0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan21 halaman

Desain Pembelajaran Mendalam Efektif

Diunggah oleh

Darwan Abdukar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan21 halaman

Desain Pembelajaran Mendalam Efektif

Diunggah oleh

Darwan Abdukar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Peserta Didik (opsional): Identifikasi kesiapan peserta didik sebelum belajar, seperti pengetahuan awal, minat, latar belakang,

dan kebutuhan belajar, serta aspek lainnya

Materi Pelajaran (opsional): Tuliskan analisis materi pelajaran seperti jenis pengetahuan yang akan dicapai, relevansi dengan kehidupan nyata peserta didik, tingkat
kesulitan, struktur materi, serta integrasi nilai dan karakter, dan lainnya

Dimensi Profil Lulusan: Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran
Identifikasi
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Penalaran Kritis Kolaborasi Kesehatan
Tuhan YME

Kewargaan Kreativitas Kemandirian Komunikasi

Capaian Pembelajaran (opsional): Tuliskan capaian pembelajaran sesuai fase

Lintas Disiplin Ilmu (opsional): Tuliskan disiplin ilmu dan/atau mata pelajaran yang relevan

Tujuan Pembelajaran: Tuliskan tujuan pembelajaran yang mencakup kompetensi dan konten pada ruang lingkup materi dengan menggunakan kata
kerja operasional yang relevan.

Topik Pembelajaran (opsional): Tuliskan topik pembelajaran yang relevan dengan capaian dan tujuan pembelajaran

Praktik Pedagogis: Tuliskan Model/Strategi/Metode pembelajaran yang dipilih untuk mencapai tujuan belajar, seperti pembelajaran berbasis masalah,
Desain pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran inkuiri, pembelajaran kontekstual, dan sebagainya.
Pembelajaran
Kemitraan Pembelajaran (opsional): Tuliskan kegiatan kemitraan atau kolaborasi dalam dan/atau luar lingkup sekolah, seperti kemitraan antar guru
lintas mata pelajaran, antar murid lintas kelas, antar guru lintas sekolah, orang tua, komunitas, tokoh masyarakat, dunia usaha dan dunia industri kerja,
institusi, atau mitra profesional.

Lingkungan Pembelajaran: Tuliskan lingkungan pembelajaran yang ingin dikembangkan dalam budaya belajar, ruang fisik dan/atau ruang virtual.
Budaya belajar dikembangkan agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan. Contoh: memberikan kesempatan kepada siswa
untuk menyampaikan pendapatnya dalam ruang kelas dan forum diskusi pada platform daring (ruang virtual bersifat opsional).

Pemanfaatan Digital (opsional): Tuliskan pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual.
Contoh: video pembelajaran, platform pembelajaran, perpustakaan digital, forum diskusi daring, aplikasi penilaian, dan sebagainya.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 38


Langkah-Langkah Pembelajaran

AWAL (opsional) (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

Pembuka dari proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran. Kegiatan dalam tahap ini
meliputi orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan motivasi yang menggembirakan.

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran
berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

Memahami (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan)
Tuliskan kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk terlibat aktif mengonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi
Pengalaman dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.
Belajar
Mengaplikasi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan)
Tuliskan kegiatan yang mengondisikan pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pemahaman secara kontekstual atau kehidupan nyata
(hidup, kehidupan, dan/atau penghidupan). Proses mengaplikasi ini merupakan bagian dari pendalaman pengetahuan untuk menghasilkan pengembangan kompetensi.

Merefleksi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan)
Tuliskan kegiatan yang mampu memfasilitasi peserta didik:
a. mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan dan menentukan tindaklanjut ke depan.
b. mengelola proses belajarnya secara mandiri, dengan meneruskan dan mengembangkan strategi belajar yang berhasil dan memperbaiki yang belum berhasil dengan
tetap meningkatkan motivasi belajar dan kepercayaan diri.

PENUTUP (opsional) Tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)

Tahap akhir dalam proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah
dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.

Tuliskan teknik dan instrumen penilaian yang digunakan pada awal, proses, dan akhir pembelajaran. Asesmen dalam pembelajaran mendalam
dilaksanakan melalui asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning) yang menekankan pada penilaian diri dan penilaian sejawat , asesmen
Asesmen
untuk pembelajaran (assessment for learning) yang menekankan pada umpan balik, dan asesmen hasil pembelajaran (assessment of learning) yang
Pembelajaran menekankan pada pencapaian dan tindak lanjut dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik. Contoh: Penilaian Sejawat, Penilaian Diri,
Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Penilaian Berbasis Kelas, Penilaian Kinerja, Tes tertulis, Tes lisan, dan sebagainya.
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 39
Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
1. Penyampaian materi sesuai tahapan berpikir peserta didik untuk mendukung pencapaian kedalaman
pemahaman konsep peserta didik
2. Model-model atau strategi pembelajaran yang ada dapat digunakan dengan prinsip pembelajaran
berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
3. Penerapan pembelajaran bermakna dengan pemanfaatan lingkungan sekitar, seperti pemanfaatan
lingkungan sekolah, lingkungan alam sekitar, lingkungan sosial, dan sebagainya
4. Prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dapat berada dalam beberapa
kegiatan pembelajaran tidak harus berurutan dan/atau simultan
5. Pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dilaksanakan dengan langkah-langkah
pembelajaran yang sesuai dengan konteks dan kondisi pembelajaran, serta inovasi guru
6. Sintak/Langkah-langkah pembelajaran pada model-model atau strategi pembelajaran yang ada dapat
diadaptasi sesuai pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi
7. Pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi dilakukan dalam beberapa langkah
pembelajaran yang pelaksanaannya disesuaikan dengan konteks dan kondisi pembelajaran

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 40


Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
8. Pengalaman belajar melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga adalah pengembangan diri yang
holistik dan integratif yang mencakup aspek intelektual, sosio-emosional, spiritual, dan fisik. Sehingga
pembelajaran menghasilkan pribadi yang memiliki kompetensi utuh dan seimbang sesuai fitrahnya
9. Topik pembelajaran dikaitkan dengan lintas ilmu (multi/inter disiplin) atau terkait dengan bidang ilmu atau
mata pelajaran yang dipelajari peserta didik
10. Penerapan pembelajaran mendalam disesuaikan dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran
11. Kemitraan yang melibatkan berbagai pihak baik lingkungan sekolah, luar sekolah, dan masyarakat untuk
mendukung pembelajaran mendalam
12. Lingkungan pembelajaran diciptakan merupakan integrasi ruang fisik, ruang virtual dan budaya belajar
untuk mendukung pembelajaran mendalam
13. Pemanfaatan teknologi digital akan menguatkan pembelajaran mendalam pada perencanaan, pelaksanaan,
dan asesmen pembelajaran
14. Asesmen menggunakan assessment as learning, assessment for learning, assessment of learning. Pada
PM menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen autentik

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 41


Contoh Pelaksanaan PM pada Mata Pelajaran 1/2

Agama Pendidikan Pancasila Matematika


Pembelajaran agama yang berfokus pada Pembelajaran yang membentuk peserta Pembelajaran yang mengembangkan pola
pengembangan spiritual, karakter, akhlak didik menjadi warga negara yang baik, pikir logis, pemecahan masalah, dan
dan atau moral melalui penanaman bertanggung jawab, memiliki kesadaran keterampilan analitis dan komputatif,
keyakinan dan nilai agama, serta terhadap hak serta kewajibannya dalam contoh: Pembelajaran Berbasis Masalah
penerapannya dalam kehidupan kehidupan berbangsa dan bernegara, dan yang memberikan peluang peserta didik
sehari-hari. Contoh: Experiential Learning mampu berpartisipasi dalam kehidupan untuk memecahkan masalah nyata seperti
yang mengajarkan nilai-nilai agama melalui bermasyarakat, contoh: Studi Kasus yang komposisi dan nilai kalori makanan bergizi
pengalaman kehidupan sehari-sehari memberikan peserta didik untuk dengan menggunakan konsep proporsi,
seperti peserta didik diberikan isu atau menyelesaikan permasalahan pada isu persentase dan pengukuran untuk
realita kenakalan remaja, kemudian diminta sosial, politik, atau hukum dengan mencari makanan sehat dan bergizi.
untuk mencermati dan mengajukan solusi solusi berdasarkan prinsip demokrasi dan
berdasarkan nilai-nilai agama. Pancasila.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 42


Contoh Pelaksanaan PM pada Mata Pelajaran 2/2

Bahasa IPA Ilmu Sosial


Pembelajaran yang mengembangkan Pembelajaran yang berfokus pada Pembelajaran yang menekankan pada
keterampilan komunikasi, pemahaman pemahaman tentang alam semesta, kehidupan sosial, interaksi manusia, dan
teks, berpikir kritis, ekspresi gagasan, dan fenomena alam, dan prinsip ilmiah untuk dinamika masyarakat untuk membentuk
pemahaman budaya, contoh: mengembangkan pengetahuan, wawasan kebangsaan serta keterampilan
Pembelajaran Berbasis Inkuiri yang keterampilan berpikir ilmiah, bekerja ilmiah, berpikir kritis, contoh: Pembelajaran
memberikan kesempatan peserta didik serta sikap peduli terhadap lingkungan, Kontekstual dengan membandingkan
mengeksplorasi bahasa dengan contoh: Pembelajaran Berbasis Proyek nilai-nilai dan permasalahan pasar modern
mengumpulkan, mengolah dan dengan memberikan pengalaman kepada dan pasar tradisional pada sudut pandang
mengevaluasi informasi terkait peserta didik untuk membuat proyek sosial dan ekonomi dan memberikan solusi
permasalahan sosial di masyarakat untuk energi terbarukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
mendapatkan pengetahuan baru. permasalahan lingkungan.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 43


Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam 1/2
Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri

Memahami (Berkesadaran, Bermakna) Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

1 2 3 4
Orientasi Merumuskan Masalah Pengumpulan Data Pengolahan dan
Guru memberikan stimulus Peserta didik mengidentifikasi Peserta didik mengumpulkan
Analisis Data
untuk membangkitkan rasa dan merumuskan pertanyaan informasi dari berbagai Peserta didik mengorganisasi
ingin tahu peserta didik dan yang akan dijawab dalam sumber, seperti eksperimen, dan menafsirkan data yang
mulai mengidentifikasi topik proses inkuiri dan guru observasi, wawancara, atau telah dikumpulkan,
yang akan dieksplorasi membimbing peserta didik literatur dan mencari pola atau menggunakan berbagai teknik
(kaitkan dengan pengetahuan untuk menyusun hipotesis hubungan antar konsep analisis, seperti diskusi
esensial, aplikatif, nilai dan atau dugaan awal. (menggunakan sumber kelompok, pemetaan konsep,
karakter). lingkungan sekitar). atau pembuatan grafik.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 44


Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam 2/2
Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

5 6 7 8
Menarik Kesimpulan Komunikasi Refleksi Aplikasi dan Tindak
Peserta didik menyusun Peserta didik menyampaikan Melakukan refleksi terhadap
Lanjut
kesimpulan berdasarkan bukti hasil temuannya melalui proses pembelajaran: apa Peserta didik menerapkan hasil
dan hasil analisis, serta presentasi, laporan tertulis, yang telah dipelajari, kesulitan pembelajaran dalam konteks
menjelaskan temuan dan atau diskusi kelas. yang dihadapi, dan bagaimana nyata atau proyek lanjutan dan
menghubungkannya dengan meningkatkan pemahaman mendorong eksplorasi lebih
konsep atau teori yang relevan lebih lanjut, serta guru lanjut untuk memperdalam
(pendalaman pengetahuan). memberikan umpan balik pemahaman konsep.
konstruktif untuk memperkaya
pengalaman belajar peserta
didik (stimulasi regulasi diri).

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 45


Contoh Pembelajaran Mendalam 1/6

1 Identifikasi Peserta Didik 3 Dimensi Profil Lulusan


Peserta didik memiliki pengetahuan dasar yang bervariasi
mengenai isu-isu lingkungan, perlu memiliki kesadaran perannya Keimanan dan Kewargaan Penalaran Kritis
Ketakwaan terhadap
terhadap keseimbangan ekosistem, menunjukkan minat tinggi Tuhan YME
dalam kegiatan berbasis proyek.
Kreativitas Kolaborasi Kemandirian

2 Identifikasi Materi Pelajaran Komunikasi


Kesehatan
Materi ekosistem dapat mencakup pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif. Materi ini dirancang
relevan dengan kehidupan nyata, seperti memahami dampak
aktivitas manusia terhadap ekosistem sungai, serta aplikatif 4 Capaian Pembelajaran
melalui kegiatan seperti proyek pengelolaan sampah.
Peserta didik menyelidiki bagaimana hubungan saling
ketergantungan antar komponen biotik-abiotik dapat
memengaruhi kestabilan suatu ekosistem di lingkungan
sekitarnya.

5 Topik Pembelajaran
Peran Manusia dalam Menjaga Ekosistem

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 46


Contoh Pembelajaran Mendalam 2/6

6 Tujuan Pembelajaran 9 Lingkungan Pembelajaran


Peserta didik mampu: 1. Ruang Fisik: lingkungan di sekitar Sungai Ciliwung
1. Memahami pentingnya keanekaragaman hayati dalam 2. Ruang Virtual: platform daring untuk diskusi dengan teman
ekosistem 3. Budaya Belajar: kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan rasa
2. Mengidentifikasi dampak aktivitas manusia terhadap ingin tahu
keseimbangan ekosistem
3. Melaksanakan proyek kreatif berbasis solusi lingkungan
10 Pemanfaatan Digital
untuk mencegah pencemaran pada ekosistem
1. Perencanaan: LMS
2. Pelaksanaan: pertemuan daring, video, perpustakaan daring
7 Praktik Pedagogis 3. Asesmen: asesmen daring
1. Pembelajaran Berbasis Proyek
2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, wawancara, dan
presentasi

8 Mitra Pembelajaran
1. Komunitas Peduli Ciliwung KPC
2. Pengelola Bank Sampah Sungai Ciliwung
3. Masyarakat Sekitar Sungai Ciliwung

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 47


Contoh Pembelajaran Mendalam 3/6

11 Langkah-Langkah Pembelajaran

Awal Berkesadaran, Bermakna)

1 Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan sapaan ramah untuk menciptakan suasana positif

2 Guru menerapkan teknik permainan pemusatan konsentrasi

3 Guru memulai dengan video singkat perbedaan kondisi sungai yang bersih dan tercemar

4 Guru memberikan pertanyaan pemantik “Bagaimana kondisi makhluk hidup pada kedua sungai tersebut?ˮ untuk menstimulasi empati peserta didik

5 Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan pada websites tentang Sungai Ciliwung yang Tercemar

6 Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk menumbuhkan kesadaran pencemaran sungai akibat sampah sehingga berdampak pada
kondisi makhluk hidup di sungai

“Apa penyebab terjadinya pencemaran sungai?ˮ

“Apakah sungai yang tercemar mempengaruhi kondisi makhluk hidup di sana?ˮ

7 Memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menghubungkan dengan peran peserta didik
"Apa yang bisa kita lakukan untuk melestarikan sungai kita?"

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 48


Contoh Pembelajaran Mendalam 4/6

11 Langkah-Langkah Pembelajaran

Inti (bermakna, menggembirakan)

Memahami Mengaplikasi
1 Berdiskusi, membaca artikel, eksplorasi sumber informasi pada buku, 1 Peserta didik melakukan kunjungan lapangan ke Sungai Ciliwung untuk
e-book, artikel, dan websites melalui internet tentang keanekaragaman mengidentifikasi masalah kelangsungan ekosistem sungai
hayati dan ekosistem sungai
2 Peserta didik melakukan interview dengan masyarakat di sekitar sungai
a. Apa definisi ekosistem? ciliwung
b. Apa saja macam-macam ekosistem?
3 Peserta didik menyimak penjelasan dari Komunitas Peduli Ciliwung dan
c. Apa definisi keanekaragaman hayati?
Pengelola Bank Sampah
d. Mengapa keanekaragaman hayati penting bagi kelangsungan
ekosistem? 4 Guru dan narasumber menumbuhkan kesadaran kepada Peserta didik
e. Apakah aktivitas manusia mempengaruhi kelangsungan ekosistem tercemarnya sungai akibat sampah yang tidak dikelola dengan baik
sungai?
5 Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui zoom dan guru pendamping
2 Membuat peta konsep tentang ekosistem, keanekaragaman hayati, dan
untuk merancang proyek pengelolaan sampah
kelangsungan ekosistem sungai
6 Peserta didik mengembangkan proyek pengelolaan sampah di sekolah
contohnya: membuat tempat sampah berdasarkan jenisnya, ecobrick, 3R,
bank sampah, dan sebagainya (dilakukan diferensiasi produk/ide)

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 49


Contoh Pembelajaran Mendalam 5/6

11 Langkah-Langkah Pembelajaran

Inti (bermakna, menggembirakan) Penutup (berkesadaran)

Merefleksi (berkesadaran, bermakna) 1 Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran

1 Peserta didik melakukan uji coba proyek dan atau mempresentasikan 2 Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran selanjutnya
hasil proyeknya dan strategi belajar yang akan digunakan (contoh: topik yang akan
dipelajari, mitra yang akan diundang, eksperimen yang akan dilakukan,
2 Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman, guru, dan salah satu sumber/media pembelajaran yang digunakan)
narasumber dari Komunitas Peduli Ciliwung dan Pengelola Bank Sampah
3 Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
3 Peserta didik membuat jurnal refleksi individu terhadap proyek yang proyeknya
telah dilakukan

4 Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan


pembelajaran

5 Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka setelah
belajar

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 50


Contoh Pembelajaran Mendalam 6/6

12 Asesmen Pembelajaran

1 Asesmen pada Awal Pembelajaran

2 Asesmen pada Proses Pembelajaran

3 Asesmen pada Akhir Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 51


Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada PAUD
Pendekatan PM pada Pendidikan Anak Usia Dini PAUD
memberikan pengalaman belajar yang bermakna, eksploratif,
dan berbasis interaksi aktif yang menghargai ide dan imajinasi
alami anak. Pendekatan ini memungkinkan anak menjelajahi,
mengamati, bertanya, dan menemukan konsep secara alami
dengan bermain dan aktivitas yang bermakna

Peserta didik memahami tanaman obat keluarga (toga) yang ada di sekitarnya dan Pengenalan tanaman di lingkungan sekitar dan proyek pertumbuhan tanaman
mengaplikasi pemahaman melalui proyek membuat jamu tradisional

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 52


Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SD/MI

Pendekatan PM dalam SD/MI dapat


mengembangkan pemahaman konsep
secara peserta didik secara kritis, kreatif,
analitis, dan aplikatif serta menyelesaikan
permasalahan

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 53


Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SMP/MTs

Pendekatan PM dalam SMP/MTs dapat


membantu peserta didik memahami
konsep secara lebih mendalam, kritis,
dan aplikatif. Peserta didik tidak
menghafal materi, tetapi menganalisis,
mengeksplorasi, serta menghubungkan
pengetahuan dengan kehidupan nyata
untuk menyelesaikan permasalahan

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 54


Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SMA/MA

Pendekatan PM dalam SMA/MA dapat mengembangkan berpikir


lebih analitis, reflektif, dan aplikatif dalam berbagai konteks
kehidupan dan akademik. SMA merupakan tahap transisi menuju
pendidikan tinggi, sehingga pembelajaran tidak hanya sekadar
memahami konsep, tetapi juga mengembangkan keterampilan
berpikir tingkat tinggi, pemecahan masalah, dan sintesis
pengetahuan lintas disiplin

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 55


Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SMK/MAK

Pendekatan PM pada SMK/MAK


berorientasi pada keterampilan praktis,
penerapan industri, serta kesiapan kerja
atau wirausaha, sehingga PM
memfasilitasi peserta didik tidak hanya
memahami teori, tetapi juga mampu
menguasai keterampilan teknis dan
berpikir kritis dalam konteks dunia kerja
dan industri

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 56


Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada Pendidikan
Khusus

Pendekatan PM pada pendidikan khusus


dapat diterapkan untuk memfasilitasi
pemahaman mendalam (memahami,
mengaplikasi, dan merefleksi) melalui
penerapan sesuai konteks, kondisi, dan
kekhususan peserta didik

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 57


Prinsip Asesmen Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen autentik yang mencakup tiga fungsi asesmen
sebagai berikut:

Asesmen sebagai Pembelajaran Asesmen untuk Pembelajaran Asesmen dalam Pembelajaran


(Assessment as Learning) (Assessment for Learning) (Assessment of Learning)

Asesmen untuk refleksi proses Asesmen untuk perbaikan proses Asesmen untuk mengukur capaian
pembelajaran dan refleksi diri peserta pembelajaran berfungsi sebagai umpan pembelajaran peserta didik pada akhir
didik balik membantu peserta didik pembelajaran
memahami progres belajar mereka,
serta refleksi guru mengajar
Contoh: Contoh:
Jurnal reflektif, self-assessment, Tes lisan, tes tertulis, laporan,
peer assessment, checklist Contoh: penilaian proyek, portofolio, dan
kemajuan belajar, dan lainnya Peta konsep, umpan balik formatif, lainnya
observasi, pertanyaan diagnostik,
dan lainnya

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 58

Anda mungkin juga menyukai