkan). Peserta didik
mengamati es mencair dan membayangkan air
membeku.
Stasiun 2 (Menguap/Mengembun): Air dipanaskan
(dengan pengawasan ketat guru), peserta didik
mengamati uap air dan tetesan air di tutup
panci/gelas.
[Link]
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa segala sesuatu di alam semesta,
termasuk benda-benda di sekitar mereka dan tubuh mereka sendiri, terus-
menerus mengalami perubahan wujud dan energi. Mereka akan menyadari
bahwa energi adalah kunci dari semua aktivitas dan perubahan yang
terjadi, serta bagaimana energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk
lain. Pemahaman ini akan membantu mereka melihat dunia dengan lebih
kritis dan menghargai fenomena alam di kehidupan sehari-hari.
mendidih menjadi uap), dan mengembun (gas ke cair, contoh: uap air
menjadi tetesan air di pagi hari).
Sumber dan Bentuk Energi
Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja. Ada
banyak sumber energi di Bumi ini, seperti matahari yang memberikan
energi cahaya dan panas, angin yang menggerakkan kincir angin, air yang
mengalir untuk pembangkit listrik, listrik yang mengalir di rumah kita, dan
makanan yang memberikan energi untuk tubuh kita bergerak dan berpikir.
Energi juga memiliki berbagai bentuk, seperti energi panas (dari api atau
matahari), energi cahaya (dari lampu atau matahari), energi bunyi (dari
suara musik), energi gerak (dari mobil yang berjalan), dan energi listrik
(dari stopkontak).
Perubahan Bentuk Energi dalam Kehidupan Sehari-hari
Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, namun dapat berubah
bentuk dari satu bentuk ke bentuk lain. Ini terjadi terus-menerus di sekitar
kita. Contohnya, saat kita menyalakan lampu, energi listrik berubah menjadi
energi cahaya dan sedikit energi panas. Saat kita menggunakan setrika,
energi listrik berubah menjadi energi panas untuk merapikan baju. Bahkan
saat kita makan dan kemudian berlari, energi kimia dari makanan berubah
menjadi energi gerak untuk tubuh kita. Memahami perubahan energi ini
membantu kita lebih menghargai penggunaan energi di kehidupan kita.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa yang paling menarik bagi saya saat mengamati perubahan
wujud zat atau perubahan energi hari ini?
2. Bagaimana saya bisa menggunakan pengetahuan tentang energi
untuk lebih bijak dalam menggunakan listrik di rumah?
3. Apakah ada hal yang masih membuat saya bingung tentang
wujud zat atau energi?
Refleksi Pendidik
1. Apakah kegiatan eksperimen berhasil meningkatkan
pemahaman peserta didik tentang konsep perubahan wujud zat
dan energi?
2. Bagaimana cara saya dapat lebih mengintegrasikan konsep
energi dengan kegiatan sehari-hari peserta didik di luar kelas?
3. Apakah saya sudah memberikan kesempatan yang cukup bagi
semua peserta didik untuk berpartisipasi dan menunjukkan
pemahaman mereka?
Kelas:
[Link]
Tanggal:
1. Es batu:
2. Air minum:
3. Asap dari knalpot:
4. Meja:
B. Lengkapi Proses Perubahan Wujud Zat Berikut!
1. Es krim meleleh: Padat → (nama proses: )
2. Air di panci mendidih: Cair → (nama proses: )
3. Air menjadi es di freezer: Cair → (nama proses: )
C. Perhatikan Gambar di Bawah Ini! Tuliskan Perubahan Energi yang Terjadi!
1. Lampu Menyala:
2. Radio Berbunyi:
3. Setrika Panas:
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala 4
1 5
Penilaian (Kurang 3 (Baik)
(Sanga (Sanga
) (Cukup
t t Baik)
)
Kurang
)
secar
a
efekti
f.
Konsep
sangat
akurat,
Konsep Konsep lengkap,
Konsep Konsep
Kualitas yang kurang relevan,
cukup akurat,
Konsep disajikan akurat dan
akurat lengka
(Penalara salah atau menunju
dan p, dan
n Kritis) atau kurang k kan
releva relevan
tidak lengka pemaha
n. .
sesuai. p. man
mendala
m.
Model/
dia gram
Model/ sangat
Model/ Model/ Model/
dia gram jelas,
Kreativita dia gram dia gram dia gram
cukup inovatif,
s tidak kurang jelas,
jelas informat
Model/Dia jelas, jelas informati
dan ada if, dan
gram tidak atau f, dan
usaha menunju
menarik. kurang kreatif.
kreatif. k kan
menarik.
kreativit
as
tinggi.
Penjelas
an
sangat
jelas,
Tidak Penjelas
Penyamp Penjelas antusias
mampu Penjelas an
aian an , bahasa
menjela an jelas,
Presentas cukup tubuh
s kan, kurang percaya
i jelas, baik,
suara jelas, diri,
(Komunik kontak mampu
tidak kadang kontak
asi) mata menjaw
jelas. ragu. mata
kurang. ab
baik.
pertany
a an
dengan
lugas.
[Link]
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala 4
1 5
Penilaian (Kurang 3 (Baik)
(Sanga (Sanga
) (Cukup
t t Baik)
)
Kurang
)
Menunju
k kan
pemaha
Menunju man
k kan mendala
Keterkait
Tidak Keterkai pemaha m dan
an Keterkai
ada t an man mampu
dengan t an
keterkait dengan tentang memberi
Kehidupa dengan
an kehidup aplikasi k an
n Sehari- kehidup
dengan an konsep contoh
hari an
(Makna) kehidup cukup dalam relevan
minim.
an jelas. kehidup yang
sehari- a n. bervaria
hari. si dari
kehidup
an
sehari-
hari.
P. Glosarium
1. Wujud Zat: Bentuk fisik suatu materi (padat, cair, gas).
2. Energi: Kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha.
3. Mitigasi: Upaya mengurangi dampak negatif suatu masalah, di
sini terkait perubahan iklim.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. National Geographic Kids. (2023). What Is Energy?. Diakses dari:
[Link] (contoh situs, sesuaikan
dengan sumber yang relevan dan terbaru).
[Link]
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet
(benda magnetis) dan benda yang tidak dapat ditarik magnet
(non-magnetis).
2. Menjelaskan sifat-sifat magnet (memiliki dua kutub, dapat
menarik benda tertentu, gaya magnet dapat menembus benda
tipis) melalui percobaan sederhana.
3. Mengidentifikasi berbagai jenis gaya dalam kehidupan sehari-
hari (gaya otot, gaya gravitasi, gaya gesek, gaya pegas, gaya
dorong, gaya tarik).
4. Menjelaskan pengaruh gaya terhadap gerak benda
(membuat benda bergerak, berhenti, berubah arah, berubah
kecepatan).
5. Menjelaskan pengaruh gaya terhadap bentuk benda.
6. Melakukan percobaan sederhana untuk mengamati pengaruh
gaya dan kemagnetan.
7. Menganalisis hubungan antara gaya dan kemagnetan dengan
aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.
8. Menyajikan hasil pengamatan atau diskusi tentang gaya dan
kemagnetan secara kreatif.
G. Model Pembelajaran
Model: Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan) dengan
pendekatan Deep Learning.
Metode: Eksperimen, Observasi, Diskusi Kelompok, Presentasi,
Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba perhatikan pintu kulkas di rumah,
mengapa bisa menempel rapat? Atau, saat kalian bermain bola,
mengapa bola yang dilempar ke atas selalu jatuh kembali ke
tanah? Apa yang membuat benda bergerak atau berhenti?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa penemuan magnet itu
penting bagi manusia? Atau, mengapa kita perlu memahami
berbagai jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari? Apa manfaatnya
bagi kita?"
Joyful Learning: "Jika kalian adalah seorang ilmuwan yang sedang
meneliti kekuatan tersembunyi, kekuatan apa yang paling ingin
kalian pelajari lebih dalam: gaya atau magnet? Mengapa?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa
kehadiran, dan mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat (seperti di poin C), khususnya yang berkaitan
dengan gaya (olahraga, tenaga).
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian
peserta didik pada topik gaya dan kemagnetan.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Kemagnetan (Eksperimen Langsung):
o Guru menyiapkan beberapa jenis magnet dan
berbagai benda (magnetis dan non-magnetis) di
setiap meja kelompok.
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diminta untuk:
[Link]
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa gaya dan kemagnetan adalah dua
konsep dasar dalam ilmu pengetahuan yang sangat berpengaruh pada
kehidupan sehari-hari. Mereka akan menyadari bahwa benda-benda
bergerak, berhenti, atau berubah bentuk karena adanya gaya, dan
magnet memiliki kekuatan unik untuk menarik benda tertentu.
Pemahaman ini akan membantu mereka melihat fenomena di sekitar
dengan sudut pandang ilmiah, memahami cara kerja berbagai alat, dan
bahkan menginspirasi mereka untuk menciptakan sesuatu.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang
magnet atau gaya hari ini?
2. Bagaimana saya bisa mengamati gaya dan kemagnetan di
sekitar rumah saya?
3. Apakah ada pertanyaan lain yang muncul di pikiran saya
setelah belajar tentang materi ini?
Refleksi Pendidik
1. Apakah kegiatan eksperimen dan penemuan (Discovery
Learning) berhasil memicu rasa ingin tahu dan pemahaman
mendalam peserta didik?
2. Bagaimana saya bisa lebih mengaitkan konsep gaya dan
kemagnetan dengan teknologi atau benda-benda yang lebih
kompleks di sekitar siswa?
3. Apakah semua peserta didik aktif berpartisipasi dalam diskusi
dan percobaan? Jika tidak, bagaimana saya bisa mendorong
[Link]
Kelas:
Tanggal:
1. Saat kamu menendang bola yang diam, gaya membuat bola menjadi
.
2. Saat kamu mengerem sepeda, gaya membuat sepeda menjadi .
3. Saat kamu menekan plastisin, gaya membuat plastisin menjadi .
4. Saat kamu melempar bola ke atas, gaya gravitasi membuat bola
ke bawah.
C. Ayo Berpikir Kritis!
Mengapa pintu kulkas bisa menempel rapat dan sulit dibuka oleh adik bayi?
Jelaskan dengan menggunakan kata "magnet"!
[Link]
Miniatur/ Miniatur/
Kreativita Miniatur/ Miniatur/ Miniatur/
p oster p oster
s p oster p oster p oster
cukup sangat
Miniatur/P tidak kurang jelas,
jelas jelas,
oster jelas, jelas informat
dan ada inovatif,
atau if,
[Link]
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaian (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
tidak kurang usaha dan informat
menari menari kreati kreati if, dan
k. k. f. f. menunju
k kan
kreativit
as
tinggi.
Penjelas
an
sangat
jelas,
Tidak Penjelas
Penyamp Penjelas antusias
mampu Penjelasa an
aian an , bahasa
menjela n kurang jelas,
Presentas cukup tubuh
s kan, jelas, percaya
i jelas, baik,
suara kadang diri,
(Komunik kontak mampu
tidak ragu. kontak
asi) mata menjaw
jelas. mata
kurang. ab
baik.
pertany
a an
dengan
lugas.
Menunju
k kan
Menunju pemaha
k kan man
Tidak pemaha mendala
Aplikasi
ada Contoh Contoh man m
dalam
contoh aplikasi aplikasi tentang tentang
Kehidupa
aplikasi minim cukup aplikasi berbagai
n
dalam atau relevan gaya/ma aplikasi
(Kewarga
kehidup tidak dan g net gaya/ma
an)
an relevan. jelas. dalam g net
sehari- kehidup yang
hari. an bermanf
sehari- a at bagi
hari. masyara
k at.
P. Glosarium
1. Gaya: Tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi benda.
2. Magnet: Benda yang memiliki kemampuan menarik benda-benda
tertentu, terutama yang mengandung besi atau baja.
3. Gravitasi: Gaya tarik Bumi yang menyebabkan benda jatuh ke bawah.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. DK Publishing. (2018). The Science Book: Everything You Need to
Know About the World and How It Works. London: DK Publishing.
[Link]
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai peran, tugas, dan tanggung jawab
individu di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat
sekitar.
2. Menjelaskan pentingnya menjalankan peran, tugas, dan
tanggung jawab dengan baik.
3. Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial positif dan
negatif yang terjadi di lingkungan sekitar.
4. Menganalisis dampak dari interaksi sosial positif dan negatif
terhadap lingkungan dan individu.
5. Merumuskan cara-cara untuk menciptakan interaksi sosial yang
positif di sekolah dan tempat tinggal.
6. Membuat karya kreatif (misalnya, drama singkat, poster, atau
cerita) yang menggambarkan peran, tugas, tanggung jawab, dan
interaksi sosial.
7. Berpartisipasi aktif dalam simulasi atau diskusi kelompok mengenai
skenario interaksi sosial.
G. Model Pembelajaran
Model: Collaborative Learning (Pembelajaran Kolaboratif)
dengan pendekatan Deep Learning.
Metode: Diskusi Kelompok, Bermain Peran (Role Play), Analisis
Kasus, Presentasi, Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Bayangkan
dirimu sedang di rumah. Siapa saja yang ada di rumah? Apa yang
mereka lakukan? Bagaimana kalian semua saling membantu?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita harus tahu apa
tugas dan tanggung jawab kita di rumah atau di sekolah? Apa yang
akan terjadi kalau tidak ada yang mau melakukan tugasnya?"
Joyful Learning: "Jika kalian bisa bertukar peran dengan siapa
pun di sekolah selama satu hari, kalian ingin jadi siapa? Apa
yang akan kalian lakukan di peran itu? Atau, bagaimana cara
membuat semua orang di kelasmu merasa senang dan
nyaman?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa
kehadiran, dan mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat (seperti di poin C), terutama poin "Bermasyarakat"
dan mengaitkannya dengan konsep peran, tugas, dan tanggung
jawab.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian
peserta didik pada topik peran, tugas, tanggung jawab, dan
interaksi sosial.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Peran dan Tanggung Jawab (Diskusi Awal):
o Guru memulai dengan pertanyaan: "Siapa peranmu di
rumah? Apa tugasmu sebagai anak? Apa tanggung
jawabmu sebagai siswa di sekolah ini?"
[Link]
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa setiap orang memiliki peran, tugas,
dan tanggung jawab yang saling berkaitan dalam sebuah komunitas, baik di
keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Mereka akan menyadari bahwa
cara mereka berinteraksi dengan orang lain sangat memengaruhi
suasana dan
[Link]
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa yang saya pelajari tentang pentingnya menjalankan peran dan
tanggung jawab saya di rumah dan sekolah?
2. Bagaimana saya bisa menerapkan cara berinteraksi positif yang
sudah saya pelajari hari ini dalam kehidupan sehari-hari?
3. Apakah ada hal lain yang ingin saya tahu tentang peran, tugas,
tanggung jawab, atau interaksi sosial?
[Link]
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam
tentang konsep peran, tugas, tanggung jawab, dan interaksi
sosial?
2. Bagaimana efektivitas metode bermain peran dalam
membantu siswa memahami dan mempraktikkan interaksi
sosial?
3. Apakah ada peserta didik yang masih kesulitan dalam berinteraksi
atau memahami perannya? Bagaimana strategi saya selanjutnya
untuk membantu mereka?
Kelas:
Tanggal:
Sebagai Siswa
Tuliskan 2 cara yang bisa kamu lakukan untuk menciptakan suasana belajar
yang lebih menyenangkan di kelasmu!
1.
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaian (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
Konsep
sangat
Konsep akurat,
peran/in Konsep lengkap,
Konsep Konsep
Kualitas t eraksi kurang relevan,
cukup akurat,
Konsep yang akurat dan
akurat lengka
(Penalara disajikan atau menunju
dan p, dan
n Kritis) salah kurang k kan
releva relevan
atau lengka pemaha
n. .
tidak p. man
sesuai. mendala
m.
Miniatur/
p oster
Miniatur/ sangat
Miniatur/ Miniatur/ Miniatur/
p oster jelas,
Kreativita p oster p oster p oster
cukup inovatif,
s tidak kurang jelas,
jelas informat
Miniatur/P jelas, jelas informat
dan ada if, dan
oster tidak atau if, dan
usaha menunju
menarik. kurang kreatif.
kreatif. k kan
menarik.
kreativit
as
tinggi.
Penjelas
an
sangat
jelas,
Tidak Penjelas
Penyamp Penjelas antusias
mampu Penjelasa an
aian an , bahasa
menjela n kurang jelas,
Presentas cukup tubuh
s kan, jelas, percaya
i jelas, baik,
suara kadang diri,
(Komunik kontak mampu
tidak ragu. kontak
asi) mata menjaw
jelas. mata
kurang. ab
baik.
pertany
a an
dengan
lugas.
Keterkai Menunju Menunju
Keterkaita Tidak Keterkai
t an k kan k kan
n dengan ada t an
dengan pemaha pemaha
Lingkung keterkait dengan
lingkung man man
an Sosial a n lingkung
an tentang mendala
dengan a
[Link]
sosial
lingkung
a
[Link]
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaian (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
(Kewarga n n sosial cukup peran m
an) sosial minim. jelas. positif tentang
nyata. dalam penting
lingkung ny a
an kontribu
sosial. si positif
bagi
lingkung
an
sosial.
P. Glosarium
1. Peran: Kedudukan atau fungsi seseorang dalam suatu
kelompok atau masyarakat.
2. Tanggung Jawab: Kewajiban yang harus dilaksanakan seseorang
sesuai dengan perannya.
3. Interaksi Sosial: Hubungan timbal balik antara individu atau
[Link]
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. UNDP Indonesia. (2020). Panduan Interaksi Sosial untuk Anak-
anak. (Contoh, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan
terbaru).
[Link]
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan
semangat? Hebat! Di Karangsari, kalian bangun tidur di wilayah
mana ya? Apakah dekat sawah, gunung, atau pantai?
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai
keyakinannya? Bagus sekali! Tahukah kalian, di provinsi kita ini ada
banyak sekali rumah ibadah dari berbagai agama lho, yang
menunjukkan keragaman budaya.
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan
sedikit gerakan atau olahraga ringan? Saat kita berjalan-jalan di
sekitar rumah, kita bisa melihat berbagai bentang alam seperti
sungai atau bukit.
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat
membaca buku cerita atau belajar hal baru? Hari ini kita akan
belajar banyak hal menarik tentang tempat tinggal kita, mulai
dari peta hingga sejarah keluarga!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan
makanan yang sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk
menjelajahi peta kota/kabupaten kita dan memahami profesi
masyarakat di dalamnya!
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-
teman dan guru. Bagaimana kita bisa menunjukkan sikap
bermasyarakat yang baik saat berdiskusi tentang keanekaragaman
hayati dan kearifan lokal di daerah kita?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak
begadang? Istirahat yang cukup itu penting lho agar tubuh punya
energi untuk belajar dan menghargai sejarah dan budaya tempat kita
tinggal!"
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menemukan letak kota/kabupaten Lumajang dan provinsi Jawa Timur
pada peta konvensional atau digital.
2. Mengidentifikasi ragam bentang alam yang ada di Lumajang dan
Jawa Timur (misalnya, gunung, pantai, dataran rendah, sungai).
3. Menjelaskan keterkaitan antara bentang alam dengan berbagai
profesi masyarakat (misalnya, pantai dengan nelayan, dataran
tinggi dengan petani sayur).
4. Mengidentifikasi contoh keanekaragaman hayati (tumbuhan dan
hewan) di daerah tempat tinggalnya dan pentingnya pelestarian.
5. Mengenali contoh-contoh keragaman budaya dan kearifan lokal
(misalnya, tradisi, lagu daerah, permainan tradisional, makanan
khas) di Lumajang dan Jawa Timur.
[Link]
G. Model Pembelajaran
Model: Problem-Based Learning (PBL) / Pembelajaran Berbasis
Masalah dengan pendekatan Deep Learning.
Metode: Observasi Peta, Diskusi Kelompok, Wawancara
Sederhana (simulasi), Peta Pikiran (Mind Map), Presentasi.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba bayangkan, jika ada teman dari kota lain
datang ke Lumajang, apa saja yang akan kalian tunjukkan
kepadanya? Apa yang paling menarik dari tempat tinggal kita?"
Meaningful Learning: "Mengapa penting bagi kita untuk tahu
tentang letak daerah kita di peta? Mengapa kita harus bangga
dengan budaya dan sejarah tempat tinggal kita?"
Joyful Learning: "Jika kalian adalah seorang pembuat film
dokumenter, cerita menarik apa yang akan kalian buat tentang
keunikan Lumajang, Jawa Timur, dan orang-orangnya?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa
kehadiran, dan mengajak berdoa.
[Link]
kreativitas, kerapian).
[Link]
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa tempat tinggal mereka, Kabupaten
Lumajang di Provinsi Jawa Timur, adalah bagian dari identitas diri mereka
yang kaya akan bentang alam, keanekaragaman hayati, budaya, dan sejarah
yang unik. Mereka akan menyadari bahwa setiap elemen ini saling terkait
dan membentuk karakteristik masyarakat. Dengan memahami serta
menghargai kekayaan ini, mereka diharapkan dapat menumbuhkan rasa
bangga, cinta tanah air, dan tanggung jawab untuk melestarikan warisan
alam dan budaya bagi generasi mendatang.
ludruk, atau makanan seperti pisang agung dan tape. Ada pula kearifan
lokal, yaitu kebiasaan baik atau pengetahuan yang diwariskan turun-
temurun untuk menjaga lingkungan dan harmoni masyarakat. Setiap
keluarga juga memiliki sejarahnya sendiri, yang membentuk siapa diri kita
saat ini. Mengenal dan melestarikan semua kekayaan ini adalah cara kita
menghargai warisan nenek moyang dan membangun masa depan yang
lebih baik.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa yang paling membuat saya bangga tentang kota/kabupaten
Lumajang atau provinsi Jawa Timur setelah belajar hari ini?
2. Bagaimana cara saya bisa ikut melestarikan budaya atau
keanekaragaman hayati di lingkungan saya?
3. Hal baru apa yang ingin saya cari tahu lebih lanjut tentang
daerah tempat tinggal saya?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan rasa ingin tahu dan
keterlibatan yang tinggi dalam mengenal daerahnya sendiri?
2. Bagaimana efektivitas penggunaan peta
(konvensional/digital) dalam membantu peserta didik
memahami letak geografis?
3. Apakah kegiatan proyek "Peta Kebanggaanku" berhasil
menumbuhkan kreativitas dan rasa bangga akan identitas
lokal?
Kelas:
Tanggal:
A. Kenali Daerahmu!
1. Nama Kabupaten tempat tinggalku:
Gunung Nelayan
Sawah Pedagang
Informa
si
sangat
Informa
Kualitas Informas akurat,
Informasi si
Informas i pada Informasi lengka
kurang akurat,
i peta/pos cukup p,
akurat lengkap
(Penalar t er akurat relevan
atau , dan
an salah dan , dan
kurang relevan
Kritis) atau relevan. menunj
lengkap. dengan
tidak u kkan
topik.
relevan. pemah
a man
mendal
a m.
Peta/
pos ter
Peta/
sangat
pos ter
menari
Peta/ Peta/ menari
Peta/ k,
Kreativit post er poste r k,
poste r inovatif
as tidak cukup informa
kurang ,
Peta/Pos menarik, menarik, ti f, dan
menarik, informa
ter tidak ada kreatif
desain ti f, dan
ada gambar dalam
sederhan memilik
gambar/ sederhan penyam
a. i daya
w arna. a. paian
tarik
pesan.
visual
yang
kuat.
[Link]
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaia (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
n ) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
Presenta menjelas jelas, jelas, percay sangat
si kan, pesan pesan a diri, jelas,
(Komuni pesan kuran tersampa pesan antusia
kasi) tidak g ik an tersam s
tersamp kuat. sebagian. p aikan , pesan
ai kan. denga sangat
n baik. persua
si f,
mampu
mengaj
ak
orang
lain.
Menunj
u kkan
rasa
Tidak Menunj
bangga
Rasa menunju u kkan
yang
Bangga k kan Rasa Rasa rasa
mendal
& rasa bangga/a bangga/a bangga
am
Apresias bangga pr esiasi pr esiasi dan
dan
i Lokal atau kurang cukup apresia
apresia
(Kewarg apresiasi terlihat. terlihat. si
si
aan) terhada terhada
tinggi
p p
terhada
daerahn daerah
p
y a. n ya.
keunika
n
daerah
n ya.
P. Glosarium
1. Bentang Alam: Bentuk permukaan bumi yang alami, seperti
gunung, pantai, atau sungai.
2. Kearifan Lokal: Kebiasaan atau nilai-nilai baik yang diwariskan
turun- temurun dalam suatu masyarakat.
3. Keanekaragaman Hayati: Keberagaman makhluk hidup
(tumbuhan dan hewan) di suatu wilayah.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Pemerintah Kabupaten Lumajang. (2024). Profil Kabupaten
Lumajang. Diakses dari: [Link] (contoh situs,
sesuaikan dengan sumber yang relevan dan terbaru).
[Link]
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi perbedaan antara kebutuhan (hal-hal pokok yang
harus dipenuhi) dan keinginan (hal-hal yang bersifat tambahan
dan tidak wajib).
2. Memberikan contoh kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan
sehari-hari (misalnya, makanan sebagai kebutuhan, mainan
sebagai keinginan).
3. Mengelompokkan daftar benda atau aktivitas sebagai
kebutuhan atau keinginan.
4. Menjelaskan fungsi mata uang sebagai alat tukar yang sah.
5. Mengidentifikasi nilai mata uang Rupiah (pecahan uang kertas dan
logam) dengan benar.
6. Menghitung jumlah uang dalam pecahan yang berbeda.
7. Menerapkan konsep kebutuhan dan keinginan dalam mengambil
keputusan sederhana terkait penggunaan uang.
8. Menyajikan ide tentang bagaimana mengelola uang saku
secara bijak berdasarkan prioritas kebutuhan dan keinginan.
berbagai nominal.
[Link]
G. Model Pembelajaran
Model: Problem-Based Learning (PBL) / Pembelajaran Berbasis
Masalah dengan pendekatan Deep Learning.
Metode: Diskusi Kelompok, Simulasi, Studi Kasus, Presentasi,
Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Bayangkan
kalian punya uang Rp10.000. Apa hal pertama yang akan kalian
beli? Mengapa itu yang kalian pilih?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita perlu tahu bedanya
antara butuh dan ingin? Apa yang terjadi kalau kita selalu membeli
semua yang kita inginkan tanpa berpikir?"
Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan uang sendiri,
gambar apa yang akan kalian letakkan di atasnya? Dan untuk
apa kalian akan menggunakan uang itu?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa
kehadiran, dan mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat (seperti di poin C), terutama yang berkaitan
dengan "Makan Sehat dan Bergizi" dan "Gemar Belajar", lalu
mengaitkannya dengan kebutuhan dan bagaimana cara
memenuhinya (dengan uang).
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian
peserta didik pada topik kebutuhan, keinginan, dan uang.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Mengidentifikasi Kebutuhan dan Keinginan (Diskusi Kelompok):
o Guru memulai dengan pertanyaan: "Apa yang paling kalian
butuhkan
saat ini? Apa yang paling kalian inginkan?"
[Link]
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa uang adalah alat penting dalam
kehidupan, namun penggunaannya harus bijak. Mereka akan menyadari
[Link]
bahwa tidak semua yang diinginkan bisa atau harus dipenuhi, dan bahwa
memprioritaskan kebutuhan
[Link]
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa pelajaran terpenting yang saya dapat hari ini tentang cara
menggunakan uang saku?
2. Bagaimana saya akan memprioritaskan kebutuhan dan keinginan
saya mulai sekarang?
3. Apakah ada hal yang membuat saya merasa lebih percaya diri
setelah belajar materi ini?
[Link]
Refleksi Pendidik
[Link]
Kelas:
Tanggal:
Buku Pelajaran
Mainan Robot
Liburan ke Luar
Negeri
Seragam Sekolah
Permen Cokelat
B. Hitung dan Tulis Nilai Uangnya!
Total: Rp
Total: Rp
[Link]
Total: Rp
Bayangkan kamu punya uang Rp15.000. Kamu butuh membeli alat tulis
seharga Rp7.000 dan kamu ingin membeli es krim seharga Rp3.000.
Apakah uangmu cukup untuk membeli keduanya? Berapa sisa uangmu?
Skal
Skala Skala
Aspek a2 Skala Skala
1 5
Penilaia (Kur 3 4
(Sanga (Sanga
n a ng) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
berko kung,
nt dan
ribusi. berba
gi
tugas
secara
efektif
.
Konse
p
Kons
sangat
ep
akurat,
kuran Konsep
Konsep lengka
Kualitas Konsep g akurat,
cukup p
Konsep kebutuhan/ke akura lengkap,
akurat ,
(Penalar in ginan/uang t atau dan
dan relevan
an Kritis) tidak kuran relevan
releva , dan
dipahami. g dengan
n. menu
lengk studi
nj
ap. kasus.
ukkan
pema
h
aman
mend
al am.
Solusi
sangat
praktis
Solusi ,
kuran Solusi Solusi inovati
Kreativit g cukup praktis, f,
Solusi tidak
as inova prakti kreatif, menun
ada atau
Solusi/R ti f s dan dan j
tidak
encana atau ada menunjukk ukkan
relevan.
tidak ide an pemiki
prakti kreatif pemikiran r an di
s. . orisinal. luar
kotak,
dan
bisa
menja
di
contoh
.
[Link]
Penje Penjel
Penjel
Penyam l a san
a san Penjelasan
paian Tidak mampu asan sangat
cukup jelas,
Presenta menjelaskan, kuran jelas,
jelas, percaya
si suara tidak g antusi
kontak diri,
(Komuni jelas. jelas, a s,
mata kontak
kasi) kada bahas
kuran mata baik.
ng a
g.
ragu. tubuh
[Link]
Skal
Skala Skala
Aspek a2 Skala Skala
1 5
Penilaia (Kur 3 4
(Sanga (Sanga
n a ng) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
baik,
mamp
u
menja
w ab
pertan
y aan
denga
n
lugas.
Mamp
u
menga
Penera
Pener mbil
Penerap pan Mampu
apan keputu
an konsep menerapk
konse s an
Konsep Tidak ada cukup a n konsep
p bijak
dalam penerapan jelas kebutuhan
mini secara
Kehidup konsep dalam /k einginan
m mandir
an dalam kasus dalam
atau i
(Kemand kehidupan. yang situasi
irian) tidak terkait
diberik nyata.
sesua pengg
a n.
i u naan
. uang
berdas
arkan
priorit
a s.
P. Glosarium
1. Kebutuhan: Hal-hal pokok yang harus dipenuhi untuk bertahan
hidup dan hidup layak.
2. Keinginan: Hal-hal tambahan yang membuat hidup lebih
nyaman atau menyenangkan, namun tidak wajib.
3. Mata Uang: Alat tukar yang sah untuk membeli barang atau jasa
(misalnya Rupiah).
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS
Kelas III SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukaan.
3. Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Mengenal Uang untuk Anak-anak.
Diakses dari: [Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber
yang relevan dan terbaru).